• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode dan teknik supervisi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Metode dan teknik supervisi"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

METODE DAN TEKNIK

SUPERVISI PENDIDIKAN

+(5.$0$<$-$70,.$

(2)

Teknik Kelompok

Cara pelaksanaan supervisi terhadap kelompok orang yang disupervisi.

Orang-orang yang diduga memiliki masalah yang sama dapat dihadapi secara bersama-sama dalam suatu situasi supervisi oleh supervisor.

Contoh: Pertemuan atau rapat (meeting), Diskusi kelompok (group discussion), Penataran-penataran (in-service training), Lokakarya (workshop),

(3)

Teknik individual

Cara pelaksanaan supervisi terhadap orang yang disupervisi dihadapi sendiri secara individual.

Individu-individu yang mempunyai masalah yang khusus dan bersifat pribadi.

Contoh: Kunjungan kelas (classroom visitation), Observasi kelas (classroom observation),

Wawancara individual (individiual interview),

(4)

Metode Langsung (

Direct Method

)

Seorang supervisi secara pribadi dan langsung berhadapan dengan orang yang disupervisi, baik secara individual maupun secara kelompok.

Contoh: Kunjungan kelas (classroom visitation),

Observasi kelas (classroom observation), Pertemuan atau rapat (meeting), Diskusi kelompok (group

(5)

Metode Tidak Langsung

Supervisor tidak secara langsung (

Indirect

Method

) menghadapi atau berhadapan dengan

orang-orang yang disupervisi tetapi

mempergunakan berbagai alat atau media

komunikasi.

(6)
(7)

Kunjungan sekolah Kunjungan kelas Pembicaraan

Individual

Rapat supervisi Pendidikan In-Service

Workshop (Lokakarya) Simulasi

Intervisitasi

Demonstrasi Mengajar Buletin mengajar

(8)

Kunjungan Sekolah (

school-visit

)

Mengetahui situasi pendidikan dan pengajaran

di suatu sekolah.

Pengetahuan yang lengkap tentang situasi

sekolah akan lebih mengefektifkan program

supervisi

Macam kunjungan sekolah:

Kunjungan tanpa pemberitahuan Kunjungan dengan pemberitahuan Kunjungan atas undangan

(9)

Kunjungan Kelas (

class-visit

)

Tujuannya untuk:

Mempelajari praktik-praktik mengajar/mendidik setiap guru dan mengevaluasinya.

Menemukan kelebihan-kelebihan khusus dan sifat-sifat yang menonjol pada diri setiap guru.

Menemukan kebutuhan-kebutuhan guru dalam menunaikan tugasnya. Mendorong guru agar lebih sunguh-sungguh dan lebih baik kerjanya. Memperoleh bahan-bahan dan informasi guna menyusun program supervisi.

Mengetahui penerapan prinsip-prinsip dan saran-saran yang diberikan. Menanamkan kepercayaan diri supervisor dan pada program

supervisinya.

Mempererat dan memupuk integritas sekolah.

(10)

Pembicaraan Individual

Pembicaraan langsung dan pribadi yang

biasanya dilakukan setelah

kunjungan/observasi kelas.

Prosesnya:

Mulailah dari aspek-aspek positif kemudian aspek-aspek negatif.

Mengarahkan pembicaraan agar orang yang

disupervisi menyadari kelemahan/kekurangannya. Pembicaraan berupaya untuk memberikan

(11)

Rapat Supervisi

Rapat yang diselenggarakan untuk membahas

masalah-masalah yang menyangkut

usaha-usaha perbaikan/peningkatan mutu

pendidikan dan pengajaran.

Contohnya: lokakarya, seminar

(12)

Pendidikan in-service

Pendidikan pra-jabatan (pre-service)

Pendidikan dalam jabatan (in-service) atau

latihan-latihan semasa berdinas, dimaksudkan

untuk meningkatkan dan mengembangkan

secara kontinue pengetahuan, keterampilan,

dan sikap para guru guna mengefektifkan dan

mengefisiensikan pekerjaan/jabatannya.

Referensi

Dokumen terkait

Supervisi kunjungan kelas berpengaruh positif dalam kinerja guru, dari yang saya lihat apabila guru akan disupervisi maka yang bersangkutan segera menyusun

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) supervisi kunjungan kelas berpengaruh secara langsung terhadap kompetensi pedagogik dengan nilai signifikan 0,003,

1) Mengadakan kujungan kelas (classroom visitation) yaitu kunjungan sewaktu- waktu oleh supervisor (kepala sekolah, pemilik, pengawas) yang mana tujuannya

Pelaksanaan supervisi akademik yang berlangsung di MI Riadlul Jannah NW Penjor yang dijalankan oleh supervisor dan diikuti oleh guru yang disupervisi melalui kunjungan kelas

Teknik supervisi kunjungan kelas tidak selalu membutuhkan pertemuan balikan dengan guru yang disupervisi, sebab ada kalanya supervisor memperbaiki kelemahan guru

Menurut Arikunto (2009: 54) yang dimaksud dengan kunjungan kelas atau classroom visitation adalah kunjungan yang dilakukan oleh pengawas atau kepala sekolah ke sebuah

Melihat data perolehan hasil penelitian dalam kegiatan penelitian tindakan sekolah ini, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik dengan teknik classroom visitation yang

Langkah supervisi pendidikan lebih difokuskan pada bagaimana seorang kepala sekolah mampu mengkondisikan guru yang disupervisi menjadi kooperatif dengan supervisor, karena kurang