• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambar 4.2 Malang Chest Night Stand Bianco OAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Gambar 4.2 Malang Chest Night Stand Bianco OAK"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

26 BAB IV

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1 Profil Perusahaan

PT. Gatra Mapan merupakan perusahaan yang memproduksi produk furniture. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1984 beralamat di Jl. Tegal Mapan 18 Pakisjajar, Pakis Malang. Saat ini, perusahaan ini dikelola oleh Bapak Wigandha Aditama. Perusahaan ini memiliki 750 orang pekerja.

Dalam melaksanakan kegiatan produksinya, perusahaan menetapkan waktu untuk satu hari kerja adalah 10 jam kerja dengan pembagian waktu sebagai berikut:

Senin – Sabtu : Jam kerja : jam 07.00 – 16.00 WIB Istirahat : jam 12.00 – 13.00 WIB Beberapa gambar produk yang diproduksi PT. Gatra Mapan.

Gambar 4.1 Produk ArchKingBed + Storage N2019 WJ7422

(2)

27 Gambar 4.3 Clay TV Stand 120 Asian OAKL-DGS

4.2 Pengumpulan Data

4.2.1 Data Kebutuhan Bahan Baku

Berdasarkan wawancara dengan pembimbing lapangan PT. Gatra Mapan, salah satu bahan bakunya adalah kayu hardboard ukuran 18mm (4X8) dan ukuran 25mm (4X8). Gambar kayu harboard yang disimpan di gudang.

Gambar 4.4 Kayu Hardboard ukuran 25mm

Data permintaan ini digunakan untuk menghitung matriks total biaya variabel untuk seluruh alternatif pemesanan. Tabel berikut menyajikan data permintaan bahan baku kayu hardboard ukuran 18 dan ukuran 25 selama 2 bulan.

(3)

28 Tabel 4.1 Data Kebutuhan Bahan Baku

Bulan April & Mei 2020 Bulan Minggu Kayu hardboard ukuran 18mm (lembar) Kayu hardboard ukuran 25mm (lembar) April 2020 1 211 123 2 17 38 3 170 85 4 111 31 5 528 102 Mei 2020 6 12 67 7 27 215 8 301 106 9 98 14

(Sumber : PT. Gatra Mapan) 4.2.2 Persediaan Awal

Catatan persediaan menjadi salah satu input untuk rencana kebutuhan bahan baku yang terdiri dari persediaan yang tersedia dan yang sedang dalam pemesanan. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, tidak ada persediaan yang sedang dalam pemesanan. Persediaan yang ada adalah persediaan bahan baku yang tersedia di gudang (aktual). Tabel 4.2 menyajikan data persediaan bahan baku pada bulan April & Mei 2020.

Tabel 4.2 Data Aktual Persediaan Bahan Baku (April 2020) Bahan Baku Persediaan

18mm 604 lembar

25mm 617 lembar

(Sumber : PT. Gatra Mapan) 4.2.3 Lead Time

Lead time berisi data mengenai jangka waktu antara pemesanan dan pengiriman bahan baku. Pada tabel 4.3 menunjukkan data mengenai data lead time untuk pemesanan bahan baku.

(4)

29 Tabel 4.3 Lead Time Pemesanan Bahan Baku

Bahan Baku Lead Time

18mm 2 minggu

25mm 2 minggu

(Sumber : PT. Gatra Mapan) 4.2.4 Biaya Pesan (Ordering Cost)

Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan, biaya pesan untuk bahan baku meliputi biaya transportasi pengiriman, biaya administrasi, dan biaya bongkar muatan.

Tabel 4.4 Biaya Pesan Bahan Baku Bahan Baku Biaya Pesan

18mm Rp 2.500.000,00 25mm Rp 2.700.000,00

(Sumber : PT. Gatra Mapan) 4.2.5 Biaya Simpan

Biaya simpan berisi data biaya yang dikeluarkan berhubungan dengan adanya persediaan barang. Data biaya ini didapat berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan. Data biaya simpan bahan baku dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut.

Tabel 4.5 Biaya Simpan Bahan Baku Bahan Baku

Biaya Simpan (per lembar per

minggu) 18mm Rp 37.500,00 25mm Rp 42.500,00

(Sumber : PT. Gatra Mapan) 4.2.6 Safety Stock

Data safety stock ini berisi data persediaan ekstra yang tetap disimpan sebagai antisipasi terhadap kekurangan karena berbagai macam gangguan. Safety stock diperlukan karena forecast atau perkiraan demand tidak tepat atau tidak sesuai dan supplier kadang-kadang gagal untuk mengirimkan barang tepat waktu. Data safety stock dapat dilihat pada tabel 4.6 berikut.

(5)

30 Tabel 4.6 Safety Stock Bahan Baku

Bahan Baku Safety Stock

18mm 500 lembar

25mm 500 lembar

(Sumber : PT. Gatra Mapan) 4.2.7 Biaya Pembelian Bahan Baku

Biaya beli berisi data biaya yang dikeluarkan berhubungan dengan adanya pembelian. Data biaya ini didapat berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan. Diasumsikan terjadi inflasi 10% tiap periode. Data biaya beli bahan baku dapat dilihat pada tabel 4.7 berikut.

Tabel 4.7 Biaya Pembelian Bahan Baku Bahan Baku Biaya Pembelian April Mei 18mm Rp 140.000 Rp 154.000 25mm Rp 170.000 Rp 187.000

(Sumber : PT. Gatra Mapan)

4.3 Pengolahan Data

4.3.1 Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Dengan Metode Perusahaan FPR (Fixed Period Requirement)

Pada tahap ini, proses untuk menentukan besarnya pesanan untuk masing-masing bahan baku berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan bersih. Penentuan besarnya pesanan menggunakan metode perusahaan yaitu metode Fixed Period Requirement (FPR). Dalam penentuan besarnya pesanan menggunakan metode FPR yaitu dengan interval pemesanan yang konstan. Berdasarkan kebijakan perusahaan interval pemesanannya yaitu 1 bulan. Besarnya pesanan menyesuaikan pada hasil kebutuhan bersih. Ukuran kuantitas pemesanan tersebut merupakan penjumlahan kebutuhan bersih dari setiap periode yang tercakup dalam interval pemesanan yang telah ditetapkan.

(6)

31 Pada tabel 4.7 menyajikan hasil pemenuhan kebutuhan bahan baku kayu hardboard ukuran 18mm dan tabel 4.8 untuk kayu hardboard ukuran 25mm setiap periode pada horison perencanaan yaitu 9 minggu atau 2 bulan.

Tabel 4.8 Rencana Kebutuhan Kayu Hardboard ukuran 18mm metode FPR

18mm Minggu 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 211 17 170 111 528 12 27 301 98 SR POH(ss=500) 604 1326 1309 1139 1028 500 926 899 598 500 NR 111 0 0 0 0 12 0 0 0 PORec 937 0 0 0 438 0 0 0 PORel 937 450

Dapat dilihat dari Tabel 4.7 bahwa pemesanan hanya terjadi terjadi 2 kali karena interval waku pemesanan perusahaan adalah 1 bulan, sehingga pemesanan bahan baku hanya terjadi 2 kali dalam 2 bulan. Dan untuk jumlah yang pemesanan kayu hardboard ukuran 18mm yang pertama dengan cara menjumlah kan kebutuhan bersih pada minggu ke-1 lalu ditambahkan kebutuhan kotor minggu ke-2, ke-3, ke-4, dan ke-5. Lalu untuk jumlah pemesanan kayu hardboard ukuran 18mm yang kedua dengan cara menjumlahkan kebutuhan bersih di minggu ke-6 dengan kebutuhan kotor minggu ke-6, ke-7, ke-8, dan ke-9.

Tabel 4.9 Rencana Kebutuhan Kayu Hardboard ukuran 25mm metode FPR

25mm Minggu 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 123 38 85 31 102 67 215 106 14 SR POH(ss=500) 617 756 718 633 602 500 835 620 514 500 NR 23 0 0 0 0 67 0 0 0 PORec 279 0 0 0 402 0 0 0 PORel 279 402

(7)

32 Dapat dilihat dari Tabel 4.8 bahwa pemesanan hanya terjadi terjadi 2 kali karena interval waku pemesanan perusahaan adalah 1 bulan, sehingga pemesanan bahan baku hanya terjadi 2 kali dalam 2 bulan. Dan untuk jumlah yang pemesanan kayu hardboard ukuran 25mm yang pertama dengan cara menjumlah kan kebutuhan bersih pada minggu ke-1 lalu ditambahkan kebutuhan kotor minggu ke-2, ke-3, ke-4, dan ke-5. Lalu untuk jumlah pemesanan kayu hardboard ukuran 25mm yang kedua dengan cara menjumlahkan kebutuhan bersih di minggu ke-6 dengan kebutuhan kotor minggu ke-6, ke-7, ke-8, dan ke-9.

4.3.2 Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Metode LUC (Least Unit Cost) Pada tahap ini, proses untuk menentukan besarnya pesanan untuk masing-masing bahan baku berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan bersih. Penentuan besarnya pesanan menggunakan metode usulan yaitu metode Least Unit Cost (LUC). Dalam penentuan besarnya pesanan menggunakan metode LUC yaitu dengan penjumlahan kebutuhan periode awal sampai diperolehnya kumulatif permintaan yang menghasilkan ongkos per unit yang terkecil yang diperoleh dari total biaya simpan dibagi ukuran lot.

Pada tabel 4.14 menyajikan hasil kebutuhan bersih bahan baku kayu hardboard ukuran 18mm dan tabel 4.20 untuk kayu hardboard ukuran 25mm setiap periode pada horison perencanaan yaitu 9 minggu atau 2 bulan. Dan untuk satuan biaya/cost yang ada ditabel satuannya adalah ribuan rupiah.

(8)

33 4.3.2.1 LUC ukuran 18mm

Rencana Kebutuhan Bersih kayu hardboard ukuran 18mm

Tabel 4.10 Data Kebutuhan Bersih ukuran 18

ukuran 18 Minggu 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 211 17 170 111 528 12 27 301 98 SR POH(ss=500) 604 500 500 500 500 500 500 500 500 500 NR 107 17 170 111 528 12 27 301 98 PORec PORel

Setelah mengetahui rencana kebutuhan bersih untuk kayu hardboard ukura 18mm maka dilakukan perhitungan metode LUC yaitu dengan cara mencari nilai per unit yang paling minimum untuk dijadikan penentuan ukuran lot size, waktu akan dipesan, dan cakupan waktu untuk ukuran lot size tersebut.

Iterasi 1

Tabel 4.11 Tabel Iterasi ke 1 Kayu Hardboard ukuran 18mm metode LUC

Mingg u T Dk( NR ) Caku pan perio de Lot size(cu mulativ e from 3) Hold ing cost Increment al Holding Cost = h(t-1)Dk Cumulati ve Holding Cost from 7 Orderi ng Cost TRC(t ) TRC(t) /unit 1 2 3 4 5 6 7=[6]*([2] -1)*[3] 8 9 10=8+ 9 11=10/ 5 1 1 107 1 107 37,5 0 0 2500 2500 23,36* 2 2 17 1-2 128 37,5 4800 4800 2500 7300 31,06

Dapat dilihat dari table di atas bahwa ongkos satuan per unit minimum sebesar 23,36 dicapai bila ukuran lot pemesanan sebesar 107 lembar yang akan mencakup periode 1 saja, sehingga ukuran ini dipilih sebagai ukuran lot ekonomis yang harus diterima (planned order receipts) pada periode 1.

(9)

34 Tabel 4.12 Rencana kebutuhan Iterasi ke 1 Kayu Hardboard ukuran 18mm metode

LUC 18mm Minggu 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 211 17 170 111 528 12 27 301 98 SR POH(ss=500) 604 500 NR 107 PORec 107 PORel 107 Iterasi 2

Tabel 4.13 Tabel Iterasi ke 2 Kayu Hardboard ukuran 18mm metode LUC

Minggu T Dk( NR ) Ca kup an peri ode Lot size(c umula tive from 3) Holdi ng cost Increme ntal Holding Cost = h(t-1)Dk Cumulati ve Holding Cost from 7 Orderi ng Cost TRC( t) TRC(t)/ unit 1 2 3 4 5 6 7=[6]*([ 2]-1)*[3] 8 9 10=8 +9 11=10/ 5 2 1 17 2 17 37,5 0 0 2500 2500 147,06 3 2 170 2-3 187 37,5 6375 6375 2500 8875 47,46* 4 3 111 2-4 298 37,5 8325 14700 2500 1720 0 57,72 Dapat dilihat dari table di atas bahwa ongkos satuan per unit minimum sebesar 47,46 dicapai bila ukuran lot pemesanan sebesar 187 lembar yang akan mencakup periode 2 dan periode 3, sehingga ukuran ini dipilih sebagai ukuran lot ekonomis yang harus diterima (planned order receipts) pada periode 2.

(10)

35 Tabel 4.14 Rencana kebutuhan tabel iterasi ke 2 kayu hardboard ukuran 18mm

metode LUC 18mm Minggu 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 211 17 170 111 528 12 27 301 98 SR POH(ss=500) 604 500 670 500 NR 107 17 0 PORec 107 187 PORel 294 Iterasi ke-N

Tabel 4.15 Tabel Iterasi ke-N kayu hardboard ukuran 18mm metode LUC

Minggu T Dk( NR) Cakupa n periode Lot size(cumul ative from 3) Holdi ng cost Increment al Holding Cost = h(t-1)Dk Cumulativ e Holding Cost from 7 Ordering Cost TRC(t) TRC(t )/unit 1 2 3 4 5 6 7=[6]*([2] -1)*[3] 8 9 10=8+9 11=10 /5 6 1 12 6 12 37,5 0 0 2500 2500 208,33 7 2 27 6-7 39 37,5 1012,5 1012,5 2500 3512,5 90,06 8 3 301 6-8 340 37,5 22575 23587,5 2500 26088 76,73* 9 4 98 6-9 438 37,5 11025 34612,5 2500 37113 84,73

Dapat dilihat dari table di atas bahwa ongkos satuan per unit minimum sebesar 76,73 dicapai bila ukuran lot pemesanan sebesar 340 lembar yang akan mencakup periode 6, periode 7, dan periode 8, sehingga ukuran ini dipilih sebagai ukuran lot ekonomis yang harus diterima (planned order receipts) pada periode 6.

(11)

36 Tabel 4.16 Rencana kebutuhan tabel iterasi ke-N kayu hardboard ukuran 18mm metode LUC 18mm Minggu 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 211 17 170 111 528 12 27 301 98 SR POH(ss=500) 604 500 670 500 500 500 828 801 500 500 NR 107 17 0 111 528 12 0 0 98 PORec 107 187 111 528 340 98 PORel 294 111 528 340 98 4.3.2.2 LUC ukuran 25mm

Rencana kebutuhan bersih kayu hardboard ukuran 25mm

Tabel 4.17 Data Kebutuhan Bersih ukuran 25mm

25mm Minggu 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 123 38 85 31 102 67 215 106 14 SR POH(ss=500) 617 500 500 500 500 500 500 500 500 500 NR 6 38 85 31 102 67 215 106 14 PORec PORel

Setelah mengetahui rencana kebutuhan bersih untuk kayu hardboard ukuran 25mm maka dilakukan perhitungan metode LUC yaitu dengan cara mencari nilai per unit yang paling minimum untuk dijadikan penentuan ukuran lot size, waktu akan dipesan, dan cakupan waktu untuk ukuran lot size tersebut.

(12)

37 Iterasi 1

Tabel 4.18 Tabel Iterasi ke 1 kayu hardboard ukuran 25mm metode LUC

Minggu t Dk (N R) Cak upan peri ode Lot size(cum ulative from 3) Holdin g cost Increment al Holding Cost = h(t-1)Dk Cumulati ve Holding Cost from 7 Orde ring Cost TRC(t ) TRC(t)/ unit 1 2 3 4 5 6 7=[6]*([2] -1)*[3] 8 9 10=8+ 9 11=10/5 1 1 6 1 6 42,5 0 0 2700 2700 450,00 2 2 38 1-2 44 42,5 1615 1615 2700 4315 98,07 3 3 85 1-3 129 42,5 7225 8840 2700 11540 89,46* 4 4 31 1-4 160 42,5 3952,5 12792,5 2700 15493 96,83 Dapat dilihat dari table di atas bahwa ongkos satuan per unit minimum sebesar 89,46 dicapai bila ukuran lot pemesanan sebesar 129 lembar yang akan mencakup periode 1, periode 2, dan periode 3, sehingga ukuran ini dipilih sebagai ukuran lot ekonomis yang harus diterima (planned order receipts) pada periode 1.

Tabel 4.19 Rencana kebutuhan tabel Iterasi ke 1 kayu hardboard ukuran 25mm metode LUC 25mm Minggu 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 123 38 85 31 102 67 215 106 14 SR POH(ss=500) 617 623 585 500 NR 6 0 0 PORec 129 PORel 129

(13)

38 Iterasi 2

Tabel 4.20 Tabel Iterasi ke 2 kayu hardboard ukuran 25mm metode LUC

Mingg u T Dk( NR) Cakup an period Lot size(cum ulative from 3) Holdin g cost Increment al Holding Cost = h(t-1)Dk Cumulati ve Holding Cost from 7 Orderi ng Cost TRC(t ) TRC(t)/ unit 1 2 3 4 5 6 7=[6]*([2] -1)*[3] 8 9 10=8+ 9 11=10/ 5 4 1 31 4 31 42,5 0 0 2700 2700 87,10 5 2 102 4-5 133 42,5 4335 4335 2700 7035 52,89* 6 3 67 4-6 200 42,5 5695 10030 2700 12730 63,65

Dapat dilihat dari table di atas bahwa ongkos satuan per unit minimum sebesar 52,89 dicapai bila ukuran lot pemesanan sebesar 133 lembar yang akan mencakup periode 4, dan periode 5, sehingga ukuran ini dipilih sebagai ukuran lot ekonomis yang harus diterima (planned order receipts) pada periode 4.

Tabel 4.21 Rencana kebutuhan tabel Iterasi ke 2 kayu hardboard ukuran 25mm metode LUC 25mm Minggu 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 123 38 85 31 102 67 215 106 14 SR POH(ss=500) 617 623 585 500 602 500 NR 6 0 0 31 0 PORec 129 133 PORel 129 133

(14)

39 Iterasi ke-N

Tabel 4.22 Tabel Iterasi ke 2 kayu hardboard ukuran 25mm metode LUC

Minggu T Dk( NR) Caku pan period Lot size(cum ulative from 3) Holdi ng cost Increment al Holding Cost = h(t-1)Dk Cumulati ve Holding Cost from 7 Orderi ng Cost TRC(t) TRC(t) /unit 1 2 3 4 5 6 7=[6]*([2 ]-1)*[3] 8 9 10=8+ 9 11=10/ 5 8 1 106 8 106 42,5 0 0 2700 2700 25,47* 9 2 14 8-9 120 42,5 595 595 2700 3295 27,46

Dapat dilihat dari table di atas bahwa ongkos satuan per unit minimum sebesar 25,47 dicapai bila ukuran lot pemesanan sebesar 106 lembar yang akan mencakup periode 8 saja, sehingga ukuran ini dipilih sebagai ukuran lot ekonomis yang harus diterima (planned order receipts) pada periode 8

Tabel 4.23 Rencan kebutuhan tabel Iterasi ke-N kayu hardboard ukuran 25mm metode LUC 25mm Minggu 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 123 38 85 31 102 67 215 106 14 SR POH(ss=500) 617 623 585 500 602 500 500 500 500 500 NR 6 0 0 31 0 67 215 106 14 PORec 129 133 67 215 106 14 PORel 129 133 67 215 106 14

4.3.3 Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Metode LTC (Least Total Cost) Pada tahap ini, proses untuk menentukan besarnya pesanan untuk masing-masing bahan baku berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan bersih. Penentuan besarnya pesanan menggunakan metode usulan yaitu metode Least Total Cost (LTC). Dalam penentuan besarnya pesanan menggunakan metode LTC yaitu dengan

(15)

40 penjumlahan kebutuhan periode awal tambahkan dengan permintaan periode berikutnya lalu hitung ongkos simpan kumulatif pada setiap kali penjumlahan permintaan dilakukan, sampai nilai ongkos simpan kumulatif tersebut mendekati ongkos pesan tetapi tidak boleh melebihi ongkos pesan tersebut.

Pada tabel 4.26 menyajikan hasil kebutuhan bersih bahan baku kayu hardboard ukuran 18mm dan pada tabel 4.32 menyajikan hasil kebutuhan bersih kayu hardboard ukura 25mm untuk setiap periode pada horison perencanaan yaitu 5 minggu atau 1 bulan. Dan untuk satuan biaya yang ada ditabel satuannya adalah ribuan rupiah.

4.3.3.1 LTC ukuran 18

Rencana kebutuhan bersih kayu hardboard ukuran 18mm

Tabel 4.24 Data Kebutuhan Bersih ukuran 18mm

ukuran 18 Minggu 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 211 17 170 111 528 12 27 301 98 SR POH(ss=500) 604 500 500 500 500 500 500 500 500 500 NR 107 17 170 111 528 12 27 301 98 PORec PORel

Setelah mengetahui rencana kebutuhan bersih untuk kayu hardboard ukura 18mm maka dilakukan perhitungan metode LTC yaitu dengan cara mencari nilai simpan kumulatif yang paling mendekati ongkos pesan untuk dijadikan penentuan ukuran lot size, waktu akan dipesan, dan cakupan waktu untuk ukuran lot size tersebut.

(16)

41 Iterasi 1

Tabel 4.25 Tabel Iterasi ke 1 kayu hardboard ukuran 18mm metode LTC

Minggu T Dk(N R) Cakupa n periode Lot size(cumul ative from 3) Holdin g cost Incremental Holding Cost = h(t-1)Dk Cumulativ e Holding Cost from 7 Ordering Cost 1 2 3 4 5 6 7=[6]*([2]-1)*[3] 8 9 1 1 107 1 107 37,5 0 0 2500 2 2 17 1-2 124 37,5 637,5 637,5* 2500 3 3 170 1-3 298 37,5 12750 13387,5 2500

Dari tabel tersebut terlihat bahwa ongkos simpan kumulatif yang terdekat ke nilai ongkos pesan Rp 2.500.000 adalah sebesar Rp. 637.500 yaitu pada saat ukuran lot sebesar 124 lembar, yang akan mencukupi permintaan untuk periode 1 dan 2, lot ini akan dipesan pada periode nol dan akan datang pada periode 1. Di sini diambil ongkos simpan yang Rp. 637.500 sebab lebih dekat ke Rp. 2.500.000, bila dibandingkan dengan Rp. 13.387.500.

Tabel 4.26 Rencana kebutuhan dari tabel Iterasi ke 1 kayu hardboard ukuran 18mm metode LTC 18mm Minggu 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 211 17 170 111 528 12 27 301 98 SR POH(ss=500) 604 517 500 NR 107 0 PORec 124 PORel 124

(17)

42 Iterasi 2

Tabel 4.27 Tabel Iterasi ke 2 kayu hardboard ukuran 18mm metode LTC

Minggu T Dk(N R) Cakupa n periode Lot size(cumul ative from 3) Holdin g cost Incremental Holding Cost = h(t-1)Dk Cumulativ e Holding Cost from 7 Ordering Cost 1 2 3 4 5 6 7=[6]*([2]-1)*[3] 8 9 3 1 170 3 170 37,5 0 0* 2500 4 2 111 3-4 281 37,5 4162,5 4162,5 2500

Dari tabel tersebut terlihat bahwa ongkos simpan kumulatif yang terdekat ke nilai ongkos pesan Rp 2.500.000 adalah sebesar Rp. 0 yaitu pada saat ukuran lot sebesar 170 lembar, yang akan mencukupi permintaan untuk periode 3 saja, lot ini akan dipesan pada periode 1 dan akan datang pada periode 3. Di sini diambil ongkos simpan yang Rp. 0 sebab ongkos simpan kumulatif tidak boleh melebihi ongkos pesan.

Tabel 4.28 Rencana kebutuhan tabel Iterasi ke 2 kayu hardboard ukuran 18mm metode LTC 18mm Minggu 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 211 17 170 111 528 12 27 301 98 SR POH(ss=500) 604 517 500 500 NR 107 0 170 PORec 124 170 PORel 124 170

(18)

43 Iterasi 5

Tabel 4.29 Tabel Iterasi ke 5 kayu hardboard ukuran 18mm metode LTC

Minggu t Dk(N R) Cakupa n periode Lot size(cumul ative from 3) Holdin g cost Incremental Holding Cost = h(t-1)Dk Cumulativ e Holding Cost from 7 Ordering Cost 1 2 3 4 5 6 7=[6]*([2]-1)*[3] 8 9 8 1 301 8 301 37,5 0 0* 2500 9 2 98 8-9 399 37,5 3675 3675 2500

Dari tabel tersebut terlihat bahwa ongkos simpan kumulatif yang terdekat ke nilai ongkos pesan Rp 2.500.000 adalah sebesar Rp. 0 yaitu pada saat ukuran lot sebesar 301 lembar, yang akan mencukupi permintaan untuk periode 8, lot ini akan dipesan pada periode 6 dan akan datang pada periode 8. Di sini diambil ongkos simpan yang Rp. 0 sebab ongkos simpan kumulatif tidak boleh melebihi ongkos pesan.

Tabel 4.30 Rencana kebutuhan tabel Iterasi ke-5 kayu hardboard ukuran 18mm metode LTC 18mm Minggu 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 211 17 170 111 528 12 27 301 98 SR POH(ss=500) 604 517 500 500 500 539 527 500 500 500 NR 107 0 170 111 528 0 0 301 98 PORec 124 170 111 567 301 98 PORel 124 170 111 567 301 98

(19)

44 4.3.3.2 LTC ukuran 25

Rencana kebutuhan bersih kayu hardboard ukuran 25mm

Tabel 4.31 Data Kebutuhan Bersih ukuran 25mm

ukuran 18 Minggu 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 211 17 170 111 528 12 27 301 98 SR POH(ss=500) 604 500 500 500 500 500 500 500 500 500 NR 107 17 170 111 528 12 27 301 98 PORec PORel

Setelah mengetahui rencana kebutuhan bersih untuk kayu hardboard ukura 25mm maka dilakukan perhitungan metode LTC yaitu dengan cara mencari nilai simpan kumulatif yang paling mendekati ongkos pesan untuk dijadikan penentuan ukuran lot size, waktu akan dipesan, dan cakupan waktu untuk ukuran lot size tersebut.

Iterasi 1

Tabel 4.32 Tabel Iterasi ke 1 kayu hardboard ukuran 25mm metode LTC

Minggu t Dk(NR) Cakupan periode Lot size(cumulative from 3) Holding cost Incremental Holding Cost = h(t-1)Dk Cumulative Holding Cost from 7 Ordering Cost 1 2 3 4 5 6 7=[6]*([2]-1)*[3] 8 9 1 1 23 1 23 42,5 0 0 2700 2 2 38 1-2 61 42,5 1615 1615* 2700 3 3 85 1-3 146 42,5 7225 8840 2700

Dari table tersebut terlihat bahwa ongkos simpan kumulatif yang terdekat ke nilai ongkos pesan Rp 2.700.000 adalah sebesar Rp. 1.615.000 yaitu pada saat ukuran

(20)

45 lot sebesar 61 lembar, yang akan mencukupi permintaan untuk periode 1 dan 2, lot ini akan dipesan pada periode nol dan akan datang pada periode 1. Di sini diambil ongkos simpan yang Rp. 1.615.000 sebab lebih dekat ke Rp. 2.500.000, bila dibandingkan dengan Rp. 8.840.000.

Tabel 4.33 Rencana kebutuhan tabel Iterasi ke 1 kayu hardboard ukuran 25mm metode LTC 25mm Minggu 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 123 38 85 31 102 67 215 106 14 SR POH(ss=500) 600 538 500 NR 23 0 PORec 61 PORel 61 Iterasi 2

Tabel 4.34 Tabel Iterasi ke 2 kayu hardboard ukuran 25mm metode LTC

Minggu t Dk( NR) Cakup an period e Lot size(cum ulative from 3) Holdi ng cost Increment al Holding Cost = h(t-1)Dk Cumulati ve Holding Cost from 7 Orderin g Cost 1 2 3 4 5 6 7=[6]*([2] -1)*[3] 8 9 3 1 85 3 85 42,5 0 0 2700 4 2 31 3-4 116 42,5 1317,5 1317,5* 2700 5 3 102 3-5 218 42,5 8670 9987,5 2700

Dari table tersebut terlihat bahwa ongkos simpan kumulatif yang terdekat ke nilai ongkos pesan Rp 2.700.000 adalah sebesar Rp. 1.317.500 yaitu pada saat ukuran lot sebesar 116 lembar, yang akan mencukupi permintaan untuk periode 3 dan 4, lot ini akan dipesan pada periode 1 dan akan datang pada periode 3. Di sini diambil

(21)

46 ongkos simpan yang Rp. 1.317.500 sebab lebih dekat ke Rp. 2.500.000, bila dibandingkan dengan Rp. 9.987.500.

Tabel 4.35 Rencana kebutuhan tabel Iterasi ke 2 kayu hardboard ukuran 25mm metode LTC 25mm Minggu 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 123 38 85 31 102 67 215 106 14 SR POH(ss=500) 600 538 500 531 500 NR 23 0 85 0 PORec 61 116 PORel 61 116 Iterasi 6

Tabel 4.36 Tabel Iterasi ke 6 kayu hardboard ukuran 25mm metode LTC

Minggu T Dk( NR) Cakup an period Lot size(cum ulative from 3) Holdi ng cost Incremental Holding Cost = h(t-1)Dk Cumulativ e Holding Cost from 7 Orderin g Cost 1 2 3 4 5 6 7=[6]*([2]-1)*[3] 8 9 8 1 106 8 106 42,5 0 0 2700 9 2 14 8-9 120 42,5 595 595* 2700

Dari table tersebut terlihat bahwa ongkos simpan kumulatif yang terdekat ke nilai ongkos pesan Rp 2.700.000 adalah sebesar Rp. 595.000 yaitu pada saat ukuran lot sebesar 120 lembar, yang akan mencukupi permintaan untuk periode 8 dan 9, lot ini akan dipesan pada periode 6 dan akan datang pada periode 8. Di sini diambil ongkos simpan yang Rp. 595.000 sebab lebih dekat ke Rp. 2.500.000.

(22)

47 Tabel 4.37 Rencana kebutuhan tabel Iterasi ke 6 kayu hardboard ukuran 25mm

metode LTC 25mm Minggu 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 GR 123 38 85 31 102 67 215 106 14 SR POH(ss=500) 617 538 500 531 500 567 500 500 514 500 NR 6 0 85 0 102 67 215 106 0 PORec 44 116 102 67 215 120 PORel 44 116 102 67 215 120

4.3.4 Perhitungan Total Biaya Persediaan

Perhitungan biaya persediaan diketahui dari biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Biaya pemesanan bahan baku diperoleh dari hasil antara biaya pemesanan per pesanan dikalikan dengan frekuensi pemesanan bahan baku pada horison perencanaan. Sedangkan, biaya penyimpanan bahan baku diperoleh dari hasil perkalian antara biaya penyimpanan per lembar per minggu bahan baku dengan jumlah bahan baku per minggu. Kemudian, hasil dari biaya pemesanan dan biaya penyimpanan dijumlahkan. Maka hasil penjumlahan tersebut merupakan total biaya persediaan.

Pada metode lot size perusahaan frekuensi pemesanan kayu hardboard ukuran 18 dan kayu hardboard ukuran 25 sama yaitu 2 kali. Total kuantitas yang tersimpan, untuk kayu hardboard ukuran 18 sebesar 8225 lembar dan untuk kayu hardboard ukuran 25 sebesar 5678 lembar. Total pembelian bahan baku untuk kayu hardboard ukuran 18 sebesar 1371 dan untuk ukuran 25 sebesar 664 lembar. Sehingga, total biaya persediaan metode sebesar Rp. 870.102.500.

Pada metode lot size Least Unit Cost frekuensi pemesanan kayu hardboard ukuran 18 sebanyak 5 kali dan ukuran 25 sebanyak 6 kali. Total kuantitas yang tersimpan, untuk kayu hardboard ukuran 18 sebesar 5299 lembar dan untuk kayu hardboard ukuran 25 sebesar 4810 lembar. Total pembelian bahan baku untuk kayu

(23)

48 hardboard ukuran 18 sebesar 1371 dan untuk ukuran 25 sebesar 664 lembar. Sehingga, total biaya persediaan metode sebesar Rp.738.869.500

Pada metode lot size Least Total Cost frekuensi pemesanan kayu hardboard ukuran 18 sebanyak 6 kali dan kayu hardboard ukuran 25 sebanyak 6 kali. Total kuantitas yang tersimpan, untuk kayu hardboard ukuran 18 sebesar 4583 lembar dan kayu hardboard ukuran 25 sebesar 4650 lembar. Total pembelian bahan baku untuk kayu hardboard ukuran 18 sebesar 1371 dan untuk ukuran 25 sebesar 664 lembar. Sehingga, total biaya persediaan metode sebesar Rp. 711.933.500.

Tabel 4.38 Total Biaya Persediaan Tiap Metode Lot size Metode

Lot size

Total Biaya Pesan Total Biaya Simpan Total Biaya Pembelian Total Biaya Persediaan

18mm 25mm 18mm 25mm 18mm 25mm

FPR Rp5.000.000 Rp5.400.000 Rp308.437.500 Rp241.315.000 Rp194.180.000 Rp115.770.000 Rp870.102.500 LUC Rp12.500.000 Rp15.000.000 Rp198.712.500 Rp204.425.000 Rp193.312.000 Rp114.920.000 Rp738.869.500 LTC Rp15.000.000 Rp15.000.000 Rp171.862.500 Rp197.625.000 Rp197.526.000 Rp114.920.000 Rp711.933.500

Contoh Perhitungan total biaya persediaan: Metode Perusahaan FPR

Kayu Hardboard ukuran 18

Untuk menghitung total biaya persediaan didapat dengan menjumlahkan total biaya pesan, total, biaya simpan dan total biaya pembelian. Total Biaya Pesan untuk kayu hardboard ukuran 18mm didapat dari biaya sekali pesan dikalikan dengan jumlah pesan, karena jumlah pesan untuk metode FPR kayu hardboard ukuiran 18mm sebanyak 2 kali pesan pada periode 1 maka total biaya pesannya adalah Rp.5.000.000. Total Biaya Simpan didapat dari jumlah total bahan

(24)

49 baku yang tersimpan di gudang pada minggu ke-1 sampai minggu terakhir lalu dikalikan dengan nilai biaya simpan per minggu per lembar, total bahan baku yang tersimpan di gudang 8225 lembar maka total biaya simpannya adalah Rp. 308.437.500. Total biaya pembelian didapat dari jumlah total bahan baku yang akan dibeli dengan biaya pembelian per lembar, total bahan baku yang dibeli pada periode 1 adalah 1371 maka nilai total biaya pembeliannya adalah Rp. 194.180.000. Dan untuk total biaya persediaannya adalah Rp 507.617.500

Kayu Hardboard ukuran 25

Untuk menghitung total biaya persediaan didapat dengan menjumlahkan total biaya pesan, total, biaya simpan dan total biaya pembelian. Total Biaya Pesan untuk kayu hardboard ukuran 25mm didapat dari biaya sekali pesan dikalikan dengan jumlah pesan, karena jumlah pesan untuk metode FPR kayu hardboard ukuiran 18mm sebanyak 2 kali pesan pada periode 1 maka total biaya pesannya adalah Rp.5.400.000. Total Biaya Simpan didapat dari jumlah total bahan baku yang tersimpan di gudang pada minggu ke-1 sampai minggu terakhir lalu dikalikan dengan nilai biaya simpan per minggu per lembar, total bahan baku yang tersimpan di gudang pada 5678 lermbar maka total biaya simpannya adalah Rp. 241.315.000. Total biaya pembelian didapat dari jumlah total bahan baku yang akan dibeli dengan biaya pembelian per lembar, total bahan baku yang dibeli adalah 677 pada periode 1 maka nilai total biaya pembeliannya adalah Rp. 115.770.000. Dan untuk total biaya persediaannya adalah Rp 362.485.000

Maka, total biaya persediaan keseluruhan bahan baku untuk metode perusahaan (FPR) adalah Rp. 870.102.500.

Referensi

Dokumen terkait

Terdapat tiga kelompok umur (kohort) rajungan selama penelitian, dimana kelompok umur terbanyak memiliki lebar karapas rata-rata 91,92 mm. pelagicus ) memiliki pola pertumbuhan

Waktu demi waktu teknologi ini semakin berkembang dan lebih variatif dalam pemanfaatannya, salah satunya adalah pemanfaatan SMS sebagai upaya dalam meningkatkan

Dari hasil kuisioner tingkat keluhan muskuloskeletal, didapat penurunan pada keluhan subyektif yaitu sakit pada leher bagian atas dari 60 % menjadi 0 %, sakit pada leher

yang terakhir juga tidak memiliki pengaruh terhadap pemahaman. akuntansi dikarenakan mahasiswa cenderung mempersiapkan materi

Menu smartphone merupakan proses untuk menggunakan sistem rekomendasi yang akan menampilkan rekomendasi smartphone sesuai dengan preferensi user..

dilakukan oleh penyelenggara kesehatan melalui program pengendalian malaria yang sudah berjalan namun terdapat kesenjangan kebutuhan masyarakat dengan ketersediaan

Pendekatan ini dapat dipakai dalam mengkaji ke-sahih-an sanad dan matan hadis, sebab penelitian kedua bidang ilmu (hadis dan sejarah) adalah relevan,. yakni sama-sama

Beberapa siswa menyampaikan pendapatnya terkait “jenis barang yang dihasilkan dari setiap pekerjaan dan jenis sumber daya alam yang digunakan” yang telah dikerjakan dalam