• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

7

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Tinjauan Pustaka A. Konsep Dasar Sistem 1. Perancangan

Subhan (2012:109) memaparkan mengenai pengertian perancangan, yakni “sebuah proses pengembangan spesifikasi baru berdasarkan rekomendasi hasil analisis sistem”, dan Al-bahri (2012:51) menambahkan bahwa “perancangan adalah kemampuan untuk membuat beberapa alternatif pemecahan masalah”. dari pemaparan kedua pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa perancangan adalah suatu proses untuk menghasilkan sesuatu yang dapat menyelesaikan permasalahan.

2. Website

Menurut Hendra (2014:1) mengemukakan bahwa “Website adalah kumpulan dari halaman-halaman situs, yang terangkum dalam sebuah domain atau subdomain, yang tempatnya berada di dalam World Wide Web (WWW) di dalam Internet”. Menurut Ardhana (2015:3) “Website dapat diartikan sebagai suatu layanan sajian informasi yang menggunakan konsep hyperlink (tautan) yang memudahkan syrfer atau pemakai komputer yang melakukan browsing atau penelusuran informasi

internet”.

Sebuah halaman web biasanya berupa dokumen yang ditulis dalam format HTML ( Hyper Text Markup Language ), yang selalu bisa diakses melalui HTTP, yaitu sebuah protokol yang menyampaikan informasi dari server website untuk ditampilkan kepada para pemakai melalui web browser.dan Website atau situs dapat juga diartikan sebagai kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks,

(2)

data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink). Media informasi bisa digolongkan menjadi tiga jenis menurut Puspitosari (2015:2), yaitu:

1. Website statis adalah web yang mempunyai halaman tidak berubah, artinya untuk melakukan perubahan pada suatu halaman dilakukan secara manual dengan mengedit kode yang menjadi struktur dari website tersebut.

2. Website dinamis merupakan website yang secara struktur diperuntukan untuk

update sesering mungkin. Biasanya selain halaman utama yang bisa diakses oleh user pada umumnya juga disediakan halaman backend untuk mengedit konten

dari website. Contoh umum mengenai website dinamis adalah web berita atau web portal yang didalamnya terdapat fasilitas berita, polling dan sebagainya.

3. Website Interaktif adalah web yang saat ini memang sedang booming. Salah satu contoh website interaktif adalah blog dan forum. Di website ini user bisa berinteraksi dan beradu argumen mengenai apa yang menjadi pemikiran mereka. Biasanya website seperti ini memiliki moderator untuk mengatur supaya topik yang diperbincangkan tidak keluar jalur.

3. E-commerce

Menurut Kotler & Amstrong (2012:169) E-commerce adalah saluran online yang dapat dijangkau seseorang melalui komputer, yang digunakan oleh pebisnis dalam melakukan aktifitas bisnisnya dan digunakan konsumen untuk mendapatkan informasi dengan menggunakan bantuan komputer yang dalam prosesnya diawali dengan memberi jasa informasi pada konsumen dalam penentuan pilihan.

(3)

E-commerce juga bisa dikatakan sebagai sarana berbelanja melalui pemanfaatan

teknologi. 4. Apotek

Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik kefarmasian oleh Apoteker (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016). Apotek menyediakan kebutuhan farmasi bagi masyarakat, dengan atau tanpa resep dokter.

B. Konsep Dasar Program

1. Xampp

Menurut (Kerendi, 2015:28), “Xampp adalah salah satu aplikasi web server

apache yang terintegrasi dengan mysql phpmyadmin”. Xampp merupakan singkatan

dari X, Apache server, Mysql, Phpmyadmin dan Phyton. Huruf X didepan menandakan Xampp bisa diinstall diberbagai operating system. Xampp dapat diinstall di Windows, Linux, MacOS dan Solaris.

2. MySQL

Arief (2012:151) memaparkan bahwa “MySQL yaitu salah satu jenis

database server yang sangat terkenal dan banyak digunakan untuk membangun

aplikasi web yang menggunakan database sebagai sumber dan pengelolaan datanya yg bersifat open source dan menggunakan SQL”. Aditya (2012:61) menambahkan mengenai pengertian MySQL yakni sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL/DBMS yang multithread, multiuser dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia.

3. Bahasa Pemrograman Php

Menurut Soenardi (2016:6) mengemukakan bahwa “PHP (Hypertext

(4)

digunakan untuk membuat halaman web yang dinamis”. Dinamis berarti halaman yang akan ditampilkan dibuat saat halaman itu diminta oleh client. Mekanisme ini menyebabkan informasi yang diterima client selalu yang terbaru.

4. Sublime

Sublime yaitu text editor terbaru yang sangat bagus dilihat dari fungsi dan

fitur yang mendukung beberapa bahasa pemrograman seperti: PHP, Python, Java,

HTML, Ruby, Perl, SqL, C, C++, dll (Faris, 2020:4). Sublime menjadi text editor

yang sering digunakan saat ini, karena tidak terlalu memakan memori yang banyak. C. Teori Pendukung

1. Database

Menurut A.s & Shalahuddin (2016:43) Basis data adalah “media untuk menyimpan data agar dapat diakses dengan mudah dan cepat”. Sedangkan menurut Fathansyah (2015) “Sebuah sistem basis data dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis data dapat berisi sejumlah objek basis data (seperti tabel, indeks, dan lain-lain)”. Di samping berisi data, setiap data juga menyimpan definisi struktur (baik untuk basis data maupun objek-objeknya secara rinci).

2. Entity Relationship Diagram

Menurut Kusrini (2016:17) “Model data adalah sekumpulan tool konseptual untuk mendeskripsikan data, relasi-relasi antar data, semantik data dan konsistensi konstrain”. “Entitas (Entity) adalah sesuatu yang nyata atau abstrak dimana kita akan menyimpan data, atribut (attribute) adalah ciri umum semua atau sebagian besar instansi pada entitas tertentu, relasi (relationship) adalah hubungan alamiah yang terjadi antara satu atau lebih entitas” menurut (Simarmata, 2015:67).

(5)

Notasi-notasi simbolik di ERD yang dapat digunakan menurut Simarmata (2015:62) adalah “persegi panjang, lingkaran/elips, belah ketupat, garis dan kardinalitas relasi”.

Kardinalitas Relasi yang terjadi di antara dua himpunan entitas menurut Simarmata (2015:63):

1. One to One

Sebuah entitas pada A berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada B dan sebuah entitas pada B berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada A. 2. One to Many

Sebuah entitas pada A berhubungan dengan nol atau lebih entitas pada B. Sebuah entitas pada B dapat dihubungkan dengan paling banyak satu entitas pada A. 3. Many to One

Sebuah entitas pada A berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada B. sebuah entitas pada B dapat dihubungkan dengan nol atau lebih entitas pada A. 4. Many to Many

Sebuah entitias pada A berhubungan dengan no atau lebih entitas pada B dan sebuah entitas pada B dapat dihubungkan nol atau lebih entitas pada A.

3. Logical Record Structure

Menurut Tabrani (2014:35) “Logical Record Structure dibentuk dengan nomor dari tipe record. Beberapa tipe record digambarkan oleh kotak empat persegi panjang dan dengan nama yang unik. Perbedaan LRS dengan E-R diagram adalah nama tipe record berada diluar kotak field tipe record ditempatkan”.

Aturan-aturan dalam melakukan transformasi E-R diagram ke logical record

(6)

1. Setiap entity akan ke bentuk sebuah kotak dengan nama entity berada diluar kotak dan atribut berada didalam kotak.

Sebuah relasi kadang disatukan dalam sebuah kotak bersama entity, kadang dipisah dalam sebuah kotak tersendiri.

4. Unified Modelling Languange

Menurut Haviluddin (2014:1) menjelaskan bahwa: Unified Modelling

Language merupakan alat perancangan sistem yang berorientasi pada objek. Secara

filosofi kemunculan UML diilhami oleh konsep yang telah ada yaitu konsep permodelan Object Oriented (OO), karena konsep ini menganalogikan sistem seperti kehidupan nyata yang didominasi oleh obyek dan digambarkan atau dinotasikan dalam simbol-simbol yang cukup spesifik maka OO memiliki proses standard dan bersifat independen.

UML menyediakan sembilan model diagram, tetapi yang digunakan didalam laporan ini hanya empat jenis model diagram yaitu:

a. Use Case Diagram

Use case diagram menggambarkan external view dari sistem yang akan dibuat

modelnya dan memperlihatkan himpunan uses case dan aktor-aktor. Komponen pembentuk uses case adalah aktor, uses case dan link (hubungan).

b. Component Diagram

Komponen ini memperlihatkan organisasi serta kebergantungan sistem/perangkat lunak pada komponen-komponen yang telah ada sebelumnya. Diagram in berhubungan dengan diagram kelas dimana komponen secara tipikal dipetakan ke dalam satu atau lebih kelas-kelas, antarmuka-antarmuka serta kolaborasi-kolaborasi.

(7)

c. Deployment Diagram

Diagram ini memperlihatakan konfigurasi saat aplikasi dijalankan (run-time). Memuat simpul-simpul besrta komponen-komponen yang ad di dalamnya. Diagram Deployment berhubungan erat dengan diagram komponen dimana memuat satu atau lebih komponen.

d. Activity Diagram

Activity Diagram adalah tipe khusus dari diagram status yang memperlihatkan

aliaran dari suatu aktivitas ke aktivitas lainya dalam suatu sistem. Diagram ini paling penting dalam pemodelan fungsi-fungsi suatu sistem dan meberi tekanan pada aliran kendali antar objek.

5. Agile Software Development

Model pengembangan sistem yang dipakai dalam penelitian ini adalah Agile

Development dengan model scrum. Adapun tahapan-tahapan scrum yang dilakukan

sebagai berikut (Mahendra & Deny, 2018):

1. Backlog

Menyusun rincian prioritas pada fitur-fitur yang akan dibangun pada sistem. Isi pada fitur-fitur dan pat ditambahkan setiap saat.

2. Sprints

Menyusun kegiatan yang akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang ditetapkan dalam backlog dengan durasi realisasi selama 30 hari kerja.

3. Scrum Meeting

Menyelenggarakan rapat dengan pengelola yang telah ditunjuk untuk membahas kemajuan kegiatan pengembangan sistem informasi penjualan obat.

(8)

4. Demos

Menunjukkan fitur-fitur software yang telah dihasilkan untuk dievaluasi oleh pengguna sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

6. Black Box Testing

Sriwahyuni (2014:42) mengemukakan bahwa black-box testing merupakan pengujian program dengan cara mengamati keluaran (output) program tanpa harus mengetahui segala yang dilakukan oleh sistem dengan berbagai macam masukan (input), menguji seluruh tombol dan fasilitas program. Jika keluaran program dan seluruh fasilitas program berjalan dan tidak terjadi kesalahan pada saat dioperasikan, data keluaran telah sesuai dengan yang diharapkan, maka program dianggap baik. Dalam hal ini pengujian program dilakukan oleh orang yang mengerti sistem secara keseluruhan.

2.2. Penelitian Terkait

Beberapa penelitian terkait mengenai sistem informasi penjualan obat pada Apotek. Penelitian yang dilakukan oleh Fagasta dkk (2017) yang merancang sistem penjualan obat pada Apotek menggunakan dekstop. Dengan menggunakan sistem yang terkomputerisasi pemilik, Apoteker, dan Tenaga Teknis Kefarmasian dapat mengetahui jumlah stok obat secara cepat dan akurat serta dapat mengetahui data obat yang akan kadaluarsa, proses pencatatan data transaksi penjualan, pembelian, retur serta bayar hutang dapat dilakukan dengan cepat dan dapat memberikan kemudahan dalam proses pembuatan laporan-laporan yang biasanya dibutuhkan.

Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Elisa dkk (2019) yang merancang sistem persediaan obat berbasis android. Sistem ini dapat menyajikan informasi yang lebih efektif dan efesien untuk mendapatkan lokasi apotek yang menyediakan obat

(9)

yang dicari, dan mengetahui informasi detail obat. Selain itu, aplikasi tersebut dapat menghasilkan informasi data persediaan obat yang cepat dan akurat.

Dari beberapa penelitian tersebut, maka dalam penulisan skripsi ini mengusulkan sistem penjualan obat pada Apotek berbasis website, agar dapat mempermudah Konsumen dalam melakukan pengecekan ketersediaan obat dan pembelian obat, sekaligus membantu Apoteker dalam mengelola transaksi penjualan dan pembelian obat serta pembuatan laporan dengan mudah dan cepat.

Gambar

Diagram  ini  memperlihatakan  konfigurasi  saat  aplikasi  dijalankan  (run-time).

Referensi

Dokumen terkait

Perubahan kandungan logam pada air asam tambang dengan variasi dosis kapur tohor sangat signifikan dengan laju penurunan Fe dan Cu mencapai 99% (Gambar 2a), sedangkan pada pengujian

a) Siapkan contoh botol plastik sebanyak 16 buah, pastikan botol dalam keadaan kering dan tidak bocor. b) Isi botol plastik dengan air sampai batas leher botol, lalu tutup.. c)

Dalam melakukan pengaturan layout paragraf, aliran teks harus terjaga sehingga alur sebuah kalimat maupun paragraf tidak terpenggal dan informasi menjadi terputus.

Selain itu, Sukamto dan Shalahuddin (2013:70) menyatakan, Data Flow Diagram atau dalam bahasa Indonesia menjadi diagram alir data adalah representatik grafik yang

Bibit hasil okulasi adalah bibit siap tanam hasil okulasi mata entres klon anjuran pada bibit batang bawah yang berasal dari biji klon anjuran.. Bibit hasil okulasi pada

Kirjoittajat paljastavat teologisen käsityksensä eskatologiasta viimeisen tee- sin kohdalla. Vaikka he myöntävät, että juutalaisuus ja kristinusko eroavat monis- sa

“Untuk penentuan nomor klas pada bahan pustaka kami tidak menggunakan tabel pembantu atau membuka kembali bagan pada DDC akan tetapi kami langsung melakukan

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimanakah, adakah perbedaan, dan peringkat berapakah kinerja keuangan Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Barat, dan Nias Utara