• Tidak ada hasil yang ditemukan

Referat Rahasia Kedokteran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Referat Rahasia Kedokteran"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

REFERAT

REFERAT

RAHASIA KEDOKTERAN

RAHASIA KEDOKTERAN

DISUSUN OLEH: DISUSUN OLEH:

KELOMPOK UNIVERSITAS PATTIMURA II KELOMPOK UNIVERSITAS PATTIMURA II

DOKTER MUDA ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL DOKTER MUDA ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL

(Periode 25 April 205 ! 5 "#$i 205% (Periode 25 April 205 ! 5 "#$i 205%

Pe&'i&'i$: Pe&'i&'i$:

Pro)* Dr* H* S#d+,ri Soli-.i$/ dr*/ Sp*F (K% Pro)* Dr* H* S#d+,ri Soli-.i$/ dr*/ Sp*F (K%

DEPARTEMEN INSTALASI ILMU KEDOKTERAN DEPARTEMEN INSTALASI ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN M

FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL (IKF1ML% RSUD dr* SOETOMOEDIKOLEGAL (IKF1ML% RSUD dr* SOETOMO FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

SURAA3A SURAA3A

204 204

(2)
(3)

KATA PENGANTAR 

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat rahmat-Nya sehingga referat dengan judul “Rahasia Kedokteran” dapat diselesaikan Pembuatan referat ini merupakan salah satu tugas dalam menempuh masa dokter muda di Kedokteran !orensik dan Medikolegal !K "ni#ersitas $irlangga % R&"' dr &oetomo &urabaya "(apan terima kasih karena bimbingan) dukungan) dan bantuan dalam pembuatan makalah ini penulis sampaikan kepada*

+ dr , di &uyanto) &p!) &,) MKes selaku Ketua 'epartemen .lmu Kedokteran dan Medikolegal !K "ni#ersitas $irlangga

/ 'r dr , $hmad Yudianto &p!) &,) MKes selaku Kepala .nstalasi Kedokteran !orensik dan Medikolegal R&"' dr &oetomo &urabaya

0 dr Nily &ulistyorini) &p! 1K2 selaku Koordinator Pendidikan 'okter Muda pada .nstalasi Kedokteran dan Medikolegal R&"' dr &oetomo &urabaya

3 Prof 'r , &udjari &oli(hin) dr) &p! 1K2 selaku pembimbing penulisan referat dan 4uru 5esar .lmu Kedokteran !orensik dan Medikolegal !K "ni#ersitas $irlangga

6 Prof 'r Med , M &oekry rfan Kusuma) dr) &p! 1K2) '!M selaku 4uru 5esar .lmu Kedokteran !orensik dan Medikolegal !K "ni#ersitas $irlangga 7 &eluruh staf pengajar) PP'&-+ .lmu Kedokteran !orensik dan Medikolegal R&"'

dr &oetomo &urabaya pada 'epartemen .lmu Kedokteran !orensik dan Medikolegal R&"' dr &oetomo &urabaya

8 Rekan-rekan seja9at !K "ni#ersitas $irlangga) "ni#ersitas :ijaya Kusuma) "ni#ersitas ,ang Tuah &urabaya) "ni#ersitas ;ember dan "ni#ersitas Pattimura

(4)

5esar harapan penulis agar makalah ini dapat memperluas 9a9asan dan menambah pengetahuan khususnya pada para praktisi ilmu kedokteran forensik dan medikolegal serta pemba(a pada umumnya

&urabaya) /0 Mei /<+7

  Penulis

(5)

=M5$R PN4&$,$N>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> K$T$ PN4$NT$R>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> '$!T$R .&.>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 5$5 . PN'$,"="$N>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> $ =atar 5elakang>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 5 Masalah>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> ? Tujuan>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 5$5 .. T.N;$"$N P"&T$K$>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

$ 'efinisi Rahasia Kedokteran >>>>>>>>>>>>>>>>>> 5 Klasifikasi Rahasia Kedokteran >>>>>>>>>>>>>>>>> ? Pihak Yang :ajib Menyimpan Rahasia Kedokteran>>>>>>>>>> ' ,ak Pasien Terhadap Rahasia Kedokteran >>>>>>>>>>>>>  ,al yang dirahasiakan dalam Rahasia Kedokteran>>>>>>>>>>> ! Kapan Rahasia Kedokteran 'apat 'ibuka>>>>>>>>>>>>>> 4 ,ak "ndur 'iri 'okter>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> , &anksi 'alam Rahasia Kedokteran>>>>>>>>>>>>>>>>> 5$5 ... PN"T"P>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> $ Kesimpulan>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> 5 &aran>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>> '$!T$R P"&T$K$ i ii i# + + 0 0 0 0 6 7 ++ +/ +6 +8 +@ /< /0 /3 A I

(6)

PENDAHULUAN

A* L,,r el,6,$

'ahulu hubungan antara dokter dengan pasien bersifat paternalistik ) yaitu  pasien selalu mengikuti petunjuk dokter tanpa bertanya Tetapi dengan seiring  berjalannya 9aktu) hubungan itu sudah berubah) karena dokter merupakan partner   pasien Kini kedudukan dokter dan pasien adalah seimbang) yaitu masing-masing  pihak mempunyai hak dan ke9ajiban Peningkatan status pasien sebagai subjek 

yang sederajat ini yang oleh Hippocrates dituangkan dalam suatu hubungan yang di9ujudkan sebagai transaksi terapeutik

'alam transaksi terapeutik yang diperjanjikan adalah upaya men(ari atau menemukan terapi yang paling tepat 'isinilah letak keterkaitan antara etik  dengan hukum) yaitu dokter yang terlibat dalam hubungan transaksi terapeutik  dengan pasien dalam melaksanakan tugasnya dilandasi oleh dasar-dasar etik  sebagai seorang dokter yang dibekali dengan sumpah jabatan dan kode etik   profesi kedokteran 5erdasarkan hal-hal diatas) dan dengan mengingat bah9a

dalam praktek kedokteran terdapat salah satu ke9ajiban untuk menjaga pri#asi  pasien) maka segala sesuatu yang ditemukan mengenai kondisi pasien 9ajib

dirahasiakan oleh dokter) yakni sesuatu yang kini lebih dikenal sebagai rahasia kedokteran

(7)

$dapun rahasia kedokteran yang dimaksud) berkaitan erat dengan hak  asasi manusia) seperti yang tertulis dalam United Nation Declaration of Human  Right  pada tahun +@A3 yang intinya menyatakan “setiap manusia berhak dihargai) diakui) dihormati sebagai manusia dan diperlakukan se(ara manusia9i) sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan” ,ak asasi manusia yang harus dijaga keseimbangannya di bidang kesehatan se(ara optimal telah dirumuskan dalam "ndang-"ndang No 07 Tahun /<<@ Tentang Kesehatan) sebagai hak pasien yang salah satunya adalah hak atas rahasia kedokteran

$danya rahasia kedokteran) dapat meningkatkan keper(ayaan pasien terhadap dokter dalam menyampaikan keluhan jasmani dan rohani tanpa merasa kha9atir bah9a segala sesuatu yang berhubungan dengan keadaannya akan disampaikan kepada orang lain oleh dokter yang mera9at ataupun oleh petugas kesehatan yang bekerja sama dengan dokter &ehingga dokter terbantu dalam membuat diagnosis) menetapkan terapi dengan tepat serta men(egah penularan  jika diperlukan

Pengungkapan rahasia kedokteran saat ini menjadi isu yang (ukup kontro#ersial di kalangan masyarakat) bahkan didalam lingkup medis sendiri &eringkali ke9ajiban untuk merahasiakan (atatan medis seseorang bertabrakan dengan kepentingan umum 'okter sangat perlu memperhatikan batasan-batasan dalam merahasiakan dan mengungkap rahasia medis kepada umum) dimana hal yang dimaksud diatur dalam peraturan perundang-undangan di .ndonesia

(8)

5erdasarkan uraian diatas) maka dalam penulisan ini kami akan membahas tentang rahasia kedokteran) hak pasien) ke9ajiban dokter) serta sanksi yang berlaku dalam rahasia kedokteran

* M,7,l,.

5erdasarkan latar belakang diatas yang menjadi permasalahan dalam  penulisan ini adalah*

+ $pa itu rahasia kedokteranB

/ 5agaimana ke9ajiban dokter terhadap rahasia kedokteranB 0 $pa yang menjadi hak pasien terhadap rahasia kedokteranB

3 $pa sanksi yang berlaku dan kaitannya tentang pembukaan rahasia kedokteran oleh dokterB

8* T#+#,$

* T#+#,$ U&#&

Memberi penjelasan pada klinisi maupun masyarakat umum tentang rahasia kedokteran

2* T#+#,$ K.#7#7

a Memberi penjelasan mengenai rahasia kedokteran

 b Memberi penjelasan mengenai hak pasien terhadap rahasia kedokteran

( Memberi penjelasan mengenai ke9ajiban dokter terhadap rahasia kedokteran

d Memberi penjelasan mengenai sanksi yang berlaku dan kaitannya dengan rahasia kedokteran

(9)

A II

TIN"AUAN PUSTAKA

A* De)i$i7i R,.,7i, Kedo6er,$

Rahasia kedokteran adalah segala sesuatu yang harus dirahasiakan mengenai apa yang diketahui dan didapatkan selama menjalani praktek lapangan kedokteran) baik yang menyangkut masa sekarang maupun yang sudah lampau)

(10)

 baik pasien yang masih hidup maupun yang sudah meninggal Ketentuan ini

diatur dalam Peraturan Pemerintah No+< tahun +@77 pasal +) pasal /) pasal 0+

'alam Permenkes R. No07 Tahun /<+/ pasal + dikatakan bah9a Rahasia Kedokteran adalah data dan informasi tentang kesehatan seseorang yang

diperoleh tenaga kesehatan pada 9aktu menjalankan pekerjaan dan profesinya/

Pengaturan rahasia kedokteran bertujuan untuk memberikan kepastian

hukum dalam perlindungan) penjagaan) dan penyimpanan rahasia kedokteran/

* Kl,7i)i6,7i R,.,7i, Kedo6er,$

Rahasia kedokteran ini meliputi / hal yaitu* + + Rahasia Pekerjaan

Rahasia pekerjaan adalah segala sesuatu yang diketahui dan harus dirahasiakan berdasarkan lafal sumpah yang diu(apkan pada 9aktu menerima gelar seorang dokter

/ Rahasia ;abatan

Rahasia jabatan adalah segala sesuatu yang diketahui dan harus dirahasiakan berdasarkan lafal sumpah yang diu(apkan pada 9aktu diangkat sebagai pega9ai negeri) yang berbunyi* “5ah9a saya akan memegang rahasia sesuai menurut sifat atau menurut perintah harus saya rahasiakan”

'alam Kode tik Kedokteran .ndonesia Tahun /<+/ Pasal +7 tentang Rahasia ;abatan bah9a &etiap dokter 9ajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien) bahkan juga setelah pasien itu

(11)

Rahasia kedokteran juga men(akup aspek moril dan yuridis) tidak hanya men(akup segala sesuatu yang diketahui karena pekerjaan atau keilmuannya mengenai hal-hal yang di(eritakan atau diper(ayakan kepada seorang dokter  se(ara eksplisit 1permintaan khusus untuk dirahasiakan2) tetapi juga meliputi hal-hal yang disampaikan se(ara implisit 1tanpa permintaan khusus2 Termasuk  dalam hal ini adalah segala fakta yang didapatkan dari pemeriksaan penderita) interpretasi untuk menegakkan diagnosa dan melakukan pengobatan) dari

anamnesa dan pemeriksaan dengan alat-alat kedokteran +

8* Pi.,6 9,$ ,+i' Me$9i&p,$ R,.,7i, Kedo6er,$

Menurut Peraturan Pemerintah R. Nomor +< Tahun +@77 tentang 9ajib &impan Rahasia Kedokteran Pasal 0) yang di9ajbkan menyimpan rahasia kedokteran adalah tenaga kesehatan) mahasis9a kedokteran) murid yang bertugas dalam lapangan pemeriksaan) pengobatan danC atau pera9atan) dan orang lain

yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan+

Menurut "" R. No 07 Thn /<+3) Pasal ++ $yat + sampai dengan +3

tentang tenaga Kesehatan*3

 1+2 Tenaga Kesehatan dikelompokkan ke dalam* a tenaga medisD

 b tenaga psikologi klinisD ( tenaga kepera9atanD d tenaga kebidananD e tenaga kefarmasianD

f tenaga kesehatan masyarakatD g tenaga kesehatan lingkunganD h tenaga giEiD

i tenaga keterapian fisikD  j tenaga keteknisian medisD

(12)

k tenaga teknik biomedikaD

l tenaga kesehatan tradisionalD dan m tenaga kesehatan lain

1/2 ;enis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga medis sebagaimana dimaksud pada ayat 1+2 huruf a terdiri atas dokter) dokter  gigi) dokter spesialis) dan dokter gigi spesialis

102 ;enis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga  psikologi klinis sebagaimana dimaksud pada ayat 1+2 huruf b adalah  psikologi klinis

132 ;enis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga kepera9atan sebagaimana dimaksud pada ayat 1+2 huruf ( terdiri atas  berbagai jenis pera9at

162 ;enis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga kebidanan sebagaimana dimaksud pada ayat 1+2 huruf d adalah bidan 172 ;enis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga

kefarmasian sebagaimana dimaksud pada ayat 1+2 huruf e terdiri atas apoteker dan tenaga teknis kefarmasian

182 ;enis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga kesehatan masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat 1+2 huruf f  terdiri atas epidemiolog kesehatan) tenaga promosi kesehatan dan ilmu  perilaku) pembimbing kesehatan kerja) tenaga administrasi dan kebijakan kesehatan) tenaga biostatistik dan kependudukan) serta tenaga kesehatan reproduksi dan keluarga

1A2 ;enis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga kesehatan lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat 1+2 huruf g terdiri atas tenaga sanitasi lingkungan) entomolog kesehatan) dan mikrobiolog kesehatan

(13)

1@2 ;enis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga giEi sebagaimana dimaksud pada ayat 1+2 huruf h terdiri atas nutrisionis dan dietisien

1+<2 ;enis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga keterapian fisik sebagaimana dimaksud pada ayat 1+2 huruf i terdiri atas fisioterapis) okupasi terapis) terapis 9i(ara) dan akupunktur

1++2 ;enis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga keteknisian medis sebagaimana dimaksud pada ayat 1+2 huruf j terdiri atas perekam medis dan informasi kesehatan) teknik kardio#askuler) teknisi pelayanan darah) refraksionis optisienCoptometris) teknisi gigi)  penata anestesi) terapis gigi dan mulut) dan audiologis

1+/2 ;enis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok tenaga teknik   biomedika sebagaimana dimaksud pada ayat 1+2 huruf k terdiri atas

radiografer) elektromedis) ahli teknologi laboratorium medik) fisika9an medik) radioterapis) dan ortotik prostetik

1+02 ;enis Tenaga Kesehatan yang termasuk dalam kelompok Tenaga Kesehatan tradisional sebagaimana dimaksud pada ayat 1+2 huruf l terdiri atas tenaga kesehatan tradisional ramuan dan tenaga kesehatan tradisional keterampilan

1+32 Tenaga Kesehatan lain sebagaimana dimaksud pada ayat 1+2 huruf m ditetapkan oleh Menteri

&ementara menurut Permenkes R. No07 Tahun /<+/ Pasal 3)

(14)

1+2 &emua pihak yang terlibat dalam pelayanan kedokteran danCatau menggunakan data dan informasi tentang pasien 9ajib menyimpan rahasia kedokteran

1/2 Pihak sebagaimana dimaksud pada ayat 1+2 meliputi*

a dokter dan dokter gigi serta tenaga kesehatan lain yang memiliki akses terhadap data dan informasi kesehatan pasienD

 b pimpinan fasilitas pelayanan kesehatanD

( tenaga yang berkaitan dengan pembiayaan pelayanan kesehatanD d tenaga lainnya yang memiliki akses terhadap data dan informasi

kesehatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatanD

e badan hukumC korporasi danC atau fasilitas pelayanan kesehatanD dan f mahasis9aC sis9a yang bertugas dalam pemeriksaan) pengobatan)

 pera9atan) danC atau manajemen informasi di fasilitas pelayanan kesehatan

102 Ke9ajiban menyimpan rahasia kedokteran berlaku selamanya) 9alaupun  pasien telah meninggal dunia

5erpuluh-puluh abad yang lalu hal tentang 9ajib simpan rahasia kedokteran sudah di(anangkan oleh ,ippo(rates dalam sumpahnya yang hingga kini tetap dianut dan menjadi dasar kode etik kedokteran di seluruh dunia yang

tentunya disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing negara+

Rahasia kedokteran merupakan suatu hal yang se(ara intrinsik bertalian dengan segala pekerjaan yang berkaitan dengan ilmu kedokteran se(ara

(15)

menyeluruh Fleh karena itu harus kita sadari bah9a semua orang yang dalam  pekerjaannya bergaul dengan orang sakit atau sedikitnya mengetahui keadaan

orang sakit) tetapi tidak atau belum mengu(apkan sumpah atau janji se(ara resmi) maka sudah sepantasnya berke9ajiban dan menjunjung tinggi rahasia kedokteran tersebut +

Ke9ajiban menyimpan rahasia kedokteran juga terdapat dalam lafal sumpah dokter yang berbunyi * “saya bersumpahC berjanji bah9a saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan karena

keilmuan saya sebagai dokter” +

D* H,6 P,7ie$ Ter.,d,p R,.,7i, Kedo6er,$

,ak pasien terhadap rahasia kedokteran diatur dalam "" R. No 07 Tahun /<<@ Tentang Kesehatan Pasal 68*6

1+2 &etiap orang berhak atas rahasia kondisi kesehatan pribadinya yang telah dikemukakan kepada penyelenggara pelayanan kesehatan

'an didalam Pasal 6A* 6

1+2 &etiap orang berhak menuntut ganti rugi terhadap seseorang) tenaga kesehatan) danC atau penyelenggara kesehatan yang menimbulkan kerugian akibat kesalahan atau kelalaian dalam pelayanan kesehatan yang diterimanya 1/2 Tuntutan ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat 1+2 tidak berlaku bagi

tenaga kesehatan yang melakukan tindakan penyelamatan nya9a atau  pen(egahan ke(a(atan seseorang dalam keadaan darurat

Yang termasuk “kerugian” akibat pelayanan kesehatan termasuk  didalamnya adalah pembo(oran rahasia kedokteran

(16)

E* H,l 9,$ Dir,.,7i,6,$ d,l,& R,.,7i, Kedo6er,$

,al yang dirahasiakan dalam rahasia kedokteran menurut "" No 07 Tahun /<+3 3

Pasal 6A

1+2 Tenaga Kesehatan dalam menjalankan praktik 9ajib*

( menjaga kerahasiaan kesehatan Penerima Pelayanan KesehatanD

d membuat dan menyimpan (atatan danCatau dokumen tentang pemeriksaan) asuhan) dan tindakan yang dilakukanD

Pasal 80*

1+2 &etiap Tenaga Kesehatan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan 9ajib menyimpan rahasia kesehatan Penerima Pelayanan Kesehatan

Pasal 8<

132 Rekam medis Penerima Pelayanan Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat 102 harus disimpan dan dijaga kerahasiaannya oleh Tenaga Kesehatan dan pimpinan !asilitas Pelayanan Kesehatan

Rekam medis adalah berkas yang berisikan (atatan dan dokumen tentang identitas pasien) pemeriksaan) pengobatan) tindakan) dan pelayanan lain yang

diberikan kepada pasien) termasuk dalam bentuk elektronik/

'alam menjalankan keprofesiannya seorang dokter 9ajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya mengenai pasiennya ,al ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah No +< tahun +@77 pasal + dimana terdapat kalimat yang  berbunyi* +

(17)

;Se,l, 7e7#,# 9,$ di6e,.#i$9,<) mempunyai arti* segala fakta yang didapat dalam pemeriksaan penderita) interpretasinya untuk menegakkan diagnosa dan melakukan pengobatan) mulai dari anamnesa) pemeriksaan fisik)  pemeriksaan dengan alat-alat kedokteran dan sebagainya juga termasuk

fakta-fakta yang dikumpulkan oleh pembantu-pembantunya +

&eorang ahli obat dan mereka yang bekerja di $potek harus pula merahasiakan obat dan khasiatnya yang diberikan kepada pasiennya Merahasiakan resep dokter adalah sesuatu yang penting dari etik pejabat yang  bekerja dalam apotek +

'alam Permenkes No07 Tahun /<+/ Pasal 0 tentang ruang lingkup rahasia kedokteran*/

1+2 Rahasia kedokteran men(akup data dan informasi mengenai* a identitas pasienD

 bkesehatan pasien meliputi hasil anamnesis) pemeriksaan fisik) pemeriksaan  penunjang) penegakan diagnosis) pengobatan danC atau tindakan

kedokteranD dan

( hal lain yang berkenan dengan pasien

1/2 'ata dan informasi sebagaimana dimaksud pada ayat 1+2 dapat bersumber  dari pasien) keluarga pasien) pengantar pasien) surat keterangan konsultasi atau rujukan) atau sumber lainnya

'alam "" No /@ Tahun /<<3 Tentang Praktik Kedokteran7

(18)

1+2 'okumen rekam medis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37 merupakan milik dokter) dokter gigi) atau sarana pelayanan kesehatan) sedangkan isi rekam medis merupakan milik pasien

1/2 Rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat 1+2 harus disimpan dan dijaga kerahasiaannya oleh dokter atau dokter gigi dan pimpinan sarana  pelayanan kesehatan

102 Ketentuan mengenai rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat 1+2 dan ayat 1/2 diatur dengan Peraturan Menteri

Pasal 3A

1+2 &etiap dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran 9ajib menyimpan rahasia kedokteran

Pasal 6+

'okter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran mempunyai ke9ajiban *

( merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien) bahkan juga setelah pasien itu meninggal duniaD

F* K,p,$ R,.,7i, Kedo6er,$ D,p, Di'#6,

'alam "" R. No /@ Tahun /<<3 Pasal 3A7

1/2 Rahasia kesehatan Penerima Pelayanan Kesehatan dapat dibuka hanya untuk kepentingan kesehatan Penerima Pelayanan Kesehatan) pemenuhan  permintaan aparatur penegak hukum bagi kepentingan penegakan hukum)

(19)

 permintaan Penerima Pelayanan Kesehatan sendiri) atau pemenuhan ketentuan Peraturan Perundang-undangan

102 Ketentuan lebih lanjut tentang rahasia kesehatan Penerima Pelayanan Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat 1/2 diatur dengan Peraturan Menteri

'alam garis besarnya ada / aliran atau golongan yang dapat ditemukan di kalangan kedokteran) yaitu* +

a Pendirian yang mutlak 

4olongan yang menganut pendirian mutlak 1absolut2 berpendapat bah9a rahasia jabatan atau pekerjaan harus dipegang teguh tanpa ada alternatif  lain) apapun konsekuensinya $liran ini tidak akan mempertimbangkan apa ada kepentingan lain yang lebih utama 'alam segala hal sikapnya mudah dan konsekuen yakni tutup mulut Pengikut aliran ini yang terkenal ialah dokter !rouardel 1+A08 % +@<72) ia adalah seorang dokter Peran(is yang kemudian menjadi guru besar dalam .lmu Kedokteran Kehakiman di Paris 1+A8@2

 b Pendirian yang nisbi atau relatif 

4olongan nisbi atau relatif pada de9asa ini merupakan teori yang terbanyak diikuti dan dapat dikatakan diikuti oleh umum Tetapi hal ini tidak berarti penerapannya dalam praktek dan persesuaian pendapat) karena teori ini dalam praktek sering sekali mendatangkan konflik moril dan kesulitan-kesulitan lain dalam masalah yang kompleks

$Eas profesional menghendaki adanya pertimbangan-pertimbangan mana yang lebih utama $pakah dokter akan memberikan kesaksiannya

(20)

yang berarti membuka rahasia atau pekerjaannya ataukah ia akan menyimpan rahasia yang lebih diutamakan 'alam mengambil keputusan)

aliran ini akan selalu mempertimbangkan setiap persoalan se(ara kasuistis+

$Eas subsider) yakni menyangkut masalah pemilihan tindakan apa yang harus dilakukan dokter sebelum ia terpaksa melepaskan ke9ajiban untuk menyimpan rahasia &ebab kalau ini yang menjadi pilihannya) ia harus sudah memperhitungkan risiko yang mungkin dihadapi yakni berupa sanksi pidana atau lainnya karena diadukannya ke pengadilan oleh yang merasa dirugikan akibat dibukanya rahasia oleh dokter) bila demikian halnya) supaya dokter siap menghadapinya dengan memberikan alasan-alasannya yang dapat membenarkan perbuatannya atau yang dapat

menghapuskannya+

'alam Kitab "ndang-"ndang ,ukum Pidana 1K",P2 terdapat  pasal-pasal yang mengatur hal-hal tersebut diatas) yaitu*

K",P pasal 3A “Tidak boleh dihukum barangsiapa melakukan perbuatan

karena terdorong oleh daya paksa” +

Yang dimaksud dengan daya paksa ini biasanya bukanlah daya paksa mutlak) melainkan daya paksa nisbi 'aya paksa ini terjadi pada keadaan sebagai berikut* +

a Melindungi kepentingan umum

 b Melindungi kepentingan orang yang tidak bersalah ( Melindungi pasien yang memper(ayakan rahasianya d Melindungi dokter sendiri

Pembukaan rahasia kedokteran diatur pula pada Permenkes No07 Tahun /<+/ Pasal 6 hingga pasal +3/

(21)

G* H,6 #$d#r diri do6er

,ak ini dapat dipakai oleh seorang dokter apabila dia diminta untuk 

memberikan kesaksian di pengadilan yang menyangkut rahasia kedokteran+

Menurut hukum) maka setiap 9arganegara dapat dipanggil oleh pengadilan untuk didengar kesaksiannya) selain itu seorang yang mempunyai keahlian dapat  juga dipanggil sebagai saksi ahli +

&eorang dokter sebagai saksi atau ahli mungkin sekali diharuskan memberikan keterangan tentang seseorang 1misalnya terdak9a2 yang sebelumnya telah menjadi penderita yang ditanganinya .ni seolah-olah dokter tersebut diharuskan melanggar rahasia kedokterannya Kejadian yang bertentangan ini dapat dihindarkan karena adanya hak kuat undur diri) dimana seorang dokter 

mendapatkan perlindungan hukum berdasarkan* +

Pasal +/< K",$P*

+2 'alam hal penyidik perlu) ia dapat minta pendapat ahli atau orang yang memiliki keahlian khusus

/2 $hli tersebut mengangkat sumpah atau mengu(apkan janji di muka

 penyidik bah9a ia akan memberikan keterangan menurut

 pengetahuannya yang sebaik-baiknya) ke(uali disebabkan harkat dan martabat pekerjaan jabatannya yang me9ajibkan ia menyimpan rahasia) dapat menolak untuk memberiikan keterangan yang diminta

Pasal +8< K",$P*

+2 Mereka yang pekerjaan) harkat) martabat atau jabatannya di9ajibkan menyimpan rahasia) dapat diminta dibebaskan dari ke9ajiban untuk  memberi keterangan sebagai saksi) yaitu tentang hal yang diper(ayakan kepadanya

(22)

/2 ,akim menentukan sah atau tidaknya segala alasan untuk permintaan manusia tersebut

;adi) pasal-pasal tersebut di atas dapat dipakai oleh dokter jika diminta sebagai saksi) ahli) atau saksi ahli pada sidang pengadilan) dimana keterangan-keterangan yang diminta itu menurut pendapatnya adalah

rahasia yang diper(ayakan kepadanya oleh pasien +

H* S,$67i D,l,& R,.,7i, Kedo6er,$

&eorang dokter di .ndonesia tanpa ke(uali) dianggap sudah mengetahui  peraturan-peraturan hukum yang berlaku terutama yang berhubungan dengan ilmu kedokteran pada umumnya dan rahasia kedokteran pada khususnya $pabila terjadi pembo(oran rahasia jabatan) si pelaku dapat dikenai sanksi sesuai dengan  perundang-undangan yang berlaku &anksi-sanksi tersebut adalah* +

$ &anksi Pidana) diatur dalam "" No /@ Thn /<<3 pasal 8@*7

'ipidana dengan pidana kurungan paling lama + 1satu2 tahun atau denda  paling banyak Rp6<<<<<<<)<< 1lima puluh juta rupiah2) setiap dokter atau

dokter gigi yang *

( dengan sengaja tidak memenuhi ke9ajiban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6+ huruf a) huruf b) huruf () huruf d) atau huruf e

Pasal 6+ huruf ( yang berhubungan dengan rahasia kedokteran  berbunyi “'okter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran

mempunyai ke9ajiban” *

( merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien) bahkan  juga setelah pasien itu meninggal duniaD

&elain itu dalam K",P pasal ++/ “5arangsiapa dengan sengaja mengumumkan surat-surat) berita-berita atau keterangan-keterangan yang

(23)

diketahuinya bah9a harus dirahasiakan untuk kepentingan negara atau dengan sengaja memberitahukannya kepada negara asing) kepada seorang raja atau suku bangsa) dian(am dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun”

K",P pasal 0//*

+ 5arangsiapa dengan sengaja membuka suatu rahasia yang 9ajib disimpannya karena jabatan atau pekerjaannya yang sekarang maupun dahulu) dian(am dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau denda paling banyak sembilan ribu rupiah

/ ;ika kejahatan dilakukan pada seorang tertentu maka perbuatannya itu hanya dapat dituntut atas pengaduan orang tersebut

5&anksi Perdata) diatur dalam*

K", Perdata pasal +076

“&etiap perbuatan yang melanggar hukum yang berakibat kerugian bagi orang lain) me9ajibkan orang yang karena kesalahannya mengakibatkan kerugian itu) mengganti kerugian tersebut”

K", Perdata pasal +077

&etiap orang bertangggung ja9ab tidak saja untuk kerugian yang disebabkan karena perbuatannya) tetapi juga untuk kerugian yamg disebabkan karena kelalaian atau kurang hati-hatinya”

K", Perdata pasal +078

“&eseorang tidak saja bertanggung ja9ab untuk kerugian yang disebabkan karena perbuatannya) tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan karena  perbuatan orang-orang yang menjadi tanggungannya atau disebabkan karena  perbuatan orang-orang yang berada di ba9ah penga9asannya”

(24)

? &anksi $dministratif*

'iatur dalam Permenkes No07 tahun /<+/ pasal +6*/

1+2 Kementerian Kesehatan) Konsil Kedokteran .ndonesia) 'inas Kesehatan Pro#insi) 'inas Kesehatan KabupatenC Kota) dan organisasi profesi terkait membina dan menga9asi pelaksanaan Peraturan Menteri ini sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing

1/2 'alam rangka melakukan pembinaan dan penga9asan) Menteri) Ketua Konsil Kedokteran .ndonesia) Kepala 'inas Kesehatan Pro#insi) dan Kepala 'inas Kesehatan KabupatenCKota dapat mengambil tindakan administratif sesuai dengan ke9enangan masing-masing

102 Tindakan administratif sebagaimana dimaksud pada ayat 1/2 dapat berupa teguran lisan) teguran tertulis) atau pen(abutan surat tanda registrasi) iEin  praktik tenaga kesehatan danCatau iEin fasilitas pelayanan kesehatan

&elain itu diatur pula dalam "ndang-"ndang No 7 tahun +@70 pasal ++ yang bunyinya sebagai berikut*

“'engan tidak mengurangi ketentuan-ketentuan dalam K",P dan peraturan  perundang-undangan yang lain) maka terhadap tenaga kesehatan dapat

dilakukan tindakan administratif dalam hal sebagai berikut* a Melalaikan ke9ajiban

 b Melakukan suatu hal yang seharusnya tidak boleh diperbuat seorang tenaga kesehatan) baik mengingat sumpah jabatnnya ataupun sebagai tenaga kesehatan

( Mengabaikan sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh tenaga kesehatan

' &anksi &osial

Yaitu sanksi yang datangnya dari masyarakat itu sendiri ?ontohnya* masyarakat enggan berobat ke dokter tersebut 'ari pasal-pasal tersebut di atas jelas bah9a si pelanggar dapat dipidana penjara atau denda kepada

(25)

negara berdasarkan pasal 0// K",P) juga dapat di9ajibkan membayar  kerugian berdasarkan pasal +076 K", Perdata

A III PENUTUP

A* Ke7i&p#l,$

+ Rahasia kedokteran adalah segala sesuatu yang harus dirahasiakan mengenai apa yang diketahui dan didapatkan selama menjalani praktek lapangan kedokteran) baik yang menyangkut masa sekarang maupun yang sudah lampau) baik pasien yang masih hidup maupun yang sudah meninggal

/ Pihak yang 9ajib menyimpan rahasia kedokteran diantaranya tenaga kesehatan) mahasis9a kedokteran) murid yang bertugas dalam lapangan  pemeriksaan) pengobatan danC atau pera9atan) dan orang lain yang

ditetapkan oleh Menteri Kesehatan

0 ,ak pasien terhadap rahasia kedokteran yaitu berhak atas rahasia kondisi kesehatan pribadinya yang telah dikemukakan kepada penyelenggara  pelayanan kesehatan) dan berhak menuntut ganti rugi terhadap seseorang) tenaga kesehatan) danCatau penyelenggara kesehatan yang menimbulkan kerugian akibat kesalahan

3 &anksi yang berlaku dalam rahasia kedokteran meliputi sanksi pidana) sanksi  perdata) sanksi administrati#e) dan sanksi so(ial yang berguna untuk 

(26)

* S,r,$

+ 'okter sebagai pemegang rahasia kedokteran hendaknya mengenal dengan  baik dasar-dasar hukum yang mengatur tentang rahasia kedokteran demi  perlindungan pasien dan dirinya sendiri

/ ,endaknya dokter tetap berpegang pada landasan moril dan dalam memutuskan kapan rahasia pasien dibuka dengan mengingat bah9a rahasia tersebut tidak selayaknya dipertahankan sehingga melindungi kejahatan atau merusak kepentingan atau keselamatan umu

0 .nformasi mengenai hak pasien terkait rahasia kedokteran sudah selayaknya lebih disebarluaskan lagi oleh pihak rumah sakit mengingat banyaknya  pasien yang belum menyadari haknya atas akses informasi dan hak atas  pri#asi kesehatannya

(27)

DAFTAR PUSTAKA

+ ,oediyanto ,) $puranto , 5uku ajar ilmu kedokteran dan medikolegal !K  "nair /<+< ,al 0A3-@

/ Peraturan Menteri Kesehatan Republik .ndonesia Nomor 07 tahun /<+/ ,al /-8 0 Pengurus 5esar .katan 'okter .ndonesia 1.'.2 Kode tik Kedokteran .ndonesia

/<+/ ,al 37

3 "ndang-"ndang Republik .ndonesia Nomor 07 tahun /<+3 Tentang Tenaga Kesehatan ,al A)@)/6)/@

6 "ndang-"ndang Republik .ndonesia Nomor 07 tahun /<<@ Tentang Kesehatan ,al //

7 "ndang-"ndang Republik .ndonesia Nomor /@ tahun /<<3 Tentang Praktik  Kedokteran ,al +7-8)/0&

Referensi

Dokumen terkait

bertanggung diperlukan kewenangan dan kemampuan sumber keuangan sendiri yang didukung oleh perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah serta propinsi

Data yang diperoleh melalui instrumen penilaian pada saat uji coba dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif kualitatif. Analisis ini dimaksudkan untuk

Ketika proses pengentalan berlangsung, proses perpindahan panas terjadi dan  berpindah dari pemanas ke gelas ukur yang menyebabkan air dalam gelas tersebut mendidih pada titik didih

Berdasarkan hasil analisis dan uji hipotesis penelitian yang telah dikakukan sebelumnya maka pada penelitian ini, di dapat bahwa Kepemimpinan, partisipatif signifikan

2013, telah ditemukan dua isolat bakteri F2.1 dan F2.2 dari feses pasien dengan tambalan amalgam gigi yang tahan hidup dalam media nutrient broth dengan kandungan HgCl2

Demokrasi Terpimpin adalah paham demokrasi berdasarkan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang berintikan musyawarah untuk

Bahwa dalam membaca dan memahami Pasal 69 Undang-Undang TPPU harus dilihat secara satu kesatuan yang utuh dan tidak terpotong-potong bahwa untuk

Disamping itu,seiring dengan tuntuntan produksi bersih ( cleaner production ) maka tuntutanmengkonversi arang kayu ke gas LPG sudah menjadi kebutuhan yang sangat