{uuntA-*: 3,rrP'#
DEPARTEiVIEN PBK.ERJAAN UNTUNI
I(AN'I'OII WILAYAH PII,OPINSI STJMA'TI|II..I, U,\RA'I'
II,IGIAN PROYEK PSNATAAII RUANG PITOPINSI SUMAI'EILT BAR.\
E".XICTJTIVE
SUIU.EIARV
NTTERITil
REPORT I
Pekeriaan Peniniauan Kernbali
Itencanzt Llnrunr Tata Ruang Wilayah Ifubupaten Dati II Pedeng Parieman, Propinsi Dati I Sumatera Barat
T'ahun .{nggaran 1996t 79()7
fTfT
Pr. TRIKAR{-A
etPrA
i \t/l Consultants & Engineering
J l . . S i < l o r n u k t i N o l { i l l r n t j u n u T e l p . (0 2 ? ) 2 5 0 1 6 6 F a x . t 0 l l ) 3 5 0 3 6 6 B a n d u n g f l. l J \ l : l r l r r r . . l i : l ' : l i : r i ' . . ' " \ l r ) i 0 ' l ' : t l n i0 : l , ] q d l ? l ! l e k f r f : r ' i * ! : t r : t
DEPARTEIVTEN PBKERJAAN UIVTUVT
KAN'l'Olt WlI,,\YAII PROPINSI .SUMA'IIIIL\ B,\ltA'l'
It,r(ilAN PtrOYf:K I'IINA'I'AAN RUAN(; I'ltOPlNSI SUMA'l'[.It,\ ll,\ll.\'l'
EXECUTIVE
SUIVITdAR.Y
INTSRIM REPORT I
--:" \ i-.4-,lF-:j_ - : - . - l f : -:.. \ - " . ' l r ' : b PekerjaatPeniniauan Kembali Review)
Rencan:r Umurn Tata Ruang Wilayah lhbupaten Dati II Pedeng Perieman, Propinsi Dati I Sumatera Barat
Tdrun .\nggaran 19961 1997
PT.TR{KARtA EIPTA
Consultants
& Engineering
Jl.. Sirf<rrngkri No. l0 l3rrrrdrrng Tclp. {023) 150366 Fax. (023) 75A366 Bandung
E x c c t t l i l ' c S u tt tt t t n r v
Kata' ?eagaata"t
Ilxecutive Suntntary Fakta & Analisa merupakan laporan kedua dari proses i"'1i '1 "1"i
i , i l i ; l i r , : i i , i ' , , ' i i ) ' i l r ' l l ' | i, : r ! ' 1 t 1 t ' l l r r ; I l ; l : l l l ' ; l : l ' r ' r " I
" i l i : ' ' i n . M A k n a
dari penyusunan laporan ini adalah menyajikan Rencana Tata Ruang Daerah yang telBh ada,
dan rekomendasi serta pendekatan penyusunan guna menemukenali penyimpangan dari
berbagai faktor.
Laporan ini merupakan bahan kajian pada tahap selanjutnya (Draft Rencana) untuk
m e n g a n a l i s i s , p e n y c s u a i a n , d a n a r a h a n l l , : r r t : ; r r t l t l l i \ i l . r t h t t l t i t t c r t l ) ; r t i ll l ' ; t ' l ' r r " '
t',,i;,ir,.r, scsuai ctcngan potensi dan kecenderungan perkembangan wilayah yang
bersangkutan.
Dalam penyusunan laporan ini merupakan hasil dari kerjasama antara l)ittcr't l)t'karfuuttt
tinttutr 1"i1t111 litn'.t'tt Propinsi Dati I Sumatera Barat bersama PT'. l'rikarla Cipta yang
berdonrisili diBandung, Oleh karena itu dari tim mengucapkan banyak terima kasih kepada
instansi terkait (tirrr teknis lainnya) yang telah memberikan informasi dan data.
Untuk kepentingan bersama, tirn penyusun sangat mengharepkan kntik dan saran guna
pepyempurnaan dalam Buku Fakta Analisa ini. Atas perhatiannya dari berbagai pihak kami
nrengucapkan banyak terima kasih.
Bandung, Januari 1997
BAB I
l ' r c t : r r l i r t ' S u r t u r r v
I}AB I
I'ENDAI-IUI,TIAN
1 . 1 . L l t n r l l e l n l t a n g
I
Penirrjauan kernbali dalam proses Penyusunan Tata Rr"rang adalah suatu sisteln penataan
nrang yang harus disezuaikan dengan Undang-undang Tata Ruang No. 24 Tahun 1992,
Undang-undang tersebut menyebutkan bahwa Ruang adalah yang meliputi Ruang
Daralarr, Ituang Latrtan dan Ruang Udara sebagai satu kesatuan wilayah tempat manusia
darr nraklrhrk lrithrp lninrrya rrntuk melakukan kegintnn sertn memelihnrn kelnngstrngnn
hidupnya. Seperli yang ada di Kabupaten Dati II Padang Parianran yang memiliki potensi
alam yang sangat besar dan tersebar diseluruh pelosok yang sangat membutuhkan
penanganan dari pihak pemerintah yang ben:pa penataan ruang dan ketentuan-ketentuan
peraturan serta perundangan, akan tetapi disatu sisi yaitu dengan adanya penggunaan
lahan yang tidak teratur melalui penggalian sumber day4 sehingga dalam perwilayahan
akan terlihat terjaclinya perubahan lahan yang diakibatkan oleh exsploitasi tersebut.
Keadaan ini akan terus berlanjut bila tidak ada pengarahan atau pengaturan dari pihak
pemerintah untuk mengurangi ketimpangan-ketimpangan antar wilayah seperti
pemerataan tingkat ekonomi maqyarakaf jumlah penduduk serta tingkat kehidupan dan
penghidupan masyarakat. Dari uraian diatas, maka keberadaan Rencana Umum Tata
Rgang Wilayah Kabupaten sangat diperlukan untuk disusun dalam usaha mengarahkan
dan mengendalikan berbaga.i masalah yang telah disebutkan sebelumnya menuju
pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan. Produk RTRW Kabupaten Dati II Padang
Pariaman menrpakan Produk Rencana Tata Ruang dengan tingkat proyeksi perencanaan
sampai dengan 2AA512006 dan tahun awal perencanaan 1990/1991. Dalam
pelaksanaannya perlu dilakukan peninjauan ulang sekaligus merevisi karena banyaknya
perubahan lahan serta waktu perencanaanyangtelah memasuki tahun ke 6 (enam), guna
menyelaraskan tujuan dan sasaran pembangunan yang telah dibuat sesuai dengan
tuntutan zaman serta untuk kepentingan Nasional, daerah dan aspirasi masyarakat.
l ' r r . ' r . : t r l i r r ' S r tr i l ; r r Y
Laporarr irri rncruylnknrr laporan kc 2 dari prclses l)enyusunatr llcview l('l'llW yutg
trcrupa ltrktn & Alralisa, untuk nrerrjtbarkarr kondisi pcrmasalnlralr wilnynlr pctcttcnnrntl
sehingga dapat diarahkan perkernbangannya dan disesuaikan dengan rencans yang telah
ada.
1.2. l\lrksud & 'I'rrjunrt
1 . 7 . 1 . N l : r lt s t l r l
Pada dasarnya Penyusunan Review Rencana Umum Tata Ruang Wilayah
Kabupatan Datill Padang Pariaman ini untuk membuat suatu Pedoman Teknis
Pemanfaatan Ruang serta merealisasi pendataan potensi sumber daya yang ada,
kegiatan ekonomi sosial masyarakat, pengaturan sistem pergerakan serta
kebijakan-kebijakan yang telah dibuat oleh pihak pemerintah serta berbagai
peraturen yang ada, sehingga dapat dijadikan kerangka kerja instansi-instansi
yang terkait dalam pembangunan daerah tersebut, yang pada akhirnya dapat
mensejajarkan laju pembangunan antara Kabupaten Dati II Padang Pariaman
dengan Kepulauan Mentawai.
' 1 . 1 . ) I 1 i t r : r r l
Adapun tujuan dari Penymunan Rencana Umum Tata Ruang Wilayah
Kabupaten Dati II Padang Pariamaq memperbaiki Rencana Tata Ruang yang
telah ada yang dikarenakan oleh adanya berbagai faktor eksternal dan internal
yang mempengaruhi suatu rencana menjadi tidak relevan lagi sebagai acuan
pemanfaatin ruang, sedang sasarannya adalah :
A. Menemukenali proses penyusunan dan pengesahan RTRW Kabupaten
Dati II yang sesuai dengan UU Tata Ruang No 24 tahun 1992 tentang
Penataan Ruang yang disepakati oleh instansi pusat dan daerah serta dapat
diaplikasikan oleh Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten.
B. Menemukenali standard produk dan pemetaan dari RTRW Kabupaten
Dati II yang disepakati instansi pusat dan daerah.
( l
l r r t ' t : t t l i r t ' ! ' t l l l l l l r \
Mcnclrrukcn8li ketentuan -ketentuan sesuai dengan arah8n IJLJ No 24
Inlrrrn 1992 lcnlnttg pcnntafltl ruBng,kctcnttlsn mcngcnni kritcrin tlnn taln
cara peninjauan kembali RTRW Kabupaten Dati ll yang disepakati
Instansi-instansi pusat dan daeralr.
Menyamakan persepsi kelengkapan-kelengkapan data yang dapat
disepakati sebagai acuanyang sah dalam proses penyusunan penyerasian
RTRW Kabupaten Dati II Padang Pariaman'
D .
t.3. Il,rrang l,irtgkttP
| . 1 . I
I ..1. ?,.
i r t l . , , u l
Kegiatnn peninjauan kembali terhadap RTRW Kabupaten Dati II Padang
pariaman merupakan bagian kegiatan perencanaan yang prosesnya terjadi setelah
suatu siklus kegiatan Perencanaan Tata Ruang, yang terdiri dari Perencanaan
Tata Ruang, Pemanfaatan Ruang dan Pengendalian Pemanfaatan Ruang'
peninjauan kembali dan penyempurnaan Rencana Tata Ruang wilayah
Kabupaten Dati II Padang Pariaman merupakan suatu proses yang dilakukan
secara berkala agar Kabupaten Daerah Tingkat II selalu memiliki suatu Rencana
Tata Ruapg yang dapat berfungsisebagaimana ditetapkan dalam Undang-undang
No.24192.
l i : r l r r , , l r o r \ 1 i l : r r : r f t I ' t t ' t ' t t ( ! l l l ! l i l l l
A g a r d a p a t d i | a k u k a n p e n g a m a t a n d a n p e n g a n a l i s a a n y a n g c u k u p t a j a m d a n
mernaclai serta agar lebih menyederhanakan pelaksanaan identifikasi karakteristik
qAWV'n Aupcten rDail lI Ihdang Qttiaman
pengembangan yang ada, perlu cliadakan penentuatt batas
Secara administratif, Wilayah P erencana an kabrr p at en D at i
tlerbatasan ;
: l(:tbrrPatcrr Ilati ll i\gartt
' Kocl-r'a l)atlarrg
S a r t t t t t l c t l t I t t t l t t t t c s i ' ' r
9{ahman I - 1
poteltsi dan nrasalah
wilayah perencanaan.
ll Padang Pariaman
+ S c h c l a h I i l l t t a + S c l r c l i r l r S c l a t r t r t
.-|' r el.11!t_,.S-r1UUt:U- t
+ l i c t r c l l l r I i t t t t t r K a t r t r P a t c t t l ) n l i l l I i t t t a l t l) i t ( n l t l i t r t I( l t l ' t t l t a t c r t l ) i t { i I l t o l o l . l
Wilayah Perencanaan ini memiliki luas lahan sekitar 741.350 Ila dengan
Perincian 140.215 Ha terletak di daratan Pulau Sumatera dan 601'135 t{a
merupakan Witayah Kepulauan Mentawai. Dilihat dari geografis, Kabupaten
Dati II Padang Pariaman ini terletak pada kedudukan 0oll'- 3o30'Lintang
Selatan dan 98o36' - 100"40' Bujur T'imur, dengan Ketinggian sekitar 0 - I '000
rn rlari ;rcrtttrrkaan air laut. Berada pada daerah Pcsisir Barat Surnatcrn hingga
wilnyll pclggunurrgur llukil llnrisnn, urtluk lcbilr jclnslryn rlapnt dililrnl 1lfltla
( Jnrrrtrnr' l. I Mctrg,uriti Oricrrtnsi Wilnynlt l'crottcflttnntt,
MWU M6 ulat e n tDot i I I tPndang Sdtidmul
I I o :
I
{ t a , \ f' a I x m -o o z ) r x 2 e , x F F ; z Y c l , o -l P Nn
(' ,Pv
t'v
,z
r
tsi
o
>
7 1ll ct) mz
C3lll ill ill lil l.l l''l
c - : - : - i = = L P t u : Z - c 9 ! i r F : l t a = - a 5 n r ' u . z ' E E { i , t i \ n z i T a u a ? . ' L ' E 5 : - r g n 7 . ? e . - , 5 5 : : ? [ E g 3
E)
l[;
o D 3 !3 dl P , V ut ID F -t, tn :! ri i,: c) t-ta tr a:',fi
r-I
lrn',
t'
,,,
t . . ,
s x a . lI
i a I I e I B ; a { r t I T Ii
TT
t
F
! I t I I t ' l l l P; U
rrt
3-() . l > l ' t .---l
J . v. - l
) ' , {,c:
.l:,
:;: ( : )..r
i-
'r'i,I>
:.(::r,
.l::.r:_
'tr,,
,
,.7,'t5
.'rt
. l i;:I!
I::
. ) . -' ' : . :... -' l - t t f.f ' , t-l-'-t,
.r ',I
I t t : , i ' '1.4. I\lctodologi I'ettdclt:tlnlt
Dalam Penyusunan Ileninjauan Kernbali(Review) yang ada di Kabupaten Dati II Padang
Parianran yang benrpa Fakta & Analisa, maka ditempuh langkahJangkah ;
l . ! . 1 . ' 1 " ' ! i ! . i 1 1 r ; ' t ' ' 1 .
a. Mempelajari pernrasatahan-permasalahan mengenai Kabupaten Dati II
padang pariarlarr rnelalui studi-studi yang tclah dilakukan oleh pihak lain'
b. Menrpclajari ptrla kebijaksanaan/pola dasar serta perattlran-perattrran yang
bcrlaku, baik tirrg(at Nasional, Propinsi maupun Kabupaten sccar8 spatial
{art scktol'al clalarn rangka ntenentukan argltan pengclnbnngan l(cncnna
Unruln 'Iata Ruang Wilayah yang disusun'
l . t . l , I ' t ' l r 1 1 t , 1 r 1 p r r l ' r r 1 l l ' 1 1 1
a. Melakukan pengumpulan data skuncler yang berasal dari instansi lllengcnai
aspek-aspek fisik, sosial dan ekononri, data angka maupun peta-peta dalam
ratlgkalnetlgenalkarakteristikwi|ayahperencanaan.
b. Melaksanakan observasi lapangan untuk mengenal kondisi lahan yang ada
serta,sertamenganrtrilobjekfotomengenailokasiPermasalahan.
1 . t . . ] . l ' , r r 1 1 r t 1 1 1 t : r t l l ) : ! l : t
a. Fakta dan Analisa, setelah penyusunan data instansi mengenai berbagai
aspek-aspek fisik, sosial dan ekonomi, kebijaksanaan Propinsi' Kabupaten
serta kebijaksanaan sektoral dan perubahan tatg gUna lahan yang ada'
b. setelah data tersusun maka dilakukan penganalisaan terhadap data prirner
dan clata skunder yang dibutuhkan untuk tersusunnya suatu Rencana umum
Tata Ruang wilayah setelah dilakukan peninjauan ulang (Review) dengan
batasan nrateri seperti yang tercantum dalam bagian terdahulu pada RUTRD
sebelumnya, adapun analisis yang digunakan ;
| ; r r ' r . ' t t l i t | ( t , t t l r t t \
l , \ r u r l i , . ; i ' . l ( r ' 1 ' , . ' 1 1 1 . l 1 1 1 l t t k n r t .
Analisis ini untuk memahand aspek-aspek kependudukan terutama yang fnenrpunyai pengaruh timbal balik dengan pertumbuhan perkembangan
sosial ekonomi diantaranya sebaran, jumlah dan destribrrsi pendudtrk, struktrrr pertuntbuhan dan pergerakan penduduk.
I \ r r : r l i . , i ' ; l i r t r r , l t s ; t t t l l c r l i r r t l q s i l . i t r r l t r t r e :
Analisis ini bcrpijak kcpndn Kcpprcs No. 3211990, nrcncaktrp knwnsart
( t
lirrdurrg, l)ctlytutggn dnn budidaya.
, \ r r : r l i s i : l u t t ' - , . ' i i I t t ' t t t t t t l i i t t t t l t t .
Analisis ini rnernberikan perhatian kepada fungsi sosial dan ekonomi
yang dilakukan oleh masyarakat, untuk menentukan karakteristik
firngsional sistem permukiman dapat digunakan analisis'
r Skala Gutttttan, untuk menganalisis yang mendasari ftrngsi-fungsi'
pelayanal, lasilitas dan inlia struktur, organisasi dan kegiatan
ekonomi yang membuat permukiman menjadi sentralisasi dalanr
sistem spatial
. \ r r; r l r ' i i " l ' ( ' r ( . l i r r t t ' r t t t i i l t t .
r Analisis pergeseran ini mempergunakan indikator kegiatan
perekonomian untuk melihat sektor yang potensial dapat dikembangkan.
r Tinjauan kebijaksanaan pengembangan ekononti wilayah.
r Analisis LQ ini mentPskan cara perrnulaan untuk nrengetaltui
kemampuan suatu daerah dalam sektor kegiatan tertentu.
. \ r u r l i . i . li t ' . t t ' t t t l ' t ; l s i l t : t u i t I t ' a l t s P n t l i t s i .
Analisis ini untuk melakukan kajian terhadap pola jaringan transportasi
untuk mencermati sejauh mana kegiatan firngsional dan ekonomi antar
kota, antar kawasan, antar kota dan kawasan produksi baik di dalam
rvilayah maupun antar wilayah Kabupaten Daerah Tingkat tl Padang
Pariantan.
k r i l r . r i l r r , l , r t r t t i r l t c l . r t i k r n r t g tl i l . r " ' l t t i l r k l t t t p l t ' l r p i l l ; r l ' : P 1 t ( ' i p l l r l i ; t t t l t
l . t . . 1 . l \ l r . l ' r r r r r r r s l ( ; u l l \ ( . n r l r : r l i l ( e r t c : t l t : t tl l t t t t t t t ' l ' : t 1 : t ll t t : t l r g \ \ ' i l : t r : t h .
Sebngaimana yang telah digariskan clalam RUTR Kabupaten Dati ll mengenai
llencann'l'ata Ruang yang ada,maka perlu dilakukan suatu peninjauan kcnrbali
datnnr Kontcks'l'ata lluang sccarn keseluruhan mcrupakan bnginrr dnri proses
Perenconaan 'fata Ruang yang dalam hal ini diartikan sebagai proses untuk
nrcmpobaiki Rencana Tata Ruang yang ada, oleh karena itu peninjauan kernbnli
sebagaimana dirnaksud diatas bukan berarti Penyusunan Rencana Baru akan
tetapi merupakan suatu penyempurnaan terhadap tata ruang yang ada.
t.5. Pertgel'tinn l)asal' Ilcltcnnn 'I'ntn Runng Wilnynlt.
Sebelum melakukan kegiatan Penyusunan Fakta dan Analisa Rencana Tata Ruang
Wilayah terlebift dahulu <tipalrami pengertian dasar dari perencanaan suatu wilayoh. Hal
ini mutlak dan sangat pcnting untuk mewujudkan produk perenc8naan ysng s&ngat
baik. Dalam pecloman peninjauan kembalidan penyusunan RTRW Kabupaten Dati II
digunakan beberapa istilah yang erat kaitannya dengan aspek ru8n9, yang berupa
pengertian-pengertian dasar Rencana Tata Ruang Wilnyah :
l. Rencana Umum Tata Ruang Kabupaten (RUTRK) rnerupakan salah satu komponen
muatan dari produk perencanaan Tata Ruang Wilayah Kabupaten Dati II pada
skala ketelitian I : 100.000 sampai dengan I : 50.000 yang mengandung rencana
tata guna tanatr/lahan, rencana tata guna udarq rencana tata guna hutan, rencana
tata guna nrineral dan rencana tata guna sumber daya alam lainnya dan rencana
pengembangan Prioritas.
Z. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Dati II (RTRWK) adalah Rencana Tata
Ruang Administrasi Kabupaten Dati II dengan tingkat kedalaman serta tingkat
ketelitian peta skala I : 100.000 sampai dengan 1 : 50.000 yang memilikijangka
waktu perencanaan l0 tahun'
M&il Kn6 upaun rDati I I Cbdang Qhriaman
I jr r : c r r l it , r . ' S t t t t t a t 1 | . - 1 . - t . h l c r r r r r r u s k ; r n K c r r r l r : r l i l { e n c : t r t i t U r r t u l t t ' l ' i t t : t l l t r : t t r g \ Y i l : r r : r h .
Sebagaimana yang telah digariskan dalam RUTR Kabupaten Dati II mengenei
Rencana Tata Ruang yang ada,maka perlu dilakukan suatu peninjauan kembeli
dalam Konteks '[ata Ruang secara keseluruhan merupakan bagian dari proses
Perencnnaan Tata Ruang yang dalam hal ini diartikan sebagai proses untuk
monpobaiki Rencana Tata Ruang yang ada" oleh karena itu peninjauan kenrbnli
sebagaimana dirnaksud diatas bukan berarti Penyusunan Rencana Baru akan
tetapi rnerupakan suatu penyempurnaan terhadap tata ruang yang ada.
1.5. I'cngct'liln t)asnr llcttctttt:t'l'atn llunng Wilnyllt.
Sebelunr melakukan kegiatan Penyusunan Fakta dan Analisa Rencana Tata Ruang
Wilayah terlebih dahulu dipahamipengertian dasar dari perencanaan suatu wilayah. Hal
ini mutlak dan sangat penting untuk mewujudkan produk perencanaan yang sangat
baik. Dalam pedoman peninjauan kembali dan penyusunan RTRW Kabupaten Dati II
digunakan beberapa istilah yang erat kaitannya dengan aspek ru8n9, yang berupa
pengcrtian-perrgertian dasar Rencana Tata Ruang Wilnyah :
t .
Rencana Umum Tata Ruang Kabupaten (RUTRK) merupakan salah satu komponenmuatan dari produk perencanaan Tata Ruang Wilayah Kabupaten Dati Il pada
skala ketelitian I : 100.000 sampai dengan I : 50.000 yang mengandung rencana
tata guna tanaMahan, rencana tata guna udar4 rencana tata Suna hutan, rencana
tata gpna ndneral dan rencana tata gUna sumber daya alam lainnya dan rencsna
pengembangan prioritas.
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Dati II (RTRWK) adalah Rencana Tata
Ruang Administrasi Kabupaten Dati II dengan tingkat kedalaman serta tingkat
ketelitian peta skala I : 100.000 sampai dengan I : 50.000 yang memiliki jangka
waktu perencanaan 10 tahun.
2 .
l . ' i c c t t l i " t ' ( t t t l l ' t t i
3. Peninjauan kembali adalah usaha untuk merrilai kembali kesahan Rencana Tata
Ruang dari keseluruhan kinerja penataan ruang secara berkat4 termasuk
mengakomodasikan pernanfatan yang dirasa perlu akibat adanya paradigma serta
pcraturan/rujgkarr baru dalam pengenrbangan dan penataan ruang.
4. penataan Ruang adalah proses perencanaan, pelaksanaan rencana dan pcngendalian
pclaksanaan Rencana Tata Ruang.
5. llclcana'l'ata llualrg ndalnh hasil perencnnflan tata ntang berrrpa rcnc[na-renc8n8
kcbijaksnrraatr sccara tcrpadu untuk berbagni kegiatan.
1.6. Dnslr Ilukunr I'enyusurran R'I'RW Knbupaten Dati II l'ndnrrg I'Rriamatt.
Dasar hukum yang menjadi landasan bagi kegiatan Perencanaan Tata Ruang zuatu
wilayah adalah :
l. Unclalg-urrclarrg No. 5 Talrun 1960 Tentang Perubaltan Dasar'dasar Pokok
Agraria.
2. Unclang-urrclang No. 5 Tahun 1967 Tentang Pokok-pokok Kelrutanan'
j. Unclalg-undang No. Il Talrun 1967 Terrtartg Ketentttan-ketentuan Pokok
Pertalnbangan.
4. Undang-urrdalrg No. I'tnhun 1972 l'entartg'Iransmigrasi.
5. Unclang-unclang No. 5 Tahun 1974 Tenlang Pokok-pokok Pemerintalran di
, Daeralt.
6 . t J n d a n g . u n < I a n g N o ' t t ] . a h u n | 9 7 4 ' f e n t a n g P e n g a i r a n '
7. Undang-rurdang No. 5 Tahun 1979 Tentang Pokok-pokok Pemerintalran Desa'
8. lJndang-unclang No. l3 Tahun 1980 'I'enlang Jalan'
9. Unclang-unclang No. 4 Tahun 1982 Tentang Pokok-pokok Lingkungan t{idup'
10. LJndang-untlang No. 5 'fahun 1984 Tentang Perindustrian'
t t . l-lrrdang-undang No. 5 ',tahun | 990 Tentang Konservasi surrrber Daya Alam dan
I l a y a t i .
12. [-lrrclnrrg-rrndaltg No. 9 Tahun 1990 Tentarrg Kepariwisataan. I 3. lJilclailg-trrtdarrg No. 24'l'altun 1992 ]'entang Penataan lttratlg'
l . ' . r r : r r t i r e : I r r a 1 1 l4 [.lndrrrrg-rrrrrlarrll No. 4 'l'nhun 1992 Tcntnrrg l)crurnnltatt datt Pctttttkitttatt. l 5 I t t : r i r l r r r ; r n I ' c r r r c r i r r t a l r N o . 2 2 ' l ' n l r u r r 1 9 8 2 ' l e t r t a n g ' l ' n t n O n r a l ) c l t g a l t t r n n A i r , l(r I'craltruut I'ctttctirrtalt No. 23 'Inlrun 1982'l'crrtnng lrigasi.
17. Peraturan Pettrcrirrtalt No. 26 Tahun t985 'Ientang Jalan. 18. ltcraturan Penterirttalt No. 28 Tentang Perlindulrgan [{utan.
t9. l)craturan Pcmerintah No. 14 Tahun 1986'I'entartg Analisa Dampak Lingkungan. 20. Peraturzut Pernerintalr No. 14 Tahun 1987 lentartg Penyerahan Sebagi&n Urusan Penrcrirrtah cli l3iclang Pekerjaan Umum kepada Daerah (LNRI No. 25 'l'ahun 1 9 8 7 , I L N N o . 3 3 5 2 )
Zl Peraturan Penrerintah No.6 Tahun I988 'lentang Koordinasi Kegiatan Instansi
Vertikal di Daerah.
22. Keputusarr Presiderr No. 12 'l'alrun l990 Tentang Pengelolaan Kawasan Lindung.
23. Keputusan Presiclen No. 33 'l'ahun l99l Tentang Penggunaan Tanah bagi
Karvasan Industri.
24. Unrlang-undang No. 24 l'ahtrn 1992 Tentang Penranthatan Ruang'
25. Keputusan Mcnteri Dalarn Negeri No. 33 J'altun 1992 Terrtang Pedontarl
penyusunal Peraturan Daerah Rencarta Struktur'[ata Ruang Propinsi Daerah
'l'ingkat I dan ltencana Umum Tata Ruang Kabupaten Dati II.
26. peraturnn l)acratr No. l3 Tahun 1994 lentang Reltcana'l'ata Rtrang Wilayah
Propinsi Sulnatera Barat.
BAB
II
rI NJAI.JAN
RTNCANA
TATA
I]UANC
KABUPAITN
DATI
II PADANG
PARIAMAN
I : s r : c r r t i v c S u t t l t t t : t l v
BAB II
TIN.IAUAN
RENCANA
UMUI\{ TATA RUANG
KABUPATEN
DATI II PADANG
PARIAMAN
YANG SUDAH
ADA
2 . 1 . A l r : r l i s i s l r t r r g S t r t l l h r \ t l : t
2 . t . 1 . ; \ r r : r l i , ; i s l i t q c s r r : r i t u r l , I h : l l t
Penilaian kesesuaian lahan merupakan penggolongan sistematika untuk tujuan
penggunaan pertanian yang meliputi pertanian padi sawah/tanaman pang8n lshan
basah, pertanian, pertanian lahan kering dan tanaman keras perkebunal/tanaman
t a h u n a n . P r o s e d u r p e n i l a i a n m e n g i k u t i c a r a y a n g d i k e m u k a n o l e h P u s a t
Penelitian Tanah Bogor. Kriteria yang digunakan adalah dengan menggunakan
kelas kesesuaian lahan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tnbel 2'l'
I
2 . I . 2 . , \ n : r l i s i s I' o l t ' n s i l ' i t r t t t h t ' t ' l ) n 1 ' n A i t '
Berdasarkan hasil pengamatan dilapangan serta data-data yang diperoleh dari
berbagaiinstansimakapotensisumberdayaairdapatdikembangkanmeliputi: a. Air Pernltrkaarr Aliranpermukaandiperolehdarialiransungaisebanyak23buahsungai' diantaranyal?buahsungaimengalirdiKepulauanMentawaidanllbuah sungaiyangmengalirdiKabupatenDatillPadangPariaman. b. Mata Air
pemunculan mata air tersebar pada beberapa tempat terutama sekitar
Sicincin.Pemunculanberasaldaritufabatuapungdengandebitsekitarl liter/detiksampaidengan30liter/detik.SedangkanuntuklembahGunung
Tandikat pemunculan mats air mencapai 250 liter/detik keluar dari batuan
lava.
. , . . 1
@ Krrlrpdten f'dii I I cPadang Qariaman
I i x c r : r t l i r t :
' T A B E L 2.1
IIASIL PENILAIAN I(NLAS KESESTJAIAN LAIIAN DI KA BT.IPAl'f, N I}ATI IT PADANG PARIAMAN
P:rdi Sarvah S l n S l n a S l a e S l f x S l s a S l n d S l n S l n d Ml snt M2 ndct M2 nat M2 aet M2 nst M2 nd 1 , 1 , r ' r : Sl Sangat Sesuai S2 CukuP Sesuai 53 Sesuai Marginal
Ml Tidak Sesuai Saat Ini
I\t2 Tidak Sesuai
n s e t x ' f c d a Kesuburan Zone Per Erosi Topografi Salinitas Genangan Kojenuhan Al Drainase ReaksiTanah Tanamnn Taltunan
. s l
S l a S l f x S l s d Sl ndc 52 nd 53 nd 53 ndc 53 ao Ml ndct Ml sndt M2 ndct M2 aet S l n Sl fx S l n s S l s d f S l n f 52 nd 53 ndc Sl ndct Ml snt M2 ndcl M2 nat M2 aet M2 nstNW t) Kp6 upatc n Q)ati I I ctadang Qariaman
penranfaatan mata air skala besar dapat diambil dari produk Gunung Api
Tandikat.
Air'lanah Dalarn
Dari hasil data Bor Proyek Air Bersih Departemen PU di sekitar Kota
Pariatnan,jiwi-jiwi,GelembungdanLubukAlung'lapisanpembawaair (Akuifer)palingdangkalditemukanpadapadakeda|aman6l,0meterdari
rata tanah setenrpat, dengan kedudukan muka air tanah dalam atau tinggi
penyetaraan air (]'PA) sekitar* 0,75 sampai 1,5 m dari rata tanah setempat,
ini menunjukkan bahwa sumur Bor tersebut ada dalam konclisi artesis' debit
yang keluar mcncapai sekitar l5 liter/detik'
Air'l'anah Dangkal
I)emanfaatan air tanah dangkal cukup potensial untuk kebutuhan sehari-hari'
keadaan fisiolografis, sifat batuan dan curah hujan cukup tinggi, sehingga
c|ataranrenclahPariamanCukupiclealsebagaidarahcekunganairtanah' l J a t u a n p e n y u s u n n y a t e r d i r i c l a r i p a s i r h a l u s s a m p a i k a s a r , k e r i k i l d a n
kerakal. Muka air tanah 0,20 sampai 1,5 m pada waktu musim penghujan
seclang pada waktu musim kemarau 0'40 sampai 2'0 meter dari rata tanalt
setempat. !
: . l . t . \ t t l , l i ' i i t ' l' 1 ' 1 1 1 1 t " 1 t 1 ' 1 r r t 1 ! l t t l K : t t r ' ; t ' i l t t t li i s i h
Dari hasil analisis kendala fisik yang diperoleh didaerah Padang
Pariaman'
terbagikeclalamzone.zonepengembanganfisiksesuaidenganhalanperuntukan sepertiuntukperkotaan,pusatperdagangan'jalanrayadanpelabuhanudara
yang mazuk kedalam zone ! zone lI peruntukan sama dengan zone I hanya
tidak
digunakanuntuk|apanganterbang,sedangzonelllperuntukankegiatantempat
rekreasi umum' perkotaan' permukiman'
Kendala fisik yang ada di Kabupaten Dati lI Padang Pariaman meliputi zone
gempayangadadisekitarSungaiGeringging,zonasesarterdapatdiperbukitan-perbukitzuryangadadiPadangPuiaman.Untuklebihjelasnyadapatdilihatpada G n n r b a r l L l '
d .
ffi '' K,r6 rir: t e n tDa l i I I cPndan g Qariaman
lii:tii.:i4 I o ta x ts
,,i''i
i)/1t1
/a
./.r ,l//'>
tr ... r {'j rt l a - l I t . l r l l r . l f . l l y ( r : ! ; -,: R :t !, c z L . :i i
l
l . l l t 1 : , ; E ! : i i D i : . D r t C'r
r
h O' : i - t I r = r q i T> c : r ! i! O - 1 . i r l -l C (4 (: r r | D X l n' t ' . u () l r u . ( . i l , Z l r , F i : ; r I I u n u D I n 2 I r \ iI
l r lr
a I t B cn
rl-{ )' -lt P a t In
l. v cI
i r r 2 , j \ //-l
!
J,
?l
! i I I r l la , I x c t , - l t l - . ,J '| t 07
1\ .tJit
"':,'.ll't
i . ' \ ? rt r, ) ) x t , I t . c| t, t , ' l \. I I l ' i . ! \r (
r l \ \ ' . . J 1 ' " . .,. --I5 r
f i H[''li:::-
,__h'
) r t: ' - . / : r'Mjl
i
' . \ t 0 ) | \ ' - . - ' - l I i : y 2 ! r, Iti
i l b', !)
_ Jil
( lrj
' , J:'il/
tffii
t
, q oE
I a { r I : t - lI
i lIt
li
6i1'
'ir I
c t ! i : X i o x I r l - l ! I I I;[
'-'r E FJ lllli ; bl Fl fi'fl
tll H fl! lil iii ii] E
[E
FF
iai'1
EF
rif i ;$5
f I r
?"i 5{ f g g z s g i ' e g E-
E
irEi :++i';
:
Ef
Bg
( i . U g ' 2 . 7 F . ! - -' j - . i , i EII EI E
L t riiliiiEigiF
- FF?
ilg i[
l,rN
t5t
Ii
I o v 3 ID . DT.
x ; m 2, 0 } P b ' r .rt U', x . . _ * _ . . t i'j .,,rfl
1v ( ) l:,Z.
'l>-l
'.1>--f
.I;,
':('l
( . : :. l >
"'.v6)
It
t '
'
.1:,
l > - { :7{
.t,
rll
C:.
-r)
) "--l
rrl
::. r . . . J . t ,,:.:!
: :" 1.,
.t:,
r._l
'lr,
,;: ( ; ) tl ;lJ
iI
{ I ,i ri
i
tl l: ir li l i I' ii h t; l l t ' l I I lir
f t:p
;LI
J : " l;,r,i.;
" 7I ix t : r : t r l i v t ' S t n t t t t t : t t v : l I I l r l , - ' r r l i l i l : ' r s i l ; ; s l i l o t . f 'r - r r [ : c t t t l l l r t g ; r r t l ' i . ' : i l
2 . 1 . 4 . 1 . I d e n t i l i k a s i l ; i s i k
Terbagi rnenjadi kawasan resapan air yang selaras penyebaran vulkanik
muda produksi vulkanik Maninjau untuk bagian utara dan wlkanik
muda produk Gunung Tandikat dan wlkanik tua pada bagian timur
selatan.
Untuk bagian utara batual terdiri dari tufa batu apung, merupakan
' jcnis ranah sttbur unttlk pertanian dan vegetasi lainnya. Lchatnya
vcgctnsi terutalll1 sentak belukar akan membantu daya peresapnn air
pclrrnrknnl kcdnlarn talrnh. Ilnlns pcrtrbatan utatn0 atnu gnris pcrrrisnlr
bcrtaku di Kepulnuan Mentawai. Sedang lainnya adalah nrelakukan
itlentifikasi terhadap hutan lindung dan hutan penyanggg dengan
bcrbagai pengertian dan kriteria yang ada'
2.2. Kcpettcltrclttlialt
tlal-halyang berperrgarult terhadap perkembangan sumber daya manusia di Kabupaten Dati II paclang Pariarnan terdiri clari perkirann jumlah penduduk, penyebaran penduduk dan kebutulrarr fasilitas. Untuk lebih jelasnya perkiraan jumlah penduduk dapat dilihat pada I'abel 2.2.
2.3. Pcngclrlbitrrgart llkottnrtti
Dalam pembahaiiannys mengenai masalah sektor strategis juga mengenai kawasan
strategis. Adapun penjabaran masalah sektor strategis adalah :
| [ ' e t t t l ' ' i t t t , g t l n a t l I ) r i l s i l l i l t t i t p c t k o t n a t t '
2 l ) e ' r r l . , ; i l r r : i l i l n n p t i l s i i l ' l l l a k c P t . J a n d i l t r a r ' l l e l k o l a a t t .
j i , * r r r l r : r r r q u u ; r r r p l s t t - p r r s l l i n c l r r s t r i / r ' v i l a v ' a h p e t t g t : t t t L r a t t g a t t i r t d t t s t l i ( \ \ ' l ' l ) ' ' : l ['ttltlrittt.sllttatt l t r t s i t t - l t r s a l l t a l i r v i s a l n ( k i t u ' i t : i a r r t t r j t t a r l r v i s i l l a ] '
I i x c c r r l i i ' c : S r r t t t t t u t t r
] ' n I l H . 2 . 2
l ' l a R K l l l n n N . l U M l , n I I I ' l i N l ) t l l ) ( lK
KnBt lt)n'l t;N l)n l I lt I'n t)nN(i I'n tUAMnN "rN I(JN | 989 - 2009
Kcr:lrrrirlnn / Kttl il'
Srrrrgri ( icr irr1ltr',rrrg Sungai [,irnnu
V Koto Kanprrng Dalant Kotif I'ariamnn
VII Koto Sungai Sarik 2x ll Enarnl-ingkung Nan Sabaris Lubuk Alung Batang Anai Sibcrut tJlara Sihcrut Sclntnn Sigrra
I'agai Utora Sclatrut
J r r r r r l l r l t
Kabupator Dati Il I'adang Pariaman Rata-Rrta Tingkat Pcrtrrnbuhan/l'ahut 48,452 40,480 4t,435 1 4 5 , 5 5 0 57,195 52,144 30,898 4 l , 8 6 6 35,1 90 * l ' f f ' l / ' 22,369 t 5 , t 9 5 29,429 36,392 l 0 j . ; t r i 5 596,595 48,35.5 39,261) 40287 1 8 t , 0 3 4 54,860 5 l ,l 3 5 27,238 39,754 36.82t _ : l s . ; . 1 l-27,072 16,483 40,453 44,683 -*l]'l ($l-(A7,435 I 2 3 4 5 6 8 I 48,744 ,14,37 | ,15,076 75,U2 (4,8r2 55,292 4 5 , 1 0 2 zl8,9O0 30,7r 9 .J.'is /':is 12,b20 | 1,905 I | , 3 3 1 t9,cfiz : i i . 5 t s 514,176 4tl,6,l(r 43,034 43,828 94,083 62,166 54,222 39,760 46433 32,t42 4 8 , 5 4 9 4 1 , 7 3 7 42,615 ll7,020 59,629 5 3 , 1 7 3 35,050 44,O91 33,632 l 7 \ . . 1 ' t ( , r 8,483 14,008 2r,409 29,UO , 1 , ' 1 . 1 I I 1s273 12,914 r 5,575 24,141
I i. r e c r r t i r , c S t t I t t t t t i t I ! ' . t l . I t t : t t t l r i t t t . * t t t t i t t l 1 t i ' 1 l t t t t t t t t t g i t t t . ( i I ' c t t t b i t t t . q r t t l i t t l l ) t t \ l l l p e : t ' c l a g a t t . q a l t . 7 l ) r : t t t b ; t t t g t r t l l t t l llttsll -1lr l s n l l)ct'lllllkitttatt hat r r' t l l l c r r r l ' ' i l r r s t r r r a t r p c r tr rr r i t l r i t r r i k l t r ' i l s a r t ltcrttlt:tl titt t. ( ) . l)(:tttl''tlttgtttliltl l ) c l . l i l l l l a l l | ( l I ' c n t l l t t t t l t l l l i l l l l t c l ll t t t t I l l t t t t , : i t t t I I l r t ' t t t l l ; t t t t l t t t t l t t t [ : t ' l t t t l : t t l l t t t
Sedang kawasan strategis yang dinilai adalah :
L K c p t t l : t t t : t l t l \ l c t t l l t r t i t i 2 . h i t w i t s i t t l I ) c s l t K c t i t l t i r r g : i . l ( i t w a s a t t l i o l i t l ) a r i a t t t a t t .
z f , l ( l r r i r s a r r - t i r l u r ' I r a t l n r r g - l . t r b u k A l u n g - l ) a r i a t t t a t t - S t t t t t l a i l - i r r r n t r l < c i l r a h ' l i k t r '
Untuk kebutuhan fasilitas yang ada, tahun perencanaan sampai dengan 20 tahun
mendatang seperti kebutuhan pasar' listrik dan air'
2.4. Strrrktur PcrwilaYahnrt
Kebutuhan terlradap pusat pengembangan didifinisikan sebagai suatu kawasan yang oleh
karena ketengkapan fasilitas sosial ekonomi, maupun pengembangan ini memiliki ciri
utama antara lain sebagai pusat kegiatan perekonomian dan memiliki populasi penduduk
yang tinggi. Dengan menggunakan metoda P. Median Algoritma yang
mempertimbangkan faktor jarak dan tingkat keterpusatan fasilitas-fasilitas dan utilitas
diperoleh 2 pusat pengembangan yaitu pusat Pariaman dan Pusat Lubuk Alung' Dalam
penilaian hirarki pusat pengembangan wilayah terdapat 5 wilayah pengembangan yaitu:
pusat Pariaman, Lubuk Alung, sikakap, sioban dan Muara siberut'
ffiN/'l$6upat e n <l)nt i I I {Pa[ang Qdriamdn
I i s c c r r l i r , c S t t t t t t t t a t t
2.5. Poln Orierrl:rsi Pcrgcrnknn
orientasi intenralyang ada unrumnya merupakafl pola pergerakan barang dan orang dari
pusat ke pusat lainnya dari pusat ke daerah belakang dan sebaliknya. Orientasi internal
lebih banyak bergerak di dalam seperti di Kabupaten Dati II Padang Pariaman Daratan
dan Keptrlauan Mentawai.
Oricntasi ekstemal yang ada umumnya lebih banyak bergerak melalui arah kodya Padang
baik nretalui laut dan udara karena belum ada jalur penghubung langsung ke Kabupaten
Dati tl Padang Pariaman.
2.6. lleltcnttn Akrltn.si I'cttggttttnnn llttnng
Rencana umum Tata Ruang wilayah Kabupaten Dati II Padang Pariaman dilihat dari
berbagai masukar\ antara tain dari rencana yang telah dizuzun daerah' tingkat kesesuaian
lahan, teknologi yang mungkin digunakan dan dimiliki serta pertimbangan-pertimbangan
penggunaan lahan saat ini, baik yang mempunyai potensi ekonomi untuk digarap
maupun cara-ca[a penggunaan lahan yang justru mengakibatkan kemunduran lingkungan
dikemudian hari.
Kajian tersebut dapat dirumuskan dalam kawasan-kawasan yang antara lain berupa
kawasan lindung, karvasan penyangge, kawasan budidaya tonsman tahunan' kawasan
budidaya pertanian lahan kering, kawasan budidaya lahan basah, pemukiman' pariwisata'
perikanan/tantbak, industri, pertambangan dan lain-lain'
. 1 . 6 . 1 . K : t t t : t s : l l t l, i l t t l t l t t g
Mengingat Kabupaten Dati II Padang Pariarnan ini mempunyai potensi hutan
y a n g s a n g a t b e s a r d a n m e m b e n t u k s u a t u e k o s i s t e m y & n g s a n g a t l u a s , m a k a
rencana pengembangaqnya dilakukan dengan baik agar dampak negatif terhadap
perubahan ekosistem dapat diminimalkan sebagai contoh dapat disebutkan
bahwa ridak seluruh rvilayah perencanaan akan dibudidayakan' sehingga
diantaranyadijadikankawasanlindungyaituperuntukansebagaihutanlindung.
# # '
-WtXl t,'Xn6 updt e n tDn t i I I rPaf,dn 11 Qtaiaman
I ix c c r r l i v c S t r t t t t t t a
2 . 6 . 1 . 1 . l l r r t n n L i n d u n g
Adalah kawasan yang keadaan dan sifat fisiknya mempunyai sifat
lindung terhadap hidroorologis, flora dan fauna juga ekosistemnya.
I t e l t g : t t t u ' n n :'
O Tidak diperkenankan adanya kegiatan budidaya didalam kawasan
ini.
fl Flora dan fauna yang ada didalamnya harus dilindungi'
Q Harus dilakukan rehabilitasiterhadap unit-unit lahan hutan produksi
dan yang bukan hutan dalam rangka mewujgdkan kawasan hutan
lindung.
U'l'crhadap hutan produksi didalamnyn pcrlu diadoknn pcngatttrnn
dlrr pcnlawesen yang kctat clnlarn ckspltlitusinyl'
l . o h r t s i :
o Kecamatan sungai Geringging, VII Koto sungai sarih 2 x ll
Enam Lingkung, Lubuk Alung dan Kecamatan Batang Anai,
Siberut Selatan, Siberut Utara, Sipora'
2.6.1.2. Knlnsnrt lh.Itnn Sunkn Alarn
Kawasan suaka alam berfrrngsi melestarikan flora dan fauna sebagai
sumber genetik (plasma nutfah) dan ilmu pengetahuan pada
lokasi-lokasi yang mempunyai persyaratan atau kriteria'
P e t t g : t t t l r n t t :
fl Tertutup bagi. kegiatan apapun, kecuali untuk kepentingan
pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan serta untuk
kepentingan pelestarian sumber air'
o Tidak diperkenankan membawa benda apapun dari daerah suaka
. dam tanpa izin tertulis dari pejabat yang berwenang' ataupun
memajukan benda-benda lain kedalamnya'
H x c c u l i v e S t t t t t t t t n i v
[-okasi .
' Kecamatan 2 x l1 Enam Lingkung.
I
-l (r I Kaivaslrr I'crtyartgga
Kawasan yang berfungsi menjaga kawasan hutan lindung terhadap
kawasan budiday4 didalamnya diperkenankan adanya budidaya terbatas
sejauh menunjang fungsi lindung.
l l r - ' l t g l t t t t t l t t t :
( Terutama cliarahkan kepada tanaman keras'
' Kegiatan budidaya lain rnasih diperkenankan'
. I.IutRn produksi masih diperkenankan dengan Jtengawesan dan
Pengaturan Yang ketat.
| . o l i a s i :
' K e c a m a t a n S u n g a i G e r i n g g i n g , V l l K o t o S u n g a i S a r i k ' 2 x l l
E n a m L i n g k u n g , L u b u k A t u n g , B a t a n g A n a i , s i b e r u t S e | a t a n '
SiPora dan Pagai Utarc Selatan'
. l t r . i h i t t ' , i t s i l t t l l r r r l i t l a - v l t ' l ' i t t t i t t t t i t t t ' l a l t t t l t ; t r r
Adalah kawasan budidaya tahunan/tanaman keras sebagai tanaman
utama,yangberfungsimenghasilkanbnhanpanganbekasbaharrpokok
dan kenyamanan dengan pengelolaan secara teknologi sederhana sampai
tinggidanmemperhatikanazaskonservasitanahdanair.
l ' c t t g i t t u t ' a t t
' Perlu intensifikasi budidaya tanaman keras yang ada'
' Penenturan jenis tanaman cara penanaman'
.Bagbudidayalainnyayangsudahadamasihdiperbolehkandengan
. syarat memperhatikan azas konservasi'
. A p a b i l a d i l a p a n g a n s u d a h a d a p a t o k k e h u t a n a r r ' m a k a
peruntukannya ditetapkan sebagai hutan'
I i : . q : c 1 1 1 i 1 , g S t t t l l t t t a t r
U Apabila hak guna tanah rnasih diperkenankan sejauh nilai konservasi
tanalr dan air minimal satna atau lebih tinggi dari tanarnan semula.
l , o l i : r s i :
U KccarnatRn Sungai Gcringging, Sungni l,inrau, Vll Koto Sungni
Sarik, V Koto Kampung Dalam, 2 x ll Enam Lingkung, Lubuk
Alung, Siberut Selatan, Siberut Utara, Sipora dan Pagai Utara
Selatan.
2 , ( t . ' 1 . l r . l r r ' : r s ; t n l l u d i d a l ' n P e r l a r t i n n L n h n n K e r i n g
Kawasan ini berfungsimenghasilkan bahan-bahan pangan dengan sistem
pengolahan tegalan dan didalamnya terdapat tanaman palawij4
holtikultura dan tanaman pangan lainnya.
I t c r r ' l : r { r u . : l r r i
tr Mempertahankan tanaman yang masih ada.
O Budidaya tanaman lainnya yang sudah ada masih diperkenankan.
n Untuk tingkat kesesuaian lahan tidak sesuai saat ini perlu
pengaturan pengelolaan dengan ntasukan teknologi misalnya teras,
baik teras bangku maupun teras lain-lainnya. Hd ini lanjutannya
untuk tetap mempertahankan situasi hidrologis yang seimbang.
[ , o l < n s i :
E Kecamatan Batang Anai, Lubuk Alung, VII Koto Sungai Sarik,
Sungai Geringging, Siberut Selatan, Siberut Utar4 Sipora dan
PagaiUtara Selatan.
2 . ( ; . 5 . I \ l u ' f l . i : t r t I l t r t l i r l n v : r lt c t l : u t i l t r t l , l , h : t t l
Kawasan buclidaya O.n*,* dengan sistem pengelolaan memerlukan air
secara bergilir musim atau terus menerus sepanjang tahun dengan
tanaman utama padi.
Perrgnturnn :
O Perlunya usaha untuk kearah perbaikan drainase.
E x e c L r t i v e S t t t t t t t t a l v
o perlunya pemeliharaan sumber air untuk menjaga kelangsungan irigasi.
oMengenda|ikanperkembanganpemukimandanbudidaya|ain. tJ l)cngarurarr dcbit air irigasi .sehingga tidak tcrjatli kclcbilran dnn
kt:kurnrtgntl nir. l,<ll<nsi :
n Semua Kecamatan kecuali Pagai Selatan'
2 . 6 . 6 . l ( : t t : t s : t l t I ' e t t t t t h i t t t n t t
Adalahruangpengelompokanbucliclayapernukimanyangdiperuntukkan
untuk lokasi bangunan dan pekarangan penduduk'
Pengntttrnn :
o D i c l a l a m p e r u n t u k a n p e m u k i m a n p e r l u d i p e r h a t i k a n r e n c a n a d a n
Pengaturan teknis Yang berlaku'
o Bagi pemukiman ditepi sungai (menggunakan aksesibilitas sungai)
Perltr dibangun dermaga kecil'
l , o k n s i :
E Semua Kecamatan'
? , ( r . i . I r . : t r r ; t t : l r t l ' : t t ' i r t it ; : t l l
Kawasan budidaya pariwisata adalah unit lahan yang merupakan tujuan
m a n u s i a u n t u k b e r e k r e a s i , b e r i s t i r a h a t a t a u a d a y a n g b e r k e g i a t a n
menunjang bahkan mempunyai jasa pelayanan bagi para pen8unjungnya
kawasanpariwisatajugaberfungsipenghasilbarang/jasayangbersifat reaktifberdayailmupengetahuandansebagainya'Kawasaninidapat berupakeadaan(danau,hutan,sumberairpanasgunung,dll)atauareal
kunjunganyangmempunyaisaranadanprasaranapokokkepariwisataan (fasilitassosiat,bangunanakomodasi'toko-tokosouvenir,rumahmakarr'
sarana olah raga)'
WXtiiopoten cDati II Qadang tPariaman
l l x c t : t r t i l c S t t t t t t t t l t t t '
P e n g l t t r r n n :
tr lvlengendalikan budidaya disekitarnya yang dapat merusak kcindahan lingkungan sekitar objek wisata.
tl Apabila cliperlukan bangunan kepariwisataan disekitar pantai maka henclaknya memenuhi aspek teknis antara lain :
| ) l ' r ' n t l t t l i t t t g l r i s tc p i Il t t r l ; t i ( ) l..clt:stalial l < c i r l l l l t n r r l l i r r r l l i tl a t t p c t t l l i t t r t l t t l i r r i I ' i t l t l t t i t 1 ' r ' n r r i l . i s l t t t p : t l l l i l i i ) t. r,r jrp1lfl1 tlnrrg,rrrrarr l r c r r < l r k t t y a r l i p c r l r a l i l : l r r ! ; t ' l t i t l ' . l t t : t I t r * ; r , 1 r 1 p i t r r l n i t c l n p lc r l r r r l . . a / l i t l a k n l ( ' r n c : l l i k t ' i r t t l i t h i t r t l ) l l l l ; l i l,oknsi i
o sepanjang pinggir pantai Kecamatan sungai Lirnau dan Kecamatan
Pariaman, Tua Pejat (SiPora)'
? . 6 . l t , I t t ' t ' i l i : r r t : r r t / l : t t r t l r l t l t
Karvasan budidaya perikanan berfi.rngsi sebagai penghasil protein hervani
pada lokasi-lokasi yang mempunyai kriteria sebaSai berikut :
P e l t g n t t t r n t t :
nMempertahankanarealbudidayaperikanantambakyangada.
o Perlunya perluasan areal periksnan darat pada tempat yang sesuai
. dengan kiteria sampai menguraflgi produktifitas lahan disekitarnya'
tf Penerapan teknologi yang sederhana sampai tinggi guna
peningkatan Produksi'
l,oklsi :
tl Kecamatan2x ll EnamLingkung'
: . ( . , r : " l 1 ; 1 ' . ' : r ' ; r t r t l l t t l r t t ; ! t ' i
Adalah suatu kawasan yang untuk pengaturan lokasi ruang bagi kegiatan
inclustri secara optimal ditinjau dari aspek ekonomi, sosial dan fisik serta
kelestarian lingkungan diperlukan persyamtan tertentu'
$tn$t)'l(f6upnten cDati II chadang (Paiaman
I i x c c r r l i r c S t t t t t t t l t t r
Pengaturnn :
fl Untuk industri yang menimbulkan pencemaran air atau
menghasilknn sampah, sebaiknya dilengkapi dengan bangunan
pengolahan sampah dan pembuangan limbah.
o Bila diperlukan bahan baku dari luar, pengangkutan bahan baku
lc:rscbut scbniknya buknn pada janr-jam sibuk.
U l)logrlrrr pcrrgcrrrlrmg,trn in(httrlridnprrt tliscsrrniknrt dcttgtttt t0llclllln
sektoral yang ada.
l,oknsi :
O Kecamatan Batang Anai.
untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.3, Tnbel 2.4 dan
G n m b a r I I . 2 .
WW I Xp A rpd t e n q) ai I I {fu {an 6 Qaia m n n J { a { a m a n
Execrrl ivrr Sttttttttat rl
F,
Ef,
[:l
[;-IEll},11[,]llt
19ssil$sttl3}lt
n$$tsft}i,1,
$[$!lil{}'}1
s'9$3
H?
r,
!ii1[fi
NT
r{
3 . 133
{11stitlt
$H$33iiii
Eg
IT
l ! n n1u1i}i$,t1s}t
lr{11
I!I}}
O\ ll s d s t l \ l l I 5 t . t t* l
E I a. l a l g 1 ?, E n t E ,c ^tl ac( n \ { i a i g \ €i, t E ! t, t!I
t
E
E €t
Ls
F l c F I E" r H
t \ l F q lhfaman II - 1.1[ . , x c c t r l i r . c S t tt t t t t t : t t r I
F
d G i ;= o if
l t 5 F , g ta ' t l 5 t ' i r i T t * A o a lL$i$$$ifl$
!s -_--l
llialsill$ilr$l
'
$$,
s { $
i$!iisltil}r
g
o a j ,r
l! ! q e [ i 6 f l,
[ [ g l
fi$f$$ttuft$$
lli*lllllll-$$
rg$*li,lisitlr
{ rlii
R 6I$
, E ' t irii
I i i i ; ; : l l lL
i
f
t t I {II
if
!e
I I O. "'r
! rti.i' l l : 'I
t
tI
I :4 .; ,, { : tfafanau ll - 16I i.recu I ivrr Sr rrrrrrrnr r {
I
$fu$
{ur
Fs[ini{!
f $##i3$#
F
[x{rui{
$ff$fff
E
,-a
a &F
r
t E aI
a iE,
$f,;$gir$t
€$$u[
fl
fififrf
!is
r
{. F
$ I 9 TTE
! ! 8 [i:
Fi
$i{-}
rrrl!
EESBi
$i$'i
st
rT
,tr!
t[ofumnn II - 17I i s c c r r l i v c S t t t t t t t t a t
FsEiE*$Eg$$6i
g,E
' o o r + h O r ( ' ' e 3 3 8 8 3 . { t l a t t t C { t t's'F
'F'Fp
o N ' o o Nggsg
inqEtt*s:4n35
i3$33:83$$t*g
RBg.3.ER
" i g R - F o r-o! N ' . : . i d i + v i v t r o o o i g : S I H5 A
d dEpE
n ! F T * Fs{ f,
.!E5
l l l I U ) / , t l j &"s
tils
ti
EfiIgfl
5$3J.5
r l l I n I q g U * o 0 -. E ?E - U . E
4
E€E€!
EEEEF
EEE$g
f t l | [ l l I < n O O s r }t li :: .a (;-$
n$a$$
3
gigI;$F
. Dt)t s
3 { g F $ l lEEE
*s:
' l > c {E F x : ol) ' a E 6 Z f . F A E U . E . q 9 J *sst
E E X v ) o a ' n 8 8 8 s- 9. 0" v] O h t d \ o -O Q o o c ) n ; ' o o o o F t h -- -- q n " o ! i r { c t f r - t R 3 8 + 6 6aFFFna
s'F'Ri
r i c i - Isgl:glls
3f3E
:5 o\ s s e.l :t d ,l ltu
n n-!c a \ n-T . F g G u tcu
o Y. \) s. .a € !3 { tt c4 ca ,a$ ra EI {as
r t \ F I : ; i o t J . o t r 6 l q ) F . q ' o \o q t a l n a . ! . + t a a l . a t 'Jfa{am.ttt II - I8c*t
.l>.Z,
J:"
-l
]:r.-.1
lrb;TJ
C:
I,,
Z.
fr')'Jt,
_t_
;,\J:"
tU
(::: ' , *l'J.l ,,
*-l
Irl
7-(;-t
J : ,
:::!
. : .:".u
J : )
r:.J
tr:,
:'l
(,:ll
J >
;l,l
_l:"
. '.,:i';
' ' : 2 . * 5 & ' { w o t q ; :[ 1."
il
't/'
ii 'r
:\ oF)
I it a x lr > }, lrg
\ r \ ( \. A I t a l !u u' . t U D i : r t . 2 i il ii ti lili
I I i . il f, ri
l I i \ ti
i
Irl E
It F 2 t? !, g t ? 7. I c t ' ! g !!f,if
[E!,
f E
F F
; 5 i irE
E
'E
FlFfF
'': Ei i'i$
I T i ! : F s E
E
i g s
5,i F'e
E 5
E " " g , ? E d ; f ! ; r r r E 1 f ; 1 5 5 = E 3 6 " F : 8E ; ' ! H F 7
i s ll 3 i E s ! i F 5 E " i g l l L ! t q , 1 - t rb s
!-ffi frfi]
illill
N t,t
fifiF$ffit3
E lo{
l.l i\}1
I't
llt
ffi
'/ ii-=Fii;' t . : ' ) " , . \' tl ^ rq f ' a: $, c x tl l. tt L' 2 (r I I 5 7( ), !r! l. 6l t . ; I . l I T t o n x I r l - l I a t I a t r 7 @ t, ll .lCEr =
a b i \ ); i f
5 9 !-EfrF
2 2 ,Ig
=i:
c, g .'. = -9 0 tt o 5 6 T o N 5 uI
{ It
BI
il:i
,t1'l
J::
(',,J:,
; : ) " I 5 L I D o r ( . r ' l v ,H)
I
.1.'*-l
J ,
t l \ . ( . . t , ' \ , ' - . . t r . ' 1 \ r .. '.'/ . t . t ; . v I f " (\ i l , t ' ' lt,: . \i r. l"r, . r : i r, . r . l t I t , ' ' i : \ ) ( : . | ' " :,:-( , ) I J - ' | . . ^ n f C a c I L D ll c I o I II
, t , ; r l l , - l l l l r ' t l r r r ' _. .'1, 1 l ( \ A I ' 0) t . I . ? \\ ( ) t . . , I r : . . 1 ' r l l . I r , - . . t . t 1 t , . . r' ..t') .. : t' t , l : - . ; - - . . 1 ' . : - " , ' " . ' t . 1 . , ' . , /' \)i i, ''
' : . . ) tJ , ,
- t..
;ri
. t >
t l',
( . . ' - ( . f l > \luiilii
liililili
I r ) J ' j ' l I - ' I - . (1r
--t
f ' l I | . . )'.t'>.--l
: l I B I I n I o z a- t l
'.1>
t : J
' l ) " , 7 ( r ) t1 , I I tj g t I I ' I ' I I I,l
. . t -l / . t : - l r i . . : : : - ' . ' l j r ' I r , ) . r . . . r l -_ t , - . . 1 . , - - I ' l : . : - ' . ' . I : : i _ - _ l : : , .: .. : r . I , ! r , I l r ' \ i I . ( r | . 1 . \ . t . - - i :' , \ - r : ' r ' - - ' t ' , . - { \ . . . t l . l C) ( ). ( t , l t l) ( ) ) , :. t l
.t,*,
,'!
.t> * '?, li:-| : , . ,.1, o vr
ro b Il 'o t n =6;"
CI 1 t P g P l r z r :tr 7i 't t # ?, d- !' "i F i r Af
: l, i, H i I .i ! 1'F ;Eg
' h - 5 ! i t ; . - ' n ? i t iu:
il i'
,i
r
',
t
,;'.
i.
q
B
t')){
ll":
Y l - ' l l t l l l I l l t \ t - > t tll
fl" i
ll" ii
I t o n - l l > ' Y ' l . r t . 1 . I:l
il
rf,
t :
l n1r.
l a r l : :i: Iit
il
9 lItr
ls
l'*
-! f, o , ;E
iI
rI
\-; ' lI i x c c u I i, u ' e , S t t t t t t t t a t v
2.1. Penilnian 'I'erhntlnp RUI'RD Yang Atln
Permasalahan pex€rapan rencaru yang ada terutama pada penilaian hutan lindung, hutan
suaka alam, kawasan penyanggq kawasan budidaya pertanian lahan kering, kawasan
budidaya tanaman tahunan, kawasan budidaya lahan pertanian, kawasan pemukiman,
kawasan pariwisata, perikanan tambak dan kawasan industri, adapun penyebarannya :
, \ I l t t l i t r t l . i r t d r r r t g ,
Bila dilihat dari pcnetapan hutan lindung yang ada di Kecamatan Sungai Geringging
snlgnt rrrcrlulrgkinknn unluk ditcrnpknn karctm knwnsnn tc'rscbtrt nrclniliki sifnt kltns
yBpg rpapr;lu rlcrrrbcriknn pcr'lindungnn kcptdt knwasttrt tllulll)tlll bnwnltnttnyn
sebagai P€ngatur tata air.
Kendala yang ada disekitar hutan lindung pada saat sekarang ini adalah adanya
perambah hutan untuk kegiatan ladang dan perkebunan begitupun untuk Kecamatan
lain sepertiKecamatan VII Koto Sungai Sarik'
Di Kecamatan 2 x I I Enam Lingkung untuk kegiatan hutan lindung belum ada
permasalahan yang berarti untuk jangka pendek karena dari hutan lindung yang ada
berada disekitar bukit yang mengarah ke jalan Padang Panjang.
Di Kecamatan Lubuk Alung sendiri untuk kegiatan hutan lindung mulai ada
gangguan dengan dibangunnya turbin Singkarak'
DiKecamatan Batang Aiai untuk kegiatan hutan lindung belum ada gangguan yang
berarti sampai dengan kawasan industri dibangun. Di Kawasan Mentawai dari 4
(empat) Kecamatan yang ada untuk hutan lindung srdah mulai mengalami gangguan
oleh adanya kegiatan penebangan HPH dan kegiatan transmigrasi.
I ] | l t t t r l t S t t a k a A l i t r r t
Kawasan sgaka alam bita dilihat dari penerapan rencana di Kecamatan 2 x 11 Enam
Lingkung telah sesuai penrntukan karena kawasan tenebut mewakili ekosistem khas
yang merupakan habitat alami yang mernberi perlindungan bagi perkembangan flora
dan fauna Yang beraneka ragam'
Permasalahan yang muncul adalah dengan adanya perambah hutan untuk kegiatan
pariwisata Anai Resort dan Padang Golf dengan luas lahan 413 Ha'
-Mf$d'tgx6
l i x e c t r l i v e S t r t n t t u l r 1 ' ( ' K i l r r r t s r t r t I t c t t l l r r t u r l i l .
Dalam penctapan kawasan penyangga yang ada di Kabupaten Dati II Padang
Pariaman terutama di Kecamatan Batang Anai perlu di pcrtimbangkan kembali
karena perscn lereng yang hampir mencapai 45 % serta berada pada hutan lindung,
sedang di l-ubuk Alung telah ada kegiatan pembangunan lurbin Singkarak. Di
Kepulauan Mcntawai kcndala yang nda yaitu dari kegiatan HPI-|, perladangan dan
pcrkcbunan.
K ; t r i ;t s ; r r r I I r r r l i r l r r t ' i r I ' c t t it t t i a t t I - a l t i t r t l ( t : t i t t r . l
Dalam penentuan penggunaan lahan kering di Kawasan ke 8 Kecamatan tersebut
tennasuk sangat sesuai untuk perkembangan kegiatan industri, perumahan dan
Bandara Udara.
Di Kepulauan Mentawai budidaya lahan kering lebih banyak disebabkan kepada
faktor pengelolaan yang masih tradisionil.
l . ; r r i ; r : , . r r r I t r r r ! i r l ; r 1 i t l i u l i t t t t t t t t ' l ' i t l t l t t t i t t t
Kawasan budiclaya ini terdapat di l0 (sepuluh) Kecamatan, 6 (enam) Kecamatan
{iwilayah daratan dan 4 (empat) Kecamatan di Kepulauan Mentawai.
Dari ke 6 (enam) Kecamatan tersebut bita dilihat dari rencana alokasi untuk
penggunaan kawasan budidaya tan&man tahunan belum ada permasalahan untuk
jangka pendek, akan tetapi hanya di Kecamatan Sungai Geringging sudah mulai
terlihat kendala yang ada seperti kondisijaringan jalan. Di Kepulauan Mentawai,
untuk budidaya t&neman tahunan, kendala yang ada berupa sarBtl& dRn prasarana
penunjang serta sistcm pemasaran.
1 . . ; r r , . l r ; ; r r l i r r , l i r l : r r l t I . l r l t : r t t I t c r l i t t t i i t t t
Kawasan ini terdapat di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Dati II Padang
Pariaman, kendala yang ada dan paling besar yaitu adanya penggunaan lahan
pertanian untuk perumahan.
l . : , i ' :r ' . ' , r r P c n t t t l , i t t t i t r t
Kawasan ini terdapat diseluruh Kabupaten Dati Il Padang Pariamarq kendala yang
ada berupa penyebaran penggunaan lahan yang tidak teratur, terutama disekitar
Kecamatan Batang Anai karena sdanya Kawasan Industri Padang yang menyatu
l )
( ;
I l x e c t r t i v e S t t l t t t t t a r \
l l
dengan Kawasan Penrukiman Kasai sehingga akan menimbulkan permasalahan untuk
jangka panjang.
1 . , r r r r , l : r ; t t t l ) ; t t i r r is i t l ; r
Kawasan pariwisata di Kecamatan Sungai Limau yaitu berupa kawasan wisata
pantai, kendala yang atla berupa mcnyatunya kegintan pariwisata dengan perkebunan
rnkyat (kelapa). Di Kecamatan Parinntsn yan8, khususnya di Kecnmatan Paria.man
'l'cngn[ pnriwisafa pnnrai telnlt sesuai peruntukan aksn telnpi kcndnla yang nda
berupa menyatunya stasiun kereta api dan terminat angkutan sehingga terkesan
semerawut. Di Kepulauan Mentawai untuk perkembangan pariwisata masih
terhambat oleh Transmigrasi antar pulau diKepulauan Mentawai'
l \ l l \ \ : l s l t r t l ) t ' t i l : : t l t i t t r , / | l t t t r l r l t l . l i ; r , , ' , ; t s a r t I tr r l t r i l t ' i
Kawasan inclustri ini terdapat di Kecamatan Batang Anai; sebanyak2lokasi yang
pertame tetah dibangun untuk Kawasan Industri Padang, bila dilihat dari kenyataan
yang ada dilapangan hanya terdapat I buah Kawasan Industri, kalaupun yang I
lokasi lagi mau digunakan untuk perluasan Industri perlu dilakukan kajian lebih
mendalarn, karena bergandengan dengan sungai Batang Anai' Untuk lebih jelasnya
lihat pada Tnbel2.5.
ri
.F
fiNl'lpf upatc n q)o6 I I Q\r[ang Qaia nmn
I :x c c r r l i v c S u t r r r t t ; t r v
t A ; i l , I . t
Al,{lh,t{l l'l{N(:cUN,r.rN lll'AN(; I Ar\(; .llt \
l?ftnIA rr.ililAs^l,Atl^N Plt\(J(;l N.AAN lrl ,\N(;
f^fi(; ADA Dl li^nl'PAlt:N lr^l l ll P.'\lt,\r\(; l'.1lll'\luAN
lkrtarr lindwg badan*ar
hunlacpddmlrhut -193.1. 1988 mluu ,10.320 llr lfrar nrh dm bm|lqr-bnhutuLanprlam trhn 1984 - 1988 rolmr r23.?20 lt lfumnPdDarq8t XrwBudidaya Palmer LhrrrKerrg Srrtprr V n K ( 2 r l t Lrrtnk Brlmt liikntl I'rpi ( 2 x l l $rngnr V I I K r 2 x l l l-ul rtk lJnlrrl .Sibcrut S i J r o I'rpri I llstff$ V I I K o Sun96i Silrrut Silrrltt S i p o P^goi ( K,."9nrNltrl Erblirry 3ir4xapn hm nr (tarnpJng , o t a r I lirnn I.ing,krur1 k A h E B rg, Anri rt Sclrtm l r l I tn]i a r t a ( l|rtr ,<klrtril I lhrunl,irtghrB ni Orirggirg . o l o I Fnm l-ingltrtg k Alurg rl Antrl ut SelstEr o f i I ltm lleltrttrn S A m i k Ahrrg , o l o si Ccrin{Eing rrt Sclalan ltt [llatt o r a i (ttrm Solalso Ilrrm Lindwg lltrtut Linduq lhrtm Lindug lhrtm Lindug llutm Lindwt8 llutrn Linhtrrg lkrlrn l.irKtr|8 I hrlilr Lindlrts lkrtm Lirrbg Ilut0 Surks Alln tlrtm l,irxiug llutrn Lintung lldmLinlrrs Portmian dm Kct^n Cmp. ttutan LinirnB Huttn Litdutts llutrn Pmd*ri llrr|mPmdubi Soml l,.lutr rlur ldm tctbu tr LdwrTabt*o Mcnyrtu dcngn hlullueh Kehn Cemgum Shdflck$Pam tutm Hutar\-I'cldrrgan drn lcrkchorn rda ds rds Paturalnlrrur Pmnqlnlrrm Pmnaslalpt Pqmarololmr
Pmuprlelun : Adsnyr p63nb.hm lnxm uilul h!i1m
guledaqrr &u pakchrwt
t&
Tkhl rda pcmrnlalron rmtul jurgl.e paxlet
A&nyr pnburywrar fubh Siryfirnt
Tidak adr psmuelalt n mtutjmgkr Podct
A&nya pcrrnbelm hrttsn mtuk kcgintm gnclurgrn}IPH
Pmrurlaltan : Arhnynpcrnldmhtil$uth&kcSistor
ponchn6gr l0'll tt Truuni$ui rb
Pmnraldun : AdstltFrunltlmlurtmtlttulkcgbtm
Puiwirntr /srei Rst e Prdar* Oolf
Pmaqlahan I fia"trtopcnnrorldranrmn*jrg|trpcndct rdr rdr Pcm*ldsn : AduryrPqnbr$mTubinSirqttrsk Pcrmglslal$n Pcrmslalun Pammlelnn dt
Tidal q{b pcttnralotlen untul jnryka pcndck dr
sli
Adanyt pcrnbcgtnrt trsso ndrrtri.
Pcrunrtun Karri & Racuu Pcmbrgum
Bsrlm K.t!pin;
Ti&k ula Frmmtalwt mrul jo'gtr pad,ck
st' rd&
Pcrrcralatnn : Ssrsnn & hlarsram Pmujsg
SDl"{ l\,{aih Rctxlsh
Budirtap Petlrim Muih Tndirirtml
sl8 rdt nb s,8cr) |,950 I ?,',| lo t.E90 7,t00 !5,?30 {t.610 r.69 | 8.1({' 500 o l,(fi, 5{t) {} (, I 5.690 4,000 l,5ax, 2,3?0 o o :,91o 20.65{t t15(f) 8,951) 25,?m
fl,Hlftphupaten Qati II Qafang Qaianan t{afamon II - 2.1
ii t,
r
lr, ril I F,, l'rI : x c c : r r I iv e S t t t t t t t t a t ' \ '
b\rrr K,.'urnslur
fuwuoBrdidaye Tomr I Srrqri tlarrynt
Tahmn
s'ngliLirm
l V O K o t o
I
1 " , : o t o
PsrmnlJro : Kadiri lrrgmlalm
Pmrselrtsr : Tidalr&palrwldnutr*juqlalnrdck 6,0.n 63.4 1,t2+' 2 x l t F . r m l . r 4 | < u r 3 , l.'rlrrL Ahrtj lirlnrrrt lhldrtt i h l , a r r { | l l n r u lhpt I ltnrn li'lnlrtt S i p o r a
Scmru Kcmtan di Kab.
Irnti Il lorlur4 Paimm Scnru Kmnntrn di l(rb, l)nti Il Prrhn6 I'aionm Srurgli Limt Puianm t Tr0lEjtt (S{tqr) 2 x l l l i w n l , i r q l n r r g Batarg Arnt Pstohrrra & ltubtrClry. Kth||ftr?. rh sh rb rh r h rrh Lrhm Kctiry& t!$rh Krvrrn Periwi utl KmmPriwi $ir Krmrrn Pri*i nta Peritrm LalmKcitg Porrrrrmldnn I'ontmnldutr Pcrnrarelalnt Pormslrlwt Pormanlalrot Pcrroldun Pmumlahct Pcrmnlahm Ponmldm A .,t rdr rh Soruu & Freurt I'cnlrjrur6
r h $nlon l'qnnrollrt
Sonm &. [\rurn I'dluidl1
Nilai fruqlionl lnrri dirnilfii nrnryurlrt Sirtm Pansrut
Scrnn A ltrruan Paurjnng
Adrnyr gagrm Pngln.m lnhm Pdlt
-ni.o uftl hd.tm Inqnahll
: 'PctDGtEm pdtsSuMt lahrn Ponnulun'
ymgtiltt t(llrn
MaFtu dangu kcddm Pqtctuwt
" Rrbd
Bfirturyr ptriwbdr ltdrlli dq{4n St[irm
'-Keraa Api & Tcrminal rtugh{an Kcolt itm ttrrilpottrti Pc'BlnDtrB
Tiirk ah moalehtduf jrgle frdck
Pombanguun Pcuruhm Klri
5.420 ('ln ?l,5rr) I ,1..t,rr I U . f l r l
Xawmr ltulklap h]rm Pa.
lmrar Krcrrn I'snrkimtn KnmwrI'riwimla I'ailrun / Tambal l(awurlnduui , , t r . t t . . r , r , r r l , . : . r r
I is e c r r l i v c S t t t t t t l t a
2.8. Pcrblrttlittgnn Luns Pcnggrrnnan Lnhnn
L t r a s p e n g g u n a a n l a l r a n y a n g a d a d i K a b u p a t e n D a t i l l P a < l a n g P a r i a n t a n p a d a t a h u n
lg88 - lt)94 scluas 741.350 [[a, luas perkarnpungan pada tahun 1988 seluas
22'843 tta
a n p a t l a t a l t u n l g g 4 s e l u a s l 2 ' l 3 l l . l a , b i | a d i l i l n t d a r i p r o s e n t a s c p e r k a r r l p u n 8 a n
nrenga|ami pe|rurunan sebesar -46,89 Yo. Dari pengurangan tersebut
selain terkena
p e r l u a s a n j a l a n , s u n g a i < l a n d a n a u j u g a b a n y a k r u m a h y a n g s u d a l r t i d a k d i g u n a k a n sehinggamenirnbutkansemaksertabanyakrumahyangdijadikandaerahperkebunan
terutama perkebunan campuran dan ladang'
Kegiatan sawah, merupakan kegiatan pertanian pada tahun 1988 rnenriliki luas lahan
sebesar 26.089 Ha dan ppdatahun 1994 seluas 3l'643 Ha' dalanr hal ini mengalanri
penambahan sebesar 2l'88 Yo, penambahan luas lahan pertanian
tersebut selain
diakibatkan oleh banyak perbaikan irigasijuga telah dibangun
Bendungarr Anai'
P e r k e b u n a n p a d a t a h u n l g S S s e b e s a r 5 6 . 5 3 3 H a , s e d a n g p a d a t a h u n l g g 4 s e b e s a r s T . T s s H a , t e r b a g i m e n j a d i 2 y a i t u : P e r k e b u n a n R a k y a t s e l u a s S T . l | z H a d a n
perkebunan besar 625 Ha atau HGU, penambshan tersebut lebih banyak
oleh adanya
perkebunanbesarjugadariperluasanperkeburranmasyarakat.
TegalandanladangpadatahunlgSSseluas5,64THadanpadatahunlgg4seluas626
Ha" hd seperti ini sangat menguntungkan karena digunakan untuk perluasan
perkebunan
rakyat dan sawah tadah hujan sehingga menjadi produktif.
Kebun campuran bila dilihat dari luas lahan jumlahnya semakin besar'
hal ini disebabkan
olehbanyaknyaperluasankebuncampurandaritarrahyangtidakproduktif.
Hutan terbagi menjadi hutan belukar, hutan lebat dan hutan fawa!
adapun penurunen
tersebut selain oleh adanya pro$am Taman Nasional siberut seluas
190'500 Ha juga
t e r j a d i n y a p e n u r u n a n y a n g d i a k i b a t k a n o l e h a d a n y a k e g i a t a n t r a n s m i g r a s i d a n perkebunan,srrngai,jalandandanaudisesuaikandenganprogrampembangunanysng
ada.UrrtuklebihjelasnyadapatdilihatpadaTabe|2.6danGambarII.3.
ffi; aati I I tPa[ary Qariaman
l l ' . r ' t t r l i r r ' \ t t t t t l l l r t t r
' t ) \ l | l , l l , 2.6
t ' l i l t t t A N lt l N ( ; A N l , l l / \ s t ) t l t , \ l t l l l ' A ' l ' ] ; N l ) A ' l ' l l l ' l ' A l l t l N t e 8 8 - l e e 4
Jr.'r r it; l)crtgqtlllil illl
P I i N G G I I N A A N t , A I I A N P A D A N ( ; P A I I I I \ I \ T A N l , r u r s l - a h a r r ( l l n ) 1 9 1 1 8 I otl.,l Pt'r ltttttllttlt;ttt t , ' , r 1 r A r u l l , a l r l r t I ) 5 4 5 6 1 8 Kantpttttg S a w a h Perkebunan Tegalan & Ladang Kebun CantPttran S e r n a k Htrtatt Beltrkar Hutarr Lebat Hutan Rawa Runrsia S r t n g a i , J a l a n & D a n a t t 22,843 26,089 56,533 5,647 23,880 1 , 5 7 0 20,516 524,751 57,724 12,l3l 3 1 , 6 4 3 57,738 626 75,355 2,509 6 7 , 7 5 4 416,731 (46.8e 21.2s 2 . 1 3 ( 8 8 . 9 1 zts.56 - 5 9 . 8 1 230.25 ( e . l 5 (76 82 ( r 00.00 9 7 . 5 1 9 l 0 l l 3 6 1,765 13,377 0 3,486 2('
ffit',
0,;i; i i ahdtn
g Qoiamdu
I ix e c t r l i r . c S u t t t t t t l t t r
' I ' A B E T , 2 7
PIRI}ANDINGAN PENGGUNAAN LAI IAN I IU'I'AN
I(OSIIT'AI(A'I'AN YANG ADA DI KABUPATBN I)ATT II
P A I ) A N ( ; t ' A I t l r \ l V l A N ' l ' A l l U N 1 9 8 8 - 1995 N r r l r t : l I t t t t t l l t t l t i t r l I 2 3 4 5 6 7
Tanran Nasional Siberut Hutan Suaka Alanr Wisata Hutan I-indung
Hutan Produksi Terbatas Hutan Produksi
Hutan Produksi Kqnversi Areal Penggunaan Lain
123,720 40,320 5 5 , I 0 0 257,530 199,630 65,050 1 9 0 , 5 0 0 24,700 24,100 0 327,388 39,072 1 3 5 , 5 9 0 0.00 (80,04 (40.23 ( 1 0 0 . 0 0 2 7 , 1 3 (80.43 1 0 8 , 4 4 | | I ' : t I 1 , , 1 1 1 1 r r - . 1 1 . " : r r r l r ) t l ) i t r l l s l' ' c l r t r t l t r l r r r l t a c l n t t q I t i t t i l l t t t i t t t
MW) I{p6 upa t e n Q)a t i I I Qa r{n n g Qa rin man
l ' i [ ' , , r r r l r t ' l t r l
Jurnlah penc.luduk pacta tahln 1988 sekitar 511.478 dan pacla tahun 1994 sekitar
531.90a jiwa, penambalran prosentase pertumbuhan ini termasuk sangat kecil sebanyak
3,99 o/o, hal ini disebabkan oleh adanya perpindahan penduduk yang merupakan ciri khas
masyarakat Parianran nrerantau, kedaerah lain. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
Tabel 2.8.
Kawasan ili barryak lncnglradapi lrtasalah-tuasalah yang perlu ditarrgnrri scccpatnya terutallla:
' Jnringart Pcr'ltultttltgan tlart l;nsilitasPcrlttrbtrngart.
Jaringan ini terdiridarijaringan jalan dan jenrbatan yang sangat minim, transportasi sungai dan laut yang nrenghubungkan antar pulau disekitar Mentawai sangat minirn. Fasilitas transportasi yang menghubungkan antar pulau masih sangat minim untuk menghubungkan antar Pulau.
' K o t i t ' P a r i a m a t t .
Dalam penetapan Kotif Pariaman sebagai kota pusat parirvisata, perlu tlitinjau kenrbali karerra antara lhsilitas pariwisata dengan daerah palirvisata bercampur batrr' Daerah inclustri pariwisata perlu lebih dikelola secara profesional karena berdekatan dengan wisata Pantai.
' I)esa Kctnllilrg.
Desa tcrscbut terletak <li Kecamatan Batang Anai ynng berbatasan derrgnn Kodya padang, karena di Kecanratan tersebut selain untuk Bandara Udara juga ada untuk pembangtlnan kawasan industri dan kawasan Perumahan Kasai yang berdekatan dengan Inclustri. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambat 11.4.