• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada subtema gemar berolahraga untuk siswa kelas 1 SD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengembangan perangkat pembelajaran mengacu kurikulum 2013 pada subtema gemar berolahraga untuk siswa kelas 1 SD"

Copied!
154
0
0

Teks penuh

(1)PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MENGACU KURIKULUM 2013 PADA SUBTEMA GEMAR BEROLAHRAGA UNTUK SISWA KELAS I SD. SKRIPSI. Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Oleh: Junaini NIM. 111134306. RINTISAN PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI GURU TERINTEGRASI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2015. i.

(2) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. ii.

(3) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. iii.

(4) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. HALAMAN PERSEMBAHAN Karya ini kupersembahkan untuk:. ALLAH SWT Yang selalu memberi hidayah, kemudahan dan kelancaran dalam disetiap langkahku.. Alm. Ayah Baidin yang menjadikanku sebagai seorang yang kuat. Ibunda dan Abok Tercinta Yang selalu memberi doa dan dukungan. Keluarga Besarku Tercinta Azmi dan Afnina serta adik-adikku tersayang Syahril dan Syafrial yang selalu memberi doa, motivasi dan semangat. Sirajudin Sara Terima kasih atas bantuan, kasih sayang, motivasi, bimbingan dan dukungannya. Sahabat-sahabatku mahasiswa PPGT angkatan I Terima kasih atasa segala semangat, perhatian, bantuan, dan kasih sayang yang kalian berikan. Kupersembahkan karya ini untuk almamaterku Universitas Sanata Dharma.. iv.

(5) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. MOTTO. “Jadilah seperti karang di lautan yang selalu kuat meskipun dihantam ombak dan lakukanlah hal yang bermanfaat untuk dirimu dan juga orang lain, karena hidup tidak akan abadi”.. “Jangan pernah menyerah dengan keadaan tetapi berusahalah maka segala sesuatu yang kita kerjakan pasti indah pada waktunya. Segala yang indah belum tentu baik, tetapi segala yang baik sudah tentu indah. v.

(6) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. vi.

(7) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. vii.

(8) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. ABSTRAK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MENGACU KURIKULUM 2013 PADA SUBTEMA GEMAR BEROLAHRAGA UNTUK SISWA KELAS I SD. Junaini Universitas Sanata Dharma 2015 Penelitian ini dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan guru yang membutuhkan contoh perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum SD 2013. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menghasilkan suatu produk berupa perangkat pembelajaran yang mengacu pada Kurikulum SD 2013 yang menggunakan pendekatan tematik integratif, pendekatan saintifik, pendidikan karakter berbasis budaya lokal, serta penilaian secara otentik pada kegiatan belajarnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan prosedur pengembangan perangkat pembelajaran Jerold E Kemp dan prosedur penelitan pengembangan yang dikemukakan oleh Borg dan Gall. Kedua prosedur pengembangan tersebut diadaptasi menjadi sebuah model pengembangan yang lebih sederhana, yang dijadikan landasan dalam penelitian. Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian meliputi 5 langkah yaitu: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi ahli, (5) revisi desain, hingga menghasilkan desain produk final berupa perangkat pembelajaran yang mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. Instrumen dalam penelitian ini adalah daftar pertanyaan wawancara analisis kebutuhan dan kuesioner. Wawancara digunakan untuk analisis kebutuhan kepada guru kelas I SD Negeri Kalasan 1 Sleman, sedangkan kuesioner digunakan untuk validasi kualitas perangkat pembelajaran. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuntitatif. Hasil validasi tersebut berpedoman pada 4 aspek yaitu 1) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), 2) Lembar Kerja Siswa (LKS), 3) Instrumen Penilaian, 4) Bahan Ajar. Berdasarkan validasi kedua Pakar Kurikulum 2013 menghasilkan skor 3,81 dan 3,81 (baik), dua guru kelas I SD menghasilkan skor 4,25 (sangat baik) dan 3,97 ( baik). Perangkat pembelajaran tersebut memperoleh rerata skor 3,91 dan termasuk dalam kategori “baik”. Dengan demikian perangkat pembelajaran yang dikembangkan sudah layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran mengacu Kurikulum 2013. Kata kunci : Kurikulum SD 2013, Perangkat Pembelajaran, Subtema Gemar Berolahraga.. viii.

(9) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. ABSTRACT . THE DEVELPOMENT OF LEARNING ISTRUMENT BASED ON ELEMENTARY CURRICULUM 2013 SUBTHEME “GEMAR BEROLAHRAGA” FOR FIRST GRADE OF ELEMENTARY SCHOOL. Junaini Sanata Dharma University 2015 This research was conducted based on the analysis needs of teachers who needed example of learning instrument referring to 2013 Elementary School Curriculum. The main objective of this research was to produce learning instrument referring to 2013 Elementary School Curriculum and using integrative thematic approach, scientific approach, character building based on local culture and authentic assesment in the learning activity. This research was research and development. The development of learning instrument used a procedure of development of learning instrument by Jerold E Kemp. It also used research and development procedure which proposed by Bord and Gall. Those two development procedures were adapted to be a simpler learning model, which became the base of the research. The development procedure used in this research covered five steps, they were (1) potentian and problem, (2) data gathering, (3) product design, (4) experts’ validation, (5) design revision, in such ways it created a final product in a form of learning instrument refers to 2013 curriculum for elementary students at first grade. The research instrument were applied interview and questionnaire. The interview was applied to analize the teachers need of SD N Kalasan 1 Sleman while the questionnaire were used to validate the learning instrument from two experts of 2013 curriculum, and two teachers of first grade. The result of the validation was based on 4 aspects which were: 1) lesson plan, 2) student task, 3) assessment instruments, 4) teaching materials. According to the validation, the two experts of 2013 curriculum showed result on the score of 3,81 (good) and 3,81 (good), and the two teachers of the first grade of elementary school showed result on the score of 4,25 (very good) and 3,97 (good). The learning instrument got mean score 3,96 and it was categorized as good. Therefore, the learning instrument which was developed has been approriate to be used in the learning instrument referring to 2013 curriculum.. Keywords: 2013 Elementary School Curriculum, Learning Instrument, Subtheme Gemar Berolahraga.. ix.

(10) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. KATA PENGANTAR Puji syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga skripsi. yang berjudul. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Mengacu Kurikulum 2013 pada Subtema Gemar Berolahraga Untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar dapat peneliti selesaikan dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Peneliti menyadari bahwa dalam menyelesaikan skripsi ini, peneliti banyak mendapat bimbingan, bantuan, dan dukungan dari berbagai pihak baik secara langsung ataupun tidak langsung sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Maka pada kesempatan ini peneliti mengucapkan banyak terimakasih kepada: 1. Rohandi, Ph. D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Gregorius Ari Nugrahanta, SJ.,SS.,BST.,.MA. selaku Ketua Program Studi PGSD. 3. Dra. Maslichah Asy’ari, M.Pd. selaku dosen pembimbing yang telah membimbing dan memberikan dukungan sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. 4. Para dosen dan staf PGSD yang telah melayani peneliti dengan baik. 5. Rusmawan, S.Pd., M.Pd. selaku validator Pakar Kurikulum SD 2013 yang telah memberikan bantuan dalam penelitian ini dengan melakukan validasi produk penelitian. 6. Galih Kusumo, S.Pd., M. Pd. selaku validator Pakar Kurikulum SD 2013 yang telah memberikan bantuan dalam penelitian ini dengan melakukan validasi produk penelitian. 7. Sarjono, S.Pd., SD selaku kepala SD Negeri Kalasan 1 yang telah memberikan bantuan selama peneliti melakukan penelitian di sekolah.. x.

(11) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 8. Uswatun Khasanah, selaku guru kelas I SD Kalasan 1 yang telah membantu peneliti dalam melakukan validasi produk penelitian. 9. Futikha Hanum., selaku guru kelas I SD Kalasan 1 yang telah membantu peneliti dalam melakukan validasi produk penelitian. 10. Ibunda dan Abok tersayang, Ibu Nur Asiyah dan Abok Rasidah yang setia memberikan doa dan dukungan dalam menyelesaikan skripsi ini. 11. Keluarga besarku, Abang Azmi, kakak Nina serta adik-adikku Aril dan Rial, yang selalu memberi motivasi, semangat dan doa dalam menyelesaikan skripsi ini. 12. Teman-teman seperjuangan 35 mahasiswa PPGT Angkatan 1 yang berjuang bersama selama ini. 13. Para Pamong asrama dan segenap keluarga besar Student ResidenceSanata Dharma yang memberi rasa nyaman dan dukungan sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini. 14. Segenap pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terimakasih untuk bantuan dan dukungannya selama ini. Peneliti menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih banyak keterbatasan dan kekurangannya, maka peneliti sangat membutuhkan kritik dan saran dari berbagai pihak. Akhir kata peneliti mengucapkan selamat membaca semoga bermanfaat bagi kita semua.. Yogyakarta, 14 Maret 2015 Peneliti. Junaini. xi.

(12) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING.......................................... ii HALAMAN PENGESAHAN....................................................................... iii HALAMAN PERSEMBAHAN.................................................................... iv HALAMAN MOTTO.................................................................................. v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA........................................................ vi LEMBAR PERNYATAAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIK...................................... vii ABSTRAK..................................................................................................... viii ABSTRACT................................................................................................... ix KATA PENGANTAR................................................................................... x DAFTAR ISI..................................................................................................xii DAFTAR TEBEL.......................................................................................... xv DAFTAR GAMBAR..................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................. xvii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah.................................................................. 1 B. Rumusan Masalah............................................................................. 4 C. Tujuan Penelitian.............................................................................. 4 D. Manfaat Penelitian............................................................................. 4 E. Batasan Istilah................................................................................... 5 F. Spesifikasi Produk............................................................................ 6 BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Teori...................................................................................... 7 1. Kurikulum 2013......................................................................... 7 a. Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum 2013.......... ... 9 b. Pendidikan Karakter.............................................................. 15 1). Pengertian Pendidikan Karakter..................................... 15 2). Tujuan Pendidikan Karakter ......................................... 18 c. Pendekatan Tematik Integratif............................................ 19 1) Pengertian Pendekatan Tematik Integratif.................. .. 19. xii.

(13) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 2) Prinsip-prinsip Pendekatan Tematik Integratif........ .... 20 3) Ciri-ciri Pendekatan Tematik Integratif....................... . 21 4) Manfaat Pendekatan Tematik Integratif.................... .... 21 d. Pendekatan Saintifik.............................................................. 22 e. Penilaian Otentik................................................................... 27 1) Pengertian Penilaian Otentik.......................................... 27 2) Ciri-ciri Penilaian Otentik.............................................. 29 3) Macam-macam Penilaian Otentik............................... .. 29 2. Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran..................... .. 32 B. Penelitian yang Relevan..................................................................... 50 C. Kerangka Berpikir..................................................... ...................... 53 D. Pertanyaan Penelitian........................................................................ 55 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian................................................................................ 56 B. Prosedur Pengembangan................................................................... 59 1. Potensi dan Masalah................................................................... 60 2. Pengumpulan Data...................................................................... 61 3. Desain Produk............................................................................ 61 4. Validasi Desain............................................................................ 62 5. Revisi Desain............................................................................... 63 C. Jadwal Pelaksanaan........................................................................... 63 D. Validasi Ahli Kurikulum 2013......................................................... 64 E. Instrumen Penelitian......................................................................... 64 F. Teknik Pengumpulan Data............................................................... 68 G. Teknik Analisi Data.......................................................................... 68 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Analisi Kebutuhan........................................................................... 72 1. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan..................................... . 72 2. Pembahasan Hasil Analisis Kebutuhan..................................... 76 B. Deskripsi Produk Awal.................................................................... 77 1. Silabus......................................................................................... 78 2. RPPTH....................................................................................... 78. xiii.

(14) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. C. Data Hasil Validasi Pakar Kurikulum 2013................................. ... 81 D. Data Hasil Validasi Guru SD Kelas I................................................ 83 E. Kajian Produk Akhir dan Pembahasan.......................................... . 85 1. Kajian Produk Akhir................................................................... 85 2. Pembahasan................................................................................ 88 BAB V KESIMPULAN, KETERBATASAN PENGEMBANGAN DAN SARAN A. Kesimpulan...................................................................................... 90 B. Keterbatasan Penelitian..................................................................... 91 C. Saran ................................................................................................ 91 DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 92 LAMPIRAN..................................................................................................94 SILABUS..................................................................................................... 124 RIWAYAT HIDUP.................................................................................... 137. xiv.

(15) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. DAFTAR TABEL Tabel 1. Alasan Pengembangan Kurikulum.................................................. 11 Tebel 2. Identifikasi Kesenjangan Kurikulum............................................... 12 Tebel 3. Penyempurnaan Pola Pikir............................................................... 14 Tebel 4. Jadwal Pelaksanaan Penelitian.........................................................63 Tabel 5. Kisi-Kisi Wawancara....................................................................... 65 Tabel 6. Kisi-Kisi Kuesioner......................................................................... 66 Tebel 7. Konversi Nilai Skala Lima.............................................................. 69 Tebel 8. Kriteria Skor Skala Lima................................................................. 71 Tebel 9. Komentar Pakar Kurikulum 2013 dan Revisi.................................. 82 Tabel 10. Komentar Guru SD Kelas I............................................................ 84 Tabel 11. Rekapitulasi Pakar Kurikulum dan Guru SD.................................88. xv.

(16) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Siklus Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Kemp.. 33 Gambar 2. Langkah-langkah Penggunaan Model R&D............................... 56 Gambar 3. Langkah-langkah Pengembangan Perangkat Pembelajaran...... 60. xvi.

(17) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN. Lampiran 1 Surat Ijin Peneliti....................................................................... 95 Lampiran 2 Surat Keterangan Peneliti.......................................................... 96 Lampiran 3 Rangkuman Wawancara............................................................ 97 Lampiran 4 Data Mentah Skor Validasi Ahli Kurikulum 2013.................. 100 Lampiran 5 Data Mentah Skor Validasi Ahli Kurikulum 2013................... 112 Lampiran 6 Silabus....................................................................................... 124 Lampiran 7 Biodata Penulis.......................................................................... 137 Lampiran 8 Perangkat Pembelajaran (dicetak terpisah)................................ 138. xvii.

(18) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran (Permendikbud, 2013: 1). Kurikulum mempunyai kedudukan sentral dan strategis dalam seluruh proses pendidikan. Kurikulum mengarahkan segala bentuk aktivitas pendidikan untuk tercapainya tujuan pendidikan. Dengan kata lain bahwa kurikulum sebagai instrumental input untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu pengembangan manusia yang sesuai dengan falsafah hidup bangsa. Kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional harus mampu mengantarkan peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokraktis serta bertanggungjawab (Hidayat, 2013: 1). Kurikulum. sekolah. merupakan. instrumen. strategis. untuk. pengembangan manusia yang berkualitas baik jangka pendek maupun jangka panjang, kurikulum sekolah juga memiliki koherensi yang amat dekat dengan upaya pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu, perubahan dan pembaharuan kurikulum harus menyesuaikan dengan kubutuhan dan perkembangan masyarakat serta perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kurikulum di Indonesia sudah mengalami beberapa perubahan mulai tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, 2006 dan saat ini sedang 1.

(19) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 2. dilaksanakan uji publik kurikulum 2013 sebagai pengembangan kurikulum 2006 atau KTSP (Hidayat, 2013: 111). Kurikulum 2013 adalah kurikulum nasional, artinya kurikulum yang harus dapat mewujudkan tujuan pendidikan nasional suatu bangsa. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 1 Butir 1 menyatakan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan dirinya bangsa dan negara. Maka dari itu kurikulum 2013 SD melaksanakan pembelajaran Tematik Terpadu dan prosesnya dengan pendekatan saintifik, mulai dari kelas I sampai kelas VI dengan mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran kedalam berbagai tema. Penerapan pembelajaran Tematik Terpadu dengan pendekatan saintifik membawa implikasi perubahan dalam pembelajaran di SD. Perubahan itu mengakibatkan perubahan buku peserta didik, buku guru, sistem penilaian, pelaksanaan program remedial dan pengayaan, serta perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran di sekolah merupakan syarat mutlak yang harus dirancang guru dalam menyiapkan pembelajaran yang bermutu. Perangkat pembelajaran kurikulum 2013 yang dimaksud adalah silabus dan RPP yang didalamnya berisi tentang strategi pembelajaran, bahan pembelajaran, media pembelajaran, lembar kerja siswa dan instrumen penilaian. Mulai tahun pelajaran 2013/2014, Pemerintah telah memberlakukan kurikulum baru yang disebut dengan Kurikulum 2013. Implementasi kurikulum tersebut diatur dalam Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013. Keberhasilan implementasi Kurikulum 2013 dalam kegiatan pembelajaran di kelas-kelas sekolah dasar sangat ditentukan oleh pemahaman para pemangku kepentingan, utamanya guru. Guru SD harus memiliki.

(20) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 3. pemahaman, kesadaran, kemampuan, kreativitas, kesabaran dan keuletan (Kemendikbud, 2013: 1). Dari hasil wawancara yang sudah dilakukan oleh peneliti dengan Ibu SR pada hari Sabtu tanggal 17 Mei 2014 di SD Negeri Kalasan 1 Sleman yang sudah mencoba untuk menerapkan Kurikulum 2013. Penerapan Kurikulum 2013 di SD Kalasan 1. belum maksimal, hal tersebut. dikarenakan kurangnya sosialisasi dan pelatihan tentang penerapan Kurikulum 2013 yang terlalu singkat. Menurut paparan Ibu SR terkait dengan Kurikulum 2013, Kurikulum 2013 bersifat holistik karena tidak terpisah-pisah permata pelajaran atau memadukan semua mata pelajaran dalam bentuk tema. Sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Dalam proses pembelajaran yang diajarkan kepada siswa maka dirancang suatu perangkat pembelajaran seperti silabus, RPP, LKS/bahan ajar, dan instrumen penilaian. Untuk merancang perangkat pembelajaran dibutuhkan pemahaman yang tinggi dari seorang guru, karena untuk memadukan beberapa mata pelajaran tidak mudah butuh ketelitian, kreatifitas dan keterampilan. Dalam proses pembelajaran berlangsung sesuai dengan kurikulum 2013 siswa bukan hanya dituntut dalam intelektual tetapi mencakup 4 aspek, yaitu spritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Untuk mengembangkan ke 4 aspek ini masih kesulitan bagi seorang guru, hal ini dikarenakan butuh waktu yang lama, sarana prasarana di sekolah belum lengkap seperti media pembelajaran, dan juga kreatifitas guru masih kurang. Maka dari itu pembuatan perangkat pembelajaranpun kurang maksimal. Sejauh ini guru hanya mengandalkan perangkat pembelajaran yang ada dalam buku siswa dan buku guru Kurikulum 2013. Selama ini perangkat pembelajaran inilah yang menjadi keterbatasan kemampuan guru di SD. Untuk mendorong kemampuan guru yang profesional. dalam. mengembangkan. perangkat. pembelajaran. yang. bermutu, guru perlu dilatih untuk mengembangkan strategi pembelajaran, media pembelajaran, bahan pembelajaran, lembar kerja siswa, dan.

(21) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. instrumen. penilaian. dalam. pembelajaran.. Selanjutnya. 4. perangkat. pembelajaran tersebut iintegrasikan ke dalam pembelajaran di dalam kelas. Oleh karena itu untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang baik dan benar serta dapat meningkatkan pembelajaran yang bermutu maka peneliti tertarik memilih judul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Mengacu Kurikulum 2013 Pada Subtema Gemar Berolahraga Untuk Siswa Kelas 1 SD”. B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian pengembangan ini adalah sebagai berikut. 1. Bagaimana mengembangkan perangkat pembelajaran subtema Gemar Berolahraga mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar? 2. Bagaimana kualitas produk perangkat pembelajaran subtema Gemar Berolahraga mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar? C. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian pengembangan ini adalah sebagai berikut. 1. Untuk mengembangan perangkat pembelajaran subtema Gemar Berolahraga. mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I. Sekolah Dasar. 2. Untuk mendeskripsikan kualitas produk prosedur perangkat pembelajaran subtema Gemar Berolahraga mengacu Kurikulum 2013 untuk siswa kelas I Sekolah Dasar. D. Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian pengembangan ini adalah sebagai berikut. 1. Bagi mahasiswa Penelitian Pengembangan Perangkat Pembelajaran Mengacu Kurikulum 2013 pada Subtema Gemar Berolahraga untuk siswa.

(22) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 5. kelas 1 SD ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru yang dapat menjadi bekal ketika kelak menjadi guru. 2. Bagi guru Penelitian pengembangan ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif perangkat pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran mengacu Kurikulum 2013 subtema. Gemar. Berolahraga untuk siswa kelas 1 SD. 3. Bagi siswa Bahan ajar ini membantu siswa pembelajaran. mengacu. dalam mengikuti proses. Kurikulum. 2013. subtema. Gemar. Berolahraga untuk siswa kelas 1 SD. 4. Bagi sekolah Dapat menambah referensi pada sekolah dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang terintegrasi berdasarkan kurikulum 2013. 5. Bagi Prodi PGSD Menambah bahan pustaka prodi PGSD Universitas Sanata Dharma terkait dengan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Mengacu Kurikulum 2013 pada Subtema Gemar Berolahraga untuk siswa kelas 1 SD.. E. Batasan Istilah 1. Kurikulum SD 2013 Kurikulum. SD. 2013. adalah. sebuah. kurikulum. yang. mengintegrasikan setiap muatan pelajaran dan disampaikan secara utuh dalam satu pembahasan tema. 2. Pendidikan karakter Pendidikan karakter adalah suatu usaha yang dilakukan untuk membentuk watak, tabiat atau akhlak siswa, dimana peneliti mengambil salah satu karakter dari 25 karater yang dikembangkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional yaitu,.

(23) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 6. keterampilan berpikir logis, kritis, dan kreatif serta karakter sosial yaitu, kerja sama. 3. Pendekatan tematik integratif Pendekatan tematik integratif adalah pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. 4. Pendekatan saintifik Pendekatan Saintifik adalah pendekatan berbasis ilmiah dengan menekankan metode ilmiah meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran. 5. Penilaian autentik Penilaian autentik adalah pengukuran yang bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untuk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. 6. Perangkat Pembelajaran Perangkat pembelajaran adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Tematik Harian (RPPTH) beserta lampirannya yang terdiri dari bahan ajar/LKS, media pembelajaran, Instrumen penilaian yang berupa soal dan kunci jawaban serta tugas dan rubrik penilaian.. F. Spesifikasi Produk Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini memiliki spesifikasi sebagai berikut. 1. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), media pembelajaran/alat peraga, lembar kerja siswa (LKS) dan instrumen penilaian yang berupa soal dan kunci jawaban, serta rubrik penilaian. 2. Perangkat pembelajaran tersusun berdasarkan pendekatan tematik integratif, pendekatan sainstifik, dan penilaian autentik. 3. Perangkat pembelajaran yang menekankan kepeda pendidikan karakter yang berbasis budaya lokal lebih ditonjolkan..

(24) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. BAB II LANDASAN TEORI A. Kajian Pustaka 1. Kurikulum 2013 Kurikulum 2013 merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran. untuk. mencapai. tujuan. pendidikan. tertentu.. Berdasarkan pengertian tersebut, ada dua dimensi kurikulum, yang pertama adalah rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran, sedangkan yang kedua adalah cara yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan. Perubahan dan pengembangan kurikulum 2013 tidak hanya perampingan mata pelajaran semata, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan perubahan dan perkembangan zaman. (Permendikbud, 2013 : 1 ). Sejak diluncurkan tahun 2006 melalui Permendiknas No 22, 23, dan 24 tentang Standar Isi yang kemudian diimplementasikan dalam bentuk KTSP, capaian kompetensi peserta didik kurang jelas dan kurang terarah. Oleh sebab itu Kurikulum 2013 melanjutkan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dengan mencakup 4 aspek yaitu spritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu. Secara konseptual. 7.

(25) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 8. Kurikulum 2013 dicita-citakan untuk mampu melahirkan generasi masa depan yang cerdas komprehensif yakni tidak hanya cerdas intelektualnya melainkan cerdas dalam emosi, sosial dan spritualnya. Hal ini tampak dengan terintegrasi pada nilai-nilai karakter ke dalam proses pembelajaran. Kurikulum 2013 menjadi salah satu solusi menghadapi perubahan zaman yang kelak akan mengutamakan kompetensi nilai-nilai karakter. (Hidayat, 2013: 113). Hal yang baru sebagai perubahan kurikulum yang menjadi ciri Kurikulum 2013 adalah menyangkut empat standar pendidikan, yakni Standar Kompetensi Kelulusan (SKL), Standar Proses, Standar Isi, dan Standar Penilaian. Keempat standar ini dirumuskan dalam tujuh elemen. Pertama Kompetensi Lulusan (adanya peningkatan dan keseimbangan soft skills dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan). Kedua Kedudukan Mata Pelajaran ( kompetensi yang semula diturunkan dari mata pelajaran berubah manjadi mata pelajaran yang dikembangkan dari kompetensi). Ketiga Pendekatan Isi (kompetensi dikembangkan melalui tematik integratif dalam semua mata pelajaran secara terpadu untuk sekolah dasar). Keempat Struktur Kurikulum (holistik berbasis sains, jumlah mata pelajaran dari 10 menjadi 6, jumlah jam bertambah 4 JP/minggu untuk sekolah dasar). Kelima Proses Pembelajaran (standar proses yang semula terfokus pada eksplorasi, elaborasi, dan komfirmasi.

(26) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 9. sekarang dilengkapi dengan mengamati, menanya, mengolah, menalar, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta, belajar tidak hanya diruang kelas tetapi juga dilingkungan sekolah dan masyarakat. Guru bukan satu-satunya sumber belajar. Sikap tidak diajarkan secara verbal tetapi melalui contoh dan teladan). Keenam Penilaian ( pergeseran dari penilaian melalui tes mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja menuju penilaian autentik yang mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil, memperkuat PAP (Penilaian Acuan Patokan) yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal (maksimal). penilaian tidak hanya pada level KD, tetapi juga kompetensi inti dan SKL, mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai intrumen utama penilaian. Ketujuh Kegiatam Ekstrakurikuler (wajib pramuka, UKS, PMR, dan bahasa inggris untuk sekolah dasar). Menurut Kunandar dalam Abdul Majid, (2014: 79) mengatakan bahwa perubahan kurikulum yang terjadi merupakan hal yang biasa dan merupakan suatu keniscayaan dalam rangka mengikuti perkembangan masyarakan yang begitu cepat. a. Rasional dan Elemen Perubahan Kurikulum 2013 Beberapa alasan pengembangan kurikulum harus dilakukan karena. adanya. tantangan-tantangan. tantangan internal dan eksternal.. yang dihadapi,. baik.

(27) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 10. 1) Tantangan Internal Tantangan internal antara lain terkait dengan kondisi pendidikan dikaitkan dengan tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.. Tantangan. internal. lainnya. terkait. dengan. perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. Saat ini jumlah penduduk Indonesia usia produktif lebih banyak dari usia tidak produktif. Terkait dengan tantangan internal pertama, maka berbagai kegiatan dilakukan untuk mengupayakan agar penyelenggaraan pendidikan dapat mencapai kedelapan standar yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu tantangan besar yang dihadapi adalah bagaimana mengupayakan agar Sumber Daya Manusia (SDM) usia produktif yang melimpah ini dapat ditransformasikan menjadi sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban. (Kemendikbud, 2013: 1). 2). Tantangan Eksternal Tantangan eksternal antara lain terkait dengan masa depan yaitu globalisasi. Arus globalisasi akan menggeser pola hidup masyarakat dari yang tradisional menjadi masyarakat industri dan perdagangan modern. Tantangan masa depan yang dipengaruhi.

(28) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 11. oleh globalisasi bisa berupa kemajuan teknologi. Perkembangan teknologi yang semakin pesat akan berdampak pada kehidupan masyarakat. Orang dituntut untuk menyadari bahwa pengetahuan itu lebih penting akan tetapi seiring dengan perkembangan zaman jika pengetahuan terus-menerus dipelajari akan berdampak pada fenomena-fenomena negatif. Jika arus globalisasi terus menerus terjadi dikalangan pelajar mengakibatkan adanya kecenderungan terjadinya dekadensi moral, seperti perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisme, kecurangan dalam ujian, anarkis dan berbagai tindakan yang tidak baik. Kurikulum 2013 diharapkan mampu memberikan jawaban atas permasalahan yang akan dihadapi dimasa depan yang akan datang (Kemendikbud, 2013: 2). Tantangan masa depan kompetensi yang dituntut dapat juga dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 1. Alasan Pengembangan Kurikulum No 1.. Tantangan Masa Depan. Kompetensi Masa Depan. Globalisasi, WTO,ASEAN Kemampuan berkomunikasi community,. APEC,. CAFTA 2.. Masalah lingkungan hidup. Kemampuan berpikir jernih dan kritis. 3.. Kemajuan. teknologi Kemampuan. informasi 4.. Konvergensi teknologi. 5.. Ekonomi pengetahuan. mempertimbangkan. segi moral suatu permasalahan ilmu. dan Kemampuan menjadi warga negara yang bertanggung jawab. berbasis Kemampuan mengerti. dan. mencoba toleran. untuk terhadap.

(29) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 12. pandangan yang berbeda 6.. Kebangkitan. industri Kemampuan. kreatif dan budaya 7.. Pergeseran. Pengaruh. dalam. masyarakat yang menglobal. kekuatan Memiliki. ekonomi dunia 8.. hidup. minat. luas. dalam. kehidupan. dan. imbas Memiliki kesiapan untuk bekerja. teknosains 9.. Mutu,. investasi. dan Memiliki kecerdasan sesuai dengan. transformasi pada sektor bakat/ minatnya pendidikan 10.. Hasil TIMSS dan PISA. Memiliki. rasa tanggung jawab. terhadap lingkungan.. Menurut Hidayat,. (2013:. 125) mengatakan. bahwa. pengembangan kurikulum dikembangkan bukan hanya karena adanya tantangan dimasa depan melainkan juga ada kesenjangan terhadap kurikulum yang sebelumnya. Kesenjangan kurikulum dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2. Identifikasi Kesenjangan Kurikulum KONDISI SAAT INI. KONSEP IDEAL. KOMPETENSI LULUSAN 1. Sikap belum mencerminkan karakter,. 1. Kompetensi. lulusan. keterampilan. berkarakter mulia, memiliki. belum sesuai kebutuhan dan. keterampilan yang relevan dan. pengetahuan-pengetahuan. pengetahuan-pengetahuan. lepas.. terkait. MATERI PEMBELAJARAN. 2. Materi. yang. tercantum. dalam KTSP belum relevan. 2. Materi pelajaran sudah relevan dengan. kompetensi. yang.

(30) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. dengan. kompetensi. yang. dibutuhkan. Memuat materi. dibutuhkan. Beban belajar. esensial dan sesuai dengan. terlalu berat, terlalu luas dan. tingkat perkembangan peserta. kurang mendalam.. didik.. PROSES PEMBELAJARAN 3. Proses pembelajaran masih. 3. Proses pembelajaran berpusat. berpusat pada guru, sifat. pada siswa, sifat pembelajaran. pembelajaran. kontekstual.. yang. berorentasi pada buku teks. PENILAIAN 4. Penilaian guru. yang dilakukan. masih. menekankan. pada aspek kognitif dan tes.. 4. Penilaian. komprehensif. dengan. menekankan. aspek. kognitif,. pada afektif,. psikomotorik. secara. proporsional. PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 5. Pendidik. dan. tenaga. 5. Pendidik. dan. kependidikan masih terfokus. kependidikan. pada. tenaga memenuhi. ukuran. kinerja. kompetensi profesi, pedagogi,. dan. tenaga. sosial. pendidik kependidikan. dan. personal. serta. pendidik memiliki motivasi pembelajaran yang tinggi. PENGELOLAAN KURIKULUM. 6. Masih kecenderungan. terdapat satuan. pendidikan. menyusun. kurikulum. tanpa. 6. Satuan. mempertimbangkan. satuan. daerah.. potensi daerah.. kondisi. satuan pendidikan, kebutuhan peserta. kebutuhan peserta didik, dan. mampu. menyusun kurikulum dengan. mempertimbangkan kondisi pendidikan,. pendidikan. didik. dan. potensi. 13.

(31) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 14. Melihat tantangan-tantangan masa depan dan kesenjangan kurikulum dari kondisi saat ini menuju kondisi ideal yang dihadapi, maka perlu adanya penyempurnaan pola pikir. Kurikulum 2013 dikembangkan untuk menyempurnakan pola pikir yang selama ini proses pembelajaran berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada siswa. Proses pembelajaran satu arah (adanya interaksi antara siswa dan guru secara langsung). Siswa bukan hanya belajar diruangan tertutup melainkan berinteraksi langsung dengan lingkungan alam dan masyarakat. Selama ini proses pembelajaran. yang. berlangsung. secara. terisolasi. menjadi. pembelajaran secara jejaring (siswa dapat belajar kepada siapa saja dan dari mana saja). Pola pembelajaran selama ini pasif menjadi pembelajaran aktif (siswa dituntun untuk mencari tahu sendiri masalah sesuai dengan pendekatan saintifik kurikulum 2013). Penyempurnaan pola pikir perumusan kurikulum dapat juga dilihat pada tabel berikut. Tebel 3. Penyempurnaan Pola Pkir No 1.. KBK 2004/KTSP 2006. KURIKULUM 2013. SKL diturunkan dari Standar SKL diturunkan dari kebutuhan Isi. 2.. Standar. Isi. berdasarkan. dirumuskan Standar Isi diturunkan dari SKL tujuan. pelajaran. (SKL. Pelajaran). yang. mata melalui Kompetensi Inti yang Mata bebas mata pelajaran dirinci. menjadi Standar Kompetensi.

(32) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 15. dan Kompetensi Dasar Mata pelajaran 3.. Pemisahan. antara. mata Semua mata pelajaran terus. pelajaran membentuk sikap, berkontribusi membentuk dan. terhadap. keterampilan, pembentukan. sikap,. membentuk keterampilan, dan pengetahuan. pengetahuan. 4.. 5. Kompetensi diturunkan dari Mata pelajaran diturunkan dari mata pelajaran. kompetensi yang ingin dicapai. Mata pelajaran lepas satu. Semua mata pelajaran diikat. dengan yang lain, seperti oleh Kompetensi Inti. sekumpulan mata pelajaran terpisah. b. Pendidikan Karakter 1. Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Rutland dalam Hidayatullah (2010:12), karakter berasal dari akar kata latin yang berarti “dipahat”, oleh karena itu karakter adalah kualitas dan kekuatan mental atau moral, akhlak atau budi pekerti individu yang merupakan kepribadian khusus yang menjadi pendorong dan penegak, serta yang membedakan dengan individu lain. Sedangkan. menurut. Kertajaya. dalam. Hidayatullah,. (2010:13) mengemukakan bahwa karakter adalah “ciri khas” yang dimilikioleh suatu benda atau individu. Ciri khas tersebut adalah “asli” dan mengakar kepada kepribadian benda atau individu tersebut, dan merupakan “mesin” yang mendorong bagaimana.

(33) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 16. seseorang bertindak, bersikap, berujar, dan merespon sesuatu. Ciri khas ini pun yang diingat oleh orang lain tentang orang tersebut dan menentukan suka atau tidak suka mereka kepada individu tersebut. Orang yang memiliki karakter yang kuat, akan memiliki momentum untuk mencapai tujuan. Disisi lain orang yang karakternya mudah goyah, akan lebih lambat untuk bergerak dan tidak bisa menarik orang lain untuk berkerjasama dengannya. Menurut. Adisusilo,. (2012:13). mengatakan. bahwa. pendidikan karakter adalah pendidikan nilai. Bagi bangsa Indonesia nilai-nilai yang akan dapat memberi karakter khas Indonesia, tidak lain adalah nilai-nilai pancasila yaitu nilai-nilai religiusitas, humanitas, nasionalitas, demokratis dan berkeadilan sosial. Listyarti ( 2012: 3) menjelaskan bahwa karakter seseorang dapat diamati melalui 3 aspek, yaitu: mengetahui kebaikan (knowing the good), mencintai kebaikan (loving the good), dan melakukan kebaikan (doing the good). Pendidikan karakter tidak hanya sekedar mendidik benar dan salah, tetapi mencakup proses pembiasaan tentang perilaku yang baik sehingga siswa dapat memahami, merasakan dan mau berperilaku baik sehingga terbentuk kebiasaan yang baik. Nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan karakter adalah religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan,. cinta. tanah. air,. menghargai. prestasi,.

(34) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 17. bersahabat/komunikasi, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Berdasarkan beberapa pengertian pendidikan karakter di atas jika dikaitkan dengan guru atau pengajar, sebaiknya seorang guru harus mengubah paradigma dari mengajar menjadi mendidik. Anak didik harus diajarkan kebiasaan cara berpikir dan berperilaku yang berkaitan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pendidikan karakter. Karena pendidikan karakter harus disesuaikan dengan perkembangan usia anak, pada usia ke 5-6 tahun anak diajarkan supaya jujur, mengenal mana yang benar dan mana yang salah, mengenalkan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang diperbolehkan dan mana yang dilarang. Yang terpenting lagi adalah menanamkan sikap tanggung jawab, peduli, kemandirian dan bermasyarakat. Pendidikan karakter dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan dan dapat berupa berbagai kegiatan yang dilakukan secara. intrakurikuler. maupun. ektrakurikuler.. Kegiatan. intrakurikuler terintegrasi ke dalam mata pelajaran, sedangkan kegiatan ekstrakurikuler dilakukan diluar jam pelajaran. Strategi dalam pendidikan karakter dapat dilakukan melalui sikap-sikap sebagai berikut: Pertama keteladanan, penanaman kedisiplinan, pembiasaan, menciptakan suasana yang konduksif, dan integrasi dan internnalisasi. (Hidayatullah, 2010: 39)..

(35) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 18. 2. Tujuan Pendidikan Karakter Menurut Mulyasa (2013: 9) pendidikan karakter bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan yang bertujuan pada pembentukan karakter dan akhlak mulia siswa secara utuh, terpadu dan seimbang sesuai dengan standar kompetensi lulusan pada setiap satuan pendidikan. Melalui pendidikan karakter siswa diharapkan dapat secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuan yang dimiliki, mengkaji dan menginternalisasikan serta mempersonalisasikan nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga dapat diterapkan dalam perilaku sehari-hari. Menurut. Permendikbud,. Kurikulun 2013 dikembangkan. (2013:. 4). menjelaskan. bahwa. dengan landasan filosofis yang. memberikan dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta didik menjadi manusia Indonesia berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional. Yang menekankan pada beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Oleh sebab itu, pendidikan nasional harus berfungsi secara optimal sebagai wahana utama dalam pembangunan bangsa dan karakter. Jadi kurikulum 2013 merupakan salah satu unsur yang bisa memberikan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan proses perkembangan kualitas peserta didik yang berkarakter..

(36) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 19. c. Pendekatan Tematik Integratif 1. Pengertian Tematik Integratif Menurut BNSP dalam Majid (2014: 85) mengatakan bahwa pengalaman belajar peserta didik menempati posisi penting dalam usaha meningkatkan kualitas lulusan. Untuk itu pendidik dituntut harus mampu merancang dan melaksanakan pengalaman belajar dengan tepat. Setiap peserta didik memerlukan bekal pengetahuan dan kecakapan agar dapat hidup di masyarakat dan diharapkan mempunyai pengalaman belajar di sekolah. Kurikulum 2013 menekankan pada pendekatan tematik integratif mulai dari kelas I sampai kelas VI SD. Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan. pembelajaran. yang. mengintegrasikan. berbagai. kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Joni dalam Trianto (2011: 56) menguraikan pengertian pembelajaran. intergratif. (terpadu). sebagai. suatu. sistem. pembelajaran yang mengaktifkan siswa baik secara individu maupun kelompok untuk mencari, menggali serta menemukan konsep bahkan prinsip keilmuan secara holistik, bermakna, dan otentik.. Kemudian. Trianto. sendiri. menegaskan. bahwa. pembelajaran terpadu merupakan suatu pendekatan belajar mengajar dengan melibatkan beberapa bidang studi untuk memberikan pengalaman bermakna bagi peserta didik. Pengalaman yang dimaksud adalah dengan memahami konsep-konsep melalui.

(37) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 20. pengamatan langsung lalu menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahami oleh peserta didik. 2. Prinsip Pendekatan Tematik Menurut Abdul Majid (2014: 89), prinsip pembelajaran tematik integratif antara lain: 1. Pembelajaran tematik integratif memiliki satu tema yang aktual, dekat dengan dunia siswa dan ada dalam kehidupan sehari-hari. 2. Tema menjadi alat pemersatu materi yang beragam dari beberapa mata pelajaran. Pembelajaran tematik integratif perlu memilih materi dari beberapa mata pelajaran yang mungkin saling terkait. 3. Pembelajaran tematik integratif tidak boleh bertentangan dengan tujuan kurikulum yang berlaku tetapi sebaliknya pembelajaran. tematik. integratif. harus. mendukung. pencapaian tujuan utuh kegiatan pembelajaran yang termuat dalam kurikulum. 4. Materi pembelajaran yang dapat dipadukan dalam satu tema selalu mempertimbangkan karakteristik siswa seperti minat, kemampuan, kebutuhan, dan pengetahuan awal. 5.. Materi. pembelajaran. yang. dipadukan. tidak. terlalu. dipaksakan. artinya materi yang tidak mungkin dipadukan tidak usah dipadukan..

(38) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 21. 3. Ciri-ciri Pendekatan Tematik Integratif Pembelajaran tematik integratif juga memiliki ciri-ciri yaitu 1) berpusat pada peserta didik, 2) memberikan pengalaman secara langsung kepada peserta didik, 3) pemisahan antar muatan pelajaran tidak terlihat dengan jelas, 4) memberikan konsep dari berbagai pelajaran dalam satu proses pembelajaran yang saling terkait satu sama lain, 5) keterpaduan berbagai muatan pelajaran bersifat luwes, 6) hasil yang didapatkan dalam pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan peserta didik (Kemendikbud. 2014: 16). 4. Manfaat Pendekatan Tematik Integratif Menurut Ahmadi (2014: 224) ada beberapa manfaat tematik integratif yaitu 1) kebebasan dalam pemanfaatan waktu dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa, 2) menyatukan pembelajaran. siswa,. konvergensi. pemahaman. yang. diperolehnya sambil mencegah terjadinya inkonsistensi antar mata pelajaran, merefleksikan keadaan nyata yang dihadapi anak di rumah dan lingkungannya, sesuai dengan cara anak berfikir, dimana menurut penelitian otak mendukung teori pedagogi dan psikologi bahwa anak menerima banyak hal serta mengolah dan merangkumnya menjadi satu. Selain itu manfaat lain yang didapatkan dengan menggunakan pendekatan tematik integratif yaitu a) suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan, b) menggunakan.

(39) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 22. kelompok kerja sama, memadukan (kolaborasi) kelompok belajar dan strategi pemecahan konflik yang mendorong siswa untuk memecahkan masalah c) mengoptimasi lingkungan belajar sebagai kunci kelas yang ramah otak d) siswa dengan cepat dan tepat waktu dapat memproses informasi e) proses pembelajaran di kelas mendorong siswa berada dalam format ramah otak, f) materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru dapat diaplikasikan langsung oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari g) siswa yang relatif mengalami keterlambatan untuk menyelesaikan program belajar dapat dibantu oleh guru dengan cara memberikan bimbingan secara khusus dan menerapkan prinsip belajar tuntas h) program pembelajaran yang. bersifat. ramah. otak. memungkinkan. guru. untuk. mewujudkan ketuntasan belajar dengan menerapkan variasi cara penilaian. Melihat penyempurnaan pola pikir pada pembahasan sebelumnya dapat diketahui bahwa pola pikir pada Kurikulum 2013 merujuk pada perubahan yang memiliki karakteristik hampir sama dengan konsep pembelajaran kontekstual. Yang menekankan pembelajaran berpusat pada siswa, memberikan pengalaman langsung, pemisahan mata pelajaran tidak begitu jelas, menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran, bersifat luwes (fleksibel), dan menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan..

(40) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 23. Jika pembelajaran sudah kontekstual, maka guru juga harus berwawasan luas memiliki kreativitas tinggi, keterampilan metodologis yang handal, rasa percaya diri yang tinggi dan berani mengembangkan materi pembelajaran. Secara akademik guru dituntut untuk terus menggali informasi ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan materi yang akan diajarkan dan banyak membaca buku agar penguasaan bahan ajar tidak terfokus pada bidang tertentu saja. Begitu juga dengan peserta didik, pembelajaran terpadu menuntut kemampuan belajar peserta didik yang relatif “baik”, baik dalam kemampuan akademik maupun krativitas. Hal ini terjadi karena pembelajaran terpadu menekankan pada kemampuan analitis (mengurai), asosiatif (menghubung-hubungkan), dan kemampuan eksploratif dan elaboratif (menemukan dan menggali). Majid (2014: 93). Berdasarkan teori-teori yang sudah diuraikan di atas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tematik integratif merupakan pembelajaran yang dilakukan secara terpadu dan terdapat keterkaitan antar bidang studi, antar konsep, antar pokok bahasan, antar tema bahkan antar topik melalui pengalaman langsung sehingga pembelajaran dapat bermakna bagi siswa..

(41) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 24. d. Pendekatan Saintifik Pembelajaran. tematik. terpadu. dalam. proses. pembelajarannya menggunakan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik memberikan pemahaman kepada peserta didik untuk mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, segala informasi bisa datang dari mana saja dan kapan saja tidak tergantung dari guru. Oleh karena itu, kondisi pembelajaran yang diharapkan mampu mendorong peserat didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber, bukan diberi tahu (Modul Diklat Kurikulum 2013). Pendekatan saintifik atau pendekatan ilmiah adalah sebuah pendekatan yang berbasis ilmiah dengan merujuk pada kegiatan menginvestigasi atas sesuatu atau beberapa fenomena atau gejala dengan tujuan memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan memadukan pengetahuan sebelumnya. Dalam pendekatan saintifik menekankan kegiatan berbasis metode ilmiah yang meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran. Pendekatan ilmiah ini mempunyai ciri tertentu yang terdiri dari dimensi pengamatan, penalaran, penemuan, pengabsahan, dan penjelasan tentang suatu kebenaran. Proses. pembelajaran. dalam. pendekatan. saintifik. harus. dilaksanakan dengan menggunakan nilai-nilai, prinsip-prinsip, atau kriteria ilmiah. Menurut Sudarwan dalam Majid, (2014: 194)..

(42) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 25. Kondisi pembelajaran saat ini diharapkan agar peserta didik mampu merumuskan masalah dengan banyak bertanya, bukan hanya menyelesaikan masalah dengan menjawab saja. Proses pembelajaran diarahkan untuk melatih berpikir analitis (peserta didik diajarkan bagaimana mengambil keputusan) bukan berpikir mekanitis (rutin dengan mendengarkan dan menghafal semata). Pendekatan pembelajaran ilmiah menekankan pada pentingnya kolaborasi dan kerjasama di antara peserta didik dalam menyelesaikan setiap permasalahan dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu guru sedapat mungkin menciptakan pembelajaran selain dengan tetap mengacu pada Standar Proses dimana pembelajarannya diciptakan suasana yang memuat eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, juga dengan mengedepankan kondisi peserta didik yang berprilaku ilmiah dengan bersama-sama diajak untuk. mengamati,. menanya,. menalar,. merumuskan,. menyimpulkan, dan mengomunikasikan, sehingga peserta didik dapat penguasaan materi yang dipelajari dengan baik. Untuk lebih jelasnya berikut adalah langkah-langakah pendekatan saintifik. 1. Mengamati Kegiatan mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran seperti menyajikan media objek secara nyata, peserta didik senang dan tertantang..

(43) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 26. 2. Menanya Pada saat kegiatan menanya guru dapat membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik. Ketika guru menjawab pertanyaan , guru sebenarnya sedang menanamkan sikap kepada siswa agar menjadi penyimak dan pembelajar yang baik. 3. Menalar Penalaran yaitu proses berpikir yang logis dan sistematis atas fakta-fakta empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan. Dalam kegiatan ini peserta didik mencoba mengkoneksikan antara pengetahuan baru yang didapat dengan pengetahuan sebelumnya untuk menjadi sebuah temuan pengetahuan, baik untuk mengoreksi atau pun memperoleh pelajaran baru. 4. Mencoba Dalam kegiatan ini peserta didik mencoba melakukan eksperimen terkait materi pembelajaran untuk menemukan kesimpulan dan mengetahui secara langsung apa yang sedang mereka pelajari. Selama proses ini berlangsung guru ikut membimbing peserta didik yang bertujuan untuk mengatasi dan memecahkan. masalah-masalah. kegiatan pembelajaran. 5. Membentuk jejaring. yang. akan. menghambat.

(44) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 27. Membentuk jejaring merupakan filsafat interaksi dan gaya hidup manusia yang menempatkan dan memaknai kerjasama untuk memudahkan suatu usaha demi mencapai tujuan bersama. Berdasarkan uraian di atas pendekatan saintifik yang diterapkan dalam pembelajaran dengan menggunakan Kurikulum 2013 merupakan suatu proses yang dilakukan siswa dengan mengedepankan. ide-ide. kreatif.. Kemampuan. siswa. dapat. dikembangkan secara holistik mulai dari ranah pengetahuan, keterampilan, dan sikap. e. Penilaian Otentik 1. Pengertian Penilaian Otentik Penilaian. dalam. Kurikulun. 2013. mengacu. pada. Permendikbud No 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Standar Penilaian bertujuan untuk menjamin perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian. Pelaksanaan penilaian peserta didik secara profesional, terbuka, edukatif, efektif, efesien, dan sesuai dengan konteks budaya. Pelaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif, akuntabel, dan informatif. (Kunandar, 2014: 35). Menurut. Permendikbud. dalam. Kunandar,. (2014:35). mengatakan bahwa penilaian pendidikan adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil.

(45) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 28. belajar peserta didik. Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup, penilaian autentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, ulangan tengah semester, ujian akhir semester dan ujian nasional. Penilaian autentik adalah suatu proses pengumpulan, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang proses dan hasil belajar siswa dengan menerapkan prinsip-prinsip penilaian, pelaksanaan berkelanjutan, bukti-bukti autentik, akurat dan konsisten sebagai akutabilitas publik. Pusat Kurikulum 2009 dalam Majid (2014 : 236). Sedangkan menurut Johnson dalam Majid (2014:236) mengatakan bahwa penilaian autentik memberikan kesempatan luas kepada siswa untuk menunjukan apa yang telah dipelajari dan apa yang telah dikuasai selama proses pembelajaran dan penilaian autentik berfokus pada tujuan, melibatkan pembelajaran secaara langsung, membangun kerjasama dan menanamkan tingkat berpikir yang lebih tinggi. Penilaian. autentik. dikembangkan. karena. penilaian. tradisional yang selama ini digunakan mengabaikan konteks dunia nyata dan kurang menggambarkan kemampuan siswa secara holistik. Santrock dalam Majid (2014: 236). Menurut Mueller dalam Majid (2014:238) mengatakan bahwa penilaian autentik merupakan suatu bentuk penilaian.

(46) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 29. yang para siswanya diminta untuk menampilkan tugas-tugas pada situasi yang sesungguhnya yang mendemonstrasikan penerapan keterampilan dan pengetahuan yang esensial yang bermakna. 2. Ciri-ciri Penilaian otentik Penilian otentik memiliki beberapa ciri yaitu 1) harus mengukur semua aspek pembelajaran yaitu kinerja dan produk, 2) dilakukan selama dan setelah proses pembelajaran berlangsung, 3) menggunakan berbagai cara dan sumber, maksudnya dalam menilai peserta didik harus menggunakan berbagai teknik penilaian, 4) tes merupakan salah satu alat untuk pengumpulan data penilaian, 5) tugas yang diberikan kepada peserta didik harus mencerminkan kehidupan seharihari, 6) penilaian harus menekankan kedalaman pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki peserta didik (Kunandar, 2014: 38-39). 3. Macam-macam Penilaian Otentik Pembelajaran. otentik. meminta. siswa. untuk. mengumpulkan informasi dengan menggunakan pendekatan saintifik, memahami gejala atau fenomena yang berhubungan satu dengan yang lain, serta mengkaitkan apa yang dipelajari dengan dunia nyata yang ada di luar sekolah. Penilaian otentik mendorong peserta didik mengkonstruksi, mengorganisasikan, dan mengevaluasi informasi untuk kemudian mengubahnya.

(47) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 30. menjadi pengetahuan baru. Majid (2014 : 250) Jenis-jenis penilaian otentik yaitu: 1. Penilaian proyek (project assessment) adalah kegiatan penilaian terhadap tugas yang akan diselesaikan oleh peserta didik menurut periode atau waktu tertentu. Penyelesaian tugas itu berupa investigasi yang dilakukan peserta didik, mulai. dari. perencanaan,. pengumpulan. data,. pengorganisasian, pengolahan, analisis, dan penyajian data. Dengan demikian penilaian proyek bersentuhan dengan aspek pemahaman, pengaplikasian, penyelidikan dan lain-lain. 2. Penilaian kinerja berupa proses dan aspek-aspek yang akan dinilai. Guru dapat melakukannya dengan meminta siswa menyebutkan unsur-unsur atau tugas yang akan mereka gunakan untuk menentukan kriteria penyelesaiannya. Cara merekam. hasil. penilaian. berupa. penilaian. kinerja. menggunakan daftar cek, catatan anekdot, skala penilaian, dan memori atau ingatan. 3. Penilaian portofolio merupakan penilian atas kumpulan artefak yang menunjukan kemajuan dan dihargai sebagai hasil kinerja dari dunia nyata. Penilaian portofolio bisa berangkat dari hasil kerja peserta didik baik individu atau kelompok, melalui refleksi, dan dievaluasi berdasarkan beberapa dimensi..

(48) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 31. 4. Penilaian jurnal merupakan tulisan yang dibuat siswa untuk menunjukan segala sesuatu yang telah dipelajari atau diperoleh dalam proses pembelajaran. Jurnal dapat digunakan untuk mencatat atau merangkum topik-topik yang telah dipelajari, perasaan siswa dalam belajar mata pelajaran tertentu, kesulitan-kesulitan atau keberhasilannya dalam menyelesaikan masalah atau topik pelajaran. 5. Penilaian tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganaalisis, mensitesis, mengevaluasi, dan sebagainya atas materi yang sudah dipelajari. Tes tertulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat komperhensif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Dengan demikian, jelas penilaian autentik lebih dapat mengungkapkan hasil belajar siswa secara holistik sehingga benarbenar dapat mencerminkan potensi, kemampuan, dan kreativitas siswa sebagai hasil proses belajar. Selain itu penerapan penilaian autentik akan dapat mendorong siswa untuk lebih aktif belajar dan menerapkan hasil belajarnya dengan kehidupan nyata. Dengan demikian penilaian autentik dapat meningkatkan mutu pendidikan. Sesuai dengan Kurikulum 2013, penilaian otentik dituntut untuk memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dalam pembelajaran.. Penilaian. tersebut. berfungsi. untuk. melihat.

(49) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 32. peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi, menalar, mencoba, membangun jejaring, dan lain sebagainya. Penilaian ini lebih fokus pada tugas-tugas kompleks dan kontekstual, membuat anak untuk mampu menunjukan kompetensi yang dimiliki dalam pengaturan yang lebih otentik. Penilaian otentik sangat relevan dengan pembelajaran terpadu khususnya pada jenjang sekolah dasar. 2. Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran Dalam. penelitian. ini,. model. pengembangan. perangkat. pembelajaran yang digunakan adalah model Kemp. Kemp mengatakan dalam Trianto (2010: 81) bahwa pengembangan perangkat merupakan suatu lingkaran yang kontinum. Dalam model Kemp terdapat siklus pengembangangan. yang. meliputi,. identifikasi. pembelajaran. (Instructional Problems), analisis siswa (Learning Characteristic), analisis tugas (Task Analysis), merumuskan indikator (Instructional Objective), urutan isi (Content Sequencing), strategi pembelajaran (Instructional. Strategies),. cara. penyampaian. pesan. atau. isi. pembelajaran (Instructional Delivery), penyusunan instrumen evaluasi (Evaluation Instrument), pemilihan media atau sumber belajar (Instructional Resources), pelayanan pendukung (Support Rervices), kemudian evaluasi formatif (Formative), dan evaluasi sumatif (Summaratuve Evaluation) yang dilanjutkan dengan adanya revisi perangkat pembelajaran (Revision)..

(50) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. Berikut. merupakan. gambar. siklus. dan. 33. pemaparan. pengembangan perangkat pembelajaran model Kemp:. Gambar 1. Siklus Pengembangan Perangkat Model Jerold. E. Kemp Secara umum pengembangan perangkat pembelajaran dengan model Kemp meliputi beberapa hal yaitu: a. Identifikasi Masalah Pembelajaran (Instructional Problems) Tahap ini. bertujuan. untuk. mengidentifikasi. adanya. kesenjangan antara tujuan kurikulum dengan kenyataan yang terjadi di lapangan, baik dalam model, pendekatan, metode, teknik, maupun strategi yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran. Bahan kajian, pokok bahasan atau materi yang dikembangkan, selanjutnya dapat disusun dengan cara pembelajaran yang sesuai untuk mencapai tujuan yang diharapkan dalam kurikulum..

(51) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 34. b. Analisis Siswa (Learning Characteristic) Tahap ini dilakukan untuk mengetahui tingkah laku awal dan karakter peserta didik meliputi ciri, kemampuan, dan pengalaman secara individu ataupun kelompok. Hasil dari analisis peserta didik dapat dijadikan acuan untuk menyiapkan perangkat pembelajaran. Analisis tersebut antara lain: 1) Tingkah Laku Awal Peserta didik, menurut Kardi dalam Trianto (2010: 83) mengatakan bahwa perlunya mengidentifikasi keterampilan peserta didik sebelum melaksanakan proses pembelajaran. 2) Karakteristik Peserta didik, menurut Ibrahim dalam Trianto (2010: 83) analisis peserta. didik. sangat. penting. dilakukan. seperti. dengan. memperhatikan ciri, kemampuan, dan pengalaman peserta didik baik dalam perseorangan ataupun dalam kelompok. Analisis peserta didik meliuti karakteristik seperti kemampuan akademik, usia dan tingkat kedewasaan, motivasi terhadapat mata pelajaran, pengalaman, keterampilan psikomotor, kemampuan berkerja sama, keterampilan sosial dan lainnya. c. Analisis Tugas (Task Analysis) Kemp mengatakan dalam Trianto (2010: 83) bahwa analisis tugas merupakan kumpulan dari langkah untuk menentukan isi suatu pengajaran. Analisis tugas bertujuan untuk mengetahui dan menentukan model pembelajaran untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan. Analisis tugas tidak lain dengan analisis isi pelajaran, analisis konsep, analisis pemrosesan informasi, dan.

(52) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. analisis. prosedural. yang. digunakan. untuk. 35. memudahkan. pemahaman atau penugasan tentang tugas belajar dan tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPPTH) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). d. Merumuskan Indikator (Instructional Objective) Indikator merupakan tujuan pembelajaran yang didapatkan darihasil analisis tujuan. Tujuan pembelajaran dilakukan untuk mengkonversikan analisis tugas dan analisis konsep menjadi tujuan pembelajaran khusu yang lebih operasional. Indikator yang dirumuskan berfungsi sebagai alat untuk merancang kegiatan pembelajaran,. kerangka. kerja. dalam. merencanakan. cara. mengevaluasi haisl belajar peserta didik, dan sebagai panduan dalam belajar untuk peserta didik. e. Urutan Isi (Content Sequencing) Urutan isi ditentukan berdasarkan tingkat kesulitan untuk membantu siswa memahami pelajaran f. Strategi Pembelajaran (Instructional Strategies) Pada tahap ini dilakukan pemilihan strategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan. Kegiatan yang dilakukan yaitu memilih model, pendekatan, metode, pemilihan format, yang diyakini dapat memberikan pengalaman yang berguna dalam pembelajaran sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran..

(53) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 36. g. Cara Penyampaian Pesan atau Isi Pembelajaran (Instructional Delivery) Cara penyampaian pesan atau isi pembelajaran dengan menentuan. gambar. atau. media. yang. digunakan. dalam. pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami pengetahuan tersebut. h. Penyusunan Instrumen Evaluasi (Evaluation Instrument) Penyusunan hasil belajar merupakan alat penilaian yang digunakan untuk mengukur ketuntasa indikator dan pengusaan peserta didik setelah proses pembelajaran berlangsung. Kriteria penilaian yang dilakukan adalah penilaian acuan patokan, sehingga instrumen yang dikembangkan harus dapat mengukur ketuntasan pencapaian tujuan pembelajaran yang khusus telah dirumuskan. Menilai hasil belajar merupakan unsur terakhir dalam proses perancangan pembelajaran. i. Pemilihan Media atau Sumber Pembelajaran (Instructional Resources), Pemilihan media dan sumber pembelajaran dilakukan berdasarkan hasil analisis tujuanm analisi karakteristik siswa dan analisis tugas. Keberhasilan pembelajaran sangat bergantung pada penggunaan media dan sumber pembelajaran yang digunakan. Pemilihan sumber pembelajaran dengan baik maka tujuan pembelajaran dapat tercapai seperti dapat memotivasi peserta didik dengan cara menarik dan menstimulasi perhatina pda materi.

(54) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. pembelajaran,. melibatkan. peserta. didik,. menjelaskan. 37. dan. menggambarkan isi materi pelajaran dan keterampilan kinerja, membantu pembentukan sikap dan pengembangan rasa menghargai (apresiasi), serta dapat memberi kesempatan untuk menganalisis sendiri kinerja perorangan. j. Pelayanan Pendukung (Support Services) Pelayanan pendukung sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan subtansi pengembangan perangkat, tetapi sangat menentukan keberhasilan dalam pengembangan perangkat. Dalam proses pengembangan perangkat diperlukan kebijakan sekolah, guru, mitra, tata usaha, tenaga terkait serta layanan laboratorium dan. perlusatakan.. Selain. itu. anggaran,. fasilitas,. bahan,. perlengkapan, pelayanan tenaga kerja, jadwal penyelesaian tahapan perencanaan dan pengembangan juga dibutuhkan. k. Evaluasi formatif (Formative) Evaluasi formatif merupakan bagian yang penting dari proses perancangan pembelajaran dan berfungsi sebagai pemberi informasi kepada pengajar. Evaluasi formatif dilakukan selama pengembangan dan uji coba. Penilaian ini berguna untuk menentukan kelemahan dalam perencanaan pengajaran sehingga berbagai kekurangan dapat di hindari..

(55) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 38. l. Evaluasi Sumatif (Summarative Evaluation) Evaluasi sumatif secara langsung mengukur tingkat pencapaian tujuan utama pada akhir pembelajaran. Sumber informasi utama tersebut dapat diketahui melalui hasil posttes maupun uji akhir pembelajaran. Penilaian sumatif meliputi hasil uji akhir unit dan ui akhir untuk pelajaran tertentu. m. Revisi Perangkat Pembelajaran (Revision) Kegiatan revisi dilakukan secara terus menerus pada setiap tahap. pengembangan.. Kegiatan. revisi. dilakukan. untuk. mengevaluasi dan memperbaiki rancangan yang dibuat. Revisi dilakukan berdasarkan masukan dan penilaian yang dilakukan dalam kegiatan validasi perangkat dengan pakar, simulasi terbatas dan uji coba terbatas. Validasi ini lebih bertujuan pada kebenaran dan kesesuaian isi pada saat menerapkan perangkat pembelajaran di sekolah. Penelitian. ini. merupakan. penelitian. pengembangan. perangkat pembelajaran mengacu pada kurikulum 2013 yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran pada subtema Gemar Berolahraga kelas I SD. Pengembangan perangkat pembelajaran ialah serangkaian proses atau kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan suatu perangkat pembelajaran yang berupa pengembangan silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS), dan instrumen penilaian. (Permendikbud Standar Proses, 2013: 4)..

(56) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 39. Berikut mengenai perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam subtema Gemar Berolahraga untuk kelas I SD (Permendikbud Standar Proses, 2013: 5). 1. Silabus. Silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran. Dalam silabus meliputi: a. Identitas Sekolah meliputi satuan pendidikan dan kelas. b. Identitas Mata Pelajaran c. Kompetensi Inti merupakan gambaran mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari peserta didik. d. Kompetensi Dasar merupakan kemampuan spesifik yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terkait muatan atau mata pelajaran. e. Tema untuk SD f. Materi pokok, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. g. Kegiatan pembelajaran, memuat kegiatan yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. h. Penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik..

(57) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 40. i. Alokasi waktu sesuai dengan jumlah jam pelajaran dalam struktur kurikulum untuk satu semester atau satu tahun. j. Sumber belajar dapat berupa buku, media cetak, elektronik, dan alam sekitar atau sumber belajar lain yang relevan, Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar sesuai dengan pola pembelajaran pada setiap tahun ajaran tertentu. Silabus digunakan sebagai acuan dalam pengembangan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).. RPP disusun berdasarkan Kompetensi dasar atau. subtema yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. 1). Komponen RPP terdiri atas: a. Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan b. Identitas mata pelajaran atau tema/subtema c. Kelas/semester d. Alokasi waktu ditentuakan sesuai dengan keperluan untuk mencapai KD dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai..

(58) PLAGIAT PLAGIATMERUPAKAN MERUPAKANTINDAKAN TINDAKANTIDAK TIDAKTERPUJI TERPUJI. 41. e. Kompetensi dasar f. Indikator pencapaian kompetensi g. Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. h. Meteri pembelajaran memuat fakta, konsep, prinsip dan prosedur yang relevan dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator ketercapaian kompetensi. i. Model pembelajaran disesuaikan dengan kurikulum 2013 yaitu menggunakan pendekatan saintifik atau model pembelajaran lainnya yang menghantarkan peserta didik untuk memecahkan masalah. j. Metode. pembelajaran. digunakan. oleh. pendidik. untuk. mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta. didik. mencapai. KD. yang. disesuaikan. dengan. karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai. k. Media pembelajaran berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pembelajaran. l. Sumber belajar dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, alam sekitar atau sumber belajar lain yang relevan. m. Langkah-langkah pembelajaran dilakukan melaui tahapan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. n. Penilaian hasil pembelajaran..

Gambar

Gambar 1. Siklus Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Kemp..  33  Gambar 2. Langkah-langkah Penggunaan  Model R&D..............................
Tabel 1. Alasan Pengembangan Kurikulum
Tabel 2. Identifikasi Kesenjangan Kurikulum
Gambar 1. Siklus Pengembangan Perangkat Model Jerold. E. Kemp  Secara  umum  pengembangan  perangkat  pembelajaran  dengan  model  Kemp meliputi beberapa hal yaitu:
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pemegang Saham dengan Kepemilikan < 5% Shares Ownership < 5% Bulan ini This Month Total sampai dengan Bulan ini Total up to this Month Dasar (Jumlah Saham)

Pada penelitian Kania (2013) tentang Determinan Pilhan Karir Pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Diponegoro menghasilkan kesimpulan bahwa tingkatan mahasiswa dan

Salah satu mata diklat yang diajarkan di Jurusan Teknik Pemesinan adalah mata diklat gambar teknik. Mata diklat gambar teknik ini sangat penting untuk membekali

Agar dapat lebih terarah, maka masalah dalam penelitian ini dibatasi pada minat dan motivasi umat menjadi pemain gamelan pada perayaan ekaristi di Gereja Hati

yang telah berkenan menjadi ahli media dan juga memberikan penilaian, kritik, serta saran berharga dalam pengembangan multimedia interaktif ini. Bapak Andhika Brahmantara

[r]

[r]

kDcED nqck B4 sd4N