BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
1.1
1.1 Latar Latar BelakaBelakangng
Perkembangan produk kimia yang cepat selama satu abad ini telah berhasil Perkembangan produk kimia yang cepat selama satu abad ini telah berhasil meningkatkan mutu kehidupan. Namun di sisi lain keadaan tersebut menimbulkan meningkatkan mutu kehidupan. Namun di sisi lain keadaan tersebut menimbulkan kerugian bagi masyarakat terutama mereka yang secara langsung berhubungan kerugian bagi masyarakat terutama mereka yang secara langsung berhubungan dengan bahan kimia.
dengan bahan kimia. Sem
Semakiakin n mamajujunynya a tekteknonolologi gi yayang ng ada ada di di duduninia a inini, i, akaakan n memencinciptptakaakann beragamnya
beragamnya bahan bahan kimia kimia yang yang dihasilkan. dihasilkan. Bahan Bahan kimia kimia yang yang terdapat terdapat di di sekitar sekitar kita biasanya dapat
kita biasanya dapat menimbmenimbulkan berbagai penyakit atau ulkan berbagai penyakit atau masalmasalah ah bagi manusia.bagi manusia. Dampak yang dihasilkan oleh zat kimia ini dapat berdampak cepat/akut atau Dampak yang dihasilkan oleh zat kimia ini dapat berdampak cepat/akut atau berdampak lambat/kronis karena
berdampak lambat/kronis karena dapat berakumulasi didalam dapat berakumulasi didalam tubuh. Bahan tubuh. Bahan kimiakimia yang berbahaya tersebut disebut juga toksin/racun. Sebagian besar toksin berasal yang berbahaya tersebut disebut juga toksin/racun. Sebagian besar toksin berasal dari bahan kimia hasil aktivitas manusia misalnya aktivitas ndustri, pertanian, dari bahan kimia hasil aktivitas manusia misalnya aktivitas ndustri, pertanian, perternakan,
perternakan, kedokteran kedokteran maupun maupun rumah rumah tangga. tangga. Dalam Dalam kehidupan kehidupan sehari!haripunsehari!haripun keberadaan bahan kimia tidak dapat dihindarkan, karena dalam setiap kegiatan keberadaan bahan kimia tidak dapat dihindarkan, karena dalam setiap kegiatan kita pasti adanya kandungan unsur kimia. Banyak bahan kimia yang memiliki kita pasti adanya kandungan unsur kimia. Banyak bahan kimia yang memiliki e"ek toksik bagi kesehatan dan lingkungan. #esiko dapat berasal dari paparan, e"ek toksik bagi kesehatan dan lingkungan. #esiko dapat berasal dari paparan, produksi,
produksi, penyimpanan, penyimpanan, penangan, penangan, pemindahan, pemindahan, penggunaan, penggunaan, dan dan pembuanganpembuangan bahan
bahan kimia, juga kimia, juga dari kebocordari kebocoran an aksidental, dan aksidental, dan dari pedari pembuangan mbuangan limbah klimbah kimiaimia ilegal.
ilegal.
$ika pembuangan bahan kimia ke lingkungan tidak tepat maka bahan kimia $ika pembuangan bahan kimia ke lingkungan tidak tepat maka bahan kimia tersebut akan menjadi polutan yang akan kita hirup, dalam air yang kita minum, tersebut akan menjadi polutan yang akan kita hirup, dalam air yang kita minum, dalam makanan yang kita makan. Polutan itu dapat mempengaruhi sungai, danau, dalam makanan yang kita makan. Polutan itu dapat mempengaruhi sungai, danau, dan hutan kita, dapat merusak kehidupan alam, dan dapat mengubah cuaca dan dan hutan kita, dapat merusak kehidupan alam, dan dapat mengubah cuaca dan ekosistem.
ekosistem.
Selain berman"aat bagi kehidupan, bahan kimia juga memiliki e"ek samping Selain berman"aat bagi kehidupan, bahan kimia juga memiliki e"ek samping yang dapat berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Peran manusia selain sebagai yang dapat berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Peran manusia selain sebagai pengguna
pengguna atau atau konsumen konsumen dari dari bahan bahan kimia, kimia, manusia manusia juga juga dapat dapat menjadi menjadi korbankorban dari e"ek bahan kimia tersebut. Paparan dari toksik terhadap manusia baik secara dari e"ek bahan kimia tersebut. Paparan dari toksik terhadap manusia baik secara spo
menyebabkan bermacam!macam gangguan. Beberapa toksin memiliki klasi"ikasi menyebabkan bermacam!macam gangguan. Beberapa toksin memiliki klasi"ikasi tertentu, misalnya klasi"ikasi menurut organ sasarannya antara lain toksin yang tertentu, misalnya klasi"ikasi menurut organ sasarannya antara lain toksin yang menyerang hati, ginjal, paru!paru, mata, kulit, system reproduksi, maupun sistem menyerang hati, ginjal, paru!paru, mata, kulit, system reproduksi, maupun sistem sara".
sara". 1.2
1.2 RumusRumusan an masalmasalahah
%pakah e"ek yang ditimbulkan apabila terjadi iritasi atau kerusakan pada %pakah e"ek yang ditimbulkan apabila terjadi iritasi atau kerusakan pada kulit, mata dan sara" akibat paparan
kulit, mata dan sara" akibat paparan toksik&toksik& 1.3 Tujuan
1.3 Tujuan
Tujuan UmumTujuan Umum
'engetahui e"ek yang di timbulkan apabila terjadi paparan toksik pada 'engetahui e"ek yang di timbulkan apabila terjadi paparan toksik pada kulit, mata, dan sara".
kulit, mata, dan sara".
Tujuan khususTujuan khusus
(.
(. )nt)ntuk mengetuk mengetahui katahui kategoegori dan ri dan simsimbol!bol!simsimbol bahaybol bahaya a yanyang g berberdamdampak pak negati" pada kulit dan mata.
negati" pada kulit dan mata. *.
*. )nt)ntuk mengeuk mengetahtahui dampaui dampak dari papark dari paparan toksan toksik terhik terhadap matadap mata, kulia, kulit dant dan sara"
sara" +.
+. )n)ntutuk k memengengetatahui hui pepertrtololonongan gan pepertrtamama a padpada a seseseseororang ang yayang ng teterkrkenaena paparan dari toksik
paparan dari toksik .
. )ntuk )ntuk mengetmengetahui ahui dampak dampak patolopatologis gis dari dari neurotneurotoksikanoksikan -.
-. )ntuk )ntuk mengetmengetahui caahui cara mera mencegah dncegah dan mengan mengendaliendalikan papkan paparan daaran dari tori toksik ksik
BAB II BAB II
PEMBAHAAN 2. 1 !ul"t
De"inisi orosi / ritasi kulit adalah dampak negati" yang terjadi pada kulit seperti kulit menjadi sensiti", alergi, luka bakar dan gatal pada kulit.
T"n#akan Pert$l$ngan Pertama
Dalam kasus kontak, segera siram kulit dengan banyak air sekurang!kurangnya (- menit saat menghapus pakaian yang terkontaminasi dan sepatu. utup kulit yang teriritasi dengan suatu emolien. %ir dingin mungkin pakaian used.0uci sebelum digunakan kembali. Bersihkan sepatu sebelum digunakan kembali. Dapatkan perhatian medis segera.
2.1.1 Unsur%Unsur La&el Pa#a !ateg$r" !$r$s"'Ir"tas" kul"t
!ateg$r" !ata "n(al Pern(ataan Baha(a
ategori (% Bahaya 'enyebabkan luka bakar pada kulit
dan kerusakan mata yang parah
ategori (B Bahaya 'enyebabkan luka bakar pada kulit
dan kerusakan mata yang parah
ategori (0 Bahaya 'enyebabkan luka bakar pada kulit
dan kerusakan mata yang parah
ategori * %1as 'enyebabkan iritasi kulit
ategori + %1as
'enyebabkan iritasi ringan pada kulit
La&el P"kt$gram !ateg$r" 1A) 1B) 1*) 2) #an 3 !$r$s" ' Ir"tas" kul"t 2.2 Mata
De"inisi erusakan / ritasi Serius pada 'ata adalah kerusakan pada mata, atau pengurangan daya lihat serius dikarenakan penggunaan bahan pada daerah mata dimana e"ek tersebut tak dapat dikembalikan dalam 1aktu *( hari juga bisa menyebabkan kerusakan kornea atau kebutaan.
T"n#akan Pert$l$ngan Pertama
Periksa dan lepaskan jika ada lensa kontak. Dalam kasus kontak, segera basuh mata dengan banyak air sekurang!kurangnya (- menit. %ir dingin dapat digunakan. Dapatkan perhatian medis segera.
ritan pada mata 2 e"ek tidak terpulihkan pada mata 3 adalah
uji terhadap bahan yang menimbulkan 4 ategori (
tidak kurang dari ( binatang yang bere"ek pada kornea, iris atau konjungtiva yang tidak dapat diramalkan untuk mere"er atau tidak pulih sepenuhnya dalam 1aktu observasi yang normal selama *( hari
tidak kurang * dari + binatang, memberikan respon positi" pada opasotas kornea 5 + dan
atau iritis 5 (,- dihitung sebagai nilai rata!rata yang mengikuti grading pada *, 6 dan 7* jam setelah pemberian bahan uji.
ritan pada mata adalah uji bahan yang menimbulkan 4 Sensitisasi ategori * % tidak kurang * dari + binatang
percobaan memberikan
respons positi" pada opasitas kornea 5 (, dan atau iritis 5 (, dan atau kemerahan konjungtiva 5 *, dan atau odema konjungtiva 2 demosis 3 5 *
dihitung sebagai nilai rata!rata dengan grading pada *, 6 dan 7* jam setelah pemberian bahan uji.
ategori * B dapat pulih penuh setelah observasi normal selama *( hari
ritan pada mata berupa iritasi ringan yang dapat pulih setelah 7 hari observasi
2.2.2 Unsur%Unsur La&el -a#a !ateg$r" !erusakan' Ir"tas" er"us -a#a Mata
ategori ata Sinyal Pernyataan Bahaya
ategori ( Bahaya 'enyebabkan kerusakan serius
pada mata
ategori *% %1as 'enyebabkan iritasi serius
pada mata
ategori *B %1as 'enyebabkan iritasi pada mata
2.2.3 "m&$l Baha(a !erusakan ' Ir"tas" er"us -a#a Mata
La&el P"kt$gram !ateg$r" 1) 2A) #an 2B !erusakan' "r"tas" ser"us -a#a mata 2.3 "stem ara+
Sebagai suatu bagian vital dalam tubuh, susunan sara" dilindungi dari toksikan dalam darah oleh suatu mekanisme protekti" yang unik, yaitu sa1ar darah otak dan sa1ar darah sara". 'eskipun demikian, susunan sara" rentan terhadap berbagai jenis toksikan. 0ontohsnya, metal merkuri terutama mempengaruhi susunan sara", meskipun kadarnya dalam otak sebanding dengan kadar dalam berbagai jaringan lainnya8 kadar metal merkuri dihati dan ginjal bahkan jauh lebih rendah.
!ateg$r" E+ek Neur$t$ks"k
Neurotoksisitas adalah suatu agen kimia, biologi, atau "isik yang dapat menimbulkan e"ek merugikan bagi sistem sara". oksisikan dapat langsung
bekerja di sistem sara", namun sistem sara" juga sangat rentan terhadap suatu perubahan terutama yang terjadi di sistem sirkulasi darah.
%da beberapa toksikan yang spesi"ik bagi neuron2neurotoksikan3 atau ada beberapa bagian neuron yang dapat mengakibatkan cedera atau kematian neuron2neursis3 dan hilangnya neuron tidak dapat digantikan lagi. 9"ek neurotoksiskan dapat digolongkan berdasarkan tempat kerjanya, yakni badan sel dan bagian lain neuron, terutama akson, sel glia, dan sistem pembuluh darah. etapi suatu toksikan dapat mempengaruhi lebih dari satu tempat.
:ungsi dari sara" utama adalah men!transmisikan impuls le1at sel!sel sara". Sel sara" yang tersambung dengan yang lain atau tersambung dengan sel organ seperti otot melalui suatu sinap/junction. Dengan demikian ada dua mekanisme racun sara", yakni 2(3 gangguan pada transmitter, dan 2*3 gangguan pada aktivitas keluar masuknya ion Na dan sepanjang akson sara", sehingga
impuls elektrik terganggu.
Puncaknya, Neuron!neuron yang rusak akan mengakibatkan putusnya komuikas sistem sara" dan seluruh bagian tubuh. Banyaknya "ungsi yang hilang akibat kerusakan sistem sara" bergantung pada jumlah neuron yang rusak dan tingkat kerusakannya. erusakan yang permanen dapat mengakibatkan hilangnya sensasi atau kelumpuhan, juga dapat menimbulkan e"ek disorientasi.
A. Neur$-at"
Suatu neuron sangat rentan terhadap keadaan anoksia dan hipoglikemia. Badan sel neuron dapat dipengaruhi oleh toksikan secara langsung. oksikan! toksikan yang dapat merusak neuron diantaranya 4
♣ Karbon monoksida 4 dapat menginduksi e"ek yang menetap dalam otak
yang muncul akibat berkembangnya sklerosis di"us disubstansia alba 2leukoense"alopati3.
♣ Sianida dan azid 4 mengkhambat sitokrom oksidase, sehingga
mengakibatkan anoksia sitotoksik.
♣ Metil mercury 4 menyebabkan hilangnya ribosom setempat, kemudian
disintegrasi dan hilangnya zat!zat nissl, terutama dalam sel kecil. Proses ini diikuti oleh perubaha inti dan sekitarnya dan akhirnya diikuti oleh hilangnya seluruh neuron termasuk aksonnya. 'etil mercury juga dapat menembus sa1ar darah!otak sehingga dapat merusak neuron dalam ganglia radiks dorsal.
♣ Vinkristin 4 Dapat menyebabkan akumulasi neuro"ibril dalam perikarion
dan akson, mengacaukan neurotubulus dan neuron"ilamen akson dan mengambat transport aksoplasma ultrastruktur.
♣ Alumunium 4 menembus sa1ar darah otak dan menginduksi ense"alopati
dengan degenerasi neuro"ibril terhadap penyakit al!zheimer.
♣ Glutamat, Alanosin, dan zat lain : dalam dosis sangat besar akan
mempengaruhi SSP yang tidak memiliki sa1ar darah otak sehingga dianggap mempunyai e"ek neuroeksitatori dan neurotoksik.
♣ Asam kainat 4 dihasilkan dari ganggang laut khusus dan telah digunakan
pada askariasis8 asam kainat mirip dengan glutamate tetapi jauh lebih kuat.
B. Aks$n$-at"
)nsur!unsur dalam akson misalnya neu"ibril, tidak disintetis secara local tetapi pada dalam badan sel dan diangkut sepanjang akson.
Aks$n$-at" -r$ks"mal
;!iminodiproprionitril 2DPN3 digunakan untuk mempelajari penyakit neuron sensorik misalnya sklerosis amiotro"ik lateral. 9"ek DPN adalah perusakan transport akson lambat pada neuro"ilamen sedangkan sintetisnya terus berlanjut dalam badan sel.
Aks$n$-at" #"stal
Suatu jenis aksonopati distal yang penting disebabkan oleh senya1a organophosphate tertentu misalnya <0P 2tri-o-kresil phosphat 3, 9PN, dan lepto"os. Senya1a ini menghambat kolinestrase dan juga menyebabkan neuropati lambat. %ksonopati distal diperkirakan merupakan akibat rusaknya aktivitas enzim glikolisis dalam akson. #usaknya enzim ini akan mempengaruhi bagian distal akson.
*. ,angguan ak"&at an$ks"a sel sara+
ekurangan oksigen akan mematikan sel sara" dalam beberapa menit arena si"at sel sara" yang meiliki proses metabolisme tinggi. %da tiga tipe kekurangan oksigen/anoksia yaitu8
♣ %noksia akibat as"iksia, disebabkan karena suplai oksigen berkurang atau
tidak ada, sekalipun peredaran berjalan normal. =al itu terjadi karena kelumpuhan otot respirasi oleh curare, barbiturate, narkotik, dll. Suplai oksigen juga berkurang apabila terjadi pencemar udara dengan 0<, =*S,
atau hemoglobin tidak dapat mentrans"er ksigen akibat adanya 0<, nitrit, dan metilenklorida.
♣ %noksia iskemik akibat kekurangan darah sedangkan konsentrasi oksigen
masih sama. =al ini terjadi pada keadaan pendarahan, hipotensi, gagl jantung, dan trombsis.
♣ %noksia sitotoksik, disebabkan akibat inter"erensi metabolism seluler,
sekalipun aliran darah suplai oksigen normal, tapi akibat enggunaan oksigenlah yang tidak normal. >at itu adalah =*S,azida, dinitro"enol,
malonitril, metionin sul"oksm, dan kelebihan insulin. D. Neur$t$ks"n -en(e&a& kerusakan $tak -ermanen.
DD, =g, 'n, asetilpiridin, dengan memberikan gejala menyerupai penyakit Parkinson.
2./ L$gam Berat ' Bahan !"m"a (ang Da-at Men"m&ulkan E+ek T$ks"k
Selain berman"aat bagi manusia untuk bidang industri, pertanian, atau kedokteran, logam juga mengakibatkan bahaya bagi manusia apabila terpapar dalam jumlah banyak, dan dosis tinggi.
?ogam bekerja dengan cara mengambat kerja enzim, dan sintetisnya. erentanan enzim terhadap logam berbeda!beda. Proses masuknya enzim ke dalam tubuh harus melalui membrane, logam yang mudah menembus membrane ialah logam yang bersi"at lipo"ilik, logam ini kemungkinan akan berikatan dengan protein, dan akhirnya masuk ke dalam sel yang selanjutnya akan mempengaruhi berbagai organel.
:aktor yang mempengaruhi toksisitas diantaranya tingkat dan lamanya pajanan, makin tinggi kadar dan lama pajanannya maka e"ek toksiknya akan semakin besar. :actor penjamu, anak!anak kecil dan manula lebih rentan terhadap keracunan logam. Suatu toksin yag ada didalam tubuh dapat di indikasi melalui darah, urine, rambut, kuku, saliva. arena rentannya susunan sara", maka organ tersebut sangat mudah menjadi sasaran logam toksik.
Ber"l"um 0Be Leat !$ntak !ul"t #an Pa-aran La"nn(a
ontak Be dari asap maupun debu bisa mempengaruhi tempat/lokasi paparan, yaitu kulit atau mata. Paparan Be le1at kontak kulit bisa mangakibatkan kulit kemerahan dan ulkus pada kulit. Paparan Be akut bisa terjadi le1at kulit atau mata. Paparan Be le1at kulit bisa mengakibatkan peradangan kulit, gatal!gatal, kemerahan pada kulit, pembengkakan kulit, kulit bernanah, luka, lesi, kutil, dan selanjutnya Be mampu menetrasi melalui luka. @ejala tersebut muncul di daerah permukaan tubuh yang terpapar, khususnya 1ajah, leher, lengan, dan tangan. @ejala muncul biasanya setelah beberapa minggu tepapar Be.
Paparan Be bisa mengakibatkan dermatitis yang dapat segera berkurang bila paparan le1at kulit dihentikan. Sisa Be pada kulit dapat mengakibatkan ulserasi. Be bersi"at alergen, yaitu bisa mengakibatkan perkembangan alergi, setelah seseorang menghirup debu atau asap Be, yang dapat pula mengakibatkan perubahan kulit bila partikel Be masuk/berpenetrasi ke luka kulit.
Paparan Be larut air melalui kulit bisa mengakibatkan reaksi alergi pada kulit atau lesi papulovesikular pada kulit. Sedangkan paparan Be tidak
larut air akan mengakibatkan lesi granuloma kronis, nekrosis, atau ulkus. umpukan/simpanan senya1a Be di ba1ah kulit sulit untuk disembuhkan dan akan bertambah parah. 'embran kelopak mata bisa mengalami peradangan bila kulit 1ajah mengalami dermatitis karena paparan Be. $ika mata terpecik
larutan Be, mata bisa terbakar atau menunjukan tanda kemerahan di sekitar mata.
Penegahan #an Penanggulangan T$ks"s"tas Ber"l"um 0Be
)ntuk mengurangi paparan Be, hindari 1ilayah yang diduga tercemar Be dan cegah anak!anak bermain tanah di dekat 1ilayah pembuangan limbah atau yang disuga tercemar Be. )ntuk mencegah berkembangnya penyakit akibat paparan Be, maka perlu dilakukan pengukuran kadar Be dalam darah, urin, paru!paru serta kulit. Pengobatan untuk mengurangi toksisitas Be adalah dengan mengurangi tekanan sistem imunitas menggunakan corticosteroid. Penderita yang tidak memberikan respon terhadap pemberian corticosteroid atau penderita yang mengalami e"ek samping akibat pemberian corticosteroid bisa diberikan methotreAat. Pada penderita stadium lanjut akibat paparan Be
dianjurkan untuk menjalani pencakokan paru!paru.
Penderita beriliosis kronis bisa diketahui dengan pengukuran darah atau the blood beryllium lymphocyte proli"eration test 2Be?P3, dan pengobatannya dengan golongan corticosteroid seperti prednison. Sedangkan penderita beriliosi akut perlu penanganan, antara lain dengan secepatnya memindahkan penderita dari lokasi yang tercemar Be ke lokasi yang bebas Be, istirahat penuh di tempat tidur, pemberian bantuan perna"asan oksigen, dan pemberian corticosteroid untuk mencegah peradangan paru!paru 2ido1ati, *CC63.
on merkuri menyebabkan pengaruh toksik karena terjadinya proses presipitasi protein yang menghambat aktivitas enzim dan bertindak sebagai bahan yang korosi". 'erkuri juga terikat oleh gugus sul"hidril, "os"oril, karboksil, amida, dan amino, dimana dalam gugus tersebut merkuri menghambat reaksi enzim. Pengaruh toksisitas merkuri pada manusia tergantung dari bentuk komposisi merkuri, dosis, rute masuknya ke dalam tubuh, usia manusia yang terpapar 2sebagai contoh janin dan anak kecil lebih rentan3.
'erkuri secara kimia terbagi menjadi tiga jenis yaitu merkuri elemental, merkuri inorganik, dan merkuri organik. 'erkuri elemental berbentuk cair dan menghasilkan uap merkuri pada suhu kamar. )ap merkuri ini dapat masuk ke dalam paru!paru jika terhirup dan masuk ke dalam sistem peredaran darah. 'erkuri elemental ini juga dapat menembus kulit dan akan
masuk ke aliran darah. Namun jika tertelan merkuri ini tidak akan terserap oleh lambung dan akan keluar tubuh tanpa mengakibatkan bahaya. 'erkuri inorganic dapat masuk dan terserap oleh paru!paru serta dapat menembus kulit dan juga dapat terserap oleh lambung apabila tertelan. Banyak penyakit yang disebabkan oleh merkuri inorganik ini bagi manusia diantaranya mengiritasi kulit, dan juga mata dan membrane mucus. 'erkuri organik dapat masuk ketubuh melalui paru!paru, kulit dan juga lambung. 'erkuri apapun jenisnya sangatlah berbahaya pada manusia karena merkuri akan terakumulasi pada tubuh dan bersi"at neurotoAin.
'erkuri yang digunakan pada produk!produk kosmetik dapat menyebabkan perubahan 1arna kulit yang akhirnya dapat menyebabkan bintikbintik hitam pada kulit, iritasi kulit, hingga alergi, serta pemakaian
dalam dosis tinggi bias menyebabkan kerusakan otak secara permanen, ginjal, dan gangguan perkembangan janin, bahkan pemakaian dalam jangka pendek dalam kadar tinggi bisa menimbulkan muntah!muntah, diare, kerusakan paru! paru, dan merupakan zat karsinogenik yang menyebabkan kanke r.
oksisitas merkuri dapat terjadi dalam tiga bentuk yaitu 4 1. Merkur" metal
#ute utama dari pajanan merkuri metal adalah melalui inhalasi8 sebanyak 6C merkuri metal disabsorpsi. 'erkuri metal dapat di metabolismekan menjadi ion inorganik dan dieksresikan dalam bentuk merkuri inorganik. <rgan yang paling sensiti" adalah system syara" 2peripheral dan pusat3. @ejala neurotoksik spesi"ik adalah tremor, perubahan emosi 2gugup, penurunan percaya diri, mudah bersedih3, insomania, penurunan daya ingat, sakit kepala,penurunan hasil pada tes kogniti" dan "ungsi motorik. @ejala dapat bersi"at irreversibel jika terjadi peningkatan durasi dan atau dosis merkurii.
2. Merkur" An$rgan"k
'erkuri memiliki a"initas yang tinggi pada terhadap "os"at, sistin, dan histidil rantai samping dari protein, purin, pteridin dan por"irin, sehingga =g bisa terlibat dalam proses seluler. oksisitas merkuri umumnya terjadi karena interaksi merkuri dengan kelompok thiol dari protein. Beberapa peneliti menyebutkan bah1a konsentrasi rendah ion =gE mampu menghambat kerja -C jenis enzim sehingga metabolism tubuh bisa terganggau dengan dosis rendah merkuri. @aram merkuri anorganik bisa mengakibatkan presipitasi protein, merusak mukosa, alat pencernaan, termasuk mukosa usus besar, dan merusak membran ginjal ataupun membran "ilter glomerulus, menjadi lebih permeabel terhadap protein plasma yang sebagian besar akan masuk ke dalam urin. oksisitas akut dari uap merkuri meliputi gejala muntah, kehilangan kesadaran, mulut terasa tebal, sakit abdominal, diare disertai darah dalam "eses, oliguria, albuminuria, anuria, uraemia, ulserasi, dan stomatis. oksisitas garam merkuri yang larut bisa menyebabkna kerusakan membran alat pencernaan, eksanterma pada kulit, dekomposisi eritrosit, serta menurunkan tekanan darah.
oksisitas kronis dari merkuri anorganik meliputi gejala gangguan system syara", antara lain berupa tremor, terasa pahit di mulut, gigi tidak kuat dan rontok, anemia, albuminuria, dan gejala lain berupa kerusakan ginjal, serta kerusakan mukosa usus.
3. Merkur" 4rgan"k
%lkil merkuri ataupun metil merkuri lebih toksik dibandingkan merkuri anorganik karena alkil merkuri bisa membentuk senya1a lipolhilus yang mampu melintasi membran sel dan lebih mudah diabsorbsi serta berpenetrasi menuju sistem syara", toksisitas merkuri organic sangat luas, yaitu mengakibatkan dis"ungsi blood brain barrier, merusak permeabilitas membran, menghambat beberapa enzim, menghambat sistesis protein, dan menghambat penggunaan substrat protein. Namun demikian, alkil merkuri ataupun metil merkuri tidak mengakibatkan kerusakan mukosa sehingga gejala toksisitas merkuri organic lebih lambat dibandingkan merkuri anorganik. @ejala toksisitas merkuri organik meliputi kerusakan sistem syara" pusat berupa anoreksia, ataksia, dismetria, gangguan pandangan mata yang bisa mengakibatkan kebutaan, gangguan pendengaran, konvulsi, paresis, koma, dan kematian.
!eraunan merkur" 2juga dikenal sebagai h(#rarg(r"a atau merur"al"sm adalah penyakit yang disebabkan oleh paparan merkuri atau senya1anya. 9"ek toksik akibat merkuti antara lain dapat menimbulkan kerusakan pada otak, ginjal, dan paru!paru. eracunan merkuri dapat mengakibatkan beberapa penyakit, termasuk ar$#(n"a 0-en(ak"t -"nk) Hunter%Russel s(n#r$me) #an -en(ak"t M"namata.
:aktor yang menentukan seberapa parah e"ek kesehatan dari paparan merkuri diantaranya
adalah 8
• bentuk kimia dari merkuri8
Ket. Gambar: dari kiri ke kanan a. penyakit minamata; b.penyakit acrodynia; c.penyakit hnter!r""e# "yndrome.
$iambi# dari :
%%%.&oo&#e.com'keracnanmercry diak"e" pada 21 (o)ember 2015
• dosis8
• usia orang yang terkena 2janin adalah yang paling rentan38 • durasi eksposur8
• rute paparan ! inhalasi, ingesti, kontak kulit, dll, dan • kesehatan orang tersebut terpapar.
*ara mengh"n#ar" r"s"k$ -a-aran merkur" 5
F =ati!hati membuang benda yang mengandung merkuri seperti termometer dan lampu neon.
F Bila merkuri jatuh dilantai, jangan memakai penghisap debu 2vacuum! cleaner3, oleh karena merkuri tersebut akan menguap dan bahaya untuk terhirup.
F %jarkan anak!anak untuk tidak bermain dengan cairan yang mengkilat dan ber1arna perak.
F =ati!hati membuang obat yang mengandung merkuri. $auhkan dari anak! anak obat!obat tersebut.
F =indari tambalan gigi yang memakai merkuri 2amalgam3. F =indari makan ikan laut terlalu banyak.
,A UL6UR DI4!IDA 042
Secara garis besar e"ek terhadap kesehatan, akan mengganggu alat perna"asan dan mata.erhadap alat perna"asan, terjadi iritasi selaput lendir
saluran perna"asan dan pada kadar 6!(* ppm dapat menyebabkan batuk dan kesukaran berna"as. Pada paparan kronis terhadap saluran perna"asan dapat menyebabkan terjadinya bronchitis, chronic obstructive pulmonary disease 20<PD3 dan edema paru. Sedangkan e"ek terhadap mata adalah iritasi mata yang bisa menyebabkan keluarnya air mata dan mata menjadi memerah dan terasa pedas.
2.7 Dam-ak Path$l$g" #ar" Neur$t$ks"kan a. P$l"neur$-at"
pada beberapa saraf perifer di seluruh tubuh. Penyebabnya: Bisa karena racun beberapa bakteri, bila racun melukai sara" peri"er akan
menyebabkan polineuropati atau mononeuropati.
b. D"st$n"a
elainan gerakan dimana kontraksi otot yang terus menerus menyebabkan gerakan berputar dan berulang atau menyebabkan sikap tubuh yang abnormal. @erakan tersebut tidak disadari dan kadang menimbulkan nyeri, bisa mengenai satu otot, sekelompok otot 2misalnya otot
lengan, tungkai atau leher3 atau seluruh tubuh.
Penyebab : akibat adanya reaksi terhadap obat tertentu, logam berat atau keracunan karbon monoksida. terjadi karena adanya kelainan di beberapa daerah di otak 2 ganglia basalis, talamus, korteks serebri3, dimana beberapa pesan untuk memerintahkan kontraksi otot
diolah.
. Park"ns$n"sm se&aga" gangguan ekstra-"ram"#al
Park"ns$n"sm 2juga dikenal sebagai s"n#r$m Park"ns$n) at"-"kal Park"ns$n) atau sekun#er Park"ns$n adalah neurologis sindrom yang ditandai oleh tremor , hypokinesia ,kekakuan, dan instabilitas postural. Penyebabnya yang paling umum adalah #acun!racun, seperti mangan, karbon monoksida, dan methanol dan juga sebagai e"ek samping obat, terutama antipsikotik terutama neuroleptik "enotiazin 2seperti perphenazine dan klorpromazin3, thioAanthenes 2seperti "lupenthiAol dan zuclopenthiAol3 dan butyrophenones 2seperti haloperidol 2=aldol33 , piperazines 2seperti ziprasidone3, dan, jarang, antidepresan. =al ini juga terjadi karena adanya penurunan / kehilangan syara" yang mengandung dopamin. sel syara"nya adalah sel syara" dopaminergik 2D%3 yg terdapat di bangsal ganglia akibatnya neuron asetilkolin tidak terkontrol. #. Tar#"8e #"sk"nes"a
merupakan gangguan gerak sebagai kelanjutan akhir dari penyakit Parkinson. ardi!e diskinesia sering muncul akibat penggunaan obat!obatan neuroleptik
yang mengganggu kadar dopamine pada jalur nigrostriatal, salah satu jalur yang bertanggung ja1ab terhadap "ungsi ekstrapiramidal.
2.9 Penegahan !eraunan'Ter-a-arn(a :at T$ks"k A. Usaha%usaha menegah keraunan #" rumah tangga
-
Simpanlah produk kimia rumah tangga, obat obatan , kosmetika danproduk lain yang memiliki potensi bahaya pada tempat tertutup dan terkunci serta jauh darijangkauan anak anak.
-
@unakan produk yang 1adahnya memiliki tutup yang tidak mudah dibukaoleh anak anak.
-
$angan menaruh bahan kimia / berbahaya di sembarang tempat-
$angan sekali kali menyimpan bahan kimia pada 1adah makanan maupunminuman atau sebaliknya
-
$angan membuang atau merusak label pada 1adah asli sebuah produk, bacalabel dengan teliti sebelum memakainya
-
Bila akan menggunakan bahan kimia 2 baik pestisida atau pembersihlantai 3 selalu gunakan alat pelindung diri, minimal masker atau sarung tangan.
-
0uci tangan dengan sabun setiap habis menggunakan bahan kimia-
Periksa kotak obat anda secara berkala, buanglah obat yang sudah rusakatau kadaluarsa ketempat aman, jangan buang obat ke tempat yang orang lain masih bias mengambilnya kembali.
-
Simpanlah obat obatan dalam 1adah aslinya lengkap dengan labelnyasehingga kita dapat mengenali obat tersebut beserta bahan akti"nya
-
Sebelum meminum obat atau memberikan obat pada anak kecil malamhari,nyalakanlah lampu terlebih dahulu, lalu baca teliti dosis dan aturan pakai.
-
%nak anak cenderung meniru tindakan yang dilakukan orang de1asa.-
=indarilah meminum obat di hadapan anak kecil, dan jangan pernahmenyebut obat sebagai permen kepada anak anak
-
Pestisida dan penyegar ruangan akan terakumulasi pada karpet, kalau inginmenyemprot hindari dari karpet misalnya dengan menggulung terlebih dahulu atau jangan gunakan karpet pada ruangan ini.
-
$ika ingin menyemprot pestisida hindari anak anak dan binatangkesayangan.
-
?akukan penyemprotan ( jam sebelum ruangan dipakai-
$angan pernah meletakkan anti ngengat / kamper disembarang tempat.?etakkan kamper di tempat yang terkunci dan jauh dari jangkauan anak anak
-
enali lingkungan anda, apakah ada tanaman beracun atau binatang berbisadi sekitar lingkungan anda.
-
$auhkan tanaman beracun dari jangkauan anak anak. $angan pernahmengkonsumsi tanaman atau jenis ikan yang belum anda ketahui dengan pasti keamanannya jika dikonsumsi
-
Simpanlah selalu nomor nomor telepon penting, seperti Sentra n"ormasieracunan, #umah sakit, %mbulans, Polisi dll.
B. Usaha%usaha menegah keraaunan #"tem-at kerja
-
'anajemen program pengendalian sumber bahaya yang berupaperencanaan, organisasi, kontrol, peralatan, dll
-
Penggunaan alat pelindung diri seperti masker, kaca mata pengaman,pakaian khusus, krim kulit, sepatu kerja, dan sebagainya
-
Gentilasi yang baik-
'aintenance, yaitu pemeliharaan yang baik dalam proses produksi,kontrol, dll
-
'embuat label dan tanda peringatan terhadap sumber bahaya-
ontrol administrasi, berupa administrasi kerja yang sehat, penguranganjam pamaparan pada pekerja industri.
-
Pendidikan, yaitu pendidikan kesehatan atau job training masalahpenanganan bahan kimia beracun
-
'onitoring lingkungan kerja.-
Pemeriksaan kesehatan a1al, periodik, khusus dan screening sertamonitoring biologis 2 darah, tinja, urine dan lainnya 3
-
Sanitasi dan higiene dalam hal higiene perorangan, kamar mandi, pakaian,"asilitas kesehatan, desin"ektan dan sebagainya
-
9leminasi, pemindahan sumber bahaya! #uang isolasi, yaitu proses kerja yang berbahaya harus terpisah dari ruangan lainnya
*. T"n#akan umum -a#a !eraunan
Penanganan pada korban keracunan harus cepat dan tepat. Pertolongan pertama yang salah justru dapat memperparah keadaan sang korban. <leh
karenanya kita perlu mengetahui hal apa saja yang harus dilakukan ketika ada seseorang yang keracunan, diantaranya adalah4
! $ika racun masuk melalui oral, usahakan menghindarkan absorbsi racun
! $ika racun masuk melalui oral dan parental, usahakan untuk mempercepat eliminasi
! )sahakan menanggulangi kerja racun dengan suatu antidote
! )sahakan untuk menormalkan gangguan "ungsi tubuh terutama perna"asan dan sirkulasi dengan tindakan somatic
! 'emperlambat atau mengurangi pemasukan racun
$ika keracunan timbul karena menghirup racun, maka pasien harus diba1a kelingkungan dengan udara bersih. Pada absorbsi melalui kulit maka baju yang terkena 2terkontaminasi racun3 harus diganti. emudia daerah tersebut harus dibilas dengan air hangat atau pasien harus disuruh mandi. $ika kulit rusak berat harus digunakan pula sabun dengan air yang tidak terlalu hangat. Pada kedua hal tersebut perlu diingat adanya resiko penolongnya. alau perlu, penolong menggunakan pakaian pelindung
khusus.
$ika zat yang merangsang masuk ke mata, tidak bergantung pagaimana si"at zat tersebut, maka mata harus dicuci bersih dengan air. Sebaiknya kelopak mata juga dibalik. $ika ada benda padat yang akan dikeluarkan perlu digunakan anastetika local. @as air mata karena iritasinya yang inntensi" pada konjungtiva mata menyebabkan sakit menusuk nusuk dan banyak nya air mata yang terbentuk. Pada konsenterasi gas air mata tinggi terdapat kerusakan selaput lendir paru!paru dan memung kinkan timbulnya endema paru!paru.
BAB III PENUTUP 3.1 !es"m-ulan
oksikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang kerja senya1a kimia yang meruigan makhluk hidup, dan juga mempelajari mekanisme e"ek toksik terhadap makhluk hidup. Paparan dari toksik terhadap manusia baik secara spontan dalam dosis besar maupun secara berkala dalam dosis rendah dapat menyebabkan bermacam!macam gangguan. Beberapa
toksin memiliki klasi"ikasi tertentu, misalnya klasi"ikasi menurut organ sasarannya antara lain toksin yang menyerang mata, kulit dan sara".
%pabila mata terkena paparan toksin maka akan menimbulkaniritasi dan kebutaan, sedangkan kulit yang terpapar oleh zat toksin akan mengakibatkan iritasi atau gatal!gatal pada kulit. Berbeda dengan e"ek toksik yang terdapat di sistem sara", karena sistem sara" manusia merupakan suatu organ yang sangat kompleks yang memiliki tugas mengatur, mengkoordinir, dan mengendalikan seluruh aktivitas disalam tubuh manusia.
<leh karena itu, organ sara" sangat rentan terhadap racun!racun. Sedikit saja mengalami perubahan pada sistem sara" pusat maka akan menimbulkan bahaya atau dampak yang sangat besar. Banyak zat toksik yang dapat berperan sebagai neurotoksikan 2zat!zat racun yang mengenai organ sara"3, diantaranya logam!logam berat, bahan kimia, insektisida, dll. %pabila bahan kimia ini masuk ke dalam tubuh dan menyerang sara" maka akan
menimbulkan kelainan pada sara". 3.2 aran
Banyak sekali simbol!simbol yang menunjukan bah1a zat tersebut berbahaya untuk mata, kulit dan organ lainnya. <leh karena itu kita harus jeli dalam membeli atau menggunakan bahan kimia agar dapat terhindar dari paparan zat toksik yang dapat merugikan diri kita. Dan kita juga perlu mengetahui tindakan a1al apa yang harus dilakukan jika terdapat orang yang keracunan agar e"ek dari racun itu bias diminimalisir.
DA6TAR PUTA!A http4//111.globaltalitakum.com/*C(CH(CHC(Harchive.html https4//111.scribd.com/doc/(C66C6I(/Paper!oksikologi!<rgan!Sara" http4//mbingboo*J.blogspot.com/*C(*/(C/msds!cuso.html http4//dianaph.blogspot.com/*C(+/C(/tugasku!makalah!paparan!merkuri!hg.html http4//111.kesmas!unsoed.in"o/*C((/C(/mekanisme!toksik!logam!berat! berilium.html http4//catatankimia.com/catatan/toksisitas!merkuri.html 111.jamsostek.co.id/contentH"ile/mata.pd" sumber "oto 4 http4//mercurypolicy.org/1p! content/uploads/*C(C/CI/skincreamhg"actsheetHmay+(H"inal.pd" http4//111.bahayamerkuri.com/*C(*/(C/alur!kerja!merkuri!hg!di!kulit!1ajah.html
http4//jujubandung.com/*C(*/CI/CJ/pelabelan!b+!untuk!kategori!bahaya!kesehatan! berdasarkan!ghs!+/