PEMERINTAH KABUPATEN YAHUKIMO
DINAS KESEHATAN
P R O F I L K E S E H A T A N
2015
KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN
PROFIl KESEHATAN
DINAS KESEHATAN KABUPATEN YAHUKIMO
2015
PEMERINTAH KABUPATEN YAHUKIMO
DINAS KESEHATAN
SURAT KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN NOMOR : 829/448.b /2016
TENTANG
PENERBITAN BUKU PROFIL KESEHATAN KABUPATEN YAHUKIMO TAHUN 2015
TAHUN ANGGARAN 2016
Lampiran : 1 (satu)
Menimbang : a. Bahwa untuk memberikan gambaran situasi kesehatan yang
menyeluruh di Kabupaten Yahukimo dalam rangka meningkatkan kemampuan manajemen kesehatan secara berhasil guna dan berdaya guna, maka perlu disusun profil kesehatan Kabupaten Yahukimo, sehingga dapat diperoleh data/informasi umum dan lingkungan, informasi tentang upaya kesehatan, informasi status kesehatan masyarakat serta tersedianya alat pemantauan dan evaluasi program-program kesehatan di Kabupaten Yahukimo.
b. Bahwa untuk memberikan informasi tentang kondisi kesehatan secara menyeluruh di Kabupaten Yahukimo kepada Pemerintah dan masyarakat telah diterbitkannya Buku Profil Kesehatan Kabupaten Yahukimo Tahun 2015, Tahun Anggaran 2016. c. Bahwa untuk maksud tersebut pada point (a) dan (b) di atas
perlu ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo.
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063); 2. Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi
Khusus bagi Provinsi Papua (Lembaran Negara tahun 2001 Nomor 135, Tambahan Negara Nomor 4151);
3. Peraturan Presiden Nomor 10 tahun 2006 tentang tata cara penyusunan Rencana Pembangunan Nasional;
4. Keputusan Presiden Nomor 73 Tahun 2004 tentang pedoman pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN); 5. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2004-2009; 6. Keputusan Menteri Kesehatan RI No: 1091/MENKES/SK/X/2004
tentang Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota;
Memperhatikan: 1.Keputusan Menteri Kesehatan RI. Nomor:
1457/MENKES/SK/X/2003, tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota;
2.Pedoman Penyusunan Profil Kesehatan Kabupaten Yahukimo;
M E M U T U S K A N
Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN
YAHUKIMO TENTANG PENERBITAN BUKU PROFIL KESEHATAN KABUPATEN YAHUKIMO TAHUN 2015 TAHUN ANGGARAN 2016;
Pertama : Profil Kesehatan Kabupaten Yahukimo sebagaimana dimaksud
Diktum Kesatu tercantum dalam Lampiran Keputusan ini;
Kedua : Profil Kesehatan Kabupaten Yahukimo sebagaimana yang
dimaksud dalam diktum kedua digunakan sebagai acuan bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo dalam penyelenggaraan program pembangunan kesehatan;
Ketiga : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, apabila
dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam surat keputusan ini akan diadakan perubahan dan diperbaiki sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Dekai
Pada Tanggal : 31 Oktober 2016
KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN YAHUKIMO BONGGA SUMULE, SKM, M.Kes
KATA PENGANTAR
Profil Kesehatan Kabupaten Yahukimo ini merupakan bagian penting dari Sistem Kesehatan Kabupaten yang digunakan sebagai sarana untuk memantau dan mengevaluasi pencapaian Kabupaten Yahukimo Sehat dan hasil kinerja penyelenggaraan Standar Pelayanan Kesehatan.
Dalam Profil Kesehatan ini kami menyajikan data Tahun 2015 dan informasi serta analisis sederhana tentang gambaran umum Kabupaten Yahukimo, pembangunan kesehatan yang telah dicapai, kinerja pelayanan kesehatan baik sektor kesehatan maupun sektor yang terkait dengan kesehatan, serta masalah dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Kami menyadari bahwa data dan informasi yang disajikan masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu kami senantiasa mengharapkan masukan, saran dan kritik dari semua pihak agar kami dapat menyajikan informasi sesuai yang dibutuhkan .
Kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah ikut membantu baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan profil ini .
Harapan kami semoga Profil ini bermanfaat bagi pembangunan kesehatan di Kabupaten Yahukimo dan pihak lain yang membutuhkannya.
KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN YAHUKIMO
BONGGA SUMULE, SKM, M.Kes PEMBINA UTAMA MUDA NIP.197008211997121001
DAFTAR ISI
Halaman Judul... i
SK Kepala Dinas Kesehatan Tentang Penerbitan Buku Profil ... iii
Kata Pengantar... v
Daftar Isi... vi
Daftar Tabel ... vii
Daftar Gambar ... viii
BAB I Pendahuluan ... 1
A. Latar Belakang... 1
B. Dasar ... 2
C. Visi dan Misi ... 4
D. Tujuan ... 9
E. Sistematika Penulisan ... 10
BAB II Gambaran Umum & Perilaku Penduduk Kab.Yahukimo ... 11
A. Keadaan Geografis... 11
B. Kependudukan... 12
C. Sarana dan Prasarana Kesehatan ... 13
BAB III Situasi Derajat Kesehatan Kabupaten Yahukimo ... 15
A. Umur Harapan Hidup... 15
B. Mortalitas... 16
C. Status Gizi Bayi dan Balita... 19
D. Morbiditas... 20
BAB IV Situasi Upaya Kesehatan Kabupaten Yahukimo ... 21
A. Bidang Kesehatan Keluarga ... 22
B. Bidang Pelayanan Kesehatan... 29
C. Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) ... 37
D. Sub Bidang Umum ... 49
E. Sub Bidang Perencanaan ... 49
F. Sub Bidang Keuangan ... 50
BAB V Situasi Sumber Daya Kesehatan Kabupaten Yahukimo... 52
A. Sarana Kesehatan ... 52 B. Ketenagaan ... 52 C. Pembiayaan... 53 BAB VI Penutup... 55 A. Simpulan ... 55 B. Saran ... 58 Lampiran
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Jumlah Sarana dan Prasarana Kesehatan di Kab.Yahukimo... 14
Tabel 3.1 Perbandingan AHH, AMH, MYS & IPM ... 15
Tabel 3.2 Jumlah Kasus Kesakitan atau Penyakit ... 19
Tabel 4.1 Data Sarana Pelayanan Kesehatan Dasar Pemkab Yahukimo ... 32
Tabel 4.2 Kunjungan Rawat Inap 3 Puskesmas & RSUD Dekai... 33
Tabel 4.3 Anggaran Obat Menurut Sumber Anggaran... 34
Tabel 4.4 Anggaran Kesehatan Rutin dan Pembangunan ... 50
Tabel 4.5 Anggaran Kesehatan Rutin & Pembangunan di Kab.Yahukimo ... 51
Tabel 5.1 Rasio Tenakes Terhadap Penduduk/100.000 ... 53
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Peta Kabupaten Yahukimo... 11
Gambar 2.2 Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin Tahun 2015... 12
Gambar 3.1 Diagram Keadaan Umum Kesehatan Ibu Hamil... 17
Gambar 3.2 Pola 10 Besar Penyakit Tingkat Puskesmas ... 20
Gambar 4.1 Cakupan K-1, K-4, FE-1 dan FE-3 ... 23
Gambar 4.2 Data Imunisasi Puskesmas Dekai Tahun 2015 ... 46
Gambar 4.3 Diagram Imunisasi Puskesmas Dekai Tahun 2015 ... 46
Gambar 4.4 Perbandingan Anggaran Kesehatan Tahun 2014 & 2015 ... 51
Gambar 4.2 Anggaran Kesehatan Tahun 2014 ... 47
A. Latar Belakang
Kesehatan merupakan salah satu komponen utama dalam Index Pembangunan manusia (IPM) yang dapat mendukung terciptanya SDM yang sehat, cerdas, terampil dan ahli menuju keberhasilan pembangunan kesehatan. Pembangunan kesehatan merupakan salah satu hak dasar masyarakat yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Oleh sebab itu dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan telah dilakukan perubahan cara pandang (mindset) dari paradigma sakit menuju paradigma sehat sejalan dengan Rencana Strategi Kementerian Kesehatan RI 2015-2019.
Dalam menyelenggarakan pembangunan kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo harus dengan seksama memperhatikan dasar-dasar pembangunan kesehatan sebagaimana tercantum dalam Rencana Strategi Kementerian Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2019, yaitu (1) meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak; (2) meningkatnya pengendalian penyakit; (3) meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan terutama di daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan; (4) meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal melalui Kartu Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan SJSN Kesehatan, (5) terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin; serta (6) meningkatkan responsivitas sistem kesehatan.
Program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan 3 pilar utama yaitu paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan nasional: 1) pilar paradigma sehat di lakukan dengan strategi pengutamaan kesehatan dalam
BAB I
2) penguatan pelayanan kesehatan dilakukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan, optimalisasi sistem rujukan dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan, menggunakan pendekatan continuum of care dan intervensi berbasis risiko.
Dengan memperhatikan dasar-dasar pembangunan kesehatan tersebut di atas dan rumusan Visi Kabupaten Yahukimo Tahun 2016-2021, yaitu:
”Terwujudnya Kebangkitan Masyarakat Yahukimo Menuju Kemandirian, Kemajuan, Kesejahteraan dan Kedamaian”
Seiring dengan visi tersebut, maka Visi Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Yahukimo tahun 2016-2021 adalah “Melaksanakan Pembangunan Kesehatan Yang Revolusioner Guna Terwujudnya Kebangkitan Masyarakat
Yahukimo Menuju Kemandirian, Kemajuan, Kesejahteraan dan Kedamaian Melalui
Pelayanan Kesehatan yang Komprehensif, Profesional & Terjangkau ”
B. Dasar
Dasar pembangunan kesehatan adalah nilai kebenaran dan aturan pokok yang menjadi landasan untuk berfikir dan bertindak dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Dasar-dasar berikut ini merupakan landasan dalam penyusunan visi, misi dan strategi serta sebagai petunjuk pokok pelaksanaan pembangunan kesehatan:
1. Perikemanusiaan
Setiap kegiatan proyek, program kesehatan harus berlandaskan perikemanusiaan yang dijiwai, digerakkan dan dikendalikan oleh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Pemberdayaan dan Kemandirian
Individu, keluarga, masyarakat beserta lingkungannya bukan saja sebagai obyek namun sekaligus pula subyek kegiatan, proyek, program kesehatan.
Segenap komponen bangsa bertangggung jawab untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan individu, keluarga, masyarakat beserta lingkungannya. Setiap kegiatan, proyek, program kesehatan harus mampu membangkitkan peran serta individu, keluarga dan masyarakat sedemikian rupa sehingga setiap individu, keluarga dan masyarakat dapat menolong dirinya sendiri.
Dengan dasar ini, setiap individu, keluarga dan masyarakat melalui kegiatan, proyek, program kesehatan difasilitasi agar mampu mengambil keputusan yang tepat ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Masyarakat harus mau bahu membahu menolong siapa saja yang membutuhkan pertolongan agar dapat menjangkau fasilitas kesehatan yang sesuai kebutuhan dalam waktu yang sesingkat mungkin. Di lain pihak, fasilitas pelayanan kesehatan yang ada perlu terus diberdayakan agar mampu memberikan pertolongan kesehatan yang berkualitas, terjangkau, sesuai dengan norma sosial budaya setempat serta tepat waktu.
3. Adil dan Merata
Setiap individu, keluarga dan masyarakat mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan sehingga dapat mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Kesempatan untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau dan tepat waktu, tidak boleh memandang perbedaan ras, golongan, agama, dan status sosial individu, keluarga dan masyarakat.
Pembangunan kesehatan yang cenderung urban-based harus terus diimbangi dengan upaya-upaya kesehatan yang bersifat rujukan, bersifat luar gedung maupun yang bersifat satelit pelayanan. Dengan demikian pembangunan
merupakan penyumbang terbesar kejadian sakit dan kematian. Kelompok-kelompok penduduk inilah yang sesungguhnya lebih membutuhkan pertolongan karena selain lebih rentan terhadap penyakit, kemampuan membayar mereka jauh lebih sedikit.
4. Pengutamaan dan Manfaat
Pemanfaatan ilmu pengetahuan dan tekhnologi kedokteran dan atau kesehatan dalam kegiatan, proyek, program kesehatan harus mengutamakan peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit. Kegiatan, proyek dan program kesehatan diselenggarakan agar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan, proyek dan program kesehatan diselenggarakan dengan penuh tanggung jawab, sesuai dengan standar profesi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh kebutuhan dan kondisi spesifik daerah.
C. Visi dan Misi
1. Visi
Dalam mewujudkan gambaran masyarakat Kabupaten Yahukimo di masa depan maka Dinas Kesehatan Kabupaten memiliki Visi yang tertuang dalam Renstra Dinkes Kabupaten Yahukimo Tahun 2016-2021 adalah “Melaksanakan Pembangunan Kesehatan Yang Revolusioner Guna Mewujudkan Kebangkitan
Masyarakat Yahukimo Menuju Kemandirian, Kemajuan, Kesejahteraan dan Kedamaian Melalui Pelayanan Kesehatan yang Komprehensif, Profesional &
Visi tersebut mengandung filosofi pokok yang akan dilaksanakan perwujudannya, yaitu paradigma pembangunan kesehatan yang revolusioner, kemandirian, kemajuan, kesejahteraan dan kedamaian masyarakat untuk hidup sehat.
Kesehatan adalah tanggungjawab bersama dari setiap individu, masyarakat, pemerintah dan swasta. Apapun peran yang dimainkan oleh pemerintah, tanpa kesadaran individu dan masyarakat untuk secara mandiri menjaga kesehatan mereka, hanya sedikit hasil yang akan dapat dicapai. Perilaku masyarakat Kabupaten Yahukimo yang mandiri, maju, sejahtera dan damai untuk hidup sehat diharapkan adalah yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat. Disamping itu semua lapisan masyarakat di Kabupaten Yahukimo juga mempunyai akses dan mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu.
2. Misi
Misi mencerminkan peran, fungsi dan kewenangan seluruh jajaran organisasi kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Yahukimo, yang bertanggung jawab secara teknis terhadap pencapaian tujuan dan sasaran pembangunan kesehatan Kabupaten Yahukimo. Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan misi yang diemban oleh seluruh jajaran petugas kesehatan di masing-masing jenjang administarsi pemerintahan, yaitu :
a. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang revolusioner dengan mengadopsi sistem pelayanan kesehatan dasar yang sesuai dengan kondisi sosial-budaya masyarakat, jangkauan geografis dan topografi serta ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan;
b. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas melalui peningkatan sumber daya kesehatan;
c. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan memberdayakan masyarakat melalui peningkatan partisipasi aktif dalam upaya promotif dan preventif.
3. Tujuan
a. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat dan perorangan yang efektif dan efisien (Misi 1);
b. Meningkatkan pelayanan kefarmasian serta penyedian obat dan perbekalan kesehatan yang memenuhi persyaratan mutu (Misi 1)
c. Meningkatkan kesiapan dan ketersediaan sumberdaya kesehatan dalam mendukung proses pelayanan kesehatan (Misi 2);
d. Mengembangkan kebijakan dan manajemen yang efektif dan efisien dalam pengelolaan pelayanan dan sumber daya kesehatan (Misi 2);
e. Meningkatkan perilaku dan peran aktif individu, keluarga dan masyarakat untuk memilhara dan melindungi kesehatan dan lingkungannya sendiri (Misi 3).
4. Sasaran
a. Menurunnya angka kesakitan, kematian dan mencegah kecacatan akibat penyakit;
b. Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan dasar, rujukan dan penunjangnya.;
c. Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan keluarga;
d. Meningkatnya pelayanan gizi masyarakat serta kemandirian keluarga dalam upaya perbaikan gizi;
e. Meningkatnya kualitas kesehatan lingkungan;
f. Meningkatnya ketersediaan, kemampuan dan ketrampilan sumberdaya manusia kesehatan sehingga mampu menyelenggarakan upaya kesehatan yang optimal;
g. Meningkatnya kualitas pengelolaan administrasi keuangan, ketatalaksanaan tugas umum dan rumah tangga;
h. Meningkatnya kuantitas dan kualitas sarana prasarana pelayanan kesehatan;
i. Meningkatnya fungsi perencanaan, pengawasan, pengendalian dan penilaian pelaksanaan kegiatan serta tersedianya berbagai kebijakan kesehatan guna menjamin tercapainya kinerja secara efektif dan efisien; j. Mengembangkan sistem informasi kesehatan yang komprehensif,
berhasilguna dan berdaya guna;
k. Meningkatkan ketersediaan dan mutu pengelolaan obat pelayanan kesehatan;
l. Meningkatnya kualitas makanan minuman produksi industri tumah tangga yang memenuhi syarat kesehatan;
m. Meningkatnya perilaku hidup bersih sehat dan berkembangnya upaya kesehatan bersumber data masyarakat.
5. Strategi Kebijakan
Program yang telah disusun dan ditetapkan sebagai strategi kebijakan Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo terdiri dari 12 (dua belas) alternatif startegi yang ditetapkan, antara lain:
a. Mengoptimalkan pelayanan kesehatan pada masyarakat miskin di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dasar dengan mengadopsi sistem pelayanan
kesehatan dasar yang sesuai dengan kondisi sosial-budaya dan keterjangkauan geografis dan topografi ;
b. Memanfaatkan secara optimal jejaring kerja yang ada;
c. Menggerakkan sumber daya kesehatan secara efektif dengan melibatkan peran aktif masyarakat;
d. Meningkatkan advokasi pembiayaan kesehatan pada pemegang kebijakan; e. Meningkatkan keterpaduan pelakasanaan program pelayanan kesehatan
dan penganggaran;
f. Meningkatkan pengolahan data dan informasi kesehatan berbasis teknologi informasi;
g. Mengintensifkan promosi kesehatan melalui pemanfaatan media promosi dan teknologi informasi khususnya pada kelompok beresiko;
h. Mengalokasikan sumber daya kesehatan yang ada pada kegiatan bersama masyarakat miskin dan rentan;
i. Meningkatkan cakupan pemanfaatan pelayanan kesehatan;
j. Mengembangkan dan memantapkan program jaminan mutu pada semua pelayanan;
k. Meningkatkan kualitas manajemen kesehatan menuju pelayanan kesehatan yang akuntable, transparan dan berkinerja tinggi;
l. Meningkatkan jumlah tenaga kesehatan sesuai kompetensinya.
Dalam rangka memberikan gambaran situasi kesehatan di Kabupaten Yahukimo Tahun 2015 perlu diterbitkan Buku Profil Kesehatan Kabupaten Yahukimo Tahun 2015. Buku Profil Kesehatan Kabupaten Yahukimo merupakan salah satu sarana untuk menilai pencapaian kinerja pembangunan kesehatan dalam rangka mewujudkan Kabupaten Yahukimo Sehat.
Profil Kesehatan menyajikan berbagai data dan informasi diantaranya meliputi data kependudukan, fasilitas kesehatan, pencapaian program-program kesehatan, masalah kesehatan dan lain-lain. Tersusunnya Buku Profil Kesehatan Kabupaten Yahukimo Tahun 2015 didukung oleh pengelola data dan informasi Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo, Puskesmas, Instalasi Farmasi, berbagai sarana pelayanan kesehatan, juga lintas sektor terkait.
D. Tujuan
1. Umum
Tujuan disusunnya Profil Kesehatan Kabupaten Yahukimo Tahun 2015 adalah tersedianya data/informasi yang relevan, akurat, tepat waktu dan sesuai kebutuhan dalam rangka meningkatkan kemampuan manajemen kesehatan secara berhasilguna dan berdayaguna sebagai upaya menuju Kabupaten Yahukimo yang sehat.
2. Khusus
Secara khusus tujuan penyusunan Profil Kesehatan adalah:
a. Diperolehnya data/informasi umum dan lingkungan yang meliputi lingkungan fisik dan biologi, perilaku masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, data kependudukan dan sosial ekonomi;
b. Diperolehnya data/informasi tentang status kesehatan masyarakat yang meliputi angka kematian, angka kesakitan dan status gizi masyarakat;
c. Diperolehnya data/informasi tentang upaya kesehatan, yang meliputi cakupan kegiatan dan sumber daya kesehatan;
d. Tersedianya data/informasi untuk bahan penyusunan perencanaan kegiatan program kesehatan;
f. Tersedianya wadah integrasi berbagai data yang telah dikumpulkan oleh berbagai sistem pencatatan dan pelaporan yang ada di Puskesmas, Rumah Sakit maupun unit kesehatan lainnya;
g. Tersedianya alat untuk memacu penyempurnaan sistem pencatatan dan pelaporan kesehatan.
E. Sistematika Penulisan
Untuk lebih menggambarkan situasi derajat kesehatan, peningkatan kesehatan dan sumber daya kesehatan di Kabupaten Yahukimo pada Tahun 2015, maka diterbitkan Buku Profil Kesehatan Kabupaten Yahukimo yang disusun dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
BAB II : GAMBARAN UMUM & PERILAKU PENDUDUK KABUPATEN YAHUKIMO BAB III : SITUASI DERAJAT KESEHATAN
BAB IV : SITUASI UPAYA KESEHATAN
BAB V : SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN BAB VI : PENUTUP
A. Keadaan Geografis
1. Letak
Berdasarkan tinjauan astronomi maka Kabupaten Yahukimo terletak pada antara 03 derajat 39”36” LS – 05 derajat 12”36” LS dan 138 derajat 46”12” BT-140 derajat 07”12” BT, dengan ketinggian terletak di atas garis pantai antara 100-3000 meter. Yahukimo dengan ibukota Sumohai memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut:
Sebelah Utara : Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Yalimo Sebelah Timur : Kabupaten Pegunungan Bintang & Bovendigul Sebelah Selatan : Kabupaten Asmat dan Mappi
Sebelah Barat : Kabupaten Nduga 2. Luas Wilayah Kabupaten Yahukimo
Dengan luas wilayah sebesar 17,152 Km2, Kabupaten Yahukimo terbagi atas 51 Distrik, 1 Kelurahan dan 517 Kampung. Dari 51 distrik, distrik Duram adalah wilayah yang paling kecil
dengan luas 100 Km2dan Distrik Kurima adalah distrik dengan luas wilayah yang paling besar yaitu 605 Km2. Sedangkan Distrik yang menjadi pusat perekonomian dan bisnis Kabupaten Yahukimo adalah Distrik Dekai dengan luas wilayah
BAB II
B. Kependudukan
1. Persebaran Penduduk
Jumlah penduduk Kabupaten Yahukimo pada tahun 2015 adalah 367.334 jiwa yang tersebar pada 51 distrik. Jumlah penduduk tiap distrik dapat dilihat pada lampiran Tabel 1.
2. Persebaran dan Kepadatan Penduduk
Penyebaran penduduk yang tidak merata perlu mendapt perhatian karena berkaitan dengan daya dukung lingkungan yang tidak seimbang. Secara geografis wilayah Kabupaten Yahukimo terbagi menjadi dua yaitu daerah dataran rendah dan daerah perbukitan (pegunungan).
3. Sex Ratio Penduduk
Berdasarkan data BPS Kabupaten Yahukimo Tahun 2015 bahwa nilai rasio jenis kelamin Kabupaten Yahukimo sebesar 111,70, artinya bahwa setiap 100 orang penduduk perempuan di Kabupaten Yahukimo terdapat 112 orang penduduk laki-laki.
Gambar 2.2 Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin Tahun 2015
Jumlah Penduduk Kab.Yahukimo 2015 Berdasarkan Jenis Kelamin
45% 55%
Perempuan Laki-Laki
( Sumber data : BPS Kab.Yahukimo 2015)
Jika jumlah penduduk dirinci berdasarkan Kecamatan, maka jumlah penduduk terbanyak adalah Distrik Dekai yaitu sebesar 18.038 jiwa, sedangkan
jumlah penduduk terkecil terdapat di Distrik Kona yaitu sebanyak 2.342 jiwa. Jumlah rumah tangga di Kabupaten Yahukimo mencapai 71.118 rumah tangga, sehingga rata-rata penduduk per rumah tangga mencapai 4.62 jiwa. Angka ketergantungan penduduk (Dependency Ratio) Kabupaten Yahukimo tahun 2015 tercatat 16,1%, artinya bahwa setiap 100 penduduk produktif menanggung beban 16 orang yang tidak produktif.
Menurut data Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Yahukimo, jumlah pencari kerja yang telah bekerja dan terdaftar pada tahun 2015 sebanyak 52.815 orang.
C. Sarana dan Prasaran Kesehatan
Pembangunan sektor kesehatan juga merupakan aspek terpenting dalam pembangunan manusia yang berkualitas yang dimulai sejak janin dalam kandungan. Pembangunan kesehatan yang telah dilakukan selama ini di Kabupaten Yahukimo belum menunjukkan perubahan peningkatan baik dari segi akses pelayanan kesehatan maupun dari segi kualitas pelayanan. Namun demikian upaya yang dilakukan secara keseluruhan belum dapat mencapai status derajat kesehatan masyarakat di wilayah Kabupaten Yahukimo sesuai standar nasional, dimana angka umur harapan hidup baru mencapai 67,09 tahun 2013, meningkat di tahun 2o14 menjadi 67,3 dan tahun 2015 menjadi 67,5 dan angka kematian neonatal (Data AKN Tahun 2015, 6/1000 KH). Angka kesakitan malaria pada tahun 2015 sebesar 28 kasus per 1.000 penduduk beresiko. Disisi lain pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana kesehatan tetap terus dilakukan guna meningkatkan akses pelayanan kesehatan. Dari 51 Distrik 31 diantaranya sudah tersedia sarana Puskesmas, 3 diantaranya adalah puskesmas dengan fasilitas perawatan, 1 puskesmas dengan status perawatan dan mampu Poned, 27 diantaranya dengan
fasilitas Puskesmas Non Perawatan, 65 Puskesmas Pembantu (Pustu), 102 Poskeskam, 3 unit puskesmas keliling (pusling) roda 4, dan 4 Unit Pusling roda dua.
Tabel 2.1 Jumlah Sarana dan Prasarana Kesehatan di Kabupaten Yahukimo
No SARANA dan PRASARAN KESEHATAN TAHUN 2014 TAHUN 2015
1 Rumah Sakit Umum :
a Rumah Sakit Swasta 0 0
b Rumah Sakit Umum Daerah 1 1
c Rumah Sakit Umum Pusat 0 0
2 Rumah Bersalin (RB) / (BKIA) 0 0
3 Puskesmas terdiri dari:
a Puskesmas Perawatan 3 4
b Puskesmas Non Perawatan 28 27
4 Puskesmas Pembantu 65 65
5 Puskesmas Keliling 7 7
6 Posyandu yang ada 240 240
7 Posyandu yang aktif 41 53
8 Poskeskam 102 102
9 Apotik 4 5
10 Laboratorium Kesehatan 0 0
11 Klinik Kesehatan 0 0
12 Dokter Umum Praktek Perorangan 4 5
Untuk menilai derajat kesehatan masyarakat, digunakan beberapa indikator yang mencerminkan kondisi mortalitas (kematian), status gizi dan morbiditas (kesakitan). Pada bagian ini, derajat kesehatan masyarakat di Indonesia digambarkan melalui Angka Mortalitas; terdiri atas Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Balita (AKABA), dan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Morbiditas; angka kesakitan beberapa penyakit serta Status Gizi pada balita dan dewasa.
A. Umur Harapan Hidup
Umur harapan hidup Kabupaten Yahukimo Tahun 2014 mencapai 67,5, dan Tahun 2015 masih sama 67,5, angka melek huruf (AMH) 32,76, rata-rata lama sekolah 2,86 tahun, dan pengeluaran per kapita disesuaikan mencapai 615,39 (dalam satuan ribuan rupiah).
Tabel 3.1 Perbandingan AHH, AMH, MYS dan Peringkat IPM Di Kabupaten Lain di Pegunungan Tengah
No Kabupaten AHH AMH MYS (Tahun
Pengeluaran perkapita disesuaikan (Ribuan) Rp Peringkat IPM (Provinsi) 1 Puncak Jaya 67.70 86.82 6.12 629.82 8 2 Puncak 67.64 32.13 2.82 573.36 24 3 Pegunungan Bintang 66.00 32.50 2.54 588.02 26 4 Tolikara 66.09 33.44 3.38 615.39 16 5 Yahukimo 67.09 32.76 2.86 587.40 21 6 Yalimo 66.56 33.51 2.75 571.90 27 7 Mamberamo Tengah 66.44 34.52 2.91 573.80 25 8 Lanny Jaya 66.49 36.91 3.72 570.21 22 9 Nduga 65.83 30.54 2.80 579.24 29 10 Jayawijaya 66.63 52.76 4.84 595.72 15 BAB III
B. Mortalitas/ Kematian
Mortalitas dapat dijelaskan sebagai kejadian kematian pada suatu masyarakat dari waktu ke waktu dan tempat tertentu yang dapat menggambarkan status kesehatan masyarakat secara kasar, kondisi/ tingkat permasalahan kesehatan, kondisi lingkungan fisik dan biologik secara tidak langsung. Selain itu dapat pula digunakan sebagai indikator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dan program pembangunan kesehatan.
1. Kematian Ibu Maternal (AKI)
Angka Kematian Ibu (AKI) juga menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. AKI menggambarkan jumlah wanita yang meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) tanpa memperhitungkan lama kehamilan per 100.000 kelahiran hidup. AKI juga dapat digunakan dalam pemantauan kematian terkait dengan kehamilan. Indikator ini dipengaruhi status kesehatan secara umum, pendidikan dan pelayanan selama kehamilan dan melahirkan. Sensitivitas AKI terhadap perbaikan pelayanan kesehatan menjadikannya indikator keberhasilan pembangunan sektor kesehatan.
Untuk laporan kematian Ibu pada tahun 2015 tidak terdapat kasus sesuai dengan data yang dilaporkan dari 31 Puskesmas.
Gambar 3.1 Diagram Keadaan Umum Kesehatan Ibu Hamil 50% 50% Perdarahan Infeksi 8% 2% 20% 70% K1 K4 Knakes Hamil
( Sumber data : Seksi KIA 2015)
Sebagai upaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), telah dilaksanakan berbagai pelatihan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak diantaranya Pelatihan Asuhan Persalihan Normal (APN) yang merupakan standar pertolongan persalinan dan pendampingan persalinan dukun bayi oleh tenaga kesehatan dan Pelatihan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED) dan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) serta yang lainnya.
2. Kematian Bayi dan Balita
Angka kematian bayi adalah jumlah penduduk yang meninggal sebelum mencapai usia 1 tahun yang dinyatakan dalam 1.000 kelahiran hidup pada tahun yang sama. Usia bayi merupakan kondisi yang rentan baik terhadap kesakitan maupun kematian. Pada satu sisi angka kematian bayi merupakan salah satu Indikator dari tujuan MDGs 2015 yang ke 4.
Kasus kematian bayi Kabupaten Yahukimo berdasarkan laporan rutin kematian tidak ditemukan adanya kasus, hanya saja pada kasus kematian neonatal dilaporkan oleh Puskesmas Dekai bahwa pada tahun 2015 tercatat 6
kasus atau 6/1000 KLH yaitu disebabkan oleh persalinan macet namun kondisi ibu yang melahirkan selamat.
Selain itu menurut data kelahiran di RSUD Dekai pada Tahun 2015 terdapat 308 kelahiran yang terdiri dari 150 kelahiran bayi berjenis kelamin laki-laki dan 158 kelahiran bayi berjenis kelamin perempuan, dengan kejadian kematian bayi sebanyak 8 kasus, diantaranya 2 bayi berjenis kelamin laki-laki dan 6 bayi berjenis kelamin permpuan. Untuk jenis persalinan dengan kondisi penyuit sebesar 102 kasus dan dengan kondisi persalinan normal sebesar 197 kaus.
Angka Kematian Balita (AKBa) adalah jumlah anak yang meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun yang dinyatakan sebagai angka per 1.000 kelahiran hidup. AKBa merepresentasikan risiko terjadinya kematian pada fase antara kelahiran dan sebelum umur 5 tahun. Berdasarkan data kasus kematian Anak Balita di Kabupaten Yahukimo tidak terdapat kematian balita yang tercatat di tahun 2015.
Berbagai faktor dapat menyebabkan adanya penurunan AKB & AKBa, di antaranya pemerataan pelayanan kesehatan berikut fasilitasnya. Hal itu disebabkan AKB & AKBa sangat sensitif terhadap perbaikan pelayanan kesehatan. Selain itu, perbaikan kondisi ekonomi yang tercermin dengan pendapatan masyarakat yang meningkat juga dapat berkontribusi melalui perbaikan gizi yang berdampak positif pada daya tahan bayi terhadap infeksi penyakit.
C. Status Gizi Bayi dan Balita
Perkembangan keadaan gizi masyarakat dapat dipantau melalui hasil pencatatan dan pelaporan program perbaikan gizi masyarakat yang tercermin dalam hasil penimbangan bayi dan balita setiap bulan di posyandu. Menurut laporan puskesmas pada tahun 2015 di Kabupaten Yahukimo menunjukkan jumlah Bayi Lahir Hidup sebanyak 362 bayi (176 bayi laki-laki dan 186 bayi perrempuan) yang hanya dilaporkan oleh 1 Puskesmas yaitu Puskesmas Dekai dengan kompilasi data laporan kelahiran ddari RSUD Dekai.
Untuk kasus bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) pada tahun 2015 yaitu sebanyak 3 bayi diantaranya 2 bayi laki-laki dan 1 bayi perempuan yang mengalami penurunan jika dibandingkan dengan data BBLR Tahun 2014 yaitu sebanyak 5 bayi BBLR yang terdiri dari 2 bayi laki-laki dan 3 bayi perempuan. Sedangkan jumlah Balita yang datang dan ditimbang (D) di posyandu dari seluruh balita yang ada yaitu 2.491 balita dengan rincian jumlah balita yang naik berat badannya 2.366 (94,98%) dan Bawah Garis Merah (BGM) sebanyak 125 balita (5,02%). Data ini mengalami peningkatan yang signifikan untuk jumlah balita di bawah garis merah bila dibandingkan dengan data D/S Tahun 2014, yaitu terdapat 3.380 balita dengan rincian jumlah balita yang naik berat badannya sebanyak 3.007 anak (88,99%) dan Bawah Garis Merah (BGM) sebanyak 373 anak (11,04%), data selengkapnya pada tabel 47.
Status gizi masyarakat yang digambarkan melalui keadaan gizi bayi dan balita dan yang dipantau melalui persentase bayi dan balita dengan berat badan di Bawah Garis Merah (BGM ), juga melalui presentase bayi dan balita yang menderita gizi buruk. Selain bayi dan balita juga dipantau ibu hamil kasus gizi Kurang Energi Kronik (KEK).
D. Morbiditas
Pola sepuluh besar penyakit bagi semua golongan umur belum mengalami perubahan baik dari urutan sepuluh besar maupun jumlah kasus secara keseluruhan. Data menunjukkan bahwa Diare adalah penyakit dengan urutan pertama pada 10 besar penyakit tingkat puskesmas dan terendah adalah TB Paru. Data ini belum menggambarkan keadaan penyakit secara keseluruhan di 31 Puskesmas dan 65 Puskesmas Pembantu karna ada beberapa Puskesmas yang belum lengkap memasukan laporan bulanan LB.1. Adapun urutan sepuluh besar penyakit tahun 2015 dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 3.2. Jumlah Kasus Kesakitan atau Penyakit Kabupaten Yahukimo Tahun 2015
NO PENYAKIT Jumlah % 1 ISPA 11.254 49,8 2 Malaria 4.167 18,5 3 Diare 3.899 17,3 4 Scabies 1.265 5,6 5 Pneumonia 543 2,4 6 Gastritis 432 1,9 7 Mialgia 344 1,5
8 Jaringan Otot dan Sendi 321 1,4
9 Kecacingan 314 1,3
10 TB Paru 37 0,2
TOTAL 22.576 100
(Sumber : Laporan Bulanan Penyakit Puskesmas)
Data sepuluh besar penyakit kabupaten Yahukimo tahun 2015 dapat digambarkan dengan grafik berikut ini :
Grafik 3.2 Pola 10 Besar Penyakit Tingkat Puskesmas
11254 4167 3899 1265 543 432 344 321 314 37 0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 ISPA Malaria Diare Scabies Pneumonia Gastritis Mialgia Jarotsen Kecacingan TB Paru Penyakit
Secara umum upaya kesehatan terdiri dari atas dua unsur utama, yaitu upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan. Upaya kesehatan masyarakat adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat serta swasta, untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi timbulnya masalah kesehatan di masyarakat. Upaya kesehatan masyarakat mencakup upaya-upaya promosi kesehatan, pemeliharaan kesehatan, pemberantasan penyakit menular, pengendalian penyakit tidak menular, penyehatan lingkungan dan penyediaan sanitasi dasar, perbaikan gizi masyarakat, kesehatan jiwa, pengamanan sediaan farmasi dan alat kesehatan, pengamanan penggunaan zat adiktfi dalam makanan dan minuman, pengamanan narkotika, psikotropika, zat adiktif dan bahan berbahaya, serta penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan.
Upaya kesehatan perorangan adalah setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat serta swasta, untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan. Upaya kesehatan perorangan mencakup upaya-upaya pencegahan penyakit, pengobatan rawat jalan, pengobatan rawat inap, pembatasan dan pemulihan kecacatan yang ditujukan terhadap perorangan.
Berikut ini diuraikan upaya kesehatan yang dilakukan selama satu tahun terakhir, pada tahun 2015 sesuai dengan program kerja masing-masing bidang di Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo, mencakup bidang kesehatan keluarga, bidang pelayanan kesehatan, bidang P2M, kesekretariatan, keuangan dan perencanaan.
BAB IV
A. Bidang Kesehatan Keluarga
1. Seksi Gizi
a. Program Gizi Masyarakat 1) Pelaksanaan Program Gizi
Secara umum pelaksanaan program perbaikan gizi tahun 2015 yang dipantau melalui indikator SKDN tidak banyak mengalami perubahan. Bila dilihat cakupan D/S yang menggambarkan peran serta masyarakat untuk menimbangkan anaknya ke posyandu pada tahun 2015 mencapai 100% (Lampiran Tabel 47) dengan jumlah puskesmas yang melapor adalah 31 puskesmas.
Balita yang ditimbang pada tahun 2015 sebesar 2.491 balita dan mengalami gangguan gizi buruk sebanyak 125 Balita diantaranya 56 balita laki-laki dan 68 balita perempuan, dimana Puskesmas Perawatan Dekai yang paling banyak mengalami gangguan gizi buruk sebanyak 11 Balita (Lampiran Tabel 48).
2) Cakupan Vitamin A
Vitamin A merupakan mikronutien suplemen yang diberikan kepada Bayi, Balita dan Ibu nifas untuk meningkatkan Imunitas dan kesehatan mata. Jumlah anak balita di kabupaten Yahukimo 2.491 anak balita, sedangkan anak balita yang mendapat Vitamin A 2 (dua) kali terdapat 2.169 anak balita. Jumlah balita tertinggi pada Puskesmas Dekai sebesar 465 anak balita dan jumlah balita terendah pada Puskesmas Yogosem sebesar 26 anak balita.
3) Cakupan Tablet Fe pada Ibu Hamil
Tablet Fe yang diberikan kepada Ibu hamil diperuntukkan untuk mencegah dan pengobatan Anemia Gizi besi (AGB). Jumlah Kunjungan
Ibu Hamil (K1) di Kabupaten Yahukimo Tahun 2015 adalah 598 Orang, Cakupan F1 Ibu Hamil tahun 2015 sebanyak 598 orang sedangkan Cakupan F3 pada Ibu Hamil tahun 2015 sebesar 123 orang (Lampiran Tabel 32).
Diagram 4.1 Cakupan K-1, K-4, FE-1 dan FE-3
9% 41% 41% 9% K1 K4 FE-1 FE-3
(Sumber : Seksi KIA 2015)
4) Cakupan PMT Gizi Balita dan Ibu Hamil
Program pemenuhan gizi balita dan ibu hamil sudah dilakukan sejak Tahun 2010 dengan bantuan supplai PMT dari Dinas Kesehatan Propinsi Papua dan Kementerian Kesehatan berupa jenis PMT Biskuit dan Susu. Jumlah PMT Gizi Balita jenis biskuit Tahun 2015 yang didistribusikan ke 31 Puskesmas dan 65 Pustu berjumlah 760 Karton, dan Susu Balita sebesar 100 Karton.
PMT Gizi Ibu Hamil yang didistribusikan berupa jenis biskuit sebesar 200 Karton dan Susu Ibu Hamil sebesar 100 Karton. Target pemenuhan gizi Balita dan Ibu Hamil pada Tahun 2016 adalah sebesar 85% sasaran dari jumlah penduduk di Kabupaten Yahukimo.
b. Program Peran Serta Masyarakat
Program ini merupakan salah satu prioritas program dari sekian banyak program yang dilaksanakan Departemen Kesehatan RI, karena tanpa peran serta masyarakat pembangunan kesehatan akan sulit mencapai hasil optimal.
1) Posyandu dan Tingkat Perkembangannya
Posyandu merupakan sarana pelayanan kesehatan yang dimilki oleh dan untuk masyarakat. Terdapat beberapa tingkatan perkembangan Posyandu yaitu Posyandu Pratama, Madya, Purnama dan Mandiri.
Pada tahun 2015 semua Posyandu kategori Pratama terdata berjumlah 240 Posyandu mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2012 sebanyak 186 Posyandu dengan jumlah kader 430 Orang.
2) Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi)
Persentase rumah tangga yang sadar memenuhi kebutuhan gizi keluarga setiap harinya pada tahun 2015 di Kabupaten Yahukimo mencapai 23% dari 71.118 rumah tangga yang ada.
2. Seksi Penyuluhan/Promosi Kesehatan a. Program Penyuluhan Kesehatan
Penyuluhan merupakan cara penyampaian informasi kepada masyarakat, berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Pelaksanaan program penyuluhan kesehatan berbasis masyarakat yang dilakukan oleh Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo pada Tahun 2015 sebanyak 21 kali.
b. Program PHBS
Pemantauan Rumah Tangga berprilaku hidup bersih dan sehat di Kabupaten Yahukimo seharusnya wajib dilaksanakan guna menilai sejauh mana perilaku hidup bersih dan sehat mayarakat secara umum, namun kegiatan ini belum pernah dilakukan karena tidak disertakan dalam program kegiatan Promosi Kesehatan.
c. Program Desa Siaga
Jumlah Kampung di Kabupaten Yahukimo sebanyak 518 Kampung/ Kelurahan dimana telah dibentuk Desa Siaga/ Kampung Siaga sebanyak 1 Kampung di Distrik Dekai yaitu di Kampung Tomon II.
3. Seksi Kesehatan Ibu dan Anak
Pelayanan Kesehatan Keluarga Meliputi Pelayanan : a. Kesehatan Ibu Hamil
b. Pertolongan Persalinan dan Penanganan bayi baru lahir c. Kesehatan Ibu Nifas dan neonatus
d. Kesehatan Bayi, Anak Balita dan Anak Pra Sekolah
e. Penangan Resiko Tinggi Ibu Hamil Penanganan Neonatus Resiko Tinggi (BBLR/Prematur).
f. Pelayanan Keluarga Berencana.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan Pos pelayanan Terpadu (Posyandu).
Dari hasil kegiatan pelayanan Kesehatan Keluarga yang telah dilaksanakan pada tahun 2015 dan berbagai upaya telah dilakukan untuk mencapai hasil yang optimal antara lain :
a) Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil (K4)
Cakupan ibu Hamil (K4) adalah Ibu Hamil yang mendapatkan pelayanan oleh tenaga kesehatan minimal 4 kali selama kehamilannya sesuai dengan kriteria K4 Ibu Hamil yaitu : seorang ibu hamil yang datang untuk mendapatkan pelayanan pada trimester I minimal 1 x periksa, trimester II minimal 1 x periksa dan pada trimester III minimal 2 x diperiksa oleh tenaga kesehatan.
Cakupan K4 Ibu Hamil tahun 2015 adalah 2,3% dengan jumlah ibu hamil sebesar 123 orang mengalami penurunan bila dibandingkan dengan cakupan K4 tahun 2014 mencapai 24,6 % dengan jumlah ibu hamil yang melakukan kunjungan K4 sebanyak 436 ibu hamil. Cakupan tertinggi dicapai oleh Puskesmas Dekai sebesar 48,4 % dan yang terendah dicapai oleh Puskesmas Sobaham sebesar 6,1 %.
Rendahnya Cakupan K4 disebabkan oleh beberapa hal : 1) Faktor Petugas
Kurangnya pro aktif dan motivasi dalam penjaringan K1 Murni dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya memeriksakan kehamilan secara dini dan berkelanjutan.
2) Faktor Masyarakat/ Ibu Hamil
Rendahnya kunjungan Ibu Hamil pada kehamilan dini (tiga bulan pertama) ini disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kehamilannya.
b) Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan
Pada dasarnya persalinan yang aman adalah pertolongan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan (PN) yang berstandarisasi dan bersertifikasi.
Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan (PN) pada tahun 2015 mencapai 29,3% mengalami penurunan bila dibandingkan dengan data (PN) tahun 2014 yang mencapai 100%. Hal ini disebabkan karena sebagian besar ibu hamil ada yang melahirkan di luar wilayah pelayanan 31 Puskesmas artinya di Kabupaten Jayawijaya sedangkan yang sisanya ditolong oleh petugas kesehatan yang ada di 31 Puskesmas. Jumlah PN tertinggi dicapai oleh Puskesmas Dekai sebesar 365 Ibu Nifas dan terendah dicapai oleh Puskesmas Yogosem sebesar 18 Ibu Nifas.
c) Pelayanan Kunjungan Neonatal (KN)
Pelayanan/Kunjungan Neonatal (KN) adalah kontak neonatal dengan tenaga kesehatan minimal 2 kali dengan kriteria umur 6 jam s/d 7 hari minimal satu (1) kali dan umur 8 s/d 28 hari minimal satu (1) kali untuk mendapatkan pelayanan dan pemeriksaan kesehatan neonatal, baik di dalam gedung maupun di luar gedung.
Cakupan kunjungan Neonatal 1 kali (KN 1 ) tahun 2015 hanya 1 Puskesmas yang melapor yaitu Puskesmas Dekai mencapai 100% dan sama dengan kunjungan neonatal 3 kali (KN3) mencapai 100% (Lampiran Tabel 38).
d) Pelayanan Ibu Nifas (KF)
Kunjungan Ibu Nifas adalah kontak Ibu Nifas dengan tenaga kesehatan minimal 3 x dengan ketentuan / kriteria kunjungan pertama pada umur 1-7 hari minimal 1 kali dan kunjungan ke dua pada umur 8-28 hari dan kunjungan ke tiga umur 29-42 hari setelah melahirkan.
Cakupan ibu nifas tiga kali (KF3) tahun 2015 sesuai dengan laporan 31 Puskesmas mencapai 29,3% mengalami penurunan bila dibandingkan
dicapai oleh Puskesmas Dekai sebesar 97,9% dan terendah Puskesmas Yogosem sebesar 16,2% (Lampiran Tabel 29).
e) Kunjungan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
Jumlah bayi yang terdata lahir dan melaporkan hanya 1 puskesmas yaitu puskesmas Dekai berjumlah 362 bayi lahir hidup sedangkan jumlah bayi yang dilaporkan setelahnya dari 30 puskesmas berjumlah 1.222 bayi maka jumlah total bayi usia 0-6 bulan berjumlah 1.584 bayi, 6 diantaranya meninggal dan terdapat 1.581 bayi baru lahir dengan rata-rata penimbangan berat badan diatas 2.500 gr, dan 3 diantaranya adalah bayi dengan status BBLR (Lampiran Tabel 37).
f) Pelayanan Anak Balita dan Pra Sekolah, SD, Remaja
Pelayanan anak balita khususnya pemeriksaan rutin selama kegiatan posyandu dilakukan oleh tenaga kesehatan di 31 Puskesmas dan 65 Pustu, namun untuk melakukan kunjungan pelayanan kesehatan pada anak usia pra sekolah, SD dan remaja di tingkat pendidikan yang ada di Kabupaten Yahukimo secara reguler belum dilaksanakan.
g) Pelayanan Keluarga Berencana
Pelaporan Pelayanan peserta KB aktif dilaksanakan kembali oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo, pada tahun 2015 KB Aktif berjumlah 205 peserta yang dilaporkan oleh Puskesmas Dekai dengan pengguna KB jenis IUD (2 orang), IMPlan (5 orang), Kondom (13 Orang), dan Suntik (185 Orang) lihat (Lampiran Tabel 34).
h) Pelayanan Ibu Hamil Resiko Tinggi (Bumil Resti) dan Pelayanan Neonatus Resiko Tinggi (Neonatus Resti)
Perkiraan Bumil Risti/Komplikasi sebesar 1.081 orang, 15 diantaranya dilakukan penanganan komplikasi kebidanan yang dirujuk,
sedangkan perkiraan penanganan Neonatal Risti/Komplikasi sebesar 54 bayi dan yang dirujuk dan ditangani sebesar 12 orang (Lampiran Tabel 33).
i) Asi Eksklusif
Pemberian Asi Eksklusif adalah makanan dan minuman bayi hanya minum ASI saja selama 6 bulan. Cakupan bayi yang diberi Asi Eksklusif pada tahun 2015 mencapai 100% (Lampiran Tabel 39).
j) Kelahiran dan Kematian Bayi
Jumlah kelahiran hidup pada tahun 2015 mencapai 1.584 bayi, dibanding tahun 2014 mencapai 1.770 bayi. Dan terdapat laporan kejadian bayi lahir mati dari 6 bayi yang dilaporkan oleh Puskesmas Dekai.
k) Kematian Maternal
Yang dimaksud dengan kematian maternal adalah kematian Ibu Hamil, kematian Ibu Bersalin dan Ibu nifas. Pada tahun 2015 tidak tercatat adanya laporan kematian maternal.
l) Wanita Usia Subur dengan Status Imunisasi TT
Wanita Usia Subur (WUS) yang diberikan Imunisasi TT, pada tahun 2015 tidak terdata disebabkan kegiatan pendataan WUS di tingkat puskesmas dan pustu tidak dilaksanakan.
B. Bidang Pelayanan Kesehatan
1. Seksi Puskesmas
a. Program Pelayanan Kesehatan Dasar
1) Pelaksanaan Program Pelayanan Kesehatan Dasar di Puskesmas
Pelayanan kesehatan (Yankes) adalah setiap upaya yang diselenggarakan sendiri atau bersama-sama dalam suatu organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan
keluarga, kelompok serta masyarakat. Pelayanan kesehatan dilakukan untuk tercapainya kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Sarana kesehatan tingkat pertama yang bersifat pokok seperti Puskesmas, Pustu, bidan di desa wajib memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, terjangkau adil dan merata di wilayahnya. Kabupaten Yahukimo dengan 31 Puskesmas, 65 Pustu, dan 101 Poskeskam sebagai fasilitas kesehatan pemerintah dan ditunjang dengan Fasilitas kesehatan swasta lainnya seperti praktek dokter, praktek bidan, praktek pengobatan tradisonal dan lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan selama tahun 2015 memberikan kontribusi yang besar terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Yahukimo.
2) Akses Pelayanan Kesehatan Dasar
Dalam Undang-undang No.21 tentang Otonomi khusus bagi Provinsi Papua pasal 59 tentang kesehatan disebutkan bahwa pemerintah berkewajiban menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan beban biaya serendah-rendahnya dan akses seluas-luasnya. Hal tersebut membawa konsekwensi logis bahwa pemerintah harus mendekatkan pelayanan kesehatan Paripurna kepada Masyarakat sampai ke tingkat kampung. Kenyataannya di Kabupaten Yahukimo hal ini belum sepenuhnya dapat dilakukan.
Melihat data ratio Puskesmas dan Puskesmas Pembantu terhadap jumlah kampung, masih banyak kampung yang belum mempunyai Pustu dan Petugas Kesehatan. Pada umumnya permasalahan yang dihadapi dari tahun ke tahun hampir sama, petugas kesehatan yang wanita bila sudah menikah kebanyakan mengikuti suami
sehingga terjadi kekosongan petugas. Lagi pula produk bidan baru di Papua belum ada lagi, yang ada adalah akademi kebidanan yang menyekolahkan tugas belajar, dengan sendirinya tidak ada penambahan bidan. Alasan lain bidan merasa tidak aman dan nyaman tinggal sendirian di desa karena banyaknya gangguan.
Oleh sebab itu dibutuhkan kebijakan yang lebih komprehensif untuk menangani permasalahan ini, baik oleh dinas kesehatan maupun oleh sektor terkait. Pada tahun 2013 Dinas kesehatan Kabupaten Yahukimo bekerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih Jayapura telah mendidik tenaga perawat untuk lulusan SMA. Diharapkan lulusan dari Program ini akan mengisi kekosongan tenaga kesehatan di Kabupaten Yahukimo untuk masa yang akan datang.
Dalam menjalankan fungsinya, Pustu dan Polindes diberikan operasional yang penggunaannya diperuntukkan bagi pembelian alat tulis kantor, insentif petugas dan pemeliharaan bangunan gedung. Besarnya Operasional Pustu tahun 2015 sebesar Rp.787.500.000,-, bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya mengalami sedikit kenaikan pada bertambahnya jumlah Pustu pada tahun 2012 dari jumlah 49 Pustu bertambah pada tahun 2013 menjadi 55 Pustu dan pada tahun 2014 jumlah Pustu meningkat menjadi 65 Pustu sampai dengan tahun 2105 tetap sama. Besarnya Operasional Pustu juga sangat berperan dalam memotivasi petugas dalam menjalankan tugas dan fungsinya di kampung. Berikut tabel data sarana pelayanan kesehatan dasar Kabupaten Yahukimo tahun 2015.
Tabel 4.1. Data Sarana Pelayanan Kesehatan Dasar Pemerintah Di Kabupaten Yahukimo Tahun 2015
No Distrik Kampung Puskesmas Pustu Poskeskam Posyandu
1 Dekai 12 1 6 3 12 2 Sumo 11 1 1 2 3 3 Suru-Suru 8 1 1 2 8 4 Obio 13 0 1 2 8 5 Silimo 20 1 2 2 10 6 Wusama 10 0 0 2 5 7 Amuma 13 1 1 2 1 8 Musaik 10 0 1 2 1 9 Pasema 7 1 4 2 6 10 Samenage 14 1 1 2 4 11 Hogio 8 0 2 2 4 12 Werima 14 0 2 2 4 13 Kurima 22 1 4 2 4 14 Tangma 14 1 3 2 4 15 Ukha 10 0 1 2 4 16 Soba 6 1 4 2 4 17 Kayo 7 0 1 2 4 18 Kwikma 10 0 1 2 3 19 Anggruk 12 1 3 2 5 20 Walma 8 1 0 2 5 21 Hereapini 11 0 1 2 5 22 Ubalihi 8 0 1 2 5 23 Yahuliambut 8 0 1 2 5 24 Panggema 13 1 1 2 5 25 Pronggoli 8 0 1 2 3 26 Ubahak 15 1 2 2 2 27 Kosarek 12 1 2 2 5 28 Ninia 10 1 4 2 4 29 Lolat 8 1 2 2 3 30 Sobaham 13 1 2 2 3 31 Soloikma 8 0 1 2 3 32 Kabianggema 7 0 1 2 3 33 Mugi 17 1 2 2 6 34 Yogosem 7 1 0 2 5 35 Nipsan 8 1 3 2 5 36 Talambo 9 0 1 2 4 37 Holuwon 7 1 3 2 5 38 Hilipuk 7 0 0 2 5 39 Sela 19 1 4 2 4 40 Duram 6 0 1 2 3 41 Korupun 12 1 2 2 6 42 Kwelamdua 4 0 2 2 5 43 Langda 9 1 1 2 8 44 Suntamon 8 1 0 2 4 45 Bomela 9 1 1 2 4 46 Seradala 11 1 1 2 4 47 Nalca 9 1 2 2 10 48 Kona 5 0 1 2 4 49 Dirwemna 5 0 1 2 5 50 Endomen 8 1 0 1 4 51 Puldama 8 1 1 1 4 Σ 518 31 65 101 240
b. Pelayanan Rawat Inap
Pelayanan rawat inap yang wajib dilakukan oleh 3 Puskesmas antara lain Puskesmas Kurima, Ninia, Anggruk pada tahun 2015 yang melaporkan hanya 2 puskesmas yaitu Puskesmas Kurima sebanyak 23 pasien dan puskesmas Anggruk sebanyak 132 pasien ditambah dengan laporan rawat inap di RSUD Dekai. Lengkapnya hasil pelayanan Rawat inap dapat dilihat pada tabel hasil rekapitulasi pelayanan rawat inap di 31 pada tahun 2015 berikut ini (Lampiran Tabel 54).
Tabel 4.2 Kunjungan Rawat Inap 3 Puskesmas Perawatan & RSUD Dekai Di Kabupaten Yahukimo Tahun 2015
No Unit Pelayanan Teknis Kesehatan Jumlah
1 Puskesmas Ninia 0
2 Puskesmas Anggruk 132
3 Puskesmas Kurima 23
4 RSUD Dekai 3.245
Total 3.400
(Sumber : Data Terolah 2015)
c. Pelayanan Rawat Jalan
Untuk pelayanan rawat jalan dalam laporan ini dapat dilihat pada lampiran table 54.
d. Sarana Kesehatan dengan Kemampuan Pelayanan Gawat Darurat
Pelayanan Gawat darurat (Gadar) Level I belum ada di Kabupaten Yahukimo.
e. Kegiatan Kunjungan Rumah Perawatan Kesehatan Keluarga (PHN)
Kegiatan kunjungan rumah perawatan kesehatan keluarga atau yang biasa disebut dengan PHN wajib dilakukan oleh petugas Puskesmas dan juga petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) serta Polindes. Namun pada tahun 2015 kegiatan ini tidak dilakukan sehingga data PHN tidak dapat dipublikasikan.
2. Seksi Rumah Sakit
Seksi Rumah Sakit mempunyai peranan dalam mensinkronkan data dan program pelayanan kesehatan dari RSUD Dekai dengan melakukan kegiatan pengawasan mutu pelayanan kesehatan, pengawasan mutu petugas medis dan non medis, serta melakukan pembinaan dengan bekerjasama dengan unsur-unsur teknis lainnya di RSUD Dekai.
3. Seksi Kefarmasian
a) Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan
Realisasi pengadaan obat dan perbekalan kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo dari tahun ke tahun menunjukkan angka yang fluktiatif naik dari tahun 2007 s/d 2010 dan menurun dari tahun 2011 dan 2012, pada tahun 2014 naik pada sumber dana DAK dan APBD, sedangkan di tahun 2015 mengalami penurunan dari sumber dana DAK hanya teralokasi belanja obat sebesar Rp.2.720.290.000. Peningkatan dana operasional pengadaan obat dan perbekalan kesehatan bersumber dari dana APBD/DAU, APBN/DAK dan Otsus. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.3 Anggaran Obat Menurut Sumber Anggaran Di Kabupaten Yahukimo No Sumber Dana TAHUN ANGGARAN 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 1 APBD / DAU 65,560,000 0 276,290,000 226,340,000 218,469,000 410,427,000 430,561,000 2 APBN / DAK 655,600,000 0 2,762,900,000 2,263,400,000 2,184,690,000 4,104,270,000 3,305,610,000 3 Otsus 0 750,000,000 800,000,000 0 0 0 1,020,000,000 JUMLAH 723,160,000 750,000,000 3,839,190,000 2,489,740,000 2,403,159,000 4,514,697,000 4,756,171,000
b) Peningkatan Pemerataan Obat dan Perbekalan Obat (Distribusi Obat)
Sama seperti tahun sebelumnya kegiatan yang dilakukan adalah Distribusi Obat dari Instalasi Farmasi ke 31 Puskesmas dan 65 Pustu. Untuk Puskesmas yang mudah dijangkau (2 Puskesmas) distribusi obat dilakukan sesuai permintaan dari Puskesmas tersebut sedangkan untuk 29 Puskesmas yang sulit dijangkau dan relatif menggunakan dana yang cukup besar serta Pustu-Pustu yang susah dijangkau oleh Puskesmas tetapi lebih mudah dijangkau oleh Dinas Kesehatan, distribusi dilakukan setahun 1 kali.
Kegiatan Distribusi obat dalam pemberian obat sudah dilakukan dengan cara mengevaluasi laporan Pemakaian & Permintaan Obat (LPLPO) Puskesmas dan Pustu setiap bulannya.
Tahun 2015 Puskesmas yang melapor secara rutin Laporan Pemakaian Obat (LPLPO) mencapai 2 Puskesmas dan 29 Puskesmas lainnya tidak melaporkan secara rutin namun dilaporkan apabila ada perjalanan dinas dari distrik ke kabupaten atau apabila ada kegiatan pertemuan antara Dinas Kesehatan dengan Puskesmas dan Pustu maka pada kesempatan itu biasanya laporan akan dibawa dan dilaporkan kepada petugas penerima data LPLPO
Disamping itu terdapat beberapa Pustu yang belum dapat secara rutin melaporkan LPLPO, ini dikarenakan ada beberapa Pustu yang lokasinya sangat sulit dijangkau dan ada beberapa Petugas yang SDM-nya kurang dalam hal membuat laporan, walaupun sudah diberikan bimbingan teknis tentang Pelaporan Obat.
Distribusi obat dilakukan sekaligus memonitor atau mengevaluasi ketersediaan obat, pelaksanaan administrasi dan Pengelolaan Obat di
obat di Puskesmas cukup. Alokasi dana kegiatan Peningkatan Pemerataan Obat dan Distribusi Perbekalan Kesehatan tahun 2015 dibebankan pada sumber Dana Otsus dengan realisasi pekerjaan 100%, penyerapan atau realisasi dana 100 %.
c) Program Pengawasan Obat dan Makanan
Kegiatan yang dilakukan adalah Peningkatan Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, pelaksanaan kegiatannya meliputi :
1) Pemeriksaan Obat di Apotik dan Toko Obat
Kegiatan yang dilakukan adalah pemeriksaan Obat, Obat Tradisional mengandung bahan berbahaya di Apotik dan Toko Obat dan Pemeriksaan makanan minuman kadaluwarsa di Toko-toko dan Kios. Kegiatan ini dilakukan di Ibukota Kabupaten Yahukimo, yaitu Dekai-Sumohai.
2) Pemeriksaan Makanan dan Minuman Kadaluarsa di Toko dan Kios Hasil Pemeriksaan :
Dari 143 sarana yang diperiksa ditemukan 27 sarana kedapatan menjual makanan minuman kadaluwarsa, tetapi tidak ditemukan Toko maupun Kios yang menjual Jamu dengan BKO, artinya Toko /Kios sudah memahami bahwa Jamu dengan BKO berbahaya untuk dikonsumsi karena setiap pemeriksaan juga dilakukan penyuluhan masalah tersebut. Bila dibandingkan dengan hasil pemeriksaan tahun lalu, sasaran meningkat dari 138 sarana menjadi 143 sarana di tahun 2015 terdapat temuan mamin kadaluwarsa menurun pada tahun 2015 hampir 79% menjual mamin yang kadaluarsa, artinya Toko dan Kios sudah memahami penjualan mamin yang layak dijual. Untuk Toko/ Kios yang kedapatan menjual Mamin Kadaluarsa pada tahun lalu dan sudah diberi
peringatan, pada pemeriksaan tahun ini masih kedapatan menjual mamin kadaluwarsa, sudah ditinjaklanjuti bekerjasama dengan dinas Perindakop untuk mencabut ijin usaha. Tindakan yang dilakukan atas temuan Mamin kadaluwarsa adalah barang dirusak ditempat atau disita untuk dimusnahkan. Alokasi dana Peningkatan Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan berbahaya pada tahun 2015 tidak dianggarkan dalam DPA namun kegiatannya dilakukan atas kerjasama dengan Dinas Perindagkop Kabupaten Yahukimo yang memiliki anggaran sweeping Mamin Kadaluarsa Tahun 2015.
C. Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M)
1. Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Tertentu a. P2 Malaria
Malaria masih merupakan masalah bagi masyarakat Kabupaten Yahukimo, Angka malaria di Kabupaten Yahukimo masih cukup tinggi sampai sekarang di tahun 2014 terdapat 14.708 kasus, dimana paling tinggi terjadi pada jenis kelamin perempuan sebesar 7.406 orang dan jenis kelamin laki-laki sebesar 7.302 orang. Dari total kasus tersebut dilaporkan kasus kematian akibat Malaria ada 254 orang dengan tingkatan CFR 1,52 untuk laki-laki dan 1,93 untuk perempuan. Pada tahun 2015 angka kesakitan Malaria yang dilaporkan oleh 31 Puskesmas dengan jumlah suspek Malaria sebesar 4.167 orang yang diperiksa sediaan darah terdapat 949 positif Malaria diantaranya (513 laki-laki dan 436 perempuan) dengan nilai API
(Annual Parasit Incidence) sebesar 28.24 per 1.000 penduduk beresiko.
Data kesakitan Malaria lain yang dilaporkan dari RSUD Dekai bahwa pada data 10 besar penyakit rawat jalan Malaria menempati urutan pertama
laki dan 2.601 perempuan. Sedangkan pada data 10 besar penyakit rawat inap, memiliki kesamaan yaitu Malaria berada pada posisi pertama dengan jumlah penderita sebanyak 1.886 orang diantaranya 1.140 laki-laki dan 746 perempuan. Melihat kecenderungan tingginya kasus malaria mengisyaratkan bahwa Kabupaten Yahukimo wajib menyusun program pengendalian dan eliminasi Malaria yang tepat sasaran.
b. P2 Diare
Kegiatan P2 Diare dilaksanakan oleh puskesmas dengan menemukan, mengobati dan memberi penyuluhan tentang Diare. Pada tahun 2014 dari seluruh Puskesmas diperoleh kasus Diare sebanyak 783 orang (IR = 32%). Insiden Rate tertinggi terjadi di Puskesmas Suru-Suru sebesar 58 % dan terendah terjadi di Puskesmas Samenage sebesar 9%.
Pada tahun 2015 jumlah penderita Diare yang dilaporkan dari 31 Puskesmas berjumlah 685 orang yang terdiri dari 331 laki-laki dan 354 perempuan dengan angka kesakitan Diare per 1.000 penduduk adalah 214 orang. Dilihat dari data kesakitan Diare pada tahun 2015 mengalami penurunan 12,5% bila dibandingkan dengan data kesakitan Diare pada tahun 2014.
c. P2 ISPA
Kegiatan P2 ISPA dilaksanakan oleh Puskesmas dengan menemukan, mengobati dan memberikan penyuluhan tentang ISPA terutama jika terjadi Pneumonia. Jumlah kasus baru Penyakit Pneumonia di Kabupaten Yahukimo pada tahun 2014 sebanyak 113 kasus, ( IR 61,7 %).
Pada tahun 2015 untuk kasus Pneumonia yang dilaporkan oleh 31 Puskesmas sebanyak 114 orang diantaranya 52 laki-laki dan 62 perempuan.
d. P2 TBC
Pada tahun 2014 Jumlah penderita baru terdaftar sebanyak 29 orang yang dikategorikan pasien berobat lengkap ada 27 orang, untuk data kesembuhan akan di evalusi pada tahun 2015. Data penderita TB terdaftar keseluruhan kasus baru plus kasus lama pada tahun 2014 sebanyak 37 penderita semua diobati 72,9% dengan 27 penderita BTA positif, setelah dievaluasi pada tahun 2015 yang dinyatakan sembuh sebanyak 27 penderita (72,9%) pengobatan lengkap sebanyak 27 (72,9%) default (DO) 5 (13,5%) gagal 2 orang (5,4%) pindah 2 orang (5,4 %) dan meninggal 1 orang (2,7%).
Tahun 2015 jumlah kasus baru TB BTA+ yang dilaporkan hanya Puskesmas Dekai dengan jumlah penderita sebanyak 22 orang diantaranya 13 laki-laki dan 9 perempuan dan kasus TB Anak usia 0-14 tahun berjumlah 8 orang. Jumlah penderita TB yang diobati adalah 22 orang dengan angka kesembuhan 9,09% karena hanya 2 penderita saja yang terdata sedangkan angka pengobatan lengkap meningkat signifikan menjadi 19 orang dengan angka keberhasilan pengobatan sebesar 95,45%.
Data kesembuhan penderita TB pada tahun 2015 telah sesuai target karena menunjukkan bahwa angka tersebut melampaui target kesembuhan (85%). Hal tersebut dimungkinkan karena :
1) Terjadinya penunjukkan wasor baru untuk program TB kabupaten sebagai pilot project adalah Puskesmas Dekai dan RSUD Dekai sehingga terjadi peningkatan sistem pengawasan waktu penderita konversi. 2) Pekerjaan juru TB puskesmas dan rumah sakit diberikan pelatihan yang
memadai tentang pengawasan dalam pengobatan maupun waktu konversi penderita TB.
3) Meningkatnya partisipasi masyarakan untuk memeriksakan dahaknya pada waktu konversi.
4) Untuk setiap penderita TB yang terjaring menerima perlakuan untuk dilakukan pemeriksaan kolaborasi TB-HIV guna mengetahui status jelas penderita apakah hanya mengidap TB saja atau terpapar HIV/AIDS. e. P2 Kusta
Untuk data Kusta pada tahun 2015 hanya 1 Puskesmas yang melaporkan yaitu Puskesmas Dekai bahwa terdapat 2 penderita kusta tipe Multi Basiler dan 2 penderita Kusta tipe PB dan MB, dimana keempatnya berjenis kelamin laki-laki sesuai dengan daftar laporan dari Puskesmas Dekai (Lampiran Tabel 14). Dari 4 penderita tersebut yang belum dikategorikan RFT MB dan PB dikarenakan 4 penderita tersebut telah pindah ke kampung lain.
f. P2 Frambusia
Dalam upaya pemberantasan Frambusia , Kabupaten Yahukimo pada tahun 2014 telah melaksanakan beberapa kegiatan yaitu : Penemuan rutin melalui kunjungan penderita ke puskesmas, Kegiatan mobile klinik terpadu dan penemuan yang dilakukan melaui survei di lapangan. Puskesmas yang berhasil dilaksanakan survei Frambusia adalah Puskesmas Dekai dan hasilnya Frambusia M sebanyak 4 orang . Penemuan secara rutin ditemukan di Puskesmas Dekai sebanyak 5 orang sedangkan melalui mobile klinik sebanyak 2 orang total 11 penderita dengan kontak 165 orang semua diobati 100%.
Untuk kegiatan penemuan penyakit Frambusia pada Tahun 2015 tidak ditemukan kasus baru hanya lanjutan pengobatan kepada pasien Frambusia yang terdaftar pada tahun 2014.
g. P2 Filaria
Data kesakitan Filariasis sebagai kasus baru yang dilaporkan pada tahun 2015 berjumlah 18 orang diantaranya 11 laki-laki dan 7 perempuan. Jika dijumlahkan dengan data penderita lama yang sedang mengikuti program pengobatan semuanya berjumlah 24 orang. Puskesmas yang melaporkan kejadian Filariasis adalah Puskesmas Dekai (10 kasus), Puskesmas Suru-Suru (5 kasus), Puskesmas Seradala (3 kasus).
h. P2 IMS dan HIV-AIDS
Kasus HIV AIDS Kabupaten Yahukimo secara kumulatif sampai dengan Desember 2014 berjumlah 30 Kasus yang terdiri dari HIV 4 orang dan AIDS 26 orang. Dari 30 penderita dilaporkan meninggal 2 orang terjadi pada jenis kelamin laki-laki dengan usia interval 50-59 tahun.
Pada Tahun 2015 data kesakitan HIV yang dilaporkan oleh RSUD Dekai yang memiliki fasilitas VCT IMS/HIV-AIDS berjumlah 31 orang dengan rincian laki-laki 17 orang dan perempuan 14 orang. Jumlah penderita HIV meningkat signifikan di tahun 2015 jika dibandingkan dengan data HIV tahun 2014 dari 4 kasus HIV menjadi 31 kasus HIV dengan peningkatan kasus sebesar 7,8 kali lipat. Sedangkan angka penderita AIDS dilaporkan oleh RSUD Dekai terdapat 10 penderita dengan rincian 2 laki-laki dan 8 perempuan. Jumlah penderita AIDS di tahun 2015 menurun 38,5% jika dibandingkan dengan data penderita AIDS di tahun 2014.
Jumlah kematian yang disebabkan oleh AIDS di tahun 2015 ada 3 kasus 1 adalah laki-laki dan 2 perempuan yang terjadi pada kelompok umur 25-49 tahun. Selain HIV-AIDS penyakit infeksi menular seksual yang dilaporkan adalah penderita Syphilis dengan jumlah penderita sebanyak 12
orang semuanya adalah laki-laki kelompok umur 25-49 tahun yang terdata di RSUD Dekai.
Kasus HIV-AIDS beberapa tahun ini cenderung terus meningkat seiring dengan meningkatnya pelayanan VCT di RSUD Dekai. Hal ini dimungkinkan karena adanya masyarakat yang memilih layanan VCT di RSUD Dekai. Angka kasus tersebut dapat dipastikan belum angka puncak bila di kaitkan dengan angka survei terpadu HIV perilaku pada tahun 2006 yang menyatakan prevalensi di Papua diperoleh angka 2,4 % untuk usia 15 s/d 49 tahun terinfeksi HIV. Dengan demikian masih banyak yang belum terdeteksi, sehingga masih perlu upaya yang gigih untuk menemukan dan menangani secara komprehensif dengan harapan dapat menghambat penularan dan memberdayakan serta meningkatkan kwalitas hidup orang yang terinfeksi HIV.
i. Surveilans Epidemiologi dan Penanggulangan Wabah
Kegiatan Surveilans Epidemiologi dan penanggulangan wabah tahun 2015 terdiri dari :
1) SKD KLB- Wabah
SKD (Sistem Kewaspadaan Dini ) suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk mencegah secara dini terjadinya KLB-Wabah. Kegiatan yang dilakukan adalah membuat pemantauan terhadap beberapa penyakit menular yang potensial terjadi KLB-Wabah setiap minggu dengan memperhatikan variabel epidemiologi yaitu Tempat, Waktu dan Orang dalam bentuk Laporan W2 puskesmas.
Laporan W2 Puskesmas diharapkan kelengkapan 100% dan ketepatan mencapai 95%, hasil yang diperoleh secara kabupaten kelengkapan dan ketepatan laporan W2 puskesmas sampai dengan 10
Januari 2016 adalah Kelengkapan 12,9% (4 Puskesmas yang melapor dari total 31 puskesmas) dan ketepatan 9,7% (3 Puskesmas yang benar laporan W2 dari 4 Puskesmas yang melapor).
2) Penanggulangan Wabah
Pada tahun 2014 di Distrik Seradala di Kampung Burukmakot terjadi KLB-Wabah diare yang diakibatkan oleh sumber mata air yang tercemar Bakteri E.colie yang di gunakan oleh masyarakat untuk MCK. Penderita diare berjumlah 185 orang dan meninggal 12 orang (CFR = 11,7%). Kronologis singkat menjelaskan terjadi KLB Diare adalah sehubungan dengan cara makan yang tidak higiene yang mana makanan yang dimakan tidak melalui proses memasak secara benar atau di cuci bahan makanan di tempat mata air yang sudah banyak tercemar bakteri
E-Colie sehingga menyebabkan diare.
KLB ini di tangani segera setelah ada laporan dari Puskesmas Seredala, Kegiatanya meliputi; Penyelidikan KLB, Pengobatan Massal, Koordinasi dengan Pemda Kabupaten Yahukimo dan penegakan diagnosis dengan pemeriksaan laboratorium. Angka kesakitan dan kematian tidak bertambah setelah dilakukan kegiatan penanggulangan.
Pada tahun 2015 tidak dilaporkan adanya kejadian luar biasa penyakit tertentu dari 31 puskesmas.
3) Penemuan Kasus AFP
Kegiatan penemuan kasus AFP adalah upaya pembuktian bahwa di suatu daerah bebas dengan kasus polio liar. Kegiatannya adalah penemuan kasus lumpuh layu mendadak = Acute Flasyd Paralisis pada usia kurang dari 15 tahun. Target penemuan kasus adalah 2 / 100.000