• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUKUM DAGANG INDONESIA dan id

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "HUKUM DAGANG INDONESIA dan id"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

HUKUM DAGANG

BAB I, II, & III

Oleh:

(2)

PENGERTIAN HUKUM DAGANG

Pengertian Hukum:

Ketentuan/aturan yang berguna sebagai sarana

pengendali

dan

penyeimbang

perubahan-perubahan dalam masyarakat (

control social)

,

sebagai sarana

social engineering,

sarana

emansipasi, sarana legitimasi

,

dan

sarana

pendistribusi keadilan.

HUKUM DAGANG (H.M.N PURWOSUTJIPTO,S.H):

(3)

PENGERTIAN HUKUM PERDATA

Hukum yang mengatur antara hubungan antar

perseorangan yang satu dengan perseorangan yang lain

di dalam segala usaha guna memenuhi kebutuhannya.

Bidang hukum perdata

1. Hukum Perorangan (personenrecht)

2. Hukum Keluarga (familierecht)

3. Hukum Warisan

4. Hukum Harta Kekayaan (vermogenrecht)

a) Hukum Kebendaan (zakenrecht)

(4)

PENGERTIAN HUKUM PERIKATAN

Hukum yang mengatur akibat hukum yang

disebut

dengan

perikatan,

sedangkan

(5)

DASAR HUKUM DAGANG

Sebagai kodifikasi:

Kitab Undang-Undang Hukum Dagang

Di luar Kodifikasi:

S. 1927 – 262, mengenai pengangkutan dengan kereta

api.

S. 1938 – 100 jo 101, mengenai pengangkutan dengan

kapal terbang.

S. 1941 – 101, tentang perusahaan pertanggungan jiwa.

PP No. 36 Tahun 1948, tentang Damri.

UU No.04 Tahun 1959, tentang pos.

(6)

HUBUNGAN KUHD DENGAN KUHPER

• KUHPer merupakan perdata umum, sedangkan KUHD merupakan hukum perdata Khusus.

• berlakunya asas ”lex specialis derogat lex generalies”

• KUHPer terdiri dari:

a) Buku I tentang Perorangan b) Buku II mengenai Kebendaaan c) Buku III mengenai Perikatan

d) Buku IV mengenai Daluarsa/Kadaluarsa/Lewat Watu dan Pembuktian.

• KUHD adalah suatu aspek hukum perikatan yang timbul khusus dari

lapangan perusahaan jadi hukum dagang merupakan bagian dari hukum perdata.

• Penerapan dalam suatu perbuatan hukum (kasus) yang menyangkut hukum perdata dan dagang, meliputi ;

a) Apabila KUHD tidak mengtur kasus tersebut maka yang berlaku adalah KUHPer

b) Apabila KUHD mengatur,sedangkan KUHP tidak mengatur, maka KUHD yang berlaku

(7)

SEJARAH HUKUM DAGANG

(8)

Karena bertambah pesatnya hubungan dagang maka pada abad ke-17 diadakan kodifikasi dalam hokum dagang oleh mentri keuangan dari raja Louis XIV (1613-1715) yaitu Corbert dengan peraturan (ORDONNANCE DU COMMERCE) 1673. Dan pada tahun 1681 disusun ORDONNANCE DE LA MARINE yang mengatur tenteng kedaulatan.

(9)

PENGERTIAN PERUSAHAAN

• Menurut Molengraaff :

Perusahaan adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus, bertindak keluar, untuk mendapatkan penghasilan, dengan cara memperniagakan barang, menyerahkan barang-barang, atau mengadakan perjanjian-perjanjian perdagangan. Di sini Molengraff memandang perusahaan dari sudut “ekonomi”

• Menurut Polak :

(10)

DASAR PELAKSANAAN PERUSAHAAN

1. Pasal 6 KUHD

2. Pasal 16 KUHD

3. Pasal 36-(1) KUHD

4. Pasal 1878-(3) KUHPER

5. Pasal 581 Rv.

6. Pasal 92 bis KUHP

7. Pasal 396-(3) KUHP

(11)

PERBEDAAN ANTARA PERNIAGAAN,

PERUSAHAAN DAN PEKERJAAN

Telah kita pelajar dasar hukum pengertian perbuatan

perniagaan, perusahaan dan pekerjaan. Dasar hukum

pengertian perbuatan perniagaan adalah pasal 2 sampai

pasal 5 KUHD, sedangkan dasar hukum pengertian

perusahaan adalah pendapat para sarjana, dalam hal ini

saya akan mengemukakan pendapat polak, dan pengertian

pekerjaan menurut pendapat dalam ilmiah, hal ini akan

kami uraikan lebih lanjut sebagai berikut:

(12)

perbuatan perniagaan dibatasi dengan ketentuan dalam

pasal 3, 4, dan 5 KUHD dimana ditentukan bahwa

perbuatan perniagaan adalah perbuatan membeli barang

untuk dijual lagi dan beberapa perbuatan lainnya yang

dimaksudkan dalam golongan perbuatan perniagaan

(pasal 4 dan 5 KUHD). Dapat disimpulkan bahwa perbuatan

perniagaan terbatas pada ketentuan-ketentuan dalam

pasal 3 sampai pasal 5 KUHD.

(13)

3. Mengenai pengertian Pekerjaan pada hemat kami,

lebih luas dari pada pengertian perusaan, karena

unsure

laba

tidak

menjadi

mutlak

lagi.perencanaan perbuatan-perbuatan memang

ada, tetapai kriteriumnya tidak laba-rugi. beralih

pada pelayanan terhadap masyarakat. Untuk

memperjelas

perbedaan

pengertian

(14)

Referensi

Dokumen terkait

BAB II GAMBARAN UMUM SUKABUMI PADA AKHIR ABAD KE- 18 SAMPAI PERTENGAHAN ABAD KE-19 2.1 Kondisi Geografis Kota ..... BAB III PERKEMBANGAN TRANSPORTASI DARAT

Sistem kewarisan Islam di Indonesia sudah berlaku sejak zaman prapenjajahan atau sebelum kemerdekaan yaitu pada masa kesultanan Islam dan memberlakukan hukum waris

Marojahan Hengky Siregar : Perlindungan Hukum Atas Merek Dagang Dalam Sistem Hukum Merek Di Indonesia (Studi kasus: Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 05 PK/N/HaKI/2003), 2010.

Kalau di dalam sistem hukum Eropa Kontinental “ hukum privat lebih dimaksudkan sebagai kaidah-kaidah hukum perdata dan hukum dagang yang dicantumkan dalam kodifikasi kedua hukum

6 Analisis Penyelesaian Sengketa Dagang Antara Indonesia Dan Uni Eropa Dalam Perspektif Al-Hisbah Internasional Nikel merupakan suatu bentuk sumber daya alam yang tidak

Dalam Pasal 246 Kitab Undang-undang Hukum Dagang atau Wetboek van Koophandel dijumpai suatu pengertian atau definisi resmi dari asuransi, Pasal tersebut menyatakan bahwa

Meskipun sejak dahulu Muslim sudah ada di Perancis, baik Perancis daratan maupun wilayah kependudukannya di luar Eropa, imigrasi massal Muslim ke Perancis pada abad 20 dan 21

Dengan adanya pasal 11 AB, maka dalam hukum perdata yang berlaku di Hindia Belanda sejak waktu itu berdasarkan dua asas, yaitu “asas konkordansi” untuk golongan hukum Eropa,