• Tidak ada hasil yang ditemukan

Catatan Kuliah MA3081 STATISTIKA MATEMAT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Catatan Kuliah MA3081 STATISTIKA MATEMAT"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

Catatan Kuliah

MA3081 STATISTIKA MATEMATIKA

“Statistika Mengalahkan Matematika”

disusun oleh

Khreshna I.A. Syuhada, MSc. PhD.

Kelompok Keilmuan STATISTIKA - FMIPA Institut Teknologi Bandung

(2)

Daftar Isi

1 Peubah Acak dan Distribusi Kontinu 1

1.1 Fungsi distribusi . . . 1

1.2 Unsur Peluang . . . 4

1.3 Ekspektasi . . . 7

1.4 Distribusi Bivariat . . . 9

1.5 Distribusi Bersyarat . . . 11

1.6 Fungsi Pembangkit Momen . . . 14

2 Distribusi Sampel, Likelihood dan Penaksir 1 2.1 Sampel Acak . . . 1

2.2 Likelihood . . . 1

2.3 Statistic Cukup . . . 5

2.4 Distribusi Sampel . . . 6

2.5 Statistik Terurut . . . 6

2.6 Momen dari Mean dan Proporsi Sampel . . . 7

2.7 Teorema Limit Pusat . . . 7

3 Penaksiran dan Selang Kepercayaan 1 3.1 “Sifat-sifat” (Kesalahan) penaksiran . . . 1

(3)

BAB 1

Peubah Acak dan Distribusi

Kontinu

1.1

Fungsi distribusi

Definisi:

Misalkan X peubah acak. Fungsi distribusi (kumulatif) dari X adalah FX(x) = P(X≤x)

Contoh:

1. Misalkan X Bin(3,0.5), maka fungsi distribusi F(x) adalah fungsi tangga berikut

2. Misalkan X peubah acak dengan ‘support’ S = [a, b], b > 0. Misalkan peluang X akan berada di selang S proporsional terhadap panjang se-lang. Dengan kata lain,

(4)

untuk a x1 x2 b. Untuk menentukan λ, misalkan x1 = a dan x2 =b. Maka,

P(aX b) = 1 =λ(ba)λ = 1/(ba) Fungsi distribusinya:

F(x) =P(X x) =P(aX x) =     

0, x < a;

x−a

b−a, x ∈[a, b];

1, x > b.

Peubah acak X dikatakan berdistribusi Uniform, X U(a, b).

Sifat-sifat fungsi distribusi: • F(−∞) = 0 dan F() = 1

• F merupakan fungsi tidak turun;F(a)F(b) untuka b • F adalah fungsi kontinu kanan; limϵ→0+ F(x+ϵ) =F(x)

Misalkan X peubah acak dengan fungsi distribusi F(x). • Jika ba, maka P(a < X b) = F(b)F(a)

• Untuk setiap x, P(X =x) = limϵ→0+ P(x−ϵ < X ≤) =F(x)−F(x−)

(Perhatikan notasi F(x) dan kasus apabila fungsi distribusi kontinu kiri)

Definisi:

(5)

• Misalkan X U(0,1) danY =g(X) =hX+k, h <0. Maka X =g−1(Y) = (Y k)/h

FX(x) =

FY(y) =

Y U(h+k, k)

Latihan:

1. MisalkanX peubah acak kontinu yang memiliki fungsi distribusi FX(x)

yang naik murni. Misalkan Y =FX(X). Tentukan distribusi dariY

2. Misalkan U peubah acak berdistribusi U(0,1). Misalkan FX(x) fungsi

distribusi yang naik murni dariX. Tentukan fungsi distribusi dari peubah acak FX−1(U)

3. Misalkan U1, U2, . . . , Un sampel acak dari U(0,1). Bangkitkan sampel

acak dariFX(x) (ambil contoh misalnya untukFX(x) = 1−e−λ x, x > 0)

Misalkan X peubah acak kontinu dengan fungsi distribusi FX(x). Misalkan

Y = g(X) fungsi kontinu tidak monoton. Kita ketahui bahwa pada fungsi yang monoton,

FY(y) =P(Y ≤y) =P(g(X)≤y)

dimana dalam hal ini setiap solusi inversex=g−1(y) digunakan untuk menen-tukan FY(y) dengan menggunakan FX(g−1(y)). Untuk X ∼ U(−1,2) dan

(6)

1.2

Unsur Peluang

Misalkan X peubah acak kontinu, x bilangan positif kecil. Definisikan h(a, b) =def P(a

≤X a+b) =FX(a+b)−FX(a)

Untuk h(x,x) = P(x X x+x), maka deret Taylor-nya disekitar △x= 0 adalah

h(x,x) =F(x+x)F(x) =h(x,0) + d

dxh(x,△x)

△x=0△x+o(△x) =

=

dimana

lim

△x→0

o(x) △x = 0

Fungsi

dF(x) = [

d dxF(x)

] △x

disebut DIFERENSIAL. Dalam statistika, diferensial dari fungsi distribusi adalah UNSUR PELUANG (yang merupakan pendekatan terhadaph(x,x)). Unsur peluang adalah fungsi linier dari d

dxF(x).

Contoh:

(7)

densitas rata-rata saat x0:

Catatan: Unsur peluang dituliskan sebagai dF(x) = f(x)x. Sifat-sifat fungsi peluang:

• f(x)0 untuk semua x • ∫∞

−∞ f(x) = 1

Hubungan antara fungsi peluang dan fungsi distribusi:

f(x) = d f(x) menjadi fungsi peluag? Tentukan fungsi distribusinya.

(8)

Misalkan X peubah acak kontinu dengan fungsi peluang f(x) dan Y =g(X) fungsi yang terdiferensial bernilai tunggal. Maka fungsi peluang dari Y:

fY(y) =fX(g−1(y))

d dyg

−1(y) untuk ‘support’ Y =g(X). Komponen

J(y) = d dyg

−1(y)

adalah transformasi Jacobian. BUKTI:

Misalkan g(x) memiliki lebih dari satu fungsi invers maka unsur peluang yang terpisah harus dihitung untuk setiap fungsi invers. Contoh, misalkan X U(1,2) danY =g(X) =X2. Maka untuky[0,1], terdapat 2 fungsi invers yaitu ?, dan satu fungsi invers untuk y(1,4] yaitu ?. Fungsi peluang dariY adalah:

(9)

1.3

Ekspektasi

Misalkan X peubah acak dengan fungsi peluang f(x). Nilai harapan dari X, jika ada, adalah

E(X) =µX =

∫ ∞

−∞

f(x)dx

Catatan: nilai ekspektasi dikatakan ada jika nilai integral adalah hingga.

Misalkan X rv dengan pdf f(x). Maka nilai harapan dari g(X), jika ada, adalah

Operator integral bersifat linier. Jika g1(X) dan g2(X) fungsi-fungsi yang memiliki ekspektasi dan a, b, c konstanta, maka

E[ag1(X) +bg2(X) +c] =aE[g1(X)] +bE[g2(X)] +c

Contoh/Latihan:

1. Jika distribusi X simetrik di sekitar c dan nilai harapanny ada maka E(X) =c.

(10)

Bukti:

f (

a+b 2 −δ

) =f

( a+b

2 +δ )

= 1

ba untuk δ[

−b−a

2 ,

b−a

2 ]

3. MisalkanX berdistribusi Cauchy dengan fungsi peluang

f(x) = 1

σπ[1 + (x−σ2µ)2

],

dengan µ, σ konstanta yang memenuhi |µ| < dan σ (0, σ). Tun-jukkan bahwa fungsi peluang simetrik di sekitarµnamun ekspektasinya bukanlah µ.

(11)

1.4

Distribusi Bivariat

Suatu fungsi fX,Y(x, y) dikatakan fungsi peluang bivariat jika

• fX,Y(x, y)≥0, untuk semuax, y

• ∫∞

−∞

∫∞

−∞ fX,Y(x, y)dxdy = 1

Jika fX,Y(x, y) fungsi peluang bivariat maka

FX,Y(x, y) =P(X ≤x, Y ≤y) =

∫ x

−∞

∫ y

−∞

fX,Y(u, v)dvdu

Sifat-sifat fungsi distribusi bivariat: 1. FX,Y(x,∞) = FX(x)

2. FX,Y(∞, y) =FY(y)

3. FX,Y(∞,∞) = 1

4. FX,Y(−∞, y) = FX,Y(x,−∞) =FX,Y(−∞,−∞) = 0

5. fX,Y(x, y) = ∂ 2

∂x∂y FX,Y(x, y)

fX,Y(x, y)△x△y adalah unsur peluang bersama,

P(xX x+x, y Y y+y) =fX,Y(x, y)△x△y+o(△x△y)

Contoh/Latihan:

1. Jika (X, Y)U(a, b, c, d) maka

fX,Y(x, y) =

1

(ba)(dc), x∈(a, b), y ∈(c, d)

2. Untuk soal no 1 di atas, misalkan a=c= 0, b= 4, d= 6 maka P(2.5X 3.5,1Y 4) = 3/24

(12)

3. JikafX,Y(x, y) = (6/5) (x+y2) untuk x∈(0,1) dany ∈(0,1). Tentukan

(13)

1.5

Distribusi Bersyarat

Misalkan fX,Y(x, y) adalah fungsi peluang bersama, maka fungsi peluang Y,

diberikan X =x, adalah

fY|X(y|x) =def

fX,Y(x, y)

fX(x)

,

asalkan fX(x)>0.

Contoh: Misalkan X dan Y memiliki distribusi bersama fX,Y(x, y) = 8xy, 0< x < y <1,

Misalkan (X, Y) adalah peubah acak berpasangan dengan fungsi peluang bersama fX,Y(x, y). Pandang persoalan memprediksi Y setelah X = x terobservasi.

Prediktor dinotasikan sebagai ˆy(x). Prediktor terbaik didefinisikan sebagai fungsi ˆY(X) yang meminimumkan

(14)

Contoh/Latihan:

1. MisalkanX dan Y memiliki distribusi bersama fX,Y(x, y) = 8xy, 0< x < y <1,

maka

fY|X(y|x) =

2y

1x2, x < y < 1

ˆ

y(x) = E(Y|X =x) = 2 (1−x 3) 3 (1x2)

2. Misalkan (Y, X) berdistribusi normal bivariat denganE(Y) = µY, E(X) =

µX, V ar(Y) = σY2, V ar(X) = σX2 , Cov(X, Y) = ρX,Y σXσY. Distribusi

bersyarat Y, diberikan X, adalah (Y|X =x)

3. Tunjukkan bahwa

EX

[

fY|X(y|X)

]

=fY(y)

4. Buktikan

EX

{

E[h(Y)|X]} =E[h(Y)]

5. Buktikan

V ar(Y) =EX

[

(15)

fY|X(y|x) =

3y2

x3 , 0< y < x <1 E(Yr

|X =x) = 3x

r

3 +r, E(Y|X =x) = 3x

4 , V ar(Y|X =x) = 3x2

80 V ar(E(Y|X)) = 3/64

(16)

1.6

Fungsi Pembangkit Momen

Misalkan X peubah acak kontinu, fungsi pembangkit momen dari X adalah

MX(t) = E(etX) =

∫ ∞

−∞

etxf(x)dx,

asalkan ekspektasi ada untuk t disekitar 0. Jika semua momen dari X tidak ada, maka fungsi pembangkit momen juga tidak ada. Fungsi pembangkit momen berkaitan dengan fungsi pembangkit peluang

MX(t) = GX(et)

asalkan GX(t) ada untuk t disekitar 1. Jika MX(t) adalah fungsi pembangkit

peluang maka MX(0) = 1.

Contoh/Latihan:

1. Jika fX(x) =λe−λxI0,∞(x), maka

MX(t) =

2. Jika MX(t) ada maka

Ma+bX(t) =

3. Jika Xi, i = 1, . . . , n saling bebas, MXi(t) ada untuk setiap i, dan S =

Xi, maka

MS(t) =

(17)

7. Misalkan Y U(a, b). Gunakan fungsi pembangkit momen untuk men-dapatkan momen pusat

E((Y µY)2) = E

((

Y a+b 2

(18)

BAB 2

Distribusi Sampel, Likelihood

dan Penaksir

2.1

Sampel Acak

Misalkan X1, X2, . . . , Xn sampel acak berukurann (random sample of sizen).

Fungsi peluang n-variat nya adalah

fX1,X2,···,Xn(x1, x2, . . . , xn) =

n

i=1

fXi(xi)

Contoh/Latihan:

1. Misalkan X1, X2, . . . , Xn sampel acak dari distribusi Eksponensial

den-gan parameter θ. Fungsi peluangn-variatnya adalah...

2. MisalkanX1, X2, . . . , Xnsampel acak dari distribusi Uniform pada selang

(19)

Contoh/Latihan:

1. Misalkan X1, X2, . . . , Xn sampel acak dari distribusi N(µ, σ2). Fungsi

peluang n-variat yang bergantung pada parameternya ditulis sebagai...

Definisi

Fungsi likelihood adalah ukuran yang menyatakan sebarapa sering nilai θ, diberikan bahwa x telah terobservasi. Fungsi likelihood BUKAN suatu pelu-ang. Fungsi likelihood diperoleh dengan (i) menukar peran θ dan x dalam fungsi peluangn-variat, dan (ii) membuang suku yang tidak bergantung pada θ. Notasi:

L(θ) =L(θ|x)fX(x|θ)

Contoh/Latihan:

1. Misalkan X1, X2, . . . , Xn sampel acak dari distribusi Eksponensial

den-gan parameter θ. Fungsi likelihoodnya adalah...

function likefunction;

% this function calculates the likelihood function of distribution %

% created by K Syuhada, 14/3/2011

clear clc

n = input(’n = ’); % size of random sample

% data

x = exprnd(0.5,n,1); sumx = sum(x);

% parameter of exponential distribution lambda = 0.5:0.05:5;

for i = 1:length(lambda)

(20)

2. MisalkanX1, X2, . . . , Xnsampel acak dari distribusi Uniform pada selang

(π, b). Fungsi likelihoodnya adalah...

Prinsip Likelihood

Jika dua percobaan, yang melibatkan model dengan parameter θ, memberikan likelihood yang sama, maka inferensi terhadap θ haruslah sama.

Ilustrasi

Pandang percobaan 1 dimana sebuah koin dilantunkan sebanyakn kali secara bebas. Misalkan p adalah peluang muncul MUKA dan X peubah acak yang menyatakan banyaknya MUKA yang muncul. Fungsi peluang dari X dan fungsi likelihoodnya adalah...

Pandang percobaan 2 dimana sebuah koin dilantunkan hingga diperoleh MUKA sebanyak 6 kali secara bebas. Misalkan Y peubah acak yang menyatakan banyaknya lantunan yang dibutuhkan agar diperoleh enam MUKA. Fungsi peluang dari X dan fungsi likelihoodnya adalah...

Dari 2 percobaan diatas, misalkan kita ingin melakukan uji hipotesis:

H0 :p= 0.5 versusH0 :p <0.5 Nilai signfikansinya atau p-value adalah...

Penaksir Likelihood Maksimum

Misalkan L(θ) adalah fungsi likelihood (fungsi dari parameter θ). Kita da-pat menentukan nilai θ yang memaksimumkan L(θ). Penaksir untuk θ, yaitu

ˆ

θ disebut Penaksir Likelihood Maksimum (maximum likelihood estimator, MLE). Penaksir suatu parameter adalah fungsi dari peubah acak.

Contoh/Latihan:

(21)

Normalisasi dari turunan pertama tersebut memberikan nilai

θ = ∑

xi

n ,

yang mana sebagai penaksir ditulis sebagai berikut:

ˆ θ =

∑ Xi

n = ¯X.

(Pr: Tunjukkan bahwa θ ini memaksimumkan L(θ) dengan menghitung turunan kedua).

2. MisalkanX1, . . . , Xnsampel acak berdistribusiU(0, θ). Tentukanθyang

memaksimumkan L(0, θ). Dengan kata lain, tentukan penaksir ˆθ untuk θ.

Sifat Penaksir

Setelah kita mendapatkan penaksir ˆθ, kita dapat menentukan sifat baik pe-naksir. Salah satunya adalah sifat TAK BIAS. Penaksir ˆθ dikatakan tak bias apabila

E(ˆθ) =θ.

Untuk contoh sampel acak Bernoulli,

E(ˆθ) =E

Jadi, penaksir ˆθ= ¯X adalah penaksir tak bias untukθ.

Catatan: Jika suatu penaksir ˆθ bersifat bias maka selisih nilai ekspektasi dan nilai θ tidak nol, atau

(22)

2.3

Statistic Cukup

Definisi -1

Suatu statistik T =t(X) adalah CUKUP atau sufficient untuk suatu keluarga distribusi fX(x|θ) JIKA dan HANYA JIKA fungsi likelihoodnya bergantung

terhadap X hanya melalui T: L(θ) =h(t(X), θ)

Definisi -2

Suatu statistik T = t(X) adalah CUKUP untuk suatu keluarga distribusi fX(x|θ) JIKA dan HANYA JIKA distribusi bersyarat dariXTIDAK

BERGAN-TUNG pada θ:

fX|T(x|t, θ) =h(x)

Definisi -3

Suatu statistik T = t(X) adalah CUKUP untuk suatu keluarga distribusi fX(x|θ) JIKA dan HANYA JIKA fungsi peluangnya dapat difaktorkan sebagai:

fX(x|θ) =g(t(x)|θ)h(x)

Contoh/Latihan:

1. Misalkan Xi untuk i = 1, . . . , n saling bebas dan berdistribusi identik

Bernoulli(p). Tunjukkan bahwa Y =∑n

i=1 Xi adalah statistik cukup.

2. MisalkanX1, . . . , Xn sampel acak berdistribusi Poisson dengan

parame-ter λ. Tunjukkan bahwa T =∑n

(23)

2.4

Distribusi Sampel

Misalkan X1, X2, . . . , Xnsampel acak berukurann dari distribusi Poisson

den-gan parameter λ. Peubah acakXi, i= 1, . . . , n saling bebas dan berdistribusi

identik dengan fungsi peluang n-variat:

P(X=x) =

xi. Dapat ditunjukkan juga Y = ∑Xi cukup. Distribusi

sampel dari Y adalah

fY(y|θ) =

e−nλ(nλ)y

y! .

Misalkan Xi ∼ U(0, θ). Peubah acak-peubah acak Xi tersebut saling bebas

dan berdistribusi identik, dengan fungsi peluang:

fX(x|θ) =

Statistik T =X(n) cukup dan memiliki fungsi distribusi: P(X(n) ≤x) =

dan fungsi peluang: f(x) =

2.5

Statistik Terurut

MisalkanX1, . . . , Xnsampel acak berukuranndari suatu populasi yang

berdis-tribusi tertentu, dengan fungsi peluang fX dan fungsi distribusiFX. Pandang

X(k), statistik terurut ke-k. Untuk menentukan fX(k)(x), pertama partisikan

I1 = (−∞, x];I2 = (x, x+dx];I3 = (x+dx,∞).

Fungsi peluang fX(k)(x) adalah peluang mengamati sejumlah k−1 dari X di

(24)

yang dengan metode diferensial maka kita peroleh

fX(k)(x) =

(

n k1,1, nk

) (

FX(x)

)k−1(

1FX(x)

)n−k fX(x)

Contoh/Latihan:

1. Fungsi peluang dari statistik terurut terkecil/terbesar adalah...

2. Statistik terurut ke-k pada distribusi U(0,1) memiliki fungsi peluang...

2.6

Momen dari Mean dan Proporsi Sampel

2.7

Teorema Limit Pusat

Teorema

Misalkan X1, . . . , Xnsampel acak berukuran n dari populasi dengan meanµX

dan variansi σ2

X. Distribusi dari

Zn =

¯ XµX

σX/√n

konvergen ke N(0,1) untuk n→ ∞.

Catatan:

• Hal penting dari Teorema Limit Pusat (Central Limit Theorem) adalah bahwa kekonvergenan dari Zn ke distribusi normal akan terjadi apapun

(25)

• Pandang: X1+· · ·+Xn,

• Seberapa besar n harus kita pilih agar ¯X berdistribusi normal? n= 1? Bergantung pada distribusi dari data (parent distribution)!

Misalkan X Exp(θ). Distribusi ini memiliki kemencengan (skewness) dan kelancipan (kurtosis):

Kemencengan (skewness) dan kelancipan (kurtosis) dari ¯X adalah

(26)

Misalkan X B(n, p) (ingat bahwa distribusi X tersebut sama dengan dis-tribudi dari sejumlah n peubah acak Bernoulli(p)). Untuk n besar,

ˆ

dimana menambah dan mengurangi dengan 0.5 disebut “continuity correc-tion”.

(27)

BAB 3

Penaksiran dan Selang

Kepercayaan

3.1

“Sifat-sifat” (Kesalahan) penaksiran

Pada penaksiran parameterθ, misalnya, penaksir ˆθadalah fungsi peubah acak. Nilai taksirannya “TIDAK” akan pernah sama dengan nilai parameternya. Misalkan T =T(X) adalah penaksir untukθ. Didefinisikan:

bT =E(T −θ) = E(T)−θ,

dan

V ar(T) = σT2 =E(T −µT)2 =E(T)−θ; µT =E(T),

adalah bias dan variansi dari penaksir T. Selain itu, didefinisikan pula, MSE atau Mean Square Error,

MSET(θ) = E(T −θ)2 =V ar(T) +b2T,

Misalkan X1, . . . , Xn sampel acak dari N(µ, σ2). Penaksir untuk σ2 adalah

S2 = 1 n1

n

i=1

(Xi−X)¯ 2,

dan/atau

V = 1 n

n

(28)

Bias and MSE dari kedua penaksir adalah

bS2 =· · · bV =· · ·

dan

MSES2 =· · · MSEV =· · ·

Catatan: Penaksir dari deviasi standar dari suatu penaksir disebut “standard error” atau SE. Apakah SE dari jenis pengambilan sampel (sampling):

• Apapun asalkan tanpa pengembalian? • Bernoulli tanpa pengembalian?

3.2

Konsistensi

Salah satu sifat dari penaksir yang baik adalah sifat “tak bias”. Kita akan mempelajari sifat baik yang lain yaitu “konsisten”. Namun sebelumnya, per-hatikan Ketaksamaan Chebyshev. Misalkan X peubah acak dengan fungsi peluang fX(x). Misalkan h(X) fungsi non-negatif dari X dan ekpektasinya

ada serta k adalah konstanta positif. Maka

P(h(X)k) E(h(X)) k . Bukti:

Aplikasi 1 Ketaksamaan Chebyshev. Misalkan E(X) = µX dan V ar(X) =

σ2

(29)

Konsistensi

Definisi: Barisan dari penaksir-penaksir, {Tn}, disebut KONSISTEN untuk θ

jika

lim

n→∞ P(|Tn−θ|< ϵ) = 1,

untuk setiap ϵ >0.

Konvergen dalam Peluang

Definisi: Barisan dari penaksir-penaksir, {Tn}, KONVERGEN dalam

PELU-ANG untuk θ jika barisan tersebut konsisten untuk θ. Notasi: Tn →prob θ.

Contoh/Latihan:

1. (Hukum Bilangan Besar) Jika ¯X adalah mean sampel dari suatu s.a berukuran n dengan mean µX, maka

¯

X prob µX.

Bukti:

2. Sebuah penaksir untuk θ dikatakan “Mean Square Consistent” jika lim

n→∞ MSETn(θ) = 0.

Referensi

Dokumen terkait

Metode Market Basket Analysis (Rule Association) dengan Algoritma Apriori ini dapat digunakan untuk membantu Toko Bangunan Gunung Saiyo mengetahui pola beli

Suatu malam, Khalifah Umar bin Khattab mengajak seorang sahabat bernama Aslam menjalankan kebiasaannya menyisir kota. Dia hendak memastikan tidak ada warganya yang tidur dalam

Pengembangan nilai-nilai tersebut dalam silabus (Hasan, 2010:18) ditempuh melalui cara (1) mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar pada standar isi untuk menentukan apakah

Kemampuan pembuktian merupakan salah satu bentuk kemampuan intelektual yang harus dimiliki siswa terutama dalam bidang matematika. Hal itu sudah tercantum dalam

Memperhatikan kontribusi Pajak Kendaraan Bermotor yang cukup besar terhadap PAD Provinsi Sumatera Utara, kepada Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Utara

Analisis sektor uanggulan adalah analisi yang berfungsi untuk mengetahui sektor unggulan di suatu wilayah yang salah satunya dapt dilihat dari nilai PDRB wilayah

Berdasarkan hasil penjabaran masalah pada subbab 1.1, maka rumusan masalah yang digunakan pada penelitian ini, yaitu bagaimana rancangan strategi pemasaran untuk meningkatkan

Di sebalik kecemerlangan Jurji Zaydan menggarap perbahasan tentang sejarah tamadun Islam yang kini menjadi asas kepada perbincangan dalam tamadun Islam, beliau juga