• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persepsi Siswa SMA terhadap Peminatan be

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Persepsi Siswa SMA terhadap Peminatan be"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

PERSEPSI SISWA SMA TERHADAP PEMINATAN DAN LINTAS MINAT YANG TERMASUK DALAM KURIKULUM 2013

PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dan Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh: MAULIZA 1106101030025

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM – BANDA ACEH

(2)

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi siswa atau peserta didik agar menjadi manusia beriman, dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sekolah merupakan salah satu sistem pendidikan yang berfungsi untuk membantu meningkatkan sumber daya manusia. Dari pendidikan yang diterima anak bangsa di bangku sekolah, akan mampu mengubah pola pikir dan daya kreativitas untuk menciptakan Negara dengan taraf kesejahteraan yang baik dan perekonomian yang meningkat. Sekolah ada merupakan bagian dari rancangan yang dibuat oleh pemerintah dibidang pendidikan dengan landasan operasionalnya adalah kurikulum. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan tentang tujuan, isi, dan bahan pelajaran yang dikembangkan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk tujuan pendidikan tertentu. Dari kurikulum inilah tujuan dari pendidikan bangsa diharapkan dapat tersusun dengan sistematis untuk mencapai tujuan bangsa dan negara Indonesia.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 1 Ayat 19 menyebutkan “Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, tambahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu”. Kurikulum penting, karena kurikulum bagian dari program pendidikan, tanpa kurikulum akan sangat sulit untuk mencapai tujuan pendidikan yang ditetapkan. Kurikulum tidak hanya memperhatikan perkembangan dan pembangunan masa sekarang tetapi juga mengarahkan perhatian ke masa depan.

(3)

Indonesia tidak terlepas dari pengaruh perubahan global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni dan budaya. Perubahan secara terus menerus ini menuntut perlunya perbaikan sistem pendidikan nasional, termasuk penyempurnaan kurikulum untuk mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikan diri dengan perubahan.

Kemendikbud tahun ini melakukan pengembangan kurikulum menjadi Kurikulum 2013. Salah satu barometer yang dijadikan alasan pentingnya perubahan kurikulum itu dilakukan adalah survey “Trends in International Math and Science” oleh Global Institute pada tahun 2007, dimana berdasarkan survey tersebut hanya 5 persen peserta didik Indonesia yang mampu mengerjakan soal berkategori tinggi yang memerlukan penalaran. Sedangkan peserta didik Korea sanggup mengerjakannya mencapai 71 persen. Indikator lain adalah Programme for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2009 menempatkan Indonesia di peringkat 10 besar terakhir dari 65 negara peserta PISA. Kriteria penilaiannya adalah kemampuan kognitif dan keahlian membaca, matematika, dan sains. Penguasaan peserta didik Indonesia hanya sampai level 3 sementara negara lain sampai level 4, 5 dan 6. Kedua survey ini menunjukkan prestasi peserta didik Indonesia masih perlu ditingkatkan. Pengembangan kurikulum 2013 dirancang untuk mempersiapkan insan Indonesia yang memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia.

Pengembangan kurikulum pada masa yang akan datang perlu diupayakan sedemikian rupa sehingga mampu mendukung pemecahan berbagai persoalan bangsa Indonesia. Oleh karena itu kurikulum harus dirancang mampu membangun peserta didik untuk:

1) Mengembangkan minat dan bakat siswa atau peserta didik dalam menghadapi kehidupan,

(4)

4) Mengembangkan rasa tanggung jawab peserta didik terhadap lingkungan Pemerintah melalui Kemdikbud, memgembangkan kurikulum 2013 secara nasional. Pengembangan kurikulum 2013 didesain untuk menyiapkan dan membangun generasi muda Indonesia masa depan yang tangguh dan madani. Generasi muda Indonesia yang beradab, bemartabat, berbudaya, berkarakter, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia,sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokrasi dan bertanggung jawab dalam mengawal kehidupan bangsa dan Negara.

Fenomena dalam melanjutkan atau memilih program studi menunjukkan bahwa peserta didik tamatan SMP/MTs yang memasuki SMA/MA dan SMK, dan tamatan SMA/MA dan SMK yang memasuki perguruan tinggi belum semuanya didasarkan atas peminatan peserta didik yang didukung oleh potensi dan kondisi diri secara memadai sebagai modal pengembangan potensi secara optimal, seperti kemampuan dasar umum (kecerdasan), bakat, minat dan kondisi fisik serta sosial budaya dan minat karir mereka. Akibatnya perkembangan mereka kurang optimal, tidak seperti yang diharapkan. Oleh sebab itu, pengarahan lebih awal dalam peminatan, khususnya dalam penyiapan penempatan dan penyaluran untuk kelanjutan studi yang sesuai dengan potensi dan kondisi yang ada pada diri peserta didik serta lingkungannya perlu segera dilakukan.

Kurikulum 2013 lebih sensitif dan respek terhadap perbedaan kemampuan dan kecepatan belajar peserta didik, dan untuk SMA/MA dan SMK memberikan peluang yang lebih terbuka kepada peserta didik untuk memilih mata pelajaran yang diminati, mendalami materi mata pelajaran dan mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya secara fleksibel sesuai dengan kemampuan dasar umum (kecerdasan), bakat, minat dan karakteristik kepribadian tanpa dibatasi dengan sekat-sekat penjurusan yang terlalu kaku.

(5)

butir b, menyatakan bahwa peserta didik berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya”. Agar bakat, minat, dan kemampuan siswa atau peserta didik dapat terlayani maka salah satu kebijakan penting dalam kurikulum 2013 adalah memberikan kesempatan kepada siswa atau peserta didik untuk memilih kelompok mata pelajaran( peminatan) yang diminati. Struktur kurikulum 2013 memperkenankan peserta didik melakukan pilihan dalam bentuk pilihan kelompok peminatan dan pilihan mata pelajaran antar kelompok peminatan atau disebut dengan lintas minat.

Kelompok mata pelajaran peminatan bertujuan; Untuk memberikan kesempatan kepada siswa atau peserta didik mengembangkan minatnya dalam sekelompok mata pelajaran sesuai dengan minat keilmuan diperguruan tinggi,dan untuk mengembangkan minatnya terhadap suatu ilmu atau ketrampilan tertentu. Untuk lintas minat, siswa atau peserta didik memilih mata pelajaran diluar dari mata pelajaran wajib dan mata pelajaran peminatan dipilihnya.

Keberhasilan pelaksanaan kurikulum 2013 tidak bisa dilaksanakan hanya oleh satu pihak saja melainkan harus didukung oleh berbagai pihak mulai dari pemerintah, pendidik, tenaga kependidikan,peserta didik dan pihak- pihak lainnya yang terkait.

Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik melakukan penelitian masalah ini dengan alasan persepsi siswa terhadap peminatan dan lintas minat merupakan modal penting dalam suksesnya penerapan kurikulum 2013 ini dan akan melahirkan lulusan yang kompeten . Mengacu dari latar belakang diatas, penulis tertarik mengadakan penelitian tentang “PERSEPSI SISWA SMA TERHADAP PEMINATAN DAN LINTAS MINAT YANG TERMASUK DALAM KURIKULUM 2013”

B. Perumusan Masalah

(6)

C. Tujuan Penelitian dan Manfaat penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1. Persepsi siswa terhadap peminatan dan lintas minat yang termasuk dalam

kurikulum 2013

Manfaat penelitian ini secara umum penulis bagi menjadi 2, yaitu manfaat internal dan eksternal adalah sebagai berikut:

1. Manfaat internal bagi penulis sendiri, yaitu :

a. Melalui penelitian ini penulis dapat mengetahui persepsi siswa SMA terhadap peminatan dan lintas minat yang termasuk dalam kurikulum 2013 b. Dapat mengetahui tujuan kurikulum yang baru diterapkan yaitu kurikulum

2013.

2. Manfaat eksternal antara lain sebagai berikut:

a. Memberikan masukan pada guru dalam penerapan kurikulum 2013 mengenai peminatan dan lintas minat.

b. Memberikan masukan kepada siswa agar lebih memahami mata pelajaran dalam peminatan dan lintas minat

(7)

Anggapan dasar sangat penting karena merupakan landasan awal untuk melakukan penelitian, menurut (Arikunto 2002:64) “ Anggapan dasar adalah sebuah titik tolak yang kebenarannya diterima oleh penyelidik”

Berdasarkan pengertian tersebut maka yang menjadi anggapan dasar dalam penelitian adalah” Peminatan dan lintas minat dipilih berdasarkan bakat, minat dan kemampuan siswa”

E. Tinjauan pustaka / kajian teoritik

1. Persepsi

a. Pengertian Persepsi

Kata “Persepsi” sering digunakan dikehidupan sehari- hari. Menurut pengertian dari beberapa para ahli dapat disimpulkan secara sederhana yaitu setiap individu dalam kehidupan sehari-hari akan menerima stimulus atau rangsangan berupa informasi, peristiwa, objek dan lainnya yang berasal dari lingkungan sekitar, stimulus atau rangsang tersebut akan diberi makna atau arti oleh individu yaitu persepsi. Untuk memberikan gambaran lebih jelas lagi mengenai pengertian persepsi, berikut pengertian yang dikemukakan oleh beberapa ahli:

Menurut Desiderato( 1976:129); persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Pesan dapat dikatakan sebagai pemberian makna pada stimulu indrawi(sensory stimuli).

(8)

kemampuan untuk memfokuskan. Oleh karena itu seseorang bisa saja memiliki persepsi yang berbeda walaupun objeknya sama. Hal tersebut dimungkinkan karena adanya perbedaan dalam hal system nilaida ciri kepribadian individu yang bersangkutan.

Menurut Bimo Walgito(1990:53); Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu merupakan proses yang berwujud diterimanya stimulus oleh individu melalui alat reseptornya. Namun proses itu tidak terhenti sampai disitu saja, melainkan stimulus itu diteruskan ke pusat syaraf yaitu otak, dan terjadilah proses psikologis, sehingga individu menyadari yang ia lihat apa yang ia dengar.

Menurut Robins ( 1999:124); persepsi adalah suatu proses dimana individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan-kesan indra mereka untuk memberikan makanan terhadap lingkungannya. Sedangkan menurut Thoha( 1999:123-124); persepsi pada hakekatnya adalah proses kognitif yang dialami oleh setiap orang dalam memahami setiap informasi tentang lingkungannya baik melalui penglihatan, pendengaran, penghayatan, perasaan dan penciuman.

Menurut Sunaryo( 2004:94); persepsi merupakan proses diterimanya rangsang melalui panca indra yang didahului oleh perhatian sehingga individu mampu mengetahui, mengartikan dan meghayati tentang hal yang diamati, baik yang ada diluar maupun dalam diri individu.

Dalam Wikipedia Indonesia disebutkan bahwa persepsi adalah proses pemahaman atau pemberian makna atas suatu informasi terhadap stimulus. Stimulus sendiri didapat dari proses penginderaan terhadap objek, peristiwa atau hubungan-hubungan antar gejala yang selanjutnya diproses ke otak.

b. Latar belakang terjadinya persepsi

(9)

mempengaruhi lingkungannya. Terjadinya tingkah laku merupakan hasil interaksi dengan lingkungan baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial, karena individu merupakan bagian dari alam sekitarnya yang tidak dapat lepas dari lingkungannya. Sebagaimana dijelaskan Ngalim Purwanto (1996:36) bahwa, menusai sebagai individu hidup dalam dunia yang bukan dirinya sendiri tetapi mutlak untuk hidupnya, tanpa dunia luar itu ia pasti mati.

Dari pendapat tersebut jelaslah bahwa betapa sangat pentingnya alam sekitar terhadap individu untuk dapat mengembangkan kelangsungan hidupnya. Untuk mengenali dunia luar individu akan menggunakan alat inderanya. Ia akan selalu menerima rangsangan dari luar atau lingkungannya, individu akan menerima berbagai macam rangsangan demikian manusia bersifat selektif terhadap rangsangan yang diterimanya. Ini berarti bahwa tidak terhadap semua rangsangana akan diberi respon, tetapi rangsangan tertentu yang akan diterima dan diberi sambutan oleh individu yang bersangkutan. Tindakan selektif ini disebabkan oleh adanya proses penanggapan dalam diri individu yang berbeda-beda terhadap macam-macam rangsangan.

Agar dapat megadakan suatu persepsi ada beberapa syarat yang ahrus terpenuhi, sebagaimana dijelaskan oleh Bimo (1990:54):

a) Adanya objek yang dipersepsi, Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera atau reseptor stimulus dapat datang dari luar langsung mengenai alat indera (reseptor), dapat datang dari daladm yang langsung mengenai syaraf penerima (sensoris) yang bekerja sebagai reseptor.

b) Alat indera atau reseptor, yaitu merupakan alatu untuk stimulus. Disamping itu harus ada pula syaraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus yang diterima reseptor ke pusat susunan syaraf yaitu otak sebagai pusat kesadaran.

(10)

suatu perseiapan dalam mengadakan persepsi. Tanpa perhatian tidak akan ada persepsi.

Dari penjelasan tersebut hal yang melatar belakangi terjadinya suatu persepsi diantaranya adallah adanya rangsangan. Adapun yang dimaksudkan denga terjadinya suatu stimulus atau rangsang adalah “Segala sesuatu yang mengenai reseptor dan menyebabkan aktifnya organism”(Bimo Walgito,1990:52). Sebab lain adalah adanya alat indera pada diri individu dan terakhir adanya rangsangan yang diterima. Disamping itu harus terpenuhi pula syarat-syarat untuk timbulnya suatu persepsi yakni; adanya objek yang dipersepsikan, alat indera atau reseptor, dan perhatian.

c. Macam –macam persepsi Ada dua macam persepsi, yaitu:

1. External Perception, yaitu persepsi yang terjadi karena adanya rangsang yang datang dari luar individu.

2. Seft Perception, yaitu persepsi yang terjadi karena adanya rangsang yang berasal dari dalam diri individu. Dalam hal ini yang menjadi objek adalah dirinya sendiri.(Sunaryo, 2004:94)

d. Faktor yang mempengaruhi persepsi

Faktor yang mempengaruhi persepsi menurut Walgito( 1995:22) terdapat 2 yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

1. Faktor internal

(11)

2. Faktor eksternal

Faktor ini digunakan untuk objek yang dipersepsikan atas orang dan keadaan, intensitas rangsangan lingkungan kekuatan rangsangan akan turut menentukan didasari atau tidaknya rangsangan tersebut.

Menurut Stephen P. Robins, terdapat 3 faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang, yaitu :

1) Individu yang bersangkutan

Apabila seseorang melihat sesuatu dan berusaha memberikan interprestasi tentang apa yang dilihatnya itu, ia akan dipengaruhi oleh karakteristik individual yang dimilikinya seperti sikap, motif, kepentingan, minat, pengalaman, pengetahuan dan harapan.

2) Sasaran dari persepsi

Sasaran dari persepsi dapat berupa orang, benda ataupun peristiwa. Sifat-sifat itu biasanya berpengaruh terhadap persepsi orang yang melihatnya. Persepsi terhadap sasaran bukan merupakan sesuatu yang dilihat secara teori melainkan dalam kaitannya dengan orang lain yang terlibat. Hal tersebut yang menyebabkan seseorang cenderung mengelompokkan orang, benda ataupun peristiwa yang sejenis dan memisahkannya dari kelompok lainnya yang tidak serupa.

3) Situasi

(12)

e. Tahap- tahap dalam proses persepsi

Menurut Parcek ( walgito. 1995:20) proses tersebut terdiri dari proses menerima, menyeleksi, mengorganisasi, mengartikan, menyajikan, dan memberikan reaksi kepada rangsang panca indra.

1. Proses menerima

Proses pertama dalam persepsi adalah menerima rangsang atau data dari berbagai sumber. Kebanyakan diterima melalui panca indra, sehingga proses ini sering disebut sensasi. Menurut Desiderado ( Walgito,1995:20) merupakan pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian secara verbal,simbolis, atau konseptual, dan terutama selalu berhubungan dengan panca indra. Schereee ( Walgito,1995:21) mengemukakan bahwa rangsangan itu terdiri dari tiga macam sesuai dengan elemen dari proses penginderaan. Pertama rangsang merupakan objek, ialah objek dalam bentuk fisiknya atau rangsang distal. Kedua rangsang sebagai keseluruhan yang terbesar dalam lapangan progsimal, ini belum menyangkut proses system syaraf. Ketiga rangsang sebagai representasi fenomena atau gejala yang dikesankan dari objek yang ada diluar

2. Proses menyeleksi Rangsang

(13)

3. Proses Pengorganisasi

Data atau rangsang yang diterima selanjutnya diorganisasikan dalam suatu bentuk. Pengorganisasian sebagai proses seleksi atau screening berarti beberapa informasi akan diproses dan yang lain tidak. Sebagaimana mekanisme pengorganisasian, berarti bahwa informasi-informasi yang diproses akan digolong-golongkan dan dikategorikan dengan beberapa cara. Hal ini akan memberikan arah untuk mengartikan sesuatu stimulus. Kategorisasi tersebut mungkin terjadi secara terperinci, yang terpenting adalah mengkategorikan informasi yang kompleks ke dalam bentuk yang sederhana

4. Proses pengambilan Keputusan dan pengecekan

Tahap-tahap dalam pengambilan keputusan menurut Burner (Walgito, 1995: 22) adalah sebagai berikut :

a) Kategori primitif, dimana obyek atau peristiwa yang diamati, diseleksi dan ditandai berdasarkan ciri-ciri tersebut.

b) Mencari tanda (Cue Search), pengamatan secara cepat memeriksa (scanning) lingkungan untuk mencari tambahan informasi untuk mengadakan kategorisasi yang tepat. c) Konfirmasi, ini terjadi setelah obyek mendapat

(14)

f. Proses terjadinya persepsi

Proses terjadinya persepsi menurut Widayatun (1999: 111) karena adanya obyek atau stimulus yang merangsang untuk ditangkap panca indera kemudian stimulus tadi dibawa ke otak. Dari otak terjadi adanya “ pesan “ atau jawaban ( respon ) adanya stimulus, berupa pesan atau respon yang dibalikan ke indera kembali berupa “ tanggapan “ atau persepsi atau hasil kerja indera berupa pengalaman hasil pengelolaaan otak.

Proses terjadinya persepsi ini perlu fenomena, dan yang terpenting fenomena dari persepsi ini adalah “perhatian” atau “attention”. Pengertian perhatian itu sendiri adalah suatu konsep yang diberikan pada proses persepsi menyeleksi input-input tertentu untuk diikutsertakan dalam suatu pengalaman yang kita sadari/kenal dalam suatu waktu tertentu. Perhatian sendiri mempunyai ciri khusus yaitu terfokus dan margin serta berubah-ubah.

Proses persepsi lainnya dikemukakan oleh Walgito (2004, 90-91) yang menjelaskan terjadinya proses persepsi yaitu objek menimbulkan stimulus, dan stimulus mengenai alat indera atau reseptor. Proses ini dinamakan proses kealaman (fisik). Stimulus yang diterima oleh alat indera dilanjutkan oleh syaraf sensoris ke otak. Proses ini dinamakan proses fisiologis. Kemudian terjadilah suatu proses di otak, sehingga individu dapat menyadari apa yang ia terima dengan reseptor itu, sebagai suatu akibat dari stimulus yang diterimanya. Proses yang terjadi dalam otak atau pusat kesadaran itulah yang dinamakan proses psikologis. Dengan demikian taraf terakhir dari proses persepsi ialah individu menyadari tentang apa yang diterima melalui alat indera atau reseptor. Proses ini merupakan proses terakhir dari persepsi dan merupakan persepsi yang sebenarnya. Respons sebagai akibat dari persepsi dapat diambil oleh individu dalam berbagai-bagai macam bentuk.

(15)

Kurikulum 2013 untuk SMA/MA dijelaskan secara terperinci oleh Kemendikbud (2012), dengan urutan sebagai berikut:

1) Organisasi Kompetensi

Mata pelajaran adalah unit organisasi terkecil dari Kompetensi Dasar. Untuk kurikulum SMA/MA, organisasi Kompetensi Dasar dilakukan dengan cara mempertimbangkan kesinambungan antarkelas dan keharmonisan antar mata pelajaran yang diikat dengan Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar SMA/MA diorganisasikan atas dasar pengelompokan mata pelajaran yang wajib diikuti oleh seluruh peserta didik dan mata pelajaran yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan peserta didik (peminatan).

Substansi muatan lokal termasuk bahasa daerah diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Seni Budaya. Substansi muatan lokal yang berkenaan dengan olahraga serta permainan daerah diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Sedangkan Prakarya dan Kewirausahaan merupakan mata pelajaran yang berdiri sendiri.

2) Tujuan Satuan Pendidikan

Penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang:

a. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur;

b. berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif; c. sehat, mandiri, dan percaya diri; dan

(16)

3) Struktur Kurikulum dan Beban Belajar

Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum, distribusi konten/mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap siswa. Struktur kurikulum adalah juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran.

Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester. Struktur kurikulum juga gambaran mengenai penerapan prinsip kurikulum mengenai posisi seorang siswa dalam menyelesaikan pembelajaran di suatu satuan atau jenjang pendidikan. Lebih lanjut, struktur kurikulum menggambarkan posisi belajar seorang siswa yaitu apakah mereka harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah kurikulum memberi kesempatan kepada siswa untuk menentukan berbagai pilihan.

Struktur kurikulum pendidikan menengah terdiri atas sejumlah mata pelajaran, beban belajar, dan kalender pendidikan. Mata pelajaran terdiri atas:

- Mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan atau jenjang pendidikan.

- Mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik sesuai dengan pilihan mereka.

(17)

Struktur Kurikulum SMA/MA terdiri atas:

- Kelompok mata pelajaran wajib yaitu kelompok A dan kelompok B. Kelompok A adalah mata pelajaran yang memberikan orientasi kompetensi lebih kepada aspek kognitif dan afektif sedangkan kelompok B adalah mata pelajaran yang lebih menekankan pada aspek afektif dan psikomotor.

- Kelompok Mata Pelajaran Peminatan terdiri atas 3 (tiga) kelompok yaitu Peminatan Matematika dan Sains, Peminatan Sosial, dan Peminatan Bahasa.

- Mata Pelajaran Pilihan Lintas Minat yaitu mata pelajaran yang dapat diambil oleh peserta didik di luar Kelompok Mata Pelajaran Peminatan yang dipilihnya tetapi masih dalam Kelompok Peminatan lainnya. Misalnya bagi peserta didik yang memilih Kelompok Peminatan Bahasa dapat memilih mata pelajaran dari Kelompok Peminatan Sosial dan/atau Kelompok Peminatan Matematika dan Sains.

- Mata Pelajaran Pendalaman dimaksudkan untuk mempelajari salah satu mata pelajaran dalam kelompok Peminatan untuk persiapan ke perguruan tinggi.

- Mata Pelajaran Pilihan Lintas Minat dan Mata Pelajaran Pendalaman bersifat opsional, dapat dipilih keduanya atau salah satu.

Kelompok Mata Pelajaran Wajib

(18)

bangsa, bahasa, sikap sebagai bangsa, dan kemampuan penting untuk mengembangkan logika dan kehidupan pribadi peserta didik, masyarakat dan bangsa, pengenalan lingkungan fisik dan alam, kebugaran jasmani, serta seni budaya daerah dan nasional.

Kelompok Mata Pelajaran Peminatan

Kurikulum SMA/MA dirancang untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik belajar berdasarkan minat mereka. Struktur kurikulum memperkenankan peserta didik melakukan pilihan dalam bentuk pilihan Kelompok Peminatan, pilihan Lintas Minat, dan/atau pilihan Pendalaman Minat.

Kelompok Peminatan terdiri atas Peminatan Matematika dan Sains, Peminatan Sosial, dan Peminatan Bahasa. Sejak kelas X peserta didik sudah harus memilih kelompok peminatan yang akan dimasuki. Pemilihan peminatan berdasarkan nilai rapor di SMP/MTs dan/atau nilai UN SMP/MTs dan/atau rekomendasi guru BK di SMP/MTs dan/atau hasil tes penempatan (placement test) ketika mendaftar di SMA/MA dan/atau tes bakat minat oleh psikolog dan/atau rekomendasi guru BK di SMA/MA.

Pada akhir minggu ketiga semester pertama peserta didik masih mungkin mengubah pilihan peminatannya berdasarkan rekomendasi para guru dan ketersediaan tempat duduk. Untuk sekolah yang mampu menyediakan layanan khusus maka setelah akhir semester pertama peserta didik masih mungkin mengubah pilihan peminatannya. Semua mata pelajaran yang terdapat dalam suatu Kelompok Peminatan yang dipilih peserta didik harus diikuti.

(19)

Untuk Mata Pelajaran Pilihan Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat kelas X, jumlah jam pelajaran pilihan per minggu berdurasi 6 jam pelajaran yang dapat diambil dengan pilihan sebagai berikut:

- Dua mata pelajaran di luar Kelompok Peminatan yang dipilihnya tetapi masih dalam Kelompok Peminatan lainnya, dan/atau

- Mata pelajaran Pendalaman Kelompok Peminatan yang dipilihnya.

Sedangkan pada kelas XI dan XII, peserta didik mengambil Pilihan Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat dengan jumlah jam pelajaran pilihan per minggu berdurasi 4 jam pelajaran yang dapat diambil dengan pilihan sebagai berikut:

- Satu mata pelajaran di luar Kelompok Peminatan yang dipilihnya tetapi masih dalam Kelompok Peminatan lainnya, dan/atau

- Mata pelajaran Pendalaman Kelompok Peminatan yang dipilihnya. Beban Belajar

Dalam struktur kurikulum SMA/MA ada penambahan jam belajar per minggu sebesar 4-6 jam sehingga untuk kelas X bertambah dari 38 jam menjadi 42 jam belajar, dan untuk kelas XI dan XII bertambah dari 38 jam menjadi 44 jam belajar. Sedangkan lama belajar untuk setiap jam belajar adalah 45 menit.

(20)

3. Peminatan dan Lintas minat a. Pengertian peminatan

Peminatan adalah suatu keputusan yang dilakukan peserta didik untuk memilih kelompok matapelajaran sesuai minat, bakat, dan kemampuan selama mengikuti pembelajaran di SMA. Pemilihan peminatan dilakukan atas dasar kebutuhan untuk melanjutkan keperguruan tinggi.

Struktur kurikulum merupakan sekelompok mata pelajaran yang dapat diikuti dan diambil selama peserta didik menempuh pendidikan seperti tertuang dalam PP No. 32 tahun 2013,Pasal 77B ayat(1) Struktur Kurikulum merupakan pengorganisasian Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, muatan Pembelajaran, matapelajaran, dan beban belajar pada setiap satuan pendidikan dan program pendidikan, dalam ayat (4) Struktur Kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan pengorganisasian matapelajaran untuk setiap satuan pendidikan dan/atau program pendidikan, serta ayat (7) Struktur Kurikulum untuk satuan pendidikan menengah terdiri atas: a. muatan umum; b. muatan peminatan akademik; c. muatan akademik kejuruan; dan d. muatan pilihan lintas minat/peminatan.

(21)

Tabel Mata Pelajaran SMA

MATAPELAJARAN ALOKASI WAKTU

PER MINGGU

X XI XII

Kelompok A (Wajib) 1.

Pendidikan dan Budi Pekerti

3 3 3

2.

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

2 2 2

3.

Bahasa Indonesia

4 4 4

4.

Matematika

4 4 4

5.

Sejarah Indonesia

2 2 2

6.

Bahasa Inggris

2 2 2

Kelompok B (Wajib) 7. Seni Budaya

2 2 2

8. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan

3 3 3

9. Prakarya dan Kewirausahaan

2 2 2

Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per

minggu 24 24 24

Kelompok C (Peminatan)

Matapelajaran Peminatan Akademik (SMA/MA)

18 20 20

Matapelajaran Peminatan Akademik dan Vokasi (SMK/MAK)

JUMLAH JAM PELAJARAN YANG HARUS

DITEMPUH PER MINGGU (SMA/MA) 42 44 44

JUMLAH JAM PELAJARAN YANG HARUS

(22)

Struktur Kurikulum SMA/ MA terdiri atas :

1. Kelompok mata pelajaran wajib yaitu kelompok A dan B

Kelompok pelajaran wajib merupakan bagian dari pendidikan umum yaitu pendidikan bagi semua warga Negara bertujuan memberikan pengertahuan tentang bangsa, sikap sebagai bangsa, dan kemampuan penting untuk mengembangkan kehidupan pribadi peserta didik, masyarakat dan bangsa.

2. Kelompok mata pelajaran peminatan yaitu kelompok C terdiri atas Matematika dan Ilmu Alam, Ilmu-ilmu social dan ilmu bahasa dan budaya,

Kelompok mata pelajaran peminatan bertujuan:

1) Untuk memberikan kesempatan kepada siswa atau peserta didik mengembangkan minatnya dalam sekelompok mata pelajaran sesuai dengan minat keilmuan diperguruan tinggi,.

2) Untuk mengembangkan minatnya terhadap suatu ilmu atau ketrampilan tertentu.

3. Khusus untuk MA, selain pilihan ketiga kelompok peminatan tersebut, dapat ditambah dengan peminatan lainnya yang diatur lebih lanjut oleh kementrian Agama

b. Pengertian Lintas minat

(23)

kelompok peminatan lain. Hal ini memberi peluang kepada peserta didik untuk mempelajari matapelajaran yang diminati namun tidak terdapat pada kelompok mata pelajaran peminatan.

Mata Pelajaran Pilihan Lintas Minat yaitu mata pelajaran yang dapat diambil oleh peserta didik di luar Kelompok Mata Pelajaran Peminatan yang dipilihnya tetapi masih dalam Kelompok Peminatan lainnya. Misalnya bagi peserta didik yang memilih Kelompok Peminatan Bahasa dapat memilih mata pelajaran dari Kelompok Peminatan Sosial dan/atau Kelompok Peminatan Matematika dan Sains.

F. Metode Penelitian

1. Pendekatan dan Jenis Penelitian( harusnya pendekatan kualitatif)

Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini melalui pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang lebih menekankan pada indeks-indeks dan pengukuran empiris, penelitian kuantitatif merasa “ mengetahui apa yang tidak diketahui” sehingga desain yang dikembangkan selalu merupakan rencana kegiatan yang bersifat apriori dan defenitif. ( Margono, 2005:35)

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang diarahkan untuk memberikan gejala-gejala, fakta-fakta atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat mengenai sifat-sifat populasi atau daerah tertentu. Dalam penelitian deskriptif cenderung tidak perlu mencari atau menerangkan saling hubungan dan menguji hipotesis.(Nurul Zuriah,2006:47)

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan karakter suatu variabel, kelompok atau gejala social yang terjadi di masyarakat. ( Nanang Martono, 2011:17)

(24)

menggejala saat sekarang, hubungan antara variable, pertentangan dua kondisi atau lebih, pengaruh terhadap suatu kondisi, perbedaan antar fakta, dan lain-lain.( Sibana dan Sudrajat, 2005: 26-27)

Berdasarkan pada keterangan tersebut, penulis menyimpulkan bahwa penelitian deskriptif adalah suatu jenis penelitian yang berusaha menggambarkan gejala,situasi atau kejadian yang terjadi di masyarakat dan dialami sekarang.

2. Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah di SMA Negeri 3 Banda Aceh karena menurut informasi yang penulis dapat di internet diketahui bahwa ada 5 SMA/SMK yang telah menerapkan Kurikulum 2013 salah satunya SMA Negeri 3 Banda Aceh. Berdasarkan penelitian yang penulis ingin lakukan yaitu menyangkut kurikulum 2013 maka dari itu menulis menunjuk lokasi penelitian di SMA Negeri 3 Banda Aceh.

Waktu pelaksanaan penelitian direncanakan bulan Juli atau Agustus 2014. Adapun waktu tersebut penulis lakukan untuk penyebaran kuesioner kepada siswa SMA Negeri 3 Banda Aceh.

3. Populasi dan sampel

Populasi merupakan keseluruhan objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian, atau keseluruhan unit atau individu dalam ruang lingkup yang akan diteliti( Nanang martono,2011:74). Dengan demikian, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 1 SMA Negeri 3 Banda Aceh,

(25)

yang akan digunakan dalam penelitian, penulis menggunakan teknik sampling proportionate stratified random sampling karena teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota / unsur yang tidak homogen atau sama. Dengan demikian, maka yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas 1 SMA Negeri 3 Banda Aceh yang memilih Mata pelajaran Peminatan IPA dan Mata pelajaran Peminatan IPS.

4. Teknik pengumpulan data

Banyak metode yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data dalam sebuah penelitian. Adapun teknik dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Observasi

Menurut S. Margono(1997:158) observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Pengamatan dan pencatatan ini dilakukan terhadap objek ditempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa. Metode observasi sebagai alat pengumpul data, dapat dikatakan berfungsi ganda, sederhana dan dapat dilakukan tanpa menghabiskan banyak biaya.

2. Wawancara

Wawancara merupakan suatu proses interaksi dan komunikasi verbal dengan tujuan untuk mendapatkan informasi penting yang diinginkan. Dalam kegiatan wawancara terjadi hubungan antara dua orang atau lebih, dimana keduanya berperilaku sesuai dengan status dan peranan mereka masing-masing.

Wawancara ialah alat pengumpul informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula. Ciri utama dari wawancara adalah adanya kontak langsung dengan tatap muka antara pencari informasi dan sumber informasi.

(26)

1. Bagaimana pendapat anda mengenai peminatan?

2. Apakah adanya peminatan ini bakat, minat dan kemampuan anda dapat berkembang?

3. Apakah kelompok mata pelajaran ini sesuai dengan minat anda? 4. Bagamana pendapat anda mengenai lintas minat itu?

5. Apakah mata pelajaran lintas minat sesuai dengan minat anda?

6. Apakah waktu yang diberikan untuk mata pelajaran lintas minat sudah efektif?

3. Kuesioner

Kuesioner adalah suatu alat pengumpulan data informasi dengan cara menyampaikan sejumlah pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis pula oleh responden. Kuesioner seperti halnya wawancara.

Berikut adalah gambaran kuesioner yang akan dibagikan kepada siswa:

Berilah jawaban pertanyaan berikut sesuai dengan pendapat anda, dengan cara memberi tanda () pada kolom yang tersedia.

Dengan alternative jawaban : SS = Sangat Setuju ST = Setuju

RG = Ragu-ragu TS = Tidak setuju STS = Sangat tidak setuju

No Pertanyaan Altenatif jawaban

SS ST RG TS STS

1 Pemilihan peminatan dilakukan atas dasar kebutuhan untuk melanjutkan keperguruan tinggi.

(27)

pelajaran dipilih semenjak masuk ke SMA atau kelas X semester pertama.

3 Peserta didik di kelas X mengikuti dua mata pelajaran lintas minat sebanyak 6 jam pelajaran, dan di kelas XI dan kelas XII mengikuti satu mata pelajaran lintas minat sebanyak 4 jam pelajaran.

5 Peminatan dan lintas minat dapatdilaksanakan sebelum atau sesudah

peserta didik diterima di SMA.

6 Siswa dapat memilih secara tepat tentang peminatannya apabila memperoleh informasi yang memadai atau relevan 7 Program lintas minat

dialokasikan enam jam pelajaran setiap minggunya. Siswa dapat memilih setidaknya dua mata pelajaran lintas minat.

8 Kurikulum 2013 memberi peluang yang lebih terbuka kepada siswa untuk memilih mata pelajaran yang diminati 9 Dengan adanya kurikulum 2013

siswa dapat mengembangkan bakat dan minat dalam menghadapi kehidupan

10 Dengan adanya kurikulum ini siswa dapat kecerdasan sesuai bakat atau minatnya

(28)

siswa dalam program lintas minat tetap akan diujikan dalam ujian-ujian sekolah, misalnya ujian tengah semester (UTS) maupun ujian akhir semester (UAS).

12 Adanya Pemilihan peminatan berdasarkan nilai rapor di SMP/MTs dan/atau nilai UN SMP/MTs atau hasil tes penempatan (placement test) ketika mendaftar di SMA/MA dan/atau tes bakat minat oleh psikolog.

5. Teknik pengolahan data dan analisis data

Setelah data terkumpul dari hasil observasi, wawancara dan kuesioner penulis melakukan analisis terhadap data-data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan keusioner tentang “Persepsi siswa SMA terhadap peminatan dan lintas minat yang termasuk dalam kurikulum 2013”.

Untuk mengetahui persepsi siswa SMA terhadap peminatan dan lintas minat yang termasuk dalam kurikulum 2013 itu, maka :

1. Pengolahan data

Data wawancara dilakukan dengan cara menarasikan( deskriptif data). Data ini disajikan secara komplementer dengan data siswa mengenai peminatan dan lintas minat.

(29)

2. Analisis data

Dalam mendeskripsikan persepsi siswa SMA terhadap peminatan dan lintas minat dilakukan beberapa langkah, antara lain:

1) Analisis data statistic distribusi frekuensi dengan menggunakan rumus:

P=F ×100 N

Dimana :

F = Frekuensi yang sedang dicari N= Number of case

P=Angka Persentase

Adapun ketentuan skala persentase yang digunakan adalah: 100% = Seluruhnya

82%-99% = Hampir Selurunya 67%-81% = Sebagian besar

51%-66% = Lebih dari setengah 50% = Setengah

(30)

2) Adapun untuk mengetahuai kualitas persepsi dilakukan alternatif jawaban yaitu:

No Alternatif Jawaban Skor

1 Sangat setuju 5

2 Setuju 4

3 Ragu-ragu 3

4 tidak setuju 2

5 Sangat Tidak Setuju 1

G. Sistematis Penulisan

Penulisan skripsi ini disusun dengan sistematik sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN

1. Latar belakang masalah 2. Rumusan masalah

(31)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1. Persepsi

2. Kurikulum SMA/MA 3. Peminatan dan lintas minat BAB III METODOLOGI PENELITIAN

1. Pendekatan dan jenis penelitian 2. Lokasi dan waktu

3. Populasi dan sampel 4. Teknik pengumpulan data

5. Teknik pengolahan dan analisis data

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA

(32)

Zuriah, Nurul. 2006. Metode Penelitian Sosial dan Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

Kasiram, Moh. 2008. Metodologi penelitian kualitatif – kuantitatif. Malang : UIN-Maliki Press.

Materi diklat peminatan : Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan

Sugiyono. 2012. Metode penelitian pendidikan ( Pendekatan Kuantitatif,kualitatif, dan R&D). Bandung : ALFABET

http://bahasa.kompasiana.com/2013/10/20/persepsi-pengertian-definisi-dan-factor-yang mempengaruhi-600802.html

http://otnamharfira.wordpress.com/2010/02/18/persepsi/

http://mellstarnet.blogspot.com/2010/10/skripsi-penjas_15.html

http://sman1kendari.sch.id/index.php/sistem-informasi/berita-sekolah/44-peminatan-dalam-kurikulum-2013

http://budikurniawan77.wordpress.com/2013/12/20/peminatan-lintas-minat-pendalaman-kurikulum-2013/

Gambar

Tabel Mata Pelajaran SMA

Referensi

Dokumen terkait

` Pelatihan ISO/IEC 17025:2008 oleh Dikti di Grand Hotel Palace Surabaya Mei 2014 (Laksmi Widajanti Hotel Palace Surabaya Mei 2014 (Laksmi Widajanti- Gizi,

“Activity Based Costing adalah pendekatan perhitungan biaya yang membebankan biaya sumber daya ke objek biaya seperti produk, jasa, atau pelanggan berdasarkan

Metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data yang berkenaan dengan keaktifan dalam mengikuti kegiatan rohis yang dilaksanakan di SMPN 2 Banyubiru dan motivasi

Achmadi. Ideologi Pendidikan Islam. Yogjakarta: Pustaka Pelajar. Afifudin, & Saebani. Metodologi Penelitian Kualitatif. Banding: CV.Pustaka Setia. Metodologi Pengajaran

Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol adalah izin tertulis yang diberikan oleh Kepala Daerah kepada orang pribadi atau badan untuk melakukan penjualan

Tugas Akhir adalah karya tulis atau karya cipta yang dibuat dalam rangka penilaian hasil belajar pada akhir studi program Diploma III Politeknik

dengan kontur kawat armature kepala hingga menjadi

Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) Hasil wawancara dengan seniman alat musik kelintang kayu, nilai-nilai budaya Jambi yang terdapat dalam alat