Penjualan alat berat UNTR raih angka tertinggi.
Pakuwon siapkan Rp 300 M buat ekspansi lahan.
Sahid bidik pertumbuhan bisnis 20% di akhir 2017.
OASA mencari peruntungan di listrik dan teko.DAILY RESEARCH
Statistics Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
I HSG pada perdagangan akhir pekan lalu bergerak konsolidasi dalam rentang terbatas 26 poin, berhasil ditutup menguat tipis 4,291 poin (0,07%) di 5742,446.
Penguatan tertahan di resisten 5750 dengan support sederhana di 5730. Penguatan IHSG terutama ditopang aksi beli atas saham ung‐
gulan di sektor otomotif dan per‐
bankan. Sedangkan saham sektor perdagangan, tambang dan perke‐
bunan tertekan menyusul pergera‐
kan harga komoditasnya yang me‐
lemah. Selama sepekan IHSG ber‐
hasil menguat 0,45% setelah pekan sebelumnya terkoreksi 1,3%. Penguatan IHSG pekan ke‐
marin sejalan dengan tren bullish pasar saham global dan kawasan Asia.
Sementara Wall Street akhir pekan lalu berhasil melanjutkan pen‐
guatannya dengan mencatatkan level tertinggi baru. Indeks DJIA dan S&P masing‐masing menguat 0,3% dan 0,4% di 21206,29 dan 2439,07. Indeks Nasdaq menguat 0,9% di 6305,80. Pasar mengabaikan data tenaga kerja AS Mei lalu yang di bawah perkiraan hanya menciptakan lapangan kerja 138 ribu di bawah perkiraan ekonom 181 ribu dan bulan sebelumnya 174 ribu.
Tingkat pengangguran di AS Mei lalu turun ke 4,3% dari bulan sebelumnya 4,4%. Sebaliknya pasar kembali fokus pada rencana kenaikan bunga FFR pada pertemuan The Fed 13‐14 Juni ini yang diyakini akan menaikkan ting‐
kat bunganya 25 bp menjadi 1,25%. Selama sepekan indeks saham DJIA dan S&P masing‐masing menguat 0,6% dan 1% melanjutkan tren bullish. Indeks Nasdaq menguat 1,54% sepekan kemarin. Penguatan Wall Street terjadi di tengah harga minyak mentah yang bergerak bearish. Harga minyak mentah akhir pekan lalu di AS kembali koreksi 1,3% di USD47,74/barel.
Selama sepekan harga minyak mentah di AS terkoreksi 4% melan‐
jutkan koreksi pekan sebelumnya 1%. Melanjutkan perdagangan awal pekan ini, IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan tren penguatannya dengan dukungan penguatan rupiah terhadap dolar AS dan sejumlah isu individual positif seperti rencana pembagian dividen sejumlah emiten sektoral yang bergerak di bidang konsumsi. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran support
5700 hingga resisten di 5780 berpeluang menguat terbatas.
S1 5700 S2 5670 R1 5780 R2 5800
Index Last Chg % DJIA 21206.29 62.11 0.29 S&P 500 2439.07 9.01 0.37 FTSE 100 7547.63 3.86 0.05 CAC 40 5343.41 24.74 0.47 DAX 12822.94 158.02 1.25 NIKKEI 225 20177.28 93.65 0.47 HANGSENG 25924.05 114.83 0.44
STI 3240.01 (2.82) (0.09)
SHENZHEN 1788.60 15.00 0.85 SHANGHAI 3105.54 2.92 0.09 Commodities Price Chg %
Oil (US$/barrel) 47.68 (0.20) (0.42) CPO (RM/M.T) 2504.00 0.00 0.00 Gold (USD/T.oz) 1283.30 17.60 1.39 Nikel (USD/M.T 8770.00 (80.00) (0.90) Timah (USD/M.T) 20200.00 (75.00) (0.37) Coal (USD/M.T) 75.70 1.60 2.16
Exchange Rates Chg % IDR/USD 13301.00 (8.00) (0.06)
USD/EUR 1.128 0.01 0.53
JPY/USD 110.44 (1.14) (1.02) IDR/SGD 9631.58 23.05 0.24 IDR/AUD 9896.30 60.70 0.62
TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 33.09 4401 0.02 0.06 Top Gainers IDR % Chg
MYTX 86 26.50 18
BSWD 1,915 24.80 380
PNBS 145 23.90 28
GJTL 1,165 17.10 170
TKIM‐W 478 16.60 68
Top Losers IDR % Chg
BABP‐W 2 (33.30) (1)
MLIA 454 (24.30) (146)
UNIC 5,400 (20.00) (1,350)
MGNA‐W 5 (16.70) (1)
LRNA‐W 20 (16.70) (4)
Top Value IDR % (miliar)
BBCA 17,550 2.30 1,690 B
TLKM 4,380 0.70 1,474 B
SRIL 324 (0.60) 714 B
ASII 9,000 2.90 614 B
BBRI 14,750 1.90 519 B
Top Volume IDR % (juta)
SRIL 324 (0.60) 2,189.771
RIMO 164 1.90 1,199.225
BUMI 372 (3.10) 1,161.741
BRMS 76 4.10 825.972
GPRA 120 (14.90) 591.432
IHSG 5,742.45
Change 4.30
Change (%) 0.07
Change (%/ytd) 8.42
Total Value (IDR triliun) 8.961 Total Volume (miliar saham) 13.611 Net Foreign Buy (IDR miliar) (28.000) Up: 143 Down: 327 Unchange: 118
News Update
2
Penjualan alat berat UNTR raih angka tertinggi. PT United Tractor Tbk (UNTR) selama periode Januari-April 2017 mencatat penjualan alat berat sebanyak 1.186 unit. Angka penjualan itu lompat 72% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.Bukan hanya itu. Khusus pada bulan April 2017, penjualan alat berat UNTR mencapai 339 unit. penjualan itu merupakan penjualan bulanan tertinggi selama tiga tahun terakhir. Pada April 2014, UNTR mencatat penjualan 366 unit. Sayang, semenjak itu penjualan UNTR terus berada dalam tren penurunan. Angka penjualan periode Januari-April 2017 sejauh ini juga merupakan angka penjualan tertinggi sejak 2015. Untuk periode Januari-April 2016, penjualan alat berat UNTR tercatat sebanyak 689 unit.
Sementara, Januari-April 2015, penjualannya sebesar 966 unit. Ari Setiyawan, Investor Relation UNTR mengatakan, penjualan untuk sektor mining memberikan kontribusi terbesar penjualan alat berat tahun ini. Dari total penjualan 1.186, sebesar 48%
merupakan penjualan untuk sektor mining. Periode Januari-April tahun lalu, kontribusinya hanya 21%. Sektor konstruksi memberikan kontribusi sebesar 23%. Sementara, periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 52%. Jadi, terlihat ada peralihan portofolio penjualan di situ. Sementara, penjualan untuk sektor perkebunan dan perhutanan tidak mengalami banyak perubahan.
Kontribusi keduanya masing-masing sebesar 13% dan 16%. Dengan torehan penjualan itu, UNTR kini menguasai 36% pangsa pasar. Posisi ini berubah dari sebelumnya 35% untuk periode Januari-April 2016. Kinerja anak usaha UNTR, PT Pamapersada Nusantara (Pama) juga mengalami perbaikan. Aktivitas pengupasan tanah atau overburden removal Pama sebesar 232 juta bcm, naik 6% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, 219,4 juta bcm. Di balik overburden itu, ada 34 juta ton batubara yang diproduksi Pama, naik dari sebelumnya 32,5 juta ton per Januari-April 2016. Dus, volume penjualan batubara Pama tercatat 2,53 juta ton, naik 15% dari sebelumnya 2,19 juta ton. (Kontan)
Pakuwon siapkan Rp 300 M buat ekspansi lahan. PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) akan terus melakukan penambahan cadangan lahan (land bank) untuk modal pengembangan bisnis properti perusahaan ke depan. Tahun ini, perusahaan yang berbasis di Jakarta dan Surabaya ini menganggarkan Rp 200 miliar -Rp 300 miliar untuk ekspansi lahan. Ivy Wong, Direktur Pakuwon Jati mengatakan penambahan lahan masih akan fokus dilakukan di proyek-proyek eksisting perseroan. " Setiap tahun memang kita anggarkan sekitar Rp 200 miliar-Rp 300 miliar untuk tambah lahan. Luasnya tidak bisa ditentukan, itu tergantung harga tanah,"kata Ivy di Jakarta. Saat ini, Pakuwon masih memiliki land bank seluas 456,8 hektare (ha). Lahan cadangan ini sebagian besar berada di sekitar proyek eksisting perusahaan. Hanya 18,2 ha yang merupakan kawasan baru yang hingga saat ini belum dikembangkan yakni berada di Daan Mogot Jakarta Barat seluas 11 ha, di wilayah TB Simatupang 4,5 ha dan Bekasi seluas 3,2 ha.
Adapun land bank di kawasan proyek eksisting terluas ada di Pakuwon City Township Surabaya Timur seluas 233,7 ha, kemudian di Grand Pakuwon Towship Surabaya Barat seluas 159,1 ha. Di Tunjungan City terdapat seluas 3,2 ha, di luar Pakuwon City 21,5 ha, PAkuwon Mall 3,9 ha, Royal Plaza 1,8 ha dan di sisi luar Grand Pakuwon 6,9 ha. Sementara di Kota Kasablanka terdapat 6,1 ha lahan dan di Gandaria City 1,9 ha. (Kontan)
Sahid bidik pertumbuhan bisnis 20% di akhir 2017. PT Hotel Sahid Jaya Tbk (SHID) menargetkan pertumbuhan hotel di semester kedua nanti bisa lebih baik dari paruh pertama tahun ini. Sebab di periode tersebut ada musim Lebaran dan libur sekolah selain nantinya liburan akhir tahun ini. Menurut Vivi Herlambang, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Hotel Sahid Jaya, biasanya jelang Lebaran ini, beberapa hotel kelolaan Sahid mengalami lonjakan tingkat hunian. Seperti yang ada di Solo, Malang, Pekalongan, Yogyakarta dan Puncak. Sayang, ia tidak merinci besaran tingkat okupansi di periode hari raya tersebut."Karena untuk orang-orang liburan," tutur Vivi. Selain dari tambahan okupansi di periode liburan nanti, Sahid jaya juga berharap pendapatan bisnis dari adanya tambahan hotel. Soalnya, perusahaan ini bersiap menambah dua hotel anyar lagi. Yakni yang ada di Banyuwangi dalam waktu dua atau tiga bulan mendatang, serta Sahid Parkland Serpong pada Desember nanti. Adapun hingga semester satu ini, Sahid sudah memiliki 23 hotel. Sehingga di akhir tahun ini, jumlah hotel Sahid mencapai 25 hotel. Di Serpong, Sahid menjalin kerjasama dengan pemilik hotel sebeluknya yakni PT Trimitra Propetindo. Sayang Vivi tidak merinci jenis kerjasama tersebut. Adapun di Banyuwangi, perusahaan ini bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat. Nah, lewat upaya ini, Sahid berharap bisa mencatatkan pertumbuhan bisnis hingga 20% akhir 2017. (Kontan)
OASA mencari peruntungan di listrik dan teko. Manajemen PT Protech Mitra Perkasa Tbk bertekad memperbaiki kinerja. Kini perusahaan yang bergerak di bisnis perdagangan, pembangunan dan jasa khususnya kekanikal dan teknik sipil elektro ini akan mencari peruntungan sektor ketenagalistrikan dan telekomunikasi. Di sektor ketenagalistrikan, Protech Mitra membidik peran sebagai sub kontraktor penggarap mekanik listrik untuk transmisi dan pembangkit listrik di Jawa dan Sumatra. Supaya rencana lancar, mereka menyiapkan dana belanja modal Rp 40 miliar. Protech Mitra menyisir peluang dari mega proyek listrik 35.000 megawatt (MW) pemerintah. Tanpa membeberkan detailnya, perusahaan berkode saham OASA di Bursa Efek Indonesia itu mengaku sudah mengantongi beberapa kontrak bisnis. Protech Mitra akan memulai pekerjaan ketenagalistrikan mulai semester II -2017. "Sekarang kami tinggal masalah proses administrasi dan lainnya, itu sudah pasti akan dapat," ujar Anton Santoso, Direktur Utama PT Protech Mitra Perkasa Tbk. Sementara dari sektor telekomunikasi, manajemen Protech Mitra tengah membidik peluang sebagai sub kontraktor proyek Palapa Ring. Mereka mengincar jasa penyediaan kabel serat optik dan instalasi di proyek raksasa tersebut. Namun, Protech Mitra masih harus bersabar. Sejauh ini, mereka sedang menanti hasil negosiasi bisnis dengan salah satu dari pemenang konsorsium Palapa Ring. Manajemen perusahaan merahasiakan identitas pemenang konsorsium yang didekati.Yang terang, dua strategi tadi mencuatkan peluang untuk memulihkan kinerja. "Kami targetkan dari seluruh total pendapatan, peningkatan tahun ini bila dibandingkan dengan tahun 2015 lalu sekitar 50%," kata Anton. Tahun 2016, pendapatan Protech Mitra menyusut hampir empat kali lipat menjadi Rp 6,92 miliar. Akibatnya bottom line tercatat rugi Rp 1,42 miliar. Padahal tahun 2015 masih untung Rp 3,04 miliar. (Kontan)
Senin, 05 Juni 2017
Stock Picks
3ITMG 15000‐16500. Harga saham emiten batubara bergerak konsolidasi di area downtrend. Pasar saat ini masih wait
and see atas saham sektor batubara seiring harga minyak mentah yang bergerak bearish, saat ini di kisaran USD49/
barel. Sedangkan harga batubara saat ini di kisaran USD73‐USD74/MT masih bergerak konsolidasi. Salah satu emiten batubara yang pantas diakumulasi adalah Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Perseroan memiliki posisi cash cukup kuat mencapai USD404 juta per akhir Maret 2017. Perseroan juga tidak memiliki utang berbeban bunga. Dari sisi kinerja, pencapaian laba bersih hingga 1Q17 di atas estimasi sebelumnya. Sedangkan pendapatan bersih sudah sejalan dengan proyeksi tahun ini sebesar USD1,53 miliar atau tumbuh 11,8% (yoy) dibandingkan 2016 lalu sebesar USD1,37 miliar. Pendapatan bersih perseroan 1Q17 mencapai USD367,87 juta naik 11,10% (yoy) dibandingkan 1Q16 sebesar USD331,10 juta. Ini mencerminkan pencapaian 24% dari proyeksi pendapatan bersih tahun ini. Rata‐rata harga jual batubara (ASP) perseroan di 1Q17 USD67,5/MT naik 42% (yoy) dibandingkan 1Q16 sebesar USD47,7/MT.
Volume produksi dan penjualan batubara di 1Q17 mencapai 5,4 juta ton turun dibandingkan 1Q16 sebanyak 5,9 juta ton. Sedangkan laba kotor 1Q17 tumbuh 65% (yoy) mencapai USD114,95 juta dari USD69,66 juta dengan marjin kotor naik mencapai 31,24% dari 21,04%. Marjin kotor ini di atas rata‐rata marjin kotor selama lima tahun terakhir di 24,32%. Laba bersih 1Q17 melonjak 148,27% mencapai USD57,17 juta dibandingkan 1Q16 sebesar USD23,03 juta.
Marjin bersih melonjak mencapai 15,54% dibandingkan 1Q16 sebesar 6,95% dan sepanjang 2016 lalu 9,56%. Selain
pertumbuhan pendapatan bersih, lonjakan marjin bersih di 1Q17 juga ditopang keuntungan dari transaksi derivatif
USD4 juta dibandingkan 1Q16 yang menderita rugi USD470 ribu dan untung kurs USD909 ribu dibandingkan 1Q16
yang menderita rugi kurs USD596 ribu. Sebelumnya kami menargetkan laba bersih tahun ini USD152,93 juta atau
tumbuh 17% dari 2016 sebesar USD130,71 juta. Dengan pencapaian laba bersih 1Q17 tersebut, proyeksi laba bersih
tahun ini diperkirakan akan mencapai USD179,49 juta atau tumbuh 37,32% dengan marjin mencapai 11,7%. EPS
proyeksi tahun ini diperkirakan USD0,1620 naik dari proyeksi sebelumnya USD0,1379. Dengan asumsi kurs
1USD=Rp13300 maka EPS 2017 dalam rupiah diperkirakan Rp2155. Harga saham perseroan dalam kondisi pasar
bullish berpeluang ditransaksikan dengan PE 10x atau mencapai Rp21550. Dari harga saat ini di Rp15525 ada ruang
penguatan 39%. Tahun ini (2017), ITMG memutuskan memproduksi 300.000 ton batubara lebih banyak ketimbang
tahun lalu atau sebanyak 25,9 juta ton dibandingkan 2016 sebanyak 25,6 juta ton. Tahun 2016 lalu volume penjualan
batubara perseroan capai 26,7 juta ton. Belanja modal tahun ini dianggarkan USD60,3 juta. Hingga 1Q17 perseroan
telah mengantongi 77% kontrak penjualan
.Secara technical saat ini support di Rp15000 dengan target resisten di
kisaran Rp16500 hingga Rp17000. Maintain Buy, SL 14000
4
Stock Picks
ICBP 8600‐9000. Harga saham emiten barang konsumsi, Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), akhir pekan lalu bergerak konsolidasi di tengah tren bullish. Saat ini support di kisaran Rp8500‐Rp8600 dengan target resisten di kisaran Rp9000 hingga Rp9200. Sepanjang bertahan di atas Rp8600, pemodal bisa menga‐
kumulasi sahamnya dengan target ambil untung jangka pendek di kisaran Rp9000 hingga Rp9200. Pemodal dalam jangka pendek juga berpeluang meraih dividen tunai tahun buku 2016 yang mencapai 50% laba ber‐
sih atau sebesar Rp154/saham. Dari harga saat ini di Rp8700 pemodal berpeluang meraih dividen yield se‐
besar 1,8%. Sepanjang 1Q17, perseroan mencatatkan penjualan neto Rp9,46 triliun atau tumbuh 6% di‐
bandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp8,92 triliun. Laba bersih 1Q17 tumbuh 15,6%
mencapai Rp1,09 triliun dibandingkan 1Q16 sebesar Rp944,8 miliar. Marjin bersih di 1Q17 naik mencapai 11,5% dibandingkan 10,6% di 1Q16. Kontribusi utama terhadap penjualan bersih perseroan disumbangkan dari penjualan mie instan yang mencapai 63%. Tahun ini diperkirakan pertumbuhan penjualan bersih 10%
mencapai Rp38,41 triliun. Hingga 1Q17 pencapaian penjualan bersih mencerminkan 24,6% dari proyeksi penjualan bersih tahun ini. Sedangkan laba bersih tahun ini diperkirakan mencapai Rp3,84 triliun atau tum‐
buh 6,7%. Hingga 1Q17, pencapaian laba bersih sudah mencerminkan 28% dari proyeksi laba bersih tahun
ini. EPS 2017 diperkirakan Rp329,33. Pada harga Rp8725, saham ICBP ditransaksikan dengan PE 26,5x
(E/17). Dalam kondisi pasar bullish harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE 31x (E/17) atau
mencapai Rp10235. Ini mencerminkan ruang penguatan 17,6% dari harga saat ini. Maintain Buy, SL 8400
Senin, 05 Juni 2017
5
Stock Picks
BDMN 5200‐5600. Harga saham Bank Danamon Tbk (BDMN) akhir pekan lalu melanjutkan tren bullish berhasil tutup di Rp5475 mencoba kembali menembus resisten kuat di Rp5500. Saat ini support jangka pendek di Rp5200. Pergerakan harga saham perseroan sepanjang tahun ini bullish seiring pergerakan pasar dan pertumbuhan kinerjanya. Sepanjang 1Q17 laba bersih berhasil tumbuh 29% mencapai Rp1,05 triliun dibandingkan 1Q16 Rp813,55 miliar. Pertumbuhan laba ini di atas rata‐rata perbankan yang hanya tumbuh 13,4% di periode yang sama (berdasarkan data OJK). Pertumbuhan laba tersebut ditopang keberhasilan perseroan meningkatkan kualitas aset dan turunnya biaya dana. Kualitas aset membaik karena biaya kredit turun 26% menjadi Rp831 miliar. Pertumbuhan kredit di luar kredit mikro sebesar 4% mencapai Rp117 triliun. Pendapatan bunga bersih tumbuh 5% mencapai Rp3,5 triliun karena turunnya biaya dana.
Perbaikan kualitas aset tercermin dari turunnya rasio NPL gross menjadi 3,55% dari 3,59% di 1Q16. Rasio NIM perseroan meningkat mencapai 7,5% dari 7,2% di 1Q16. Rasio NIM ini di atas rata‐rata perbankan sekitar 5%. Tingkat imbal hasil terhadap total ekuitas (ROE) meningkat mencapai 12% dari 9,76% dan rasio kecukupan modal (CAR) naik mencapai 21,8% dari 20,78% (1Q16). Rasio‐rasio keuangan tersebut mengindikasikan peningkatan kinerja perseroan sepanjang 1Q17. Dengan perbaikan kinerjanya tahun ini dan pasar saham bergerak bullish, kami menaikkan proyeksi harga sahamnya tahun ini dengan target PBV 1,5x atau mencapai Rp6900 naik dari proyeksi sebelumnya di PBV 1,3x atau Rp5280. Untuk jangka menengah dan panjang hingga akhir tahun ini, pemodal bisa mengakumulasi sahamnya. Untuk jangka pendek, pergerakan harganya saat ini masih konsolidasi. Pelaku pasar bisa mengakumulasi sahamnya apabila berhasil break Rp5500 atau di kisaran support di Rp5200. Trading Buy, SL 4900
Senin, 05 Juni 2017
Saham Pilihan
TLKM 4300-4500 Buy, SL 4200
INDF 8600-9100 TB, SL 8500
UNVR 45800-47500 Buy, SL 44000
GJTL 1120-1220 Buy, SL 1040
CTRA 1120-1230 Buy, SL 1070
BISI 1680-1760 Buy, SL 1610
AKRA 6400-6800 TB, SL 6000
Stock View
6
Senin, 05 Juni 2017
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
5742.45 5754.73 5767.01 5728.09 5713.73
PERKEBUNAN
AALI 14275 14,433.33 14,591.67 14,183.33 14,091.67 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02
BWPT 268 271.33 274.67 265.33 262.67
LSIP 1500 1,513.33 1,526.67 1,488.33 1,476.67 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72
SGRO 2040 2,040.00 2,040.00 2,040.00 2,040.00
SIMP 595 601.67 608.33 586.67 578.33 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18
UNSP 224 231.33 238.67 219.33 214.67
PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1470 1,508.33 1,546.67 1,448.33 1,426.67 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50
BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00
BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00
BUMI 372 385.33 398.67 363.33 354.67
DEWA 52 54.00 56.00 51.00 50.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35
HRUM 2090 2,116.67 2,143.33 2,066.67 2,043.33
ITMG 15525 15,850.00 16,175.00 15,200.00 14,875.00 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 10800 11,075.00 11,350.00 10,625.00 10,450.00 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64
PTRO 1035 1,058.33 1,081.67 1,008.33 981.67
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 89 91.67 94.33 85.67 82.33
ELSA 304 306.00 308.00 302.00 300.00 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17
ENRG 50 50.00 50.00 50.00 50.00
ESSA 2700 2,700.00 2,700.00 2,700.00 2,700.00
MEDC 2890 2,986.67 3,083.33 2,836.67 2,783.33
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 760 775.00 790.00 750.00 740.00 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10
INCO 1880 1,898.33 1,916.67 1,868.33 1,856.67 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24
TINS 890 905.00 920.00 880.00 870.00 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09
SEMEN
INTP 18500 18,725.00 18,950.00 18,200.00 17,900.00 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00
SMCB 805 815.00 825.00 800.00 795.00 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91
SMGR 9325 9,433.33 9,541.67 9,233.33 9,141.67 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07 LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 115 129.00 143.00 108.00 101.00
JPRS 150 162.67 175.33 143.67 137.33
KRAS 670 693.33 716.67 643.33 616.67
PAKAN TERNAK
CPIN 3120 3,146.67 3,173.33 3,096.67 3,073.33
JPFA 1255 1,283.33 1,311.67 1,238.33 1,221.67 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44
OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 9000 9,091.67 9,183.33 8,816.67 8,633.33 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71
GJTL 1165 1,225.00 1,285.00 1,050.00 935.00
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8700 8,791.67 8,883.33 8,641.67 8,583.33
INDF 8825 8,883.33 8,941.67 8,733.33 8,641.67
MYOR 2150 2,190.00 2,230.00 2,120.00 2,090.00
ROTI 1385 1,440.00 1,495.00 1,355.00 1,325.00
GGRM 74500 75,566.67 76,633.34 73,316.67 72,133.34
INAF 3350 3,486.67 3,623.33 3,276.67 3,203.33 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06
KAEF 2900 2,976.67 3,053.33 2,766.67 2,633.33 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68
KLBF 1550 1,556.67 1,563.33 1,536.67 1,523.33
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
UNVR 46900 47,200.00 47,500.00 46,425.00 45,950.00
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 186 189.33 192.67 183.33 180.67
ASRI 326 328.67 331.33 324.67 323.33
BKSL 74 76.67 79.33 72.67 71.33
BSDE 1800 1,813.33 1,826.67 1,783.33 1,766.67 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60
COWL 1235 1,240.00 1,245.00 1,230.00 1,225.00
CTRA 1160 1,186.67 1,213.33 1,116.67 1,073.33
CTRP 690 690.00 690.00 690.00 690.00
CTRS 2710 2,710.00 2,710.00 2,710.00 2,710.00
ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00
KIJA 320 323.33 326.67 317.33 314.67
MDLN 272 273.33 274.67 269.33 266.67 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94
KONSTRUKSI BANGUNAN
ADHI 2310 2,336.67 2,363.33 2,286.67 2,263.33 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93
DGIK 100 102.33 104.67 98.33 96.67
PTPP 3150 3,170.00 3,190.00 3,120.00 3,090.00 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74
SSIA 635 640.00 645.00 630.00 625.00
TOTL 755 763.33 771.67 748.33 741.67
WIKA 2280 2,296.67 2,313.33 2,256.67 2,233.33 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02
INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2410 2,433.33 2,456.67 2,393.33 2,376.67 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1375 1,390.00 1,405.00 1,355.00 1,335.00
JSMR 5200 5,266.67 5,333.33 5,166.67 5,133.33 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27
TELEKOMUNIKASI
BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00
EXCL 3040 3,103.33 3,166.67 2,973.33 2,906.67 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39
ISAT 6650 6,733.33 6,816.67 6,608.33 6,566.67
TLKM 4380 4,440.00 4,500.00 4,330.00 4,280.00 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI
GIAA 358 362.67 367.33 354.67 351.33 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94
MBSS 384 394.67 405.33 376.67 369.33
WINS 284 285.33 286.67 281.33 278.67 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95
KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 790 808.33 826.67 778.33 766.67
BANK
BBCA 17550 17,691.67 17,833.33 17,366.67 17,183.33 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47
BBKP 625 633.33 641.67 618.33 611.67 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58
BBNI 6450 6,566.67 6,683.33 6,366.67 6,283.33 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 14750 14,816.67 14,883.33 14,616.67 14,483.33 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 2470 2,503.33 2,536.67 2,443.33 2,416.67 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 5475 5,575.00 5,675.00 5,300.00 5,125.00 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40
BJBR 2330 2,390.00 2,450.00 2,290.00 2,250.00 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79
BMRI 12600 12,800.00 13,000.00 12,450.00 12,300.00 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76
BNGA 1285 1,300.00 1,315.00 1,270.00 1,255.00 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 6700 6,808.33 6,916.67 6,533.33 6,366.67 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03
INTA 312 316.00 320.00 304.00 296.00
UNTR 26550 27,000.00 27,450.00 26,300.00 26,050.00 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN
MAPI 6400 6,558.33 6,716.67 6,133.33 5,866.67
RALS 1330 1,346.67 1,363.33 1,306.67 1,283.33
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1885 1,913.33 1,941.67 1,863.33 1,841.67
PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 76 79.67 83.33 72.67 69.33
BNBR 50 50.00 50.00 50.00 50.00
Corporate Action
8
Code Name Type Date Time Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center
MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center
GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman Kav 58 Jakarta
PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat
ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐
nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐
nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐
tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam
TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00 HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl.
Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta
MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐
nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐ 12950
NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Senin, 05 Juni 2017
Corporate Action
9
EMITEN JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA 7 24‐Jun‐16 27‐Jun‐16 21‐Jul‐16
SQBB 16000 23‐Jun‐16 24‐Jun‐16 20‐Jul‐16
SQBI 16000 23‐Jun‐16 24‐Jun‐16 20‐Jul‐16
DPNS 5 23‐Jun‐16 24‐Jun‐16 20‐Jul‐16
GEMA 16 23‐Jun‐16 24‐Jun‐16 20‐Jul‐16
MREI 50 23‐Jun‐16 24‐Jun‐16 20‐Jul‐16
JTPE 14 22‐Jun‐16 23‐Jun‐16 15‐Jul‐16
PEGE 10 22‐Jun‐16 23‐Jun‐16 15‐Jul‐16
CPIN 29 22‐Jun‐16 23‐Jun‐16 15‐Jul‐16
TALF 3 22‐Jun‐16 23‐Jun‐16 12‐Jul‐16
KBLI 7 22‐Jun‐16 23‐Jun‐16 15‐Jul‐16
SRTG 32 22‐Jun‐16 23‐Jun‐16 15‐Jul‐16
KKGI 20 22‐Jun‐16 23‐Jun‐16 15‐Jul‐16
CTRP 4 22‐Jun‐16 23‐Jun‐16 13‐Jul‐16
CTRS 22 22‐Jun‐16 23‐Jun‐16 13‐Jul‐16
CTRA 6 22‐Jun‐16 23‐Jun‐16 15‐Jul‐16
IDPR 5 21‐Jun‐16 22‐Jun‐16 30‐Jun‐16
UNVR 424 21‐Jun‐16 22‐Jun‐16 15‐Jul‐16
INPP 1.5 21‐Jun‐16 22‐Jun‐16 14‐Jul‐16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu.
Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.