20
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Kondisi Umum Perusahaan
1. Sejarah perusahaan
Perusahaan ayam petelur CV. Berkat Karya Gemilang merupakan perusahaan yang pada awalnya bergerak di bidang penggemukan babi selama 24 tahun. Limbah yang dihasilkan dalam peternakan babi menimbulkan bau yang sangat mengganggu masyarakat sekitar, sehingga pada tahun 1996 pimpinan perusahaan merubah bidang usahanya dari penggemukan babi menjadi usaha peternakan ayam petelur. Awal mula berdirinya CV Berkat Karya Gemilang berasal dari nama perusahaan Edy Farm dan setelah tahun 2012 berganti nama menjadi CV. Berkat Karya Gemilang yang didirikan oleh keluarga besar Luwes Grup yang memberikan amanah untuk memimpin perusahaan kepada Bapak Hendarto sebagai pemegang usaha peternakan ayam petelur. Perusahaan peternakan ayam petelur CV. Berkat Karya Gemilang ini mulai berkembang dan memiliki surat pembangunan peternakan pada tahun 2015.
2. Lokasi Perusahaan
Perusahaan ayam petelur CV. Berkat Karya Gemilang berada di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten karanganyar terletak pada 110o 40’’ BT – 110o 70 BT dan 7o 28’’ LS – 7o 46’’ LS.
Wilayah Karanganyar berada di daerah yang dengan ketinggian 511 meter diatas permukaan laut. Suhu berkisar antara 22-31oC, menurut Sudarmono (2003) ayam akan merasa nyaman pada suhu 18-24oC pada kenaikan suhu hingga 27oC. Suhu siang pada musim kemarau di CV. Berkat Karya Gemilang bisa mencapa 31oC sehingga sangat panas dan produksi tidak maksimal.
Perusahaan ayam petelur CV. Berkat Karya Gemilang berdiri diatas lahan seluas 5 Ha. Lokasi berada di pinggir jalan raya Karanganyar – Sragen dan berbatasan langsung dengan rumah warga. Perusahaan dikelilingi oleh commit to user commit to user
tembok pembatas yang bertujuan untuk menegah masuknya binatang buas dan sebagai tindakan pengamanan. Fasilitas dan bangunan yang ada di perusahaan antara lain perkandangan, mess karyawan, ruang administrasi, gudang telur, gudang pakan. Layout perusahaan dapat dilihat pada (Lampiran 3).
Perusahaan ini memiliki hasil utama berupa telur ayam yang rata - rata produksi setiap harinya mencapai 1,5 Ton. Hasil sampingan perusahaan ini yaitu berupa kotoran ayam yang dipasarkan pada petani sayuran di sekitar daerah boyolali.
3. Struktur organisasi
Struktur organisasi digunakan untuk melihat susunan pegawai dan karyawan yang ada di perusahaan yang berkoordinasi satu dengan yang lainnya, susunan organisasi yang ada di CV berkat gemilang sebagai berikut, Bapak Hendarto sebagai pemilik perusahaan, Bapak Didik Widianto sebagai pengatur manajemen produksi dan Kepala Bagian Prouksi, Bapak Catur sebagai Kepala bagian umum, Bapak Abu sebagai Pengawas manajemen dalam peternakan dan Bapak Andriyan yang bertugas sebagai Admin perusahaan, dan Anak kandang yang meliputi bagian pakan, gudang dan pegawai untuk pemeliharaan ternak. Kepala bagian bertugas untuk mengawasi berjalannya manajemen di farm, pengawasan dilakukan melalui pengevaluasian dengan cara melakukan monitoring melalui manajer farm dan admin perusahaan. Manajer farm bertugas melakukan controlling dan keliling kandang untuk melakukan pengecekan mengenai teknis maupun kegiatan yang dilakukan di perusahaan, manajer farm juga bertugas untuk memutuskan penjadwalan vaksin ataupun program kesehatan lainnya. Admin perusahaan bertugas untuk menginput biaya dan produksi setiap hari dan melakukan pelaporan keuangan setiap satu minggu sekali. Struktur Organisasi CV. Berkat Karya Gemilang dapat dilihat pada Gambar 2.
commit to user commit to user
Gambar 2. Struktur Organisasi CV. Berkat Karya Gemilang (2019) 4. Peranan Perusahaan
Perusahaan CV. Berkat Karya Gemilang mempunyai Visi dan Misi yang mulai di terapkan sejak pertama kali berdiri. Visi dan Misi dari CV. Berkat Karya Gemilang adalah perusahaan mencari profit, memberdayakan karyawan sekitar kandang, dan berkontribusi dalam pembangunan fasilitas umum. Kontribusi yang sangat besar untuk masyarakat sekitar yaitu menyediakan lapangan pekerjaan khususnya untuk ibu rumah tangga sekitar perusahaan, selain itu pekerja dari wilayah lain juga diberdayakan untuk bekerja di CV. Berkat Karya Gemilang dengan diberi fasilitas mess sebagai tempat tinggal selama bekerja. Perusahaan juga berperan dalam pembangunan serta membantu secara finansial untuk kegaiatan sosial di masyarakat sekitar guna menjaga hubungan baik terhadap warga sekitar dan meningkatkan kepercayaan serta keamanan perusahaan.
commit to user commit to user
B. Perkandangan Ayam Petelur Fase layer
Perkandangan yang ada di CV. Berkat Karya Gemilang terdiri dari 10 kandang yang berfungsi untuk memberikan perlindungan pada ayam supaya mendapatkan lingkungan yang nyaman. Pembangunan kandang harus memperhatikan konstruksi kandang, tatalaksana perkandangan serta bahan pembuatan kandang meliputi :
1. Bentuk dan ukuran kandang
Atap kandang berfungsi untuk menaungi ayam dari terpaan panas dan hujan. Atap juga mempengaruhi suhu dan kelembaban di dalam kandang, bentuk atap yang digunakan di CV. Berkat Karya Gemilang adalah model atap monitor. Menurut Sudarmono (2003) atap sistem monitor sangat menunjang fentilasi kandang. Atap sistem monitor mampu memperlancar keluar masuknya udara. Bahan atap yang digunakan yaitu asbes sesuai dengan yang di paparkan Sudarmono (2003), bahwa bahan atap yang memantulkan radiasi panas matahari adalah bahan yang cocok dijadikan sebagai atap kandang. Bentuk atap kandang sistem monitor dapat dilihat pada Gambar 3.
Gambar 3. Bentuk atap sistem monitor
Pemeliharaan ayam fase layer yaitu ayam berumur 20-80 minggu di CV.
Berkat Karya Gemilang, dipelihara dalam kandang Battery dimana setiap kotak berisi 1-2 ekor ayam, hal ini sesuai dengan pendapat (Sidadolog, 2001), bahwa pada pemeliharaan dalam kandang battery ayam tidak banyak commit to user commit to user
bergerak sehingga diharapkan dapat menghemat penggunaan energi.
Ukuran kandang battery yang digunakan di CV Berkat Karya Gemilang yaitu panjang 40 cm, lebar 40 cm tinggi bagian depan 37 cm dan tinggi bagian belakang 30cm untuk 2 ekor ayam. Kemiringan kandang battery yaitu 10o. Ukuran kandang sudah memenuhi standar untuk pemeliharaan menurut Sudarmono (2003), Setiap sangkar battery berukuran 40 x 40 x 20 dengan kemiringan 5 – 7 cm atau 10o. Kandang battery di CV. Berkat Karya Gemilang dibuat dengan susunan bertingkat seperti pyramid terbalik, dengan posisi kepala saling berhadapan atau bentuk tipe V bertingkat.
Bentuk kandang battery tipe V tiga tingkat dapat dilihat pada Gambar 4.
Gambar 4. Model kandang battery tipe v bertingkat 2. Lantai kandang
Lantai merupakan tempat berpijak ayam sepanjang waktu. Kandang layer yang digunakan di CV. Berkat Karya Gemilang yaitu menggunakan sistem kandang battery maka tempat berpijak yang terbuat dari kawat pada sangkar battery itu sendiri. Jarak antara kawat besi adalah 3 cm agar kaki ayam tidak terjepit oleh lantai kandang.
Panjang total bangunan kandang yaitu 50 meter, sedangkan lebar kandang yaitu 6 meter jarak antara satu kandang dengan kandang yang lain yaitu 10 meter, tinggi kandang pada bagian atap sampai lantai kandang yaitu 3,5 meter. Sesuai dengan pendapat Sudaryani dan Hari (2002), bahwa ukuran kandang disesuaikan dengan jumlah ayam dengan lebar kandang commit to user commit to user
tidak melebihi 10 meter dan jarak antar kandang minimal satu kali lebar kandang. Tinggi kandang pada bagian tengah minimal 3 meter.
Ketinggian kandang dari tanah adalah 1 meter, yang bertujuan untuk mengurangi efek yang ditimbulkan oleh amoniak pada kotoran ayam.
Sesuai dengan pendapat Sudaryani dan Hari (2002), Letak bangunan kandang sebaiknya lebih tinggi dari tanah untuk menghindari masuknya air ke dalam kandang.
3. Peralatan
Peralatan yang digunakan di CV. Berkat Karya Gemilang pada pemeliharaan ayam fase layer ini meliputi tempat pakan, tempat minum dan alat pembersih. Kandang sistem battery ini menggunakan tempat pakan yang terbuat dari pipa paralon yang dibelah dan dengan diameter 13,5 cm tempat pakan dipasang memanjang sesuai dengan panjang kandang dengan ketinggian lebih rendah dari punggung ayam.
Tempat minum yang digunakan dengan sistem manual yaitu air di sediakan melalui kran yang berada di ujung kandang, kemudian dialirkan ke belahan pipa paralon yang berdiameter 9 cm. Sistem pemberian air minum manual harus dilakukan pembersihan setiap hari agar keadaan air dipastiakn bersih.
4. Pencahayaan atau Lighting
Pencahayaan pada fase layer ini digunakan untuk penerangan sekaligus untuk membantu proses memakan agar tercukupi kebutuhan nutrisinya untuk menghasilkan telur. Pengaruh cahaya terhadap proses produksi telur adalah merangsang proses reproduksi dan proses ovulasi untuk pengaturan lama penyinaran atau penerangan diatur. Menurut Info Medion (2014) Hormone tersebut adalah hormone FSH dan LH. Prosesnya adalah cahaya diterima oleh hipotalamus, kemudian diteruskan ke hipofisa. Hipofisa memproduski FSH dan LH. Fungsi FSH adalah untuk mematangkan sel telur yang ada pada indung telur. Sedangkan LH fungsinya untuk menyegerakan sel telur tadi, supaya segera menuju ke saluran telur. Adanya commit to user commit to user
cahaya tidak hanya merangsang hipolatamus, tetapi juga kelenjar–kelenjar lain untuk memproduksi hormon yang diperlukan oleh ayam. Kelenjar paratiroid yang akan menghasilkan hormon paratiroid berfungsi untuk mengatur kadar mineral kalsium dan fosfor dalam darah, pengaruhnya pada tebal kerabang telur nantinya.
Program pencahayaan pada ayam layer dilakukan selama 16 jam, yaitu dengan menggunakan cahaya matahari selama 12 jam. Cahaya tambahan diberikan selama 4 jam dari pukul 18.00 sampai 22.00 menggunakan cahaya lampu. Tujuannya agar ayam melakukan aktivitas makan dari sisa pemberian pakan. Menurut Sudarmono (2003) mengemukakan bahwa saat ayam berumur 22 minggu, ayam memiliki potensi besar dalam peningkatan produksi, diusahakan dalam satu hari, ayam mendapatkan cahaya selama 12 – 13 jam.
C. Hen Day Average (HDA).
Perhitungan HDA digunakan untuk membandingkan produksi telur yang diperoleh pada hari itu dengan jumlah ayam yang hidup pada hari itu juga (Rasyaf, 2008). Menurut Syamsuharlin (2011) kenaikan produksi yang stabil dimulai umur 19-24 minggu dan mencapai titik puncak pada umur 25-34 minggu Penurunan produksi telur secara normal berkisar antara 0,4 - 0,5 persen per minggu. Ayam yang berumur 80 minggu, jumlah produksi telur telah berada dibawah angka 70 persen dan pada kondisi demikian bisa dikatakan ayam siap diafkir. Perhitungan HDA pada periode pemeliharaan bulan April 2019 dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. HDA di CV. Berkat Karya Gemilang Umur
(Minggu)
Jumlah Populasi
(Ekor)
Jumlah Telur (Butir)
HDA1 (%)
HDA2 (%)
26 3775 2243 59,41 94,00
41 3611 2961 81,99 93,00
58 3350 2780 82,98 87,00
75 6380 6380 81,47 76,00
Rata-rata 17116 3591 76,47 87,50
Sumber : (1) HDA CV. Berkat Karya Gemilang (2019) (2)Standar HDA Wonokoyo Jaya Corp commit to user commit to user
Perusahaan CV. Berkat Karya Gemilang memiliki HDA yaitu pada ayam umur yang berbeda beda dan kandang yan berbeda, dalam satu minggu dibawah standar dibandingkan dengan standar HDA Novogen Brown.
Rendahnya HDA yang ada di CV. Berkat Karya Gemilang disebabkan oleh kondisi ayam yang stress karena suhu lingkungan pada waktu pemberian pakan yang terlalu siang yaitu pukul 08.00 serta blower yang tidak bisa difungsikan, sehingga menyebabkan produksi tidak maksimal. Menurut Sagunya et al.
(2015) dalam Setiawan et al. (2017) ayam yang terkena cekaman panas akan memiliki efisiensi energi yang rendah karena untuk mengeluarkan panas dengan cara panting membutuhkan aktivitas otot yang tinggi sehingga kebutuhan energi juga akan naik. Kondisi tersebut akan berdampak negatif pada produktivitas ayam. Menurut Jahejo et al. (2016) dalam Setiawan et al.
(2017) Ayam yang terkena cekaman panas akan lebih banyak menggunakan energi untuk proses thermoregulasi sehingga energi yang digunakan untuk pertumbuhan semakin rendah. Maka sebaiknya pemberian pakan dilakukan lebih pagi yaitu sekitar pukul 06.00 dan blower pada kandang difungsikan sebagaimana mestinya.
D. Pakan Ayam Petelur Fase Layer.
Pakan adalah semua yang bisa dimakan oleh ternak dan tidak mengganggu kesehatannya. Menurut Hartanto (2008), pakan merupakan aspek yang penting karena 70 persen dari total biaya produksi adalah untuk pakan. Pakan merupakan sumber energi pertama dan sebagai pembangkit tenaga bagi ternak dan membantu pertumbuhan. Pakan juga merupakan biaya produksi yang paling besar yang dikeluarkan perusahaan. Produktivitas ternak dipengaruhi oleh pakan, manajemen dan pembibitan. Kandungan nutrisi pada pakan ynag rendah akan menyebabkan produksi rendah. Kandungan nutrisi yang diberikan sebaiknya sesuai dengan standar atau telah memenuhi persyaratan yang ada.
Pakan yang digunakan di CV. Berkat Karya Gemilang apat dilihat pada Gambar 5.
commit to user commit to user
Gambar 5. Pakan yang dikonsumsi ayam petelur fase Layer
Evaluasi pakan di perusahaan CV. Berkat Karya Gemilang, digunakan dibagi menjadi dua yaitu :
1. Konsumsi pakan
Menurut Fadillah (2004) tujuan utama pemberian ransum pada ayam petelur adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok dan pertumbuhan, dengan terpenuhinya kebutuhan tersebut diharapkan produksi telur ayam secara maksimum dapat terpenuhi. Rata – rata konsumsi pakan di CV.
Berkat Karya Gemilang periode April 2019 dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Rata – rata Konsumsi Pakan di CV. Berkat Karya Gemilang Umur
(minggu)
1Konsumsi (gram/ekor/hari)
2Konsumsi (gram/ekor/hari)
26 106,4 115
41 122,8 115
58 122,8 115
75 122,5 115
Rata – Rata 118,62 115
Sumber : 1 Data Sekunder CV. Berkat Karya Gemilang (2019)
2 Standar Konsumsi pakan Novogen Brown
Konsumsi pakan ayam petelur starin Novogen Brown di CV. Berkat Karya Gemilang lebih tinggi dibandingkan dengan standar konsumsi pakan novogen brown. Konsumsi pakan yang kurang sesuai standar disebabkan karena kondisi lingkungan yang terdapat lalat sehingga diduga lalat bertelur commit to user commit to user
di pakan yang disediakan di tempat pakan. Telur lalat akan termakan oleh ayam dan menyebabkan gangguan pencernaan yaitu berupa cacingan.
Menurut Tabbu (2006) dalam Ananda (2016), jika telur lalat berembrio dan ditelan oleh ayam, maka telur tersebut akan menetas di dalam proventrikulus dari hospes dan berkembang menjadi larva, larva tersebut akan tumbuh menjadi cacing dewasa didalam tubuh hospes, sehingga tumpukan feses dibawah kandang harus segera dimusnahkan.
2. Konversi pakan
Konversi pakan merupakan angka hasil perbandingan antara banyaknya pakan yang dikonsumsi dengan banyaknya produk yang dihasilkan.
Konversi pakan ayam fase Layer dihitung dari berat pakan yang dikonsumsi dengan HDA dikali dengan bobot telur yang dihasilkan. Konversi pakan dihitung untuk mengetahui banyaknya pakan yang diperlukan untuk menghasilkan satu kg produk telur Menurut Rasyaf (2001), nilai konversi pakan yang semakin kecil maka akan semakin baik, artinya ayam dapat menggunakan pakan dengan baik dan dapat menghasilkan produksi telur dengan baik. Perhitungan konversi pakan ayam fase layer menurut Afandi et al. (2016) yaitu :
Tabel perhitungan konversi pakan di CV. Berkat Karya Gemilang dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Perhitungan Konversi pakan di CV. Berkat Karya Gemilang Umur
(Minggu)
Rata-rata Konsumsi
Pakan (g/hari)
HDA (%)
Rata-rata Berat Telur (g/ekor/hari)
Konversi Pakan 1
Konversi Pakan 2
26 106,4 59,41 54,95 3,50 3,30
41 122,8 81,99 62,05 2,30 2,30
58 122,8 81,47 63,92 2,30 2,15
75 122,5 82,98 61,63 2,30 2,15
Rata-Rata 118,62 76,47 60,63 2,60 2.48
Sumber : (1) Konversi pakan di CV. Berkat Karya Gemilang (2) Standar Konversi pakan Novogen Brown
Konversi pakan = Jumlah Konsumsi Pakan (g) HDA (%) x Bobot Telur (g)
commit to user commit to user
Konversi pakan dapat dihitung dengan konsumsi pakan dibagi dengan berat telur dikali HDA. Konversi pakan yang diperoleh dalam satu minggu masa pengamatan di CV. Berkat Karya Gemilang menunjukan bahwa konversi pakan lebih tinggi dari standar, hal ini dipengaruhi oleh jumlah konsumsi pakan yang lebih tinggi. Faktor sumber daya pekerja juga menjadi faktor tingginya konversi pakan karena, dalam pemberian pakan terkadang pakan tercecer. Hal tersebut tidak sesuai dengan pendapat Menurut Rasyaf (2001), yang mengemukakan bahwa konversi ayam lebih rendah artinya lebih baik. Konversi pakan nantinya berpengaruh terhadap efisiensi usaha karena pengeluaran untuk pakan akan sesuai dengan pendapatan.
E. Kesehatan Ayam petelur fase Layer
Usaha Pencegahan terhadap penyakit di CV. Berkat Karya Gemilang meliputi pemeriksaan kondisi ayam, penguburan ayam yang mati, Sanitasi, Vaksinasi dan pemberian vitamin secara terprogram. Kegiatan rutin yang dilakukan meliputi :
1. Program Desinfeksi
Desinfeksi adalah penghancuran atau membunuh mikroorganisme patogen penyebab penyakit dengan bahan kimia atau secara fisik pada lingkungan, kandang dan peralatanya. Desinfeksi yang dilakukan di CV.
Berkat Karya Gemilang dilakukan dua kali dalam satu minggu dengan cara menyemprot lingkungan kandang serta dengan menggunakan air dicampur dengan desinfektan dengan menggunakan alat diesel yang dismbungkan dengan selang dan disemprotkan menggunakan spray oleh pegawai kandang di bagian kandang battery, dinding dan lantai kandang. Desinfektan yang digunakan yaitu Benzalkonium Cloride 50% (BKC) dengan dosis 5ml/1 liter air. Larutan BKC dicampurkan dengan air bersih. Desinfeksi bertujuan untuk menghindari atau memutus rantai bibit penyakit di sekitar area kandang. Kegiatan desinfeksi yang dilakukan di CV. Berkat Karya Gemilang dapat dilihat pada Gambar 6.
commit to user commit to user
Gambar 6. Kegiatan Desinfeksi di CV. Berkat Karya Gemilang 2. Vaksinasi
Vaksinasi dilakukan dengan tujuan memberikan kekebalan pada tubuh ayam yang divaksinasi dan serangan penyakit. Usaha pencegahan penyakit ayam melalui program vaksinasi mendapat perhatian yang sangat penting di CV. Berkat Karya Gemilang karena kelengahan pelaksanaan vaksinasi dapat berakibat fatal, yaitu ayam terserang penyakit tertentu yang sulit untuk diatasi. Teknik vaksinasi dibagi menjadi dua yaitu vaksinasi masal adalah vaksin yang diberikan melalui air minum sedangkan vaksin individual dengan cara suntikan. Kegiatan vaksin dilakukan dua tenaga kerja disetiap pelaksanaanya untuk mempermudah posisi kaki ayam agar di tembus mengunakan jarum injeksi. Program vaksinasi yang dilaksanakan di CV.
Berkat Karya Gemilang dapat dilihat pada Tabel 6
Tabel 6. Program Vaksinasi CV. Berkat Karya Gemilang Umur
(Minggu)
Vaksin Aplikasi Dosis
26 AI IM 0,2-0,5ml/ekor
35 ND IM 0,2-0,5ml/ekor
38 AI IM 0,2-0,5ml/ekor
45 ND IM 0,2-0,5ml/ekor
52 ND IM 0,2-0,5ml/ekor
55 69
AI ND
IM IM
0,2-0,5ml/ekor 0,2-0,5ml/ekor
77 ND IM 0,2-0,5ml/ekor
Sumber : Data sekunder perusahaan (2019) Keterangan : AI : Avian influenza
ND : Newcastle disease IM : Injeksi Intremuscular
commit to user commit to user
Kegiatan vaksinasi dilaksanakan dengan berbagai persyaratan yaitu seperti ayam yang akan divaksin harus dalam keadaan sehat, untuk vaksin melalui air minum ayam harus dipuasakan selama 3-4 jam, vaksin harus terhindar dari paparan sinar matahari langsung, vaksin yang diberikan harus habis paling lambat dalam waktu 4 jam. Pelaksanaan vaksin AI dan ND dilakukan rutin setiap 8 minggu sekali atau dua bulan. Kegiatan vaksinasi yang dilakukan di CV. Berkat Karya Gemilang dapat dilihat pada gambar 7.
Gambar 7. Kegiatan Vaksinasi 3. Obat dan Vitamin
Vitamin adalah substansi aktif dan sangat dibutuhkan ayam. Kandungan vitamin sangat dibutuhkan untuk mencapai kesehatan yang optimal, sama halnya dengan fungsi fisiologis normal seperti tumbuh, berkembang, mempertahankan hidup dan bereproduksi. Kebanyakan vitamin tidak bisa dibentuk secara alamiah oleh unggas menurut Setiyawan (2013) pengobatan diberikan saat ayam terindikasi ciri ciri suatu penyakit, selain itu berbagai pencegahan juga dilakukan seperti pemberian obat cacing dan nutrisi untuk pencernaan. Pemberian obat dan vitamin di CV. Berkat Karya Gemilang bersifat kondisonal sesuai dengan kebutuhan. Pemberian Vitamin dilakukan setelah ayam di Vaksin atau saat kondisi tubuh ayam sedang menurun.
Berikut vitamin dan penggunaan yang di aplikasikan di CV. Berkat Karya Gemilang pada Tabel 7 commit to user commit to user
.
Tabel 7. Obat dan Vitamin di CV. Berkat Karya Gemilang
Nama Obat dan Vitamin Aplikasi Dosis
Bloom and Grow Digunakan setelah vaksin atau saat cuaca ekstrim.
1 gram/2lt air
PureCid Digunakan satu minggu
sekali sebagai antibakteri.
1 lt/1000lt air Entrocolin Digunakan satu bulan sekali
selama 5 hari sebagai
antibiotik 1 gram/2lt air
Liptosafe Trimetogrin
Nycosol
Digunakan satu bulan sekali untk pencernaan
Antisipasi adanya CRD, diberikan saat terindikasi terkena CRD.
Diberikan dua bulan sekali, sebagai anthelmintic pemberian diulang selama 10 hari setelah pemberian
pertama.
1 gram/2lt air 1 gram/2lt air
5gram/1000kg pakan
Sumber: Wawancara langsung CV. Berkat Karya Gemilang (2019)
F. Manajemen Pemeliharaan Ayam Petelur Fase Layer
Tujuan pemeliharaan periode layer adalah diharapkan ayam mampu memproduksi telur semaksimal mungkin. Menurut pendapat Malik dan Rahmawati (2006), keberhasilan usaha peternakan ditentukan oleh tiga faktor yaitu bibit, pakan dan manajemen pemeliharaan. Ketiga faktor tersebut merupakan satu kesatuan yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan usaha peternakan unggas, dimana masing-masing faktor berperan sebesar 20 persen bibit, 30 persen pakan dan manajemen sebesar 50 persen.Keberhasilan usaha peternakan ayam sangat tergantung dari bagaimana pelaksanaan pemeliharaan yang tepat dan cermat. Rangkaian kegiatan pemeliharaan ayam dapat dilihat pada (Lampiran 1). Umur ayam yang ideal bertelur adalah 20 minggu dan akan mencapai puncak produksi pada umur 29-32 minggu, didalam manajemen pemeliharaan periode layer perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Pemilihan Bibit dan Seleksi
Perusahaan ayam petelur CV. Berkat Karya Gemilang memelihara ayam petelur dengan strain Novogen Brown yang berasal dari perusahaan commit to user commit to user
bereeding PT. Wonokoyo Jaya Corps Jawa Timur. Ayam petelur strain Novogen Brown yang memiliki produksi telur relatif lama yaitu bertelur dari umur 22-114 minggu, serta mudah beradaptasi dengan lingkungan.
Strain ini merupakan tipe ayam petelur dwiguna dengan warna bulu cokelat.
Produksi telur antara 384-352 butir per tahun. Telur pertama dihasilkan pada umur 5 bulan. Produksi telur tahun pertama biasanya sangat tinggi dan tahun tahun berikutnya akan menurun.
Persiapan yang dilakukan pada saat Day Old Chick (DOC) datang adalah memeriksa keadaan DOC secara keseluruhan. Seleksi dilakukan setelah bibit atau DOC masuk ke kandang starter. Seleksi yang dilakukan adalah dengan memisahkan ayam yang sakit atau cacat dari ayam yang sehat. Proses seleksi bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja dan biaya. Seleksi juga dilakukan pada ayam yang sakit dan afkir. Menurut pendapat Malik dan Rahmawati (2006) masing-masing ayam mendapat perlakuan dengan target menjelang produksi mendapat bobot badan yang seragam, sehingga ayam dapat berproduksi secara bersamaan dan puncak produksi dapat dicapai lebih awal dan lebih tinggi.
2. Pemberian pakan
Pemberian pakan di CV. Berkat Karya Gemilang dilakukan dua kali yaitu pukul 08.00 dan 13.00 WIB. Biasanya pakan telah di siapkan di kandang pada hari sebelumnya jadi saat pagi hari karyawan tinggal melakukan distribusi ke tempat pakan pakan. Menurut Sudarmono (2003) frekuensi pemberian pakan dua kali sehari ini lebih menguntungkan daripada diberikan langsung satu kali, hal ini mengurangi pemborsan pakan yang tercecer. pakan di ratakan menggunakan spatel dari kayu supaya pakan terdistribusi dengan rata dana adil. Pakan yang diberikan merupakan campuran dari bahan pakan yang berasal dari PT.Wonokoyo Jaya Corporindo. Ayam fase layer membutuhkan protein tinggi. Kandungan nutrien pakan ayam layer dapat dilihat pada Tabel 8.
commit to user commit to user
Tabel 8. Kandungan Nutrien Konsentrat Pakan Ayam Layer
Kandungan Nutrien Jumlah
ME, Kkal/kg 2750-285
Protein Kasar, % 18 -18,5
Lemak Kasar, % 4,-5
Serat Kasar, % 3,5-5
Kalsium, % Phospor, %
3,8-3,9 0,43-0,48
Sumber : CV. Berkat Karya Gemilang
Tabel 8 dapat dilihat bahwa kandungan nutrien yang digunakan di CV.
Berkat Karya Gemilang sudah sesuai dengan standar kebutuhan nutrien menurut panduan pemeliharaan Novogen Brown Wonokoyo Jaya Corp yaitu kandungan energi 2750-2850 Kkal/kg selisih 50 dengan standar 2900 Kkal/kg, kandungan protein 18-18,5 persen sesuai dengan standar 17,50 - 18,50 persen, kandungan lemak kasar 4 – 5 persen sesuai dengan standar 4 -5 persen, kandungan serat kasar 3 – 5 persen sesuai dengan standar 3,5 – 5 persen, kandungan kasium 3,8 - 3,9 persen sesuai dengan standar 3,5-5,0 persen, dan phospor yang digunakan sesuai standar yaitu 0,43 - 0,48 persen.
3. Pemberian Air Minum
Pemberian air minum di CV. Berkat Karya Gemilang dilakukan secara ad libitum diberikan melalui pipa yang terletak di bagian depan kandang battery dan diujung terdapat kran untuk menyalurkan sumber air dan dinyalakan setiap air hampir habis, fungsi air minum sangat penting yaitu untuk memenuhi keperluan seluruh aktivitas tubuh, efisiensi penggunaan pakan dan untuk produksi. Menurut Sudarmono (2003) setiap butir telur yang dihasilkan dua pertiga bagian atau 35 gram berupa air. Kekurangan air menyebabkan penurunan yang nyata dalam efisiensi penggunaan pakan dan penurunan yang sebanding dengan laju pertumbuhan. Pembatasan air dapat menyebabkan produksi telur dengan kulit telur tipis, diikuti produksi beberapa telur tanpa kulit.
4. Pengambilan telur
Pengambilan telur di CV. Berkat Karya Gemilang dilakukan dua kali sehari yaitu pagi pukul 10.00 WIB dan siang hari pukul 13.00 WIB. commit to user commit to user
Pengambilan telur dilakukan oleh petugas kandang dengan menggunakan egg tray. Tahapan selanjutnya setelah telur terkumpul pada egg tray maka dilakukan seleksi kasar di kandang. Telur yang retak, pecah ataupun kotor karena terkena eskreta dipisahkan, telur yang berkerabang tipis dan berwarna agak putih juga dipisahkan. Pengangkutan telur dilakukan secara kolektif menggunakan mobil bak terbuka, pengambilan dilakukan dua kali sehari yaitu pukul 11.00 WIB dan 15.00 WIB. Telur yang diangkut ke gudang dilakukan penimbangan dan seleksi kembali.
5. Seleksi telur
Seleksi telur dibagi menjadi dua tahapan, seleksi pertama dilakukan di kandang dengan metode memisahkan telur dengan kualitas baik, telur yang baik yaitu berwarna seragam, tidak retak, tidak pecah dan tidak kotor. Telur yang kerabangnya berwarna putih dipisahkan dengan telur yang kotor terkena bercak eskreta dan telur yang pecah.
Seleksi kedua dilakukan di gudang telur, telur ditata pada egg tray disusun vertikal sepuluh egg tray setelah melalui seleksi, telur ditimbang 15kg per ikat dan diseleksi ulang. Tahapan akhir disimpan di gudang telur sistem pengambilan telur menggunakan metode First in First out.
Telur biasanya dipasarkan dalam kuantitas yang besar untuk telur dengan kualitas baik. Setiap satu minggu tiga kali pembeli dari Jakarta mengangkut telur menggunakan truk dengan muatan satu ton telur. Telur di CV. Berkat Karya Gemilang dibagi menjadi empat grade yaitu telur kualitas nomor satu yang dipasarkan di Jakarta dengan warna yang seragam bersih dan utuh, telur kualitas nomor dua dipasarkan ke toko roti luwes dengan ciri telur yang utuh namun kerabangnya berwarna agak putih, telur kualitas nomor tiga yaitu telur yang retak dan pecah dipasarkan masyarakat sekitar atau pekerja.
G. Deplesi Ayam Petelur Fase Layer.
Tolok ukur keberhasilan suatu peternakan dapat dilihat dari dua hal yaitu kematian dan afkir ayam (Culling). Kematian disebabkan oleh faktor penyakit
Deplesi = Jumlah ayam mati +Culling x 100%
Populasi Awal commit to user commit to user
atau yang lainnya. Angka deplesi di CV. Berkat Karya Gemilang selama periode April 2019 dalam batas kewajaran, mortalitas dapat dihitung dengan rumus:
Total ayam yang mati dibagi dengan jumlah ayam yang masuk dikalikan 100% maka akan ditemukan presentase ayam yang mati di dalam kandang.
Tabel perhitungan jumlah mortalitas ayam dapat dilihat pada Tabel 9:
Tabel 9. Deplesi Ayam Petelur Fase Layer di CV. Berkat Karya Gemilang No
Kandang Keterangan
Umur Ayam (Minggu)
Populasi Awal
Populasi Akhir
Deplesi Standar
(%) Actual (%)
3 - 24-76 1892 1656 0,6 0,01
4 - 24-76 1435 1350 0,6 0,02
5 - 20-59 1896 1682 0,6 0,01
6 - 24-76 1869 1658 0,6 0,01
7 - 20-60 1920 1667 0,6 0,01
8 Periode 1 86-91 1561 1533 7,1 0,02
Periode 2 20-42 1916 1805 0,6 0,06
9 - 24-76 1904 1713 0,6 0,10
10 Periode 1 86-93 1625 1591 7,1 0,12
Periode 2 20-42 1919 1806 0,6 0,10
11 Periode 1 86-111 1633 1483 7,1 0,09
Periode 2 20-27 1915 1893 0,6 0,01
12 Periode 1 86-102 1563 1478 7,1 0,05
Periode 2 20-27 1902 1882 0,6 0,04
Sumber : Data Primer yang diolah (2019)
Tingkat deplesi di CV. Berkat Karya Gemilang dalam tingkat wajar, namun pada kandang sembilan, sepuluh dan sebelas memiliki anhgka deplesi lebih dari 0,5% hal ini disebabkan karena umur ayam yang sudah sangat tua dan banyak yang di Culling dan kematian. Menurut Rasyaf (1989) mengatakan bahwa nilai mortalitas di Indonesia pada masa bertelur antara 0,03% hingga 0,5% per bulan.
Tingkat mortalitas yang wajar ini disebabkan karena sistem pemeliharaan khususnya kebersihan dan kesehatan sudah baik dan memenuhi syarat.
H. Analisis Produksi Ayam Petelur Selama Satu Tahun.
Analisis produksi dilakukan untuk mengetahui produksi ayam petelur apakah dalam satu tahun pengeluaran dan pemasukannya telah balance, data commit to user commit to user
yang diperlukan yaitu biaya produksi dan penyusutan selama satu tahun serta penerimaan selama satu tahun. Biaya produksi menurut Harih (2010).
Perhitungan Analisis dimuali dengan menghitung biaya investasi sebagai berikut :
1. Asumsi Kebutuhan Biaya.
a. Tanah
Tanah yang digunakan untuk membangun area kandang dan perkantoran CV. Berkat Karya Gemilang seluas 5 hektar dengan harga per meter Rp180.000;
b. Bangunan kandang
Bangunan kandang terbuat dari kayu dana tap asbes dengan panjang kandang 500 meter dan lebar 6 meter sejumlah 10 kandang dengan asumsi harga bahan per kandang yaitu Rp70.000.000;
c. Kandang battery
Kandang battery yang digunakan di CV. Berkat Karya Gemilang sejumlah 850 kerangka kotak dalam satu kandang dengan asumsi Rp50.000; per kerangka battery.
d. Peralatan kandang
Peralatan yang digunakan untuk menunjang kegiatan pemeliharaan di CV. Berkat Karya Gemilang yaitu paralon PVC dengan harga Rp8000; per meter. Egg tray yang digunakan yaitu eggtray kapasitas 30 butir telur dengan harga satuan Rp9000; Sapu lidi dengan harga satuan Rp3000; ember plastik hitam bulat dengan harga satuan Rp25.000;
Selang, dengan harga Rp5000 per meter.
e. Bibit ayam
Ayam dibeli dalam kondisi DOC dengan harga Rp8000/ekor ayam.yang berasal dari PT Wonokoyo Jaya Corporindo.
f. Gaji Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang ada di CV. Berkat Karya Gemilang sejumlah 31 orang dengan sistem gaji per bulan, tenaga kerja dibagi menjadi : kepala bagian umum sejumlah satu orang dengan Gaji sejumlah Rp5.100.00. commit to user commit to user
Kepala bagian produksi sejumlah satu orang dengan gaji Rp4.100.000;
Manajer Farm Rp3.100.000; Admin farm sejumlah satu orang dengan gaji Rp2.600.000; dan anak kandang sebanyak 27 orang dengn gaji Rp.1.200.000 per orang.
g. Rekening listrik
Kebutuhan untuk pajak listrik perbulan sejumlah Rp2.500.000; yang digunakan untuk kebutuhan penerangan lampu serta keperluan lain yang memerlukan sumber listrik.
h. Pajak
Perusahaan CV. Berkat karya gemilang juga harus melakukan kewajiban dengan membayarkan pajak bumi dan bangunan setiap satu bulan dengan biaya sebesar Rp420.000;.
i. Rekening PDAM
Sistem perairan menggunakan air dari PDAM dan dengan tanggungan harus membayar biaya Rp366.000 selama satu bulan pemakaian.
j. Bahan bakar kendaraan perusahaan
Inventaris perusahaan berupa mobil bak terbuka yang setiap harinya digunakan untuk mengangkut telur dari kandang menuju ke gudang telur dengan anggaran biaya bensin Rp9000 per hari.
k. Pakan
Total konsumsi selama satu tahun pemeliharaan ayam petelur yaitu sejumlah 588.507,50 Kg. Harga pakan per karung sejumlah Rp300.000 dengan berat 50kg per karung.
l. Obat dan Vitamin
Obat dan vitamin yang digunakan yaitu Bloom and Grow (100 gram) harga satuan Rp8.500 total pemakaian 60 kemasan selama satu tahun, Pure Chid (1 liter) dengan harga Rp125.000 per botol total pemakaian dalam satu tahun yaitu 12 botol, Entrocolin (500 gram) dengan harga Rp60.000; per kemasan dengan jumalah kemasan 12 Pcs, Liptosafe harga satuan berjumlah Rp245.000; dengan total penggunaan 12 botol, commit to user commit to user
Nycosol Rp21.500 per buah dengan total penggunaan 12 pcs obat obatan tersebut ditotal keseluruhan sejumlah Rp12.408.000 yang harus dikeluarkan perusahaan selama satu tahum.
m. Vaksin
Perusahaan melakukan vakasin AI dengan harga per botol Rp220.375; sejumlah 120 botol dalam satu tahun pemeliharaan. Vaksin ND dengan harga Rp65.000 per botol dan menghabiskan 120 botol dalam satu tahun sehingga total biaya vaksin sejumlah Rp34.245.000;.
n. Desinfektan
Desinfektan yang digunakan yaitu Benzolclorium Cloride dengan harga satu jrigen ukuran 3 liter seharga Rp9000; jumlah desinfektan selama satu tahun produksi yaitu 120 jrigen dengan biaya total desinfektan sebesar Rp450.000;
2. Biaya investasi
Biaya investasi merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membiayai input fisik yang tidak habis dalam satu tahun atau biaya untuk mendirikan usaha ini. Biaya investasi CV. Berkat Karya Gemilang dilihat Tabel 10.
commit to user commit to user
Tabel 10 Modal usaha di CV. Berkat Karya Gemilang Keterangan Umur
Ekonomis (Tahun)
Harga Awal (Rp)
Harga Akhir (Rp)
Penyusutan (Rp) (1 tahun) Tanah
(5 Hektar)
- 900.000.000 - -
Bangunan kandang (6 x 500 meter)
15 700.000.000 500.000.000 13.000.000
Kandang battery (8500 buah)
15 425.000.000 325.000.000 6.600.000
Paralon PVC (3000 meter)
10 24.000.000 15.000.000 900.000
Mobil Grand Max (1)
10 90.000.000 50.000.000 4.000.000
Bangunan gudang pakan & kantor
20 80.000.000 50.000.000 29.000.000
Bangunan gudang telur
20 25.000.000 15.000.000 500.000
Egg Tray (1000 buah)
10 9.000.000 3.000.000 600.000
Diesel Yanmar E40- STM (1 buah)
10 5.600.000 3.000.000 260.000
Spray Desinfektan (1 buah)
8 500.000 200.000 37.500
Sapu lidi (12 buah) 5 36.000 8000 5.600
Ember (20 buah) 5 500.000 20.000 96.000
Timbangan Telur digital ( Kapasitas 150kg)
8 1.500.000 800.000 140.000
Selang (50 meter) 5 250.000 100.000 30.000
Total 2.261.386.000 55.169.100
Sumber : Data primer yang diolah (2019)
Tabel 10 merupakan total modal CV. Berkat Karya Gemilang sejumlah Rp 2.261.386.000; dengan perhitungan penyusutan dihitung dengan menggunakan rumus jumlah modal awal dikurang harga akhir dibagi umur ekonomis yaitu sejumlah Rp. 55.169.100; dalam satu tahun.
commit to user commit to user
3. Biaya Tetap
Biaya tetap yaitu hiaya yang tidak dipengaruhi oleh biaya produksi yang dihasilkan. Biaya tetap yang dikeluarkan selama satu tahun di CV.
Berkat Karya Gemilang dapat dilihat pada Tabel 11.
Tabel 11. Biaya Tetap CV Berkat Karya Gemilang satu tahun
Komponen Biaya Jumlah (Rp)
Tenaga Kerja :
a. Kepala bagian umum (1) b. Kepala bagian produksi (1) c. Manager Farm (1)
d. Admin Farm (1) e. Anak kandang (27)
61.200.000 49.200.000 37.200.000 31.200.000 388.800.000
Rekening listrik 30.000.000
Pajak 5.040.000
Rekening PDAM 4.392.000
BBM Kendaraan perusahaan 3.240.000
Total 610.272.000
Sumber : Data primer CV. Berkat Karya Gemilang (2019)
Biaya tetap yang dikeluarkan CV. Berkat Karya Gemilang selama satu tahun yaitu Rp. 610.272.000;
4. Biaya Variabel
Biaya Variabel merupakan biaya yang besar kecilnya dipengaruhi oleh produksi yang dihasilkan Biaya variabel yang ada di CV. Berkat Karya Gemilang selama satu tahun dapat dilihat pada Tabel 12.
Tabel 12. Biaya Variabel CV. Berkat Karya Gemilang.
Item Jumlah (Rp)
Pakan 3.531.000.000;
Obat & Vitamin 12.408.000;
Vaksin 34.245.000;
Desinfektan 450.000;
Total 3.578.103.000;
Sumber : Data Primer CV. Berkat Karya Gemilang (2019)
5. Penerimaan usaha (Benefit)
Penerimaan atau benefit merupakan pendapatan kotor yang diterima peternak sebelum dipotong biaya-biaya yang dikeluarkan. Penerimaan peternak dari usaha ayam petelur bersumber dari penjualan telur yang terdiri dari 4 jenis yaitu Grade A, Grade B, telur Retak dan Telur yang pecah, commit to user commit to user
penjualan ayam afkir dan penjualan feces (kotoran ayam) dengan rincian sebagai berikut :
1. Telur Total telur dalam satu tahun 337.556,60 kg rincian dapat dilihat pada (lampiran 2).
- Grade A (1 ton x 144 kali angkut) - Grade B
- Retak - Pecah
144.000kg x Rp. 22000 = Rp.3.168.000.000
57.941 kg x Rp.19.500 = Rp1.129.849.500 21.000 kg x Rp. 18.000 = Rp 378.000.000 8.240 kg x Rp. 9000 = Rp 74.167.000 Total
2. Ayam Afkir
Rp4.759.016.000 6085 ekor x Rp.20.500 = Rp 124.742.500 3. Penjualan Feces 8460 karung x Rp 1.500 = Rp 12.690.000 Total Penerimaan Rp4.887.448.500 Rata-rata penerimaan peternak dari peternakan ayam petelur adalah sebesar Rp. 4.887.448.500,- penerimaan dapat dilihat pada Tabel 13.
Tabel 13 Penerimaan CV. Berkat Karya Gemilang
No Keterangan Jumlah (Rp)
1 Penjualan telur 4.759.016.000
2 Penjualan Ayam Afkir 124.742.500
3 Penjualan Kotoran Ayam 12.690.000
Total 4.887.448.500
Sumber : Data Primer yang diolah (2019)
6. Analisa pendapatan
Pendapatan peternak merupakan selisih penerimaan yang diperoleh dari usaha ternak ayam petelur dengan biaya-biaya yang dikeluarkan peternak.
Berdasarkan biaya total (dengan memperhitungkan semua biaya), pendapatan perusahaan satu tahun yaitu bulan April 2018-2019, adalah Rp.
489.903.900; Penjualan telur, ayam afkir dan kotoran ayam keseluruhan di CV. Berkat Karya Gemilang adalah sebesar Rp.4.887.448.000; keuntungan bersih didapat setelah total penerimaan yaitu Rp. 489.903.900 diperoleh dari total penerimaan dikurangi total biaya maka diperoleh pendapatan bersih atau disebut juga keuntungan. Tabel perhitungan pendapatan dapat dilihat pada Tabel 14.
+
+
commit to user commit to user
Tabel 14. Pendapatan bersih CV. Berkat Karya Gemilang
Uraian Jumlah (Rp)
Penerimaan : Penjualan telur
Penjualan Ayam Afkir
4.759.016.000 124.742.500 Penjualan Feces 12.690.000 + Total Penerimaan 4.887.448.000 Biaya :
Biaya Tetap 610.272.000
Biaya Variabel Pembelian bibit Biaya Penyusutan
3.578.103.000 136.000.000 55.169.100 +
Total Biaya 4.397.544.100 - Pendapatan Bersih 489.903.900
Sumber : Data Primer
7. BEP.
Perhitungan BEP merupakan suatu titik impas dimana suatu usaha dijalankan. Titik impas CV. Berkat Karya Gemilang dapat dihitiung dengan rumus : a. BEP harga
= total biaya produksi : jumlah produksi (kg)
= Rp. 4.397.544.100 : 231.181 kg
= Rp.19.100;/Kg
Berdasarkan perhitungan BEP unit diatas artinya, titik balik modal akan tercapai ketika telur ayam Ras petelur dijual dengan harga Rp.19.100;/kg.
b.BEP Volume
=Biaya total : Harga Jual/kg
= Rp.4.153.962.292: Rp. 19.100;
= 231.181 kg
Berdasarkan perhitungan diatas dengan harga jual telur Rp.19.100;/kg, maka titik balik modal akan tercapai jika jumlah telur ayam yang dijual dalam satu bulan sejumlah 231.181 kg..
8. BCR.
Perhitungan BCR adalah suatu perbandingan antara total penerimaan dengan total biaya atau merupakan hasil perbandingan antara nilai total benefit dengan total biaya sebagai indikator bisa diterima atau tidaknya commit to user commit to user
investasi yang dijalankan dalam perusahaan, jika BCR>1 maka nilai investasi dijalankan menguntungkan perusahaan.
BCR = Total benefit Total Cost = 4.887.448.000 4.397.544.100
= 1,1
Hasil perhitungan BCR dapat diketahui bahwa CV. Berkat Karya Gemilang bergerak pada bidang usaha peternakan ayam ras petelur diperoleh nilai BCR 1,1 maka usaha tersebut bisa dikatakan layak untuk dijalankan dan menguntungkan sesuai dengan pendapat Husnan dan suwarsono (2005) BCR menggambarkan keuntungan apabila memiliki nilai lebih dari 1, apabila BCR = 1 maka usaha tersebut tidak menghasilkan keuntungan atau kerugian sedangkan nilai dibawah 1 menggambarkan usaha mengalami kerugian.
9. PPC.
Analisis PPC dihitung dengan cara menghitung waktu yang diperlukan pada saat total arus kas masuk sama dengan total arus kas keluar.
Perhitungan PPC di CV. Berkat Karya Gemilang sebagai berikut : PP = 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑡𝑎𝑠𝑖
𝐾𝑒𝑢𝑛𝑡𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛 x 1 tahun
= Rp.2.261.386.000 x 1 Tahun Rp. 489.903.900
= 4,6 tahun
Berdasarkan perhitungan diatas diperoleh waktu pengembalian 4 tahun 6 bulan, hal ini menunjukan bahwa usaha tersebut layak dijalankan apabila telah melalui kurang lebih 2 periode.
commit to user commit to user