5.1. Kesimpulan
Dari hasil pengambilan keputusan dengan menggunakan metode Kepner Tregoe, khususnya Analisa Keputusan, diperoleh solusi penyelesaian yaitu Alternatif II. Melalui adanya Alternatif II ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi perusahaan dalam mengatasi permasalahan yang timbul pada bagian Sub Kontrak.
Sedangkan dari kuesioner yang telah dibagikan kepada pihak Sub Kontrak besar maupun kecil, diperoleh informasi mengenai keadaan di Sub Kontrak sebagai berikut :
1. Sub Kontrak besar
• General Information
Pada umumnya Sub Kontrak Besar memiliki jumlah tenaga kerja ≥ 50 orang dan telah menjalin kerjasama dengan perusahaan selama lebih dari 5 tahun.
Lokasinya tersebar di berbagai daerah seperti Sidoarjo, Gresik, Mojokerto dan Pacet dengan bidang keahlian frame rotan dan anyam keranjang.
• Fasilitas
Dalam hal fasilitas tempat kerja, sebanyak 80% dari jumlah sampel memiliki tempat kerja berupa bengkel sendiri. Adanya 20% yang tempat kerjanya di rumah penduduk, berhubungan dengan keahlian yang dimiliki oleh Sub Kontrak tersebut yaitu ahli dalam anyam keranjang. Sedangkan Sub Kontrak dengan keahlian membuat frame, semuanya memiliki peralatan yang lengkap meliputi steam, moulding, bor/prostack, sanding hingga gergaji dorong.
Untuk fasilitas gudang, 80% dari sampel Sub Kontrak besar memiliki gudang untuk menyimpan bahan baku maupun barang jadi. Sisanya sebanyak 20%, bahan baku maupun barang jadi diletakkan di bengkel kerja.
Seluruh sampel Sub Kontrak besar memiliki alat transportasi sendiri, yaitu 67% berupa pick up dan 33% berupa truck.
• Lingkungan
Sebagian besar lokasi Sub Kontrak berada di pedesaan dengan penduduk di
sekitarnya yang kebanyakan memiliki mata pencaharian sebagai petani dan pengrajin. Sekitar 20% dari jumlah sampel menyatakan ada faktor yang dapat menghambat kinerja Sub Kontrak sebagai akibat dari jenis mata pencaharian penduduk tersebut. Hal ini terjadi apabila tenaga kerja di Sub Kontrak juga memiliki pekerjaan sebagai petani, sehingga pada saat musim panen akan mengurangi jumlah tenaga kerja yang berpengaruh pada kapasitas produksinya.
• Pengiriman
Pengiriman barang selalu dilakukan sendiri oleh pihak Sub Kontrak karena mereka memiliki alat transportasi sendiri. Namun keamanan selama pengambilan bahan baku tidak selalu dialami (sebanyak 40%) sehubungan dengan lokasi sampel Sub Kontrak besar yang berada cukup jauh dari perusahaan. Bahkan ada yang berada di luar kota (daerah Pacet dan Malang) hingga mengakibatkan jarak tempuh yang cukup jauh dan harus melewati beberapa pos polisi. Pengiriman barang jadi juga menemui hambatan (sebanyak 20%) yang menyangkut keterbatasan kapasitas alat transportasi.
• Metode Kerja
Sistem perekrutan tenaga kerja tidak tetap yang dilakukan oleh Sub Kontrak, sebagian besar (sebanyak 60%) menggunakan tenaga kerja lepas yang ada di sekitar lokasi Sub Kontrak. Sisanya masing-masing sebesar 20% perekrutan dilakukan melalui agen/makelar dan karyawan datang melamar sendiri.
Sistem penggajian yang diberikan oleh Sub Kontrak besar kepada tenaga kerja tetapnya, semuanya menggunakan sistem pembayaran per periode (harian/mingguan/bulanan). Sedangkan bagi tenaga kerja tidak tetapnya, Sub Kontrak besar juga cukup berani memberikan pembayaran secara periodik, yaitu sebanyak 40% dari jumlah sampel.
Dalam memenuhi order yang diterima oleh perusahaan, sebanyak 40% dari jumlah sampel dikerjakan sendiri oleh Sub Kontrak. Sedangkan yang diserahkan kepada pihak lain, sebanyak 20% hanya diserahkan sebagian pengerjaannya dan 40% diserahkan semua pengerjaannya.
2. Sub kontrak kecil
• General Information
Sub Kontrak kecil memiliki jumlah tenaga kerja < 50 orang. Umumnya menjalin kerjasama dengan perusahaan dalam waktu kurang dari 5 tahun, bahkan ada yang baru dalam hitungan bulan. Lokasinya juga hampir sama dengan Sub Kontrak besar yang tersebar di daerah Sidoarjo dan Gresik dengan bidang keahlian terbanyak membuat frame rotan.
• Fasilitas
Untuk fasilitas dalam hal tempat kerja, semua sampel Sub Kontrak kecil tidak memiliki bengkel khusus yang digunakan sebagai tempat kerja. Pekerjaan dilakukan di rumah sendiri dalam arti sebagian dari rumahnya diubah sebagai tempat kerja.
Sub Kontrak kecil juga tidak memiliki fasilitas gudang penyimpanan bahan baku maupun barang jadi. Hal ini berhubungan dengan jenis tempat kerja yang berupa rumah sendiri. Sehingga setiap kali selesai melakukan pekerjaan kemudian segera dikirimkan kepada perusahaan, atau ditumpuk di tempat seadanya yang tersedia di tempat kerjanya.
Dalam hal transportasi, hanya 80% dari jumlah sampel yang memiliki alat transportasi sendiri.
• Lingkungan
Lokasi Sub Kontrak kecil berada di pedesaan dengan penduduk sekitarnya yang kebanyakan memiliki mata pencaharian sebagai petani dan pengrajin.
Namun tidak ada faktor yang berpengaruh pada kinerja Sub Kontrak kecil.
• Pengiriman
Untuk Sub Kontrak kecil yang tidak memiliki alat transportasi sendiri, pengiriman barang maupun pengambilan bahan baku dilakukan dengan menyewa kendaraan. Sedangkan dalam faktor keamanan selama perjalanan, Sub Kontrak kecil tidak pernah mengalami permasalahan selama melakukan pengambilan bahan baku maupun pengiriman barang jadi. Hal ini dikarenakan lokasi yang tidak terlalu jauh dari perusahaan dan tidak selalu melewati jalan besar, dapat melalui jalan-jalan kecil.
• Metode Kerja
Sistem perekrutan tenaga kerja tidak tetap oleh Sub Kontrak kecil, seluruhnya menggunakan tenaga kerja lepas.
Sistem penggajian yang diberikan oleh Sub Kontrak kecil kepada tenaga kerja tetapnya, yaitu dengan menggunakan sistem pembayaran per periode (harian/mingguan/bulanan) dan berdasarkan jumlah barang. Sedangkan untuk penggajian tenaga kerja tidak tetap, Sub Kontrak kecil tidak ada yang memberikan sistem pembayaran per periode, hal ini dikarenakan modal usaha dari pihak Sub Kontrak kecil tidak sebanyak milik Sub Kontrak besar.
Dalam memenuhi order yang diterima oleh perusahaan, sebanyak 60% dari jumlah sampel dikerjakan sendiri oleh Sub Kontrak. Sedangkan yang diserahkan semua maupun hanya diserahkan sebagian pengerjaannya kepada pihak lain, masing-masing sebesar 20%.
Dengan adanya informasi ini diharapkan dapat berguna bagi perusahaan dalam memilih Sub Kontrak yang sesuai untuk mengerjakan order dengan spesifikasinya masing-masing.
5.2. Saran
Dari pengamatan penulis selama ini, terlihat kurang adanya kerjasama dan koordinasi antara masing-masing bagian dalam perusahaan. Hal ini mengakibatkan beberapa pihak saling menyalahkan satu sama lain dan saling melemparkan tanggung jawab jika timbul suatu masalah. Saran yang dapat disampaikan dalam membantu menyelesaikan masalah ini adalah dengan memperhatikan proses dalam sebuah prosedur dalam perusahaan. Prosedur perusahaan dalam arti diperhatikannya setiap proses-prosesnya dan bagian-bagian yang bertanggung-jawab berupa tanda tangan masing-masing penanggung jawab bagian. Dengan adanya sistem ini, maka semua kesalahan-kesalahan tiap bagian dapat dengan mudah ditelusuri tanpa adanya saling menyalahkan. Sistem ini diperkuat dengan adanya job description yang jelas.
Faktor komunikasi juga sangat memegang peranan penting dalam sebuah organisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik akan dapat menekan angka
masing bagian sangatlah diperlukan dalam mencapai satu tujuan bagi perusahaan.
Pada saat mengerjakan job no ke berapa, akan lebih baik jika dilakukan sebuah pendahuluan untuk menyamakan persepsi dan rencana pelaksanaan untuk masa mendatang. Hal ini dapat tercapai melalui dilakukannya rapat yang membahas tiap- tiap masalah yang timbul.