Jurnal “METABAHASA”, Volume 3 Nomor 2, Juni 2020 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
METABAHASA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
METABAHASA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Journal homepage: http://journal.stkipyasika.ac.id/index.php/metabahasa/index
Journal Email: [email protected] PISSN: 2656-5315 EISSN: 2656-5579
TELAAH BUKU TEKS BAHASA INDONESIA DALAM MATERI AJAR PUISI, MEMBACA HINGGA MUSIKALISASI KELAS IX SMA/MA
AIDA AZIZAH
Universitas Islam Sultan Agung Semarang
IFA FEBRIANI
Universitas Islam Sultan Agung Semarang E-mail: [email protected]
ABSTRAK
Telaah buku teks ini dilakukan karena menilai betapa pentingnya butu teks digunakan sebagai bahan ajar yang utama dari keberhasilannya sebuah pembelajaran. Hal tersebut juga membuat seorang guru dapat memilah tentang kuatitas buku yang baik sebagai bahan ajar. Tujuannya alah supaya mencapai pembelajaran yang sesuai dengan stantar nasional. Dalam hal ini penulis menggunkan metode penilitian kualitatis, dimana metedo kualitatif ini dapat memperoleh data dalam jumlah banyak dan hasil yang sesuai dengan objek.
Penilian ini menggunakan teori dari Geeny dan Petty terdiri dari: sudut pandang sesuai dengan keilmuan, memiliki kejelasan, konsep materi, relevan dengan kurikulum, menarik minat, menumbuhkan motivasi, menstimulasi aktivitas siswa, ilistratif, mudah dipahami pemakaiannya, menunjang pembelajaran lain, menghargai perbedaan individu, dan memantabkan nilai.
Kata kunci: telaah buku teks, teori Geeny dan Petty, Buku Bahasa Indonesia ABSTRACT
This textbook review is carried out because it assesses how important the need for text is to be used as the main teaching material for the success of a lesson. This also allows a teacher to sort out the strength of a good book as teaching material. The
Article Received: 15 Aprili 2020, Review process: 25 Mei 2020, Accepted: 27 Juni 2020, Article published: 30 Juni 2020
Jurnal “METABAHASA”, Volume 3 Nomor 2, Juni 2020 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
goal is to achieve learning that is in accordance with national standards. In this case the author uses a qualitative research method, where this qualitative metedo can obtain large amounts of data and results in accordance with the object. This study uses the theory of Geeny and Petty consisting of: a scientific point of view, has clarity, conceptual material, is relevant to the curriculum, attracts interest, fosters motivation, stimulates student activity, is illustrative, easy to understand, supports other learning, respects individual differences , and consolidating value.
Keywords: study textbooks, Geeny and Petty's theory, Indonesian language books
PENDAHULUAN
Pemelihan buku teks yang baik dan sesuai dengan standar pembelajaran sangat penting. Dianjurkan menggunakan buku teks yang baik sesuai dengan kompetensi bahan ajar supaya sesyai dengan tingkat berfikir siswa. Buku teks yang sesui dengan tingkat berpikir siswa dapat mempermudah proses belajar dan pemahaman siswa. Selain kebutuhan tingkatan berfikir, buku teks perlu dipilih yang relevan dengan kurikulum, kandungan nilai di dalam buku teks yang tidak bertentangan dengan nilai yang dianut oleh masyarakat sekolah, dan relevan dengan lingkungan sekolah.
Buku yang dirancang untuk penggunaan dikelas, dengan cermat disusun dan disiapkan oleh para pakar atau ahli dalam bidang tersebut dan dilengkapi dengan sarana, saran pengajaran yang sesuai dan serasi. pengertian buku tekas menurut (Bacon, 1935). Buku teks pelajaran merupakan buku yang dipakai untuk mempelajari atau mendalami suatu subjek pengetahuan dan ilmu serta teknologi atau bidang studi, sehingga mengandung penyajian asas-asas tentang subjek tersebut. Termaksuk karya kepanditan (Scholarly, literary) terkaid subjek yang bersangkutan. (Tarigan, 1985). Berdasarkan pengertian dari para ahli tersebut dapat disimpil bahwa buku teks adalah buku acuan yang harus ada yang dipakai di sekolah yang memuat materi pembelajaran dalam peningkatan keimanan dan ketakwaan, budi pengerti dan kepribadian, dan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan.
Urgensi pemilihan buku teks yang akan berdampak pada keberhasilan pencapaian tujuan pembelajaran, membawa implikasi terhadap kebutuhan guru yang memiliki kompetensi menelaah buku teks. Guru tidak hanya menggunakan buku teks sebagai bahan ajar, akan tetapi, guru dituntut memiliki kompetensi menelaah dan memilih buku teks. Bahan ajar yang tepat akan menjadikanpotensi
Jurnal “METABAHASA”, Volume 3 Nomor 2, Juni 2020 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
siswa berkembang dengan baik. Kesalahan atau ketidsak tepatan dalam pemilihan bahan ajar akan mempengaruhi pembelajaran yang hanya berjalan normative.
Artinya pembelajaran berjalan dengan menitikberatkan adanay proses dalam pengajaran tersebut.
Buku teks bahasa Indonesia telah dikembangkan berdasarkan kurikulum yang berlaku. Materi yang berlaku juga dikembangkan berdasarkan kompetensi inti dsan kompetensi dasar yang telah ditentukan oleh kurikulum yang sedang berlaku.
Meskipun demikian materi yang ada tidak selalu memenuhi bobot yang berlaku, guru perlu mengolah serta menelaah agar mencapai tujuan pembelajaran berstandar nasiaonal.
Kualitas buku teks ditentukan oleh beberapa factor, diantaranya adalah sudut pandang relevasi dengan kurikulum, ilustrasi, menarik minat siswa, memberikan motivasi, keterbacaan, dan sampul (Geeny dan Petty, 1979). Mata pelajaran Bahasa Indonesia terdiri dari dua rumpun, yaitu bahasa dan sastra. Rumpun bahasa dan sastra terciptaguna untuk selektif akan menyajikan penggunaan dalam buku teks agar guru lebih teliti dalam penggunaan buku teks. Dengan demikian, memudahkan jalur berfikir siswa. Buku pelajaran yang selektif juga menyajikan ilustrasi dan kegrafikan yang baik menjadikan siswa mudah memahami materi pembelajaran.
KAJIAN TEORI
a. Pemanfaatan Buku Teks
Pemanfaatan adalah proses, cara, dan metode yang digunakan.
Pemanfaatan dapat dijadikan sebuah metode dalam sebuah pembelajaran yang diterapkan dikelas yang dilakukan oleh guru maupun siswa. Melalui metode ini diharapkan siswa mampu meningkatkan keterampilan, memperoleh, mengolah, dan memproduksi informasi yang ada di dalam suatu medote, salah satunya adalah buku teks.
Buku teks adalah buku pelajaran dalam bidang studi tertentu, yang merupakan buku standar yang disusun oleh para pakar dalam bidang itu untuk maksud dan tujuan intruksional, yang dilengkapi sarana-sarana pengajaran yang serasi dan mudah dipami oleh para pemakainya di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi sehingga dapat menunjang suatu program pengajaran.
(Tarigan&Tarigan, 1986:13).
Jurnal “METABAHASA”, Volume 3 Nomor 2, Juni 2020 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
Sumber belajar menurut Mulyasa (2005:48) sumber belajar dapat dirumuskan sebagai segala sesuatu yang dapat memberikan kemudahan kepada peserta didik dalam memperoleh sejumlah informasi, pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan dalam proses belajar mengajar. Dalam hal ini sumber belajar merupakan semua sumber berupa data.
b. Telaah Teori Geeny dan Petty
Telaah yang digunakan kali adalah menggunakan teori dari Geeny dan Petty. Yang dimana terdapat poin-poin yang merupakan hal yang dianggap sebagai buku berstandar nasional. Diantaranya adalah: 1. Sudut pandang sesuai dengan keilmuan; maknanya adalah buku teks disajikan berdasarkan prinsip keilmuan. Artinya konsep yang ada dalam buku teks disajikan dengan menggunakan pendekatan ilmiah. Kebenaran yang berada didalam konsep tersebut dapat dipertanggungjawabkan. 2. Memiki kejelasan. Buku teks haruslah memiliki kejelasan. Kejelasan tersebut termaksuk di dalamnya adalah kejelasan materi dan kejelasan bahasa. Materi yang ada dalam buku tersebut harus jelas agar mudah dipahi ileh siswa. 3. Relavan dengan kurikulum. Buku teks yang digunakan harus relevan dengan kurikulum yang berlaku. Hal ini penting karena buku teks merupakan salah satu hal yang menunjang intrakulikuler. Melalui buku teks, tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai. 4. Menarik minat. Buku teks yang baik hendaknya mampu membuat siswa tertarik untuk membacanya. 5.
Menumbuhkan motivasi. Buku teks memiliki salah satu fungsi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. 6. Menstimulasi aktivitas siswa. 7.
Ilustratif. Ilustratif di dalam buku teks akan membantu siswa dalam memahami konsep dalam materi. 8. Mudah dipami pemakaiannya. Mampu menyederhanakan konsep materi. 9. Menunjang pelajaran lain. Saling berhubungan. 10. Menghargai perbedaan individu. 11. Memantabkan nilai.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Menurut Sugiyono (dalam Widianto) menjelaskan bahwa metode kualitatif dipai untuk memperoleh data yang luas, suatu data yang berisi sebuah makna. Data yang telah ditulis merupakan sebuah hasil dari metode kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan yakni menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan dari
Jurnal “METABAHASA”, Volume 3 Nomor 2, Juni 2020 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
penelitian tersebut yaitu untuk menggambarkan suatu kejadian yang sebenarnya dari sebuah objek. Sehingga penilitian mendapatkan data yang bersifat objektif mengenai keadaan yang sebenarnya. Penelitian ini mempunya tujuan untuk Menelaah Buku Teks Bahasa Indonesia dalam Materi Ajar Puisi, Membaca Hingga Musikalisasi Kelas IX SMA/MA
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan buku yang telah ditelaah berikut adalah hasil dan pembahasan telaah buku berdasarkan teori (Geeny dan Petty) dalam materi Puisi, Membaca sampai Musikalisasi. Berikut adalaha hasil dan pembahasannya:
1. Sudut pandang sesuai dengan keilmuan
Sudut pandang sesuai dengan keilmuan maksudnya adalah buku teks disajikan berdasarkan prinsip keilmuan. Artinya, konsep yang ada didalam buku teks disajikan dengan menggunakan pendekatan ilmiah. Kebenaran yang ada di dalam konsep tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Dalam buku teks bahasa Indonesia kelas IX SMA/MA terdapat beberapa materi yang mencarminkan sudur pandang tertentu. Seperti:
- Pada sub bab Membacakan Puisi dengan Memperhatikan Vokal, Ekspresi, dan Intonasi (Halaman 228). Dalam sub bab ini mengajarkan bagaimana pembacaan puisi dengan lafal dalam pembacaan puisi. Intonasi dalam puisi.
Semua terkonsep dan tertata dengan ilmiah dan sistematis.
- Menulis Puisi untuk Mengungkapkan Perasaan (Halaman 237). Menulis puisi merupakan kesengajaan ilmiah yang berkaitan dengan perasaan.
Dengan menulis puisi kita dapat mengungkapkan perasaan kepada seseorang atau terhadsap sesuatu tanpa ada batasan.
2. Memiliki kejelasan
Buku teks harus memiliki kejelasan. Kejelasan tersebut termaksud di dalamnya adalah kejelasan materi dan kejelasan bahasa. Kalimat yang digunakan tidak boleh bersifat ambigu sehingga dapat membingungungkan siswa. Materi yang ada didalam buku teks harus disajikan secara jelas dan mudah dipahami oleh siswa. Berikut ulasannya:
Jurnal “METABAHASA”, Volume 3 Nomor 2, Juni 2020 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
- Materi yang terdapat dalam buku teks tersebut tidak memiliki kalimat atau kata yang ambigu ataupun bermakna ganda. Semua diperjelas dan mudah dipami oleh siswa.
- Hal yang menyulitkan kemungkinan adalah ketika menelaah puisi. Kerana biasa pada puisi memiliki makna yang tersirat yang harus ditelaah terlebih dahalu baru mengerti apa yang dimaksud oleh penyair atau penulis.
3. Relevan dengan kurikulum
buku teks yang digunakan untuk pelajaran harus relevan dengan kurikulum yang berlaku. Hal ini penting karena buku teks merupakan salah satu sumber belajar dan penunjang intrakulikuler. Melalui buku teks, tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai.
- Buku teks Bahasa Indonesia merujuk pada kompetensi inti dan kompetensi dasar kurikulum yang berlaku (Halaman 219).
- Isi materi mengedepankan menemukan, mempertunjukan, menganalisis, dan memperagakan puisi. Sesuai Indikator yang berlaku.
4. Menarik minat
Buku teks yang baik hendaknya mampu membuat siswa tertarik untuk membacanya. Oleh karena itu, isi dalam buku perlu disesuaikan usia penggunanya. Hal ini terdapat pada:
- Terdapat gambar seorang murit yang memegang gitar dan seorang lagi berperaga membawa buku seolah sedang melakukan musikalisasi puisi.
(Halaman 220).
- Terdapat gambar tubuhan (Halaman 224) - Terdapat gambar bunga teratai (Halaman 225)
- Terdapat gambar musikalisasi puisi oleh ari Reda (Halaman 230) - Terdapat gambar sawah (Halaman 234).
5. Menumbuhkan motivasi
Buku teks memiliki salah satu fungsi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, contoh-contoh atau kata mutiara di dalam buku teks diarahkan untuk meningkatkan motivasi siswa. Terdapat pada:
- Puisi “Kepada Peminta-minta” (halaman 222) - Puisi “Pada Suatu Hari Nanti” (halaman 224)
Jurnal “METABAHASA”, Volume 3 Nomor 2, Juni 2020 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
- Materi Musikalisasi Puisi dengan Memperhatikan Keselarasan Isi Puisi, Lagu, dan Musik (halaman 229)
6. Menstimulasi aktivitas siwa
Buku teks hendaknya menstimulasi kegiatan pelajaran siswa. Oleh karena itu, kalimat perintah atau tanggapan pembelajaran yang ada dalam buku teks haruslah jelas dan tepat.
- Kalimat dealam buku teks mampu menstimulasi aktivitas siswa.
- Soal latihan disajikan dengan menggunakan kalimat yang mudah dipahi dan jelas.
7. Ilistratif
Ilustratif dalam buku teks akan mnembantu siswa dalam memahami konsep materi. Selain itu, ilustratif yang tepat dan sesuai dengan usia siswa akan menjadikan buku tekstersebut menarik.
- Ilustratif yang disajikan berupa gambar, table, atau narasi yang sesuai dengan materi.
8. Mudah dipahami pemakaiannya
Buku teks disusun untuk memudahkan siswa dalam memahami konsep materi. Oleh karena itu, buku teks harus mampu menyederhanakan konsep yang kompleks menjadi komsep yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh siswa.
- Kalimat yang terdapat dalam buku teks tidak ambigu. Tidak memiliki makna ganda, dan kalimatnya sangat jelas.
- Kalimat yang digunakan sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia dan KKBI.
- Bahasa yang digunakan merupakan bahasa umum yang mudah dipami oleh siswa seusianya
9. Menunjang pembelajaran lain
Materi pembelajaran pada hakikatnya komprehensif atau saling berhubungan. Materi yang bersifat parsial justru akan menghambat pencapaian tujuan tujuan pembelajaran siswa. Oleh karena itu, buku teks hendaknya menunjukan keterkaitan antar bidang.
- Contoh bacaan berkaitan dengan aspek atau bidang lain diluar sastra dan bahasa.
Jurnal “METABAHASA”, Volume 3 Nomor 2, Juni 2020 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yasika Majalengka
- Buku teks bahasa Indonesia dilengkapi dengan gambar yang relevan dengan bidang diluar maupun didalam kebahasaan atau sastra Indonesia.
10. Menghargai perbedaan individu
Mengharagai perbedaan indivisu dalam arti, siswa memiliki karakteristik yang berbeda, baik tingkat berpikir maupun sifat. Oleh karena itu, apabila buku teks ingin dapat digunakan secara komprehensif ileh semua siswa. Baiknya buku teks harus mengakomodasi perbedaan individu.
- Buku teks Bahasa Indonesia Memili berbagai nilai, seperti nilai social, nilai religious, nilai patriotism.
- Nilai-nilai tersebut mampu dipahami oleh siswa.
11. Memantapkan nilai.
Pembelajaran pada hakekatnya mengambangkan nilai-nilai positif yang ada pada diri siswa. Pembelajaran menggunakan pada buku teks sebagai sumber belajar harus mampu mengembangkan nilai tersebut.
- Materi bacaan tidak menyinggung isu SARA
- Kalimat pada buku teks menunjukan kebebasan pada siswa untuk condong pada paham tertentu
SIMPULAN
Berdasarkan hasil dan pembasan, dapat disimpulkan bahwa buku teks Bahasa Indonesia yang digunakan dalam SMA/MA kelas x sudah sesuai dengan standar pendidikan nasional. Telaah buku teks berdasarkan teori Geeny dan Petty terdiri dari sudut pandang sesuai dengan keilmuan, memiliki kejelasan, konsep materi. Relevan dengan kurikulum, menarik minat, menumbuhkan motivasi, mudah dipahami pemakainya, menunjang pembelajaran lain, menghargai perbedaan individu, dan memantabkan nilai.
DAFTAR PUSTAKA
Santhi, Meita Sandra, 2017, Buku Bahasa Indonesia, Bandung, PT Pakar Raya.
Tarigan, Henry Guntur, 1985, Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia, Bandung, Indonesia