METABAHASA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
METABAHASA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Journal homepage: http://journal.stkipyasika.ac.id/index.php/metabahasa
Journal Email: [email protected] PISSN: 2656-5315 EISSN: 2656-5579
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK
PAIR SHARE DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS
DESKRIPSI SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 5 NAGRI KALER
PURWAKARTA
FIRDA DESTRIANI
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Purwakarta
Email: [email protected]
ABSTRACT
This research is motivated by the low essay writing skills of the fourth grade students of SDN 5 Nagri Kaler Purwakarta Regency. The problem to be raised in this study is whether using cooperative learning models think pair share can improve student learning outcomes in writing essay descriptions? The goal to be achieved in this study is to help improve student learning outcomes in writing description essays by using cooperative learning models of think pair share type. The research method used in this study is the Classroom Action Research Method (CAR), while the CAR model used is the Sanford and Kemmis Combined CAR models. This class action research was carried out into three action cycles in which each cycle consisted of plans, observational actions, and reflections. The instrument used in this study was a student achievement test. Based on the results of research conducted from the stages of cycle I to cycle III shows an increase in student learning outcomes is characterized by data obtained by the average value of student learning outcomes in the first cycle 53.11, in the second cycle increased to 78.06 in the cycle III to 80.13. So the research can be concluded that the application of cooperative learning models think pair share type can improve student learning outcomes in writing essay descriptions
Keywords: Cooperative Learning Model think pair share type, description writing skills
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis karangan deskripsi siswa kelas IV SDN 5 Nagri Kaler Kabupaten Purwakarta. Masalah yang
Article Received: 01 Desember 2018, Review process: 06 Desember 2018, Accepted: 05 Januari 2018, Article published: 30 Januari 2018
akan diangkat dalam penelitian ini apakah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menulis karangan deskripsi? Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah ingin membantu meningkatkan hasil belajar siswa dalam menulis karangan deskripsi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sedangkan model PTK yang digunakan adalah model PTK Gabungan Sanford dan Kemmis. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan kedalam tiga siklus tindakan di mana dalam setiap siklusnya terdiri dari rencana,tindakan observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan dari tahap siklus I sampai dengan siklus III menunjukan adanya peningkatan terhadap hasil belajar siswa ini ditandai dengan data yang diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I 53,11, pada siklus II meningkat menjadi 78,06 pada siklus III menjadi 80,13. Maka pada penelitian dapat menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menulis karangan deskripsi..
Kata Kunci: Model Pembelajaran koopertatif tipe think pair share, keterampilan menulis deskripsi,
PENDAHULUAN
Dalam era pembangunan dewasa ini makin lama makin dirasakan pentingnya berkomunikasi baik antar anggota masyarakat maupun antar kelompok masyarakat. Alat komunikasi yang ampuh adalah bahasa. Dengan bahasa, manusia sebagai makhluk sosial dapat berhubungan satu sama lain secara efektif dan dapat menyatakan perasaan, pendapat bahkan dengan bahasa kita dapat berpikir dan bernalar. Bahasa juga memungkinkan manusia untuk saling berhubungan, saling berbagi pengalaman, saling belajar dari yang lain, dan untuk meningkatkan kemampuan intelektual dan kesusasteraan merupakan salah satu sarana untuk menuju pemahaman tersebut (Depdiknas 2004, hal. 2). Oleh sebab itu, agar komunikasi berjalan dengan lancar, kita perlu terampil berbahasa baik lisan maupun tulis. Suatu komunikasi dikatakan berhasil apabila pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh penyimak suatu makna atau maksud.
Mata pelajaran bahasa Indonesia berdasarkan kurikulum adalah program untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan berbahasa, dan sikap positif terhadap bahasa Indonesia. Menyimak merupakan salah satu bagian dari mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam kurikulum berbasis kompetensi. Kurikulum berbasis kompetensi meliputi aspek kemampuan berbahasa dan aspek kemampuan bersastra. Aspek keterampilan berbahasa meliputi keterampilan mendengarkan,
berbicara, membaca dan menulis yang berhubungan dengan ragam sastra. Dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, aspek keterampilan berbahasa dan keterampilan bersastra harus dilakukan secara seimbang.
Menulis sebagai salah satu dari empat keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis), yang diajarkan di sekolah dasar, merupakan sarana yang penting dikuasai siswa agar dapat mengungkapkan gagasan, pendapat, pengalaman, dan perasaan dengan baik. (Dadan Djuanda, 2010: 47). Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. (Henry Guntur Tarigan. 2008: 3).
Menulis karangan deskripsi memiliki kedudukan penting dalam pembelajaran menulis di Sekolah Dasar. Hal ini dipayungi oleh Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006 yang mencantumkan pembelajaran menulis karangan deskripsi harus diajarkan di kelas IV. Adapun indikator menulis karangan dekripsi adalah menentukan isi, organisasi, dan diksi karangan deskripsi dengan memperhatikan penggunaan huruf kapital serta tanda baca.
Saat ini berdasarkan hasil observasi pada siswa Sekolah Dasar, banyak ditemukan siswa yang belum mampu menulis deskripsi dengan baik. Hak itu disebabkan oleh kesulitan mencari ide dan teknik pembelajran yang diberikan guru terbilang membosankan. Solusi yang akan dijadikan salah satu alternatif pemecahan masalah di atas adalah penggunaan model Kooperatif karena dengan model pembelajaran ini siswa berdiskusi dengan rekan sekelompoknya sehingga ide lebih mudah muncul dan dapat saling memberi masukan bahkan koreksiModel pembelajaran kooperatif membuat aktifitas belajar tidak lagi berfokus pada guru, melainkan kepada siswa sehingga kegiatan pembelajaran berlangsung dengan lebih aktif, dinamis dan menyenangkan. Dengan kondisi seperti ini, siswa akan mengalami sebuah perubahan pengertian mengenai belajar, bahwa belajar bukanlah sesuatu yang sulit, namun menyenangkan (Isjoni, 2010, hlm. 35-40).
Hal ini dilandasi oleh alasan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe think
pair share diprediksi memberi peluang positif dalam pembelajaran menulis deskripsi
sebab model pembelajaran kooperatif tipe think pair share mengindikasikan: 1)Think (berpikir) siswa diberi kesempatan untuk mencari jawaban tugas secara mandiri, 2)
sehingga dapat memperdalam makna jawaban siswa, dan 3) Share (berbagi) siswa berbagi dengan pasangan lainnya dalam kelompok sehingga terjadi tanya jawab yang mendorong pada pengontruksian pengetahuan yang dipelajari. (Riyanto, 2010, hlm. 274).
Berdasarkan latar belakang tersebut, untuk mengatasi masalah rendahnya kemampuan bahasa dalam menulis karangan deskripsi, maka dianggap perlu diadakan penelitian mengenai penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think
pair share.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 5 Nagri Kaler Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta. Sedangkan subjek penelitian pada kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia tentang menulis karangan deskripsi dengan menggunakan model kooperatif tipe think pair share di kelas IV SD Negeri 5 Nagri Kaler Kecamatan Purwakarta Kab Purwakarta yang siswanya berjumlah 37 orang, yang terdiri dari 22 orang perempuan dan 15 orang laki-laki. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Classroom Action Research (CAR) atau lebih di kenal dengan penelitian tindakan kelas (PTK). Dari namanya sudah menunjukan isi yang terkandung di dalamnya, yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di kelas. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Arikunto (2008, hal. 57) menjelaskan tentang PTK sebagai berikut;
Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan oleh guru, bekerjasama dengan peneliti (atau dilakukan oleh guru sendiri yang juga bertindak sebagai peneliti) dikelas atau disekolah tempat ia mengajar dengan penekanan pada penyempurnakan atau peningkatan proses dan praktis pembelajaran.
Penelitian tindakan kelas termasuk penelitian kualitatif meskipun data yang dikumpulkan bisa saja bersifat kuantitatif, di mana uraiannya bersifat deskriptif dalam kata-kata, peneliti merupakan instrument utama dalam pengumpulan data, proses sama pentingnya dengan produk. Perhatian peneliti diarahkan kepada pemahaman bagaimana berlangsungnya suatu kejadian atau efek dari suatu tindakan. Penelitian tindakan kelas harus dilakukan di kelas yang sehari-hari diajar, bukan kelas yang diajar oleh guru lain meskipun masih dalam satu sekolah. Hal ini disebabkan PTK adalah suatu penelitian yang berbasis kepada kelas. Penelitian dapat dilakukan secara mandiri, tetapi alangkah baiknya kalau dilaksanakan secara kolaboratif, baik dengan teman sejawat, kepala sekolah, pengawas, widyaiswara, dosen dan pihak
lain yang relevan dengan PTK. Hasil PTK dapat digunakan untuk memperbaiki mutu proses belajar mengajar (PBM) sesuai dengan kondisi dan karakteristik sekolah, siswa dan guru. Melalui PTK guru dapat mengembangkan model-model mengajar yang bervariasi, pengelolaan kelas yang dinamis dan kondusif, serta penerapan media dan sumber belajar yang tepat dan memadai. Dengan penerapan hasil-hasil PTK yang secara bersinambungan diharapkan PBM sekolah (kelas) tidak kering dan membosankan serta menyenangkan siswa. Atau dengan istilah yang lebih populer adalah PAIKEM (Pembelajaran Aktif Inovatif Kreatif Efektif dan Menyenangkan). Dalam pelaksanaannya peneliti menggunakan model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Gabungan Sanford dan Kemmis (2010: 28). Sebelum tahap dalam satu siklus dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan orientasi dalam bentuk observasi pelaksanaan pembelajaran di kelas serta meneliti tentang kondisi dan permasalahan yang dihadapi serta alternatif pemecahannya. Dalam setiap siklus terdiri dari empat kegiatan pokok, yaitu perencanaan (plan), tindakan pelaksanaan (act), pengamatan (observe), dan repleksi (reflect). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada alur penelitian tindakan kelas menurut Gabungan Sanford dan Kemmis dalam Tukiran Taniredja (2010, hal: 28).
PEMBAHASAN
Berdasarkan pada rumusan masalah dan tujuan masalah, maka ditentukanlah penilaian keterampilan menulis karangang deskripsi siswa dengan menyusun rubrik penilaian berdasarkan standar kompetensi dalam kurikulum 2006 kelas IV Sekolah Dasar mata pelajaran Bahasa Indonesia yaitu membuat macam-macam karangan dengan memperhatikan ejaan serta mengacu pada prinsip-prinsip menulis karangan deskripsi yang dikemukakan oleh Machmoed (1983, hlm. 11) Rubrik mengenai aspek penilaian keterampilan menulis karangan deskripsi yang peneliti tentukan adalah 1) huruf kapital, 2) tanda baca, 3) Isi, 4) organisasi, 5) dan 5) diksi.
Apek penilaian keterampilan menulis karangan deskripsi tersebut kemudian masing-masing diberi skor yang dibagi menjadi tiga kriteria berdasarkan Permendikbud No. 104 Tahun 2014 yang telah disesuaikan yaitu, skor tiga untuk baik, skor dua untuk cukup, dan skor satu untuk kurang atau belum bisa memenuhi aspek tersebut. Rubrik yang disusun kemudian digunakan untuk menilai hasil karangan deskripsi siswa.
Berdasarkan hasil analisis deskriptif keterampilan menulis karangan deskripsi secara keseluruhan menunjukkan terdapat peningkatan nilai pembelajaran. Hal ini dilihat dari perbandingan antara data siklus pertama, kedua, dan ketiga yang terus mengalami peningkatan.
Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe tipe think pair share terbukti dapat peningkatan keterampilan siswa dalam menulis karangan deskripsi di Sekolah Dasar Negeri 5 Nagri Kaler Kabupaten Purwakarta. Hal tersebut terlihat pada peningkatan keterampilan rata-rata nilai yang diperoleh dari hasil pembelajaran siklus petama hingga ketiga. Secara rinci data rata-rata peningkatan keterampilan menulis karangan deskripsi siswa dapat di lihat pada tabel berikut:
Tabel Rata-rata Peningkatan Nilai Tes Keterampilan Menulis Deskripsi
Siklus I Siklus II Siklus III
53,11 78,09 80, 13
Berdasarkan data di atas, keterampilan menulis karangan deskripsi siswa kelas IV SDN. 5 Nagri Klaer mengalami peningkatan rata-rata dari 53,11 pada silus pertama, menjadi 78,09 pada siklus kedua, dan 80, 13 pada siklus ketiga
Model pembelajaran kooperatif memberikan keuntungan kepada siswa dalam penerimaan dari teman sebaya, dukungan teman sebaya, capaian akademik, penghargaan diri, dan meningkatkan ketertarikan siswa terhadap pembelajaran (Robertson, 2006, hlm. 22). Pendapat Roberson tersebut sesuai dengan situasi yang terjadi saat penelitian berlangsung. Keterampilan menulis karangan karangan deskripsi relatif sulit dikuasi oleh siswa, hal tersebut dilatarbelakangi oleh keterampilan menulis menuntut kemampuan berbahasa serta kemampuan berpikir yang baik agar dapat menuangkan ide dan gagasan dalam sebuah tulisan yang teratur.
Dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share, siswa harus memiliki tanggung jawab terhadap siswa atau peserta didik lain dalam kelompoknya, selain tanggung jawab terhadap diri sendiri dalam mempelajari materi yang dihadapi (Lungdren dalam Isjoni, 2014, hlm. 13-14). Guru menjelaskan aturan main dengan meggunakan model pembelajaran ini serta menanamkan arti penting kerjasama dalam proses pembelajaran. Siswa diarahkan untuk saling membantu,
siswa yang pintar membantu siswa yang belum pintar, sehingga tercipta pembelajaran yang interaktif, penuh tanggung jawab, menyenangkan, dan mencapai tujuan bersama.
Dalam proses pembelajaran menulis karangan deskripsi menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share, keberadaan siswa-siswa yang memiliki keterampilan menulis deskripsi baik sangat membantu tugas guru dalam menanamkan konsep-konsep pembelajaran pada rekan sekelompoknya yang memiliki keterampilan menulis karangan kurang baik. Meski pada awal pembelajaran siswa terlihat canggung, namun dengan arahan guru, siswa-siswa tersebut mau menerima, berbagi, serta membantu rekan sekelompok yang memiliki kesulitan dalam menulis karangan deskripsi. Keadaan tersebut dianggap wajar karena menurut teori perkembangan Piaget, anak-anak kelas IV sekolah dasar yang rata-rata berusia 10 tahun berada pada tingkat operasional kongkret (Dahar, 2011, hlm. 136).
SIMPULAN DAN SARAN
Setelah melaksanakan penelitian tindakan kelas di SD Negeri 5 Nagri Kaler kecamatan Purwakarta kabupaten Purwakarta, dapat disimpulkan bahwa penerapan model kooperatif tipe think pair share dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV dalam menulis karangan deskripsi.
Disamping hal-hal positif yang diperoleh dalam penelitian ini, masih terdapat berbagai keterbatasan serta kekurangan. Oleh sebab itu ada beberapa saran bagi pihak terkait.
1. Bagi Kepala Sekolah
Pengetahuan dan wawasan guru sekolah dasar mengenai model pembelajaran kooperatif tipe think pair share masih sangat terbatas. Oleh sebab itu, diharapkan agar kepala sekolah memfasilitasi guru untuk mengikuti pelatihan-pelatihan, maupun seminar tentang model-model pembelajaran kooperatif agar dapat diimplementasikan dalam pembelajaran.
2. Bagi Guru Sekolah Dasar
Dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia, guru hendaknya menyadari untuk meningkatkan hasil belajar siswa secara optimal, guru harus menggunakan berbagai model-model yang variatif dan sistematis yang salah
satunya adalah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think
pair share.
3. Bagi Peneliti di Masa Mendatang
Sebagai karya tulis ilmiah, penelitian ini masih memiliki banyak kekurangan dalam berbagai aspek seperti metode penelitian, desain penelitian, instrumen, dan analisis data penelitian. Hal tersebut disebabkan oleh terbatasnya sumber daya serta kemampuan peneliti dalam mengontrol variabel-variabel lain yang mungkin mempengaruhi penelitian. Penelitian lanjutan perlu dilakukan pada periode serta waktu yang lebih lama untuk mengetahui pengaruh pemberian
treatment model pembelajaran kooperatif tipe think pair share terhadap
keterampilan menulis karangan deskripsi siswa. Dengan memperbaiki keterbatasan-keterbatasan tersebut, diharapkan peneliti selanjutnya dapat menghasilkan temuan-temuan penelitian yang sahih dan relevan.
DAFTAR PUSTAKA
Majid, Abdul. (2013). Strategi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosda.
Mulyasa, E. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosda.
Mulyoto. (2013). Strategi Pembelajaran di Era Kurikulum 2013. Jakarta: Prestasi Pustaka.
National Council of Teacher of Mathematics.(1989). Curriculum and Evaluation
Standards for School Mathematics.Reston, VA : NCTM.
Ruseffendi.(2006). Pengajaran Matematika Untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito.
Sutedi, Dedi. (2009). Penelitian Pendidikan Bahasa Jepang.Bandung: Humaniora. Trianto.(2007). Model Pembelajaran Terpadu dalam Teori dan Praktek. Jakarta: