commit to user i
MODEL PERLINDUNGAN HUKUM BAGI WHISTLE BLOWER DAN JUSTICE COLLABORATOR DALAM PROSES PERADILAN PIDANA (Suatu Studi Perbandingan Hukum antara UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban dengan Republic of Albania the Assembly Law No. 9105 dated 15/03/2004 On Justice Collaborator and Witness
Protection).
Penulisan Hukum (Skripsi)
Disusun dan Diajukan untuk
Melengkapi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Derajat Sarjana S1 dalam Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret
Surakarta
Oleh
Muhammad Rizky Fauzi NIM. E0009202
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013
commit to user ii
commit to user iii
PERNYATAAN
Nama : Muhammad Rizky Fauzi NIM : E0009202
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa penulisan hukum (skripsi) berjudul “MODEL PERLINDUNGAN HUKUM BAGI WHISTLE BLOWER DAN JUSTICE COLLABORATOR DALAM PROSES PERADILAN PIDANA (Suatu Studi Perbandingan Hukum antara UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban dengan Republic of Albania the Assembly Law No. 9105 dated 15/03/2004 On Justice Collaborator and Witness Protection)”
adalah betul-betul karya sendiri. Hal-hal yang bukan karya saya dalam penulisan hukum (skripsi) ini diberi tanda citasi dan ditunjukkan dalam daftar pustaka.
Apabila kemudian hari terbukti pernyataan saya tidak benar, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan penulisan hukum (skripsi) dan gelar yang saya peroleh dari penulisan hukum (skripsi) ini.
Surakarta, 30 Juli 2013 yang membuat pernyataan
Muhammad Rizky Fauzi
NIM.E0009202
commit to user iv ABSTRAK
Muhammmad RizkyFauzi. E 0009202. “MODEL PERLINDUNGAN HUKUM BAGI WHISTLE BLOWER DAN JUSTICE COLLABORATOR DALAM PROSES PERADILAN PIDANA (Suatu Studi Perbandingan Hukum antara UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban dengan Republic of Albania the Assembly Law No. 9105 dated 15/03/2004 On Justice Collaborator and Witness Protection).Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulisan Hukum (Skripsi)”. 2013.
Penulisan hukum ini berjudul Model Perlindungan Hukum Bagi Whistle Blower Dan Justice Collaborator Dalam Proses Peradilan Pidana (Suatu Studi Perbandingan Hukum antara UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban dengan Republic of Albania the Assembly Law No. 9105 dated 15/03/2004 On Justice Collaborator and Witness Protection).
Pendekatan penelitian yang akan digunakan adalah pendekatan komparatif (comparative approach), pendekatan ini dilakukan dengan membandingkan undang-undang suatu negara dengan-undang dari satu atau lebih negara lain mengenai hal yang sama.Dalam hal ini, penulis akan membandingkan model perlindungan hukum bagi whistle blower dan justice collabolator antara UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban dengan Republic of Albania the Assembly Law No. 9105 dated 15/03/2004 On Justice Collaborator and Witness Protection. Dalam perbandingan tersebut penulis mempunyai tujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan serta kelebihan dan kekurangan antara UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban dengan Republic of Albania the Assembly Law No. 9105 dated 15/03/2004 On Justice Collaborator and Witness Protection.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis diperoleh simpulan yakni yang Kesatu bahwa persamaannya adalah kedua perangkat hukum tersebut, yakni Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban dengan Republic of Albania the Assembly Law No. 9105 dated 15/03/2004 On Justice Collaborator and Witness ProtectionS ama-sama merupakan produk hukum yang mengatur tentang Perlindungan Saksi, Dasar pertimbangan yang dijadikan alasan untuk melakukan perlindungan terhadap saksi yaitu sama-sama bertujuan untuk menlindungi Saksi dari ancaman dari pelaku pidana ataupun pihak ketiga agar saksi mau memberikan keterangan di Pengadilan,Sama-sama tidak memberikan batasan yang jelas mengenai kapan berakhirnya perlindungan tersebut, sedangkan perbedaannya adalah dapat dilihat dari beberapa indikator yang membedakan antara keduanya yaitu terkait dengan definisisaksi,, whiste blower dan justice collaborator, Lembaga yang berwenang untuk melakukan perlindungan saksi, langkah-langkah dalam melakukkan perlindungan, ketentuan pidana, hak-hak saksi dan korban, upaya luar biasa, kerjasama internasional dan efektifitas perlindungan.Kedua kelebihannya adalahUndang-UndangNomor 13 Tahun 2006 tentang perlindungan saksidan korbanadalah LPSK lembagasatu- satunya yang mengatur perlindungan saksi dan korban, adanya ketentuan pidana, sedangkan kelebihan dari Republic of Albania the Assembly Law No. 9105 dated 15/03/2004 On Justice Collaborator and Witness Protectiona adalah adanya upaya perlindungan luar biasa, adanya kerjasama internasional. SedangkanUntuk
commit to user v
kelemahan untuk kelemahan antara kedua Undang-Undangt tersebut adalah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korbn adalah tidak adanya upaya perlindungan luar bias dan juga tidak ada kerjasama internasional, Sedangkan kelemahan Republic of Albania the Assembly Law No.
9105 dated 15/03/2004 On Justice Collaborator and Witness Protection adalah tidak efektifnya lembaga yang berwenang sehingga memerlukan waktu yang lama dan juga tidak ada ketentuan pidana.
Kata Kunci :Perlindungan hukum, Whistle blower dan Justice collabolator, Perbandingan hukum
commit to user vi ABSTRACT
Muhammmad Rizky Fauzi. E 0009202. “DESIGN FOR PROTECTION LAW WHISTLE BLOWER AND JUSTICE COLLABORATOR IN CRIMINAL JUSTICE PROCESS (A Comparative Study of the Law of Law Number 13 of 2006 on the Protection of Witnesses and Victims of the Republic of Albania the Assembly Law No. 9105 dated 15.03.2004 On Justice Collaborators and Witness Protection). Faculty of Law, University of Sebelas Maret Surakarta.Legal Writing (Thesis)”2013.
The writing of the law entitled judicial review isdesign for protection law whistle blower and justice collaborator in criminal justice process (a comparative study of the law of law number 13 of 2006 on the protection of witnesses and victims of the republic of albania the assembly law no. 9105 dated 15.03.2004 on justice collaborators and witness protection).
The research approach will be used is the comparative approach (comparative approach), this approach is done by comparing a country's legislation with legislation of one or more other countries of the same thing. In this case, the author will compare the model of legal protection for whistle blowers and justice collabolator between Law No. 13 of 2006 on the Protection of Witnesses and Victims of the Republic of Albania the Assembly Law No.. 9105 dated 15.03.2004 On Justice Collaborators and Witness Protection. In comparison, the writer has the objective to find out the similarities and differences as well as advantages and disadvantages between Law No. 13 of 2006 on the Protection of Witnesses and Victims of the Republic of Albania the Assembly Law No.. 9105 dated 15.03.2004 On Justice Collaborators and Witness Protection.
Based on the results of research conducted by the authors obtained a conclusion that the One that equation is the law of the two devices, namely Law No. 13 of 2006 on the Protection of Witnesses and Victims of the Republic of Albania the Assembly Law No.. 9105 dated 15.03.2004 On Justice Collaborators and Witness Protection Equally a legal product that regulates the Witness Protection, Basic considerations as a reason to make the protection of witnesses they both aim to menlindungi witness from the threat of a criminal offender or the third that witnesses would testify in court, Sama-sama does not provide clear boundaries about when the end of the refuge, while the difference is that it can be seen from some of the indicators that distinguish between the two is related to the definition of witness,, whiste blower and justice collaborator, the Institute authorized to conduct witness protection measures in melakukkan perlindunga, criminal provisions, the rights of victims and witnesses, tremendous efforts, international cooperation and effectiveness of protection. The second advantage is the Law No. 13 Year 2006 on the protection of witnesses and victims of the Agency is the only agency that regulates the protection of witnesses and victims, the criminal provisions, while the excess of the Republic of Albania the Assembly Law No.. 9105 dated 15.03.2004 On Justice Collaborators and Witness Protection is a remarkable protective measures, international cooperation. For while the weakness to weakness between the law is Law No. 13 of 2006 on the Protection of Witnesses and Korbn is no outer protective measures can and also
commit to user vii
there is no international cooperation, while weakness of the Republic of Albania Assembly Law No.. 9105 dated 15.03.2004 On Justice Collaborators and Witness Protection is the ineffectiveness of the authorized institution so it takes a long time and also there are no criminal provisions.
Keywords: legal protection, Whistle blower and Justice collabolator, Comparative law
commit to user viii
KATA PENGANTAR
PujisyukurpenulispanjatkankehadiratTuhan Yang MahaEsa yang telahmelimpahkanrahmatdankaruniaNyasehinggapenulisakhirnyadapatmenyelesai kanpenulisanhukum (skripsi) yang berjudul “MODEL PERLINDUNGAN HUKUM BAGI WHISTLE BLOWER DAN JUSTICE COLLABORATOR DALAM PROSES PERADILAN PIDANA (Suatu Studi Perbandingan Hukum antara UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban dengan Republic of Albania the Assembly Law No. 9105 dated 15/03/2004 On Justice Collaborator and Witness Protection).Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulisan Hukum (Skripsi).
2013”.
Penulisan hukum ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi syarat memperoleh gelar sarjana (S1) pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penulisan hukum ini membahas tentang apakah alasan pengajuan kasasi oleh terdakwa dengan alasan ketidakcermatan penuntut umum dalam menyusun surat dakwaan memenuhi ketentuan Pasal 183 KUHAP dan bagaimana Pertimbangan majelis hakim dalam menerima kasasi terdakwa (studi kasus dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor: 2175/K/PID/2007). Penulis menyadari bahwa dalam penulisan hukum ini terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu penulis dengan besar hati akan menerima segala masukan yang dapat memperkaya pengetahuan penulis di kemudian hari.
Dengan selesainya penulisan hukum ini maka dengan segala kerendahan hati penulis ingin mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuannya dalam penulisan hukum ini :
1. Ibu Prof. Hartiwiningsih S.H., M.H. selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2. Bapak Pembantu Dekan I, Pembantu Dekan II, Pembantu Dekan III Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah memberikan ijin dalam penyusunan penulisan hukum ini.
3. Bapak Edy Herdiyanto, S.H., M.H. Selaku Ketua Bagian Hukum Acara yang telah memberikan bimbingan dalam penyusunan penulisan hukum ini
commit to user ix
4. Bambang Santoso, S.H.,M.Hum. yang telah memberikan bimbingan dalam penyusunan penulisan hukum ini.
5. Bapak Muhammad Rustamaji, S.H., M.H. yang telah memberikan bimbingan dalam penyusunan penulisan hukum ini..
6. Munawar kholil., S.H., M.H. selaku Pembimbing Akademik yang telah memberikan saran dan nasehat kepada penulis.
7. Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta yang dengan keikhlasan dan kemuliaan hati telah meberikan bekal ilmu kepada penulis selama penulis belajar di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.
8. Bapak dan Ibu di Bagian Akademik, Bagian Kemahasiswaan, Bagian Tata Usaha dan Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta.
9. Bapak Suleman dan Ibu Endang Ratnaningsih serta adikku tercinta Rizka Fadhila Intan Ratnasari dan Muhammad usuf Darusman yang senantiasa memberikan dukungan baik secara moril maupun materiil.
10. Keluarga besarMCC FH UNS, Gopala Valentara, Keluarga besar angkatan 2009 yang telah menjadi bagian keluarga, terimakasih atas pengertian dan dukungannya.
11. Semua pihak yang telah membantu dalam terselesaikannya penulisan hukum ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Semoga segala kebaikan Bapak, Ibu, rekan-rekan menjadi amalan dan mendapat balasan kebaikan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Demikian, semoga penulisan hukum ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu hukum pada khususnya.
Surakarta, 30 Juli 2013 Penulis
Muhammad Rizky Fauzi
commit to user x DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... ..i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING...ii
HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI...iii
HALAMAN PERNYATAAN... ...iv
HALAMAN MOTTO... ... ..v
HALAMAN PERSEMBAHAN... vi
ABSTRAK... ... vii
KATA PENGANTAR... ... x
DAFTAR ISI... ... xii
DAFTAR SKEMA... ... xiv
BAB I. PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Rumusan Masalah ... 7
C. Tujuan Penelitian ... 8
D. Manfaat Penelitian ... 9
E. Metode Penelitian ... 9
F. Sistematika Penelitian ... 13
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA... ... 16
A. Kerangka Teori...16
1. Tinjauan Umum tentang Perbandingan Hukum...16
2. Tinjauan Umum tentang Whistle blower dan Justice Collaborator………...22
3. Tinjauan Umum tentang Perlindungan Hukum...32
B. Kerangka Pemikiran...37
BAB III. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN... 44
A. Persamaan dan Perbedaan antara Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban……40
commit to user xi
1. Persamaan Model Perlindungan Hukum bagi Whistle Blower dan Justice Collaborator antara UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban dengan Republic of Albania the Assembly Law No. 9105 dated 15/03/2004 On
Justice Collaborator and Witness
Protection………...40 2. Perbedaan Model Perlindungan Hukum bagi Whistle Blower
dan Justice Collaborator antara UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban dengan Republic of Albania the Assembly Law No. 9105 dated 15/03/2004 On Justice Collaborator and Witness Protection…………41 B. Kelebihan dan Kekurangan Model Perlindungan Hukum bagi
Whistle Blower dan Justice Collaborator antara UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban dengan Republic of Albania the Assembly Law No. 9105 dated 15/03/2004 On Justice Collaborator and Witness Protection
………..85 1. ... K
elebihan Model Perlindungan Hukum bagi Whistle Blower dan Justice Collaborator antara UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban dengan Republic of Albania the Assembly Law No.
9105 dated 15/03/2004 On Justice Collaborator and Witness Protection ...85 2. ... K
ekuranngan Model Perlindungan Hukum bagi Whistle Blower dan Justice Collaborator antara UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban dengan Republic of Albania the Assembly Law No.
9105 dated 15/03/2004 On Justice Collaborator and Witness Protection...87
commit to user xii
BAB IV. PENUTUP ...91
A. Simpulan ... 91
A. Saran ... 93
DAFTAR PUSTAKA ... 94 LAMPIRAN
commit to user xiii
DAFTAR GAMBAR DAN TABEL
Halaman Tabel 1. Perbedaan Model Perlindungan Hukum bagi Whistle Blower 41 dan Justice Collaborator antara UU Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Perlindungan Saksi dan Korban dengan Republic of Albania the Assembly Law No. 9105 dated 15/03/2004 On Justice Collaborator and Witness Protection