• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 KELAYAKAN IMPLEMENTASI SAP MODUL FINANCE. yang akan diperoleh oleh perusahaan dan metode analisa ROI untuk menghitung waktu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 4 KELAYAKAN IMPLEMENTASI SAP MODUL FINANCE. yang akan diperoleh oleh perusahaan dan metode analisa ROI untuk menghitung waktu"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)

121

Pada bab ini akan dibahas mengenai SAP modul Finance, hasil penelitian dari dua metode yaitu metode analisa Cost/Benefit yang akan menganalisa biaya dan manfaat yang akan diperoleh oleh perusahaan dan metode analisa ROI untuk menghitung waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan nilai investasi dan rasio per periode waktunya.

4.1 Proses Bisnis

Berdasasarkan analisa sistem yang sedang berjalan di PT.ABC melalui permasalahan yang mempengaruhi proses bisnis dan kelemahan teknis yang dihadapi oleh perusahaan, untuk itu dibuat suatu perbandingan sistem untuk memecahkan masalah yang ada yaitu antara sistem yang sedang berjalan di PT.ABC yaitu Zahir Accounting dengan sistem yang akan diusulkan sebagai pemecahan masalah yaitu SAP FI/CO.

Berikut ini adalah tabel perbandingan sistem dari permasalahan yang mempengaruhi proses bisnis perusahaan:

Fungsi Bisnis

Proses

Bisnis M asalah Zahir SAP FI/CO

Finance Finance Perusahaan tertunda dalam pengambilan keputusan untuk

Untuk

penghitungan laba

per proyek

Perhitungan yang

dilakukan dapat

di customize per

(2)

strategi di masa mendatang

dilakukan secara manual, sehingga tidak dapat diberikan

pemecahan masalah

bisnis area sesuai dengan keinginan perusahaan

Berdasarkan masalah tersebut, adapun hasil analisis dari kelemahan Zahir dari memecahkan masalah yang ada yaitu perusahaan mengalami penundaan dalam pengambilan keputusan untuk strategi di masa mendatang yang disebabkan karena tidak dapat menampilkan laba per proyek. Didalam Zahir untuk memecahkan masalah tersebut, Zahir juga tidak dapat menampilkan laba per proyek sesuai dengan yang diinginkan perusahaan. Sehingga menyebabkan para karyawan untuk menghitung secara manual laba per proyek dan mempengaruhi kinerja proses bisnis.

Sedangkan kelebihan dari SAP FI/CO dalam memecahkan masalah yang ada

yaitu SAP FI/CO dapat di customize berdasarkan bisnis area apabila ingin menghitung

laba per proyek sesuai dengan keinginan perusahaan. Dimana tentu saja dapat

meningkatkan kinerja proses bisnis perusahaan.

(3)

Fungsi Bisnis

Proses Bisnis

M asalah Zahir SAP FI/CO

Finance Pajak Perusahaan harus membayar denda pajak

Pada sistem Zahir memiliki

kesulitan dalam menghitung

pembayaran pajak ke kas negara karena

perusahaan

adalah melakukan impor sehingga diperlukan

pembayaran pajak ke kas negara

Pada SAP FI/CO untuk menghitung

PIB dapat dilakukan dengan

customisasi

Berdasarkan masalah yang dihadapi yaitu perusahaan harus membayar denda

pajak yang disebabkan kesulitan dalam menghitung pajak PIB (Pemberitahuan Import

Barang). Adapun hasil analisis kelemahan dari Zahir dalam memecahkan masalah

tersebut yaitu Zahir mengalami kesulitan dalam menghitung pajak PIB yang akan

dibayarkan ke kas negara. Namun, kelemahan ini dapat ditutupi oleh SAP FI/CO dengan

melakukan customisasi yang memungkinkan perusahaan untuk dapat menghitung pajak

PIB yang akan dibayarkan oleh perusahaan kepada negara.

(4)

Fungsi Bisnis

Proses Bisnis

M asalah Zahir SAP FI/CO

Pembelian Hutang Hubungan kerjasama antara supplier dengan perusahaan

menjadi terganggu

Pada sistem Zahir

tidak dapat memasukkan

beberapa

Purchased order

yang ingin dimasukkan

kedalam Invoice yang sama

Pada Sistem SAP FI/CO

memungkinkan kita untuk memasukkan beberapa

Purchased order kedalam Invoice

yang sama bergantung kepada

company codenya.

Berdasarkan masalah diatas yaitu hubungan kerjasama antara supplier dengan perusahaan menjadi terganggu yang disebabkan karena perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan supplier yaitu untuk mengabungkan beberapa purchased order yang sama kedalam satu invoice.

Dari hasil analisis kelemahan pada sistem Zahir yaitu dalam pembuatan invoice

tidak memungkinkan untuk mengacu kepada beberapa Purchased order. Dalam Zahir,

satu invoice hanya dapat dibuat berdasarkan satu purchased order. Akan tetapi, hal ini

dapat ditutupi dengan SAP FI/CO yang memungkinkan kita untuk membuat invoice

dengan mengacu kepada beberapa Purchased order yang memiliki company code yang

sama.

(5)

Fungsi Bisnis

Proses Bisnis

M asalah Zahir SAP FI/CO

Pembelian Hutang Perusahaan

mengalami kesulitan dalam mengendalikan data

Pada sistem Zahir transaksi diluar

Purchased order

seperti : pembelian

peralatan kantor dan sebagainya, dicatat sebagai jasa.

Pada Sistem SAP FI/CO terdapat setting yang memungkinkan kita

untuk

menggolongkan

setiap transaksi diluar Purchased order kedalam jenis account yang diinginkan.

Berdasarkan masalah diatas yaitu perusahaan mengalami kesulitan dalam mengendalikan data yang disebaban karena data yang ada dalam database menjadi tidak terkontrol karena seluruh transaksi diluar purchased order dicatat sebagai jasa.

Dari hasil analisis kelemahan pada sistem Zahir yaitu transaksi diluar Purchased

order seperti pembelian peralatan kantor, perbaikan AC dan sebagainya akan dicatat

oleh Zahir dalam account yang sama yaitu account jasa. Dalam hal ini terdapat

kejanggalan dalam penentuan account dari transaksi yang terjadi diluar Purchased

order. Akan tetapi dalam SAP FI/CO, memungkinkan kita untuk dapat menggolongkan

transaksi-transaksi diluar Purchased order kedalam account yang kita inginkan

bergantung kepada setting yang akan dilakukan dalam SAP FI/CO.

(6)

Fungsi Bisnis

Proses Bisnis

M asalah Zahir SAP FI/CO

Penjualan Penerimaan kas

Perusahaan mengalami

kesulitan dalam menentukan

strategi-strategi

yang akan dilakukan di masa

mendatang

Pada sistem Zahir, tidak dapat secara ototmatis membuat

jurnal untuk pembayaran

bertahap. Terdapat 4 jenis pembayaran bertahap:

1. Pembayaran DP merupakan pembayaran yang dilakukan pada saat awal sebelum

dilaksanakanny a suatu proyek.

2. Pembayaran MOS merupakan pembayaran yang dilakukan

Pada Sistem SAP FI/CO terdapat setting yang memungkinkan

kita untuk mengdukung

pembuatan jurnal dari pembayaran bertahap tersebut, dimana

dimungkinkan

untuk mengcreate

jurnal secara

otomatis ketika

kita melakukan

suatu pembayaran.

(7)

pada saat pengerjaan

suatu proyek 3. Pembayaran

yang dilakukan setelah proyek selesai

dikerjakan 4. Pembayaran

yang dilakukan sebagai jaminan atas proyek yang telah dikerjakan.

Dari keempat pembayaran ini, pada saat pembayaran MOS

pihak perusahaan

berkeinginan untuk

membuat jurnal

dan Zahir tidak

memungkinkan

(8)

untuk dilakukan hal tersebut, dimana pada sistem Zahir semua pembayaran harus diselesaikan terlebih dahulu baru dapat dicreate jurnalnya, sehingga

pada saat pembuatan jurnal

setelah pembayaran

MOS harus dilakukan secara manual dan tidak otomatis tercreate jurnalnya.

Berdasarkan masalah diatas yaitu perusahaan mengalami kesulitan dalam

menentukan strategi-strategi yang akan dilakukan di masa mendatang yang disebabkan

dalam pembuatan laporan keuangan seringkali terdapat kesalahan karena setelah

pembayaran MOS untuk membuat jurnal umum tidak mampu membuat pembayaran DP

bernilai nol.

(9)

Kelemahan dari Zahir adalah tidak dapat mendukung pembuatan jurnal pada pembayaran bertahap yang terdapat dalam perusahaan. PT.ABC memiliki beberapa jenis pembayaran seperti :

1. Pembayaran DP merupakan pembayaran yang dilakukan pada saat awal sebelum dilaksanakannya suatu proyek.

2. Pembayaran M OS merupakan pembayaran yang dilakukan pada saat pengerjaan suatu proyek

3. Pembayaran yang dilakukan setelah proyek selesai dikerjakan

4. Pembayaran yang dilakukan sebagai jaminan atas proyek yang telah dikerjakan Pada saat pembayaran M OS, perusahaan memiliki kebutuhan untuk membuat jurnal secara otomatis utnuk pembayaran DP dan M OS yang telah dilakukan, akan tetapi Zahir kesulitan untuk memenuhi kebutuhan ini. Dalam sistem Zahir,jurnal dibuat setelah pembayaran bertahap tersebut lunas dibayarkan, sehingga pihak perusahaan harus membuat jurnal secara manual untuk pembayaran yang telah dilakukan. Akan tetapi, dalam SAP FI/CO akan membuat jurnalnya sendiri secara otomatis pada setiap pembayaran bertahap yang dilakukan oleh perusahaan. Hal ini dapat kita lakukan pada saat kita melakukan setting terhadap SAP FI/CO.

Sedangkan, tabel perbandingan sistem dari kelemahan teknis yang dihadapi

perusahaan dapat dilihat dibawah ini:

(10)

Fungsi Bisnis

Proses Bisnis

M asalah Zahir SAP FI/CO

Finance Pengendalian asset dan persediaan

Tidak dapat memberikan warning

Tidak dapat memberikan

pemecahan masalah yang berkaitan dengan pemberian warning apabila terjadi kesalahan dalam penginputan

Pemberian warning dalam SAP FI/CO dapat dilakukan dengan pemberitahuan error apabila terdapat kesalahan dalam penginputan, sehingga file tidak dapat di simpan jika masih terdapat kesalahan

Berdasarkan dari masalah tidak dapat memberikan warning, adapun hasil analisis terhadap kelemahan Zahir yaitu apabila terjadi kesalahan penginputan, Zahir tidak dapat memberikan warning yang memberitahukan adanya kesalahan. Hal ini tentu saja berdampak pada proses bisnis perusahaan, yang menyebabkan perlu dilakukan identifikasi terhadap kesalahan penginputan.

Sedangkan kelebihan dari SAP FI/CO dalam memecahkan masalah yaitu SAP

FI/CO dapat memberikan warning untuk memberitahukan apabila terjadi kesalahan

penginputan pada saat file akan di simpan. Jika penginputan tidak terdapat kesalahan,

file baru dapat disimpan dalam master record.

(11)

Fungsi Bisnis

Proses Bisnis

M asalah Zahir SAP FI/CO

Finance Pengendalian asset dan persediaan

Dalam memproses data memerlukan waktu yang sangat lama

Tidak dapat memberikan

pemecahan

masalah terhadap waktu yang diperlukan untuk memproses data

Untuk

memproses data, SAP FI/CO juga memerlukan

waktu yang sangat lama terutama pada saat terdapat pihak lain yang ingin memproses data yang sama

Berdasarkan masalah tersebut, adapun hasil analisis dari kelemahan Zahir dari memecahkan masalah yang ada yaitu dalam memproses data, Zahir memerlukan waktu dalam memproses data. Sehingga mengakibatkan kinerja proses bisnis di perusahaan tidak dapat berjalan sesuai dengan keinginan perusahaan.

Dalam SAP FI/CO untuk memproses data juga memerlukan waktu yang sangat

lama seperti halya Zahir. Terutama apabila ada bagian divisi lain yang juga ingin

memproses data yang sama. Sehingga dalam masalah ini baik Zahir maupun SAP FI/CO

tidak dapat memberikan pemecahan masalah.

(12)

Fungsi Bisnis

Proses Bisnis

M asalah Zahir SAP FI/CO

Finance Petty cash M emerlukan waktu yang cukup lama untuk memperoleh data

Tidak dapat memberikan

pemecahan

masalah terhadap waktu yang diperlukan untuk memperoleh data

Dalam

memperoleh data, pada saat SAP SAP FI/CO dijalankan data langsung

ditampilkan

Berdasarkan masalah diatas, adapun hasil analisis dari kelemahan Zahir dari memecahkan masalah yang ada yaitu dalam memperoleh data, Zahir tidak dapat memberikan pemecahan masalah untuk mempersingkat waktu yang digunakan dalam memperoleh data. Hal ini akan berdampak pada kinerja proses bisnis perusahaan, yang menyebabkan proses bisnis menjadi terhambat.

Sedangkan kelebihan dari SAP FI/CO dalam memecahkan masalah yaitu pada

saat SAP SAP FI/CO dijalankan, sistem akan secara langsung menampilkan data yang

ada. Dimana tentu saja dapat mendukung kinerja proses bisnis perusahaan.

(13)

Fungsi Bisnis

Proses Bisnis

M asalah Zahir SAP FI/CO

Pembelian Hutang Sering muncul notes

Sering terjadi error pada sistem Zahir terutama pada saat masuk kedalam sistem, sehingga

pemecahan

masalah tidak dapat diberikan

Kemungkinan untuk terjadi error dalam SAP FI/CO memiliki peluang yang kecil

Berdasarkan masalah diatas, adapun hasil analisis dari kelemahan Zahir dari memecahkan masalah yang ada yaitu dalam sering terjadi error yang menyebabkan munculnya notes, Zahir tidak dapat memberikan pemecahan masalah untuk meminimalkan munculnya notes ketika masuk ke dalam sistem. Sehingga sistem tidak dapat di jalankan sebelum notes yang muncul di salin ke dalam sistem.

Sedangkan kelebihan dari SAP FI/CO dalam memecahkan masalah yaitu SAP FI/CO memiliki peluang untuk terjadi error lebih kecil dibandingkan dengan Zahir.

Sehingga dapat meningkatkan kinerja proses bisnis perusahaan.

(14)

Fungsi Bisnis

Proses Bisnis

M asalah Zahir SAP FI/CO

Penjualan Penjualan Tidak dapat menampilkan

alamat pelanggan secara lengkap

Tampilan untuk alamat tidak lengkap karena apabila alamat tersebut cukup panjang dan tidak muat dalam kolom, maka tampilan alamat

itu akan terpotong.

Namun database yang sebenarnya tidak terpotong, tetap utuh

Dalam SAP FI/CO alamat dan lain sebagainya tetap ditampilkan secara lengkap walaupun alamat itu sangat panjang sesuai dengan database

M asalah ini cukup menyusahkan karena alamat pelanggan begitu penting untuk

mengkonfirmasi kebenaran transaksi dalam invoice dari pelanggan tersebut. Alamat ini

juga penting untuk mengirim invoice. Apabila alamat tersebut kurang, dapat terjadi

kesalahan dalam pengiriman. M asalah ini tidak dapat ditangani oleh Zahir

(15)

SAP FI/CO mampu menampilkan alamat, nama, dan data lainnya secara lengkap walaupun data tersebut amat panjang sehingga memudahkan karyawan dalam mengecek dan memgkonfirmasi transaksi yang terjadi

Fungsi Bisnis

Proses Bisnis

M asalah Zahir SAP FI/CO

Penjualan Penjualan Tidak dapat menampilkan harga per item

Dalam penjualan satu set produk yang terdiri dari beberapa item, harga yang tercantum adalah harga per-set dan tidak bisa harga per-item kecuali apabila dicatat secara manual

SAP FI/CO mampu mencatat penjualan ini sesuai dengan keperluan.

Apabila ingin satu set, dapat dibuat satu set, dan apabila ingin per-item, dapat dibuat demikian

Barang yang dijual ke pelanggan dapat berupa satu set yang terdiri dari beberapa

item yang dibeli sebelumnya dari supplier. Perincian harga per-item terhadap pelanggan

merupakan salah satu cara perusahaan untuk memenuhi permintaan pelanggan karena

banyaknya pelanggan yang menginginkan perincian produk dan untuk mempersingkat

kerja karyawan agar tidak perlu membuat laporan dua kali ataupun mengecek database

untuk mengetahui item dari suatu set barang.

(16)

Kelebihan SAP FI/CO dalam masalah ini adalah SAP FI/CO dapat mencatat penjualan yang terjadi sesuai dengan keperluan dan keinginan perusahaan. SAP FI/CO dapat di costumize sesuai keinginan dari karyawan. Apabila ingin pencatatan berupa satu set, maka dapat dibuat satu set. Apabila ingin per-item, dapat dibuat per-item

Fungsi Bisnis

Proses Bisnis

M asalah Zahir SAP FI/CO

Penjualan Accounting Tampilan invoice tidak sesuai keinginan

perusahaan

Penjualan 1 lot yang seharusnya hanya

menampilkan

tulisan 1 lot, menampilkan

tulisan seluruh isi lot barang yang dibeli

SAP FI/CO mampu mencatat penjualan ini sesuai dengan keperluan.

Apabila ingin satu lot, dapat dibuat satu lot, dan apabila ingin perbarang, dapat dibuat demikian

M isalnya dalam kasus penjualan 1 lot pena (12 kardus pena), tidak ditampilkan

berupa 1 lot namun ditampilkan dengan me-list 12 kardus pena tersebut. Hal ini

merupakan pemborosan dari sisi kertas dan tinta

(17)

Berbeda dengan Zahir, SAP FI/CO melakukan pencatatan penjualan ini sesuai dengan keperluan perusahaan. Apabila perusahaan ingin melakukan pencatatan berupa lot, SAP dapat di customize menjadi lot. SAP merupakan program yang fleksibel

Fungsi Bisnis

Proses Bisnis

M asalah Zahir SAP FI/CO

Finance Accounting Tidak ada pembulatan

angka

Pembualatan angka tidak dapat dilakukan

sehingga akan menyulitkan

dalam

penghitungan dan pembuatan

laporan, baik itu laporan keuangan, maupun laporan jenis lainnya.

Dalam SAP FI/CO memungkinkan

untuk adanya pembulatan angka dengan melakukan customisasi

Tidak adanya pembulatan angka, menyebabkan terjadi perbedaan dalam

penghitungan. Hal ini akan berpengaruh pada laporan keuangan perusahaan juga pada

penghitungan pajak perusahaan.

(18)

Sedangkan kelebihan SAP FI/CO dalam memecahkan masalah yaitu SAP FI/CO dapat dilakukan customisasi untuk membuat adanya pembulatan angka sesuai dengan keperluan perusahaan.

Dari pembahasan masalah pada PT. ABC, didapatkan kesimpulan berupa perbandingan

M asalah yang berpengaruh pada proses bisnis Zahir SAP FI/CO Perusahaan tertunda dalam pengambilan keputusan untuk

strategi

X √

Perusahaan harus membayar denda pajak X √

Hubungan kerjasama antara supplier dengan perusahaan menjadi terganggu

X √

Perusahaan mengalami kesulitan dalam mengendalikan X √ Perusahaan mengalami kesulitan dalam menentukan strategi-

strategi yang akan dilakukan di masa mendatang

X √

M asalah bersifat teknis Zahir SAP FI/CO

Tidak dapat memberikan warning X √

Dalam memproses data memerlukan waktu yang sangat lama X X M emerlukan waktu yang cukup lama untuk memperoleh data X √

Sering muncul notes X √

Tidak dapat menampilkan alamat pelanggan secara lengkap X √

Tidak dapat menampilkan harga per item X

Tampilan invoice tidak sesuai keinginan perusahaan X √

(19)

Tidak ada pembulatan angka X √

Keterangan : X = tidak dapat dipenuhi

√ = dapat dipenuhi

Berdasarkan perbandingan tersebut, dari 13 masalah yang ada, 12 masalah dapat diselesaikan oleh SAP FI/CO. M asalah yang tidak dapt diselesaikan oleh SAP FI/CO adalah masalah teknis yaitu dalam memproses data memerlukan waktu yang sangat lama.

4.2 S AP FI/CO

4.2.1

Financial Accounting

Pengawasan dan pengintegrasian informasi keuangan perusahaan merupakan hal yang penting dalam pengambilan keputusan strategis, SAP ERP Financials memungkinkan pelacakan terpusat pada data financial accounting dalam kerangka kerja internasional dari berbagai perusahaan, bahasa, mata uang, dan peta akun-akun.

Yang termasuk fitur-fitur utama dan fungsinya adalah:

• Harta tetap, accrual, bank, jurnal kas, persediaan barang, dan akuntansi pajak

• Jurnal umum

• Hutang dan piutang

• Fungsi penutupan cepat

(20)

• Laporan keuangan

• Penilaian parallel

4.2.2 Management Accounting

SAP ERP Financial memungkinkan penilaian dan pencatatan data keuangan, tidak hanya pelaporan keuangan tetapi juga secagai dasar dari semua biaya dan pendapatan yang terkait dengan pelaporan. Sebagai hasil, para analisis dan manajer dapat bekerja dengan data dasar yang sama sebagai akuntan keuangan perusahaan

Yang termasuk fitur-fitur utama dan fungsinya adalah:

• Kontrak, profit center, proyek, biaya produk, profitability dan cost center accounting

• Manajemen investasi

• Perencanaan pendapatan dan biaya

• Transfer pricing

4.3 Project Management Planning

Untuk mengimplementasi SAP modul Finance pada PT. ABC, dilakukan

kegiatan implementation yang merupakan proses dalam melakukan perubahan

dari Zahir ke SAP modul Finance yaitu mengganti sistem yang sebelumnya

berjalan dengan membangun sistem yang baru dari awal sesuai dengan

kebutuhan perusahaan yang telah berubah.

(21)

No Kegiatan Keterangan Jumlah Hari 1 Persiapan proyek M elakukan meeting untuk membicarakan

kegiatan dan tanggung jawab masing-masing pihak selama proyek berlangsung. Kemudian dilakukan realisasi terhadap hasil meeting berupa strategi-strategi yang diperlukan.

Strategi tersebut berisi rencana dan langkah- langkah yang diperlukan dalam melakukan perpindahan sistem Yang terlibat adalah semua konsultan

4

2 Penentuan kebutuhan teknikal

M enentukan perencanaan kebutuhan teknikal yang diperlukan dalam perubahan sistem, misalnya infrastruktur hardware. Yang terlibat adalah konsultan teknikal

1

3 M embuat dan merancang sistem landscape

Dalam melakukan implementasi SAP terdapat 3 landscape yaitu development system (DEV), quality assurance system (QAS), dan production system (PRD). Dibuat suatu list yang menjelaskan aktivitas-aktivitas yang diperlukan dari masing-masing landscape, kemudian dirancang. Yang terlibat adalah konsultan fungsional dan teknikal.

6

(22)

4 M elakukan analisa terhadap proses bisnis berjalan dan menentukan masalah dan kebutuhan

M elakukan analisa terhadap struktur organisasi, job description, sistem berjalan dan sebagainya.

Diketahuilah masalah pada sistem yang lama dan akan ditentukan kebutuhan perusahaan sehingga diketahui apakah sistem baru mampu memenuhinya.Yang terlibat adalah konsultan fungsional

10

5 ABAP Development checklist

M elakukan analisa dan perancangan konfigurasi yang diperlukan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, misalnya berupa konfigurasi untuk requirement tertentu dan program tambahan dalam SAP. Yang terlibat adalah konsultan ABAP

2

6 M erancang prosedur dan dokumentasi

training

Dibutuhkan perencanaan training yang efektif terhadap perubahan yang terjadi pada perusahaan. Untuk itulah dibuat dokumentasi prosedur training. Yang terlibat adalah konsultan fungsional

1

7 M engidentifikasi batasan dan

skenario testing

M enyusun persiapan testing dengan menentukan parameter-parameter testing sesuai dengan setiap requirement yang telah direkapitulasi. Yang terlibat adalah konsultan fungsional dan teknikal

1

(23)

8 BASIS activity list dan instalasi Solution M anager

M embuat dokumentasi yang berkaitan dengan aktivitas instalasi, konfigurasi, dan maintenance. M enginstal SAP Solution M anager yaitu platform aplikasi untuk melakukan kolaborasi antara customer dengan SAP. Yang telibat adalah konsultan BASIS

2

9 Identifikasi desain dan dokumentasi

M engevaluasi dan melakukan konfirmasi terhadap penyusunan berbagai desain dan dokumentasi untuk direalisasikan selanjutnya.

Yang terlibat adalah konsultan fungsional

3

10 Pemindahan sistem dan instalasi Front end software

M elakukan proses instalasi sistem dari Zahir ke SAP modul Finance yang dilakukan pada landscape production (PRD) dan melakukan instalasi terhadap SAP GUI dan add on pada workstations (PROD). Yang terlibat adalah konsultan BASIS

4

11 ABAP Development and Correction

M elakukan pengembangan berbagai kebutuhan fungsional dan penambahan berbagai add on pada SAP modul Finance sesuai dokumentasi analisa dan perancangan yang telah dilakukan pada fase business blueprint. Yang terlibat adalah konsultan ABAP

8

12 Pengujian terhadap M elakukan pengujian pada modul aplikasi 8

(24)

modul setelah berbagai konfigurasi sesuai dengan kebutuhan requirement yang diperlukan. Yang terlibat adalah semua konsultan

13 M elakukan training pada key user

M elakukan training pada key user terhadap pembaruan sistem dan perubahan struktur yang terjadi. Yang terlibat adalah konsultan fungsional

3

14 Instalasi SAP pada Quality System

M elakukan instalasi application server SAP mosul Finance pada quality system. Yang terlibat adalah konsultan teknikal

1

15 Testing pada Quality System

M enguji kualitas fungsi-fungsi sistem SAP yang baru agar berjalan dengan baik ketika dijalankan oleh end user. Yang terlibat adalah konsultan fungsional, BA SIS, dan teknikal

2

16 M igrasi data M emindahkan data dari sistem Zahir ke sistem SAP. Yang terlibat adalah konsultan BASIS

5

17 Uji penerimaan user M elakukan pengujian terhadap berbagai penyempurnaan dan pengembangan fungsional yang telah dilakukan sesuai dengan perspektif dan ekspektasi user. Yang terlibat adalah konsultan fungsional, ABAP, teknikal

5

18 Go Live and Support

Sistem dijalankan dan dilakukan analisa terhadap performa sistem dan perkembangan

30

(25)

dari tiap aktivitas akan dipantau. Yang terlibat adalah semua konsultan

TOTAL IM PLEM ENTASI 96

Tabel 4.1 Aktivitas Implementasi

Berdasarkan dari kegiatan tersebut maka total hari kerja konsultan yang dibutuhkan adalah:

• Konsultan Fungsional : 73 hari kerja x 2 konsultan= 146 hari

• Konsultan Teknikal : 58 hari kerja x 1 konsultan= 58 hari

• Konsultan ABAP : 57 hari kerja x 1 konsultan= 57 hari

• Konsultan BASIS : 55 hari kerja x 1 konsultan = 55 hari

Total hari kerja = 316 hari

(26)

Gambar 4.1 Jadwal Implementasi Sistem

(27)

4.4 Resource Management

Implementasi merupakan suatu proses yang memerlukan berbagai komponen-komponen penting untuk mendukung proses tersebut.

Pengimplementasian SAP M odul Finance pada PT. ABC pun tidak luput dari keperluan terhadap komponen tersebut. Dalam pengimplementasian ini, secara umum diperlukan 3 komponen utama yaitu software, infrastruktur hardware, dan people.

• Software

Software yang diimplementasi yaitu software SAP modul Finance berbasis ERP untuk mendukung proses bisnis suatu perusahaan agar menjadi best practice.

• Infrastruktur Hardware

Infrastruktur hardware adalah berbagai macam komponen teknikal dan mesin-mesin yang digunakan untuk mendukung instalasi dan implementasi SAP modul Finance pada perusahaan yang meliputi:

™ Storage Server

Storage server yang digunakan yaitu dengan HP StorageWorks M SA70, yang akan berfungsi sebagai storage dari server sehingga data yang ada lebih mudah untuk di manage. Storage server yang diperlukan sebanyak 1.

Storage Server Vendor: HP

Spesifikasi HP StorageWorks M SA70

25x 72 GB SFF DP SAS HDD + I/O

(28)

M oduledisks (max 25x300 GB)

HP SmartArray P800 Controller 6GB cache,

HP StorageWorks System Copy Software for SAP

HP Data Protector software SAS Drives

Tambahan Waranty 3 year

Tabel 4.2 Spesifikasi Storage Server

™ Client device

Diperlukan peningkatan kemampuan terhadap client device sesuai dengan adanya kebutuhan sistem dengan spesifikasi yang lebih baik sehingga pelaksanaan sistem dapat berjalan secara optimal. Client device yang diperlukan sebanyak 10.

Client Device Vendor : HP Spesifikasi TC

HP T5730 (1GB ROM , 512MB RAM , Integrated WiFi )

PC

(29)

Intel® Core2Duo E E 7500 ( 2.93GHz, 3MB Cache, FSB 1333MHz )

2GB DDR2 533 (Extendable up to 4GB) 160 GB HDD 7200 rpm SATA

Integrated Ethernet 10/100/1000 D-Link DWA G520 + Extreme Edt.

OEM Windows Vista Business Office 2007 Standart Select C

Tambahan Waranty 3 year

Tabel 4.3 Spesifikasi Client Device

™ Server

Server yang digunakan yaitu HP M L350 G6-930R, yang berfungsi sebagai penghubung client device untuk mengakses program yang diakses di terminal control melalui network perusahaan atau dari internet. Server yang diperlukan sebanyak 1.

Server Vendor: HP

Spesifikasi HP M L350 G6-930R

Intel® Xeon® E5520 (4 core, 2.26 GHz, 8MB L3, 80W)

M emory 6 GB ( max 192GB )

(30)

NIC gigabit (1GbE NC326i 2 Ports) HD 3x 146GB 10K SAS 2.5 Hot Plug 8X/24X DVD-Rom Drive

Redundant Power Supply License

Windows 2008 Standart

Windows Terminal Service Device CAL 2008 (Select C)

CPS 4.5 Enterprise

Upgrade Citrix 4.0 to 4.5 (Include Instalasi citrix server).

Tambahan Waranty 3 year Tabel 4.4 Spesifikasi Server

™ Network

Network digunakan sebagai penghubung pada jaringan internet.

Secara garis besar peningkatan network dibagi mendi dua:

• Wap Cisco 1200 Series IOS WIRELESS LAN

Berfungsi untuk mendukung perusahaan yang menggunakan

wireless. Dimana selain itu, juga mampu memberikan kapasitas

dan tingkat keamanan yang tinggi, memiliki storage yang lebih

besar serta memungkinkan network wireless dapat dikembangkan

secara optimal dan sesuai kebutuhan.

(31)

• Switch Catalyst 2960

Berfungsi untuk mempermudah koneksi dengan wireless dan lebih aman dalam menjaga informasi serta lebih mudah digunakan dan dikembangkan.

Network Vendor : PT Cisco Systems Indonesia Spesifikasi WAP 802.11g IOS AP w/Avail CBus Slot, FCC

Cnfg

AIR Line Cord Central Europe

Power Injector for 1100, 1130AG, 1200 1230AG, 1240AG, 521

Cisco 1200 Series IOS WIRELESS LAN Power Supply In:100-240VAC Out:48VDC 380mA -1100,1130AG,1200,521

2.4 GHz,2.2 dBi Dipole Antenna Black w/RP-TNC Connect.

Spesifikasi Switch CISCO WS-C2960-24TC-L Catalyst 24port 10/100M bps

10/100/1000,2T/SFP LAN Base Image

Tabel 4.5 Spesifikasi Network

™ Security

(32)

Secara garis besar peningkatan pada security dibagi menjadi dua yaitu:

Keamanan network (produk dari Check Point Software Technologies Ltd.)

Berfungsi melakukan filter terhadap traffic dengan memeriksa application layer.

• Keamanan internet (ISS / Internet Security System)

Berfungsi memonitor dan menangani kerentanan dan eksploitasi jaringan serta dengan cepat merespon potensi ancaman yang mungkin timbul.

Security Vendor: PT Cisco Systems Indonesia Spesifikasi Check Point 1. Check Point UTM - M gmt and

Gateway

Bundle for 5 Sites & Unlimited Users.

2. Check Point FloodGate-1 Add-on for VPN-1

UTM Gateway - 1 Site.

3. Check Point SmartView Reporter &

M onitor

for 1 Gateway with Unlimited Users.

4. Annual Collaborative Enterprise Support

Standard for CPUTM -CKP-5-U,

(33)

CPUTMQOS- 1 & CPMP-EVR-3.

5. Check Point SmartDefense Services Total

Security plus Content Inspection (AV &

URLF) for VPN-1 UTM Unlimited Users Annual Subscription.

6. Installation Cost.

7. NIC Card.

Spesifikasi ISS IBM ISS Proventia GX 4004 Series Site Protector Reporting M odule

Spesifikasi ISS Active Care for Proventia GX 40004

Active Care for Site Protector Reporting M odule

RMA for Proventia GX4004 Tabel 4.6 Spesifikasi Security

• People

Perlu diingat bahwa sistem bukan suatu benda yang dapat berjalan sendiri

tanpa ada yang mengoperasikannya. People merupakan bagian elemen yang

penting karena tanpa adanya people, sistem tidak akan ada yang menjalankan

(34)

atau mengoperasikannya. People juga menjadi penting karena people dapat menangani permasalahan-permasalahan dalam SAP. People memiliki kompetensi yang perlu dikembangkan dengan perencanaan yang baik yaitu melalui training dengan tujuan memperkenalkan fitur-fitur terbaru dan kostumisasi yang dilakukan pada sistem baru. Pada umumnya training dilakukan terhadap 2 objek yaitu, end user dan key user yang mana tugasnya masing-masing adalah menjalankan sistem operasional perusahaan sesuai dengan bagian masing-masing dan memberikan dukungan pada sistem SAP apabila terjadi masalah atau gangguan di masa yang akan datang.

4.5 Cost/Benefit 4.5.1 Analisa

Cost

Implementasi suatu sistem bukanlah hal yang sederhana. Untuk itulah perusahaan yang akan melakukan implementasi sistem memerlukan banyak persiapan perencanaan. Salah satu rencana tersebut adalah menghitung biaya karena biaya merupakan faktor penting yang tidak dapat dihindarkan.

Pada saat perencanaan dilakukan, manajemen perusahaan akan mempertimbangkan kemampuan finansial (keuangan) perusahaan dalam melakukan implementasi SAP modul Finance menggantikan Zahir.

Perhitungan ini dimaksudkan untuk manganalisa berapa biaya yang akan

dikeluarkan perusahaan untuk implementasi SAP modul Finance dan

apakah biaya tersebut sebanding dengan manfaat yang didapat

dibandingkan dengan menggunakan Zahir.

(35)

Dari infrastruktur dan perhitungan konsultan yang telah diuraikan di atas, maka perhitungan biaya yang diperlukan pada implementasi SAP modul Finance adalah sebagai berikut:

• 5 orang konsultan @ $ 300/hari

$300 x 316 hari x Rp. 9.500 = Rp 900.600.000

• 1 Storage server

1 Storage server x Rp. 62.795.000 = Rp 62.795.000

• 10 Client Device

10 Client Device x Rp. 6.793.000 = Rp. 67.930.000

• 1 Server

1 Server = Rp. 39.590.500

• 1 Security

1 Security = Rp. 136.652.000

• 1 Network

1 Network = Rp. 51.654.000

• Licence SAP untuk 10 user

10 user x Rp. 3.900.000 = Rp 39.000.000

(36)

Gambar 4.2 Total Biaya Implementasi SAP

Biaya Operasional

Pada umumnya sistem memiliki biaya lain selain biaya initial cost yaitu biaya license. PT. ABC mengklas ifikasikan biaya license tahunan tersebut sebagai biaya operasional.

Telah ditetapkan bahwa perhitungan biaya beban tersebut adalah

sebesar 17% dari biaya initial cost yang dibayar saat pertama kali

menggunakan hak lisensi SAP modul Finance. Biaya initial cost untuk

license untuk SAP modul Finance yang dihitung berdasarkan jumlah user

adalah Rp 3.900.000,00 per user. Jumlah user SAP pada PT. ABC adalah

(37)

10 user. Dari keterangan di atas, maka perhitungan biaya operasional untuk license SAP modul Finance pada PT. ABC pertahun:

Biaya operasional = 17% x Rp3. 900.000,00 x 10 user = Rp 6.630.000,00 per tahun

Biaya berjalan Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Biaya operasional

lincense SAP pertahun 6.630.000 6.630.000 6.630.000 6.630.000 6.630.000 Tabel 4.7 Biaya Operasional SAP untuk 5 Tahun

Pada Zahir, perhitungan biaya beban pertahunnya adalah Rp 1.000.000 untuk semua user.

Biaya berjalan Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Biaya operasional

lincense Zahir pertahun

1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000

Tabel 4.8 Biaya Operasional Zahir untuk 5 Tahun

4.5.2 Benefit

Investasi perusahaan terhadap sesuatu akan menghasilkan manfaat.

Investasi PT. ABC terhadap SAP tentu saja akan menghasilkan manfaat

pula, baik yang bersifat dapat diukur dan langsung (tangible), manfaat

yang sulit diukur dan tidak langsung (intangible), dan manfaat-manfaat

(38)

lainnya yang dapat memberikan nilai tambah (added value) bagi perusahaan.untuk selanjutnya, manfaat-manfaat ini akan diklasifikasikan sebagai manfaat strategis, manfaat ekonomis, dan manfaat operasional.

M anfaat strategis adalah manfaat yang digunakan untuk membuat dan mendukung pengambilan keputusan strategis perusahaan. M anfaat ekonomis adalah manfaat yang akan meningkatkan nilai perusahaan secara ekonomis dengan berkurangnya beban dan biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan. M anfaat operasional adalah manfaat yang mendukung kegiatan operasional perusahaan agar kegiatan perusahaan dapat menjadi lebih efektif dan efisien. Dari penjelasan ini diperolehlah kesimpulan bahwa manfaat strategis dan manfaat ekonomis tidak akan tercapai apabila manfaat operasional tidak terlebih dahulu terpenuhi.

Karena tanpa adanya operasional yang baik, keputusan strategis yang baik tidak akan dapat dibuat. Demikian juga halnya dengan manfaat ekonomis, apabila kegiatan operasional tidak efisien dan efektif, maka akan terjadi kesia-siaan terhadap sumber daya dan waktu yang dimiliki yang berdampak pada pengeluaran biaya dan beban yang tidak seharusnya.

Terdapat 3 target yang dapat dicapai berdasarkan manfaat yang

dijelaskan sebelumnya, yaitu meningkatkan laba perusahaan yang

diperoleh dengan manfaat strategis dan operasional, menekan biaya

operasional yang diperoleh dengan manfaat ekonomis dan operasional,

dan competitive advantage yang diperoleh dengan adanya SOA dan

manfaat peningkatan pada image perusahaan.

(39)

• Meningkatkan Laba Perusahaan

PT. ABC mengimplementasi SAP dengan harapan SAP akan dapat membantunya dalam pencapaian target untuk meningkatkan laba perusahaan. Berikut ini adalah history pertumbuhan pendapatan dan laba bersih perusahaan selama 5 tahun terakhir yaitu dari tahun 2004-2008 yang digambarkan dalam tabel berikut:

Tahun Pendapatan

Persen Kenaikan Pendapatan

Laba Bersih

Persen Kenaikan Laba

Bersih 2004 60.571.348.425,00 N/A 5.284.856.161,10 N/A 2005 58.963.740.228,00 (2,65) 4.898.528.912,06 (7,31) 2006 61.819.561.091,00 4,84 5.693.439.854,40 16,23 2007 86.112.224.109,00 39,30 7.778.911.372,88 36,63 2008 108.115.699.794,90 25,55 5.342.824.988,35 (31,32)

Sumber: Data internal PT.ABC

Tabel 4.9 Pertumbuhan laba PT.ABC

(40)

Gambar 4.3 Grafik pertumbuhan laba PT.ABC 0

1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000 8000

2004 2005 2006 2007 2008

(41)

Gambar 4.4 Hubungan M anfaat dan Target dalam M eningkatkan Laba

(42)

M anfaat (benefit) operasional

1. Monitoring A/R (Account Receivable) yang lebih baik

Piutang perusahaan dapat diawasi dengan baik yaitu dapat memantau dan mengendalikan piutang dengan jelas. Dapat diketahui piutang yang belum, akan, dan sudah jatuh tempo.

Klasifikasi customer juga dapat dilakukan berdasarkan history pembayaran piutang yang pernah ada

2. M onitoring A/P (Account Payable) yang lebih baik

Hutang perusahaan dapat diawasi dengan baik yaitu dapat melihat dengan jelas kapan hutang akan jatuh tempo sehingga perusahaan dapat dengan tepat waktu melunasi hutangnya. Klasifikasi vendor juga dapat dilakukan berdasarkan history pelunasan hutang yang pernah ada.

3. M eningkatkan pengawasan financial management perusahaan Pengawasan financial management pada perusahaan diharapkan dapat meningkat apabila laporan laba rugi dan laporan neraca menggambarkan keadaan keuangan perusahaan secara relevan.

Laporan laba rugi adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih. Laporan neraca adalah laporan yang berisi harta (asset), utang atau kewajiban-kewajiban pada pihak lain (liabilities).

4. M emudahkan maintenance dan vendor master record

(43)

Perusahaan tentu saja memiliki banyak vendor sebagai partner perusahaannya. Tidak heran apabila suatu ketika terjadi kesalahan dalam bentuk duplikasi atau redundancy dalam pencatatan database terhadap vendor. Dengan menggunakan SAP, maintenance terhadap data vendor lebih mudah karena tidak akan terjadi duplikasi data vendor antar company code. SAP telah menyediakan standar tersendiri untuk pencatatan vendor sehingga evaluasi yang dilakukan terhadap vendor akan menjadi lebih mudah.

5. M eminimalisasi exchange rate risk

Exchange rate risk adalah resiko pertukaran mata uang asing yang merupakan dampak dari pergantian terus-menerus pasokan pasar di dunia dan demand balance dalam sebuah posisi pertukaran mata uang yang sangat baik. Hal ini menyebabkan ketidakpastian hasil karena nilai mata uang asing yang terus berubah.

M anfaat (benefit) strategis

1. Pengurangan potential lost pada revenue

Potential lost pada revenue adalah kemungkinan berkurangnya

pendapatan perusahaan yang diakibatkan adanya faktor-faktor

tertentu. Salah satunya adalah exchange rate risk dan A/R. Mata

uang akan terus berubah nilainya, apabila terjadi penurunan maka

exchange rate risk akan meningkat. SAP dapat melakukan

pengecekan terhadap perubahan tipe exchange rate dan

(44)

memasukkan mata uang baru serta tanggal penggantiannya .Seperti yang telah diketahui pada bab sebelumnya, PT. ABC memiliki masalah dalam pembayaran bertahapnya (A/R). SAP dapat menangani masalah pembayaran bertahap tersebut sekaligus dapat meningkatkan fungsi monitoring A/R sehingga perusahaan mampu memperkirakan dab mengambil tindakan yang efektif pada resiko piutang tak tertagih yang berakibat pada potential lost. Potential lost diharapkan dapat diminimalisasi apabila pengawasan terhadap A/R dan exchange rate risk ini dilakukan.

2. Penentuan strategic planning perusahaan yang lebih baik

Perusahaan perlu membuat strategic planning yang baik agar dapat bersaing dengan perusahaan lainnya. Dengan meningkatnya monitroting pada financial management, perusahaan mendapatkan informasi mengenai keadaan keuangannya dengan lebih relevan dan tepat. Dengan demikian perusahaan dapat dengan baik merencanakan strategi yang baik untuk kegiatan perusahaannya dengan keuangan yang dimilikinya saat itu.

3. Peningkatan pengawasan terhadap pembelian

Data vendor merupakan sesuatu hal yang patut untuk mendapat

perhatian lebih karena perusahaan mendapatkan barang-barang

yang dijualnya sebagai sumber penghasilan perusahaan dari para

vendor. Pencatatan dan pengawasan yang baik terhadap hal

tersebut akan memudahkan perusahaan dalam mengawasi

pembelian yang terjadi karena evaluasi vendor yang sesuai

(45)

standar dan minimalisasi redundancy data. Hutang perlu diperhatikan agar hubungan dengan vendor tetap terjaga dengan baik dan meningkat. Hubungan ini nantinya juga kan berpengaruh pada pembelian. Untuk itulah 2 hal ini perlu diperhatikan dengan baik agar pengawasan terhadap pembelian dapat dilakukan dengan lebih baik.

Hubungan dengan laba perusahaan adalah:

o Dengan berkurangnya potential lost, pendapatan akan meningkat.

Seperti yang diketahui, terjadinya peningkatan pendapatan perusahaan akan berdampak pada laba yang meningkat pula.

o Strategic planning yang baik akan meningkatkan laba perusahaan karena strategi tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi target yang ingin dicapai oleh perusahaan

Berdasarkan tabel pertumbuhan laba PT.ABC, adapun rata-rata kenaikan laba sebesar 14,23 %. Sedangkan harapan pertumbuhan laba 5 tahun ke depan setelah menggunakan SAP yaitu 24,23 % dari peningkatan margin sebesar 10 %.

Berikut ini tabel proyeksi perkiraan pertumbuhan laba dengan

kenaikan margin sebesar 10 % sehingga selisih kenaikannya menjadi

24,23 %.

(46)

Tahun Laba % selisih kenaikan Selisih kenaikan

0 5.342.824.988,35 N/A N/A

1 6.637.391.483,03 24,23 1.294.566.494,68

2 8.245.631.439,37 24,23 1.608.239.956,34

3 10.243.547.937,13 24,23 1.997.916.497,76

4 12.725.559.602,30 24,23 2.482.011.665,17

5 15.808.962.621,94 24,23 3.083.403.091,64

Tabel 4.10 Proyeksi Perkiraan Pertumbuhan Laba

Berdasarkan selisih kenaikan pertumbuhan laba yang didapat setiap tahunnya dari harapan pertumbuhan laba sebesar 24,23 %, presentase kenaikannya hanya sebesar margin dari rata-rata pertumbuhan laba 5 tahun sebelumnya yaitu sebesar 10%. Berikut ini adalah manfaat ekonomis bersih yang diperoleh dari selisih kenaikan pertumbuhan laba dikali 10/24,23.

Benefit

Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5

534.282.498,84 663.739.148,30 824.563.143,94 1.024.354.793,71 1.272.555.960,23

Tabel 4.11 M anfaat Ekonomis Bersih

(47)

• Menekan atau Mengurangi Biaya Operasional Perusahaan

Biaya operasional merupakan biaya penting yang dibutuhkan

perusahaan untuk menjalankan usahanya. Dengan

mengimplementasikan SAP, waktu dan tenaga yang dikeluarkan

perusahaan dapat diminimalisasi karena kinerja yang lebih baik,

sehingga biaya operasional dapat diminimalisasi.

(48)

Gambar 4.5 Hubungan M anfaat dan Target dalam M engurangi Biaya Operasional

(49)

M anfaat (benefit) operasional M eningkatkan reporting process

PT. ABC memiliki permasalahan dalam penyusunan laporannya.

Dengan implementasi SAP modul Finance, penyusunan laporan dapat dilakukan dengan lebih efisien dan efektif. Hal ini menyebabkan berkurangnya jam lembur karyawan karena karyawan tidak perlu lembur, andaikan lembur pun tidak akan memakan waktu yang lama dalam menyusun dan membuat laporan

M anfaat (benefit) ekonomis 1. Pengurangan biaya lembur

Tiap harinya karyawan PT. ABC melakukan lembur kurang lebih antara satu sampai dua jam. Hal ini dikarenakan banyaknya laporan dan transaksi yang harus dibuat serta sistem Zahir yang kurang efisien dalam membuat laporan. Dengan menggunakan SAP modul Finance, waktu yang diperlukan untuk membuat laporan dan transaksi dapat diminimalisasi sehingga karyawan tidak perlu lembur kecuali pada saat pembuatan laporan keuangan akhir tahun. Itupun jamnya dapat dikurangi sedemikan rupa.

Karyawan bagian keungan pada PT. ABC yang terdiri dari 10 orang memperoleh gaji pokok rata-rata sekitar Rp 3.000.000.

PT. ABC mengikuti peraturan dari Depnaker mengenai lembur

karyawannya dan tidak memiliki kebijaknnya sendiri. Depnaker

(50)

tidak membatasi maksimal lembur seorang karyawan dan menurut peraturan dari Depnaker, rumus untuk menghitung lembur adalah

Dengan hitungan kuota:

2 jam pertama kuota = 1.5 2 jam berikutnya kuota = 2 2 jam berikutnya lagi kuota = 3 Dan seterusnya

Hari biasa:

M aka hitungan lembur selama 1 bulan untuk hari biasa menjadi:

1/173 x Rp 3.000.000 x 1.5 x 5 hari kerja x 4 minggu = Rp 520.231,21

Ada 10 karyawan. M aka

10 x Rp 520.231,21 = Rp 5.202.312,13

Hitungan lembur selama 1 tahun

12 x Rp 5.202.312,13 = Rp 62.427.745,66

5 hari pada saat tutup buku:

1/173 x Rp 3.000.000 x 1.5 x 5 hari kerja x 10 karyawan = Rp 1.300.578,03

1/173 x Gaji Pokok x kuota

(51)

Hitungan lembur selama 1 tahun untuk hari biasa menjadi Rp 62.427.745,66 - Rp 1.300.578,03 = Rp 61.127.167,63

Akhir tahun ketika tutup buku:

Pada saat tutup buku, karyawan pada umumnya lembur sampai 5 jam selama 5 hari kerja. Dengan penggunaan SAP modul Finance, lama lembur dapat dikurangi sampai 2 jam menjadi 3 jam perharinya. M aka hitungan lemburnya menjadi:

1/173 x Rp 3.000.000 x 2 x 5 hari kerja = Rp 173.410,40

Ada 10 karyawan. M aka

10 x Rp 173.410,40 = Rp 1.734.104,04

Totalnya selama 1 tahun adalah:

Rp 61.127.167,63 + Rp 1.734.104,04 = Rp 62.861.271,67

Diasumsikan bahwa karyawan akan mendapatkan kenaikan

gaji pertahunnya sebesar 10%. M aka perhitungan keuntungan

yang diperoleh perusahaan dari pengurangan biaya lembur selama

5 tahun setelah melakukan migrasi ke sistem SAP modul Finance

adalah:

(52)

Benefit Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Pengurangan

Biaya Lembur

62,861,271.67 69,147,398.84 76,062,138.72 83,668,352.59 92,035,187.85

Tabel 4.12 M anfaat Pengurangan Biaya Lembur

2. Pengurangan biaya listrik

Dalam mengoperasikan perusahaan, tentu saja memerlukan listrik sebagai sumber utama. Dalam hal ini berupa lampu, ac, komputer, printer, dan lain sebagainya. Dengan berkurangnya jam lembur, biaya listrikpun akan berkurang.

M emyangkut biaya listrik, PT. ABC merupakan perusahaan yang termasuk dalam golongan B-2 yaitu golongan tarif untuk keperluan binis menengah yang menggunakan listrik diatas 100 jam yaitu 200 jam perbulannya dengan tarif Rp 550 per-Kwh.

M enurut perhitungan lembur, maka jam yang dapat dikurangi dalam menggunakan listrik adalah 2 jam perhari dengan 5 hari kerja selama 1 bulan yaitu 40 jam. Sedangkan daya listrik yang digunakan perjam adalah:

• AC 1 PK = 800 watt

• PC = 400 watt

• Lampu = 40 watt

• Lain-lain = 2400 watt

(53)

Daya/unit Unit Total/unit

AC 800 5 4000

PC 400 10 4000

Lampu 40 15 600

Lain-lain 2400 - 2400 Total keseluruhan = 11000

Tabel 4.13 Data pemakaian listrik

M aka hitungan listrik perbulan adalah:

11 Kwh x 40 x Rp 550 = Rp 242.000,00

Hitungan listrik yang dihemat selama 1 tahun menjadi:

12 x Rp 242.000 = Rp 2.904.000,00

3. Pengurangan biaya uang makan

Berdasarkan policy perusahaan, setiap karyawannya yang lembur akan diberikan uang makan. Apabila lembur karyawan sehari-hari tidak ada, maka perusahaan tidak perlu lagi membayar uang makan tersebut. Uang makan tersebut Rp 20.000,00 perorangnya.

M aka hitungannya per bulannya adalah:

10 x Rp 20.000 x 5 hari x 4 = Rp 4.000.000,00

(54)

Hitungan pertahun:

12 x Rp 4.000.000,00 = Rp 48.000.000,00

Diasumsikan bahwa karyawan akan mendapatkan kenaikan uang makan pertahunnya sebesar 12.5%. M aka perhitungan keuntungan yang diperoleh perusahaan dari pengurangan biaya uang makan selama 5 tahun setelah melakukan migrasi ke sistem SAP modul Finance adalah:

Manfaat penekanan biaya operasional perusahaan dengan melalui pengurangan waktu lembur karyawan

Tabel 4.14 Total M anfaat Implementasi SAP

(55)

• Memberikan Competitive Advantage bagi Perusahaan

M eningkatkan kemampuan bersaing perusahaan terhadap kompetitornya merupakan manfaat lain yang dapat diperoleh selain meningkatkan laba dan mengurangi biaya operasional.

Gambar 4.6 Hubungan M anfaat dan Target dalam Competitive Advantage

1. Adanya SOA (Service Oriented Architecture)

SOA (Service Oriented Architecture) merupakan konsep yang

digunakan untuk mengembangkan SAP, menjadikan fleksibilitas

SAP dan prosesnya dalam menyesuaikan diri terhadap

perkembangan bisnis meningkat. Apabila perusahaan

mempertimbangkan untuk meningkatkan versi SAP-nya untuk

beberapa tahun ke depan, SOA merupakan hal yang tepat.

(56)

M anfaat lain penggunaan SOA adalah pengimplementasian solusi bisnis yang lebih cepat dengan usaha yang dapat diminimalkan.

2. M eningkatkan Corporate Image

SAP merupakan sebuah software ERP yang terkenal dan dianggap software unggul dibandingkan dengan software- software ERP lainnya, dengan kata lain software yang bonafit dan eksklusif. Hal ini dapat meningkatkan image baik perusahaan dimata pesaing dan kolega bisnisnya.

Dengan meningkatnya nama baik perusahaan, maka semakin mudah bagi PT. ABC untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan lain dan juga akan memudahkan dalam promosi. Hal ini dikarenakan adanya anggapan bahwa perusahaan yang menggunakan sistem yang bonafit dan eksklusif merupakan perusahaan yang bonafit juga.

Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa yang merupakan manfaat intangible adalah:

• Pada meningkatkan laba perusahaan yaitu monitoring A/R yang lebih baik, meningkatkan pengawasan financial management, monitoring A/P yang lebih baik, memudahkan maintenance dan vendor master record, penentuan strategic planning perusahaan yang lebih baik, dan peningkatan pengawasan terhadap pembelian.

• Pada menekan atau mengurangi biaya operasional perusahaan yaitu

meningkatkan reporting process.

(57)

• Pada memberikan competitive advantage bagi perusahaan yaitu adanya SOA dan meningkatkan corporate image

Yang merupakan manfaat tangible adalah:

• Pada peningkatkan laba perusahaan yaitu pengurangan potensial lost pada revenue, dan peningkatan laba perusahaan

• Pada menekan atau mengurangi biaya operasional perusahaan yaitu

pengurangan biaya lembur, pengurangan biaya listrik, pengurangan

biaya uang makan, dan menekan atau mengurangi biaya operasional

perusahaan

(58)

Dampak Ekonomis

Gambar 4.7 Dampak ekonomis proyek

(59)

ROI (Retu rn Of Investment)

M elalui gambar 4.7 dapat diketahui bahwa nilai ROI atau pengembalian investasi yang diperoleh sebesar 53,91%.

NPV (Net Present Value)

Net Present Value yang telah ditetapkan perusahaan setelah dikurangi diskonto / suku bunga sebesar 7 %, sehingga diperoleh hasil:

NPV = 413.887.227,17 / (1+7%)

1

+ 513.057.749,46 / (1+7%)

2

+ 678.217.005,22 / (1+7%)

3

+ 862.808.691,12 / (1+7%)

4

+ 1.094.100.053,63 / (1+7%)

5

= Rp 1.514.373.336,02

Payback period

Tahun Biaya Cash Inflows Payback

0 1,328,221,500 0 -1,328,221,500

1 413,887,227.17 -914,334,272.83

2 531,057,749.46 -383,276,523.37

3 678,217,005.22 294,940,481.85

4 862,808,691.12 1,157,749,172.97

5 1,094,100,053.63 2,251,849,226.60

(60)

Payback = Payback minus + Jumlah tahun minus Benefit per tahun

= -383,276,523.37 + 2 tahun 678.217.005,22

= 2.565078737

= 2 tahun + (0, 565078737 x 12 bulan) = 2 tahun + 6.78 bulan

= 2 tahun 7 bulan

Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengembalian dana yang akan didapatkan setelah investasi pada proyek implementasi kelayakan diperoleh dalam 2 tahun 7 bulan.

IRR (Intenal Rate of Return)

IRR adalah suku bunga yang diperoleh. Apabila IRR dari suatu sistem lebih tinggi, maka pengeruh perubahan suku bunga semakin kecil dari sistem tersebut.

NPV = 0 = -1.328.221.500 - {413.887.227,17 /(1+IRR)

1

+ 513.057.749,46 /(1+IRR)

2

+

678.217.005,22 /(1+IRR)

3

+

862.808.691,12 /(1+IRR)

4

+

1.094.100.053,63 /(1+IRR)

5

}

IRR = 37 %

(61)

Dengan demikian dapat disimpulkan, IRR dari implementasi kelayakan

ke sistem SAP sebesar 37%.

(62)

4.6 Proses Penentuan Keputusan Perpindahan

Gambar 4.8 Proses Penentuan Keputusan

(63)

Pada tahap pertama, dilakukan suatu pengukuran terhadap kinerja Zahir accounting dalam mendukung proses bisnis yang terdapat dalam perusahaan PT.ABC.

Dalam proses pengukuran ini, terdapat masalah-masalah dan kebutuhan-kebutuhan perusahaan yang belum dapat dipenuhi oleh sistem Zahir. Berdasarkan pada masalah- masalah dan kebutuhan-kebutuhan yang ada di PT.ABC didapati hasil bahwa sistem accounting Zahir belum dapat sepenuhnya mampu untuk mendukung proses bisnis perusahaan PT.ABC. Oleh karena itu, PT.ABC mendukung rencana perpindahan sistem Zahir ke SAP ECC 6.0 SR2 IDES.

Pada tahap kedua, dilakukan suatu perhitungan dengan menggunakan metode cost and benefit analysis dan metode ROI untuk menganalisa kelayakan PT.ABC dalam mengimplementasikan sistem SAP ECC 6.0 SR2 IDES. Pada metode cost and benefit analysis, didapati hasil bahwa biaya yang akan dikeluarkan oleh PT.ABC dalam mengimplementasikan sistem SAP ECC 6.0 SR2 IDES akan lebih besar apabila dibandingkan dengan sistem Zahir. Akan tetapi, apabila dilihat dari segi keuntungan yang akan didapat oleh PT.ABC dalam mengimplementasikan SAP ECC 6.0 SR2 IDES akan lebih menguntungkan bila dibandingkan dengan sistem Zahir. Dengan mengimplementasikan SAP ECC 6.0 SR2 IDES, terdapat 3 target yang dapat dicapai oleh PT.ABC dalam meningkatkan perusahaannya, yaitu meningkatkan laba perusahaan yang diperoleh dengan manfaat strategis dan operasional, menekan biaya operasional yang diperoleh dengan manfaat ekonomis dan operasional, dan competitive advantage yang diperoleh dengan adanya SOA dan manfaat peningkatan pada image perusahaan.

Pada metode ROI, dilakukan suatu analisa terhadap waktu yang dibutuhkan

untuk memperoleh pengembalian dana yang akan didapatkan setelah investasi pada

proyek implementasi kelayakan dan nilai dari pengembalian investasi tersebut. Pada

(64)

analisa ini, didapatkan hasil bahwa nilai pengembalian investasi yang akan didapat dan waktu yang dibutuhkan oleh PT.ABC untuk memperoleh pengembalian dana dalam pengimplementasian sistem SAP ECC 6.0 SR2 IDES adalah sebesar 53,91% dan 2 tahun 7 bulan.

Berdasarkan pada hasil dari pengukuran-pengukuran dan analisa-analisa yang

telah dilakukan, maka alternatif yang baik bagi PT.ABC adalah melakukan perpindahan

dari sistem Zahir ke sistem SAP ECC 6.0 SR2 IDES.

Gambar

Tabel 4.1 Aktivitas Implementasi
Gambar 4.1 Jadwal Implementasi Sistem
Tabel 4.2 Spesifikasi Storage Server
Tabel 4.3 Spesifikasi Client Device
+7

Referensi

Dokumen terkait

Perencanaan adalah memilih dan menghubungkan fakta dan membuat serta menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dengan jalan menggambarkan dan merumuskan

Health Behaviors and Risk Factors Associated with Chronic Kidney Disease in Korean Patients with Diabetes: The Fourth Korean National Health and Nutritional Examination

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Bandar Lampung, yang merupakan salah satu institusi pendidikan yang tentunya memiliki tujuan yang tidak berbeda dengan

Karena pengamatan dari campuran pasir besi dan pasir kuarsa menggunakan mikroskop dilakukan penghitungan manual secara visual yang kemungkinan besar dapat terjadi

Persoalan cabai merah sebagai komoditas sayuran yang mudah rusak, dicirikan oleh produksinya yang fluktuatif, sementara konsumsinya relatif stabil. Kondisi ini menyebabkan

Perbedaan spesies termasuk pada manusia, tikus, hamster membuktikan bahwa region promotor dari gen AR khususnya pada manusia dan tikus mengalami kekurangan