• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMA Mata Pelajaran : Biologi

Kelas/ Semester : X (Sepuluh)/ 2

Materi Pokok : Keanekaragaman Hayati

Pertemuan : 1

Alokasi Waktu : 1 x 15 menit

A. Standar Kompetensi

1. Memahami manfaat keanekaragaman hayati B. Kompetensi Dasar

3.1 Mendeskripsikan konsep keanekaragaman gen, jenis, ekosistem, melalui kegiatan pengamatan

C. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Mengamati adanya gejala keanekaragaman hayati 2. Menyimpulkan pengertian keanekaragaman hayati

3. Menentukan tingkat keanekaragaman hayati berdasarkan hasil pengamatan D. Tujuan Pembelajaran

1. Siswa mampu mengamati adanya gejala keanekaragaman hayati di lingkumgan sekitar

2. Siswa mampu menyimpulkan pengertian keanekaragaman hayati melalui hasil pengamatan dan diskusi kelompok

3. Siswa mampu menentukan tingkat keanekaragaman berdasarkan hasil pengamatan E. Materi Ajar

Keanekaragaman hayati / biodiversitas merupakan keanekaragaman makhluk hidup di berbagai kawasan di muka bumi, baik di daratan, lautan, maupun tempat lainnya. Keanekaragaman makhluk hidup ini merupakan kekayaan bumi yang meliputi hewan, tumbuhan, mikroorganisme dan semua gen yang terkandung di dalamnya, serta ekosistem yang di bangunnya.

Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman yang ditunjukkan dengan adanya variasi makhluk hidup yang meliputi bentuk, penampilan, jumlah,serta ciri lain

1. Tingkat keanekaragaman hayati

a. Keanekaragaman hayati tingkat gen

(2)

mengendalikan sifat atau penampilan suatu makhluk hidup. Setiap makhluk hidup mempunyai susunan gen yang berbeda-beda.

Contohnya : kelapa macamnya yaitu kelapa gading; kopyor; hidrid; dan kelapa hijau, mangga macamnya mangga tali jiwo; gadung; golek; dan arumanis, padi macamnya padi IR; sedani; wulu; dan kapuas.

b. Keanekaragaman hayati tingkat jenis/spesies

Keanekaragaman yang menyebabkan variasi antarspesies, lebih mudah diamati karena perbedaan lebih menyolok. Keanekaragaman hayati tingkat spesies dapat diamati pada tingkat takson yang lebih tinggi dari spesies seperti genus dan familia.

Contohnya : variasi famili Palmae antara lain kelapa; siwalan, aren dan pinang: variasi famili Graminae antara lain padi, gandum, tebu, dan jagung: spesies pada genus Pandanus: spesies pada familia Arecaceae.

c. Keanekaragaman Ekosistem

Dari semua variasi yang ada pada setiap tingkat jenis akan mempunyai tempat hidup yang berbeda, tempat hidup ini akan membentuk ekosistem yang berbeda pula. Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem melibatkan komponen fisik dan komponen kimia (komponen abiotik) dan komponen biotic, sebagai penyusun dari ekosistem itu sendiri. Komponen fisik misalnya iklim, air, tanah, udara, cahaya, suhu, kelembapan, topografi, dan geologi. Komponen kimia misalnya, keasaman, kandungan mineral, dan salinitas. Sedangkan, komponen bioticnya adalah makhluk hidup.

Contohnya : kelapa ekosistemnya di daerah pantai, siwalan ekosistemnya di daerah kering, aren ekosistemnya di daerah rawa.

F. Pendekatan, Metode, Model, dan Teknik Pembelajaran

1. Pendekatan : Berpusat pada siswa (student centered approach) 2. Metode : Pengamatan - Diskusi – Ceramah

3. Model : Cooperative Learning G. Alat dan Media Pembelajaran

1. Berbagai makhluk hidup dan ekosistem yang berada disekitar sekolah 2. Powerpoint

H. Sumber Belajar

1. Pratiwi, D.A., Maryati, Sri., Srikini, Dkk. 2007. BIOLOGI untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga

2. Yani, Riana., Musarofah., Atikah, Tintin., Dkk. 2007. BIOLOGI 1 Kelas X SMA dan MA

I. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan 1 (15 menit )

(3)

 Guru mengingatkan kembali materi yang sudah dipelajari kepada para siswa dengan melakukan tanya jawab

 Guru mendiskusikan adanya gejala keanekaragaman yang dijumpai siswa dilingkungan sekitar.

 Guru mengemukakan indikator dan tujuan pembelajaran  Guru membagi siswa menjadi tiga kelompok.

B. Kegiatan inti (10 menit)  Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi :

 Guru membagikan LKS A pada kelompok 1 yang akan mengamati keanekaragaman hayati pada tingkat gen, LKS B pada kelompok 1 yang akan mengamati keanekaragaman hayati pada tingkat jenis/spesies, dan LKS C pada kelompok 1 yang akan mengamati keanekaragaman hayati pada tingkat ekosistem

 Siswa mengamati keanekaragaman hayati yang ada di lingkungan sekitar sekolah dengan menggunakan panduan lembar kerja siswa yang di berikan oleh guru.

(nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan);Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi,

 Siswa dalam kelompok berdiskusi untuk menjawab pertanyaan dan menyusun laporan.

 Guru meminta siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok.

(nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan);Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:

 Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui  Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui.

(nilai yang ditanamkan: Jujur, Kerja keras, Toleransi, Rasa ingin tahu, Komunikatif, Menghargai prestasi, Tanggung Jawab, Peduli lingkungan.) C. Kegiatan akhir (2 menit)

 Guru membimbing siswa untuk membuat kesimpulan dari hasil kegiatan pembelajaran.

 Guru menyampaikan sub-bab materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya

(4)

J. Penilaian

1. Instrumen Penilaian Aspek Kognitif

Kegiatan: Siswa secara berkelompok mengisi LKS yang telah dibagikan berdasarkan hasil pengamatan.

LKS A :

Keanekaragaman Organisme

Tujuan : - Siswa dapat mengetahui adanya keanekaragaman hayati tingkat gen. - Mengamati keseragaman dan keberagaman sifat pada tumbuhan. Alat dan Bahan:

1. 5 lembar daun jambu biji

2. 5 lembar daun jambu biji jenis yang sama dai pohon yang berbeda. 3. Pensil, kertas, dan penggaris.

Langkah Kerja:

1. Beri label A pada 5 lembar daun jambu biji kelompok pertama.

2. Beri label B pada 5 lembar daun jambu biji kelompok kedua (dari pohon yang lain) 3. Lakukan pengamatan terhadap warna, bentuk, panjang, lebar, pertulangan, dan kondisi permukaan daun.

4. Masukkan hasil pengamatanmu pada Tabel 6.1 berikut ini.

Tabel 6.1 Hasil pengamatan keanekaragaman organisme

Objek Pengamatan Daun

1 2 3 4 5

Daun jambu biji kelompok I 1. Warna 2. Bentuk 3. Panjang 4. Lebar 5. Pertulangan 6. Kondisi permukaan

(5)

1. Jelaskan pendapatmu tentang jumlah persamaan sifat sejenis, bandingkan juga dengan jumlah perbedaannya!

2. Faktor apakah yang menyababkan perbedaan sifat pada tanaman sejenis.? 3. Jelaskan pendapat anda tentang keanekaragaman tingkat gen!

4. Buatlah kesimpulan konsep keanekaragaman hayati berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan.

5. Berilah contoh lain keanekaragaman hayati tingkat gen khas daerahmu. LKS B :

Keanekaragaman Hayati Tingkat Jenis

Tujuan : Siswa dapat mengetahui adanya keanekargaman hayati tingkat jenis. Alat dan Bahan :

1. Buah kacang tanah 3. Buah kacng panjang 2. Buah kacang merah 4. Buah kacang kedelai. Cara Kerja :

1. Sediakan berbagai macam buah kacang.

2. Amatilah berbagai macam buah kacang yang telah tersedia, dan catatlah ciri-cirinya dalam

tabel pengamatan! Tabel Pengamatan

No Jenis buah kacang Ciri-ciri

1 Buah kacang tanah a. Warna buah ... b. Permukaan buah ... c. Warna biji ... d. Panjangnya ... e. Diameternya ... 2 Buah kacang Merah a. Warna buah ... b. Permukaan buah ... c. Warna biji ... d. Panjangnya ... e. Diameternya ... 3 Buah kacang panjang a. Warna buah ...

b. Permukaan buah ... c. Warna biji ... d. Panjangnya ... e. Diameternya ... 4 Buah kacang kedelai a. Warna buah ... b. Permukaan buah ... c. Warna biji ... d. Panjangnya ... e. Diameternya ... Pertanyaan:

1. Adakah persamaan dan perbedaan ciri yang pada tanaman yang kalian amati? Jika ada jelaskan secara singkat!

2. Faktor apakah yang menentukan persamaan maupun perbedaan ciri tersebut? 3. Jelaskan pendapat anda tentang keanekaragaman tingkat jenis!

(6)

5. Carilah contoh lain keanekaragaman tingkat jenis?

LKS C :

KEANEKARAGAMAN HAYATI TINGKAT EKOSISTEM I. STANDARKOMPETENSI : Memahami manfaat keanekaragaman hayati

II. KOMPETENSI DASAR : Mengidentifikasi Keanekaragaman tingkat ekosistem, melalui kegiatan pengamatan.

III. INDIKATOR : Mengidentifikasi keanekaragaman ekosistem IV. TUJUAN :

o Untuk mengenal jenis

makhluk hidup di sekitar kita

o Untuk mengetahui

persamaan dan perbedaan antara makhluk hidup yang ada di sekitar kita V. ALAT DAN BAHAN :

Alat tulis ( Penggaris, Pensil, Penghapus )

IV. Cara Kerja;

a. Tentukan areal yang akan Anda amati (misal : taman, kolam, kebun, sawah) b. Amati jenis-jenis makhluk hidup yang ada di sekitarnya (tumbuhan dan hewan) c. Tuliskan hasil pengamatan anda ke dalam tabel pengamatan berikut ini :

No .

Area yang diamati Tumbuhan Hewan

1. 2. 3. 4.

Pertanyaan :

1. Apakah persamaan dan perbedaan antar hewan dan antar tumbuhan yang anda temukan ? ... 2. Faktor apakah yang menentukan persamaan maupun perbedaan ciri tersebut? ...

3. Jelaskan pendapat anda tentang keanekaragaman tingkat ekosistem ! ... 4 Carilah contoh lain keanekaragaman tingkat ekosistem!

...

(7)

Rubrik Penilaian

Kriteria penilaian Skor

Jika menjelaskan hubungan keterkaitan materi satu dan lainnya

dengan kejadian/ isu secara kompleks 20

Jika menjelaskan hubungan materi satu dan lainnya tanpa

mengaitkan dengan kejadian/isu 15

Jika hanya menjelaskan hubungan satu materi dan mengaitkannya

dengan kejadian 10

Jika hanya sekedar membuat 5

Pedoman penskoran

Nilai=Jumlah skor Skormax x 100

2. Instrumen Penilaian Aspek Afektif Rubrik penilaian afektif (penyelesaian LKS dalam kelompok)

Aspek Skor Kriteria penilaian

Kerjasama dalam kelompok

3

Dapat bekerjasama dengan sangat baik: seluruh tugas dalam LKS dikerjakan oleh anggota kelompok dalam kelompok.

2

Dapat bekerjasama dengan baik: sekitar setengah dari tugas yang terdapat dalam LKS dikerjakan dalam kelompok dan sisanya dikerjakan diluar kelompok.

1

Kurang dapat bekerjasama dengan baik: sekitar sepertiga dari tugas yang terdapat dalam LKS dikerjakan dalam kelompok dan sisanya dikerjakan di luar kelompok.

0

Tidak dapat bekerjasama dalam kelompok: Pengerjaan seluruh tugas dalam LKS dikerjakan diluar kelompok.

(8)

Keaktifan dalam

menyelesaikan tugas

2

Berperan serta menyelesaikan tugas yang terdapat dalam LKS sekitar setengah bagian dari seluruh tugas yang terdapat dalam LKS

1

Berperan serta menyelesaikan tugas yang terdapat dalam LKS sekitar sepertiga bagian dari seluruh tugas yang terdapat dalam LKS

0

Tidak berperan serta dalam menyelesaikan tugas yang terdapat dalam LKS.

Keaktifan dalam

menyampaika n pendapat

3 Memberikan pendapat pada setiap pertanyaan yang terdapat pada LKS

2 Memberikan pendapat sekitar setengah dari seluruh pertanyaan yang terdapat pada LKS

1 Memberikan pendapat sekitar sepertiga dari seluruh pertanyaan yang terdapat pada LKS

0

Tidak memberikan pendapat pada setiap pertanyaan yang terdapat pada LKS Menghargai pendapat sesama anggota kelompok 3

Sangat menghargai pendapat anggota kelompok:

mempertimbangkan usulan pendapat yang disampaikan oleh teman dalam kelompok, tidak menyalahkan pendapat teman dalam kelompok, tidak memiliki pendirian bahwa pendapatnyalah yang paling benar.

2

Menghargai pendapat anggota kelompok: tidak

mempertimbangkan usulan pendapat yang disampaikan oleh teman dalam kelompok, tidak menyalahkan pendapat teman dalam kelompok, tidak memiliki pendirian bahwa pendapatnyalah yang paling benar.

1

Kurang menghargai pendapat anggota kelompok: tidak

mempertimbangkan usulan pendapat yang disampaikan oleh teman dalam kelompok, menyalahkan pendapat teman dalam kelompok, tidak memiliki pendirian bahwa pendapatnyalah yang paling benar.

0

Kurang menghargai pendapat anggota kelompok: tidak

(9)

Rubrik penilaian afektif (Presentasi)

Aspek Skor maksimal

Kemampuan dalam mempresenatasikan hasil diskusi dengan jelas 10 Menjawab pertanyaan dengan tepat dan benar 10

Kemampuan menghargai pendapat orang lain 10

Skor total 30

Pedoman penskoran

Nilai=Jumlah skor Skormax x 100

Rubrik penilaian afektif (diskusi kelas)

Aspek Skor Kriteria penilaian

Kerjasama dalam kelompok

3 Dapat bekerjasama dengan baik dengan anggota kelompok 2 Kurang dapat bekerjasama dengan anggota kelompok 1 Tidak dapat bekerjasama dengan anggota kelompok Keaktifan dalam

menyelesaikan tugas

3 Aktif dalam menyelesaikan tugas dari awal sampai akhir 2 Kurang aktif dalam mengerjakan tugas

1 Tidak aktif menyelesaikan tugas Keberanian bertanya

dan menjawab

3 Sering bertanya, menjawab, berargumen 2 Pernah bertanya, menjawab pertanyaan 1 Tidak pernah bertanya, menjawab pertanyaan Lembar penilaian afektif

No Absen

Aspek

Σx Persentase

(%) T/TT Kerja kelompok keaktifan keberanian

3 2 1 3 2 1 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Ket: T : TUNTAS TT : TIDAK TUNTAS

(10)

Siswa melakukan pengamatan di lingkungan sekitar

No PesertaNama Didik

Aspek Penilaian Keterampilan

Jumlah Skor Melakukan pengamatan dengan seksama Pengumpul

an Data KesimpulanPenarikan 1.

2. 3. 4. 5.

Rubrik Penilaian Keterampilan

No Aspek yang dinilai Kriteria Penilaian Skor

1. Melakukan pengamatan

dengan seksama Pengamatan dilakukan secaramenyeluruh dengan memanfaatkan semua indra yang sesuai

5

Pengamatan dilakukan hanya

sebagian aspek dengan

memanfaatkan semua indra yang sesuai

3

Pengamatan dilakukan hanya

dengan melihat tidak mengamati 1 2. Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan

secara menyeluruh dalam berbagai aspek

5

Pengumpulan data dilakukan

hanya sebagian aspek 3

Data tidak berasal dai hasil

pengamatan 1

3 Penarikan Kesimpulan Menarik kesimpulan dengan benar atau sesuai berdasarkan hasil pengamatan

5

Menarik kesimpulan kurang tepat

berdasarkan hasil pengamatan 3 Menarik kesimpulan dengan

melihat data orang lain 1

Pedoman Penskoran Penilaian Aspek Ketrampilan (Jumlah skor/Skor maksimal) x 100

Contoh :

Skor diperoleh = 13 Skor maksimal = 15

13

(11)

Nilai yang diperoleh peserta didik adalah :

Sangat Terampil (ST) : apabila memperoleh skor :66,7 < skor ≤ 100

Terampil (T) : apabila memperoleh skor :33,3 < skor ≤ 66,7

Kurang Terampil (KT) : apabila memperoleh skor : ≤ 33,3

Mengetahui,

Kepala SMA ………

(_________________________) NIP/NIK : ...

………,………20… Guru mapel Biologi

Gambar

Tabel 6.1 Hasil pengamatan keanekaragaman organisme
Tabel Pengamatan

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini dapat disimpulkan bahwa pelatihan senam otak yang dilakukan secara rutin dengan kombinasi gerakan tertentu dan didahului langkah PACE efektif untuk

On Computational Methods for Fluid-Structure Interaction, (Kvamsdal et al. and Coakley, T.J., “Turbulence Modeling Validation, Testing and Development,” NASA Technical

Rumah permanen umumnya di Kelurahan Karang Anyar ini masih bisa dihitung sebab yang punya dan menempati rumah permanen ini juga adalah orang-orang yang sudah lama tinggal di

intervening (studi kasus pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia) yang menunjukkan hasil bahwa remunerasi seorang manajer memiliki pengaruh positif signifikan

Basis Data Terpadu Bisa dan sumber data yang relevan dapat dimanfatkan untuk (1) Mengidentifikasi sumber permasalahan kemiskinan, (2) Menentukan prioritas intervensi program

From Figure 4, it shows that EFBMM fermentation using 20% cows dung inoculum with circulation system in semi-wet condition (ratio of WC/TS = 4) can produce more biogas compared to

dimiliki seseorang untuk melaksanakan tugas di bidang tertentu. Ur-rtuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu secara efektif diperlukan kompetensi yang memadai

Dalam model komunikasi satu arah (linier), media massa dianggap memainkan peranan penting dalam pendekatan pembangunan, khususunya dalam penyampaian pesan yang persuasif dan