• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SD NEGERI 2 GEMEKSEKTI, KEBUMEN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SD NEGERI 2 GEMEKSEKTI, KEBUMEN."

Copied!
230
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Nurul Hikmah
  • Sekolah: Universitas Negeri Yogyakarta
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Guru Sekolah Dasar
  • Topik: PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SD NEGERI 2 GEMEKSEKTI, KEBUMEN
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2016
  • Kota: Yogyakarta

I. Pendahuluan: Latar Belakang, Identifikasi Masalah, dan Rumusan Masalah

Bab ini meletakkan dasar penelitian dengan memaparkan latar belakang pentingnya peran komite sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya di SD Negeri 2 Gemeksekti, Kebumen. Penulis mengidentifikasi beberapa permasalahan krusial seperti partisipasi masyarakat yang kurang optimal, peran komite sekolah yang terbatas, dan koordinasi yang belum maksimal antara sekolah dan komite. Rumusan masalah dirumuskan secara spesifik untuk mengkaji peran komite sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah tersebut. Bagian ini menunjukkan pemahaman penulis tentang konteks penelitian dan fokus kajian.

1.1 Latar Belakang Masalah

Bagian ini menjelaskan konteks pendidikan di Indonesia, menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dan peran komite sekolah sesuai UU No. 20 Tahun 2003. Penulis menunjukkan kesadaran akan peran pendidikan dalam pengembangan potensi individu dan kebutuhan kolaborasi antara lembaga pendidikan dan masyarakat. Studi kasus SD Negeri 2 Gemeksekti diperkenalkan sebagai contoh di mana peran komite sekolah belum optimal, walaupun sarana dan prasarana sekolah tergolong cukup baik. Ini menimbulkan pertanyaan penelitian tentang efektivitas peran komite sekolah dalam konteks peningkatan mutu pendidikan.

1.2 Identifikasi Masalah

Bagian ini secara spesifik mengidentifikasi beberapa masalah utama yang terkait dengan rendahnya peran komite sekolah di SD Negeri 2 Gemeksekti. Masalah-masalah ini meliputi kurang optimalnya partisipasi masyarakat, terbatasnya peran komite sekolah hanya sebagai mediator dan pemberi pertimbangan, rendahnya intensitas pengawasan komite, kurang maksimalnya koordinasi antara sekolah dan komite, dan akhirnya kurang maksimalnya peran komite sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan. Identifikasi masalah ini memberikan arah yang jelas bagi penelitian selanjutnya.

1.3 Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian

Bagian ini merumuskan masalah penelitian secara ringkas dan terarah, yaitu bagaimana peran komite sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan di SD Negeri 2 Gemeksekti. Tujuan penelitian pun dijabarkan dengan jelas, yaitu untuk mendeskripsikan peran tersebut. Rumusan masalah yang jelas dan ringkas menunjukkan fokus penelitian yang terarah dan terukur. Tujuan penelitian selaras dengan rumusan masalah dan memberikan panduan yang jelas tentang hasil yang ingin dicapai.

1.4 Manfaat Penelitian

Bagian ini menjelaskan manfaat teoritis dan praktis dari penelitian. Manfaat teoritis meliputi kontribusi bagi ilmu pengetahuan pendidikan dasar dan referensi bagi penelitian selanjutnya. Manfaat praktis mencakup manfaat bagi peneliti, sekolah, dan komite sekolah itu sendiri. Peneliti memperoleh peningkatan pengetahuan dan keterampilan, sekolah memperoleh bahan pertimbangan untuk perbaikan, dan komite sekolah mendapatkan referensi untuk meningkatkan kinerja. Penjelasan manfaat ini menunjukkan relevansi dan dampak potensial dari penelitian.

II. Kajian Teori: Komite Sekolah dan Mutu Pendidikan

Bab ini menyajikan landasan teori yang relevan dengan penelitian, meliputi kajian tentang komite sekolah dan mutu pendidikan. Penulis membahas landasan pembentukan komite sekolah, landasan yuridis, struktur organisasi, peran-peran komite sekolah (penasihat, pendukung, pengontrol, mediator), serta kaitannya dengan kemitraan sekolah dan stakeholder. Kajian tentang mutu pendidikan meliputi pengertian, komponen, dan karakteristik sekolah dasar bermutu. Bagian ini menunjukkan pemahaman mendalam penulis tentang konsep-konsep kunci dan kerangka teoritis penelitian.

2.1 Komite Sekolah: Landasan Pembentukan, Yuridis, dan Struktur

Sub-bab ini membahas secara komprehensif tentang komite sekolah, mulai dari landasan historis pembentukannya, perkembangan dari POMG dan BP3 hingga Kepmendiknas Nomor 044/U/2002. Landasan yuridis dibahas secara detail, menjelaskan aspek legalitas dan kedudukan komite sekolah dalam sistem pendidikan Indonesia. Struktur organisasi komite sekolah diuraikan, mencakup komposisi anggota dan pembagian peran. Penjelasan yang komprehensif menunjukkan pemahaman mendalam penulis tentang konteks legal dan struktural komite sekolah.

2.2 Peran Komite Sekolah: Pemberi Pertimbangan, Pendukung, Pengontrol, dan Mediator

Sub-bab ini menguraikan secara rinci empat peran utama komite sekolah: sebagai penasihat, pendukung, pengontrol, dan mediator. Setiap peran dijabarkan dengan contoh-contoh aktivitas dan kontribusinya terhadap peningkatan mutu pendidikan. Penulis menjelaskan bagaimana masing-masing peran berkontribusi pada pengelolaan sekolah yang efektif dan partisipasi masyarakat. Detailnya menunjukkan usaha penulis untuk menganalisis fungsi-fungsi komite sekolah secara komprehensif.

2.3 Kemitraan Sekolah dan Stakeholder

Sub-bab ini menjelaskan pentingnya kemitraan antara sekolah dan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) dalam meningkatkan mutu pendidikan. Penulis menjelaskan bagaimana kolaborasi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan pihak-pihak lain dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sub-bab ini menghubungkan peran komite sekolah dengan konteks yang lebih luas tentang kolaborasi dalam pendidikan.

2.4 Mutu Sekolah: Pengertian dan Komponen

Sub-bab ini mendefinisikan konsep mutu pendidikan dan menguraikan komponen-komponen yang membentuk sekolah dasar bermutu. Penulis menghubungkan konsep mutu dengan berbagai aspek, seperti kualitas lulusan, proses pembelajaran, dan manajemen sekolah. Penjelasan ini memberikan landasan teoritis untuk menganalisis mutu pendidikan di SD Negeri 2 Gemeksekti dan kaitannya dengan peran komite sekolah.

III. Metodologi Penelitian

Bab ini menjelaskan metodologi penelitian yang digunakan, yang meliputi pendekatan kualitatif deskriptif. Penulis menjelaskan secara detail teknik pengumpulan data (wawancara, observasi, dan analisis dokumen), instrumen penelitian, dan teknik analisis data. Pengujian keabsahan data juga diuraikan untuk memastikan kredibilitas temuan penelitian. Penjelasan yang sistematis dan rinci menunjukkan ketelitian penulis dalam merancang dan melaksanakan penelitian.

IV. Hasil dan Pembahasan

Bab ini mempresentasikan hasil penelitian dan pembahasannya secara sistematis. Penulis menyajikan data tentang mutu SD Negeri 2 Gemeksekti dan kemudian menganalisis peran komite sekolah dalam empat aspek: penasihat, pendukung, pengontrol, dan mediator. Pembahasan mendalam menghubungkan temuan penelitian dengan kerangka teoritis yang telah diuraikan sebelumnya. Keterbatasan penelitian juga dijelaskan secara jujur dan objektif.

V. Kesimpulan dan Saran

Bab ini menyimpulkan temuan penelitian secara ringkas dan jelas, menjawab rumusan masalah yang telah diajukan. Saran-saran yang konstruktif diberikan kepada sekolah dan komite sekolah untuk meningkatkan peran dan kontribusinya dalam peningkatan mutu pendidikan. Kesimpulan dan saran yang diberikan relevan dengan hasil penelitian dan menawarkan arahan praktis untuk perbaikan.

Gambar

Tabel 1. Kondisi Sarana Prasarana SD Negeri 2 Gemeksekti Pra Penelitian
Tabel 2. Perbedaan KS-JPS dan KS Nomor 044/U/2002
Gambar 1. Struktur Organisasi Komite Sekolah Satuan Pendidikan
Gambar 2. Komponen Masukan di Sekolah Dasar
+7

Referensi

Dokumen terkait

(2) Bagi komite sekolah hendaknya ikut terlibat sejak awal dalam pengelolaan keuangan sekolah mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sehingga komite sekolah

Dari data lapangan yang didapatkan oleh penulis, hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan komite sekolah di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Tebing Tinggi memiliki peran

Untuk itu komite sekolah mengemban tanggung jawab dan dituntut berperan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah termasuk di dalamnya peningkatan mutu pendidikan agama

Hasil penelitian ini adalah (1) peran komite sekolah sebagai pemberi pertimbangan yaitu dengan memberikan pertimbangan dalam kebijakan dan program sekolah,

Komite sekolah berperan sebagai jembatan antara pihak sekolah dan masyarakat/orang tua murid, sehingga program sekolah dapat berjalan dengan baik dalam rangka

Berdasarkan hasil penelitian mengenai peran komite sekolah dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan, bahwa dari keempat peran komite sekolah yang tertuang dalam

Dari data lapangan yang didapatkan oleh penulis, hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan komite sekolah di Sekolah Menengah Atas Negeri 3 Tebing Tinggi memiliki peran

Komite sekolah menjadi salah satu aspek yang berperan penting penting dalam proses peningkatan mutu pendidikan di SMK Negeri 4 Bandar Lampung karena memiliki sejumlah peranan yang