Perancangan Duct untuk Meningkatkan Performa
641-BF1, 641-BF2 Dan 641-BF3
Rizky Rinaldi
1*, Hamdi
1, dan Rustam Effendi
11 Program Studi Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Jakarta, Jl. Prof. Dr. G.A Siwabessy, Kampus
Baru UI Depok 16425
Abstrak
Dalam industri semen, salah satu peralatan penting dalam dedusting material yang baik adalah bag filter. Karena peralatan ini berfungsi sebagai penyaring debu halus agar tidak terjadi peningkatan emisi yang berpotensi pada pencemaran dan mengganggu kelancaran operasi. Dalam kasus ini, 641–BF1, 641-BF2 dan 641–BF3 yang terdapat di PT. Solusi Bangun Andalas tidak dapat melakukan fungsinya dengan optimal sehingga mengganggu peralatan yang didukungnya yaitu Chamber 641-PP01 dan 641-PP02. Maka dengan demikian diadakan suatu improvement yang bertujuan untuk membuat rancangan duct yang baru pada 641– BF1, 641-BF2 dan 641–BF3. Improvement dengan merancang ulang kontruksi dari duct adalah cara untuk mematahkan masalah (blocking) berdasarkan data yang ditunjukan dari kegiatan analisa akar masalah. Perbaikan dilakukan dengan cara menyesuaikan dimensi duct dengan kapasitas bag filter agar kebutuhan flow hisapan bag filter dapat terpenuhi pada setiap equipment yang dituju. Dengan dilakukan perbaikan duct 641–BF1, 641-BF2 dan 641–BF3 dapat menggurangi terjadinya blocking dan meningkatkan performa 641– BF1, 641-BF2 dan 641–BF3
Kata kunci: bag filter, blocking, duct.
Abstract
In the cement industry, one of the important tools in good dedusting material is a bag filter. Because this equipment functions as a fine dust filter so there is no increase in emissions that have the potential for pollution and disrupt the smooth operation. In this case, 641-BF1, 641-BF2 and 641-BF3 in PT. Solusi Bangun Andalas cannot perform their functions optimally, thus disrupting the equipment they support, namely Chamber 641-PP01 and 641-PP02. So thus an improvement is held which aims to make new duct designs in 641 – BF1, 641-BF2 and 641 – BF3. Improvement by redesigning construction from duct is a way to break the problem (blocking) based on the data shown from the analysis of the root problem. Repair is done by adjusting the dimensions of the duct with filter bag capacity so that bag filter suction flow requirements can be fulfilled for each equipment in question. With duct repairs 641 – BF1, 641-BF2 and 641 – BF3 can reduce the occurrence of blocking and improve the performance of 641 – BF1, 641-BF2 and 641 – BF3.
Keywords: bag filter, blocking, duct.
1. PENDAHULUAN
Dedusting system menduduki peranan yang sangat penting dalam industri semen. Seperti pada alur proses produksi semen, baik dari bahan umpan, bahan setengah jadi, maupun bahan jadi, berpotensi menimbulkan
debu. Baik dari sisi dalam pabrik maupun sisi luar pabrik, semua menghendaki emisi debu yang seminimal mungkin. Debu yang timbul dari proses produksi semen berisiko menyebabkan polusi udara serta mengganggu kinerja equipment yang terkait. Maka dari itu, pabrik semen membutuhkan suatu equipment untuk menanggulangi hal tersebut.
Bag filter merupakan salah satu jenis alat dedusting system yang berfungsi untuk memisahkan partikel kering dengan udara pembawanya. Di dalam bag filter, campuran udara dan debu material di hisap menggunakan fan. Kemudian debu semen masuk kedalam system bag filter dan dirontokan jatuh kedalam hopper lalu ditransport dengan rotary feeder hingga masuk kembali ke jalur proses, sedangkan udara hasil filtrasi dilepas ke udara bebas.
Bag Filter 641–BF1, 641-BF2 dan 641–BF3 merupakan bag filter yang terdapat di area pelabuhan, seperti pada gambar 1 tepatnya pada system loading atau semen curah dari silo menuju ke kapal. Peran bag filter di area ini selain untuk memisahkan partikel kering dengan udara pembawanya juga untuk memberikan sirkulasi pada chamber FK Pump agar material semen yang mengalir pada chamber tersebut tidak vacum yang nantinya akan menghambat aliran material semen ke jalur transport berikutnya.
Penyebab dari kurangnya hisapan bag filter karena adanya material coating yang menyebabkan blocking pada duct sehingga menghambat hisapan bag filter pada equipment yang dituju. Apabila salah satu equipment jalur transport bermasalah, maka terhambatnya proses loading system sehingga mengakibatkan berhentinya proses loading semen curah dari silo menuju ke kapal. Karena permasalahan ini, tim departemen port dan mekanik mengevaluasi dan melakukan perancangan duct 641–BF1, 641-BF2 dan 641–BF3 untuk menggurangi terjadinya blocking pada duct. Tujuan dari penulisan makalah ini:
• Meningkatkan peforma bag filter pada system loading semen curah dari silo menuju ke kapal.
• Perancangan duct 641–BF1, 641-BF2 dan 641–BF3 untuk meminimalisir terjadinya blocking pada duct.
Gambar 1 bag filter
2. METODOLOGI PENELITIAN
Berdasarkan Gambar 2, maka berikut adalah metode yang kami gunakan. Metode - metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah - masalah di atas. Studi Lapangan, pada tahap ini dilakukanlah pengamatan langsung ke lapangan untuk mengetahui masalah yang terjadi pada bag filter 641–BF1, 641-BF2 dan 641–BF3. Fokus pengamatan ini yaitu pada komponen, alur proses, dan titik lokasi masalah yang akan diangkat. Dari hasil identifikasi masalah di lapangan pada area tempat tugas akhir akan diaplikasikan. Dalam hal ini area yang dimaksud adalah area loading system dengan kode 641. Material pada saat loading melalui equipment Belt Conveyor 611–BC01 dan di curahkan ke Bin 641– 3B01 yang diteruskan ke Chamber 641-PP01 dan 641-PP02. Berdasarkan flow material tersebut terjadinya blocking di duct 641–BF1, 641-BF2 dan 641–BF3. Sehingga mendiskusikan masalah untuk menentukan penyebab utama. Berdasarkan hasil observasi di lapangan, maka yang dilakukan adalah dengan memperbaiki dimensi duct. Diskusi dilakukan dengan melibatkan pembimbing di lapangan. Dalam hal ini dari departemen port yang bertanggung jawab di area port dan mechanical Port department di PT Solusi Bangun Andalas Pabrik Lhoknga, dan dosen pembimbing tugas akhir dari Politeknik Negeri Jakarta. Jika perancangan yang dikemukakan tidak disetujui maka kembali ke poin dua yaitu identifikasi masalah. Jika solusi yang dikemukakan disetujui maka dilanjutkan ke langkah berikutnya. Perancangan dilakukan dengan merubah dimensi duct agar sesuai dengan kapasitas bag filter dan equipment yang dituju. Jika solusi yang dikemukakan tidak disetujui maka kembali ke poin dua yaitu studi literatur. Jika solusi yang dikemukakan disetujui maka dilanjutkan ke langkah berikutnya.
Studi Pustaka adalah Mencari dan mengumpulkan data kredibel yang dibutuhkan dengan cara mengembangkan informasi yang sudah didapatkan melalui studi lapangan. Data didapatkan dari buku manual, laporan kerja, maintenance checklist, dan internet. Rancangan Bag Filter dilakukan dengan mengubah dimensi duct agar sesuai dengan kapasitas bag filter dan equipment yang dituju. Evaluasi dilakukan jika data yang diperoleh dari perancangan duct tidak benar, maka kembali ke poin empat yaitu Mendiskusikan masalah untuk menentukan penyebab utama. Tetapi jika data yang diperoleh tersebut sesuai dengan luaran yang diharapkan, maka dilanjutkan ke langkah berikutnya.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Penyebab Blocking pada Duct 641–BF1, 641-BF2 dan 641–BF3 yang mengakibatkan material vacum pada chamber 641-PP01 dan 641-PP02
Blocking adalah suatu penyempitan area yang terjadi pada suatu sistem yang berfungsi mengalirkan material baik padat, gas maupun cair yang menyebabkan aliran terhambat atau bahkan berhenti secara total. Pada duct terjadinya blocking, kemudian menyebabkan semen yang mengalir pada chamber tersebut vacum sehingga dapat menghentikan proses system loading semen curah dari silo menuju ke kapal. Dalam hal ini bisa disimpulkan bahwa kurangnya hisapan bag filter terjadi karena:
Dimensi duct yang tidak sesuai dengan kapasitas bag filter.
Gambar 3 duct bag filter 641–BF1, 641-BF2 dan 641–BF3
Gambar 3 merupakan dimensi duct yang tidak sesuai dengan kapasitas bag filter, untuk meminimalisir terjadinya blocking pada duct 641–BF1, 641-BF2 dan 641–BF3 perlu ada nya perubahan dimensi duct.
Gambar 4 Layout cement shipping
Pada layout yang terdapat pada gambar 4 dijelaskan bahwa bag filter berperan penting pada sistem loading semen curah dari silo menuju ke kapal. Dalam hal ini besar kemungkinan penyebab blocking disebabkan oleh dimensi duct yang tidak sesuai. Sehingga aliran material terhambat yang mengakibatkan material vacum pada chamber 641-PP01 dan 641-PP02.
Analisa Akar Masalah dari Permasalahan Utama Loading System
Sebelum kita melakukan perancangan untuk masalah yang terjadi, kita perlu melakukan klasifikasi beberapa potensi masalah dengan meninjau beberapa faktor yang menunjang operasional equipment tersebut. Hal ini bertujuan agar kegiatan analisa yang kita lakukan lebih efisien secara waktu dan pelaksanaannya.
Kegiatan tersebut kita kenal dengan istilah diagnosa atau dugaan sementara, dalam melakukan diagnosa kita perlu melibatkan beberapa pihak terkait area port seperti team mechanical area, engineer, dan team preventive maintenance guna yang diharapkan masalah lebih dapat dikerucutkan.
Berikut pada gambar 5 dijelaskan akar masalah penyebab blocking pada duct bag filter 641–BF1, 641-BF2 dan 641–BF3
Gambar 5 RCA penyebab blocking pada duct 641–BF1, 641-BF2 dan 641–BF3
4. KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan di atas didapat kesimpulan sebagai berikut:
1. Perancangan dimensi duct pada bag filter 641–BF1, 641-BF2 dan 641–BF3 telah berhasil dilaksanakan.
2. Meminimalisir terjadinya blocking material pada duct bag filter 641–BF1, 641-BF2 dan 641–BF3. 3. Memperlancar operasional loading system kiriman semen dari silo ke kapal.
REFERENSI
1. Production Team. (2008). Bag Filters. Cilacap: Holcim Group Support. 2. Production Team. (2010). Bag Filters. Cilacap: Holcim Group Support.
3. Flückiger, Werner dan Stocker, Beat. 2011. Fabric Dust Collector System. Cilacap: Holcim Group. 4. Dae Yeol Machinery. 1996. Bag Filter Manuals. Cilacap: Semen Nusantara.
5. Umar Sigit. (2007). Reference Guide for Process Performance Enginner. Cilacap: Holcim Group Support.
6. Production Team. (2004). Auxilliary Dedusting System. Narogong: Holcim Group Support. 7. Hanif Nur Fauzi. (2013). Bag Filter 362-BF1 Improvement. Cilacap: Holcim Ltd.
Blocking pada duct 641-BF1,
641-BF2 dan 641-BF3
Mechanical DesainDuct
Dimensi Duct Hisapan kurang pada chamber 641-PP01 dan 641-PP02 Sudut Duct Production Material panas Material lengket pada duct M a in P ro blem Root Cause