• Tidak ada hasil yang ditemukan

FORMULASI STRATEGI DAN STRATEGI KORPORAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "FORMULASI STRATEGI DAN STRATEGI KORPORAS"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

FORMULASI STRATEGI

DAN STRATEGI

KORPORASI

Buku : Manajemen Stratejik

Oleh:

(2)

STRATEGI

 Korporasi ataupun perusahaan harus menyusun

strategi guna memastikan bahwa ke depan perusahaan masih tetap dapat bertahan dan berkembang.

 Strategi menjadi bagian yang harus disiapkan

sedini mungkin dan dilaksanakan sedemikian rupa hingga dapat menjamin keberlanjutan korporasi ataupun perusahaan.

 Strategi disusun untuk dapat memberikan

(3)

Firm’s directional strategy.

Orientasi umum

perusahaan menyangkut pertumbuhan,

stabilitas, atau pengurangan

Firm’s portfolio strategy.

Pasar dimana barang

dan jasa perusahaan harus bersaing terhadap

yang lain.

Firm’s parenting strategy.

Manajemen

perusahaan harus berkoordinasi dalam

aktivitas, mentransfer sumberdaya, dan

mengolah kecakapan di antara produk lini dan

unit bisnis perusahaan.

(4)

Strategi perusahaan pada dasarnya

berkaitan dengan;

penentuan arah perusahaan di masa yang

akan datang - bilamana perusahaannya relatif

kecil

bila perusahaan multinasional - maka strategi

perusahaan juga berkaitan dengan upaya

penentuan, perubahan dan pengembangan lini

produk korporasi.

bagaimana mengatur aliran dana yang

(5)

Directional strategy

berfungsi untuk memberikan pengarahan

kepada perusahaan secara menyeluruh.

dapat berupa;

perluasan,

pemotongan atau status quo tanpa

melakukan perubahan apapun juga

termasuk strategi

(6)

Strategi Pertumbuhan

Dirancang untuk meningkatkan penjualan,

pertumbuhan aset, keuntungan, atau

kombinasinya.

Pada umumnya ada dua persyaratan untuk

pemanfaatan strategi ini:

perusahaan mengalami permintaan

besar pasar.

Perusahaan yang memiliki kesempatan

maju, promosi dan pekerjaan yang

menarik cenderung meningkatkan

(7)

Untuk melakukan strategi pertumbuhan

perusahaan akan menempuh strategi luas;

Merger adalah tindakan satu atau lebih perusahaan

yang saling mempertukarkan saham akan tetapi pada akhirnya saham hanya dimiliki satu

perusahaan.

Akuisisi maksudnya bahwa satu perusahaan

membeli perusahaan lainnya dan menjalankan operasi atas nama perusahaan itu sendiri.

Aliansi dilakukan oleh dua atau lebih perusahaan

(8)

Dua strategi pertumbuhan secara

operasional ;

Konsentrasi

– Strategi ini dilakukan

perusahaan dengan fokus kepada lini produk

yang memberikan hasil atau penerimaan

yang besar.

Diversifikasi –

Perusahaan yang telah

melakukan konsentrasi dan mencapai

kematangan pada akhirnya harus memikirkan

strategi lain guna dapat berkembang lagi.

(9)

Konsentrasi

Strategi Pertumbuhan Vertikal (vertical

integration) mempunyai bentuk forward

integration dan backward integration

Pertumbuhan Horizontal; perusahaan

yang sedang tumbuh dapat

(10)

Diversifikasi -

Concentric (related) Diversifications – Perusahaan

berada pada kondisi daya saing yang kuat, akan

tetapi ketertarikan pasar terhadap produknya rendah - diversifikasi terhadap barang dan jasa yang

responsif pasar dengan mengandalkan

pengalamannya berupa pengetahuan produksi,

kemampuan manufaktur, dan strategi pemasaran.

Conglomerate (Unrelated) Diversifications –

Perusahaan menyadari bahwa industri yang

dijalaninya tidak menarik lagi sementara kemampuan manufakturnya dapat ditransfer ke produk lain,

(11)

Integrasi mempunyai bentuk:

Full integration. Dengan bentuk ini perusahaan pemasok

misalnya mengendalikan seluruh distributor. Biasanya cara ini dilakukan oleh perusahaan yang cukup besar dan dominan terhadap distributornya.

Taper Integration. Sebagai pemasok, perusahaan membeli input sebagian dari perusahaan lain, kemudian menyalurkan produk baik melalui distributor miliknya juga melalui distributor

perusahaan lain.

Quasi Integration. Perusahaan tidak menyediakan bahan dari perusahaan yang berintegrasi dengannya, akan tetapi

(12)

Stabilitas

Strategi stabilitas sering dianggap sebagai pilihan suatu perusahaan yang tidak memiliki strategi, karena memang lebih memilih tidak melakukan apa-apa pada kondisi bisnis tertentu.

Pause/proceed with caution. Korporasi hanya

melakukan perubahan kecil saja yang kurang berarti dan tidak menunjukkan apapun sebagai indikasi adanya pertumbuhan. Sampai ada

perubahan lingkungan makro barulah korporasi memutuskan perubahan apa yang ditentukan agar perusahaan dapat tumbuh.

No change. - perusahaan dengan tidak

melakukan apapun, korporasi hanya melanjutkan apa yang telah dipilih dalam menyongsong masa depan perusahaan.

Profit strategies. - perubahan strategi,

kalaupun ada tindakan bersifat “artifisial”, yaitu ditekankan kepada upaya memperoleh

(13)

Pengurangan

Perusahaan mempunyai kelemahan pada seluruh atau sebagian produk lini dan

dampaknya buruk bagi kinerja perusahaan, penjualan turun dan keuntungan berganti

menjadi kerugian.

Turnaround. - program efisiensi terhadap bidang perusahaan yang belum menghadapi persoalan serius. .

Captive Company Strategy. - mencari captive firms

(perusahaan yang mau membeli) dan memberi jaminan tentang keberlanjutan perusahaan di mata pelanggan khususnya.

Selling out. - berada pada kondisi payah dan hanya tersedia alternatif menjual saja.

Bankruptcy. - tidak mempunyai alternatif lagi, seluruh yang alternatif yang ada tidak disuka sehingga lebih baik secara legal menyatakan diri bangkrut.

(14)

Strategi Korporasi: Pilihan

Memasuki Pasar Internasional

Exporting. Perusahaan menjual produknya ke negara lain dan menjalankan fungsi

perdagangan internasional mulai dari pengapalan, pembayaran dan hal terkait lainnya.

Licensing. Perusahaan dapat menyerahkan hak penjualan atau produksi satu jenis

atau lebih produk kepada perusahaan lain (licensee).

Franchising. Satu perusahaan (franchiser) dapat memberikan haknya kepada

perusahaan lain (nama perusahaan, metode operasi dan lain-lain) dimana perusahaan penerima hak ini membayar kewajiban.

Joint Ventures. Perusahaan berpatner dengan perusahaan di negara lain dan

memperkenankannya ambil bagian dalam melakukan bisnis - dapat dilakukan dengan memberikan tenaga ahli, modal dll

Acquisitions. Satu perusahaan yang sedang berkembang dapat membeli

perusahaan di negara lain. - perusahaan dapat bertindak lebih sinergik, sebagai komplemen dalam lini produk maupun distributor.

Green-Field Development. Perusahaan membangun sendiri perusahaan

distribusinya di tempat lain walau biayanya mahal.

Production Sharing. Perusahaan yang memiliki tenaga kerja terlatih bekerjasama

dengan perusahaan di tempat lain yang biasanya ditandai oleh biaya produksi murah.

Turnkey Operations. Perusahaan membangun fasilitas pabrik biasanya di tempat

lain dengan perjanjian akan mendapat upah.

BOT Concept (build, operate, transfer). Sebagai perluasan dari model Turnkey,

perusahaan membangun pabrik di suatu negara, kemudian mengoperasikannya sampai periode tertentu sehingga mendapat pengembalian yang diharapkan; dapat menutup investasi dan keuntungan yang diharapkan.

Management Contracts. Perusahaan menyerahkan sejumlah tenaga manajemen

(15)

Analisis Portofolio

1.

Berapa banyak waktu dan uang yang harus

dibelanjakan untuk produk terbaik sehingga

mampu menjamin bahwa perusahaan akan

terus mendatangkan keuntungan,

2.

Berapa banyak waktu dan uang yang harus

dibelanjakan sehingga didapat produk

(16)

Pendekatan Boston

Pendekatan General Electric (GE)

Persoalan Pendekatan Matriks

(17)

Keuntungan menggunakan Analisis

Portfolio :

Mendorong manajemen puncak untuk

melakukan analisis terhadap seluruh

perusahaan secara individu.

Mendorong penggunaan data untuk

mendukung penilaian.

Memunculkan isu arus kas dalam melakukan

perluasan dan pertumbuhan.

(18)

Kelemahan menggunakan Analisis

Portfolio :

 Tidak gampang untuk mendefinisikan pangsa

pasar.

 Menggunakan strategi yang akhirnya dapat

menghilangkan kesempatan mungkin tidak praktis.

 Menggunakan analisis saintifik, kenyataannya ada

penilaian yang didasarkan kepada penilaian individu.

 Tidak ada jaminan apabila telah menggunakan

strategi yang direkomendasikan akan

(19)

Analisis Portofolio Internasional

Perusahaan dapat mempertimbangkan dua hal:

Daya tarik negara: mulai dari besarnya pasar,

tingkat pertumbuhan, arah dan bentuk

Peraturan Pemerintah dan faktor politik.

Kekuatan daya saing; terdiri dari pangsa

(20)

Corporate Parenting - Memandang perusahaan dalam

ukuran sumberdaya dan kemampuannya selain dapat digunakan untuk membangun kesinergian nilai antar unit bisnis juga dapat mensinergikan perusahaan antar unit.

 Tiga langkah dalam menyusun matriks yang menggambarkan

corporate parenting :

1. Periksa seluruh unit bisnis dengan

mempertimbangkan faktor strategik.

2. Periksa seluruh unit bisnis dimana bidang

dapat diperbaiki.

3. Periksa seluruh unit seberapa sesuai dengan

strategi korporasi.

(21)

Strategi Fungsional dan Pilihan

Strategi

Functional Strategy: pendekatan bidang fungsional

untuk mencapai sasaran korporasi, bisnis dan strategi dengan memaksimumkan produktivitas.

 Kompetensi Inti (Core Competency): Suatu strategi

dimana perusahaan dapat mengerjakannya

melebihi, lebih baik dari pesaingnya merupakan kunci kekuatan perusahaan. / kapabilitas inti.

Distinctive competencies: kompetensi inti korporasi

bagaimanapun harus memberikan yang terbaik

(22)

Kompetensi suatu perusahaan harus

dapat diuji oleh tiga hal berikut:

Customer value: memberikan kontribusi lebih kepada

persepsi nilai pelanggan. Artinya apa yang dihasilkan perusahaan memberikan pengalaman lebih kepada pelanggan dibanding dengan apa yang dihasilkan oleh perusahaan lain (pesaingnya).

Competitor unique: Kompetensi perusahaan, cara

kerja, hasil kerjanya unik, sulit atau mungkin tidak dapat ditiru oleh perusahaan pesaing.

Extendibility: Kompetensi perusahaan harus menjadi

sesuatu yang dapat digunakan untuk

(23)

Datangnya Kompetensi

1. Asset endowment. Kompetensi yang diperoleh

karena diberikan atau diwariskan, seperti paten yang datang dari penemu kemudian diberikan atau

diwariskan kepada perusahaan.

2. Acquired: Kompetensi yang disiapkan oleh

perusahaan lain bagi perusahaan.

3. Shared with another business unit. Kompetensi yang

diperoleh dari hasil sharing dengan perusahaan lain.

4. Built and accumulated: Kompetensi yang diperoleh

(24)

Marketing Strategy

Strategi ini meliputi penentuan harga (

pricing),

penjualan

(selling)

dan mendistribusikan

barang dan jasa

(distributing a product).

Pengembangan strategi pemasaran meliputi:

 Menguasai pangsa pasar yang telah ada melalui

pematangan pasar dan penetrasi pasar.

 Mengembangkan pasar baru untuk produk-produk

(25)

Bila menggunakan pengembangan

produk perusahaan dapat melakukan

strategi berikut:

Develop new products for existing

markets. Pengembangan produk baru

untuk pasar yang telah ada.

Mengembangkan produk baru untuk

(26)

Strategi pemasaran secara operasional juga berkaitan

dengan strategi promosi dan periklanan. Dalam

kaitan ini dikenal strategi berikut:

Push marketing strategy:

Mengeluarkan

sejumlah uang relatif besar agar tetap

mendapat ruang di rak-rak pengecer.

Pull marketing strategy:

Sejumlah dana

dikeluarkan melalui periklanan langsung

(27)

Berkaitan dengan strategi pemasaran, perusahaan

juga dapat menerapkan strategi harga.

Skimming pricing;

perusahaan menetapkan

harga yang tinggi untuk para pelanggan yang

makmur (

skin the cream

) dimana pesaing

untuk pelanggan jenis ini sedikit.

Penetration pricing.

Sebaliknya perusahaan

(28)

1. Strategi Keuangan

Strategi ini meliputi pemeriksaan dampak, implikasi terhadap korporasi maupun SBU atas pilihan strategi dan

mengidentifikasi rangkaian tindakan yang terbaik.

 Metode keuangan yang sedang trend adalah LBO (Leveraged

Buy Out). Perusahaan dibiayai utamanya dengan utang (dari pihak ketiga) dimana hutang dibayar dari hasil operasi atau penjualan aset perusahaan.

 Cara lain yang dikenal dalam pembiayaan adalah

(29)

2. Strategi Penelitian dan

Pengembangan (R&D

Strategy)

Strategi ini berkaitan dengan inovasi

dan pengembangan dalam produk.

Proses pilihannya adalah apakah

(30)

3. Strategi Operasi

 Berkaitan dengan pertimbangan bagaimana dan

dimana proses pengolahan produk dilakukan sehingga dapat mengadopsi teknologi secara maksimum.

 Ketika permintaan terhadap satu produk naik, maka

salah satu kemungkinan teknik produksi ini akan digunakan adalah:

Job shop : cukup dikerjakan oleh satu orang yang mempunyai keahlian yang tinggi.

Connected line batch flow : komponen terstandarisasi, masing-masing mesin yang digunakan seperti pada teknik pertama diatur dalam urutan yang sama sehingga dapat menghasilkan produk yang diinginkan.

Flexible manufacturing system : Bagian-bagian produk dibagi-bagi dalam satuan yang kemudian dikerjakan secara berkelompok.

Dedicated transfer lines : Proses pengolahan dengan tingkat

(31)

4. Strategi Pembelian

 Strategi ini berkaitan dengan ketentuan untuk

memperoleh bahan mentah, komponen dan pemasok.

 Dalam pembelian barang dapat ditentukan salah satu

bentuk dasar pembelian berikut:

Multiple sourcing. Perusahaan memesan dari banyak sumber. Cara ini banyak dilakukan karena; (1) memaksa pemasok bersaing untuk memperoleh pembeli penting, karenanya mengurangi biaya, (2) apabila satu pemasok tidak dapat

memasok, yang lain bisa melakukannya sehingga perusahaan tetap memperoleh pasokan.

Sole sourcing. Sumber bahan baku perusahaan hanya berasal dari satu perusahaan saja.

(32)

5. Strategi Logistik

Strategi ini meliputi pertimbangan akan arus

barang ke dalam dan keluar proses produksi.

Ada tiga bentuk trend yang dapat digunakan:

Centralization. Sentralisasi meliputi kegiatan

memusatkan seluruh sumber persediaaan produk perusahaan.

Outsourcing. Satu model penyediaan produk yang

mengundang perusahaan lain untuk menyediakannya. • Use of the Internet. Penggunaan internet yang dengan

(33)

6. Strategi Sumberdaya Manusia

Isu yang berkembang dalam kaitannya dengan sumberdaya manusia adalah:

 Tenaga kerja dengan skill yang rendah

 Dibayar murah  Tugas berulang-ulang  Sering berpindah  Tenaga kerja dengan skill yang tinggi

(34)

7. Strategi Sistem Informasi

 Strategi sistem informasi menyangkut penggunaan teknologi kepada unit bisnis dengan keunggulan kompetitif.  Strategi Korporasi dan Fungsional.

 Biasanya top manajemen dengan analisis yang tidak memadai harus menghindari berbagai strategi berikut:

1. Follow the Leader. Mengikuti strategi orang lain mungkin tepat

dan mengasyikkan akan tetapi lupa menyadari kekuatan dan kelemahan sendiri.

2. Hit Another Home Run. Sukses dalam menghasilkan produk

pertama, kemudian mencari produk kedua dapat gagal karena pelanggan tidak menghendakinya..

3. Arms Race. Meningkatkan penjualan dengan mengeluarkan

biaya promosi mungkin kelihatannya berhasil meningkatkan penjualan. Akan tetapi sering mengaburkan bahwa sesungguhnya kenaikan adalah semu karena tidak sebanding dengan iklan yang dikeluarkan.

4. Do Everything. Perusahaan melihat setiap kesempatan akan

digunakan dan merasa kuat untuk menggunakan setiap kesempatan, akhirnya gagal karena tidak dalam menguasainya.

5. Losing Hand. Manajemen puncak mungkin tidak suka akan

(35)

Menyusun strategi korporasi :

Use industry scenarios. Menggunakan skenario

industri dimana korporasi berada. Hal ini diperlukan untuk menentukan posisi dan tantangan korporasi di tengah-tengah industri, sehingga dapat

menggambarkan keadaan lingkungan internal dan eksternal.

Develop common-size financial statements.

Mengembangkan besaran analisis keuangan yang berlaku. Artinya, setiap alternatif yang diambil akan dapat menggambarkan dampak keuangan yang

akan terjadi terhadap korporasi dan unit yang berada di dalam korporasi.

Construct detailed pro forma financial statements for each alternative. Membuat analisis rinci atas neraca. Memberikan gambaran rinci terhadap

(36)

Mengevaluasi strategi :

Mutual exclusivity

. Bila sudah melakukan

suatu strategi maka strategi yang lain tidak

akan digunakan.

Success

. Strategi harus mempunyai

kemungkinan berhasil.

Completeness

. Harus memuat seluruh isu

strategis

Internal

consistency

. Harus konsisten

(37)

4.

5

Referensi

Dokumen terkait

Perusahaan dapat menggunakan kekuatan perusa- haan seperti dikenalnya perusahaan sejak lama oleh pelanggan, pelayanan yang memuaskan, adanya jaminan yang diberikan

Bagi usaha kecil dan menengah (UKM), keberhasilan dalam pengembangan inovasi produk menunjukkan bahwsa UKM sudah selangkah lebih maju dibanding dengan

Bagi usaha kecil dan menengah (UKM), keberhasilan dalam pengembangan inovasi produk menunjukkan bahwsa UKM sudah selangkah lebih maju dibanding dengan

Perusahaan merupakan distributor resmi dari produk yang sudah dikenal kualitasnya,.Hal ini dianggap sebagai kekuatan karena pelanggan akan memiliki kepercayaan yang lebih

Dengan demikian perusahaan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dimana perusahaan memaksimumkan pengalaman pelanggan yang menyenangkan dan meminimumkan pengalaman

Agar perusahaan tetap mampu bersaing dengan perusahaan lain yang maka sebuah pperusahaan harus melakukan pengelolaan dengan baik. Supaya konsumen atau pelanggan yang ada

Kotler (2005) menyebutkan ada tiga alasan mengapa suatu perusahaan perlu mendapatkan loyalitas pelanggan, antara lain: pelanggan yang ada lebih prospektif yang artinya pelanggan

Melihat permintaan untuk produk dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan dan pesaingnya serta mengidentifikasi pelanggan potensial 3.1.5 Fokus Bisnis Mengolah ikan bandeng menjadi