FORMULASI STRATEGI
DAN STRATEGI
KORPORASI
Buku : Manajemen Stratejik
Oleh:
STRATEGI
Korporasi ataupun perusahaan harus menyusun
strategi guna memastikan bahwa ke depan perusahaan masih tetap dapat bertahan dan berkembang.
Strategi menjadi bagian yang harus disiapkan
sedini mungkin dan dilaksanakan sedemikian rupa hingga dapat menjamin keberlanjutan korporasi ataupun perusahaan.
Strategi disusun untuk dapat memberikan
Firm’s directional strategy.
Orientasi umum
perusahaan menyangkut pertumbuhan,
stabilitas, atau pengurangan
Firm’s portfolio strategy.
Pasar dimana barang
dan jasa perusahaan harus bersaing terhadap
yang lain.
Firm’s parenting strategy.
Manajemen
perusahaan harus berkoordinasi dalam
aktivitas, mentransfer sumberdaya, dan
mengolah kecakapan di antara produk lini dan
unit bisnis perusahaan.
Strategi perusahaan pada dasarnya
berkaitan dengan;
penentuan arah perusahaan di masa yang
akan datang - bilamana perusahaannya relatif
kecil
bila perusahaan multinasional - maka strategi
perusahaan juga berkaitan dengan upaya
penentuan, perubahan dan pengembangan lini
produk korporasi.
bagaimana mengatur aliran dana yang
Directional strategy
berfungsi untuk memberikan pengarahan
kepada perusahaan secara menyeluruh.
dapat berupa;
perluasan,
pemotongan atau status quo tanpa
melakukan perubahan apapun juga
termasuk strategi
Strategi Pertumbuhan
Dirancang untuk meningkatkan penjualan,
pertumbuhan aset, keuntungan, atau
kombinasinya.
Pada umumnya ada dua persyaratan untuk
pemanfaatan strategi ini:
perusahaan mengalami permintaan
besar pasar.
Perusahaan yang memiliki kesempatan
maju, promosi dan pekerjaan yang
menarik cenderung meningkatkan
Untuk melakukan strategi pertumbuhan
perusahaan akan menempuh strategi luas;
Merger adalah tindakan satu atau lebih perusahaan
yang saling mempertukarkan saham akan tetapi pada akhirnya saham hanya dimiliki satu
perusahaan.
Akuisisi maksudnya bahwa satu perusahaan
membeli perusahaan lainnya dan menjalankan operasi atas nama perusahaan itu sendiri.
Aliansi dilakukan oleh dua atau lebih perusahaan
Dua strategi pertumbuhan secara
operasional ;
Konsentrasi
– Strategi ini dilakukan
perusahaan dengan fokus kepada lini produk
yang memberikan hasil atau penerimaan
yang besar.
Diversifikasi –
Perusahaan yang telah
melakukan konsentrasi dan mencapai
kematangan pada akhirnya harus memikirkan
strategi lain guna dapat berkembang lagi.
Konsentrasi
–
Strategi Pertumbuhan Vertikal (vertical
integration) mempunyai bentuk forward
integration dan backward integration
Pertumbuhan Horizontal; perusahaan
yang sedang tumbuh dapat
Diversifikasi -
Concentric (related) Diversifications – Perusahaan
berada pada kondisi daya saing yang kuat, akan
tetapi ketertarikan pasar terhadap produknya rendah - diversifikasi terhadap barang dan jasa yang
responsif pasar dengan mengandalkan
pengalamannya berupa pengetahuan produksi,
kemampuan manufaktur, dan strategi pemasaran.
Conglomerate (Unrelated) Diversifications –
Perusahaan menyadari bahwa industri yang
dijalaninya tidak menarik lagi sementara kemampuan manufakturnya dapat ditransfer ke produk lain,
Integrasi mempunyai bentuk:
Full integration. Dengan bentuk ini perusahaan pemasok
misalnya mengendalikan seluruh distributor. Biasanya cara ini dilakukan oleh perusahaan yang cukup besar dan dominan terhadap distributornya.
Taper Integration. Sebagai pemasok, perusahaan membeli input sebagian dari perusahaan lain, kemudian menyalurkan produk baik melalui distributor miliknya juga melalui distributor
perusahaan lain.
Quasi Integration. Perusahaan tidak menyediakan bahan dari perusahaan yang berintegrasi dengannya, akan tetapi
Stabilitas
Strategi stabilitas sering dianggap sebagai pilihan suatu perusahaan yang tidak memiliki strategi, karena memang lebih memilih tidak melakukan apa-apa pada kondisi bisnis tertentu.
Pause/proceed with caution. Korporasi hanya
melakukan perubahan kecil saja yang kurang berarti dan tidak menunjukkan apapun sebagai indikasi adanya pertumbuhan. Sampai ada
perubahan lingkungan makro barulah korporasi memutuskan perubahan apa yang ditentukan agar perusahaan dapat tumbuh.
No change. - perusahaan dengan tidak
melakukan apapun, korporasi hanya melanjutkan apa yang telah dipilih dalam menyongsong masa depan perusahaan.
Profit strategies. - perubahan strategi,
kalaupun ada tindakan bersifat “artifisial”, yaitu ditekankan kepada upaya memperoleh
Pengurangan
Perusahaan mempunyai kelemahan pada seluruh atau sebagian produk lini dan
dampaknya buruk bagi kinerja perusahaan, penjualan turun dan keuntungan berganti
menjadi kerugian.
Turnaround. - program efisiensi terhadap bidang perusahaan yang belum menghadapi persoalan serius. .
Captive Company Strategy. - mencari captive firms
(perusahaan yang mau membeli) dan memberi jaminan tentang keberlanjutan perusahaan di mata pelanggan khususnya.
Selling out. - berada pada kondisi payah dan hanya tersedia alternatif menjual saja.
Bankruptcy. - tidak mempunyai alternatif lagi, seluruh yang alternatif yang ada tidak disuka sehingga lebih baik secara legal menyatakan diri bangkrut.
Strategi Korporasi: Pilihan
Memasuki Pasar Internasional
Exporting. Perusahaan menjual produknya ke negara lain dan menjalankan fungsi
perdagangan internasional mulai dari pengapalan, pembayaran dan hal terkait lainnya.
Licensing. Perusahaan dapat menyerahkan hak penjualan atau produksi satu jenis
atau lebih produk kepada perusahaan lain (licensee).
Franchising. Satu perusahaan (franchiser) dapat memberikan haknya kepada
perusahaan lain (nama perusahaan, metode operasi dan lain-lain) dimana perusahaan penerima hak ini membayar kewajiban.
Joint Ventures. Perusahaan berpatner dengan perusahaan di negara lain dan
memperkenankannya ambil bagian dalam melakukan bisnis - dapat dilakukan dengan memberikan tenaga ahli, modal dll
Acquisitions. Satu perusahaan yang sedang berkembang dapat membeli
perusahaan di negara lain. - perusahaan dapat bertindak lebih sinergik, sebagai komplemen dalam lini produk maupun distributor.
Green-Field Development. Perusahaan membangun sendiri perusahaan
distribusinya di tempat lain walau biayanya mahal.
Production Sharing. Perusahaan yang memiliki tenaga kerja terlatih bekerjasama
dengan perusahaan di tempat lain yang biasanya ditandai oleh biaya produksi murah.
Turnkey Operations. Perusahaan membangun fasilitas pabrik biasanya di tempat
lain dengan perjanjian akan mendapat upah.
BOT Concept (build, operate, transfer). Sebagai perluasan dari model Turnkey,
perusahaan membangun pabrik di suatu negara, kemudian mengoperasikannya sampai periode tertentu sehingga mendapat pengembalian yang diharapkan; dapat menutup investasi dan keuntungan yang diharapkan.
Management Contracts. Perusahaan menyerahkan sejumlah tenaga manajemen
Analisis Portofolio
1.
Berapa banyak waktu dan uang yang harus
dibelanjakan untuk produk terbaik sehingga
mampu menjamin bahwa perusahaan akan
terus mendatangkan keuntungan,
2.
Berapa banyak waktu dan uang yang harus
dibelanjakan sehingga didapat produk
Pendekatan Boston
Pendekatan General Electric (GE)
Persoalan Pendekatan Matriks
Keuntungan menggunakan Analisis
Portfolio :
Mendorong manajemen puncak untuk
melakukan analisis terhadap seluruh
perusahaan secara individu.
Mendorong penggunaan data untuk
mendukung penilaian.
Memunculkan isu arus kas dalam melakukan
perluasan dan pertumbuhan.
Kelemahan menggunakan Analisis
Portfolio :
Tidak gampang untuk mendefinisikan pangsa
pasar.
Menggunakan strategi yang akhirnya dapat
menghilangkan kesempatan mungkin tidak praktis.
Menggunakan analisis saintifik, kenyataannya ada
penilaian yang didasarkan kepada penilaian individu.
Tidak ada jaminan apabila telah menggunakan
strategi yang direkomendasikan akan
Analisis Portofolio Internasional
Perusahaan dapat mempertimbangkan dua hal:
Daya tarik negara: mulai dari besarnya pasar,
tingkat pertumbuhan, arah dan bentuk
Peraturan Pemerintah dan faktor politik.
Kekuatan daya saing; terdiri dari pangsa
Corporate Parenting - Memandang perusahaan dalam
ukuran sumberdaya dan kemampuannya selain dapat digunakan untuk membangun kesinergian nilai antar unit bisnis juga dapat mensinergikan perusahaan antar unit.
Tiga langkah dalam menyusun matriks yang menggambarkan
corporate parenting :
1. Periksa seluruh unit bisnis dengan
mempertimbangkan faktor strategik.
2. Periksa seluruh unit bisnis dimana bidang
dapat diperbaiki.
3. Periksa seluruh unit seberapa sesuai dengan
strategi korporasi.
Strategi Fungsional dan Pilihan
Strategi
Functional Strategy: pendekatan bidang fungsional
untuk mencapai sasaran korporasi, bisnis dan strategi dengan memaksimumkan produktivitas.
Kompetensi Inti (Core Competency): Suatu strategi
dimana perusahaan dapat mengerjakannya
melebihi, lebih baik dari pesaingnya merupakan kunci kekuatan perusahaan. / kapabilitas inti.
Distinctive competencies: kompetensi inti korporasi
bagaimanapun harus memberikan yang terbaik
Kompetensi suatu perusahaan harus
dapat diuji oleh tiga hal berikut:
Customer value: memberikan kontribusi lebih kepada
persepsi nilai pelanggan. Artinya apa yang dihasilkan perusahaan memberikan pengalaman lebih kepada pelanggan dibanding dengan apa yang dihasilkan oleh perusahaan lain (pesaingnya).
Competitor unique: Kompetensi perusahaan, cara
kerja, hasil kerjanya unik, sulit atau mungkin tidak dapat ditiru oleh perusahaan pesaing.
Extendibility: Kompetensi perusahaan harus menjadi
sesuatu yang dapat digunakan untuk
Datangnya Kompetensi
1. Asset endowment. Kompetensi yang diperoleh
karena diberikan atau diwariskan, seperti paten yang datang dari penemu kemudian diberikan atau
diwariskan kepada perusahaan.
2. Acquired: Kompetensi yang disiapkan oleh
perusahaan lain bagi perusahaan.
3. Shared with another business unit. Kompetensi yang
diperoleh dari hasil sharing dengan perusahaan lain.
4. Built and accumulated: Kompetensi yang diperoleh
Marketing Strategy
Strategi ini meliputi penentuan harga (
pricing),
penjualan
(selling)
dan mendistribusikan
barang dan jasa
(distributing a product).
Pengembangan strategi pemasaran meliputi:
Menguasai pangsa pasar yang telah ada melalui
pematangan pasar dan penetrasi pasar.
Mengembangkan pasar baru untuk produk-produk
Bila menggunakan pengembangan
produk perusahaan dapat melakukan
strategi berikut:
Develop new products for existing
markets. Pengembangan produk baru
untuk pasar yang telah ada.
Mengembangkan produk baru untuk
Strategi pemasaran secara operasional juga berkaitan
dengan strategi promosi dan periklanan. Dalam
kaitan ini dikenal strategi berikut:
Push marketing strategy:
Mengeluarkan
sejumlah uang relatif besar agar tetap
mendapat ruang di rak-rak pengecer.
Pull marketing strategy:
Sejumlah dana
dikeluarkan melalui periklanan langsung
Berkaitan dengan strategi pemasaran, perusahaan
juga dapat menerapkan strategi harga.
Skimming pricing;
perusahaan menetapkan
harga yang tinggi untuk para pelanggan yang
makmur (
skin the cream
) dimana pesaing
untuk pelanggan jenis ini sedikit.
Penetration pricing.
Sebaliknya perusahaan
1. Strategi Keuangan
Strategi ini meliputi pemeriksaan dampak, implikasi terhadap korporasi maupun SBU atas pilihan strategi dan
mengidentifikasi rangkaian tindakan yang terbaik.
Metode keuangan yang sedang trend adalah LBO (Leveraged
Buy Out). Perusahaan dibiayai utamanya dengan utang (dari pihak ketiga) dimana hutang dibayar dari hasil operasi atau penjualan aset perusahaan.
Cara lain yang dikenal dalam pembiayaan adalah
2. Strategi Penelitian dan
Pengembangan (R&D
Strategy)
Strategi ini berkaitan dengan inovasi
dan pengembangan dalam produk.
Proses pilihannya adalah apakah
3. Strategi Operasi
Berkaitan dengan pertimbangan bagaimana dan
dimana proses pengolahan produk dilakukan sehingga dapat mengadopsi teknologi secara maksimum.
Ketika permintaan terhadap satu produk naik, maka
salah satu kemungkinan teknik produksi ini akan digunakan adalah:
• Job shop : cukup dikerjakan oleh satu orang yang mempunyai keahlian yang tinggi.
• Connected line batch flow : komponen terstandarisasi, masing-masing mesin yang digunakan seperti pada teknik pertama diatur dalam urutan yang sama sehingga dapat menghasilkan produk yang diinginkan.
• Flexible manufacturing system : Bagian-bagian produk dibagi-bagi dalam satuan yang kemudian dikerjakan secara berkelompok.
• Dedicated transfer lines : Proses pengolahan dengan tingkat
4. Strategi Pembelian
Strategi ini berkaitan dengan ketentuan untuk
memperoleh bahan mentah, komponen dan pemasok.
Dalam pembelian barang dapat ditentukan salah satu
bentuk dasar pembelian berikut:
• Multiple sourcing. Perusahaan memesan dari banyak sumber. Cara ini banyak dilakukan karena; (1) memaksa pemasok bersaing untuk memperoleh pembeli penting, karenanya mengurangi biaya, (2) apabila satu pemasok tidak dapat
memasok, yang lain bisa melakukannya sehingga perusahaan tetap memperoleh pasokan.
• Sole sourcing. Sumber bahan baku perusahaan hanya berasal dari satu perusahaan saja.
5. Strategi Logistik
Strategi ini meliputi pertimbangan akan arus
barang ke dalam dan keluar proses produksi.
Ada tiga bentuk trend yang dapat digunakan:
• Centralization. Sentralisasi meliputi kegiatanmemusatkan seluruh sumber persediaaan produk perusahaan.
• Outsourcing. Satu model penyediaan produk yang
mengundang perusahaan lain untuk menyediakannya. • Use of the Internet. Penggunaan internet yang dengan
6. Strategi Sumberdaya Manusia
Isu yang berkembang dalam kaitannya dengan sumberdaya manusia adalah:
Tenaga kerja dengan skill yang rendah
Dibayar murah Tugas berulang-ulang Sering berpindah Tenaga kerja dengan skill yang tinggi
7. Strategi Sistem Informasi
Strategi sistem informasi menyangkut penggunaan teknologi kepada unit bisnis dengan keunggulan kompetitif. Strategi Korporasi dan Fungsional.
Biasanya top manajemen dengan analisis yang tidak memadai harus menghindari berbagai strategi berikut:
1. Follow the Leader. Mengikuti strategi orang lain mungkin tepat
dan mengasyikkan akan tetapi lupa menyadari kekuatan dan kelemahan sendiri.
2. Hit Another Home Run. Sukses dalam menghasilkan produk
pertama, kemudian mencari produk kedua dapat gagal karena pelanggan tidak menghendakinya..
3. Arms Race. Meningkatkan penjualan dengan mengeluarkan
biaya promosi mungkin kelihatannya berhasil meningkatkan penjualan. Akan tetapi sering mengaburkan bahwa sesungguhnya kenaikan adalah semu karena tidak sebanding dengan iklan yang dikeluarkan.
4. Do Everything. Perusahaan melihat setiap kesempatan akan
digunakan dan merasa kuat untuk menggunakan setiap kesempatan, akhirnya gagal karena tidak dalam menguasainya.
5. Losing Hand. Manajemen puncak mungkin tidak suka akan
Menyusun strategi korporasi :
• Use industry scenarios. Menggunakan skenario
industri dimana korporasi berada. Hal ini diperlukan untuk menentukan posisi dan tantangan korporasi di tengah-tengah industri, sehingga dapat
menggambarkan keadaan lingkungan internal dan eksternal.
• Develop common-size financial statements.
Mengembangkan besaran analisis keuangan yang berlaku. Artinya, setiap alternatif yang diambil akan dapat menggambarkan dampak keuangan yang
akan terjadi terhadap korporasi dan unit yang berada di dalam korporasi.
• Construct detailed pro forma financial statements for each alternative. Membuat analisis rinci atas neraca. Memberikan gambaran rinci terhadap
Mengevaluasi strategi :
Mutual exclusivity
. Bila sudah melakukan
suatu strategi maka strategi yang lain tidak
akan digunakan.
Success
. Strategi harus mempunyai
kemungkinan berhasil.
Completeness
. Harus memuat seluruh isu
strategis
Internal
consistency
. Harus konsisten
4.
5