• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Aliran Aliran Filsafat Umum

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah Aliran Aliran Filsafat Umum"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

ALIRAN – ALIRAN FILSAFAT (FILSAFAT UMUM)

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Filsafat Umum

Dosen Pengampu : Moh. Hori M.Ag

Disusun Oleh : Kelompok I / B Semester II Hj. Yuliantini (2103 0802 16 1001)

Tiara Kirana (2103 0802 16 1027)

Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam

(2)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pembahasan aliran – aliran filsafat merupakan penelahan salah satu aspek sekaligus menyangkut dengan faham dan pandangan para ahli pikir dan filosuf. Dari kajian ini para ahli melihat sesuatu atau menyeluruh, mendalam dan sistematis. Para filsus menggunakan sudut pandang yang berbeda sehingga menghasilkan filsafat yang berbeda pula. Antara aliran atau paham satu dengan yang lainnya, ada yang saling bertentangan dan ada pula yang memiliki konsep dasar yang sama. Akan tetapi meskipun bertentangan, bukanlah untuk saling dipertentangkan. Justru dengan banyak aliran atau paham yang sudah diperkenalkan oleh tokoh – tokoh filsafat, kita dapat memilih cara yang pas dengan persoalan yang sedang kita hadapi.

(3)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut maka dapat kami rumuskan masalah sebagai berikut :

a. Bagaimanakah pengertian dari aliran empirisme, rasionalisme, positivisme dan idealisme?

b. Siapa saja yang berperan dan paling berperan dalam aliran – aliran filsafat tersebut?

1.3 Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :

a. Untuk mengetahui pengertian dari aliran- aliran filsafat

(4)

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian

A. Empirisme

Kata ini berasal dari bahasa Yunani emoeiria, empeiros (berarti berpengalaman dalam, berkenalaan dengan, terampil untuk).1 Empirisme

adalah suatu aliran dalam filsafat yang menyatakan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman manusia. Berbeda dengan anggapan rasionalis yang mengatakan bahwa sumber pengetahuan adalah rasio. Paham ini berpendapat bahwa indera atau pengalaman adalah sumber satu-satunya atau paling tidak sumber primer dari pengetahuan manusia, sehingga pengenalan inderawi merupakan pengenalan yang paling jelas dan sempurna. Sumber ilmu pengetahuan dalam teori empirisme adalah pengalaman dan penginderaan inderawi.

Dalam sejarah filsafat, klaim empiris ialah tidak ada sesuatu dalam pikiran yang mulanya tidak ada dalam indera. Hal tersebut mengandung makna bahwa:

1. Sumber seluruh pengetahuan harus dicari dalam pengalaman

2. Semua ide (gagasan) merupakan abstraksi yang dibentuk lewat menggabungkan apa yang dialami

3. Pengalaman inderawi adalah satu-satunya sumber pengetahuan

4. Akal budi tidak dapat memberikan tentang realitas tanpa acuan dari pengalaman inderawi.2

Empirisme berpendirian bahwa pengetahuan dapat di peroleh melalui indera. Indera memperoleh kesan-kesan dari alam nyata. Untuk kemudian kesan-kesan tersebut berkumpul dalam diri manusia sehingga menjadi

(5)

pengalaman. Pengetahuan yang berupa pengalaman terdiri dari penyusunan dan pengaturan kesan-kesan yang bermacam- macam.3

Kelemahan aliran ini cukup banyak, diantaranya yang pertama ialah indera terbatas. Benda yang jauh kelihatan kecil. Apakah benda itu kecil? Tidak. Ketebatasan kemampuan indera ini melaporkan bahwa tidak sebagaimana adanya; dari sini akan membentuk pengetahuan yang salah. Kemudian yang kedua ialah indera menipu. Pada orang sakit malaria, gula rasanya pahit, udara panas dirasakan dingin. Ini juga akan menimbulkan pengetahuan yang empiris. Yang ketiga ialah objek yang menipu, contohnya ilusi. Kelemahan yang keempat ialah berasal dari indera atau objek sekaligus. Yang mana mata (indera penglihatan) tidak dapat melihat keseluruhan seekor kerbau tersebut, dan seekor kerbau tersebut juga tidak dapat memperlihatkan seluruh anggota badannya. Andaikan saja ketika kita melihatnya dari depan, kita hanya dapat melihat kepalanya saja yang mana kita tidak akan melihat ekornya. Hal ini dapat disimpulkan bahwa aliran ini lemah karena keterbatasan indera atau objek tersebut. Maka dari itu aliran empirisme sangatlah bertentangan dengan aliran rasionalisme.

B. Rasionalisme.

Rasionalisme adalah paham filsafat yang menyatakan akal (reason) adalalah terpenting untuk memperoleh pengetahuan. Menurut aliran rasionalisme, sesuatu pengetahuan diperoleh dengan cara berpikir.4 Rasio

adalah sumber kebenaran. Hanya pada rasio sajalah yang dapat membawa orang kepada kebenaran.

Rasionalisme tidak mengingkari kegunaan indera dalam memperoleh pengetahuan, pengalaman indera diperlukan untuk merangsang akal yang dapat memberikan bahan – bahan yang menyebabkan akal tersebut bekerja.

3 Abd. Gafur, Filsafat Ilmu, (Malang: Kantor Jaminan Mutu (KJM) UIN Malang: 2007), 59 4 Atang Abdul Hakim, Beni Ahmad Saebani, Filsafat Umum dari Metodologi sampai Teofilosofi,

(6)

Akan tetapi untuk sampainya manusia kepada kebenaran adalah semata – mata dengan akal. Laporan indera menurut rasionalisme merupakan bahan yang belum jelas. Bahan ini kemudian dipertimbangkan oleh akal dalam pengalaman berpikir. Akal membentuk bahan tersebut sehingga terbentuk pengetahuan yang benar. Jadi akal bekerja karena bahan dari indera. Akan tetapi akal juga dapat menghasilkan pengetahuan yang tidak berdasarkan bahan inderawi sama sekali, jadi akal juga dapat menghasilkan pengetahuan tentang objek yang betul – betul abstrak. 5

Rasionalisme adalah paham filsafat yang mengatakan bahwa akal (reason) adalah alat tepenting untuk memperoleh pengetahuan dan mengetes pengetahuan. Jika empirisme mengatakan bahwa pengetahuan diperoleh dengan alam mengalami objek empiris. Maka rasionalisme mengajarkan bahwa pengetahuan diperoleh dengan cara berpikir. Alat dalam berpikir itu kaidah – kaidah logis aau kaidah- kaidah logika.6

Ada dua macam rasionalisme yaitu dalam bidang agama dan bidang filsafat. Dijelaskan bahwa bidang agama dalam rasionalisme ialah lawannya autoritas, sedangkan dalam bidang filsafat lawannya ialah empirisme. Jelas sekali perbedaanya karena di dalam agama rasionalisme mengkritik ajaran agama dan bidang filsafat rasionalisme menjelaskan teori pengetahuan.

Meskipun antara rasionalisme dan empirisme bertetantangan namun kedua aliran ini mampu bekerja sama yang mana menghasilkan scientific method dan dari hasil metode ini timbulah scientific knowledge. Mengapa? Singkatnya pengetahuan sains hanyalah pengetahuan yang logis – empiris saja.

Lanjutan dari pada rasionalisme dalam pengetahuan ialah aliran positivisme.

5 Ahmad Tafsir, Filsafat Umum Akal dan Hati Sejak Thales sampai Capra, (Bandung, Remaja

Rosdakarya, 2013), 25

(7)

C. Positivisme

Positivisme berasal dari kata “positif”. Kata positif sama artinya dengan kata faktual, yaitu apa yang berdasarkan fakta – fakta. Menurut positivisme, pengetahuan kita tidak pernah boleh melebihi fakta – fakta. Dalam filsafat positivisme adalah aliran filsafat yang berpangkal dari fakta positif yang diluar fakta atau kenyataan yang dikesampingkan dalam pembicaraan filsafat dan ilmu pengetahuan.7 Positivisme adalah aliran yang beranggakpan bahwa

pengetahuan itu semata – mata berdasarkan pengalaman dan ilmu yang pasti. Perbedaan pengalaman manusia akan menjadi perbedaan dalam menentukan kebenaran, yang mana pada metafisik kebenaran bersifat abstrak.

Ajaran positivisme timbul pada abad ke 19 dan termasuk jenis filsafat abad modern. Kelahirannya hamper bersamaan dengan empirisme. Kesamaan diantara keduanya antara lain bahwa keduanya mengutamakan pengalaman. Perbedaanya hanyalah positivisme membatasi diri pada pengalaman yang objektif, sedangkan empirisme menerima juga pengalaman batiniah atau pengalaman yang subjektif.8

Jadi pada dasarnya positivisme bukanlah suatu aliran yang khas berdiri sendiri. Ia hanya menyempurnakan empirisme dan rasionalisme yang bekerja sama. Dengan kata lain, ia menyempurnakan metode ilmiah (scientific method) dengan memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran – ukuran. Jadi pada dasarnya positivisme itu sama dengan rasionalisme dan empirisme.9

D. Idealisme

Idealisme berasal dari kata idea yang berarti sesuatu yang hadir dalam jiwa dan isme yang berarti paham atau pemikiran. Sehingga idealisme adalah

7Fuad Ihsan, Filsafat Ilmu, (Jakarta, PT. Rineka Cipta, 2010),182

(8)

doktrin yang mengajarkan bahwa hakikat dan fisik hanya dapat dipahami danlam kebergantungannya pada jiwa (mind) dan spirit (roh). Keyakinan ini ada pada Plato.10

Idealisme mempunyai nama lain serba cita yang merupakan salah satu aliran filsafat tradisional yang paling tua dan merupakan aliran ilmu filsafat yang mengagungkan jiwa. Pertemuan antara jiwa dan cita melahirkan suatu angan – angan yaitu dunia idea. Aliran ini memandang serta menganggap bahwa yang nyata hanyalah idea. Idea sendiri selalu tetap dan tidak mengalami perubahan serta penggeseran, yang mengalami gerak tidak dikategorikan idea. Alasan terpenting dari aliran ini adalah manusia menganggap roh atau sukma lebih berharga, lebih tinggi nilainya dari materi dari kehidupan manusia. Roh itu dianggap sebagai hakikat yang sebenarnya. Sehingga materi hanyalah badannya, bayangan atau penjelmaannya saja.

Idealisme dapat di kelompokkan menjadi beberapa jenisnya. Yang mana idealisme subjektif, idealisme objektif, idealisme personalisme, rasional, etis, estetis, religious.

2.2 Tokoh – Tokoh Aliran Filsafat

A. Tokoh Empirisme ( John Locke – David Hume) 1. John Locke (1632-1704)

Ia lahir tahun 1632 di Bristol Inggris dan wafat tahun 1704 di Oates Inggris. Ia juga ahli politik, ilmu alam, dan kedokteran. Pemikiran John termuat dalam tiga buku pentingnya yaitu essay concerning human understanding, terbit tahun 1600; letters on tolerantion terbit tahun 1689-1692; dan two treatises on government, terbit tahun 1690. Aliran ini muncul sebagai reaksi terhadap aliran rasionalisme. Bila rasionalisme mengatakan bahwa kebenaran adalah rasio, maka menurut empiris, dasarnya ialah

(9)

pengalaman manusia yang diperoleh melalui panca indera. Dengan ungkapan singkat Locke :

Segala sesuatu berasal dari pengalaman inderawi, bukan budi (otak). Otak tak lebih dari sehelai kertas yang masih putih, baru melalui pengalamanlah kertas itu terisi. Dengan demikian dia menyamakan pengalaman batiniah (yang bersumber dari akal budi) dengan pengalaman lahiriah (yang bersumber dari empiri)

2. David Hume (1711-1776)

Hume adalah pelopor para empiris, yang percaya bahwa seluruh pengetahuan tentang dunia berasal dari indera. Menurut Hume, ada batasan-batasan yang tegas tentang bagaimana kesimpulan dapat diambil melalui persepsi indra kita. Namun terlepas dari berbagai kritik yang muncul, pemikiran Hume umumnya merupakan wujud ekspresi dan sikap naturalism dan skeptismenya. Dia sesungguhnya telah berupaya memberikan penjelasan tentang sifat dasar alamiah manusia, yang tidak dapat diabsahkan oleh nalar. B. Tokoh Rasionalisme

1. Descartes (1596-1650)

Descartes dianggap sebagai bapak aliran filsafat modern. Ia merupakan filosof yang ajaran filsafatnya sangat populer, karena pandangannya yang tidak pernah goyah, tentang kebenaran tertinggi berada pada akal atau rasio manusia. Descartes menjelaskan kebenaran melalui metode keragu-raguan. Dalam karyanya Anaxemens Discourse on Methode ada 4 hal yang harus diperhatikan sebagai berikut :

(10)

2. Pecahkanlah setiap kesulitan atau masalah sampai sebanyak mungkin sehingga tidak ada keraguan apapun yang mampu merobohkannya.

3. Bimbinglah pikiran dengan teratur (mulai dari yang sederhana atau mudah diketahui sampai hal yang paling sulit atau kompleks).

4. Pencarian dan pemeriksaan harus dibuat dengan perhitungan yang sempurna serta mempertimbangkan secara menyeluruh sehingga diperoleh keyakinan bahwa tidak ada satupun yang terabaikan atau terlewatkan.

2. Spinoza (1632-1677)

Spinoza memiliki pemikiran bahwa kebenaran itu berpusat pada pemikiran dan keluasan. Pemikiran adalah jiwa, sedangkan keluasan adalah tubuh, yang ekstensinya berbarengan antara jiwa dan tubuh pada setiap individu.11

Baruch Spinoza atau Benedictus de Spinoza merupakan salah satu pengikut pemikiran Descartes yang menjadikan substansi sebagai tema pokok dalam metafisika yang sampai saat ini dikenal dengan mazhab rasionalisme. Spinoza menjawab pertanyaan-pertannyaan kebenaran dengan tentang sesuatu, menggunakan metode deduksi matematis yang meletakkan definisi aksioma, proposisi, kemudian berulang membuat pembuktian atau menyimpulkan.

Seperti Descartes, Spinoza juga mengatakan bahwa kebenaran itu terpusat pada pemikiran dan keluasaan. Pemikiran adalah jiwa, sedangkan keluasaan adalah tubuh yang eksistensinya berbarengan.

C. Tokoh Positivisme

1. Auguste Comte (1798-1857)

Filsafat Positivisme diperkenalkan oleh Auguste Comte. Ia penganut empirisme. Ia berpendapat bahwa indera itu amat penting dalm memperoleh

(11)

pengetahuan, tetapi harus dipertajam dengan alat bantu dan diperkuat dengan eksperimen.

Menurut Auguste Comte bahwa perkembangan pikiran manusia terdapat tiga tahapan yaitu tahap teologis, tahap metafisis, dan tahap ilmiah atau positif.

D. Tokoh Idealisme 1. Fichte ( 1762-1814)

Johann Gottlieb Fichte adalah filosof Jerman. Menurut Fichte, dasar realitas adalah kemauan; kemauan inilah thing in itself-nya manusia. Penampakan, menurut pendapatnya adalah sesuatu yang ditanam oleh Roh Absolut sebagai penampakan kemauannya.Roh Absolut adalah sesuatu yang berada di belakang kita; itu adalah Tuhan pada Spinoza. 12

2. Hegel (1770-1831)

Pusat filsafat Hegel adalah konsep Geist (roh atau spirit). Idealisme Jerman memuncak pada George Wilhelm Friedrich Hegel. Walaupun usianya lebih tua dibandingnkan Schelling sudah menjadi folosif terkenal. Konsep filsafat Hegel seluruhnya adalah historis dan relative. Karena juga dipengaruhi oleh pandangan – pandangan antropologi dan sosial modern. Ia mengatakan bahwa yang benar adlah perubahan. Kunci filsafat Hegel terletak pada pandanganya tentang sejarah.13

.

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan

(12)

a. Berdasarkan penjelasan diatas bahwa aliran filsafat ini berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Terutama aliran empirisme, rasionalisme, positivisme dan idealisme. Aliran empirisme memandang bahwa pengetahuan ini bukanlah ada pada kita, akan tetapi ada diluar pada diri kita. Aliran rasionalisme memandang bahwa akal pikiran atau rasio adalah sebagai dasar pengetahuan manusia. Aliran positivisme memandang bahwa pengetahuan ini lebih memberi tekanan pada fakta, kepada bukti – bukti yang kongkrit ke sesuatu yang diverifikasi. Sedangkan aliran idealisme memandang bahwa dunia ide dan gagasan merupakan hakikat dari realitas yang mana pengetahuan dibentuk berdasarkan ide – ide yang abstrak dan mengedepankan akal pikiran dan moral.

b. Tokoh – tokoh dalam aliran filsafat berbeda – beda. Pada aliran empirisme tokohnya adalah John Locke dan David Hume yang mana mereka mempunyai pemikiran untuk mendapat kebenaran maka harus diperoleh dari pengalaman. Tokoh Rasionalisme adalah Descartes dan Spinoza yang mana pemikiran dari tokoh ini adalah rasionalisme dapat diimplikasikan menggunakan kaidah – kaidah logika yang bersifat pasti. Tokoh positivisme adalah Auguste Comte, menurutnya positivisme kebenaran berdasarkan pengalaman aktualfisikal. Terakhir, tokoh idealisme adalah Fitche dan Hegel, menurut mereka bahwa aliran idealisme ini bahwa hakikat dunia fisik hanya dapat dipahami dengan kaitan roh dan jiwa.

3.2 Saran

Kami dari kelompok pertama memberikan saran untuk kita semua bahwa untuk tetap belajar demi menghidupkan khasanah pemikiran dari kalangan non muslim dan muslim itu sendiri.

(13)

Abdul Hakim, Atang, Beni Ahmad Saeban. 2008. Filsafat Umum dari Metodologi sampai Teofilosofi. Bandung: Pustaka Setia

Bagus, Lorens. 1997. Kamus Filsafat. Jakarta: Gramedia.

Ghafur, Abd. 2007. Filsafat Ilmu. Malang: Kantor Jaminan Mutu KJM UIN Malang. Hadiwijono, Harun. 1980. Sari Sejarah Filsafat Barat 2. Yogyakarta: Kanisius. Ihsan, Fuad. 2010. Filsafat Ilmu. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Referensi

Dokumen terkait

pengetahuan yang dapat diandalkan?; Apakah kemampuan kita terbatas dalam mengetahui fakta pengalaman indera, atau apakah kita dapat mengetahui lebih jauh dari apa yang

Ajaran-ajaran pokok empirisme yaitu: (1) Pandangan bahwa semua ide atau gagasan merupakan abstraksi yang dibentuk dengan menggabungkan apa yang dialami: (2) Pengalaman

Menurut Louis Gottschalk sumber primer adalah kesaksian dari seorang saksi dengan mata kepala sendiri atau saksi dengan panca indera yang lain atau dengan alat

Rasionalisme adalah paham yang mengajarkan bahwa sumber pengetahuan satu-satunya yang benar adalah rasio (akal budi).. Tokoh-tokoh terpenting aliran rasionalisme adalah Blaise

Apabila seseorang tersebut telah paham tentang ilmu keagaaman atau teologi, tentu ia akan menghindari hal-hal yang tidak baik dan dilarang agama, yaitu salah satunya

Ajaran-ajaran pokok empirisme yaitu: (1) Pandangan bahwa semua ide atau gagasan merupakan abstraksi yang dibentuk dengan menggabungkan apa yang dialami: (2) Pengalaman

Pokok pikiran utama dari pemikiran Ayer adalah sebuah prinsip yang digunakan untuk menentukan kebermaknaan suatu proposisi melalui observasi empiris atau pengalaman inderawi

Ajaran-ajaran pokok empirisme antara lain: 1 Anggapan bahwa semua ide atau gagasan merupakan hal yang dibentuk dengan menggabungkan apa yang dialami: 2 Satu-satunya sumber pengetahuan