OPERASIONAL DAN PERAWATAN MESIN CARTONING
C2404 DI PT. KALBE FARMA Tbk
Nama
: Rifqi Anggriawan
NPM
: 26412349
Jurusan
: Teknik Mesin
LATAR BELAKANG MASALAH
Mesin Cartoning merupakan mesin yang digunakan untuk mengemas wadah
kedalam kemasan. Yaitu suatu proses pembungkusan,pewadahan atau pengepakan
suatu produk dengan menggunakan bahan tertentu sehingga produk yang ada di
dalamnya bisa tertampung dan terlindungi. Tujuan utama dari operasional dan
perawatan mesin ini adalah dalam kaitannya dengan keamanan pribadi dan
perawatan mesin agar selalu dalam kondisi yang baik / bagus, selain itu hal ini
untuk memberikan prosedur operasi (cara pemakaian) yang tepat untuk
menghindari bahaya dan kerusakan pada konsumen dan mesin. sistem pelabelan
konvensional, penyesuaiannya sangat menyulitkan dan sulit, dan hanya bisa
mengandalkan pengalaman operator. pengoprasian yang benar dan menerapkan
program perawatan yang terencana. Mesin cartoning C2404 dibangun secara
otomatis untuk mengemas wadah kedalam kemasan yang bertujuan untuk
menampung dan melindungi produk yang ada di dalamnya. Di mesin ini di
butuhkan pula perawatan yang merupakan kegiatan pendukung. Perawatan harus
efektif dan efisien. Dengan Mesin ini memiliki desain higienis yang memenuhi
standar GMP, operasi dan penyesuaian mudah, perawatan yang minimal dan
pergantian produk cepat membantu meningkatkan produktivitas.
TUJUAN PENULISAN
Tujuan penulisan ini adalah :
1. Mengetahui operasional mesin cartoning c2404 di PT.
KALBE FARMA Tbk.
2. Mengetahui perawatan mesin cartoning c2404 di PT.
KALBE FARMA Tbk.
Flowchart Operasional Dan Perawatan Mesin
Cartoning C2404
Tahap Persiapan
• Tahap persiapan dalam menjalankan atau mengoprasikan mesin Cartoning
Cartoning C 2404 sangat di butuhkan guna menghindari dari hal yang tidak
diinginkan. Berikut hal yang di persiapkan dalam pengoprasian dan perawatan
mesin Cartoning C 2404 :
1.
Buka kran angin.
2.
Persiapakan strip/ atau katon untuk proses cartoning.
3.
Sambungkan kontak listrik untuk menyalakan mesin cartoning.
4.
Kabel / pipa instalasi dalam keadaan baik. Jika ada yang rusak / bocor lapor ke
PJL.
5.
Karyawan memakai pakaian kerja sesuai ketentuan area black.
6.
Pengaturan ulang jadwal perawatan apa bila tidak jadi dilakukan yang
disebabkan hal internal perusahaan biasa nya masalah internal yang terjadi
bilamana target produk itu sendiri belum mencapai target yang membuat
perlunya pengaturan ulang jadwal.
Tahap Pelaksanaan
• Tahap pertama yang dilakukan buka keran angin, dan periksa bahwa tekanan udara ditampilkan pada pengukur udara di 4 bar, kabel / pipa instalasi dalam keadaan baik. Jika ada yang rusak / bocor lapor ke PJL. Jika perlu, menyesuaikan tombol penyesuaian tekanan udara dengan menariknya ke atas dan memutar ke sekitar 4kg / cm2. Jika tidak ada udara terkompresi tersedia, memeriksa apakah kompresor udara dan memastikan bahwa katup terbuka, jika tidak ada kelainan yang ditemukan, set mengatur udara mungkin memerlukan perbaikan atau penggantian. Tahap kedua Sambungkan kontak listrik untuk menyalakan mesin Cartoning , Dan tahap ketiga Sambungkan kontak listrik untuk menyalakan jet print.
Dalam tahap pelaksanaan ini akan dijelaskan tahapan dalam pelaksanaan dari mesin Cartoning C 2404 :
Tahap Pelaksanaan
• Kemudian Putar Main Power Switch ke kanan, posisi ON , selanjutnya . Tekan tombol
ON/OFF yang ada di samping kanan monitor dan Nyalakan CPU untuk memposisikan mesin
dalam keadaan hidup dan siap dijalankan.
• Tahap berikutnya dalam pelaksanaan mesin Cartoning ini Tekan turn on pada monitor, tunggu 3 menit, dan muncul tampilan pada monitor hingga Indikator ready berwarna hijau menandakan jet print SIAP digunakan dan Tekan
start pada monitor, untuk menjalankan mesin
Cartoning
.
• Tahap akhir putar tombol power ke kanan, posisi ON , putar tombol mode operation ke kiri bawah, mode AUTO, kemudian atur kecepatan mesin 115-120 rpm, lalu tekan tombol run untuk menjalankan mesin.
Skema Proses Pengkartonan
Carton masuk ke blister magazine dikirimkan oleh accelerator , dan masuk ke blister counting dimana Blister counting system berguna untuk mengrimkan blister dengan jumlah per–set yang bisa di atur, dengan Rubber sucker/Suction yang berfungsi untuk mengambil carton yang kemudian akan menuju ke Finger, yaitu ketika carton berpindah posisi dari pendulum magazine ke product chain
.
Skema Proses Cartoning
Kemudian produk di dorong secara paralel ke cell yang kosong yang berada diproduk chain untuk menempatkan botol ke jalur proses pengemasan. Pada jetprint digunakan untuk mencetak kode batch, tanggal daluarsa, dan harga eceran tertinggi pada karton. Kemudian produk yang sudah terisi kemudian akan keluarkan menggunakan outfeed conveyor dan pada bagian closing station ini berfungsi juga untuk membuat carton benar-benar tertutup.
Tahap Pemberentian
• Tahap Pemberentian Mesin Cartoning
Tahap pemberentihan pada mesin Cartoning bertujuan untuk menhentikan mesin Cartoning C 2404untuk maintenance, emergency maintenance, planned maintenance dan
breakdown. Berikut tahapan pemberentian mesin Cartoning :
1. Tekan emergency switch 2. Putar handle main power
switch ke kiri
3. Cabut sambungan listrik
Tahap Pemberentian Mesin Jet Print
Tahap Pemberentian Mesin Jet Print
Tahap pemberentian mesin jet print bertujuan untuk menhentikan mesin Cartoning CARTONING C 2404 untuk maintenance, emergency maintenance, planned
maintenance dan breakdown. Berikut tahapan pemberentian mesin Cartoning :
1. Tekan tombol shut down pada layar monitor • Muncul dialog waiting for 3 minutes.
• Tunggu hingga muncul tanda stop. • Tekan tanda stop.
2. Tekan tombol switch on/off di kanan monitor Matikan CPU.
Perawatan
Tindakan Pencegahan Umum
Keselamatan
• Sebelum melakukan setiap pekerjaan pemeliharaan atau pembersihan, pastikan daya terputus.
• Selalu mengambil langkah-langkah keamanan yang diperlukan untuk melindungi mesin dan personil saat melaksanakan pekerjaan pemeliharaan
Mesin Clean Up
• Gunakan kain basah untuk membersihkan bagian-bagian mesin, tidak mencuci langsung dengan air. Untuk kotoran yang sulit, sedang produk yang mudah terbakar dapat
digunakan (misalnya pelarut, alkohol untuk keperluan industri ... dll.), hindari menggunakan sangat korosif atau
Produk terbakar (misalnya metana atau lebih tipis ... dll.) Penggantian suku cadang
• Secara teratur memeriksa mesin untuk bagian yang rusak atau aus dan telah mereka diganti jika diperlukan.
Setelah semua proses perawatan yang dilakukan di mesin
labelling cvc 302 mesin dapat di operasikan kembali tetapi apabila
proses prawatan gagal harus dilakukan pengaturan jadwal ulang
untuk melakukan perawatan guna membuat mesin tetap dalam
keadaan prima.
Kesimpulan
Dari hasil analisa dan pengamatan yang telah dilakukan pada saat kerja praktek di PT. KALBE FARMA Tbk, penulis dapat memahami dan megetahui oprasional dan perawatan mesin cartoning.
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari analisa dan pengamatan dari penulisan laporan kerja praktek ini adalah sebagai berikut :
1. Mesin CARTONING C 2404 dibangun/dibuat untuk secara otomatis proses pengemasan,pembungkusan,pewadahan atau pengepakan suatu produk dengan menggunakan bahan tertentu sehingga produk yang ada di dalamnya bias tertampung dan terlindungi. Pengemasan wadah carton sampai dengan 250 carton per menit.
2. Perawatan mesin cartoning C 2404 yang perlu di perhatikan saat melakukannya adalah keselamatan, mesin clean up ,dan penggantian suku cadang. Saat perawatan perlunya pengaturan waktu agar produksi memenuhi target dan performa mesin tetap prima, dan pelumasan bisa dilakukan tiap pergantian shift dan tiap terjadi penumpukan di conveyer/botol jatuh, atau Doss tersangkut di lintasan cartoning/finger (posisi doss masuk lintasan salah).
3. setiap 1 bulan saat perawatan mesin, dan setiap Pengecekan elastisitas karet tiap 1 bulan saat perawatan mesin.
Saran
Adapun saran-saran dari hasil kerja praktek yang penulis lakukan di PT. KALBE FARMA TBK, adalah sebagai berikut :
• Dalam proses pengoprasian mesin cartoning C 2404 Doss tersangkut di lintasan cartoning/finger dibetulkan posisinya di conveyor oleh operator dan dipantau secara berkala agar dapat terus berputar dengan baik lalu Selama mesin berjalan, stok carton harus terus dipantau agar carton dapat ditambah sebelum habis (tidak perlu menimbulkan line stop).
• Saat perawatan atau selama penanganan masalah mesin harus dalam keadaan dimatikan agar tidak menimbulkan hal yang tidak di inginkan.