50
BAB IV
ANALISIS DATA
Pada bab ini dilakukan analisa dari data – data yang didapat untuk melihat persentase yang didapat dari perbandingan FTHO yang sukses dengan yang melakukan FTHO, apakah bisa mencapai KPI setelah diaktifkannya fitur fast traffic handover.
4.1 Analisa Fast Traffic Handover
4.1.1 Handover Incoming IntraBSC
Berdasarkan data yang diperoleh seperti pada tabel 4.1 selama beberapa waktu terdapat beberapa perubahan dalam fast traffic handover.
Tabel 4.1 Persentase Handover Incoming IntraBSC
FTHO_ InterCell_ IntraBsc_ Incoming 2011-W37 2011-W38 2011-W39 2011-W40 2011-W41 2011-W42 2011-W43 2011-W44 2011-W45 FTHO_ Success 7234 7392 7457 7675 5221 4284 3824 4576 3952
Pada 6 Oktober 2011 (W41) pertama kali aktifasi fast traffic handover, terlihat tingkat keberhasilan fast traffic handover yaitu mencapai 96,08%. Ini adalah diatas target KPI yang ada. Hal Ini bisa disebabkan karena adanya fitur fast traffic handover yang membantu MS untuk melakukan handover. Sebelum adanya aktivasi terlihat persentase handover selalu dibawah target KPI yaitu 96%, dimana sesudah aktivasi terlihat perubahan yang cukup mendasar dimana handover selalu mencapai diatas rata-rata 96%.
Cell ini hanya dapat melakukan handover masuk (handover incoming) dengan cell tetangga yang lain dengan cara 2 arah, dimana pada masing-masing cell, fitur fast traffic handover ini harus terlebih dahulu diaktifkan, karena jika satu cell telah aktifasi sedang cell yang lain tidak maka fast traffic handover ini tidak akan berlangsung. Aktifasi fitur ini dijalankan di masing-masing BSC yang meliputi cell itu sendiri.
Berdasarkan tabel diatas, perbandingan yang dilakukan sesuai antara hasil grafik yang ada dengan formula perhitungan ALCATEL dalam menghitung persentase fast traffic handover, yaitu:
FTHO_ Attemp 7626 7891 7883 8126 5434 4467 3971 4756 4141 % FTHO 94.85 % 93.67 % 94.59 % 94.44 % 96.08 % 95.90 % 96.29 % 96.21 % 95.43 %
Sebelum aktifasi fast traffic handover % Success Rate MC650 MC660 MC656 MC646 g_Command HO_Outgoin Controlled MSC or BSC g_Success HO_Outgoin * 100%
=
7626 7234 100%= 94,85% (Kurang dari target KPI sebesar 96%)
Sesudah aktifasi fast traffic handover
% Success Rate MC650 MC660 MC656 MC646 g_Command HO_Outgoin Controlled MSC or BSC g_Success HO_Outgoin * 100%
=
5434 5221 100%= 96,08% (Mencapai target KPI sebesar 96%)
Gambar 4.1 Grafik HO_ Incoming _IntraBSC sebelum dan sesudah aktifasi
Setelah aktivasi fast traffic handover terlihat peningkatan keberhasilan melakukan handover, dimana sedikitnya perbedaan antara jumlah yang sukses dan jumlah usaha handover. Tetapi kendala yang didapat pada saat handover incoming ini adalah berkurangnya usaha (attemp) untuk melakukan handover ke cell neighbour lain.
Pada dasarnya fitur ini adalah menaikkan jumlah usaha dalam melakukan handover. Hal ini dapat disebabkan karena cell tersebut mengalami masalah, seperti yang telah diungkapkan pada bab 2 sebelumnya. Tetapi karena intinya hasil persentase keberhasilan fitur ini cukup tinggi sesuai dengan KPI yang ada, maka jumlah usaha untuk melakukan handover tidak terlalu bermasalah.
4.1.2 Handover Outgoing Intra BSC
Berdasarkan data yang diperoleh seperti pada tabel 4.2 selama beberapa waktu terdapat beberapa perubahan dalam fast traffic handover.
Tabel 4.2 Persentase Handover Outgoing IntraBSC
Berdasarkan data tabel 4.2 diatas, tampak sedikit perubahan yang terjadi dalam persentase keberhasilan handover. Sebelum aktivasi handover rata-rata persentase keberhasilan handover diatas 96%, ini sesuai dengan target KPI yang diharapkan, bahkan sebelum adanya fast traffic handover tampak pada W37 persentase keberhasilan handover hampir mencapai 100%, sedangkan persentase keberhasilan maksimum pada saat aktifasi fast traffic handover sebesar 99.22%. Persamaannya sebelum dan sesudah aktifasi adalah nilai keberhasilan melakukan handover diatas 96%, ini bisa diakibatkan karena adanya kemampuan MS untuk melakukan handover dari satu cell ke cell lain yang berbatasan (adjacenties cell) berhasil tanpa adanya gangguan. Dapat dilihat kecilnya perbedaan handover yang terjadi berdasarkan perhitungan dibawah.
FTHO_ InterCell_ IntraBsc_ Outgoing 2011-W37 2011-W38 2011-W39 2011-W40 2011-W41 2011-W42 2011-W43 2011-W44 2011-W45 FTHO_ Success 7315 7278 7365 7494 5150 4169 3939 4478 3940 FTHO_ Attemp 7336 7290 7376 7520 5190 4240 4105 4568 4000 % FTHO 99.70 % 99.80 % 99.85 % 99.65 % 99.22 % 98.32 % 95.95 % 98.00 % 98.50 %
Sebelum aktifasi fast traffic handover % Success Rate MC650 MC660 MC656 MC646 g_Command HO_Outgoin Controlled MSC or BSC g_Success HO_Outgoin * 100%
=
7290 7278 100%= 99.80% (Mencapai target KPI sebesar 96%)
Sesudah aktifasi fast traffic handover
% Success Rate MC650 MC660 MC656 MC646 g_Command HO_Outgoin Controlled MSC or BSC g_Success HO_Outgoin * 100%
=
5190 5150 100%= 99.22% (Mencapai target KPI sebesar 96%)
Gambar 4.2 Grafik HO_ Outgoing_IntraBSC sebelum dan sesudah aktifasi
Dari grafik, terlihat tingkat keberhasilan melakukan handover sangat tinggi. Sedangkan setelah implementasi fast traffic handover terlihat sedikit penurunan dalam melakukan handover
Namun permasalahan yang muncul adalah permasalahan yang juga terjadi pada handover masuk (handover incoming), yaitu pada sebelum aktifasi adalah jumlah percobaan untuk melakukan handover cenderung tinggi dan jumlah yang berhasil juga tinggi sedangkan setelah adanya aktifasi menurunnya jumlah percobaan handover walaupun jumlah yang berhasil juga tinggi. Hal ini bisa diakibatkan karena cell tersebut sedang mengalami masalah. Ini bisa dilihat dengan kondisi trafik yang menurun. Walaupun pada intinya fitur fast traffic handover ini untuk menaikkan jumlah usaha permintaan panggilan, tetapi jika persentase keberhasilan handover-nya baik, ini bisa disebut kondisi baik.
4.1.3 Handover Incoming InterBSC
Pada handover ini tidak diperoleh data apapun. Oleh karena itu, dapat disebutkan bahwa fitur fast traffic handover pada inter BSC tidak dapat dilangsungkan kecuali cell yang berbatasan berada pada BSC yang berbeda. Dapat dilihat pada grafik yang tampak pada gambar 4.3
Gambar 4.3 Grafik HO_ Incoming _InterBSC sebelum dan sesudah aktifasi
Tidak terlihat satupun usaha untuk melakukan handover. Hal ini disebabkan karena jarak cell yang satu dengan cell lain yang jauh dan berada pada BSC yang berbeda. Seperti yang telah dijelaskan pada Bab 3 sebelumnya, semua cell neighbour dari cell Tumbang_Samba2 ini berada pada BSC yang sama yaitu BSC Evo G_Obos.
4.1.3 Handover Outgoing InterBSC
Sama seperti handover incoming interBSC, tidak terlihat kesuksesan untuk melakukan handover. Pada awal aktifasi handover, terlihat masih ada usaha untuk melakukan handover, ini dapat disebabkan jumlah trafik yang tinggi dan usaha untuk melakukan handover juga tinggi, namun yang muncul pada minggu berikutnya terlihat penurunan jumlah atau usaha untuk melakukan handover sampai akhirnya menuju nol seperti pada tabel 4.3
Tabel 4.3 Persentase Handover Outgoing InterBSC
FTHO_InterCell_ InterBsc_ Outgoing 2011-W37 2011-W38 2011-W39 2011-W40 2011-W41 2011-W42 2011-W43 2011-W44 2011-W45 FTHO_Success 0 0 0 0 0 0 0 0 0 FTHO_Attemp 793 272 318 346 123 0 0 0 0 % FTHO 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% % Success Rate MC650 MC660 MC656 MC646 g_Command HO_Outgoin Controlled MSC or BSC g_Success HO_Outgoin * 100% = 0 0 x 100% = 0%
Untuk grafik handover outgoing inter BSC dapat dilihat pada gambar 4.4
Gambar 4.4 Grafik HO_ Outgoing _InterBSC sebelum dan sesudah aktifasi
Penyebab penurunan fast traffic handover (berada pada titik 0 pada W42) dikarenakan jarak yang jauh dengan cell lain dan tidak adanya cell neighbour lain yang berada pada BSC lain.
4.2 Analisa TCH
Berdasarkan data yang diperoleh pada penelitian fast traffic handover terhadap banyaknya TCH yang gagal atau access failure TCH diperoleh hasil semakin berkurangnya TCH block sesudah adanya aktifasi, seperti pada tabel 4.4
Tabel 4.4 Persentase TCH yang gagal
Pada tanggal 6 Oktober 2011 (W41) fast traffic handover diaktifkan. Dari data yang diperoleh TCH block tertinggi sebelum aktifasi adalah pada W40=0,61% dan W38=0,57% ini bisa disebabkan karena kanal trafik penuh sehingga banyak terjadi antrian telpon dan juga bisa disebabkan masalah hardware pada cell BTS tersebut. Jika dibandingkan dengan target KPI yang ada, ini diatas rata-rata yaitu 0,5%. Tetapi setelah aktifasi TCH block selalu berada dibawah nilai 0,2% dan pada W45 diperoleh 0,06% TCH block. Untuk lebih jelas dapat dilihat grafik TCH Block sebelum dan sesudah aktifasi pada gambar 4.5
Access Failure TCH 2011-W37 2011-W38 2011-W39 2011-W40 2011-W41 2011-W42 2011-W43 2011-W44 2011-W45 Fail TCH Radio 233 293 248 287 188 272 173 199 223 Fail TCH BSS 7 16 8 10 4 8 7 8 5 TCH Block 126 198 107 227 23 53 20 49 17 %TCH_Acc Block 0.35% 0.57% 0.31% 0.61% 0.07% 0.16% 0.07% 0.17% 0.06%
Gambar 4.5 Grafik TCH Block sebelum dan sesudah aktifasi
Sebelum aktivasi fast traffic handover terlihat tingginya TCH Block sehingga mengurangi kapasitas traffic, tetapi setelah aktivasi fast traffic handover terlihat penurunan TCH block. Ini berarti ada perubahan yang cukup baik dalam mengatasi masalah TCH yang gagal diduduki. Semakin kecil TCH yang gagal, maka semakin besar peluang TCH untuk diduduki dan memungkinkan kapasitas traffic semakin besar.