Judul : Peran Brand Equity Memediasi Strategi Private Brand dan Brand Personality dengan Brand Preference Nevada di Bali
Nama : Ni Kadek Dwi Suputri Duryana NIM : 1306205074
Abstrak
Produk private brand yang biasa ditemukan pada produk kebutuhan sehari-hari kini telah berkembang ke arah sektor fashion. Berbagai ragam brand fashion telah memunculkan kompetisi di antara private brand maupun national brand dalam memperebutkan ruang dan kontrol yang lebih. Konsumen bebas memilih
brand manapun yang ingin mereka gunakan, sehingga menimbulkan brand preference konsumen terhadap suatu brand. Konsumen dapat menunjukkan brand preference terhadap suatu brand ketika brand tersebut identik dengan brand
lainnya karena adanya brand equity. Suatu brand dapat memiliki brand equity dengan menerapkan strategi private brand. Brand equity juga dapat ditingkatkan dengan brand personality yang kuat dari sebuah brand. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antar variabel strategi private brand, brand
personality, brand equity, dan brand preference, serta mengetahui peran brand equity dalam memediasi hubungan antara strategi private brand dan brand personality dengan brand preference.
Penelitian ini dilakukan di kota Denpasar dan Badung dengan 100 sampel konsumen pengguna produk private brand Nevada. Sampel ditentukan dengan teknik non-probability sampling khususnya purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dengan skala Likert 1-5. Data kemudian diolah dengan teknik analisis Structural Equation Modeling dari program AMOS 16.00
. Hasil penelitian membuktikan bahwa strategi private brand secara positif dan signifikan memengaruhi brand preference sebesar 26.1% dan brand equity sebesar 29%. Brand personality secara positif dan signifikan memengaruhi brand
preference sebesar 33.1% dan brand equity sebesar 63%. Hasil penelitian juga
membuktikan bahwa brand equity memberikan pengaruh sebesar 9.7% terhadap hubungan tidak langsung antara strategi private brand dengan brand preference serta 21.1% terhadap hubungan brand personality dengan brand preference.
Strategi private brand yang dilakukan Nevada mampu meningkatkan brand
equity sehingga meningkatkan preferensi konsumen terhadap private brand
Nevada. Brand personality Nevada yang sesuai dengan kepribadian konsumen dapat menciptakan hubungan brand-konsumen yang kuat dan meningkatkan
brand equity, sehingga juga meningkatkan preferensi konsumen terhadap private brand Nevada.
Kata Kunci : Private brand, strategi private brand, brand personality, brand
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
PERNYATAAN ORISINALITAS ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
ABSTRAK ... vi
DAFTAR ISI ... vii
DAFTAR TABEL ... x
DAFTAR GAMBAR ... xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah Penelitian ... 10
1.3 Tujuan Penelitian ... 10
1.4 Kegunaan Penelitian... 11
1.5 Sistematika Penulisan ... 12
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Landasan Teori dan Konsep 2.1.1 Brand ... 14
2.1.2 Brand Preferece ... 15
2.1.3 Brand Equity ... 17
2.1.4 Strategi Private Brand... 22
2.1.5 Brand Personality ... 25
2.2 Rumusan Hipotesis Penelitian ... 29
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian ... 35
3.2 Lokasi atau Ruang Lingkup Penelitian ... 35
3.3 Subjek dan Objek Penelitian ... 36
3.4 Identifikasi Variabel ... 36
3.6 Jenis dan Sumber Data
3.6.1 Jenis Data ... 40
3.6.2 Sumber Data ... 40
3.7 Populasi, Sampel, dan Metode Penentuan Sampel 3.7.1 Populasi ... 41
3.7.2 Sampel dan Metode Penentuan Sampel ... 41
3.8 Metode Pengumpulan Data ... 43
3.9 Pengujian Instrumen... 44
3.10 Teknik Analisis Data 3.10.1 Analisis Statistik Deskriptif ... 45
3.10.2 Analisis Structural Equation Modeling (SEM)... 45
BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum Nevada ... 55
4.2 Karakteristik Responden ... 58
4.3 Hasil Pengujian Instrumen Penelitian 4.3.1 Uji Validitas ... 60
4.3.2 Uji Reliabilitas ... 61
4.4 Deskripsi Variabel Penelitian ... 62
4.4.1 Strategi Private Brand... 63
4.4.2 Brand Personality ... 64
4.4.3 Brand Equity ... 65
4.4.4 Brand Preference ... 66
4.5 Analisis Data dengan Structural Equation Modeling (SEM) 4.5.1 Asumsi-Asumsi SEM ... 67
4.5.2 Uji Measurement Model ... 69
4.5.3 Uji Structural Model ... 76
4.5.4 Pengujian Hipotesis ... 78
4.6 Pembahasan 4.6.1 Pengaruh Strategi Private Brand terhadap Brand Preference ... 81
4.6.2 Pengaruh Strategi Private Brand terhadap Brand Equity
... 82
4.6.3 Pengaruh Brand Personality terhadap Brand Preference ... 83
4.6.4 Pengaruh Brand Personality terhadap Brand Equity 85 4.6.5 Pengaruh Brand Equity terhadap Brand Preference . 85 4.6.6 Peran Brand Equity Memediasi Strategi Private Brand dengan Brand Preference ... 87
4.6.7 Peran Brand Equity Memediasi Brand Personality dengan Brand Preference ... 88
4.7 Implikasi Hasil Penelitian ... 89
4.8 Keterbatasan Penelitian ... 93
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 95
5.2 Saran ... 96
DAFTAR RUJUKAN ... 98
DAFTAR TABEL
No Tabel Halaman
1.1 Top Brand Index Kategori Department Store ... 3
1.2 Top Brand Index Kategori Kaos/T-Shirt ... 4
3.1 Alternatif Jawaban Responden ... 44
4.1 Karakteristik Responden ... 58
4.2 Hasil Uji Validitas ... 60
4.3 Hasil Uji Reliabilitas ... 61
4.4 Deskripsi Jawaban Responden Variabel Strategi Private Brand ... 63
4.5 Deskripsi Jawaban Responden Variabel Brand Personality ... 64
4.6 Deskripsi Jawaban Responden Variabel Brand Equity ... 65
4.7 Deskripsi Jawaban Responden Variabel Brand Preference ... 66
4.8 Evaluasi Normalitas Data ... 68
4.9 Indeks Goodness of Fit Univariat ... 70
4.10 Analisis Faktor Konfirmatori ... 73
4.11 Uji Validitas Konvergen ... 75
4.12 Nilai Construct Reliability dan Variance Extracted ... 76
4.13 Indeks Goodness of Fit Multivariat ... 78
4.14 Estimasi Parameter ... 79
DAFTAR GAMBAR
No Gambar Halaman
1.1 Grafik Top Brand Index Nevada ... 5 3.1 Model Penelitian ... 35 4.1 Validasi Diagram Alur Akhir ... 77
DAFTAR LAMPIRAN No Lampiran Halaman 1 Kuesioner ... 103 2 Tabulasi Data ... 108 3 Uji Validitas ... 111 4 Uji Reliabilitas ... 113 5 Statistik Deskriptif ... 117
6 Uji Validitas Konvergen ... 125
7 Uji Reliabilitas dan Variance Extracted ... 126
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Bisnis ritel merupakan bagian dari alur distribusi barang dagangan yang dimulai dari produsen, pedagang besar, ritel, dan berakhir di konsumen. Bisnis ritel merupakan rantai distribusi yang langsung berinteraksi dengan konsumen (Utami, 2014:24). Jumlah gerai ritel yang sangat tinggi di Indonesia menimbulkan persaingan, terutama karena setiap ritel menjual barang yang hampir sama, sehingga setiap bisnis ritel membutuhkan strategi keunggulan kompetitif. Menurut Utami (2014: 94), salah satu cara memperoleh keuntungan bersaing bisnis ritel adalah melalui pengembangan private brand. Menurut Tjandrasa (2006), bisnis ritel dapat memperoleh keunggulan bersaing dengan konsep toko yang memiliki suasana nyaman serta menyediakan produk-produk bermutu dengan harga yang dianggap pantas, maka munculah gagasan menjual produk dengan private brand.
Private brand, yang juga dikenal sebagai store brand atau private label
brand, merupakan produk yang diproduksi, dikelola, dan dipasarkan oleh suatu
rantai bisnis ritel yang spesifik (Beneke dan Zimmerman, 2014). Private brand memberikan keuntungan kepada toko ritel berupa profit margin yang lebih tinggi, sehingga peritel mulai melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas
private brand mereka (Beldona dan Wysong, 2007).
Private brand mengalami perkembangan yang pesat di Eropa dengan
marketshare 42 % di Inggris dan 32 % di Jerman (Perrey dan Spillecke, 2011:63).
dibanding negara-negara Eropa karena konsumen Asia, termasuk Indonesia, merupakan tipe brand loyalis yang percaya bahwa national brand memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan private brand sehingga national
brand sebanding dengan harga yang lebih mahal (AC Nielsen, 2014: 25). Gerai
ritel yang menjual private brand juga tidak melakukan upaya pemasaran dan strategi khusus untuk mempersuasi konsumen agar memercayai private brand.
Produk private brand dapat ditemukan pada kategori produk makanan dan kebutuhan sehari-hari, mulai dari produk generik hingga berkembang menjadi berbagai kategori produk (Hemantha dan Arun, 2015). Private brand mengalami pertumbuhan yang substansial berkat meningkatnya perhatian peritel dan rasa ingin tahu konsumen, sehingga private brand semakin berkembang ke arah produk pakaian dan aksesoris (Hemantha dan Arun, 2015). Private brand telah berkembang kepada sektor fashion. Meskipun private brand mulai berkembang menyentuh sektor fashion, masih sangat sedikit penelitian yang meneliti mengenai
private brand dalam sektor fashion (Herstein et al., 2013).
Salah satu gerai ritel terbesar di Indonesia yang bergerak pada bidang produk
fashion related adalah Matahari Departement Store. Survei yang dilakukan oleh
Frontier Consulting Group pada tahun 2016 menetapkan bahwa Matahari Departement Store menempati posisi teratas untuk kategori department store yang digemari oleh konsumen, dengan hasil seperti pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1. Top Brand Index Kategori Department Store Merek (Brand) Top Brand Index
Matahari 53.6 %
Ramayana 21.4 %
Toserba Yogya 6.7 %
Sogo .4.%
Sumber: topbrand-award.com, 2016
Tabel 1.1 menunjukkan hasil survei yang dilakukan oleh Frontier Consulting Group terhadap responden konsumen pria dan wanita yang berusia 15 – 65 tahun yang menunjukkan bahwa 53,6 % responden memilih Matahari Department Store sebagai tempat berbelanja busana dibandingkan department store lainnya (topbrand-award.com).
Matahari Department Store mampu menciptakan diferensiasi dengan toko ritel lain melalui private brand yang secara eksklusif hanya di jual di tokonya Matahari Department Store memiliki beberapa private brand yang populer di pasar yang menyasar kalangan dengan penghasilan menengah. Private brand tersebut diantaranya adalah Nevada, Cole, St Yves, Connexion, dan Little M. Setiap private brand tersebut memiliki desain dan style yang berbeda-beda sesuai dengan segmen konsumennya masing-masing. Namun, private brand yang menarik perhatian adalah Nevada yang menempati posisi teratas dalam popularitas dibandingkan private brand lainnya, sehingga Matahari Department Store lebih memfokuskan upaya pemasaran dan ruang tokonya bagi private brand tersebut (Credit Suisse, 2015).
Nevada menjual busana bagi pria maupun wanita dengan berbagai macam jenis seperti T-Shirt, kemeja, jeans, jaket, rok, dan sebagainya untuk berbagai
kategori usia, seperti anak-anak, remaja, dan orang dcwasa (matahari.co.id). Nevada kerap mendapatkan penghargaan setiap tahunnya, seperti penghargaan
Top Brand Award 2016 for Kids dan Top Brand Award 2016 for Teens dengan top
brand index seperti yang ditampilkan oleh Tabel 1.2.
Tabel 1.2. Top Brand Index Kategori Kaos/T-Shirt Merek (Brand) Top Brand Index
Nevada 23.1 % Polo 10.5 % Adidas 8.5 % Nike .6.9.% Hammer 3.5 % Osella 3.4 % Sumber: topbrand-award.com, 2016
Tabel 1.2 menunjukkan bahwa Nevada menempati posisi teratas dengan top
brand index sebesar 23,1% sebagai brand yang digemari oleh konsumen untuk
kategori produk kaos/t-shirt, melebihi brand lainnya yang merupakan national
brand. Nevada juga menempati posisi keempat sebagai brand celana jeans yang
digemari konsumen, sekaligus sebagai satu-satunya private brand untuk produk celana jeans yang mendapatkan penghargaan (topbrand-award.com).
Top brand index Nevada tidak selalu dalam kondisi stabil, tetapi sempat
menurun, sebelum akhirnya kembali meningkat, seperti yang ditampilkan pada Gambar 1.1.
Sumber: topbrand-award.com, 2012-2016
Gambar 1.1. Grafik Top Brand Index Nevada
Grafik pada Gambar 1.1 menunjukkan bahwa terdapat penurunan top brand index produk fashion Nevada terendah untuk kategori produk T-Shirt pada tahun 2014 dengan top brand index sebesar 17.00%. Penurunan terendah juga terjadi pada kategori celana jeans pada tahun 2015 dengan top brand index sebesar 4.60%. Hal tersebut mengindikasikan bahwa konsumen tidak selalu menempatkan Nevada sebagai brand pilihan mereka, sehingga dapat dipastikan terdapat faktor-faktor yang memengaruhi pilihan atau preferensi tersebut.
Nevada melakukan berbagai strategi dan upaya untuk mempertahankan eksistensi produknya di tengah banyaknya produk fashion baik national brand maupun private brand yang dijual di Matahari Department Store. Beberapa strategi yang dilakukan Nevada antara lain dengan selalu memberikan diskon secara berkala pada produk-produk busananya sehingga produk busana Nevada selalu memiliki harga yang lebih rendah dibandingkan busana lainnya. Nevada juga selalu menyajikan produk busananya dengan posisi rak-rak dengan logo Nevada dan mannequin untuk menarik perhatian konsumen sehingga konsumen dapat dengan mudah menemukan produk busana Nevada saat berbelanja. Produk
5.40% 6.90% 4.60% 4.40% 6.50%
19.30%
18.10% 17.00%
21.30% 23.10%
2012 2013 2014 2015 2016
busana yang ditawarkan Nevada juga merupakan produk dengan kualitas yang terjamin dan variasi busana yang lengkap sehingga konsumen memiliki pilihan yang cukup saat berbelanja. Hal tersebut sesuai dengan survei pendahuluan yang dilakukan sebelumnya, yang menyatakan bahwa sembilan responden yang pernah menggunakan brand Nevada memilih brand tersebut karena harganya yang lebih murah dibandingkan dengan brand lain dan kualitasnya yang tinggi.
Kompetisi yang terjadi di antara national brand dan private brand dalam memperebutkan keuntungan dan ruang di dalam rak toko ritel telah mengarah pada “pertarungan brand”, dimana national, private, maupun generic brand saling bersaing untuk mendapatkan ruang dan kontrol yang lebih (Berman dan Evans, 2013:396). Konsumen bebas untuk lebih memilih atau menyukai suatu brand tertentu karena banyaknya pilihan brand dalam kondisi pasar dengan persaingan yang sangat tinggi saat ini (Walker dan Mullins, 2014:164). National brand dan
private brand dapat memiliki tingkat kualitas yang sama apabila ditinjau secara
objektif melalui pengujian oleh para ahli, tetapi apabila ditinjau secara subjektif melalui persepsi konsumen, private brand dapat memiliki kualitas yang berbeda dibandingkan dengan national brand (Beldona dan Wysong, 2007). Konsumen lebih memilih national brand dibandingkan dengan private brand dalam hal kualitas dan kepercayaan. Konsumen yang lebih memilih membeli private brand memiliki loyalitas terhadap private brand dan toko ritel yang menjual private
brand tersebut (Hemantha dan Arun, 2015). Namun, faktor-faktor tersebut tidak
dapat secara langsung menciptakan penjualan, melainkan menciptakan brand
Brand preference merupakan sikap konsumen ketika dihadapkan pada situasi
untuk memilih satu atau lebih brand dalam kategori produk yang sama (Purwanto dkk., 2013). Sebuah brand harus mengerti preferensi konsumen agar setiap bentuk kebijakan yang ditetapkan sesuai dengan tuntutan dan keinginan konsumen sehingga akhirnya mendorong konsumen untuk lebih memilih atau menyukai
brand tersebut dibandingkan brand lainnya. Konsumen dapat menunjukkan brand
preference terhadap suatu brand dibandingkan brand lainnya ketika kedua produk
tersebut sangat identik karena disebabkan oleh brand equity (Kotler, 2003:422).
Brand equity didefinisikan sebagai efek positif yang ditimbulkan oleh
pengetahuan konsumen atas suatu nama merek terhadap respon konsumen pada produk barang atau jasa tersebut (Kotler, 2003:422). Brand equity yang terdiri atas brand loyalty, name awareness, brand association, dan persepsi kualitas digunakan untuk menemukan dan merancang metode untuk menentukan strategi bersaing bagi sebuah toko ritel (Chen, 2009). Walgren et al. (1995) dalam Dib dan Alhaddad (2014) menyatakan bahwa brand yang kuat dengan brand equity yang positif akan mendapatkan berbagai keuntungan, seperti meningkatkan preferensi konsumen dan niat pembelian. Namun, beberapa peneliti seperti Keller (2003), Purwanto dkk. (2013), serta Alamro dan Rowley (2011) berpendapat bahwa brand
preference dapat berhubungan secara berkebalikan, yaitu sebagai antecedent atau
variabel yang memengaruhi brand loyalty yang merupakan bagian dari brand
equity.
Suatu produk private brand dapat memiliki brand equity yang terdiri atas kesetiaan merek, persepsi kualitas, asosiasi merek, dan kesadaran merek dengan
melakukan strategi private brand (Andreani, 2013). Strategi private brand merupakan salah satu strategi toko ritel untuk meningkatkan citra toko dengan menciptakan sebuah brand di bawah naungan toko ritel tersebut (Hemantha dan Arun, 2015). Strategi private brand diterapkan oleh manajer private brand yang mengetahui bahwa konsumen memiliki persepsi, kepercayaan, sikap, dan perilaku yang berbeda terhadap citra brand mereka, yang dapat memengaruhi preferensi konsumen dalam berbelanja (Chen, 2009), sehingga manajer ritel menerapkan strategi yang dapat memengaruhi persepsi konsumen terhadap private brand.
Su dan Tong (2015) menyatakan bahwa nilai brand equity juga dapat ditingkatkan melalui brand image yang unik dan menguntungkan yang dipengaruhi oleh brand personality yang kuat dari sebuah brand. Brand
personality merupakan seperangkat karakter manusia yang diasosiasikan dengan
sebuah nama brand (Kerin et al., 2003:306). Brand personality menunjukkan persepsi konsumen mengenai sifat kepribadian suatu konsumen dan lebih jauh membantu membangun hubungan yang baik antara konsumen dan brand (Su dan Tong, 2015).
Dimensi tertentu dari brand personality memiliki pengaruh langsung terhadap brand equity, dan hal ini sejalan dengan penelitian-penelitian terdahulu yang membuktikan bahwa brand personality memengaruhi sikap konsumen terhadap suatu brand, brand preference, dan brand loyalty pada konsumen, dan pengembangan brand personality yang kuat dapat meningkatkan persepsi nilai dan persepsi brand yang positif pada konsumen (Su dan Tong, 2015). Piacentini dan Mailer (2004) dalam Mulyanegara dan Tsarenko (2009) mendukung hal
tersebut dengan konsep kesesuaian antara kepribadian konsumen dan brand yang dapat memengaruhi keputusan pembelian dan preferensi konsumen berusia muda terhadap brand fashion tertentu sehingga konsep ini penting untuk pemasaran di bidang fashion. Namun, penelitian yang dilakukan oleh Mulyanegara dan Tsarenko (2009) memberikan hasil yang berbeda bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara brand personality dan brand preference.
Chen (2009) menemukan bahwa brand equity dapat memengaruhi hubungan tidak langsung antara strategi private brand dan brand preference, sehingga brand
equity memainkan peran sebagai mediator bagi strategi private brand dalam
menghasilkan brand preference. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Chen (2009) berlokasi di negara-negara benua Eropa yang merupakan pusat perkembangan private brand di dunia, sehingga hasil yang berbeda mungkin akan didapatkan apabila penelitian dilakukan di Indonesia yang merupakan negara di benua Asia.
Berdasarkan permasalahan yang terdapat pada brand Nevada serta perbedaan hasil-hasil penelitian terdahulu yang menunjukkan hubungan antara variabel-variabel yang mungkin memengaruhi preferensi konsumen terhadap brand Nevada, maka penelitian ini menarik untuk dilakukan. Penelitian ini dilakukan terutama untuk mengetahui pengaruh brand equity Nevada dalam memediasi hubungan antara strategi private brand dan brand personality dengan brand
1.2 Rumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, disusun rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah pengaruh strategi private brand terhadap brand preference produk fashion Nevada di Bali?
2. Bagaimanakah pengaruh strategi private brand terhadap brand equity produk
fashion Nevada di Bali?
3. Bagaimanakah pengaruh brand personality terhadap brand preference produk fashion Nevada di Bali?
4. Bagaimanakah pengaruh brand personality terhadap brand equity produk
fashion Nevada di Bali?
5. Bagaimanakah pengaruh brand equity terhadap brand preference produk
fashion Nevada di Bali?
6. Bagaimanakah peran brand equity memediasi strategi private brand dengan
brand preference produk fashion Nevada di Bali?
7. Bagaimanakah peran brand equity memediasi brand personality dengan
brand preference produk fashion Nevada di Bali?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan dari penelitian ini antara lain sebagai berikut:
1. Untuk menjelaskan pengaruh strategi private brand terhadap brand
2. Untuk menjelaskan pengaruh strategi private brand terhadap brand equity produk fashion Nevada di Bali
3. Untuk menjelaskan pengaruh brand personality terhadap brand preference produk fashion Nevada di Bali
4. Untuk menjelaskan pengaruh brand personality terhadap brand equity produk fashion Nevada di Bali
5. Untuk menjelaskan pengaruh brand equity terhadap brand preference produk
fashion Nevada di Bali
6. Untuk menjelaskan peran brand equity memediasi strategi private brand dengan brand preference produk fashion Nevada di Bali
7. Untuk menjelaskan peran brand equity memediasi brand personality dengan
brand preference produk fashion Nevada di Bali.
1.4 Kegunaan Penelitian
Penelitian ini tidak hanya memberikan manfaat bagi penulis, tetapi juga bagi pihak-pihak lain yang terkait dengan penelitian ini. Kegunaan penelitian ini terbagi atas kegunaan teoretis dan praktis, sebagai berikut:
1. Kegunaan Teoretis
Penelitian ini diharapkan akan menambah bukti empiris mengenai studi atau penelitian yang membahas mengenai peran brand equity memediasi hubungan antara strategi private brand dan brand personality dengan brand preference. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi penelitian-penelitian selanjutnya dimasa yang akan datang.
2. Kegunaan Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi private brand Nevada untuk mengambil keputusan terkait brand preference dari produknya dengan mempertimbangkan brand equity, strategi private brand, dan brand
personality, sehingga dapat meningkatkan pilihan konsumen terhadap produk
private brand Nevada dibandingkan dengan produk dari brand lainnya.
1.5 Sistematika Penulisan
Skripsi ini terdiri atas lima bab yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya untuk memberikan gambaran yang jelas dan rinci mengenai subjek dan objek dari permasalahan yang diteliti. Penjelasan dari masing-masing bab tersebut adalah sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan
Bab ini memberikan penjelasan secara umum mengenai permasalan yang akan diteliti dan dibahas, dengan meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, serta manfaat penelitian.
Bab II Kajian Pustaka dan Hipotesis Penelitian
Bab ini menguraikan landasan teori yang mendukung penelitian serta menampilkan hasil dari penelitian-penelitian sebelumnya yang digunakan sebagai acuan untuk merumuskan hipotesis penelitian.
Bab III Metode Penelitian
Bab ini menjelaskan metode yang digunakan dalam penelitian, meliputi desain penelitian, lokasi dan ruang lingkup wilayah penelitian, subjek
dan objek penelitian, identifikasi dan definisi operasional variabel, jenis dan sumber data, populasi dan sampel, metode pengumpulan data, serta teknik analisis data yang digunakan.
Bab IV Data dan Pembahasan Hasil Penelitian
Bab ini menguraikan data-data yang didapatkan di lapangan disertai dengan interpretasi dan pembahasannya, meliputi gambaran umum produk yang diteliti, karakteristik responden, deskripsi variabel penelitian, serta hasil analisis data untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.
Bab V Simpulan dan Saran
Bab ini memberikan kesimpulan dari pembahasan setiap permasalahan yang diteliti disertai dengan saran-saran terkait dengan kesimpulan tersebut serta keterbatasan dari penelitian yang telah dilakukan.