• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Induk Penelitian (RIPEL) 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rencana Induk Penelitian (RIPEL) 1"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

Rencana Induk

(2)

Lembar Pengesahan

Nama Perguruan Tinggi : UNIVERSITAS WIRARAJA SUMENEP

Penanggung jawab : Hj. Alwiyah, SE., MM

Rektor Universitas Wiraraja

Alamat : Jl. Raya Sumenep – Pamekasan Km. 5 Patean

Sumenep 69451

Website : www.wiraraja.ac.id

Judul : Rencana Induk Penelitian (RIPEL)

Sumenep, 05 Oktober 2016 Ttd,

Hj. Alwiyah, SE., MM Rektor Universitas Wiraraja

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunianya, kami dapat menyelesaikan Rencana Induk Penelitian (RIPEL) Universitas Wiraraja (Unija). Penyusunan RIPEL merupakan tindak lanjut kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional. Kebijakan Dikti tentang desentralisasi penelitian kepada perguruan tinggi mensyaratkan ketersediaan jejak rekam dan payung penelitian pada Program Studi, Pusat Studi, Pusat Kajian maupun Laboratorium di perguruan tinggi.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unija telah melakukan pemetaan penelitian di lingkungan Unija dalam lima tahun terakhir mulai dari tingkat laboratorium sampai fakultas. Sebagai tindak lanjut pemetaan tersebut, telah disusun RIPEL di tingkat universitas dengan mangacu pada Ditlitabmas Dikti. Berdasarkan jejak rekam dan payung penelitian internal Unija, RIPEL yang disusun juga mengacu kepada Agenda Riset Nasional, Komite Inovasi Nasional, dan Buku Pedoman Penelititan dan Rencana Strategis Unija dan Rencana Induk Pengembangan Universitas Wiraraja tahun 2016-2020.

Kami berharap RIPEL ini dapat dijadikan acuan dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para peneliti di lingkungan Unija, baik laboratorium, program studi, pusat penelitian, maupun fakultas. Dengan demikian diharapkan adanya RIPEL ini akan mendukung visi dan misi Unija menjadi Universitas yang universal, berkarya

ilmiah dan berbasis riset.

Buku RIPEL ini terwujud berkat kerjasama dan dedikasi yang tinggi Tim Pendamping LPPM yang terdiri atas dosen-dosen dari berbagai fakultas dan berbagai pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Ucapan terima kasih tidak lupa kami sampaikan kepada pimpinan Dit.Litabmas Dikti, Rektor Unija, Para Dekan, Ketua Program Studi, Laboratorium serta Pusat Penjaminan Mutu di lingkungan Unija yang telah memberi masukan berharga di dalam penyusunan RIPEL ini.

Kami menyadari masih terdapat kekurangan di dalam penyusunan RIPEL ini. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran untuk penyempurnaan RIPEL Unija di masa mendatang. Akhirnya kami berharap semoga buku RIPEL ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Terimakasih kepada tim penyusun RIPEL yang telah bekerja keras menyelesaikan tugasnya, termasuk semua pihak yang telah ikut membantu. Sebagai organisasi yang terus belajar, komitmen dan dukungan semua unsur pimpinan dan sivitas akademika Unija, akan sangat membantu dalam implementasi RIPEL untuk mencapai cita-cita kita bersama.

Sumenep, 03 Oktober 2016 Tertanda,

Sayyida, S.Si., M.Si

(4)

DAFTAR ISI

Sampul ... 1 Lembar Pengesahan ... 2 Kata Pengantar ... 3 Daftar Isi ... 5 Bab I Pendahuluan ... 6 1. Latar Belakang ... 10

2. Dasar penyususnan RIPEL ... 11

Bab II Landasan Pengembangan Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat ... 7

Bab III Garis Besar Rencana Induk Penelitian 1. Kondisi Lingkungan Internal ... 10

2. Kondisi Lingkungan Eksternal ... 11

BAB 4. Arah Pengembangan ... 12

Penutup ... 20

(5)

Bab 1. Pendahuluan

Latar Belakang

Desentralisasi penelitian di lingkungan perguruan tinggi (PT), Universitas Wiraraja Sumenep (Unija) telah mempersiapkan berbagai komponen pendukung dalam organisasi dan mekanisme pengelolaannya agar dapat bertanggung jawab secara penuh dalam program maupun dalam bidang penelitian mulai tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan program sampai dengan tahap pelaporan pertanggungjawaban setiap kegiatan. Dalam agenda riset Nasional 2010-2014 telah ditetapkan visi IPTEK 2025 adalah “Iptek sebagai kekuatan utama peningkatan kesejahteraan yang berkelanjutan dan peradaban bangsa” Unija sebagai bagian dari dunia Perguruan Tinggi di Indonesia juga telah menetapkan sebuah visi yaitu “Menjadi

Universitas yang Universal, Berkarya Ilmiah, dan Berbasis Riset”, dalam rangka untuk ikut

membentuk kesejahteraan bangsa yang beradab dan Sustainable. Berdasarkan pendekatan tersebut maka disusunlah Rencana Induk Penelitian (RIPEL) yang memuat arah dan tujuan kebijakan, strategi dan pengambilan keputusan dalam pengelolaan penelitian Unija periode 4 tahun mendatang.

Secara substansi RIPEL disusun berlandaskan pada gambaran kemampuan, program, mekanisme dan capaian secara terukur dalam jangka waktu 5 tahun ke belakang dalam perspektif kekuatan, kelemahan, peluang, tantangan, kendala, bahkan ancaman dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat yang dihadapi pada masa mendatang. Universitas Wiraraja (Unija) harus mampu merumuskan dan menetapkan kerangka atau model guna menemukan jalan atau cara untuk mengatasinya. Setiap tantangan atau masalah dalam bidang apapun dapat diatasi apabila dilaksanakan atas prinsip dasar manajemen. Dengan prinsip dasar manajemen dapat ditentukan pola dan strategi serta kebijaksanaan dalam mengatasi masalah untuk pencapaian suatu tujuan .

Sehubungan dengan hal tersebut Unija sebagai PT yang menyelanggarakan pendidikan tinggi dituntut untuk selalu melakukan pengembangan kelembagaan dalam arti menyeluruh sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok untuk membantu mengatasi masalah dewasa ini dan yang akan datang baik internal maupun eksternal. Perubahan terus berlangsung, di satu pihak berbagai prestasi dan kemajuan terus diraih, namun di pihak yang lain, akibat tuntutan dan preferensi stakeholder serta kondisi lingkungan yang berubah cepat dengan tantangan yang semakin meningkat, terdapat beberapa komponen yang harus dibenahi agar dapat berjalan seiring dengan perubahan tersebut dan bahkan bergerak lebih di depan.

(6)

Dasar Penyusunan RIPEL

Pelaksanaan penyusunan RIPEL di Unija didasarkan kepada berbagai kebijakan tentang penelitian di tingkat nasional, regional dan tingkat universitas, antara lain:

1. Agenda Riset Nasional (2010-2014) Keputusan Menteri Riset dan Teknologi No. 193/M/Kp/IV/2010 tanggal 30 April 2010

2. Komite Inovasi Nasional (Peraturan Presiden No. 32 tahun 2010) 3. Pola Ilmiah Pokok (PIP) Unija

4. Rencana Strategis Unija (2014 – 2019) 5. Buku Pedoman Penelitian LPPM Unija

Perspektif Unija menuju perguruan tinggi bertaraf Nasional dilandasi kepakaran di bidang keragaman hayati, lingkungan hidup, dan budaya berbasis kearifan lokal. Oleh karenanya, RIPEL Unija diharapkan akan mampu menjawab berbagai tantangan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2024 yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan makmur melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan terbangunnya struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif.

Masalah pokok dan mendasar yang dihadapi oleh Unija untuk melaksanakan pengembangan adalah kondisi geografis, Sumber Daya Manusia (SDM), keterbatasan dana dan fasilitas berupa sarana prasarana yang belum memadai sehingga partisipasi semua pihak sangatlah diharapkan guna tercapainya tujuan secara maksimal. Untuk mengatasi hal tersebut, Unija menggunakan metode pendekatan konsolidatif. Unija dalam menyusun rencana pengembangannya memperhitungkan potensi yang dimiliki dan tingkat perkembangan yang telah dicapai. Berdasarkan hal ini, Unija menginginkan perkembangan yang gradual menuju sasaran yang diinginkan.

Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat harus menjadi landasan dalam setiap skala prioritas. Analisis

SWOT yaitu analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan menjadi pertimbangan utama

dalam merencakan pengembangan Unija yang memfokuskan dalam sepuluh pokok RIPEL Unija dengan landasan Tri Dharma PT yaitu : 1) Sumber Daya Manusia (SDM), 2) Organisasi dan Kelembagaan, 3) Sarana dan Prasarana, 4) Program Studi, 5) Pendidikan dan Proses Pembelajaran, 6) Penelitian dan Publikasi Ilmiah, 7) Pengabdian Kepada Masyarakat, 8) Sistem Informasi, 9) Kemahasiswaan dan Alumni, dan 10) Jalinan Kerjasama

Penyusunan RIPEL ini telah menempuh proses panjang, diawali dengan pengumpulan aspirasi dari segenap pimpinan universitas maupun fakultas, kemudian dikaji oleh berbagai pihak di lingkungan Unija, sehingga kemudian diperoleh rumusan akhir RIPEL Unija periode 2014-2018. Dengan demikian diharapkan bahwa RIPEL ini merupakan rujukan dan landasan dalam penelitian pada tingkat universitas maupun fakultas.

(7)

Bab 2. Landasan Pengembangan

Universitas Wiraraja (UNIJA)

VISI DAN MISI UNIJA

Rumusan Visi Institusi yang tercantum di dalam statuta Unija tahun 2014 adalah

“Terwujudnya Universitas yang universal, berkarya ilmiah dan berbasis riset.”

Uraian tentang makna visi institusi untuk menyamakan persepsi dan pemahaman sivitas akademika tentang arah pengembangan jangka panjang Unija :

1. Universal : Unija mengembangkan berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi

serta seni dan terbuka untuk semua lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

2. Berkarya Ilmiah : Unija sebagai lembaga pendidikan tinggi akan terus mengembangkan

budaya dan karya ilmiah melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi menuju perguruan tinggi yang mandiri dan berdaya saing.

3. Berbasis Riset : Unija dalam melaksanakan proses pendidikan dan pengajaran

menggunakan hasil riset yang berkualitas, berdasarkan pola ilmiah pokok (PIP) maupun rencana induk penelitian yang dilakukan oleh internal maupun eksternal.

Untuk mencapai visi institusi, ada beberapa tahapan atau fase pengembangan yang harus dilalui Unija. Pengembangan universitas dikelompokkan menjadi 3 (tiga) fase yaitu: 1. Fase Perbaikan Kapasitas Institusi (PERKASI) 2016-2024.

2. Fase Persiapan Universitas Berbasis Riset (PUBER) 2024-2034. 3. Fase Universitas Berbasis Riset (UBER) 2034-2044.

Dalam mewujudkan visi Unija perlu dijabarkan dan dirumuskan ke dalam Misi institusi sebagai berikut :

1. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran yang berkualitas berbasis riset berdasarkan iman dan taqwa.

2. Melaksanakan penelitian dan publikasi yang profesional untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni.

3. Melaksanakan pengabdian pada masyarakat sesuai kebutuhan pembangunan.

Misi institusi ini wajib dilaksanakan dan didukung oleh semua unit kerja dan civitas akademika Unija. Penjabarannya dirumuskan ke dalam Renstra dan Renop.

(8)

Analisis Kondisi Saat Ini

Keberadaan Universitas Wiraraja (UNIJA) dinyatakan resmi pada 25 Juli 1986 berdasarkan Akta Notaris A. Kohar, S.H merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Kabupaten Sumenep yang berbentuk Universitas dan menampung mahasiswa yang sebagian besar berasal dari Kabupaten Sumenep yang terdiri atas wilayah daratan dan kepulauan. Sebagai lembaga pendidikan tinggi, Unija selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan siap menghadapi segala tantangan yang ada.

Saat ini Unija memiliki 7 Fakultas, 10 Jurusan yaitu antara lain sebagai berikut : 1. Fakultas Ekonomi

- Manajemen - Akuntansi

2. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) - Ilmu Administrasi Negara

3. Fakultas Pertanian - Jurusan Agribisnis 4. Fakultas Hukum - Ilmu Hukum 5. Fakultas Teknik - Teknik Sipil

6. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan - Pendidikan IPA

- PGSD

7. Fakultas Ilmu Kesehatan - Kebidanan

- Ilmu Keperawatan - Profesi NERS

Kegiatan penelitian yang bersifat mono-disiplin dapat dikelola dan dilaksanakan oleh setiap jurusan, sedangkan penelitian yang bersifat inter-disiplin memerlukan wadah untuk koordinasi, perencanaan, dan pelaksanaan yang diwujudkan oleh fungsi LPPM. Fungsi koordinasi dan perencanaan penelitian tersebut dilaksanakan oleh Pusat Studi yang ada di bawah LPPM. Bidang – bidang riset unggulan sesuai dengan Pola Ilmiah Pokok (PIP) dan Renstra Unija terdapat empat fokus unggulan penelitian, yaitu:

1. Penelitian yang fokus pada pengembangan Kawasan Lahan Kering, 2. Penelitian yang fokus pada pengembangan Kawasan pesisir, 3. Penelitian yang fokus pada pengembangan Potensi Kelautan, dan 4. Penelitian yang fokus pada pengembangan Kepariwisataan.

(9)

Untuk melaksanakan empat fokus penelitian tersebut, didukung oleh Pusat Penelitian (Puslit). Pusat-pusat penelitian yang berada di bawah LPPM Unija adalah sebagai berikut:

1. Pusat Penelitian Kawasan Lahan Kering; 2. Pusat Penelitian Kawasan Pesisir; 3. Pusat Penelitian Kelautan;

4. Pusat Penelitian Kepariwisataan.

a. Analisis Lingkungan

Berdasarkan Rencana Induk Pengembangan (RIP) tahun 2014, Unija digambarkan melalui analisis lingkungan strategis (SWOT analysis). Analisis lingkungan mencakup analisis kondisi atau faktor-faktor lingkungan, baik internal maupun eksternal, yang diperkirakan memiliki pengaruh penting terhadap eksistensi maupun strategi pengembangan Unija di masa datang.

A. Kondisi Lingkungan Internal 1. Kekuatan (Strengths)

a. Memiliki visi, misi, tujuan dan sasaran yang berorientasi kepada peningkatan kualitas dan kuantitas;

b. Satu-satunya penyelenggara pendidikan tinggi yang berbentuk Universitas di Kabupaten Sumenep;

c. Memiliki Sumber Daya Manusia yang terus berkembang; d. Sebaian besar program studi terakreditasi B;

e. Memiliki sumber dana dan pengelolaannya secara mandiri;

f. Melaksanakan tata pamong dengan sistem kepemimpinan yang partisipatif; g. Ketersedian sarana dan prasarana pendidikan serta fasilitas pendukungnya; h. Melaksanakan dan meningkatkan pelaksanaan Tri Dharma PT secara

berkesinambungan.

i. Mengembangkan dan memanfaatkan Sistem Informasi.

j. Memiliki alumni yang tersebar di berbagai instansi dan institusi baik pemerintah maupun swasta di beberapa daerah.

k. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, baik dalam negeri maupun luar negeri.

2. Kelemahan (Weaknesses)

a. Visi, misi, tujuan dan sasaran belum dipahami secara menyeluruh oleh sivitas akademika.

(10)

c. Sebagian besar dana bersumber dari mahasiswa.

d. Sumber dana untuk pengembangan pendidikan sangat terbatas.

e. Penjabaran tugas pokok dan fungsi serta standart penyelenggaraan pendidikan belum maksimal.

f. Sarana dan prasarana pendidikan serta fasilitas pendukungnya belum memenuhi standart.

g. Pelaksanaan Tri Dharma PT belum optimal. h. Penelitian dan publikasi ilmiah masih rendah. i. Sistem Informasi belum berjalan dengan baik.

j. Kompetensi alumni belum sesuai dengan kebutuhan stakeholders. k. Aksesibilitas kerjasama terbatas.

B. Kondisi Lingkungan Eksternal 1. Peluang (Opportunities)

a. Jumlah lulusan SMA sederajat di Kabupaten Sumenep cukup banyak. b. Kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan Unija meningkat. c. Kebutuhan akan lulusan Perguruan Tinggi meningkat.

d. Kondisi geografis Kabupaten Sumenep sangat strategis.

e. Potensi sumber daya alam (lahan kering, pesisir, kelautan dan kepariwisataan) Kabupaten Sumenep.

f. Proporsi anggaran pendidikan sesuai dengan Undang-undang (UU) minimal 20 persen.

g. Peluang kerjasama International. 2. Ancaman (Threats)

a. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sumenep masih rendah. b. Persaingan PT baik PTS maupun PTN di Indonesia semakin agresif dan ketat. c. Regulasi yang berkaitan dengan pendidikan tinggi selalu berubah.

d. Biaya pendidikan untuk peningkatan kualitas.

e. ASEAN Economy Community membuka peluang lembaga dan tenaga asing di Indonesia.

(11)

BAB 3. Garis Besar Rencana Induk Penelitian

(RIPEL)

Dalam proses penyusunan Rencana Induk Penelitian (RIPEL) untuk 4 (empat) tahun ke depan, tim penyusun telah mempertimbangkan faktor lingkungan eksternal (peluang dan tantangan) dan lingkungan internal (kekuatan dan kelembahan) Unija. Selain itu, juga didasarkan pada ketersediaan sumberdaya, serta dinamika akademis yang berkembang baik di tingkat Regional, Nasional, maupun Internasional.

RIPEL ini merupakan penjabaran Unija dalam bidang penelitian “Menjadi Universitas

yang Universal, Berkarya Ilmiah, dan Berbasis Riset. Kekuatan dan kelemahan serta peluang dan

tantangan, dalam lima tahun kedepan Unija secara sustainable berusaha meningkatkan pilar pemerataan penelitian, memperluas akses penelitian baik tingkat Regional, Nasional, maupun internasional. Pilar ini diarahkan dalam upaya memperluas dan meningkatkan daya saing Unija di bidang penelitian pada tingkat Regional, nasional, dan Internasional serta meningkatkan angka partisipasi dosen dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian.

Tujuan dan Sasaran

Berdasarkan statuta Unija, tujuan pendidikan tinggi yang diselenggarakan oleh Unija adalah sebagai berikut:

1. Mengembangkan potensi mahasiswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan berbudaya untuk kepentingan bangsa.

2. Menghasilkan lulusan yang menguasai iptek/seni serta terampil dalam upaya peningkatan daya saing bangsa menuju kemajuan peradaban dan kesejahteraan umat manusia.

3. Menghasilkan ilmu pengetahuan dan teknologi/seni melalui penelitian dan menerapkannya melalui pengabdian kepada masyarakat untuk kemajuan bangsa.

Sesuai dengan dasar pemikiran dan tantangan, fenomena yang akan dihadapi di masa mendatang, serta visi nasionalisasi Unija yang mengangkat tema “Menjadi Universitas yang

Universal, Berkarya Ilmiah, dan Berbasis Riset”, maka riset unggulan Unija untuk periode

2014–2018 difokuskan terhadap masalah-masalah dengan Fokus dalam riset dan pengabdian masyarakat telah dibagi ke dalam 4 kluster; yaitu penelitian berbasis lahan kering, daerah pesisir, kelautan dan pengembangan kepariwisataan. Fokus tersebut termuat dalam Kerangka Kebijakan Road Map Penelitian Unija.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unija tidak lepas dari Visi dan Misi Unija. Penyusunan RIPEL Unija ini didasarkan pada RENSTRA Universitas Wiraraja 2014- 2019, Kebijakan Senat Universitas yang dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Rektor

(12)

tentang Fokus Penelitian Universitas Wiraraja Sumenep, Kebijakan Senat Universitas tentang Kebijakan Mutu Akademik, Standar Mutu Akademik, dan Peraturan Akademik - bab Penelitian dan Pengabdian, termasuk di dalamnya mengatur tentang definisi penelitian, etika dan norma penelitian serta Indikator Mutu Penelitian yang dipergunakan untuk memantau keberhasilan pencapaian sasaran dan strategi kinerja penelitian.

Pengembangan jangka panjang sesuai dengan Renstra Unija diarahkan menjadi Universitas Berbasis Riset (UBER) pada tahun 2034 sampai tahun 2044. Dalam Rencana Strategis (RENSTRA) Unija tahun 2014-2019 fase atau tahapan yang harus dicapai adalahfase Perbaikan Kapasitas Institusi (PERKASI) yang merupakan penjabaran dari Rencana Induk Pengembangan (RIP) UnijaTahun 2014 – 2024 menuju Perguruan Tinggi (PT) yang memiliki tata kelola baik dengan prinsip Good University Governance (GUG), mandiri dan berdaya saing.

Pola Ilmiah Penelitian (PIP) dan Kriteria Fokus Penelitian

Untuk mencapai visi dan melaksanakan misi, semua kegiatan pendidikan tinggi di Unija harus mengacu pada tata nilai pengembangan lembaga yang bercirikan pada kearifan lokal, keunikan, norma sosial dan sistem nilai yang berkembang di Kabupaten Sumenep berdasarkan PIP yang berorientasi kepada pengembangan lahan kering, pesisir, kelautan dan kepariwisataan. Dengan demikian, PIP ini akan menjadi jati diri institusi untuk menghasilkan karya-karya akademik yang inovatif di tengah-tengah peradaban manusia yang berkembang dan dinamis menuju PT yang mandiri dan berdaya saing.

Berdasarkan sumberdaya yang dimiliki Unija, isu-isu strategis, dan pemecahan masalah yang ditawarkan dapat dirumuskan menjadi empat bidang penelititan yang diharapkan mampu menghasilkan penelititan-penelitian Unija untuk mendukung visi dan misi universitas yang universal, berbasiss riset, dan berkarya ilmiah. Adapun keempat kriteria fokus penelitian Unija adalah sebagai berikut:

Gambar 3.1 : Fokus Penelitian Unija 2016-2020

Penelitian yang fokus pada

pengembangan Lahan Kering

Penelitian yang fokus pada

Pengembangan Kawasan

Pesisir

Menjadi Universitas yang Universal, Berkarya Ilmiah, dan Menjadi Universitas yang Universal, Berkarya Ilmiah, dan Menjadi Universitas yang Universal, Berkarya Ilmiah, dan

Menjadi Universitas yang Universal, Berkarya Ilmiah, dan BerbasisBerbasisBerbasisBerbasis

Riset Riset Riset Riset

Penelitian yang fokus pada

pengembangan Potensi

Kelautan

Penelitian yang fokus pada

Pengembangan Kawasan

(13)

Peta Jalan (Roadmap) Penelitian di Unija

Pola pengembangan program penelititan dilingkungan Unija memerlukan perencanaan yang strategis dengan mempertimbangkan pergeseraran mainset riset dan pemberdayaan masyarakat agar output yang dihasilkan dapat bermakna dan bermanfaat untuk masyarakat. Output dari penelititan dapat diukur dari meningkatnya kualitas dan publikasi ilmiah yang dihasilkan sebuah institusi. Proses dalam menghasilkan penelititan unggul membutuhkan formulasi yang tepat berdasarkan visi dan misi universitas dan terimplementasi dalam rangkaian program-program strategis yang terarah, serta memperhatikan perkembangan sains dan teknologi.

Unija sebagai perguruan tinggi memiliki tugas dan tanggung jawab pokok dalam mewujudkan sesuai visi Unija perlu dijabarkan dan dirumuskan kedalam Misi institusi sebagai berikut:

1. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran yang berkualitas berbasis riset berdasarkan iman dan taqwa.

2. Melaksanakan penelitian dan publikasi yang profesional untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni.

3. Melaksanakan pengabdian pada masyarakat sesuai kebutuhan pembangunan.

Misi institusi ini wajib dilaksanakan dan didukung oleh semua unit kerja dan civitas akademika Unija. Penjabarannya dirumuskan ke dalam tujuan, sasaran, strategi dan arah kebijakan pengembangan Unija tahun 2016 sampai dengan 2020.

Gambar 3.2. Roadmap fase penelitian dan alokasi waktu yang ditentukan

Fase 1 : Pemetaan Potensi Wilayah Fase 2 : Penelitian pengembangan potensi Wilayah Fase 3 : Evaluasi pengeembangan Potensi Wilayah 2016 2017 2018 2019 2020

(14)

Penjaminan Mutu Penelitian

Dalam menjamin kualitas dan kuantitas dalam proses penelitian, LPPM Unija telah menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) penelitian. Penilaian dilakukan dalam satu siklus penelitian atau siklus penjaminan mutu penelitian. Siklus ini meliputi penetapan standar penelitian, pelaksanaan standar, monev, internal dan peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian.

Dalam Rencana Induk Pengembangan (RIP) Unija disebutkan bahwa untuk melaksanakan penelitian adalah salah satu wujud Tri Dharma PT sebagaimana yang telah diamanatkan dalam UU nomor 14 tahun 2005 dan PP nomor 37 tahun 2009 yang menyebutkan bahwa dosen adalah pendidik professional dan ilmuan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Penelitian merupakan suatu sintesis kualitatif tentang upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, sehingga kualitas dan kuantitas serta publikasi penelitian harus ditingkatkan dalam rangka menuju fase Persiapan Unija Berbasis Riset (PUBER) 2024-2034. Unija juga harus melakukan pembinaan penelitian berbasis kompetensi. Sebagai langkah awal untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas penelitian adalah dengan menyusun Rencana Induk Penelitian sesuai Pola Ilmiah Pokok (PIP) Unija. Disamping itu dapat pula dikakukan dengan mengembangkan pusat-pusat penelitian, meningkatkan kinerja pusat penelitian yang ada dengan mengacu pada sistem penjaminan mutu penelitian, dan meningkatkan hubungan kerjasama dengan lembaga lain baik di tingkat regional, nasional maupun internasional.

Salah satu perwujudan Tri Dharma PT adalah pengabdian kepada masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat diarahkan kepada peningkatan kualitas dan kuantitas. Program ini menjadi target pengembangan guna mendukung kegiatan pokok program pengembangan pendidikan di Unija. Hal ini sejalan dengan visi Unija yang universal dalam rangka perbaikan kapasitas institusi (capacity building), peningkatan mutu relevansi, dan daya saing institusi.

Adapun program dalam memperkuat peran dan eksistensi serta brand image institusi dalam pemberdayaan masyarakat yaitu; meningkatkan kegiatan lokakarya, meningkatkan kualitas dan kuantitas pengabdian kepada masyarakat, menyebarluaskan hasil atau produk pengabdian, meningkatkan kerjasama dengan lembaga lain baik di tingkat regional, nasional maupun internasional di bidang pengabdian, dan menjalin kerjasama yang sinergi dengan kebutuhan masyarakat bersama pihak eksternal.

(15)

BAB 4. Sasaran, Program Strategis dan

Indikator Kinerja Penelitian Unija

Dalam proses penetapan sasaran, program strategis, dan indikator kinerja Rencana Induk Penelitian (Ripel) Unija mengacu pada Visi dan Misi LPPM sebagaimana berikut :

Sasaran Penelitian

Penyusunan pedoman penelitian yang dikeluarkan oleh DP2M Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) kemudian dituangkan dalam Rencanan Induk Penelitian (RIPEL) Unija bahwa penentuan topik penelitian harus sejalan dengan roadmap penelitian dan alokasi waktu yang ditentukan.

Sasaran dan tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan bidang unggulan sampai tahun 2020, adalah:

1. Mewujudkan keunggulan penelitian Universitas Wiraraja Sumenep, khususnya pada bidang Penelitian yang fokus pada pengembangan Kawasan Lahan Kering, pengembangan Kawasan pesisir, pengembangan Potensi Kelautan, dan keunggulan Penelitian yang fokus pada pengembangan Kepariwisataan.

2. Meningkatkan daya saing Universitas Universitas Wiraraja Sumenep di bidang penelitian pada tingkat nasional dan internasional;

3. Tercapainya penguatan sumber daya dalam bentuk: peningkatan jumlah penelitian, peningkatan kegiatan penelitian itu sendiri, kompetensi peneliti, perolehan HaKI, peningkatan ketersediaan sarana dan prasarana untuk penelitian;

4. Tercapainya penguatan network melalui jalinan kerjasama antar peneliti, institusi baik nasional maupun internasional;

5. Tercapainya penguatan kelembagaan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas penelitian;

VISI DAN MISI LPPM UNIJA Visi LPPM :

Menjadi lembaga profesional berkarya ilmiah, berbasis riset, pemberdaya dan pengembang masyarakat yang handal khususnya dalam bidang lahan kering, pesisir, kelautan, dan kepariwasataan, menuju masyarakat yang madani, mandiri dan sejahtera secara berkelanjutan.

(16)

Misi LPPM :

1. Menganalisa, memetakan, mengkaji, dan membangkitkan IPTEKS tepat guna pada lahan kering.

2. Mewadahi kegiatan pemberdayaan dan pengembangan masyarakat pesisir bagi para dosen UNIJA dan para pelaku pembangunan.

3. Memberikan arah perubahan pada masyarakat menuju masyarakat mandiri dan sejahtera melalui penerapan IPTEKS secara berkelanjutan, melalui pengelolaan potensi sektor kelautan.

4. Meningkatkan dan mengembangkan potensi pada sektor kepariwisataan dan industri kreatif berdasarkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal

5. Pengembangan sinergi kerjasama pemerintah, masyarakat dan bisnis.

6. Melaksanakan penataan sumberdaya manusia dan kelembagaan LPPM-UNIJA dengan membangun sistem kepemimpinan dan manajemen, serta jaringan yang luas bagi pengembangan masyarakat yang mendorong tercapaianya visi UNIJA.

FUNGSI LPPM

1. Mengkoordinasikan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta mengendalikan mutu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

2. Mengembangkan dan melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Universitas Wiraraja Sumenep.

3. Meningkatkan hubungan eksternal dan internal untuk penguatan secara kelembagaan.

4. Melaksanakan publikasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. TUJUAN LPPM

1. Menumbuhkan budaya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan mengacu pada visi dan misi.

2. Meningkatkan sumber daya peneliti dan pelaksana pengabdian kepada masyarakat di linkungan Universitas Wiraraja Sumenep.

3. Meningkatkan kualiatas dan kuantitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan tetap bergang teguh pada kaidah ilmiah yang berlaku.

4. Berperan aktif dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat baik yang skala regional, nasional maupun internasional.

(17)

1. Publikasi Ilmiah (citation index) 2. Buku 3. HaKI 4. Kerjasama Penelitian 5. Penggunaan dan Pemanfaatan Teknologi Terapan 6. Pemberdayaan Masyarakat Program Strategis

Pada saat proses pelaksanaan RIPEL, pada dasarnya terdapat tiga komponen yaitu input (proposal penelitian), proses (pengajuan proposal penelitian, pelaksanaan penelitian, monev), output (publikasi penelitian, produk penelitian, paten/ HaKI) dan outcome (kerjasama penelitian, pemanfaatan hasil riset, aplikasi tepat guna, dan citation index) dengan mempertimbangan penguasaan teknologi, produk dan pasar. Diharapkan rumusan yang tercantum dalam dokumen RIPEL ini menjadi terarah dengan jelas.

Secara garis besar peta strategi implementasi RIPEL, yaitu Input (pengelolaan SDM penelitian), Proses dengan agenda pelaksanaan penelitian unggulan, sumber dana penelitian dan Output adalah sebagai berikut :

P e n g g u n a a n I P T E K SDM & SDA Pusat Penelitian Fasilitas Penelitian/ Lab

Gambar 4.1. Roadmap Strategic Plan Unit Kerja

Berdasarkan pada Gambar 4.1 dapat dijelaskan bahwa ada beberapa hal yang yang menjadi kendala penelitian LPPM Unija yaitu ;

1) Input (Sumber Daya Manusia) lemahnya koordinasi secara internal (antar fakultas) dan eksternal (Pemerintah dan Pelaku Bisnis) untuk mensinergikan hasil penelitian dengan pemerintah dan pelaku bisnis (Investor);

2) Penggunaan IPTEK ; Keterbatasan sumber dana manusia, Pusat penelitian (Puslit) dan terbatasnya fasilitas penunjang dalam penelitian (Laboratorium) dan masih rendahnya publikasi hasil penelitian dan kemampuan peneliti dalam pengelolaan penelitian.

Strategi yang ditempuh untuk mengatasi kendala tersebut adalah sebagai berikut : 1) Penguatan koordinasi secara internal dan perluasan jaringan kerjasama secara eksternal

secara bertahap,

2) Peningkatan fasilitas penunjang penelitian berupa peralatan laboratorium baik internal maupun eksternal, Dana Penelitian Output & Outcome Input

(SDM & SDA) Proses

P e la k s a n a a n P e n e li ti a n U n g g D a n a P e n e li ti a n D P 2 M D ik ti d a n D a n a P e n e li ti a n I n te r n a l

(18)

3) Penguatan kemampuan peneliti dalam pengelolaan penelitian dan penggunaan hasil penelitian;

4) Penyediaan infrastruktur informasi dan penguatan jaringan publikasi ilmiah secara online;

5) Peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian, dan

Berdasarkan proses tersebut diharapkan capaian sebagai berikut :

1. Terbentuk kerjasama yang kuat antar peneliti secara internal (dalam pusat penelitian) dan secara eksternal (Pemerintah dan Pelaku Bisnis);

2. Diversifikasi program dan perluasan lingkup skema penelitian;

3. Standardisasi prasarana penelitian dengan penyediaan open access journal (OJS)

terindeks;

4. Kemandirian peneliti dalam pengelolaan penelitian; dan 5. Perolehan HaKI dari penelitian yang telah dihasilkan.

Indikator Kinerja dan Isu Strategis Penelitian Unggulan Unija

Dalam Indikator Kinerja RIPEL Unija dituangkan dalam pelaksanaan penelitian unggulan pengembangan kawasan. Strategi pengembangan penelitian ditujukan untuk meningkatkan pilar penelitian yang berkualitas. Kompetisi dalam penelitian yang dilakukan oleh Kemendiknas untuk pendanaan penelitian, baik dana desentralisasi (DP2M Dikti) maupun dana internal Unija diharapakan menghasilkan penelitian yang berkualitas.

Penelitian unggulan Unija direncanakan berdasarkan pada gambaran kemampuan, program, mekanisme dan capaian secara terukur dalam jangka waktu 5 tahun ke belakang dalam perspektif kekuatan, kelemahan, peluang, tantangan, kendala, bahkan ancaman dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat yang dihadapi pada masa mendatang.

Seluruh penelitian Unggulan Unija merupakan kajian multidisiplin dari fakultas yang ada dilingkungan Unija dengan berorientasi pada kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan kearifan lokal khususnya di Pulau Madura. Penelitian unggulan Unija dengan fokus pengembangan 4 (empat) kawasan (Gambar 1). Dari kempat fokus penelitian unggulan yaitu :

1. Pengembangan kawasan lahan kering (Lampiran Tabel 1)

“Revitalisasi kawasan lahan kering , Pemberdayaan Masyarakat lahan kering”

Sasaran Isu Strategis :

a. Ancaman fenomena perubahan iklim dunia dan lingkungan terhadap keamanan pangan;

(19)

b. Kurang optimalnya pemanfaatan potensi lahan kering yang melibatkan masyarakat setempat, dan kondisi tanah di daerah lahan kering yang relatif lebih rentan terhadap penurunan produktifitas, menjadi permasalahan bagi para petaninya.

c. Era Pasar Global dengan membanjirnya produk impor/ jenis pangan masuk ke pasar lokal dan Degradasi kualitas lahan kering akibat pencemaran dan salah kelola yang dapat mengancam produksi tanaman pangan.

d. Kualitas Makanan;

2. Pengembangan kawasan Pesisir (Lampiran Tabel 2)

“Revitalisasi kawasan Pesisir , Pemberdayaan Masyarakat Pesisir”

Sasaran Isu Strategis :

a. Semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk dan pesatnya kegiatan pembangunan di wilayah pesisir;

b. Model pengelolaan Pasca panen hasil laut;

c. Konflik pemanfaatan yang timbul akibat berbagai kepentingan yang ada di wilayah pesisir;

d. Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir; e. Penguatan secara kelembagaaan.

3. Pengembangan Kawasan Kelautan (Lampiran Tabel 3)

“Revitalisasi kawasan Kelautan, Pemberdayaan Masyarakat Nelayan”

Sasaran Isu Strategis :

a. Indonesia dikenal sebagai negara mega-biodiversity dalam potensi keanekaragaman sumberdaya hayati secara optimal;

b. Hubungan antara daerah dan pusat, pembangunan ekonomi (yang berkait dengan kemiskinan), serta eksploitasi sumberdaya alam tanpa memperhatikan kelestariannya;

c. Penanganan Kedaruratan Kelautan; d. Pemanfaatan budidaya hasil laut.

4. Pengembangan kawasan Kepariwisataan (Lampiran Tabel 4)

“Potensi kepariwisataan berbasis kearifan lokal menuju pariwisata berkelas Internasional”.

Sasaran Isu Strategis :

a. Potensi Kepariwisataan berbasis kearifan lokal menuju pariwisata berkelas Internasional;

b. Desain produk dan kemasan untuk industri pariwisata dalam rangka menunjang Ekonomi Kreatif;

(20)

c. Ekowisata, dan Agrowisata; d. Hukum dan Pariwisata;

(21)

Indonesia dikenal sebagai negara

mega-biodiversity dalam potensi

keanekaragaman sumberdaya hayati secara optimal.

Hubungan antara daerah dan pusat, pembangunan ekonomi (yang berkait dengan kemiskinan), serta eksploitasi sumberdaya alam tanpa memperhatikan kelestariannya.

Pemanfaatan budidaya hasil laut Penanganan Kedaruratan Kelautan;

3. Penelitian Fokus pada Kawasan Kelautan

2014-2018

1. Pengembangan Kawasan Lahan Kering.

4. Penelitian Fokus Pengembangan kawasan Kepariwisataan

Ketahanan Pangan pangan bukan lagi menjadi hal yang strategis dan pokok, tetapi menjadi hak asasi manusia.

Kualitas Makanan Potensi kepariwisataan berbasis

lokal menuju pariwisata berkelas Internasional

Desain produk dan kemasan untuk industri pariwisata dalam rangka menunjang Ekonomi Kreatif;

Kurang optimalnya pemanfaatan

potensi lahan kering yang melibatkan masyarakat lokasi, dan kondisi tanah di daerah lahan kering yang relatif lebih

rentan terhadap penurunan

produktifitas, menjadi permasalahan

bagi para petaninya.

Era Pasar Global dengan membanjirnya produk impor/ jenis pangan masuk ke pasar lokal dan Degradasi kualitas lahan kering akibat pencemaran dan salah kelola yang dapat mengancam produksi tanaman pangan.

- Ekowisata, dan Agrowisata; - Hukum dan Pariwisata;

Belum optimalnya pemanfaatan data dan Informasi untuk promosi Pariwisata

Gambar 4.2. Fishbone Isu Strategis Penelitian Unija 2016-2020

2. Penelitian Fokus pada Kawasan Pesisir T e rw u ju d n y a U n iv e rs it a s y a n g u n iv e rs a l, b e rk a ry a i lm ia h d a n b e rb a si s ri se t

- Konflik pemanfaatan yang timbul akibat berbagai kepentingan yang ada di wilayah pesisir;

- Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir

Model pengelolaan Pasca panen Hasil Laut

Semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk dan pesatnya kegiatan

(22)

TABEL 1. PERUMUSAN RISET UNGGULAN PENGEMBANGAN KAWASAN LAHAN KERING

ISU STRATEGIS KONSEP PEMIKIRAN PEMECAHAN MASALAH

TOPIK RISET YANG DIPERLUKAN

1 Ketahanan Pangan pangan bukan lagi menjadi hal yang strategis dan pokok, tetapi menjadi hak asasi manusia.

Kelangkaan dan kompetisi pemanfaatan sumber daya (lahan dan air) di kawasan lahan kering mengakibatkan produksi pangan semakin sulit.

Diperlukan suatu konsep strategis dalam hal pemenuhan pangan (ketersediaan pangan, akses pangan, dan pemanfaatan pangan)

- Identifikasi sumber pangan dari potensi lahan kering yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar pangan masyarakat - Penyusunan pola konsumsi

rumahtangga yang sehat dan bergizi dengan memanfaatkan sumber pangan lokal.

Menghasilkan pangan dalam jumlah yang lebih banyak dan lebih berkesinambungan, memperluas pasar, mendapatkan harga yang layak, untuk meningkatkan standar hidup masyarakat di kawasan lahan kering.

Diversifikasi tanaman pangan yang berkaitan dengan teknis pengaturan pola bercocok tanam, dan diversifikasi

konsumsi pangan dalam kaitannya dengan mengatur atau mengelola pola konsumsi masyarakat dalam rangka mencukupi kebutuhan pangan.

- Koleksi dan Identifikasi plasma nutfah tanaman pangan lokal berdaya hasil tinggi, dan adaptif terhadap cekaman biotik dan abiotik khas agroklimat Kab. Sumenep

- Teknologi bercocok tanam yang mampu meningkatkan produksi dan memastikan pemanfaatan lahan yang bertanggung jawab. - Desain teknologi tepat guna

pengolahan pascapanen untuk menjamin produk dan kegiatan produksi

2 Kurang optimalnya pemanfaatan potensi lahan kering yang melibatkan masyarakat lokasi, dan kondisi tanah di daerah lahan kering yang relatif lebih rentan terhadap penurunan produktifitas, menjadi permasalahan bagi para petaninya.

Penguasaan pengolahan tanah kering secara lestari oleh masyarakat pedesaan, maka akan mengurangi tingkat kekritisan mata pencaharian masyarakat di kawasan lahan kritis

Model pertanian konservasi berbasis

biodeversity

- Identifikasi jenis tanaman dan ternak yang dapat berkembang baik di lahan kering;

- Identifikasi kondisi sosial ekonomi masyarakat lahan kering

- Model teknologi pengelolaan usaha tani lahan kering . secara terpadu (tanaman, ternak, hasil hutan non kayu termasuk pola tanam yang sesuai untuk setiap wilayah di Kab. Sumenep (mixed farming).

(23)

Petani dan Masyarakat pedesaan adalah golongan yang paling berkompeten untuk segera

mendapatkan perhatian dan dukungan dari seluruh pihak, terutama melalui peningkatan efektifitas dan efisiensi produktifitas pertanian, agar memperoleh peningkatan pendapatan dan kesejahteraannya.

Diversifikasi usaha rumah tangga petani dengan memperhatikan ketersediaan sumber bahan baku, Harga jual yang relatif tinggi dan stabil, tidak merusak dan mencemari lingkungan (destruktif), melibatkan dan menyerap banyak tenaga kerja dan dilakukan secara berkelompok dan sederhana dalam prakteknya

- Inventarisasi dan identifikasi lembaga social ekonomi formal maupun non-formal di Pedesaan - Penciptaan dan pegembangan

kegiatan non-farm yang dikaitkan dengan keterjaminan bahan baku - Perumusan peraturan

penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah, serta peraturan pengendalian sumberdaya lahan yang strategis

- Kajian aspek sosio-budaya dalam rangka pemasaran aneka produk berbasis bahan lokal.

3 Kualitas makanan Pengolahan hasil pertanian lokal untuk pemenuhuan gizi dan estetika

Perbaikan nilai gizi dan estetika olahan pangan

- Kajian aspek gizi dan kesehatan terutama fungsional dan budaya makan.

- Kajian penanganan pasca panen untuk mendapatkan bahan baku bermutu

- Rekayasa proses pembuatan produk sesuai tuntutan konsumen, termasuk kajian dalam aspek lingkungan.

(24)

TABEL 2. PERUMUSAN RISET UNGGULAN PENGEMBANGAN KAWASAN PESISIR

ISU STRATEGIS KONSEP PEMIKIRAN PEMECAHAN MASALAH TOPIK RISET YANG DIPERLUKAN

1 Semakin meningkatnya pertumbuhan

penduduk dan pesatnya kegiatan pembangunan di wilayah pesisir

Pengelolaan sumberdaya pesisir secara terpadu dengan pemberdayaan masyarakat secara keberlanjutan (sustainability) dalam pemanfaatan sumberdaya pesisir.

1. Penataan dan perencanaan

pengeloaan kawasan pesisir secara terpadu.

2. Pengembangan Sarana dan Prasarana, meliputi perencanaan dan penyediaan

prasarana perikanan seperti

pelabuhan, pabrik es, cold storage, infrastruktur pada sentra industri, pengadaan dan penyaluran sarana produksi (seperti BBM, benih, mesin dan alat tangkap), serta sistem informasi tentang teknologi baru dan sistem pengelolaan usaha yang efisien.

1. Identifikasi pengguna ruang, kebutuhannya, dan penyusunan rencana tata ruang kawasan pesisir

2. Kajian aspek sosio-budaya dalam rangka pemasaran aneka produk berbasis bahan lokal. 3. Konservasi pantai

2 Model pengelolaan Pasca panen hasil laut

Over produksi hasil tangkap Pengolahan hasil laut, analisis kandungan gizi, pendistribusian hasil laut,

1. Kajian penanganan pasca panen untuk mendapatkan bahan baku bermutu (relatif seragam spesifikasinya).

2. Rekayasa proses pembuatan produk sesuai tuntutan konsumen, termasuk kajian dalam aspek lingkungan.

3. Kajian terhadap hambatan pemasaran dan saluran distribusi aneka produk laut dan perikanan

Konflik pemanfaatan yang timbul akibat berbagai kepentingan yang ada di wilayah pesisir

Transisi antara daratan dan lautan di wilayah pesisir telah

membentuk ekosistem yang beragam dan sangat produktif serta memberikan nilai ekonomi yang luar biasa terhadap manusia. Sejalan dengan pertambahan penduduk dan peningkatan

Diperlukan rumusan regulasi terhadap berbagai konflik yang timbul, akibat

conflic of interest dari berbagai aktifitas

di kawasan pesisir

- Perumusan peraturan penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan ruang, serta peraturan pengendalian sumberdaya lahan yang strategis

(25)

kegiatan pembangunan sosial- ekonomi nilai wilayah pesisir terus bertambah.

3 Sosial Ekonomi - Rendahnya tingkat

pendapatan nelayan dan pembudidaya di sektor kelautan-perikanan

- Ketergantungan para nelayan dan pembudidaya di sektor kelautan-perikanan terhadap pemilik modal

Memperbaiki sistem bagi hasil yang berkeadilan

Pemberdayaan msyarakat di kawasan pesisir

Regulasi terhadap harga jual produk

1. Analisa pendapatan efisiensi usaha 2. Penetapan harga jual

3. Studi kelayakan usaha dan investasi

4 Kelembagaan - Rendahnya peran Koperasi

dan Lembaga keuangan - Tidak ada atau rendahnya

pengelolaan TPI

Pembentukan/restrukturisasi pengurus atau peningkatan efisiensi peran dan fungsi koperasi

Diperlukan bentuik kemitraan Menyediakan fasilitas pokok dan pendukung serta sosialisasi fungsi TPI

1 . Peran dan fungsi Koperasi, serta lembaga keuangan

2. Model kemitraan bagi nelayan berdasarkan azas kesamaan kepentingan

(26)

TABEL 3. PERUMUSAN RISET UNGGULAN PENGEMBANGAN KAWASAN KELAUTAN

ISU STRATEGIS KONSEP PEMIKIRAN PEMECAHAN MASALAH TOPIK RISET YANG

DIPERLUKAN 1 Indonesia dikenal sebagai negara mega-

biodiversity dalam potensi keanekaragaman

sumberdaya hayati secara optimal

- Perubahan lingkungan yang cepat menyebabkan kepunahan massal, mencakup sumber daya alam hayati, tumbuhan, hewan, bentang alam (landscape) dan sosial budaya; - Rendahnya pengelolaan sumber daya hayati

Kerusakan dan pelestarian biota laut; - Pembangunan perikanan serta pengelolaan

sumberdaya laut harus mampu1mentransformasikan berbagai usaha perikanan masyarakat ke arah bisnis dan swasembada secara menyeluruh dan terpadu.

1. Produksi perikanan, meliputi usaha budidaya dan penangkapan yang menyangkut usaha perikanan skala kecil maupun besar.

2. Pengolahan Hasil perikanan, meliputi kegiatan pengolahan sederhana yang dilakukan oleh petani dan nelayan tradisional hingga pengolahan dengan teknologi maju di pabrik yang mencakup penanganan pasca panen sampai produk siap dipasarkan;

3. Pemasaran hasil perikanan, meliputi kegiatan distribusi dan pemasaran hasil- hasil perikanan atau olahannya untuk memenuhi kebutuhan pasar;

4. Pembinaan, mencakup kegiatan pembinaan institusi, iklim usaha yang kondusif, iklim poleksosbud yang mendukung, peraturan dan perundangan yang kondusif, pembinaan SDM, serta kepemimpinan yang baik agar kegiatan yang dilaksanakan dapat dicapai seefektif mungkin.

1. Pengelolaan Sumber daya hayati; 2. Analisis faktor perubahan

lingkungan sumber daya hayati; 3. Faktor-faktor terjadinya

kepunahan sumberdaya hayati ; 4. Pendidikan kesehatan tentang

manfaat berkembangnya sumber daya hayati.

5. Kajian terhadap kemungkinan (feasibility study) untuk membangun saluran distribusi yang baru dan pola distribusi yang tepat untuk

mengintensifkan distribusi (penetration dan coverage).

(27)

3 Hubungan antara daerah dan pusat, pembangunan ekonomi (yang berkait dengan kemiskinan), serta eksploitasi sumberdaya alam tanpa memperhatikan kelestariannya.

Instansi dinas (kelautan dan perikanan) yang ada ditingkat kabupaten/kota pada era otonomi daerah ini sangat beragam baik dalam struktur organisasi dan kewenangannya. Perubahan ini berpengaruh pada intensitas komunikasi antara instansi yang berada di pusat dan daerah.

1. Pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut, maka sebagai sumber ekonomi baru yang kompetitif haruslah bermuara pada pengurangan kemiskinan masyarakat. 2. Fokus kegiatan pengelolaan sumberdaya

peisisir dan laut sebagai sumber ekonomi baru harus berangkat pada pemikiran untuk meningkatkan pembangunan kegiatan ekonomi yang berbasis pada sumber daya lokal yang ada.

4 Penanganan Kedaruratan Kelautan Kabupaten sumenep yang berada di ujung timur pulau madura merupakan wilayah yang unik karena terdiri dari daratan dan kepulauan yang berpenghuni. Kegawat daruratan di laut yang sering terjadi adalah tenggelamnnya kapal penumpang karena yang dapat disebabkan keadaan cuaca yang buruk, untuk itu perlunya memberikan keterampilan tentang penangnan kegawat daruratan pada masyarakat sekitar, khususnya nelayan agar dapat memberikan pertolongan yang segera mungkin pada fase pre hospital, mengingat jarak tempuh ke pelayanan kesehatan yang sulit terjangkau

Dilakukan penelitian/riset tentang pendidikan kesehatan dan pelatihan pertolongan pertama pada kasus kegawatan dilaut

1. Pendidikan kesehatan pada nelayan tentang penangnan korban tenggelam di laut;

2. Upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat pesisir dalam memberikan Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada kejadian gawat darurat dilaut; 3. Pendidikan kesehatan tentang

BHD pada korban tenggelam terhadap pengetahuan tenaga kesehatan yang bekerja di wilayah pesisir;

4. Psiko edukasi pada nelayan dalam menghadapi kegawat daruratan dilaut.

5 Pemanfaatan budidaya hasil laut Potensi sumberdaya perikanan menunjukkan bahwa perikanan memiliki potensi yang baik untuk berkontribusi di dalam pemenuhan gizi masyarakat, khususnya protein hewani; di samping kontribusinya dalam pertumbuhan perekonomian madura.

Dilakukan riset tentang analisis kandungan gizi pada berbagai hasil laut terhadap kesehatan serta resiko terhadap penyakit kronik serta pemberdayaan rumput laut.

1. Pemanfaatan ikan laut ;

2. Analisis kandungan gizi ikan laut terhadap peningkatan protein, lemak, energi dan karbohiddrat; 3. Pengaruh ikan laut terhadap

penyakit hipertensi;

4. Pendidikan kesehatan tentang manfaat rumput laut terhadap imunitas.

(28)

TABEL 4. PERUMUSAN RISET UNGGULAN

PENGEMBANGAN KAWASAN KEPARIWISATAAN

ISU STRATEGIS KONSEP PEMIKIRAN PEMECAHAN MASALAH TOPIK RISET YANG

DIPERLUKAN 1. Potensi kepariwisataan berbasis lokal

menuju pariwisata berkelas internasional

Kurangnya partisipasi masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah secara terpadu, dalam upaya mengembangkan potensi pariwisata.

- Identifikasi potensi wisata - Perencanaan kawasan pariwisata - Kerjasama dengan investor

1. Strategi Pengembangan kawasan pariwisata ; 2. ...

2 Desain produk dan kemasan untuk industri

pariwisata dalam rangka menunjang Ekonomi Kreatif;

- Inovasi produk dan Pembinaan UMKM

- Terbatasnya sarana prasarana pendukung pelayanan sektor kebudayaan dan pariwisata.

1. Souvenir berkarakter kearifan lokal; 2. Pelatihan layot dan desain grafis

kepada pelaku bisnis produk kreatif;

3. .... 3 Ekowisata, dan Agrowisata - Adanya interaksi yang intensif dan saling mendukung bagi

kegiatan agro dengan kegiatan pariwisata dalam kesatuan kawasan. Berbagai kegiatan dan produk wisata dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

- Pemberdayaan masyarakat kawasan wisata; -

Adanya kegiatan masyarakat yang didominasi oleh kegiatan pertanian dan wisata dengan keterkaitan dan ketergantungan yang cukup tinggi. Kegiatan pertanian yang mendorong tumbuhnya industri pariwisata, dan sebaliknya kegiatan pariwisata yang memacu berkembangnya sektor agro

1.

4 Hukum dan Pariwisata - Belum optimalnya sinergitas dan kemitraan untuk payung hukum bidang pariwisata;

- Perkembangan pariwisata tidak diimbangi dengan upaya perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan aspek- aspek kebudayaan sebagai salah satu produk yang dapat dijadikan sebagai sarana rekreasi, edukasi dan atraksi wisata yang menarik, pengembangan kebudayaan juga dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat 5 Belum optimalnya pemanfaatan data dan

Informasi untuk promosi Pariwisata

Kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang cukup pesat menuntut adanya perubahan strategi dalam pemasaran pariwisata. Namun pada umumnya ketersediaan sarana ICT, seperti internet dan saluran telepon untuk mendukung aktivitas on-line dari para wisatawan belum memadai. 6 Pelestarian nilai-nilai arsitektur tradisional

Madura

Belum optimalnya koordinasi antar pemerintah, swasta dan masyarakat, Kemitraan dan kerjasama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, antara pemerintah, swasta (industri pariwisata) dan masyarakat, sangat diperlukan dalam mendorong pencapaian tujuan pembangunan kepariwisataan.

(29)

Bab 5. PENUTUP

Rencana Induk Pengembangan (RIPEL) Universitas Wiraraja (Unija) 2016-2020 disusun secara umum merupakan dokumen formal perencanaan penelitian jangka menengah yang mengacu kepada Statuta Universitas Wiraraja (Unija), Renstra (Unija), Rencana Induk Pengembangan (RIP), Pola Ilmiah Pokok (PIP) dan Keputusan Senat yang terkait dengan penelitian untuk mencapai visi, misi dan tujuan RIPEL ini dapat dijadikan acuan dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para peneliti di lingkungan Unija, baik laboratorium, program studi, pusat penelitian, maupun fakultas. Dengan demikian diharapkan adanya RIPEL ini akan mendukung visi dan misi Unija menjadi

Universitas yang universal, berkarya ilmiah dan berbasis riset.

RIPEL Unija ini dijadikan sebagai panduan pelaksanaan semua program yang terkait penelitian unggulan di Unija. Oleh karena itu, peran penting kesiapan organisasi dan sumber daya manusia terutama di dalam proses implementasi penelitian. RIPEL ini ditujukan bagi dosen peneliti di lingkungan Universitas Wiraraja yang akan menyusun usulan penelitian, sehingga hasil penelitian yang diperoleh dapat diterapkan dalam memecahkan masalah pembangunan di masyarakat.

Keberlanjutan setelah periode RIPEL (2016-2020) dilaksanakan dan diharapkan ada penyempurnaan sesuai dengan perkembangan isu strategis saat ini. Selanjutnya akan digunakan sebagai acuan dalam pembuatan RIPEL periode berikutnya, sehingga ada kontinyuitas yang pada akhirnya diharapkan diperoleh out put dan out come penelitian khususnya dilingkungan Universitas Wiraraja yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi peneliti, stakeholders masyarakat, pemerintah dan pelaku bisnis.

Demikian RIPEL Unija ini disusun dan semoga bermanfaat bagi khazanah pengembangan dan kemajuan penelitian dalam rangka mewujudkan keunggulan Unija menjadi Universitas yang universal, berkarya ilmiah dan berbasis riset.

(30)

DAFTAR PUSTAKA

1. Statuta Universitas Wiraraja Tahun 2013-2023;

2. Renstra Universitas Wiraraja Tahun 2014-2019; 3. Rencana Induk Pengembangan (RIP);

4. Pedoman Pengelolaan Desentrasilisasi Penelitian Perguruan Tinggi. Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Ditjen Dikti, 2011;

Gambar

Gambar 3.1 : Fokus Penelitian Unija 2016-2020
Gambar 3.2.  Roadmap fase penelitian dan alokasi waktu yang ditentukan Fase 1 : Pemetaan Potensi Wilayah Fase 2 : Penelitian pengembangan potensi Wilayah Fase 3 :  Evaluasi pengeembangan Potensi Wilayah 2016 2017 2018 2019 2020
Gambar 4.1.  Roadmap Strategic Plan Unit Kerja
Gambar 4.2.  Fishbone Isu Strategis Penelitian Unija 2016-2020
+5

Referensi

Dokumen terkait

Rencana Strategis Dinas Kesehatan Kabupaten Solok tahun 2016 – 2021 adalah dokumen perencanaan yang merupakan penjabaran lebih lanjut Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Bidang Cipta Karya adalah dokumen perencanaan dan pemrograman pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya yang disusun

Rencana Strategis Dinas Tenaga Kerja kabupaten Purbalingga disusun mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Purbalingga 2016-2021 dan

Perencanaan teknis merupakan rencana detail dengan mengacu pada rencana induk atau studi kelayakan dan dilengkapi dengan gambar detail, spesifikasi teknis, SOP dan

Rencana Strategis BPBD Kabupaten Cianjur Tahun 2016-2021 merupakan Dokumen perencanaan strategis yang disusun dan dirumuskan setiap lima tahun (perencanaan

UNMUHA | Rencana Induk Penelitian Universitas Muhammadiyah Aceh 2017-2021 3 Penelitian yang diunggulkan oleh LP4M UNMUHA periode 2016- 2020 dikembangkan melalui

Perubahan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pangandaran Tahun 2016-2021 adalah dokumen perencanaan Pembangunan Jangka

Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) merupakan dokumen perencanaan SKPD yang disusun dalam rangka menjabarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah