• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peningkatan Keterampilan Proses Sains Dan Hasil Belajar Kimia Pada Konsep Laju Reaksi Melalui Penerapan Model Discovery Learning

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Peningkatan Keterampilan Proses Sains Dan Hasil Belajar Kimia Pada Konsep Laju Reaksi Melalui Penerapan Model Discovery Learning"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PENINGKAT

PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES SAINS AN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN HASIL BELAJAR KIMIADAN HASIL BELAJAR KIMIA PADA KONSEP LAJU REAKSI MELALUI PENERAPAN MODEL

PADA KONSEP LAJU REAKSI MELALUI PENERAPAN MODEL  DISCOV DISCOVERY ERY   LEARN

 LEARNINGING

Oleh: UMI SUSWATI, S.Pd Oleh: UMI SUSWATI, S.Pd

ABSTRAK  ABSTRAK  Pen

Peneraerapan pan modmodelel  Discovery  Discovery Learning Learning  sebagai upaya meningkatkan keterampilan proses sains sebagai upaya meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar kimia pada konsep Laju Reaksi bagi siswa SMA N I Purwanegara kelas XI dan hasil belajar kimia pada konsep Laju Reaksi bagi siswa SMA N I Purwanegara kelas XI IPA2 semester gasal tahun pelajaran 2!"#2!$%& Penelitian ini menggunakan metode Penelitian IPA2 semester gasal tahun pelajaran 2!"#2!$%& Penelitian ini menggunakan metode Penelitian 'indakan (elas )P'( * dengan melakukan dua siklus tindakan& Setiap siklus dilakukan melalui 'indakan (elas )P'( * dengan melakukan dua siklus tindakan& Setiap siklus dilakukan melalui tah

tahapaapan n + + )a* )a* perperen,aen,anaannaan- - )b* )b* pelpelaksaksanaanaan- an- ),* ),* obsobser.er.asiasi- - )d* )d* re/re/lekleksi& si& PenPengumgumpulpulan an datdataa dilakukan dengan ,ara + obser.asi- tes dan dokumentasi& Penerapan model

dilakukan dengan ,ara + obser.asi- tes dan dokumentasi& Penerapan model Discovery  Discovery Learning Learning  terbukti dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar kimia pada konsep Laju terbukti dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar kimia pada konsep Laju Reaksi& 0al

Reaksi& 0al ini terlihat ini terlihat dengan peningkatan rata1rata dengan peningkatan rata1rata skor dari skor dari 3-$ 3-$ pada kondisi awal pada kondisi awal menjadimenjadi

--42 42 pada siklpada siklus I- us I- dan menindan meningkat pada siklgkat pada siklus II us II nainaik k menmenjadjadi i 4-4-- atau - atau nainaik k se,se,araara keseluruhan dari kondisi awal hingga siklus II sebesar !-""5& 6ntuk ketuntasan belajar juga keseluruhan dari kondisi awal hingga siklus II sebesar !-""5& 6ntuk ketuntasan belajar juga naik yai

naik yaitu dari $tu dari $2-"5 2-"5 pada kondpada kondisi awisi awal al menjadmenjadi "-5 i "-5 pada sikpada siklus I - dlus I - dan menian meningkatngkat menjadi 7!-$5 pada siklus II atau naik se,ara keseluruhan dari kondisi awal hingga siklus II menjadi 7!-$5 pada siklus II atau naik se,ara keseluruhan dari kondisi awal hingga siklus II ssebebesesar ar 8$8$-$-$55& & PePenenerrapapan an mmododelel  Discovery  Discovery Learning Learning  teterbrbuktukti i dapdapat at memeniningngkatkatkakann keterampilan proses sains kimia pada konsep Laju Reaksi& 0al ini terlihat dengan peningkatan keterampilan proses sains kimia pada konsep Laju Reaksi& 0al ini terlihat dengan peningkatan rata1

rata1rata skor dari $$5 pada kondisrata skor dari $$5 pada kondisi awal dengan kategori reni awal dengan kategori rendah menjadi $5 dah menjadi $5 pada siklus Ipada siklus I dengan katagori ,ukup tinggi dan meningkat pada siklus II sebesar 425 dengan kategori tinggi& dengan katagori ,ukup tinggi dan meningkat pada siklus II sebesar 425 dengan kategori tinggi& Peningkatan keterampilan proses sains se,ara keseluruhan dari kondisi awal hingga siklus II Peningkatan keterampilan proses sains se,ara keseluruhan dari kondisi awal hingga siklus II sebesar 28-285&

sebesar 28-285&  Kata Kun

 Kata Kunci :Keterci :Keterampilan Pampilan Proses Sairoses Sains, asil !ens, asil !ela"ar, la"ar, #o$el D#o$el Disco%er& isco%er& Learnin' Learnin' 

PENDAHULUAN PENDAHULUAN Ilm

Ilmu u kimkimia ia mermerupakupakan an pelpelajaajaran ran yanyang g komkomplepleks- ks- dimdimana ana sissiswa wa titidak dak hanyhanya a ditdituntuntut ut untuntuk uk  memiliki kemampuan dalam berhitung tetapi juga dituntut untuk menguasai konsep& Penting memiliki kemampuan dalam berhitung tetapi juga dituntut untuk menguasai konsep& Penting se

sekakali li babagi gi guguru ru ununtutuk k mememamahahami mi prprososes es bebelalajajar r sisiswswa a dedengngan an babaik ik agagar ar guguru ru dadapapatt menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi siswa& 9leh karena itu sebelum menyediakan lingkungan belajar yang tepat dan serasi bagi siswa& 9leh karena itu sebelum melakukan penelitian- guru yang sekaligus peneliti harus memperhatikan situasi dan kondisi melakukan penelitian- guru yang sekaligus peneliti harus memperhatikan situasi dan kondisi  belajar pada kelas

(2)

Salah satu konsep yang dipelajari pada mata pelajaran kimia di kelas XI IPA adalah Laju Reaksi& Penelitian tindakan kelas dilakukan di kelas XI IPA2 di SMA N ! Purwanegara yang  berjumlah 28 siswa- dengan perin,ian 4 siswa laki1laki dan !$ siswa perempuan& :erdasarkan  pengamatan selama pembelajaran dari data hasil ulangan harian pada subkonsep (onsentrasi Larutan ternyata masih rendah& ;ari 28 siswa ada 7 siswa )3-"5* yang belum men,apai ((M dan ada !" siswa )$2-"5* yang berhasil men,apai nilai di atas ((M& Artinya 3-"5 siswa kelas XI IPA2 mengalami kesulitan#masalah dalam memahami konsep (onsentrasi Larutan&

Rendahnya kemampuan siswa pada konsep (onsentrasi Larutan tersebut ditandai dengan hal1hal sebagai berikut + )!* Siswa kurang memperhatikan saat mengikuti pelajaran-)2* Siswa kurang respon ketika mengerjakan L(S- )3* <uru mendominasi pembelajaran dengan metode ,eramah dan tidak melibatkan siswa se,ara akti/- )8* Metode pembelajaran yang diterapkan guru kurang ber.ariasi dan belum membuat kelompok diskusi- )"* <uru kurang memaksimalkan  penggunaan sarana prasarana di laboratorium&

6ntuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam proses belajar mengajar peneliti akan mengambil tindakan perbaikan dengan melakukan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model pembelajaran  DiscoveryLearning  atau metode penemuan untuk mengakti/kan siswa dengan judul “Peningkatan (eterampilan Proses Sains dan 0asil :elajar (imia pada (onsep Laju Reaksi Melalui Penerapan Model Discovery Learning  bagi Siswa SMA N ! Purwanegara (elas XI IPA2 Semester <asal 'ahun Pelajaran 2!"#2!$%

:erdasarkan latar belakang- identi/ikasi dan pembatasan masalah tersebut- maka diambil rumusan masalah sebagai berikut +=Apakah Penerapan Model  Discovery Learning dapat meningkatkan (eterampilan Proses Sains dan 0asil :elajar (imia pada (onsep Laju Reaksibagi Siswa SMA N ! Purwanegara (elas XIIPA2 Semester <asal 'ahun Pelajaran 2!"#2!$ >%

KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS Ketera!"la# Pr$%e% Sa"#%

;alam Syai/ul ) 2+ 44*- menyatakan bahwa keterampilan proses adalah suatu pendekatan dalam proses interaksi edukati/& Interaksi edukati/ adalah suatu gambaran hubungan akti/ dua arah antara guru dan anak didik yang berlangsung dalam ikatan tujuan pendidikan& (eterampilan  proses bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak didik menyadari- memahami- dan

menguasai rangkaian bentuk kegiatan yang berhubungan dengan hasil belajar& (eterampilan Proses Sains berarti perlakuan yang ditetapkan dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan daya pikir dan kreasi se,ara e/ekti/ dan e/isien guna men,apai tujuanyang  berproses dalam kerja ilmiah- yaitu + )!* Mengamati- ) 2 * Merumuskan hipotesis- )3*

Meren,anakan penelitian # per,obaan- )8* Melakukan penelitian#per,obaan- )"* Menginterpretasi # Mena/sirkan data- )$* Meramal # Memprediksi- )* Menerapkan konsep- )4* :erkomunikasi&

(3)

 Discovery Learning  adalah model pembelajaran yang dide/inisikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi bila pelajar tidak disajikan dengan pelajaran dalam bentuk /inalnya- tetapi diharapkan siswa mengorganisasi sendiri& Discovery Learning menekankan pada ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui- dan masalah yang dihadapkan kepada siswa sema,am masalah yang direkayasa oleh guru&<uru berperan sebagai pembimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan& (ondisi tersebut merubah kegiatan  belajar mengajar yang teacher oriented  manjadi student oriented & 'ahap1tahap model Discovery  Learning menurut Syah )'im Penyusun-2!3a* yaitu + )!* Stimulation  )Stimulasi#Pemberian Rangsangan*- )2* Problem Statment  )Pernyataan#Identi/ikasi Masalah*- )3* ;ata Collectian )Pengumpulan ;ata*- )8* ;ata Processing  )Pengolahan ;ata*- )"* Verification )Pembuktian*- )$* Generalization )Menarik kesimpulan#<eneralisasi*

Pe*ela+ara# K""a

(onsep kimia yang dibahas dalam penelitian ini adalah + )!* (onsep Laju Reaksi- )2* ?aktor1 /aktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi- )3* 0ukum Laju Reaksi- )8* Persamaan Laju Reaksi- )"* 9rde # 'ingkat Reaksi- )$* Peranan (atalis dalam (ehidupan Sehari1hari

H"!$te%"% T"#daa#

0ipotesis tindakan sebagai dugaan awal- yaitu =Penerapan Model  Discovery Learning dapat meningkatkan (eterampilan Proses Sains dan 0asil :elajar (imia pada (onsep Laju Reaksibagi Siswa SMA N ! Purwanegara (elas XIIPA2 Semester <asal 'ahun Pelajaran 2!"#2!$%

Kera#)a Ber!""r

Pada kondisi awal belum menerapkan model  Discovery Learning  dan belum membentuk  kelompok diskusi& Pada siklus I- menerapkan model pembelajaran Discovery Learning  dengan membentuk kelompok diskusi yang terdiri dari 8#" siswa berdasarkan hasil ulangan harian kondisi awal& Pada siklis II- menerapkan model  Discovery Learning  dengan membentuk  kelompok diskusi yeng terdiri dari 3#8 siswa berdasarkan hasil ulangan siklus I&

METODOLOGI PENELITIAN

Setting penelitian ini menggunakan setting kelas& (elas yang digunakan adalah kelas XI IPA2 SMA N ! Purwanegara& @aktu penelitian dilaksanakan selama 8 bulan- yaitu mulai bulan uli 2!" sampai 9ktober 2!"& Subjek penelitian ini adalah siswa SMA N ! Purwanegara kelas XI IPA 2 semester gasal tahun pelajaran 2!"#2!$ yang berjumlah 28 siswa- di mana ada 4 siswa laki1laki dan !$ siswa perempuan&

Sumber data berdasarkan data primer yang berupa angka hasil belajar siswa semester gasal tahun pelajaran 2!"#2!$ dan berdasarkan data sekunder yang berupa data dari teman sejawat melalui pengamatan atau obser.asi selama proses pembelajaran berlangsung- ;ata kondisi awal-siklus I dan siklus II yaitu berupa hasil belajar yang ada dalam da/tar nilai atau data proses

(4)

 pembelajaran yang berupa ,atatan personal siswa& Instrumen penelitian menggunakan lembar  obser.asisebagai pedoman melakukan obser.asi keterampilan proses sains siswa& Instrumen tes yang digunakan untuk melihat seberapa besar penguasaan siswa terhadap konsep laju reaksi yang diajarkan dengan model Discovery Learning &

Pada penelitian tindakan kelas ini- digunakan metode P'(& Langkah1langkah penelitiansetiap siklus yang yang dilakukan adalah meliputi tahapan + )!* Peren,anaan )Persiapan *- )2* Pelaksanaan ) Implementasi tindakan *- )3* Pengamatan ) 9bser.asi * dan B.aluasi- )8* Analisis dan Re/leksi& 'eknik pengumpulan data menggunakan teknik obser.asi&;ata diperoleh langsung dari sumber data- yaitu siswa SMA Negeri ! Purwanegara kelas XI IPA2semester gasal tahun 2!"#2!$&Alat pengumpulan data pada kondisi awal sampai dengan siklus II menggunakan  berupa lembar pengamatan- hasil tes dan dokumentasi berupa /oto atau gambar siswapada saat  proses pembelajaran& Agar data yang digunakan .alid maka data yang digunakan sesuai dengan data yang dikumpulkan berupa- yaitu )a* data hasil belajar yang berupa hasil ulangan harian yang di.alidasi dahulu dengan membuat kisi1kisinya&)b* data proses pembelajaran hasil obser.asi yang bersi/at kualitati/ dikuantitati/kan dengan metode 'riangulasi- yaitu'riangulasi sumber yang berasal dari pengamatan langsung dari peneliti maupun kolaborator- dan metode 'riangulasi berasal dari beberapa metode- misalnya dokumentasi- tes tertulis dan pengamatan& 'eknik analisis data dilakukan sejak data diperoleh dari hasil pengamatan oleh penelitan menggunakan deskripti/ kualitati/ dan deskripti/ komparati/& 6ntuk data kualitati/ menggunakan deskripti/ kualitati/ yaitu suatu metode penelitian yang bersi/at menggambarkan kenyataan atau /akta sesuai dengan data yang diperoleh dengan tujuan untuk mengetahui respon dan moti.asi siswa terhadap kegiatan pembelajaran&6ntuk data kuantitati/ menggunakan deskripti/ komparati/   baik untuk nilai tes maupun nilai ketuntasan belajar- yaitu dengan membandingkan data hasil  belajar antarsiklus yaitu hasil belajar pada kondisi awal sebelum dilakukan tindakan dengan

siklus I dan siklus II- yang dilanjutkan dengan re/leksi&

;ata hasil pengamatan keterampilan proses sains siswa pada konsep Laju Reaksi bagi siswa SMA N I Purwanegara kelas XI IPA2 semester gasal tahun pelajaran 2!"#2!$ melalui  penerapan model  Discovery Learning menggunakan skala Likert& ;ata dianalisis dan diolah dengan menghitung rata1rata- serta dikatagorikan dalam "katagori- yaitu Sangat 'inggi-Cukup 'inggi- Rendah dan Rendah Sekali& Aspek yang dinilai pada keterampilan proses sains adalah sebagai berikut + )!* Mengumpulkan # menggunakan /akta yang rele.an- )2* Men,atat setiap pengamatan se,ara terpisah- )3* Menghubungkan hasil1hasil pengamatan- )8* Menemukan  pola1pola hasil pengamatan- )"* :ertanya untuk meminta penjelasan- )$* Menyadari bahwa suatu  penjelasan perlu diuji kebenarannya- )* Menentukan alat#bahan#sumber yang digunakan- )4*

Mengetahui bagaimana menggunakan alat#bahan- )7* Menggunakan konsep yang telah dipelajari dalam situasi baru- )!* Menyusun dan menyampaikan laporan se,ara sistematis& ;ata dianalisis dan diolah dengan menghitung jumlah siswa yang men,apai standar ((M ) " * se,ara indi.idual maupun klasikal& Nilai prosentase dihitung dengan membandingkan nilai komulati/  dengan jumlah siswa dikalikan seratus persen&

Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah + )!* Meningkatnya keterampilan proses sains siswa dalam setiap proses pembelajaran- )2* Meningkatnya hasil belajar siswa pada setiap siklus

(5)

 baik se,ara indi.idual maupun klasikal- )3* (etuntasan belajar rata1rata indi.idu D"- )8* (etuntasan belajar klasikal E 4"5&

Pelaksanaan penelitian ini menggunakan konsep dasar menurut model (emmis dan 'aggart-yaitu Penelitian 'indakan (elas ( Classroom Actioan Research ) Pelaksanaan penelitiannya dilakukan se,ara siklus berulang di mana banyaknya siklus pada penelitian tindakan kelas ) P'( * tergantung pada permasalahan yang perlu dipe,ahkan& P'( terdiri dari empat komponen- yaitu + )!*  Planning  atau membuat peren,anaan- )2*  Acting  atau melaksanakan tindakan- )3* !"serving  atau melakukan pengamatan dan )8*  Reflecting  atau mengadakan re/leksi&Penelitian ini menggunakan 2 siklus&

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN De%r"!%" K$#d"%" A-al

Ha%"l Bela+ar

Pembelajaran merupakan sebuah interaksi antara guru dan siswa mengenai suatu materi yang terjadi di kelas maupun di luar kelas&adi- dua komponen terpenting dalam pembelajaran adalah guru dan siswa& Agar proses pembelajaran sukses- guru seharusnya memiliki kemampuan atau kompetensi untuk men,apai tujuan pembelajaran& <uru tidak selalu yang harus mentrans/er   pengetahuan kepada siswa- tetapi guru harus pandai mengeksplor pengetahuan siswa dengan  berbagai tekhnik- strategi dan metode pembelajaran sehingga akan dapat men,apai tujuan  pembelajaran&

:erdasarkan pengamatan awal sebelum diterapkan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan  model  Discovery Learning - dari hasil analisis ulangan harian kondisi awal dari sebanyak 28 siswa ada 7 siswa yang mendapatkan nilai di bawah ((M atau sebesar 3-"5 dinyatakan  belum tuntas- dan ada !" siswa atau $2-" 5 yang sudah men,apai kriteria ketuntasan atau

((M yaitu D "& :erarti bila dihitung ketuntasan se,ara klasikal baru men,apai $2-" 5& Rerata nilai sebesar 3-$- Nilai tertinggi sebesar 42-22- nilai ternedah sebesar "-4- dan rentang nilai sebesar 28-88& ;ari data pengamatan tentang keterampilan proses sains siswa diperoleh data awal$$5 dalam kategori rendah&

Ha%"l Pr$%e% Pe*ela+ara#

Pada kondisi awal belum menggunakan model pembelajaran Discovery Learning <uru menggunakan kombinasi metode pembelajaran yang kon.ensional yaitu ,eramah- tanya jawab dan penugasan& Sebagai sumber belajar sebenarnya guru sudah menggunakan buku- L(S dan internet- namun ternyata proses pembelajaran ini masih terlihat kurang melibatkan keakti.an siswa&

(eterampilan proses sains siswa baru men,apai $$5 atau masih tergolong rendah& Masih rendahnya hasil belajar kimia tersebut menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan

(6)

dalam mempelajari konsep1konsep kimia& 6ntuk mengatasi hal tersebut- dilakukan tindakan dengan menerapkan model Discovery Learning  pada materi laju reaksi& 6ntuk meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa- guru menerapkan model pembelajaran  Discovery Learning  dengan membentuk kelompok diskusi& ;iskusi dalam kelompok ke,il

terbukti sebagai ,ara pembelajaran yang paling e/ekti/ ) Suyono-2!!+ 22!*& Pe*aha%a#  D"%/%" T"a! S"l/% da# a#tar%"l/%

<ambaran hasil belajar dan proses pembelajaran pada konsep Laju Reaksi dengan menarapkan model Discovery Learning terdapat dalam tabel dan gra/ik dibawah ini +

;eskripsi Inter.al Nilai (ondisi Awal s#d Siklus II  No Inter.al Persentase

(ondisi Awal Siklus I Siklus II

! 7! F ! F F 4-33 2 4! F 7 8-! 2-43 33-33 3 ! F 4 $$-$ "- "4-38 8 $! F  !$-$$ 8-! F   " "! F $ !2-" F F   $  F" F F F   umlah ! ! ! 'abel !&2

;eskripsi 0asil :elajar (ondisi Awal s#d Siklus II

 No 6raian (ondisi Awal Siklus I Siklus II ! Nilai 'ertinggi 42-22 47-23 72-3! 2 Nilai 'erendah "-4 $-$7 3-4" 3 Nilai Rerata 3-$ -42 4- 8 Rentang nilai 28-88 2!-"8 !4-8$ 'abel !&3

;eskripsi Persentase (etuntasan :elajar (ondisi Awal s#d Siklus II (ategori

(etuntasan Skor 

(ondisi Awal Siklus I Siklus II umlah Siswa 5 umlah Siswa 5 umlah Siswa 5 'untas D " !" $2-" !4 "- 22 7!-$ 'idak tuntas G 8 7 3-" $ 2"- 2 4-33

(7)

<ra/ik !&!

;eskripsi Nilai 6langan 0arian (ondisi Awal s#d Siklus II 'abel !&8

;eskripsi (eterampilan Proses Sains dalam Proses Pembelajaran (ondisi Awal s#d Siklus II

 No Aspek yang ;inilai

Persentase (ondisi

Awal Siklus I Siklus II ! Mengumpulkan # menggunakan /akta yang

rele.an $$ " 43

2 Men,atat setiap pengamatan se,ara terpisah $" $ 4! 3 Menghubungkan hasil1hasil pengamatan $" $ 42 8 Menemukan pola1pola hasil pengamatan $3 " 42 " :ertanya untuk meminta penjelasan $4  4! $ Menyadari bahwa suatu penjelasan perlu

diuji kebenarannya $7  42

 Menentukan alat#bahan#sumber yang

digunakan $ 4 42

4 Mengetahui bagaimana menggunakan

alat#bahan $$ " 4!

7 Menggunakan konsep yang telah dipelajari

dalam situasi baru $ $ 43

! Menyusun dan menyampaikan laporan se,ara

sistematis $7 $ 43

(8)

<ambaran perbandingan hasil pengamatan keterampilan proses sains dan hasil belajar siswa dari kondisi awal- siklus I dan siklus II disajikan dalam bentuk tabel dan gra/ik untuk menentukan  besaran dan persentase peningkatannya- serta mena/sirkan data dan menyimpulkannya&

:erdasarkan data di atas- menunjukkan bahwa proses pembelajaran (imia pada konsep Laju Reaksi siswa SMA N ! Purwanegara kelas XI IPA2 semester gasal tahun pelajaran 2!"#2!$ melalui penerapan model Discovery Learning  menunjukkan peningkatan dari kondisi awal ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II&

;ari tabeldan gambar di atas juga dapat dilihat bahwa nilai rerata nilai kimia pada kondisi awal sebesar 3-$- pada siklus I sebesar -42 pada siklus II& :erarti setelah tindakan mengalami kenaikan nilai rerata dibandingkan sebelum tindakan& 6ntuk nilai tertinggi sebelum tindakan 42-22- pada siklus I naik mejadi 47-23 dan pada siklus II naik menjadi 72-3!& Ada 2 siswa men,apai nilai pada rentang 7! F !&Pada rentang 4! F 7 terdapat kenaikan 8 siswa dari kondisi awal ke siklus I- dan 3 siswa pada siklus I ke siklus II&Pada rentang ! F 4 terdapat kenaikan 2 siswa pada siklus I ke siklus II- tetapi terdapat penurunan 8 siswa pada siklus I ke siklus II- tetapi nilai terendah pada siklus II terdapat pada rentang nilai tersebut&

 Nilai tertinggi pada kondisi awal 42- 22- naik menjadi 47- 23 pada siklus I dan naik lagi menjadi 72-3! pada siklus II& Sedangkan untuk nilai terendah sebelum tindakan sebesar "-4 pada kondisi awal- naik menjadi $-$7 pada siklus I dan naik lagi menjadi 3-4" pada siklus II&(etuntasan belajar sebelum tindakan $2-"5- pada siklus I naik menjadi "-5-dan pada siklus II naik menjadi menjadi 7!-$5& Ini berarti se,ara keseluruhan pembelajaran dengan nilai rerata- nilai tertinggi- nilai terendah dan ketuntasan pembelajaran dengan menerapkan model  Discovery Learning  dapat meningkatkan hasil belajar&

;ari data keterampilan proses sains menunjukkan peningkatan rata1rata dari $$ pada kondisi awal sebelum dilakukan tindakan menjadi $ pada siklus I dan meningkat menjadi 42 pada siklus II& :erdasarkan data di atas- menunjukkan bahwa proses pembelajaran (imia pada konsep Laju Reaksi di kelas XI IPA2 pada SMA N ! Purwanegara semester gasal tahun pelajaran 2!"#2!$ dengan menerapkan pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan keterampilan proses sains yang ditunjukkan dengan peningkatan hasil dari kondisi awal ke siklus I- dan dari siklus I ke siklus II&

0al tersebut membuktikan bahwa malalui penerapan menerapkan model Discovery Learning  dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar kimia pada Laju Reaksi& 0al ini sejalan dengan pendapat ;epdiknas )23+"*- yang menyatakan bahwa =Pembelajaran (ooperati/ )coo#erative learning * merupakan strategi pembelajaran melalui kelompok ke,il siswa yang saling bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk men,apai tujuan  belajar% ) http+##id&wikipedia&org#wiki#Pembelajaran (ooperati/- diakses 2 uni 2!8 *& Menurut Sla.in )27+ 8! *- menjelaskan bahwa terdapat dasar teoritis yang kuat untuk memprediksi  bahwa metode pembelajaran kooperati/ yang menggunakan tujuan kelompok dan tanggungjawab indi.idual akan meningkatkan prestasi siswa- walaupun demikian sangat penting untuk melakukan penilaian1penilaian atas metode F metode kooperati/ ini langsung di dalam kelas pada saat periode realistis pengajaran berlangsung&

(9)

Melalui hasil re/leksi pada kondisi awal- siklus I dan siklus II dapat disimpulkan bahwa + T"#daa#

;eskripsi 'indakan dari (ondisi Awal s#d Siklus II

(ondisi Awal Siklus I Siklus II guru belum

membentuk kelompok diskusi pada proses  pembelajarannya&

guru membentuk "

kelompok diskusi dimana setiap kelompok terdiri dari 8#" siswa dalam proses  pembelajaran

guru membentuk  kelompok diskusi- dimana ada 3 kelompok terdiri dari 8 siswa dan 8

kelompok terdiri dari 3 siswa dalam proses pembelajaran Pr$%e% Pe*ela+ara#

;eskripsi Proses Pembelajaran (ondisi Awal s#d Siklus II

(ondisi Awal Siklus I Siklus II

<uru belum menerapkan model  Discovery Learnig  Ada siswa

yang ber,erita sendiri dengan temannya- mengantuk- suasana kelas yang kurang dinamis dan kondusi/- dan hanya ada

 beberapa siswa yang kelihatan akti/ mengikuti proses

 pembelajaran& Se,ara klasikal tergolong rata1rata keterampilan  proses sains $$5 )Rendah*

Masih terlihat ada siswa yang kurang akti/ berdiskusi dengan teman dalam

kelompoknya- dan lebih memilih bertanya langsung kepada guru&

Siswa masih nampak belum terbiasa penerapan model  Discovery Learnig  Se,ara

klasikal rata1rata

keterampilan proses sains $5 ) Cukup 'inggi*

Melalui penerapan model  Discovery Learning  siswa

sudah nampak lebih bisa  bekerja sama dengan teman

dalam kelompoknya- lebih  banyak siswa yang merespon  pertanyaan dan perintah

guru-dan sebagian besar siswa lebih antusias dalam mengikuti  proses pembelajaran& Se,ara

klasikal rata1rata keterampilan  proses sains 425 ) 'inggi*

Ha%"l Bela+ar

;eskripsi 0asil :elajar kondisi Awal s#d Siklus II

(ondisi Awal Siklus I Siklus II

6langan 0arian +  Nilai 'ertinggi E 42-22  Nilai 'erendah E "-4 Rerata E 3-$ 6langan 0arian +  Nilai 'ertinggi E 47-23  Nilai 'erendah E $-$7 Rerata E -42 6langan 0arian +  Nilai 'ertinggi E 72-3!  Nilai 'erendah E 3-4" Rerata E 4-

(10)

'untas :elajar E !" siswa 'idak 'untas :elajar E 7 siswa

'untas :elajar E !4 siswa 'idak 'untas :elajar E $ siswa

'untas :elajar E 22 siswa 'idak 'untas :elajar E 2 siswa

<aris besar hasil tindakan kondisi awal sebelum dilakukan tindakan sampai dilakukan tindakan  pada siklus I- siklus II dan siklus III diperoleh hasil sebagai berikut +

!& 0asil belajar 

;ari kondisi awal sampai kondisi akhir )siklus III*- terjadi peningkatan hasil belajar dari 3-$ menjadi 4- atau meningkat !-""5&

2& Proses pembalajaran

;ari kondisi awal sampai kondisi akhir )siklus III*- terjadi peningkatan keterampilan proses sains dari $$5 menjadi 43 atau meningkat 28-285&

PENUTUP Ke%"!/la#

<aris besar hasil tindakan kondisi awal sebelum dilakukan tindakan sampai dengan siklus II diperoleh hasil sebagai berikut +

!& Penerapan model Discovery Learning  dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan hasil belajar konsep Laju Reaksi siswa SMA N I Purwanegara kelas XI IPA2 semester  gasal tahun pelajaran 2!"#2!$&

2& 0asil belajar dari kondisi awal sampai kondisi akhir )siklus II*- terjadi peningkatan hasil  belajar dari 3-$ menjadi 4- atau meningkat !-""5&

3& Proses pembelajaran dari kondisi awal sampai kondisi akhir )siklus II*- terjadi  peningkatan keterampilan proses sains dari $$5 menjadi 435 atau meningkat 28-285& Sara#

Adapun saran peneliti sebagai tindak lanjut dari penelitian yang telah dilaksanakan adalah+

!& ;alam melaksanakan pembelajaran kimia-khususnya konsep Laju Reaksi- guru  memberikan kesempatan yang seluas1luasnya kepada siswa untuk berlatih menemukan dan menyimpulkan sendiri konsep yang telah dipelajari- sehingga akan membantu siswa untuk memahami suatu materi dan mempermudah siswa untuk menguasai suatu konsep kimia dengan bimbingan guru&

(11)

2& ;alam rangka mengembangkan pro/esionalisme- guru sebaiknya perlu menerapkan dan mengembangkan model atau metode pembelajaran sehingga kemampuan siswa dalam meme,ahkan maslah materi pelajaran lebih meningkat&

DA0TAR PUSTAKA

0amHah& :&6& ) 2!2 *& Model Pembalajaran + $enci#ta%an Proses &ela'ar $enga'ar yang   reatif dan fe%tif - akarta + :umi Aksara&

Rasyid  Mansyur& )24 *& Penilaian *asil &ela'ar - :andung + CJ @a,ana Prima&

Sardiman&) 2!2 *& +ntera%si dan $otivasi &ela'ar $enga'ar - akarta + Raja <ra/indo Persada& Sla.in- R ) 27 *& Cooperati.e Learning +,eori- Riset dan Pra%ti% - :andung + Nusa Media&

Suprihatiningrum- & )2!3*& Strategi Pem"ela'aran dan ,eori A#li%asi- ogjakarta + Ar1 ruHHmedia&

Suyono  0ariyanto- )2!!*& :elajar dan Pembelajaran +,eori dan onse# Dasar - :andung + Rosdakarya&

Syah- M& )2!3*& Psi%ologi Pendidi%an dengan Pende%atan &aru- :andung + Rosdakarya& Syai/ul- ;rs& )2*& Guru dan Ana% Didi% dalam +ntera%si du%atif - akarta + Rineka Cipta& 6sman- M&6& )!77"*& $en'adi Guru Profesional - :andung + P' Rosdakarya&

Referensi

Dokumen terkait

Dari 2 (dua) program yang menunjang keberhasilan sasaran dukungan penyediaan infrastruktur dari fasilitas teknologi informasi bagi ketersediaan dan penyebaran

Motivasi = wants, need atau desire dari seseorang Misal : Sesorang dimotivasi untuk memperoleh.. uang, artinya motivasi tinggi untuk mempunyai uang akan mempengaruhi

[r]

Tetapi dengan munculnya Pentium III dan Pentium 4 ini beberapa konsumen komputer yang menginginkan sebuah prosesor yang berkinerja cepat dan murah menjadi bingung, sebab ada

Penanggulangan gelandangan dan pengemis merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Satuan Polisi pamong Praja Kabupaten Tulungagung. Razia terhadap gelandangan

Berdasarkan model yang terbentuk diatas dapat menjelaskan bahwa pada saat persentase tingkat partisipasi angkatan kerja kurang dari 62,53068 artinya adalah jika

Kepada para wasit tenis untuk terus meningkatkan motivasinya baik secara internal maupun ekternal setiap bertugas sehingga dapat meningkatkan kinerja dengan

Sujudku yang Tersembunyikarya Garina Adelia. Mendiskripsikan struktur kepribadian tokoh utama akibat pergolakan. jiwa yang dialaminya dalam novelSujudku yang Tersembunyi