PENGARUH AIR PERASAN RIMPANG JAHE TERHADAP FARMAKOKINETIKA SULFAMEZATIN PADA TIKUS
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Hasil Uji Kruskal-Wallis Test dan Man-Whitney Test pengaruh pemberian aquadest 2,5 ml/200 g BB, Na diklofenak 15 mg/kg BB, ekstrak etanol rimpang temulawak 100 mg/kg BB
Pada kelompok perlakuan yang diinduksi aloksan dan diberi albedo semangka kuning dengan dosis 4,5 g/kg BB tikus dan dosis 9 g/kg BB tikus mengalami penurunan kadar glukosa
Kesimpulan: Jus jambu biji yang diberikan satu jam sebelum dan bersamaan dengan tetrasiklin tidak mempengaruhi parameter farmakokinetika tetrasiklin dosis 63 mg/kg
Perlakuan dengan dosis 200 mg/kg BB/ hari ekstrak jahe merah yang mampu memberikan pengaruh yang sama dengan kontrol negatif terhadap kadar SGPT hepar tikus yang terpapar
Kelompok V : tikus dengan pemberian perlakuan paparan zat allethrin dari obat antinyamuk selama 8 jam/hari dan pemberian ekstrak rimpang jahe dosis V selama 45
Pada penelitian (Ozouguwn, 2011) disimpulkan bahwa pemberian ekstrak air jahe dosis 300 mg/kg (dose dependent) pada tikus yang diinduksi alloxan (150 mg/kg), dapat menurunkan
Persentase inhibisi edema rata-rata telapak kaki tikus putih jantan setelah pemberian ekstrak dan sediaan jadi rimpang jahe pada hari ke-10 selama 6
Nilai parameter farmakokinetika tetrasiklin (rerata±SD) setelah pemberian tetrasiklin oral 63 mg/kg BB (kelompok 1), pemberian 2 mL jus pisang ambon 1 jam sebelum