A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita, ini berarti bahwa setiap manusia berhak mendapat dan berharap untuk selalu berkembang dalam pendidikan. Seiring dengan berkembangnya pendidikan saat ini, banyak permasalahan yang muncul bersamaan dengan berkembang dan meningkatnya kemampuan siswa, kondisi lingkungan yang ada di masyarakat, pengaruh informasi dan kebudayaan, serta berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
Mutu pendidikan sangat berkaitan dengan proses pembelajaran yang dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain kurikulum, tenaga pendidik, peserta didik, proses pembelajaran serta sarana dan prasarana yang mendukung. Pembelajaran matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang wajib diikuti oleh siswa di sekolah pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, sebagian siswa menganggapnya sebagai pelajaran yang sulit dan kurang diminati. Padahal siswa seharusnya menyadari bahwa kemampuan berfikir logis, kritis, cermat, efisien dan efektif adalah ciri pelajaran matematika yang dibutuhkan dalam menghadapi zaman yang semakin berkembang.
menjadi penghafal yang baik, tidak cerdas melihat hubungan sebab akibat, dan tidak pandai memecahkan masalah, tetapi mengajarkan matematika yang dapat membuat kemampuan penalaran berkembang. Sedangkan dalam menghadapi perubahan masa depan yang cepat, yang diperlukan bukan pengetahuan saja yang diperlukan, tetapi kemampuan mengkaji dan berfikir(bernalar) secara logis, kritis, dan sistematis.
masalah, kemampuan penalaran, kemampuan koneksi, kemampuan komunikasi, dan kemampuan representasi (NCTM, 2000).
Kemampuan matematika yang menjadi pokok dalam penelitian ini adalah penalaran matematis. Penalaran matematis merupakan bagian utama dalam matematika, terutama dalam penyelesaian masalah matematika. Jika kemampuan penalaran matematis tidak dikembangkan pada siswa, maka matematika hanya menjadi masalah bagi siswa saat mengikuti serangkaian prosedur dan tidak dapat menjelaskan alasan mengapa mereka menulis jawaban tersebut.
Menurut Shadiq (Depdiknas, 2009) penalaran adalah suatu proses atau aktivitas berpikir untuk menarik suatu kesimpulan atau proses berpikir dalam rangka membuat suatu pernyataan baru yang benar berdasar pada beberapa pernyataan yang kebenarannya telah dibuktikan atau diasumsikan sebelumnya.Istilah penalaran sebagai terjemahan dari bahasa inggris reasoning menurut kamus The Random House Dictionary berarti the act or process of person who reason (kegiatan atau proses menalar yang dilakukan
oleh seseorang). Sedangkan reason berarti the mental powers concerned with forming conclusions, judgements of inferences (kekuatan mental yang berkaitan dengan pembentukan kesimpulan dan penilaian) (Effendy, 1984)
perhatian dan usaha yang serius dari guru sebagai objek sentral dalam proses pembelajaran. Ada banyak cara mengembangkan kemampuan penalaran siswa, antaralain, guru memacu siswa agar mampu berfikir logis dengan memberikan soal-soalpenerapan sesuai dengan kehidupan sehari-hari yang kemudian diubah dalam bentuk matematika. Siswa sendiri juga dapat mengembangkan kemampuanpenalaran dengan belajar menganalisa sesuatu berdasarkan langkah-langkah yangsesuai dengan teorema dan konsep matematika.
pendidik juga diharapkan mampu berpikir kreatif dalam pembelajaran matematika.
Salah satu alternatif pembelajaran yang digunakan untuk menghadapi kesulitan-kesulitan dalam matematika diantaranya adalah pembelajaran
Advance Organizers.Pembelajaran Advance Organizers merupakan model
pembelajaran yang mengarahkan para siswa ke materi yang mereka pelajari dan menolong mereka untuk mengingat kembali informasi yang berhubungan yang dapat digunakan untuk membantu menanamkan pengetahuan baru. Kebanyakan siswa menganggap matematika sebagai suatu masalah, sehingga model pembelajaran Advance Organizers (AO) sangat cocok dalam pembelajaran matematika. Dalam pembelajaran kooperatif tipe Advance Organizers, siswa pertama diberi kerangka materi berupa ringkasan konsep-konsep dasar apa yang akan dipelajari, dan hubungannya dengan materi yang telah ada dalam struktur kognitif siswa.
dipahamisecara baik dan mudah diingat. Hal ini dimaksudkan agar masing-masing siswa dalam kelompok tersebut mampu mengkonstruk ide yang ada dalam kerangka tersebut. Lalu siswa di dalam kelompok tersebut bertukar ide atau gagasan lalu mengkonstruk bersama-sama karena kemampuan bernalar masing-masing siswa berbeda-beda.
Berdasarkan pada deskripsi yang telah dikemukakan di atas, maka peneliti ingin meneliti Apakah kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran Advance Organizerslebih baik dibandingkan kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran langsung.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana capaian kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran Advance Organizers?
2. Bagaimana capaian kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran langsung?
C. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui capaian kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran Advance Organizers.
2. Mengetahui capaian kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran langsung.
3. Mengetahui apakah kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran Advance Organizers lebih baik dibandingkan kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran langsung?
D. Manfaat Penelitian
Penelitian yang dilakukan diharapkan dapat bermanfaat : 1. Bagi Guru
Menambah wawasan terhadap salah satu model pembelajaran yaitu model pembelajaran kooperatif tipeAdvance Organizersdan dapat menerapkannya dikelas-kelas.
2. Bagi Siswa
Siswa diharapkan mampu melaksanakan serta menerapkan model pembelajaran Advance Organizers ini guna meningkatkan kemampuan penalaran matematika sehingga siswa dapat secara aktif mengungkapkan ide-ide mereka .
3. Bagi Sekolah
kualitas guru dan siswa yang lebih aktif dalam pembelajaran matematika.
4. Bagi peneliti
Mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Advance Organizersterhadap kemampuan penalaran matematika siswa dan