• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL KADAR INTERLEUKIN-31 SERUM PADA PASIEN DERMATITIS ATOPIK DI RSUD DR.SOETOMO SURABAYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "PROFIL KADAR INTERLEUKIN-31 SERUM PADA PASIEN DERMATITIS ATOPIK DI RSUD DR.SOETOMO SURABAYA"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

ADLN – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

KARYA AKHIR PROFIL KADAR INTERLEUKIN-31… DEWI KUSUMAWATI

KARYA AKHIR

PROFIL KADAR INTERLEUKIN-31 SERUM

PADA PASIEN DERMATITIS ATOPIK

DI RSUD DR.SOETOMO SURABAYA

DEWI KUSUMAWATI

DEPARTEMEN / SMF KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

(2)

ADLN – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

PROFIL KADAR INTERLEUKIN-31 SERUM

PADA PASIEN DERMATITIS ATOPIK

DI RSUD DR.SOETOMO SURABAYA

KARYA AKHIR

diajukan sebagai syarat untuk memperoleh gelar

Spesialis Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

pada Program Pendidikan Dokter Spesialis I

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga

Surabaya

DEWI KUSUMAWATI

DEPARTEMEN / SMF KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

(3)

ADLN – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

KARYA AKHIR PROFIL KADAR INTERLEUKIN-31… DEWI KUSUMAWATI

(4)
(5)

ADLN – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

KARYA AKHIR PROFIL KADAR INTERLEUKIN-31… DEWI KUSUMAWATI

v

PERNYATAAN TENTANG ORISINALITAS

Yang bertandatangan di bawah ini, saya:

Nama : Dewi Kusumawati NIM : 011080406

Program Studi : Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Jenjang : PPDS I

Menyatakan bahwa saya tidak melakukan tindakan plagiat dalam penulisan hasil penelitian saya yang berjudul:

PROFIL KADAR INTERLEUKIN-31 SERUM

PADA PASIEN DERMATITIS ATOPIK

DI RSUD DR.SOETOMO SURABAYA

Apabila suatu saat nanti saya terbukti melakukan tindakan plagiat, saya akan menerima sanksi yang telah ditetapkan. Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Surabaya, Februari 2016

(6)

ADLN – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji syukur saya panjatkan ke hadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia yang telah diberikan sehingga saya dapat menyelesaikan karya akhir ini.

Saya menyadari bahwa pembuatan karya akhir ini tidak terlepas dari bimbingan, bantuan, dukungan, kerjasama, dan doa restu dari banyak pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

 Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Rektor Universitas Airlangga Surabaya, Direktur RSUD Dr. Soetomo Surabaya, dan Ketua Program Pendidikan Dokter Spesialis I Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya yang telah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada saya untuk mengikuti dan menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis I.

 Dr. dr. M. Yulianto Listiawan, SpKK(K) sebagai Ketua Departemen/SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga saat ini, serta dr. Iskandar Zulkarnain, SpKK(K) dan Prof. dr. Hari Sukanto, SpKK(K) sebagai Ketua Departemen/SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga terdahulu yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti pendidikan di departemen yang beliau pimpin.

 dr. Sawitri, SpKK(K) dan dr. Linda Astari SpKK sebagai ketua dan sekretaris program studi saat ini, serta Dr. dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, SpKK(K) dan dr. Iskandar Zulkarnain, SpKK(K) sebagai ketua program studi terdahulu yang telah memberikan banyak bimbingan dan perhatian selama masa pendidikan.

(7)

ADLN – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

KARYA AKHIR PROFIL KADAR INTERLEUKIN-31… DEWI KUSUMAWATI

vii

 dr. Marsudi Hutomo, SpKK(K), dr. Dwi Murtiastutik, SpKK(K), dan dr. Diah Mira Indramaya, SpKK yang telah meluangkan waktu untuk menguji karya akhir ini serta memberikan kritik dan saran yang membangun.

 Seluruh staf pengajar di Departemen/SMF Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang telah mendidik dan membimbing saya selama mengikuti pendidikan.

 Teman sejawat PPDS I Ilmu Kesehatan Kulit dan kelamin atas seluruh kerjasama, bantuan, dukungan, dan perhatian yang diberikan selama masa pendidikan.

 Seluruh pegawai Departemen/SMF Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang telah memberikan banyak bantuan dan dukungan selama masa pendidikan.

 Seluruh tenaga medis dan non medis di Unit Rawat Jalan (URJ) dan Instalasi Rawat Inap (IRNA) Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya yang telah memberikan banyak bantuan dan dukungan selama masa pendidikan.

 Seluruh pasien URJ dan IRNA Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD dr. Soetomo Surabaya yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menimba ilmu pengetahuan.

Pada kesempatan ini tidak lupa saya ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada kedua orang tua, suami, dan seluruh keluarga saya atas kasih sayang, doa, serta dukungan yang diberikan selama saya menempuh pendidikan.

Terima kasih juga saya sampaikan kepada semua pihak yang tidak dapar saya sebutkan satu per satu, yang telah membantu saya dalam penelitian ini dan selama masa pendidikan.

Akhir kata saya mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan dalam penyusunan karya akhir ini. Segala kritik dan saran akan saya terima dengan senang hati. Semoga karya akhir ini dapat berguna bagi semua pihak.

Surabaya, Februari 2016

(8)

ADLN – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

RINGKASAN PENELITIAN

Dermatitis atopik (DA) merupakan penyakit keradangan kulit kronis residif yang ditandai dengan dermatitis dan pruritus berat. DA merupakan masalah kesehatan yang besar karena dapat menurunkan kualitas hidup pasien secara signifikan dengan insiden yang terus mengalami peningkatan dalam beberapa dekade terakhir. Terapi DA yang tersedia saat ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Di masa mendatang diharapkan dapat terjadi perbaikan pada tatalaksana DA. Interleukin-31 (IL-31) merupakan anggota famili sitokin tipe IL-6 yang terutama dihasilkan oleh sel limfosit T. Tikus transgenik dengan overekspresi IL-31 mengalami pruritus berat dan dermatitis kronis yang menyerupai lesi kulit pasien DA. Pemberian antibodi terhadap IL-31 atau reseptornya dapat menurunkan tingkah laku menggaruk dan memperbaiki dermatitis yang terjadi pada tikus. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa selain bersifat pruritogen, IL-31 dapat meningkatkan respon inflamasi melalui produksi sitokin dan kemokin proinflamasi, serta menurunkan fungsi sawar kulit melalui hambatan pada proliferasi dan diferensisasi keratinosit. Oleh karena itu, IL-31 tampaknya memiliki potensi besar untuk menjadi target terapi DA yang efektif.

(9)

ADLN – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

KARYA AKHIR PROFIL KADAR INTERLEUKIN-31… DEWI KUSUMAWATI

ix

Didapatkan 34 subjek penelitian yang terdiri atas 18 orang laki-laki (52,9%) dan 16 orang perempuan (47,1%). Subjek penelitian pada kelompok usia bayi dan anak-anak (55,9%) lebih banyak dibandingkan kelompok usia dewasa (44,1%). Sebagian besar subjek penelitian mengalami DA dengan derajat keparahan sedang (50,0%), diikuti dengan derajat keparahan berat (29,4%), dan derajat keparahan ringan (20,6%). Hasil menunjukkan bahwa rerata kadar IL-31 serum pada pasien DA di penelitian ini adalah 99,43±72,91 pg/mL dengan kadar terendah 6,84 pg/mL dan kadar tertinggi 281,25 pg/mL. Rerata kadar IL-31 serum pada pasien DA dengan derajat keparahan ringan adalah 71,15±84,26 pg/mL, derajat keparahan sedang adalah 76,78±42,72 pg/mL, dan derajat keparahan berat adalah 157,72±78,38 pg/mL. Rerata kadar IL-31 serum pada pasien DA dengan pruritus ringan adalah 87,47±72,28 pg/mL, pruritus sedang adalah 70,41±45,87 pg/mL, pruritus berat adalah 133,04±78,33 pg/mL, dan pruritus sangat berat adalah 205,08±107,73 pg/mL

(10)

ADLN – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

ABSTRACT

PROFILE OF INTERLEUKIN-31 SERUM LEVELS IN ATOPIC DERMATITIS PATIENTS

AT DR. SOETOMO GENERAL HOSPITAL SURABAYA

Dewi Kusumawati, Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Rahmadewi

Background: Atopic dermatitis (AD) is a chronic inflammatory skin disorder characterized by pruritic skin lesion. Pathogenesis of AD is not fully understood, but recent studies demonstrate the role of interleukin-31 (IL-31). Purpose: To evaluate the serum level of IL-31 in AD patients. Method: Thirty-four AD patients defined according to the criteria of United Kingdom (UK) Working Party were included in this descriptive observational cross-sectional study. Samples were taken from peripheral venous blood and IL-31 serum levels were measured using ELISA. Result: Mean IL-31 serum level was 99,43±72,91 pg/mL, with the lowest level of 6,84 pg/mL and the highest level of 281,25 pg/mL. Conclusion:

IL-31 seems to have a role in atopic dermatitis but further investigation is still needed.

(11)

ADLN – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

KARYA AKHIR PROFIL KADAR INTERLEUKIN-31… DEWI KUSUMAWATI

(12)
(13)

ADLN – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

KARYA AKHIR PROFIL KADAR INTERLEUKIN-31… DEWI KUSUMAWATI

(14)

ADLN – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Kriteria Williams. . . 13

Tabel 2.2 Penilaian SCORAD. . . 14

Tabel 2.3 Sel yang Menghasilkan IL-31. . . 18

Tabel 2.4 Sel yang Mengekspresikan IL-31RA. . . 20

Tabel 2.5 Penelitian mengenai kadar IL-31 serum pada DA. . . 25

Tabel 5.1 Distribusi subjek penelitian berdasarkan jenis kelamin. . . 43

Tabel 5.2 Distribusi subjek penelitian berdasarkan kelompok usia. . . 44

Tabel 5.3 Distribusi subjek penelitian berdasarkan lama keluhan. . . 44

Tabel 5.4 Distribusi subjek penelitian berdasarkan lama sakit. . . 45

Tabel 5.5 Riwayat atopi pada subjek penelitian dan keluarga . . . 45

Tabel 5.6 Jenis faktor pencetus pada subjek penelitian . . . 46

Tabel 5.7 Distribusi subjek penelitian berdasarkan riwayat terapi . . . 46

Tabel 5.8 Distribusi subjek penelitian berdasarkan tipe lesi. . . 47

Tabel 5.9 Distribusi subjek penelitian berdasarkan tanda infeksi sekunder. . . 47

Tabel 5.10 Distribusi subjek penelitian berdasarkan derajat keparahan. . . 48

Tabel 5.11 Distribusi subjek penelitian berdasarkan derajat pruritus. . . 48

Tabel 5.12 Riwayat terapi pada subjek penelitian dengan berbagai derajat pruritus. . . 49

Tabel 5.13 Rerata kadar IL-31 serum pada subjek penelitian. . . 50

Tabel 5.14 Rerata kadar IL-31 serum berdasarkan lama keluhan . . . 51

Tabel 5.15 Rerata kadar IL-31 serum berdasarkan lama sakit. . . 52

Tabel 5.16 Rerata kadar IL-31 serum berdasarkan riwayat atopi pasien atau keluarga. . . 53 Tabel 5.17 Rerata kadar IL-31 serum berdasarkan faktor pencetus DA. . . 54

Tabel 5.18 Rerata kadar IL-31 serum berdasarkan riwayat terapi. . . 55

Tabel 5.19 Rerata kadar IL-31 serum berdasarkan tipe lesi. . . 56

(15)

ADLN – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

KARYA AKHIR PROFIL KADAR INTERLEUKIN-31… DEWI KUSUMAWATI

xv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Patogenesis DA. . . 10

Gambar 2.2 Sitokin tipe IL-6 dan kompleks reseptornya. . . 17

Gambar 2.3 Kompleks reseptor IL-31. . . 19

Gambar 2.4 Peran sentral IL-31 pada DA. . . 26

Gambar 2.5 Regulasi IL-31. . . 32

Gambar 2.6 Regulasi IL-31RA. . . 33

Gambar 5.1 Kadar IL-31 serum. . . 50

Gambar 5.2 Kadar IL-31 serum berdasarkan lama keluhan . . . 51

Gambar 5.3 Kadar IL-31 serum berdasarkan lama sakit. . . 52

Gambar 5.4 Kadar IL-31 serum berdasarkan riwayat atopi. . . 53

Gambar 5.5 Kadar IL-31 serum berdasarkan faktor pencetus. . . 54

Gambar 5.6 Kadar IL-31 serum berdasarkan riwayat terapi. . . 55

Gambar 5.7 Kadar IL-31 serum berdasarkan tipe lesi. . . 56

Gambar 5.8 Kadar IL-31 serum berdasarkan infeksi sekunder. . . 57

Gambar 5.9 Kadar IL-31 serum berdasarkan derajat keparahan . . . 58

(16)

ADLN – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Lembar informasi penelitian 83

Lampiran 2 Lembar persetujuan mengikuti penelitian 86

Lampiran 3 Lembar persetujuan tindakan medis 87

Lampiran 4 Lembar pengumpul data 88

Lampiran 5 Keterangan kelaikan etik 90

(17)

ADLN – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

KARYA AKHIR PROFIL KADAR INTERLEUKIN-31… DEWI KUSUMAWATI

xvii

JAK/STAT Janus kinase / signal transducers and activators of transcription

Referensi

Dokumen terkait

Untuk memenuhi salah satu persyaratan menyelesaikan Program Magister Kedokteran Klinik dengan konsentrasi pada Spesialis Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas

Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, Edisi Kelima, Jakarta Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, pp... Paederus dermatitis : An easy diagnosable but

Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari rekam medik pasien, yaitu riwayat hipertensi, usia dan jenis kelamin pasien, serta data primer yaitu gambaran EKG

Riana Miranda Sinaga, dan juga semua teman-teman PPDS Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu

Roesyanto-Mahadi, SpKK(K), sebagai Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, sebagai guru besar yang telah

FINS.DV, selaku Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, sebagai Guru Besar, yang telah memberikan

Untuk memenuhi salah satu persyaratan menyelesaikan Program Magister Kedokteran Klinik dengan konsentrasi pada Spesialis Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas

Riana Miranda Sinaga, dan juga semua teman-teman PPDS Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu