.
BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA ( B N P B )
JI. Ir. H. Juanda 36, Jakarta 10120 Indonesia Telepon : (021) 345 8400 Fax : (021) 345 8500
Email : [email protected] Website : http://www.bnpb.go.id LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB
Rabu, 21 Oktober 2009
Hari Selasa, 20 Oktober 2009 pukul 08.00 WIB hingga hari Rabu, 21 Oktober 2009 pukul 08.00 WIB, dilaporkan informasi kejadian alam dan bencana di wilayah Indonesia yang diperoleh Pusdalops BNPB sebagai berikut :
I. Gempa Bumi di Sumatera A. Kejadian
1. Jenis Kejadian : Gempa Bumi Tektonik
2. Waktu Kejadian : Rabu, 30 September 2009 pukul 17:16:09 WIB 3. Lokasi Kejadian : Provinsi Sumatera Barat
4. Pusat Gempa : Gempa berkekuatan 7,6 SR dengan pusat gempa dikedalaman 71 Km pada koordinat 0,84 LS–99.65 BT (57 km barat daya Pariaman - SUMBAR). Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
5. Gempa dirasakan : Jakarta II MMI, Pekan Baru II-III MMI, Bukit Tinggi III-IV MMI, Bengkulu III-IV MMI, Tapanuli Selatan III-IV MMI, Muko-Muko III-IV MMI, Sibolga IV MMI, Gunung Sitoli IV MMI, Padang VI-VII MMI, Liwa III-IV MMI, Duri - Riau II-III MMI, Singapura II-III MMI dan Malaysia II-III MMI.
2 B. Kondisi Mutakhir
1. Korban jiwa
Hilang Meninggal Luka Berat Luka Ringan Mengungsi
Kelompok I
1 Kota Padang 2 313 431 771 ‐
2 Kota Pariaman ‐ 32 148 278 ‐
3 Kota Bukit Tinggi ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ 4 Kota Solok ‐ 3 ‐ ‐ ‐
5 Kota Padang Panjang ‐ ‐ 6 14 ‐
6 Kab. Padang Pariaman ‐ 675 527 528 ‐
7 Kab. Agam ‐ 80 90 47 ‐
8 Kab. Solok ‐ ‐ ‐ 5 ‐
9 Kab. Pasaman ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ 10 Kab. Pasaman Barat ‐ 5 5 25 ‐
11 Kab. Pesisir Selatan ‐ 9 7 20 ‐
JUMLAH I 2 1,117 1,214 1,688 ‐
Kelompok II
12 Kota Payakumbuh ‐ ‐ ‐ ‐ ‐
13 Kota Sawah Lunto ‐ ‐ ‐ ‐ ‐
14 Kab. Tanah Datar ‐ ‐ ‐ ‐ ‐
15 Kab. Kepulauan Mentawai ‐ ‐ ‐ ‐ ‐
16 Kab. Lima Puluh Kota ‐ ‐ ‐ ‐ ‐
17 Kab. Darmasraya ‐ ‐ ‐ ‐ ‐
18 Kab. Sijunjung ‐ ‐ ‐ ‐ ‐
19 Kab. Solok Selatan ‐ ‐ ‐ ‐ ‐
JUMLAH II ‐ ‐ ‐ ‐ ‐
JUMLAH TOTAL 2 1,117 1,214 1,688 ‐
KORBAN JIWA
LOKASI
NO
2. Kerusakan
SARANA
PRASARANA
RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR RB RS RR Kelompok I Kota Padang 37,587 38,485 40,406 1,606 1,038 903 9 10 2 59 19 14 8 22 ‐ 8 19 3 15 ‐ ‐ 238 211 169 5 10 5 Kota Pariaman 8,619 1,633 13,376 92 101 22 9 12 16 45 9 9 ‐ ‐ 19 1 ‐ 13 8 ‐ ‐ 94 72 39 ‐ 1 ‐Kab. Padang Pariaman 70,833 12,630 4,442 257 87 31 ‐ ‐ ‐ 104 32 9 135 33 23 ‐ ‐ ‐ 47 ‐ 11 418 748 225 15 ‐ ‐
Kab. Agam 12,634 3,653 4,285 114 77 65 12 9 8 16 5 5 16 1 ‐ 5 ‐ ‐ 52 ‐ ‐ 161 92 97 ‐ 1 ‐
JUMLAH I 129,673 56,401 62,509 2,069 1,303 1,021 30 31 26 224 65 37 159 56 42 14 19 16 122 ‐ 11 911 1,123 530 20 12 5
Kelompok II Kota Padang Panjang 17 164 413 23 41 26 ‐ 5 1 1 6 6 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ 4 ‐ 6 9 9 ‐ 3 4
Kab. Solok 145 243 357 3 36 28 ‐ ‐ 5 7 2 24 7 3 1 1 ‐ 1 1 3 8 6 15 8 ‐1 ‐
Kab. Pasaman 171 ‐ 920 1 ‐ 13 ‐ 1 2 ‐ ‐ 1 ‐ ‐ 5 ‐ ‐ ‐ ‐ 37 6 8 ‐ 22 ‐ ‐ ‐
Kab. Pasaman Barat 3,240 3,046 2,862 27 16 1 1 6 4 1 ‐ 1 ‐ 2 ‐ ‐ 9 ‐ ‐ 31 ‐ 53 2 38 ‐ 1 ‐
Kab. Pesisir Selatan 2,173 5,410 11,388 29 43 34 11 7 14 7 10 33 12 2 1 6 2 ‐ 9 31 ‐ 11 50 36 28 ‐ 11
JUMLAH II 5,746 8,863 15,940 83 136 102 12 19 26 16 18 65 19 7 7 7 11 1 10 106 14 84 76 113 29 4 15
Kelompok III Kota Bukit Tinggi ‐ ‐ 50 ‐ 6 8 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ 3 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ 8 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐
Kota Solok ‐ ‐ ‐ 3 2 4 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐
Kab. Tanah Datar 29 116 105 5 ‐ 4 4 ‐ ‐ 1 ‐ ‐ ‐ ‐ 2 ‐ ‐ ‐ ‐ 18 ‐ 8 ‐ 6 ‐ ‐ ‐
Kab. Kepulauan Mentawai ‐ ‐ ‐ 4 2 ‐ 1 ‐ ‐ 13 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ 11 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐
JUMLAH III 29 116 155 12 8 14 9 ‐ ‐ 14 ‐ 3 ‐ ‐ 2 ‐ ‐ ‐ 11 26 ‐ 8 ‐ 6 ‐ ‐ ‐
Kelompok IV Kota Payakumbuh ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ Kota Sawah Lunto ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ Kab. Lima Puluh Kota ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ 9 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐
Kab. Darmasraya ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ Kab. Sijunjung ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ 4 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐
Kab. Solok Selatan ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ 3 2 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐
JUMLAH IV ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ 4 12 2 ‐ ‐ ‐ ‐ ‐ ‐
JUMLAH TOTAL 135,448 65,380 78,604 2,164 1,447 1,137 51 50 52 254 83 105 178 63 51 21 30 17 147 144 27 1,003 1,199 649 49 16 20
Irigasi
Ibadah
Pasar
LOKASI
RUMAH
Pendidikan
Kesehatan
Kantor
Jalan
Jembatan
KERUSAKAN
4 C. Upaya Penanganan
1. Pada hari Selasa, 20 Oktober 2009 posko BNPB di Halim telah melakukan 3 penerbangan Hercules berupa : tenda gulung 5.260 lbr, tenda serbaguna 28 pkt, bantuan Arab Saudi 124 pkt, sembako 58 pkt, obat-obatan 474 kg, alkon 3 unit, barang relawan Australia 86 pkt. Saat ini terdapat stok untuk bantuan yang masih tersimpan di gudang sebanyak 15.000 kg ditambah 16 valet. Rekapitulasi penerbangan sejumlah 104 penerbangan : Hercules AU 47 penerbangan, Australia 44 penerbangan dan Amerika 13 penerbangan.
2. Polri mendistribusikan bantuan logistik menggunakan Heli Bell 412/P-3001 total sebanyak 3 sortie ke Dusun Kampuang Pagang Korong Lareh Nan Panjang Nagari Sungai Sariak, Dusun Lubuk Alia Korong Toboh Mandailing Nagari Balah Aia Kec. VII Koto, dan Korong Sungai Durian Nagari Sungai Durian Kec. Patamuan.
3. TNI masih mengerahkan 3.413 personil dengan dislokasi pasukan sebagai berikut 2.156 orang di Kota Padang, 210 orang di Kota Pariaman, 306 di Kab. Pd. Pariaman, 130 orang lintas laut, 511 orang di Kolinlamil, dan 100 orang di Lanud Halim Perdanakusumah.
4. 434 personil militer Australia terdiri dari 306 orang melaksanakan kegiatan karya bakti bersama TNI serta 128 orang melaksanakan penyulingan air laut dan pelayanan kesehatan umum di Kota Padang.
5. Yonzikon 13 TNI melaksanakan pembersihan puing-puing, pembangunan tempat ibadah, sekolah, dan pasar darurat di Kota Padang.
D. Tantangan
1. Proses tanggap darurat harus melihat kriteria yang dapat diukur untuk dapat beralih ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
2. Validasi data kerusakan sebagai dasar verifikasi untuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. 3. Pembersihan puing dan perbaikan darurat.
4. Kerusakan kantor-kantor pemerintah dan fasilitas umum lainnya. E. Kebutuhan
1. Tenda
F. Rencana Ke Depan
1. Percepatan masa tanggap darurat harus dengan indikator capaian yang jelas sesuai UU 24/2007. Kegiatan tanggap darurat saat ini difokuskan untuk mencapai indikator tersebut. 2. Menyusun rencana/skema rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pemulihan ekonomi dan
infrastruktur yang rusak
3. Meneruskan pembersihan puing.
4. Sosialisasi DaLA dalam rangka verifikasi data kerusakan dan kerugian 5. Pelatihan tukang/mandor dan pendamping
6. Penyiapan Pendanaan
7. Pada tanggal 18 Oktober 2009 sebanyak 4 buah Helikopter milik TNI telah di serahkan kembali ke Kodam mengingat sudah tidak ada lagi daerah terisolir, TNI dan POLRI siap membantu distribusii logistik melalui darat, sedangkan helikopter milik Polri sementara ini masih dioperasikan sampai tanggal 21 Oktober 2009.
II.PROVINSI JAMBI A. Kejadian
1. Jenis Kejadian : Gempa Bumi
2. Waktu Kejadian : Kamis, 1 Oktober 2009 pukul 08:52:29 WIB 3. Lokasi Kejadian : Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi
4. Pusat Gempa : Gempa berkekuatan 7,0 SR kedalaman 10 Km pada koordinat 2.44 LS – 101.59 BT (46 KM Tenggara Sungai Penuh - jambi). Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
B. Kondisi Mutakhir Dampak Bencana
Korban dan kerusakan akibat gempa terjadi di dua kecamatan (Gunung Raya dan Batang Berangin) di Kabupaten Kerinci.
1. Kab. Kerinci a. Korban jiwa
- Meninggal : 3 orang - Luka berat : 12 orang - Luka ringan : 14 orang
- 1.382 kk / 6.310 jiwa terkena dampak. b. Kerusakan
- Rumah : 1.382 unit (59 unit rusak total, 474 rusak berat dan 849 unit rusak ringan)
- Tempat Ibadah : 20 unit - Sarana kesehatan : 2 unit - Sarana pendidikan : 11 unit 2. Kab. Merangin
a.
Korban jiwa- Meninggal : Tidak ada - Luka luka-luka : Tidak ada - 127 kk / 722 jiwa terkena dampak
b.
Kerusakan- Rumah : 127 unit (3 unit rusak total, 99 rusak berat dan 25 rusak ringan)
- Tempat Ibadah : 4 unit - Sarana pendidikan : 12 unit - Fasilitas umum : 16 unit - Jalan raya ± 30 m terputus. C. Upaya Penanganan
1. Gubernur Jambi, Danrem, Kapolda dan unsur Muspida mengunjungi lokasi bencana dan telah memberikan logistik permakanan dan selimut.
2. Gubernur Jambi memberikan bantuan uang tunai untuk Kab. Kerinci sebesar Rp. 1.000.000.000; (satu miliyar rupiah) dan untuk Kab. Merangin Rp. 300.000.000; ( tiga ratus juta rupiah ).
6
3. Provinsi Jambi telah menyalurkan bantuan dari Kab. Sorolangun, Bungo, Tanjung Jabung Barat, Tebo, Merangin, Batanghari, Muaro Jambi, Kota Jambi, dan Sungai penuh.
4. Telah mendirikan dapur umum dan pelayanan kesehatan. 5. Dinas PU telah menurunkan alat berat ke lokasi bencana. Sumber : Kesbang Linmas Prov. Jambi dan Kodim 0417/Kerinci III. Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan
A.Kondisi Terkini
1. Hari Selasa, 20 Oktober 2009 posko BNPB menerima data informasi adanya titik panas/hotspot yang ada di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Berikut adalah data hotspot / titik panas dan kondisi cuaca secara umum :
Daerah Jumlah Hot Spot*) Kondisi Cuaca**) SUMATERA
Sumatera Utara - Hujan Sedang
Riau - Hujan Ringan
Jambi - Hujan Ringan
Sumatera Selatan - Hujan Ringan
KALIMANTAN
Kalimantan Barat 5 Hujan Sedang
Kalimantan Selatan 12 Berawan
Kalimantan Tengah 19 Hujan Ringan
Kalimantan Timur 12 Berawan
*) Sumber: Dep. Kehutanan (Satelit NOAA-18)
** Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
2. Jarak pandang (visibility) pada hari Selasa, 20 Oktober 2009 di beberapa kota di Sumatera dan Kalimantan dilaporkan sebagai berikut:
Nama Kota 07:00 10:00 13:00 16.00 SUMATERA Medan 15.000 m 15.000 m tad 8.000 m Pekanbaru 9.000 m tad 12.000 m 10.000 m Jambi 5.000 m tad 13.000 m 11.000 m Palembang 5.000 m 10.000 10.000 m 10.000 m KALIMANTAN Pontianak 8.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 m Banjarmasin 10.000 m 10.000 m 10.000 m 8.000 m Palangkaraya 1.600 m 4.000 m 3.000 m 6.000 m Samarinda 5.000 m 7.000 m 8.000 m 10.000 m
Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
3. Ditinjau dari aspek meteorologi pada tanggal 20 - 21 Oktober 2009, wilayah Sumatera dan Kalimantan diperkirakan mempunyai :
a.
Potensi kebakaran dengan peluang Sangat Tinggi terdapat di wilayah NAD, Sumut, Riau, Sumbar, Babel, Bengkulu, Jambi, Sumsel, Lampung, Kalteng, Kalbar, Kaltim dan Kalsel.b.
Potensi kebakaran dengan peluang Sangat Tinggi di Sumatera terdapat di Riau, Sumsel, Jambi, Babel, Bengkulu dan Lampung sedangkan di Kalimantan terdapat di Kalbar, Kalteng, Kalsel dan Kaltim.4. Tanda panah menunjukkan arah penjalaran asap pada level ketinggian 50 meter. Prakiraan penjalaran asap sampai dengan tanggal 21 Oktober 2009 pukul 07.00 WIB, diwilayah Riau arahnya menuju Timur Laut sampai ke Semenanjung Malaysia bagian Selatan dan Selat Malaka, di wilayah Jambi arahnya menuju Barat Laut – Timur Laut sampai ke Riau, di wilayah Sumsel arahnya menuju Barat – Timur Laut sampai ke Jambi, Pesisir Barat Sumatera dan Kep. Mentawai, di wilayah Babel arahnya menuju Barat Laut – Utara sampai ke Riau, Selat Malaka, Kep. Riau dan Singapura, di wilayah Kalbar arahnya menuju
Barat Daya – Timur Laut sampai ke Serawak dan Laut Cina Selatan, di wilayah Kaltim Kalteng arahnya menuju Barat – Barat Laut sampai ke Kalbar bagian Tengah da Selatan , Selat Kar dan Laut Natuna serta di wilayah Kalsel arahnya menuju Barat Laut sampai ke Kalbar bagian Timur.
Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika B.Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan
1. Sampai saat ini Tim BNPB tetap berkoordinasi dengan Dep. Kehutanan, LAPAN dan BMKG, BKSDA, Kepala Bandara, TNI AU, BLHD, dan BPPT untuk memantau perkembangan titik panas (hotspot) serta jarak pandang (visibility) setiap hari serta evaluasi rutin terhadap upaya perkembangan TMC yang dilaksanakan sejak tanggal 15 Agustus 2009.
2. Secara umum, Satlak PB, Satkorlak PB, Manggala Agni Dinas Kehutanan, TNI, Kepolisian dan instansi/sektor terkait tetap menyiagakan petugas untuk memantau perkembangan kondisi titik panas yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
3. Masing-masing dinas dan instansi terkait di wilayah Sumatera dan Kalimantan berupaya untuk menyiagakan sumberdaya yang cukup untuk melakukan tindakan pemadaman dini dan pemadaman terpadu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
4. Dinas Kehutanan Prov. Riau menyiagakan 60 personil untuk melakukan pemadaman api. 5. Kodam V Tanjungpura menyiagakan pasukannya guna membantu upaya Pemerintah Daerah
memadamkan kebakaran lahan gambut dan pekarangan yang terjadi di Propinsi Kalimantan Tengah. 6 Kodim yang berada di Kabupaten Waringin Timur, Waringin Barat, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Barito selatan, Barito Utara dan Palangkaraya disiagakan sebanyak 1 pleton yang terdiri dari 30 prajurit TNI. Sebagai Komandan Penanganan Darurat adalah Komandan Korem, dengan posko Bandara Cilik Riwut.
6. Dinas Kehutanan, TNI, POLRI dan Kantor SARNAS Prov. Kalimantan Barat telah melakukan upaya antara lain :
- Meningkatkan kegiatan deteksi dini dan menyebarluaskan informasi dari hasil deteksi dini berupa hotspot (titik panas) ke Kabupaten agar dapat di ambil tindakan yang cepat dalam upaya pengendalian, yakni berupa pemadaman dini (anitial atack).
- Menghimbau kepada para pemegang HPH/HPHTI, agar meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi musim kemarau, berupa mengintensifkan pengawasan/patroli dalam wilayah kerja, penyuluhan serta mensiagakan sarana dan prasarana agar siap dapat dimobilisasi apabila terjadi kebakaran.
- Melakukan penyuluhan dengan memberikan himbauan dengan pemasangan spanduk di Kecamatan Rasau Jaya, Ambawang dan Sei Raya serta mengintensifkan pengawasan/potroli.
- Kasi Ops REM 121 ABW, menyiagakan personil sebanyak 1 SSK untuk membantu Operasi Lapangan dalam rangka pemadaman api.
- Kasi Reskrim Polda Kalimantan Barat menyiagakan 1 unit Helikopter untuk melakukan pemantauan lokasi Kebakaran dan Hotspot / titik panas
- Kantor SARNAS Pontianak menyiagakan Tim Rescue SAR sebanyak 42 orang yang tersebar di Pos Sintete Kab. Sambas, di Pos Kab. Ketapang, serta Shelter SAR Pontianak 30 orang ).
7. Satkorlak PB Prov. Kalteng menggunakan 1 unit pesawat CASA-200 TLE untuk melakukan pemadaman lewat udara, dan 1 unit pesawat Kamov yang digunakan untuk melakukan pengeboman api dengan menggunakan air di titik-titik sasaran operasi water bombing. 8. Saat ini di Kalimantan Tengah telah didirikan posko-posko Pasukan Penanggulangan Asap
antara lain ; Posko Satkorlak (Bandara Cilik Riwut), Posko Satlak (14 Kabupaten dan Kota), Posko TNI-AU (Pangkalan Bun), Posko Pemda (Palangkaraya), Adpel (Bahaur, Sampit dan Kumai), Pos AL (Sampit dan Kumai), Kodim TNI-AD (tersebar di 14 Kabupaten dan Kota), Yonif 631/Atg TNI-AD (masing-masing 1 SSK di Palangkaraya, Sampit dan Muara Teweh), Polri (tersebar di 14 Kabupaten dan Kota), Airud (masing-masing 1 tim di Bahaur, Teluk Sampit dan Kumai), Manggala Agni (6 regu di Palangkaraya, 2 regu di K. Kapuas, 1 regu di P. Pisau dan 1 regu di Sampit), Tim Serbu (2 regu di Pangkalan Bun, 2 regu di Muara Teweh, 20 regu di Palangkaraya dan 5 regu di P. Pisau).
9. Pada hari ini Selasa, 20 Oktober 2009 kondisi kabut asap di area bandara Tjilik Riwut mulai terlihat, dan jarak pandang sudah kembali normal. Kondisi cuaca pada umumnya berawan dan ada beberapa daerah yang kemungkinan akan terjadi turun hujan. Kegiatan yang dilakukan Hally Knov melakukan bombing sebanyak 18 kali di Kapuas Area dan dilanjutkan dengan brefing evaluasi kegiatan dan rencana kegiatan.
8
Sumber : Gubernur Prov. Kalbar, Dep. Kehutanan, Dishut Prov. Kalbar, Badan LH Kalteng, TRC BNPB dan Meneg LH.
IV. Aktivitas Gunung Api di Wilayah Indonesia
Saat ini ada 4 (empat) gunung api yang masih dinyatakan dalam status “Siaga” (Level III) dan 1 (satu) dalan status “ Waspada” (Level II) yaitu :
A. Status Gunung Berapi
1. Gunung Api Karangetang di Kab. Sitaro, Prov. Sulawesi Utara
Berdasarkan analisis hasil pemantauan kegempaan dan visual dari 9 juni 2009 hingga hari Selasa, 20 Oktober 2009, pukul 06.00 WITA status kegiatan G. Api Karangetang masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III).
2. Gunung Api Anak Krakatau di Kab. Lampung Selatan, Prov. Lampung
Sejak tanggal 6 Mei 2009 hingga hari Selasa, 20 Oktober 2009, pukul 06.00 WIB status kegiatan G. Api Krakatau masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III).
3. Gunung Api Ibu di Kab. Halmahera Barat, Prov. Maluku Utara
Sejak tanggal 5 Agustus 2009 hingga hari Selasa, 20 Oktober 2009, pukul 06.00 WIT status kegiatan G. Api Ibu masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III).
4. Gunung Api Talang di Kab. Solok, Prov. Sumatera Barat
Sejak tanggal 17 Agustus 2009 hingga hari Selasa, 20 Oktober 2009, pukul 06.00 WIB status kegiatan G. Api Talang masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III).
5. Gunung Api Kaba di kab. Rejang Lebong, Prov. Bengkulu
Berdasarkan hasil analisa kegempaan dan depormasi, maka terhitung tanggal 20 Oktober 2009 pukul 14:00 WIB, status G. Kabadinaikan dari ”Normal” Level I) ke ”waspada” (Level II)
B. Rekomendasi
1. Masyarakat diharapkan tidak mendaki dan mendekati pulau gunung Anak Krakatau, G ibu, G. Karangetang, G. Talang dan G. Kaba dalam radius 2 km dari kawah Gunung 2. Masyarakat di sekitar G. Api Karangetang, G. Anak Krakatau, G Ibu, G. Talang dan G.
Kaba dihimbau agar tetap tenang tidak mempercayai isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, selalu mengikuti arahan dari Satlak PB dan Satkorlak PB setempat.
3. Masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan masker (penutup hidung) untuk mengantisipasi dampak hujan abu.
4. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) selalu berkoordinasi dengan BNPB, Satkorlak dan Satlak PB setempat untuk memantau perkembangan kegiatan gunung api tersebut.
Sumber : Pusat Vulkanologi dan Miitigasi Bencana Geologi.
V. Prakiraan Cuaca Wilayah JABODETABEK
Data informasi Prakiraan cuaca wilayah JABODETABEK hari Rabu, 21 Oktober 2009 dilaporkan sebagai berikut :
NO L0KASI Pagi C U A C A
(00.05 – 12.00) (12.05 – 18.00) Siang (18.05 – 24.00) Malam
1 Jakarta Pusat Berawan Berawan Berawan
2 Jakarta Utara Berawan Berawan Berawan
3 Jakarta Selatan Berawan Berawan dan hujan Sedang Berawan dan hujan ringan
4 Jakarta Timur Berawan Berawan Berawan
5 Jakarta Barat Berawan Berawan Berawan dan hujan ringan
6 Kep. Seribu Berawan Berawan Berawan
NO L0KASI
C U A C A Pagi
(00.05 – 12.00) (12.05 – 18.00) Siang (18.05 – 24.00) Malam
8 Tangerang Berawan Berawan Berawan dan hujan ringan
9 Depok Berawan Berawan dan hujan ringan Berawan dan hujan ringan
10 Bekasi Berawan Berawan Berawan
Keterangan :
- Hujan Ringan : 1.0 – 5.0 mm/jam 5 – 20 mm/hari - Hujan Sedang : 5.0 – 10 mm/jam 20 – 50 mm/hari - Hujan Lebat : 10 – 20 mm/jam 50 – 100 mm/hari - Hujan Sangat Lebat : > 20 mm/jam > 100 mm/hari
Peringatan Dini : Waspada terhadap potensi hujan ringan kadang sedang yang disertai kilat/petir pada sore dan malam hari terutama di wilayah Bogor.
Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika VI. Prakiraan Gelombang Tinggi
Prakiraan gelombang tinggi untuk tanggal 20 Oktober 2009 pukul 19.00 WIB hingga tanggal 21 Oktober 2009 pukul 07.00 WIB, sebagai berikut :
• 2.0 – 3.0 m : Perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Perairan Kep. Aru. • 3.0 - 4.0 m : Laut Arafuru, Perairan Merauke.
Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Pengawas,
Drs. Muhtarudin, MSi
Jakarta, 21 Oktober 2009 Ketua Kelompok Piket,