• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Periklanan merupakan bentuk komunikasi yang sering diabaikan oleh kebanyakan orang, mungkin opini seperti ini yang timbul di sebagian masyarakat. Padahal untuk membuat sebuah karya yang berperan sebagai media iklan/promosi, dibutuhkan kreativitas yang orisinil, bernilai estetika, dan mampu menyampaikan tujuan iklan tersebut. Pada saat ini promosi produk iklan sangat banyak kita jumpai dimana pun kita berada, seperti di media luar ruang, media di dalam ruang dan di media online.

Pada tahun 2013 dunia periklanan di dominasi oleh iklan pada media online, hal ini di sebabkan oleh lebih murahnya harga jual iklan di media online daripada di media luar ruang atau di media dalam ruang, makanya perusahaan advertising pada saat ini sangat mewaspadai meningkatnya konsumen iklan di media online, perusahaan advertising harus melakukan perubahan besar–besaran di strategi pemasaran produk untuk mengikat konsumen baru.

Untuk bisa memasarkan produk dengan baik, harus dimulai dari visi, misi, dan tujuan yang jelas perusahaan ingin diarahkan ke mana. Visi, misi dan tujuan ini biasanya harus dimulai dari manajemen, yang kemudian ditransfer kepada karyawan.

Selanjutnya, perusahaan juga harus menganalisis berbagai faktor eksternal yang mungkin berpengaruh dengan lembaganya. Faktor-faktor eksternal tersebut yang pertama adalah Lingkungan Makro. Lingkungan makro di sini terdiri dari sisi perkembangan penduduk dengan segala sifat dan karakternya. Faktor lain dari lingkungan makro adalah teknologi, di mana kita juga harus melihat berbagai perkembangan teknologi yang mungkin bisa diterapkan di perusahaan kita.

Faktor berikutnya dari lingkungan makro adalah aturan Pemerintah. Di Indonesia termasuk unik, karena aturan pemerintah sering berubah dengan perubahan menteri. Karena itu, antisipasi berbagai aturan ini diperlukan agar perusahaan bisa fleksible dalam mengadaptasi berbagai perubahan aturan.

(2)

Setelah lingkungan makro, lingkungan eksternal lain yang perlu diperhatikan adalah peta industri dan persaingan. Perusahaan perlu memetakan siapa pesaing-pesaing mereka, baik yang berpotensi untuk bersaing langsung maupun tidak langsung. Pemetaan kondisi ini akan menghasilkan kekuatan dan kelemahan pesaing kita, sekaligus melihat aspek mana yang bisa dijadikan sebagai keunggulan bersaing. Setelah melihat kondisi persaingan, perusahaan perlu memahami konsumen atau pelanggan. Pemahaman tentang konsumen, nilai-nilai yang mereka anut, dan nilai tambah seperti apa yang diinginkan mereka akan sangat membantu perusahaan dalam mendisain produk dan jasa yang dibutuhkan, untuk bisa memberikan nilai tambah, perusahaan harus terlebih dahulu mengetahui selera dan kebutuhan konsumen secara baik. Biasanya dilakukan survey ataupun wawancara dengan calon-calon konsumen mengenai apa harapan dan keinginan mereka tentang perusahaan.

Perusahaan biasanya kesulitan untuk menentukan apakah perusahaannya diperuntukkan bagi masyarakat kelas menengah atas atau untuk menengah bawah. Perusahaan sejak awal harus menentukan lembaganya diarahkan untuk kelas mana. Dengan menentukan target market yang dituju, perusahaan bisa memberikan satu nilai tambah yang menjadi pembeda dibandingkan dengan para pesaingnya. Nilai tambah inilah yang disebut sebagai differensiasi. Dengan differensiasi yang kuat, bisa menjadi senjata dalam menghadapi berbagai persaingan.

Setelah peta kondisi eksternal sudah didapatkan, perusahaan sebaiknya memikirkan kondisi internal strategi apa yang akan dilakukan untuk mengelola perusahaan. Pola pengelolaan strategi internal ini, dalam ilmu pemasaran sering disebut sebagai strategi 4 P yaitu mengelola produk, harga, saluran distribusi dan promosi (product, price, place of distrbution, promotion).

Produk-produk perusahaan bisa dibagi menjadi dua bagian; yaitu produk utama dan produk pendukung. Produk utama adalah kegiatan belajar mengajar dengan segala prosesnya. Karena bukan barang jadi, proses kegiatan belajar mengajar adalah produk utama yang melibatkan emosi dan perasaan dari peserta didik sebagai konsumen. Karena itu, agar produk utama ini baik harus diciptakan pengalaman belajar mengajar yang menyenangkan.

Perusahaan harus menentukan produk apa yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Survey kebutuhan pelanggan perlu dilakukan agar produk yang diberikan sesuai dengan pilihan mereka.

(3)

Setelah menentukan produk apa yang ingin ditawarkan, selanjutnya adalah menentukan berapa harga yang harus dibayar oleh konsumen. Prinsip utama dalam menentukan harga adalah menghitung keseluruhan biaya yang diperlukan. Dari situ, tinggal ditambahkan berapa persen laba yang ingin diperoleh untuk kepentingan pengembangan dan penghitungan berapa tahun akan balik modal. Dalam hal distribusi, perlu juga dipikirkan bagaimana produk yang kita buat akan sampai kepada konsumen. Perlu dipikirkan apakah produk kita jual secara langsung atau dipercayakan kepada distributor dan agen untuk penyebarannya. Yang penting adalah bagaimana produk tersebut bisa sampai ke tangan konsumen.

Salah satu faktor yang penting dalam pemasaran sebagai P yang terakhir dari 4P yaitu promosi. Promosi adalah usaha-usaha sadar untuk melakukan sosialisasi, penerangan, dan pemberitahuan kepada masyarakat tentang berbagai informasi, yang biasanya mengenai berbagai produk yang ditawarkan. Aktivitas promosi melibatkan berbagai bentuk dan variasi yang sangat beragam. Tinggal bagaimana para pengelola melakukan berbagai promosi kreatif sesuai dengan kebutuhan dan anggaran promosi yang disediakan.

PT. Citra Nuansa Media adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang advertising terletak di daerah Cipondoh Tangerang, perusahaan ini berdiri pada tahun 1990 hingga saat ini dan perusahaan saat ini di pimpin oleh bapak Setyo Basuki. Pasar PT. Citra Nuansa Media lebih mengutamakan pemasangan reklame di daerah Tangerang atau Banten di karenakan pengurusan izin lokasi reklame yang lebih mudah di urus dan pajak lokasi yang lebih murah di bandingkan pengurusan izin dan pajak lokasi di daerah ibu kota Jakarta.

Klien PT. Citra Nuansa Media terdiri dari beberapa perusahaan pengguna jasa reklame yaitu : PT Suryacipta Swadya, PT. ciputra Residence, PT Cakrawala Respati, PT Sinarwijaya Eka Pratista, PT Pelangi Indoserena Bizpark, PT Modernland reality tbk, PT Citas, PT Jaya adv.

Rata-rata para klien pengguna jasa reklame adalah klien lama yang telah memperpanjang masa waktu pemasangan reklame.jadi masalah utama PT Citra Nuansa Media adalah bagaimana strategi yang tepat untuk menarik konsumen baru untuk membeli dan menjadi client yang loyal bagi produk jasa reklame yang perusahaan tersebut produksi. Menyadari bahwa pentingnya daya saing perusahaan untuk menunjang profit perusahaan, maka hal ini melatar belakangi penulis

(4)

melalukan penelitian dengan judul “ANALISA STRATEGI BISNIS PT. CITRA NUANSA MEDIA DALAM INDUSTRI JASA PERIKLANAN REKLAME”.

Kami menggunakan metode analisa SWOT, bukan metode Balance Scorecard karena metode SWOT dapat menyelesaikan masalah perusahaan, yaitu dengan merumuskan strategi implementasi, metode SWOT juga menganalisa lebih dalam mengenai aspek komplek Internal dan Eksternal, menyusun perencanaan organisasi secara global, menentukan posisi perusahaan ditengah Industri, dan menentukan pilihan strategic yang paling tepat bagi perusahaan, berbeda dengan Balance Scorecard yaitu alat untuk mengukur kinerja perusahaan dengan memperhatikan sisi keuangan dan nonkeuangan dan Blue Ocean Strategy yaitu strategi lebih mendalam dengan inovasi nilai . Jadi Balance Scorecard lebih berfokus kepada evaluasi, tetapi metode SWOT lebih mendalam karena berfokus pada evaluasi dan perumusan strategi implementasi.

(

http://jsofian.wordpress.com/2006/07/19/berkenalan-dengan-balanced-scorecard-bsc/)

(http://sandhi-pras.blogspot.com/2009/12/mengapa-swot.html?m=1)

http://blog.trisakti.ac.id/jurnalti/files/2013/09/5_Penerapan-Blue-Ocean-Strategy_Nissyia-Mazhaly-dkk.pdf

I.2 Identifikasi Masalah

Dalam penentuan identifikasi masalah, mengenai penelitian ini penulis akan menjabarkan poin-poin berbagai fenomena permasalahan yang ada pada rencana pengembangan bisnis jasa reklame PT. Citra Nuansa Media, yang akan penulis teliti dan pecahkan. Berikut ini adalah identifikasi masalah yang terjadi sebagai berikut :

1. Bagaimanakah kondisi kekuatan dan kelemahan yang dihadapi oleh perusahaan?

2. Bagaimanakah kondisi peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan? 3. Strategi apa yang dapat diterapkan perusahaan untuk mengembangkan

(5)

I.3 Tujuan Penelitian

Dengan adanya penelitian ini, saya merumuskan strategi bisnis yang tepat dilakukan dalam mendapatkan konsumen baru PT. Citra Nuansa Media yang mengacu pada masalah yang ada sekarang, saya memiliki tujuan-tujuan yang dapat membantu menjawab masalah tersebut, dimana tujuan itu akan saya jelaskan untuk membantu memecahkan masalah-masalah yang ada seputar pelaksanaan strategi baru untuk mendapatkan konsumen baru. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Menganalisis kondisi peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan agar perusahaan dapat mengembangkan bisnisnya sesuai dengan kondisi yang ada.

2. Menganalisis kekuatan dan kelemahan perusahaan untuk dapat bersaing untuk mendapatkan konsumen baru.

3. Menganalisis strategi yang dapat diterapkan oleh PT. Citra Nuansa Media untuk meningkatkan daya saing sehingga menarik konsumen baru.

I.4 Manfaat Penelitian

Setiap poin penelitian yang akan diteliti memberikan manfaatnya masing-masing, yang mana manfaat tersebut menjadi acuan yang akan diterapkan untuk menciptakan strategi yang tepat untuk mendapatkan konsumen baru. Berikut ini adalah manfaat-manfaat dari penelitian ini :

1. Bagi PT. Citra Nuansa Media

Manajemen PT. Citra Nuansa Media dapat memperoleh informasi mengenai kualitas internal perusahaan seperti apa saja yang menjadi kekuatan dan kelemahan internal perusahaan serta sejauh mana kemampuan perusahaan dalam merespon faktor eksternal seperti peluang dan ancaman.

2. Bagi Investor dan Kreditur

Investor dan Kreditur dapat memberikan keputusan yang lebih akurat apakah mereka akan menurunkan sejumlah dana atau tidak untuk membantu modal finansial PT. Citra Nuansa Media dalam implementasi rencana

(6)

pengembangan bisnis reklame. Jika Investor dan Kreditur setuju untuk mengeluarkan sejumlah dana, mereka akan lebih mengetahui mengenai berapa jumlah dana yang layak diluncurkan untuk realisasi rencana pengembangan bisnis reklame. Hal ini berguna agar tidak terjadi kekurangan dana yang dapat menghambat implementasi pengembangan bisnis reklame PT. Citra Nuansa Media.

3. Bagi Peneliti

Menambah pengetahuan dan pengalaman dalam merumuskan strategi yang tepat bagi perusahaan.

1.5 State Of Art

Tabel 1.1 Tinjauan Pustaka Metode

Penelitian

Nama Pengarang

Judul Jurnal Hasil Penelitian

Strategi Bisnis Dauda, Yunus Adeleke, Aking bade, Waidi Adeniyi, Akinlabi, Hamed babatunde (2010, ISSN 18333850) Strategic Management Practice and Corporate Performance of Selected Small Business Enterprises in Lagos Metropolis

Berdasarkan bukti dari penelitian ini , tampaknya masuk akal untuk menyimpulkan bahwa penekanan substansial telah terjadi pada aspek praktik manajemen strategis oleh SBES di Lagos Metropolis . Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen strategis memiliki efek pada pasar SBES . Juga , implmentation manajemen strategis memiliki hubungan yang positif dengan profitabilitas organisasi . Keberhasilan bisnis atau strategi terutama tergantung pada pertimbangan nilai , energi , dan keterampilan manajer puncak dan pelaksanaan strategis dalam konteks

(7)

dan parameter dari ketidakpastian dan ambiguitas dari lingkungan mengalami volatilitas . Manajemen harus melakukan studi komprehensif dan penerapan manajemen strategis dalam semua dan setiap aspek dan bidang yang menjadi perhatian sehingga dapat sinergi , restrukturisasi , re - engineer dan reposisi operasi dan dengan demikian meningkatkan kualitas produk / jasa dalam dynamis dari pasar cairan dan dengan demikian membawa perbaikan dari basis pendapatan , profitabilitas , kinerja , dan efektivitas Strategi bisnis Hsieh, Yi Hua, Chen, Hai ming (2011, ISSN 15441458) Strategic Fit Among Business Competitive Strategy, Human Resource Strategy, and Reward System.

Daya saing adalah inviteable dalam lingkungan yang sangat dinamis dan tidak pasti. Strategi bisnis ini berkaitan dengan bagaimana businesess mencapai keunggulan kompetitif. Implementasinya melibatkan kesesuaian antara strategi bisnis organisasi dan proses internal. Pasangan yang sesuai meningkatkan efektivitas organisasi dan menghasilkan kinerja yang unggul. Sebuah cocok strategis antara strategi bisnis dan strategi sumber daya manusia dapat membantu mempertahankan dan memotivasi karyawan dan diterjemahkan ke dalam kinerja organisasi dan keunggulan kompetitif.

(8)

Bisnis Karbassi, A R; Mirkia, S (2008, PRO ID 199427523) management of coastal regions in the Caspian Sea

kesederhanaan dan kepraktisan. Sebagai kerangka kerja, itu telah diadopsi secara luas tetapi, secara umum, aplikasi telah diterima secara tidak kritis. Sudah saatnya untuk menaksir nilainya sebagai alat manajemen strategis (Pickton dan Wright, 1998).

Gambar

Tabel 1.1 Tinjauan Pustaka  Metode

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Islam "Ibnu Sina" Yarsi Sumbar Bukittinggi menunjukkan bahwa 54,7% perawat memiliki kecendrungan turnover, dari

pembiayaan tetep akan diberikan dengan jumlah pembiayaan di.. kurangi, hal ini tentunya akan berdampak kepada pihak BPRS Haji Miskin tersebut, yang mana nantinya

Kenaikan indeks harga terjadi pada subkelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 1,04 persen, minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,09 persen, serta makanan

value Teks default yang akan dimunculkan jika user hendak mengisi input maxlength Panjang teks maksimum yang dapat dimasukkan. emptyok Bernilai true jika user dapat tidak

Kemudian Anda juga harus menyatakan bahwa karena Anda mengajukan permohonan terhadap Pasal 17 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris yang

Sebelumnya dikatakan bahwa Kecamatan Reok lolos untuk menjadi Pusat Kegiatan Lokal dikarenakan memiliki pelabuhan kelas III dan jalan areteri yang mendukung

Lokasi tersebut dipilih secara purposif dengan alasan (a) ja- lan lintas Papua merupakan jalan yang mengikuti garis perbatasan antara Indonesia dan Papua New Guinea

1.1 PERSIAPAN YANG PERLU DIPERHATIKAN Ada beberapa hal yang mungkin perlu diperhatikan sebagai seorang pengajar sebelum mengakses E-learning UPU diantaranya yaitu