• Tidak ada hasil yang ditemukan

prediksi ips terpadu snmptn 2010 examsworld.us

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "prediksi ips terpadu snmptn 2010 examsworld.us"

Copied!
0
0
0

Teks penuh

(1)

PREDIKSI (SIMULASI) IPS TERPADU

SNMPTN 2010

Penemuan batu semilir adalah ahsil pencarian bahan baku alternatif setelah industri batu

bata rakyat dianggap banyak memangsa lahan pertanian subur di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Formasi batu semilir tersebut membentang di perbukitan dari Sleman sampai

Gunungkidul. Dalam eologi, batuan ini disebut breksi batu apung, terbentuk dari “pumice”.

Deposit breksi batu apung di DIY mencapai 365 juta meter kubik. Selain menyelamatkan

lahan produktif, bata batu semilir lebih murah harganya. Pembuatan 1 meter kubik bata merah

membutuhkan Rp. 86.000,- sedang batu semilir hanya memerlukan Rp. 56.000,-.

Masyarakatpun secara perlahan mulai tertarik pada usaha penambangan batu semilir.

Perajin di Desa Wukirsari di kabupaten bantulo dapat menghasilkan 63 meter kubik batu semilir

per hari.

Petunjuk A. dipergunakan untuk menjawab soal nomor 46 samapai ke nomor 49.

1. Afiks pada kata ke-7 kalimat pertama alinea kedua bacaan di atas menghasilkan makana

….

A. ‘tumpukan tanah yang lebih tinggi daripada tanah di sekelilingnya’

B. ‘lahan yang menjadi gunung kecil’

C. ‘lahan yang menjadi bukit’

D. ‘lahan yang berbukit-bukit’

E. ‘tempat yang

2. Kata kedua kalimat pertama alinea terakhr bacaaan di atas dapat diganti tanpa mengubah

makna dengan kata berikut ….

A. juga

B. meskipun

C. jadi

D. karena itu,

E. dengan demikian,

3. Jenis baru yang tercantum dalam bacaaan diatas termasuk jenis batuan ….

A. beku dalam

ht

tp

://

w

w

w

.b

an

ks

oa

l.s

eb

ar

in

.c

(2)

B. pirolastik

C. endapan laut

D. metamorfosa

E. konglomerat

Ketika masih kecil ia bernama Raden Mas Ontowiryo, dilahirkan pada 11 November 1775,

sebagai putra Sultan Hamengku Buwono III. Setelah dewasa bergelar Pangeran Diponegoro, dan

dikenal sebagai orang Islam yang alim dan ahli tasawuf. Ketika Sultan Hamengku Buwono IV

wafat, Pangeran Diponegoro diangkat sebagai seorang wali kemenakannya Sultan Hamengku

Buwono V, yang baru berusia 3 tahun. Akan tetapi, dalam prakteknya pemerintahan kerajaan

dilaksanakan oleh Patih Danuredjo, yang sangat dipengaruhi oleh Belanda.

Pangeran Diponegoro mengundurkan diri sebagai wali Sultan dan bersiap-siap

mengadakan perlawanan terhadap Belanda. Karena memerintahkan mencabut patok-patok

pembuatan jalan ke Magelang, yang melalui daerahnya, Belanda menyerbu istana Pangeran

Diponegoro akan menangkapnya. Pecahlah Perang Diponegoro pada tahun 1825, yang juga

dikenal dengan nama Perang Jawa. Pada 28 Maret 1830 Pangeran Diponegoro ditawan di

Magelang, kemudian dibawa ke Batavia, lalu dipindahkan ke Manado, dan meninggal dunia di

Makasar.

Petunjuk C dipergunakan dalam menjawab soal nomor 46 sampai 48

4. Tokoh sejarah yang menjadi lawan pahlawan yang digambarkan bacaan di atas adalah …

A. Jan Pieterzoon

B. Pieter de Carpentier

C. Jenderal de Kock

D. Kolonel Cleerens

E. Tjarda van Starkenborgh

5. Pada usia 5/8 masa hidupnya, Pangeran Diponegoro berperang melawan Belanda. Setelah

5/16 dari masa hidupnya sejak ia ditawan di Magelang, Pangeran Diponegoro meninggal

dunia di Makasar, Pangeran Diponegoro meninggal pada usia …

A. 72 tahun D. 78 tahun

ht

tp

://

w

w

w

.b

an

ks

oa

l.s

eb

ar

in

.c

(3)

B. 74 tahun E. 80 tahun

C. 76 tahun

6. Pihak Belanda dalam perang seperti tersebut terdapat alinea pertama bacaan di atas dipimpin

oleh …

A. Raffles D. De Kock

B. Dandeles E. Pieter de Carpentier

C. Jan Pieterzoon Coen

7. Jika tahun kelahiran Pangeran Diponegoro merupakan suku pertama, dan tahun pecahnya

Perang Jawa, dan tahun bilamana Pangeran Diponegoro ditawan merupakan dua suku yang

terakhir deret aritmetika dengan 12 suku, maka Pangeran Diponegoro dilahirkan pada tahun

A. 1770 D. 1785

B. 1775 E. 1790

C. 1780

Perairan ZEE Indonesia meliputi luas 2,7 juta km2. Sepanjang tahun 1998 telah terjadi

pencurian ikan laut oleh kapal-kapal asing di wilayah ZEE, ditaksir merugikan negara sebesar 4

milyar dolar AS. Ironisnya, Indonesia yang menguasai Perikanan Perairan Nusantara, laut

Wilayah, dan ZEE dengan luas 5,29 juta km2, nilai ekspor ikan lautnya hanya 1,92 milyar dolar

AS.

Dari survei terakhir potensi ikan seluruh perairan Indonesia mencapai 6,7 juta ton per

tahun. Diantara jenis-jenis ikan yang mempunyai potensi ekonomi tinggi adalah ikan tuna 166.000

ton per tahun, ikan cakalang 275.000 ton per tahun, dan udang laut 69.000 ton per tahun. Laut

Banda saja menyimpan potensi ikan karang sebanyak 30.000 ton per tahun.

Negara-negara tujuan ekspor Indonesia adalah Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara

Eropa Barat, seperti Belanda, Perancis, Jerman, dan Inggris. Dengan dibentuknya Departemen

Eksplorasi Laut diharapkan produksi ikan laut Indonesia meningkat tajam.

Petunjuk Bdipergunakan dalam menjawab soal nomor 53

ht

tp

://

w

w

w

.b

an

ks

oa

l.s

eb

ar

in

.c

(4)

8. Makna kata pertama kalimat ketiga dalam bacaan sama dengan makna pemakaiannya pada

kalimat berikut Merupakan suatu kenyataan yang ironis bahwa Indonesia masih harus

mengimpor bahan pangan dari negara tetangga

SEBAB

Kata pertama kalimat ketiga dalam bacaan mengandung makna sindiran.

Petunjuk Adipergunakan dalam menjawab soal nomor 54 sampai nomor 59.

9. Tanaman perdagangan utama dari negara tujuan ekspor yang disebut pertama pada bacaan di

atas adalah….

A. teh D. kentang

B. bit gula E. kedele

C. tembakau

10. Bentuk ulang sebagaimana yang terdapat pada kata pertama kalimat ketujuh mengandung

makna yang sama dengan kata ulang pada kalimat berikut:

A. Buku-buku mabu itu tampak menonjol

B. Sia-sia usaha yang dilakukannya karena dia tidak menggunakan rencana yang baik.

C. Dalam cerita kancil petani membuat orang-orangan untuk mengelabui binatang cerdik itu.

D. Muka pencuri itu kebiru-biruan karena mendapat pukulan yang keras.

E. Seperti yang terdapat pada bentukan ulang pada kalimat kedua kutipan di atas.

11. Departemen yang paling bertanggung jawab dalam menangani hal-hal sebagaimana yang

tersirat dalam bacaan di atas adalah Departemen….

A. Pertanian

B. Pertambangan dan Energi

C. Perdagangan dan Industri

D. Eksplorasi Kelautan

E. Dalam Negeri

12. Usaha Pemerintah sebagaimana yang tergambar pada bacaan di atas bertujuan untuk

meningkatkan devisa negara. Hal ini sesuai dengan jiwa UUD 1945 pasal….

ht

tp

://

w

w

w

.b

an

ks

oa

l.s

eb

ar

in

.c

(5)

A. 23 ayat 2 D. 31 ayat 2

B. 24 ayat 2 E. 33 ayat 2

C. 27 ayat 2

13. Jika potensi ikan di Perairan Nusantara dan Laut wilayah per km2 adalah 1,25 kali potensi

ikan wilayah ZEE, potensi ikan di Perairan Nusantara dan Laut Wilayah adalah….

A. 3 juta ton per tahun

B. 3,8 juta ton per tahun

C. 4 juta ton per tahun

D. 4,2 juta ton per tahun

E. 5 juta ton per tahun

Pedagang Kaki Lima (PKL) sudah menjadi fenomena umum di daerah perkotaan. Keberadaan

mereka yang kurang tertata mengakibatkan terjadinya gangguan lalu lintas maupun sampah yang

dibuang sembarangan. Tetapi mereka juga memberikan kontribusi ekonomi yang tidak kecil bagi

pemerintah daerah berupa retribusi.

Menyadari hal itu, pemerintah kota Surabaya melakukan penataan atas PKL ini dengan

menyediakan tempat berjualan yang kemudian diberi nama Kya-kya. Kawasan bisnis yang padat

waktu siang hari, ditutup untuk keperluan kegiatan PKL di malam hari. Pemerintah kota Surabaya

tak hanya memperoleh retribusi, tetapi juga pajak atas penjualan makanan, sehingga meningkatkan

Pendapatan Asli Daerah (PAD).

14. Hubungan antara kalimat dua dan kalimat tiga pada bacaan di atas dinyatakan dengan

A. penambahan

B. perbandingan

C. perumpamaan

D. pengingkaran

E. perlawanan

15. Kalimat tunggal pertama dan kedua pada kalimat terakhir bacaan di atas menunjukkan

A. pengingkaran

B. perkecualian

ht

tp

://

w

w

w

.b

an

ks

oa

l.s

eb

ar

in

.c

(6)

C. perbandingan

D. penegasan

E. perlawanan

16. Kota seperti diuraikan pada bacaan di atas juga mempunyai permasalahan pencemaran udara,

yang dipakai sebagai tolak ukur adalah …

A. Sianida (SiO2)

B. Asam Oksida (SO)

C. Hidro Karbonat (CH6)

D. Karbon Monoksida (CO)

E. Oksida Nikel (NO)

17. Teks di atas menjelaskan tentang

A. Alih fungsi kawasan bisnis berdasarkan waktu

B. Peningkatan pajak makanan

C. Cara peningkatan PAD

D. Peran PKL dalam perekonomian

E. Penataan PKL

18. Bila jumlah mobil pembeli per hari 250 buah dan retribusi parkir yang dikenakan sebesar Rp.

1.000,00 per kendaraan maka, penerimaan retribusi parkir per minggu sebesar

A. Rp. 1.250.000,00

B. Rp. 1.500.000,00

C. Rp. 1.750.000,00

D. Rp. 2.000.000,00

E. Rp. 2.250.000,00

19. Faktor yang mempengaruhi terbentuknya fenomena geografi yang disebut dalam bacaan

adalah

(1) musim

(2) jenis batuan

(3) kecepatan aliran sungai

(4) tinggi tempat

ht

tp

://

w

w

w

.b

an

ks

oa

l.s

eb

ar

in

.c

(7)

20. Jika kerusakan hutan mangrove di Delta Berau tahun 1998 dan tahun 1999 naik sepertiga kali

dari kerusakan pada tahun sebelumnya, maka kerusakannya pada tahun 2003 terhadap

kerusakan pada 1999 telah berlipat

A. 3,5 kali

B. 4,0 kali

C. 4,5 kali

D. 5,0 kali

E. 5,5 kali

Industri kecil dan menengah di Indonesia diimbau menggunakan biobriket batu bara sebagai bahan

bakar alternatif selain minyak tanah. Menurut Direktur Eksekutif Bina Usaha Lingkungan,

Helianti Lukman, bahan batu bara bisa menjadi jalan keluar yang stategis, di tengah minyak tanah

yang semakin langka, serta mengatasi kenaikan harga BBM 1 Oktober 2005 kemarin. Biobriket

batu bara diproduksi oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral Batu Bara di

Cirebon, Jawa Barat.

Biobriket dibuat dari remahan batu bara halus dicampur biomassa sebanyak 25-40 persen.

Biomassa diproses dari sampah organik seperti ampas tahu, kulit kelapa sawit, ampas tebu, atau

sekam padi, dengan demikian biobriket batu bara menjadi lebih mudah dibakar, tidak gampang

remuk, dan lebih aman untuk lingkungan. Harga di pasaran Rp 1.000,00 per kg. Hingga kini,

produksi dan penyerapan biobriket batu bara sekitar 12.000 ton per tahun, jauh di bawah

penyerapan minyak tanah yang mampu mencapai 10 juta kiloliter per tahun.

21. Untuk menjaga koherensi alinea bacaan di atas dinyatakan dengan

A. kata transisi

B. repetisi

C. kata ganti

D. hubungan isi

E. pleonasme

22. Berdasarkan sifat isi alinea, bacaan di atas termasuk alinea

A. argumentatif

ht

tp

://

w

w

w

.b

an

ks

oa

l.s

eb

ar

in

.c

(8)

B. deduktif

C. ekspositoris

D. persuasif

E. deskriptif

23. Seandainya komoditas-komoditas yang dibahas dalam bacaan di atas bersifat seperti yang

diutarakan, maka elastisitas silangnya adalah

A. nol

B. positif

C. tak terhingga

D. positif lebih kecil dari 1

E. negative

24. Dari bacaan di atas, untuk menghasilkan biobriket 12.000 ton, paling tidak dibutuhkan

biomassa sebanyak

A. 7.000 ton

B. 6.000 ton

C. 5.000 ton

D. 4.000 ton

E. 3.000 ton

25. Dari bacaan di atas, apabila biaya pemrosesan biomassa sebesar Rp 200,00 per kg, maka biaya

terendah untuk memproduksi 12.000 ton biobriket batu bara adalah

A. Rp 600 juta

B. Rp 700 juta

C. Rp 800 juta

D. Rp 900 juta

E. Rp 950 juta

ht

tp

://

w

w

w

.b

an

ks

oa

l.s

eb

ar

in

.c

Referensi

Dokumen terkait

Kalimat berikut yang menggunakan kata berimbuhan men-kan yang makna pengimbuhannya sama dengan yang terdapat pada membangkitkan diatas adalah ...a. Tim perumus sedang hasil loka

ethtaqdf e ert qwerftqwert Dengan instrumen penilaian guru terhadap murid sebagai berikut: Tabel 2. Instrumen Penilaian Indikator Sub-Indikator Kriteria Penilaian BM MM BSH BSB Anak dapat berbicara lancer dengan kalimat yang terdiri dari Kelancaran 4 sampai 6 kata. menyampaikan Anak Dapat menyebutkan gambar yang diperlihatkan guru dengan lancer. Anak dapat berbicara dengan kata- kata yang jelas dalam menyampaikan pendapatnya. Kejelasan Vocal Anak Dapat berbicara jelas saat berkomunikasi dengan temannya Ketetapan Anak dapat menggunakan kata- Intonasi kata yang jelas dalam menyampaikan pendapatnya. Anak dapat berbicara dengan intonasi yang baik Ketetapan Anak dapat menceritakan pilihan kata menggunakan media gambar berseri dengan tepat. Anak mampu menceritakan sesuai tema dengan menggunakan gambar berseri. Struktur kalimat Anak mampu menjelaskan dengan menggunakan media gambar berseri dengan lengkap. Anak mampu berbicara tentang gambar yang disediakan atau dibuat sendiri dengan urut dan bahasa yang lengkap. Kriteria penilaian yaitu sebagai berikut: (a) Belum Berkembang (BB), yaitu bila anak melakukannya harus dengan bimbingan atau dicontohkan oleh guru; (b) Mulai Berkembang (MB), yaitu bila anak melakukannya masih harus diingatkan atau dibantu oleh guru; (c) Berkembang Sesuai Harapan (BSH), yaitu bila anak sudah dapat melakukannya secara mandiri dan konsisten tanpa harus diingatkan atau dicontohkan oleh guru; (d) Berkembang Sangat Baik (BSB), yaitu bila anak sudah dapat melakukannya secara mandiri dan sudah dapat membantu temannya yang belum mencapai kemampuan sesuai indikator yang diharapkan. Teknik analisa data melalui 3 tahap yaitu: reduksi data, deskripsi data, dan verifikasi data. Pertama, reduksi data adalah penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi, pemfokusan dan pengabstrakan data mentah menjadi informasi yang bermakna. Mereduksi data merupakan kegiatan menyeleksi data sesuai dengan fokus permasalahan. Pada tahap ini peneliti mengumpulkan semua

Dengan instrumen penilaian guru terhadap murid sebagai berikut: Tabel 2. Instrumen Penilaian Indikator Sub-Indikator Kriteria Penilaian BM MM BSH BSB Anak dapat berbicara lancer dengan kalimat yang terdiri dari Kelancaran 4 sampai 6 kata. menyampaikan Anak Dapat menyebutkan gambar yang diperlihatkan guru dengan lancer. Anak dapat berbicara dengan kata- kata yang jelas dalam menyampaikan pendapatnya. Kejelasan Vocal Anak Dapat berbicara jelas saat berkomunikasi dengan temannya Ketetapan Anak dapat menggunakan kata- Intonasi kata yang jelas dalam menyampaikan pendapatnya. Anak dapat berbicara dengan intonasi yang baik Ketetapan Anak dapat menceritakan pilihan kata menggunakan media gambar berseri dengan tepat. Anak mampu menceritakan sesuai tema dengan menggunakan gambar berseri. Struktur kalimat Anak mampu menjelaskan dengan menggunakan media gambar berseri dengan lengkap. Anak mampu berbicara tentang gambar yang disediakan atau dibuat sendiri dengan urut dan bahasa yang lengkap. Kriteria penilaian yaitu sebagai berikut: (a) Belum Berkembang (BB), yaitu bila anak melakukannya harus dengan bimbingan atau dicontohkan oleh guru; (b) Mulai Berkembang (MB), yaitu bila anak melakukannya masih harus diingatkan atau dibantu oleh guru; (c) Berkembang Sesuai Harapan (BSH), yaitu bila anak sudah dapat melakukannya secara mandiri dan konsisten tanpa harus diingatkan atau dicontohkan oleh guru; (d) Berkembang Sangat Baik (BSB), yaitu bila anak sudah dapat melakukannya secara mandiri dan sudah dapat membantu temannya yang belum mencapai kemampuan sesuai indikator yang diharapkan. Teknik analisa data melalui 3 tahap yaitu: reduksi data, deskripsi data, dan verifikasi data. Pertama, reduksi data adalah penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi, pemfokusan dan pengabstrakan data mentah menjadi informasi yang bermakna. Mereduksi data merupakan kegiatan menyeleksi data sesuai dengan fokus permasalahan. Pada tahap ini peneliti mengumpulkan semua

Dengan instrumen penilaian guru terhadap murid sebagai berikut: Tabel 2. Instrumen Penilaian Indikator Sub-Indikator Kriteria Penilaian BM MM BSH BSB Anak dapat berbicara lancer dengan kalimat yang terdiri dari Kelancaran 4 sampai 6 kata. menyampaikan Anak Dapat menyebutkan gambar yang diperlihatkan guru dengan lancer. Anak dapat berbicara dengan kata- kata yang jelas dalam menyampaikan pendapatnya. Kejelasan Vocal Anak Dapat berbicara jelas saat berkomunikasi dengan temannya Ketetapan Anak dapat menggunakan kata- Intonasi kata yang jelas dalam menyampaikan pendapatnya. Anak dapat berbicara dengan intonasi yang baik Ketetapan Anak dapat menceritakan pilihan kata menggunakan media gambar berseri dengan tepat. Anak mampu menceritakan sesuai tema dengan menggunakan gambar berseri. Struktur kalimat Anak mampu menjelaskan dengan menggunakan media gambar berseri dengan lengkap. Anak mampu berbicara tentang gambar yang disediakan atau dibuat sendiri dengan urut dan bahasa yang lengkap. Kriteria penilaian yaitu sebagai berikut: (a) Belum Berkembang (BB), yaitu bila anak melakukannya harus dengan bimbingan atau dicontohkan oleh guru; (b) Mulai Berkembang (MB), yaitu bila anak melakukannya masih harus diingatkan atau dibantu oleh guru; (c) Berkembang Sesuai Harapan (BSH), yaitu bila anak sudah dapat melakukannya secara mandiri dan konsisten tanpa harus diingatkan atau dicontohkan oleh guru; (d) Berkembang Sangat Baik (BSB), yaitu bila anak sudah dapat melakukannya secara mandiri dan sudah dapat membantu temannya yang belum mencapai kemampuan sesuai indikator yang diharapkan. Teknik analisa data melalui 3 tahap yaitu: reduksi data, deskripsi data, dan verifikasi data. Pertama, reduksi data adalah penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi, pemfokusan dan pengabstrakan data mentah menjadi informasi yang bermakna. Mereduksi data merupakan kegiatan menyeleksi data sesuai dengan fokus permasalahan. Pada tahap ini peneliti mengumpulkan semua

Dengan instrumen penilaian guru terhadap murid sebagai berikut: Tabel 2. Instrumen Penilaian Indikator Sub-Indikator Kriteria Penilaian BM MM BSH BSB Anak dapat berbicara lancer dengan kalimat yang terdiri dari Kelancaran 4 sampai 6 kata. menyampaikan Anak Dapat menyebutkan gambar yang diperlihatkan guru dengan lancer. Anak dapat berbicara dengan kata- kata yang jelas dalam menyampaikan pendapatnya. Kejelasan Vocal Anak Dapat berbicara jelas saat berkomunikasi dengan temannya Ketetapan Anak dapat menggunakan kata- Intonasi kata yang jelas dalam menyampaikan pendapatnya. Anak dapat berbicara dengan intonasi yang baik Ketetapan Anak dapat menceritakan pilihan kata menggunakan media gambar berseri dengan tepat. Anak mampu menceritakan sesuai tema dengan menggunakan gambar berseri. Struktur kalimat Anak mampu menjelaskan dengan menggunakan media gambar berseri dengan lengkap. Anak mampu berbicara tentang gambar yang disediakan atau dibuat sendiri dengan urut dan bahasa yang lengkap. Kriteria penilaian yaitu sebagai berikut: (a) Belum Berkembang (BB), yaitu bila anak melakukannya harus dengan bimbingan atau dicontohkan oleh guru; (b) Mulai Berkembang (MB), yaitu bila anak melakukannya masih harus diingatkan atau dibantu oleh guru; (c) Berkembang Sesuai Harapan (BSH), yaitu bila anak sudah dapat melakukannya secara mandiri dan konsisten tanpa harus diingatkan atau dicontohkan oleh guru; (d) Berkembang Sangat Baik (BSB), yaitu bila anak sudah dapat melakukannya secara mandiri dan sudah dapat membantu temannya yang belum mencapai kemampuan sesuai indikator yang diharapkan. Teknik analisa data melalui 3 tahap yaitu: reduksi data, deskripsi data, dan verifikasi data. Pertama, reduksi data adalah penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi, pemfokusan dan pengabstrakan data mentah menjadi informasi yang bermakna. Mereduksi data merupakan kegiatan menyeleksi data sesuai dengan fokus permasalahan. Pada tahap ini peneliti mengumpulkan semua

Dengan instrumen penilaian guru terhadap murid sebagai berikut: Tabel 2. Instrumen Penilaian Indikator Sub-Indikator Kriteria Penilaian BM MM BSH BSB Anak dapat berbicara lancer dengan kalimat yang terdiri dari Kelancaran 4 sampai 6 kata. menyampaikan Anak Dapat menyebutkan gambar yang diperlihatkan guru dengan lancer. Anak dapat berbicara dengan kata- kata yang jelas dalam menyampaikan pendapatnya. Kejelasan Vocal Anak Dapat berbicara jelas saat berkomunikasi dengan temannya Ketetapan Anak dapat menggunakan kata- Intonasi kata yang jelas dalam menyampaikan pendapatnya. Anak dapat berbicara dengan intonasi yang baik Ketetapan Anak dapat menceritakan pilihan kata menggunakan media gambar berseri dengan tepat. Anak mampu menceritakan sesuai tema dengan menggunakan gambar berseri. Struktur kalimat Anak mampu menjelaskan dengan menggunakan media gambar berseri dengan lengkap. Anak mampu berbicara tentang gambar yang disediakan atau dibuat sendiri dengan urut dan bahasa yang lengkap. Kriteria penilaian yaitu sebagai berikut: (a) Belum Berkembang (BB), yaitu bila anak melakukannya harus dengan bimbingan atau dicontohkan oleh guru; (b) Mulai Berkembang (MB), yaitu bila anak melakukannya masih harus diingatkan atau dibantu oleh guru; (c) Berkembang Sesuai Harapan (BSH), yaitu bila anak sudah dapat melakukannya secara mandiri dan konsisten tanpa harus diingatkan atau dicontohkan oleh guru; (d) Berkembang Sangat Baik (BSB), yaitu bila anak sudah dapat melakukannya secara mandiri dan sudah dapat membantu temannya yang belum mencapai kemampuan sesuai indikator yang diharapkan. Teknik analisa data melalui 3 tahap yaitu: reduksi data, deskripsi data, dan verifikasi data. Pertama, reduksi data adalah penyederhanaan yang dilakukan melalui seleksi, pemfokusan dan pengabstrakan data mentah menjadi informasi yang bermakna. Mereduksi data merupakan kegiatan menyeleksi data sesuai dengan fokus permasalahan. Pada tahap ini peneliti mengumpulkan semua