GAJAH SUMATERA SEBAGAI OBJEK BERKARYA SENI PATUNG.

36  22 

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Rumusan Masalah... 5

C. Tujuan Penciptaan... 6

D. Manfaat Penciptaan... 6

E. Metode Penciptaan... 7

F. Sistematika Penulisan... 8

BAB II LANDASAN PENCIPTAAN GAJAH SUMATERA SEBAGAI OBJEK BERKARYA SENI PATUNG A. Seni Patung 1. Pengertian Seni Patung... 10

2. Perkembangan Seni Patung Modern Indonesia……….. 13

3. Jenis-jenis Aliran dalam Seni Patung………. 14

(2)

5. Prinsip-prinsip Dasar Seni Rupa………. 18

2. Habitat Gajah Sumatera... 32

3. Gerak dan Ekspresi Hewan Gajah... 34

BAB III METODOLOGI PEMBUATAN PATUNG GAJAH A. Bagan Proses Penciptaan... 36

B. Metode Pembuatan Patung Gajah 1. Ide... 37

2. Eksplorasi...37

3. Improvisasi...40

4. Forming...40

BAB IV PROSES PENCIPTAAN, VISUALISASI DAN PEMBAHASAN KARYA A. Pengolahan Semen sebagai Bahan untuk Membuat Patung Gajah...55

B. Pengabstraksian Gerak dan Ekspresi Gajah Sumatera dalam Wujud Patung... 56

(3)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan... 78

B.

Saran... 79

DAFTAR PUSTAKA... 81

RIWAYAT HIDUP... 83

DAFTAR ISTILAH... 85

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

(5)

memiliki daya ingat yang kuat ketika mereka mengalami atau melakukan suatu hal. (http://www.wwf.or.id, 27/10/2012.10:05)

Berdasarkan sumber yang sama, gajah Sumatera merupakan hewan asli Indonesia. Satwa yang merupakan mamalia terbesar yang hidup di darat ini merupakan salah satu dari tiga jenis gajah asia. Gajah Sumatera memiliki tubuh yang lebih kecil dibanding gajah India maupun gajah Afrika, berat gajah dewasa mencapai 3.500-5.000 kg. Namun secara umum gajah Sumatera mempunyai ciri badan lebih gemuk dan lebar, pada ujung belalainya memiliki satu bibir serta ukuran telinga yang lebih kecil. Berbeda dengan gajah Afrika, gajah Sumatera memiliki lima kuku pada kaki depan dan empat kuku di kaki belakang.

Gambar 1.2 Gajah Sumatra

Sumber : ( http://wartaaceh.com,29/11/2012.23:05)

(6)

“Gajah Sumatera adalah salah satu dari sub-spesies gajah Asia dan semua gajah Asia digolongkan sebagai satwa terancam punah (endangered) dalam daftar merah spesies terancam yang dirilis Lembaga Konservasi Dunia IUCN. Gajah Sumatera menghadapi ancaman serius berupa aktivitas pembalakan liar, penyusutan dan fragmentasi habitat, pembunuhan akibat konflik dan perburuan. Kelangsungan hidup populasi gajah ini dalam jangka panjang terancam oleh cepatnya konversi hutan menjadi perkebunan dan tanaman komersial”. (http://www.wwf.or.id, 27/10/2012.10:05) gajah ini terancam punah akibat terjadi perambahan lahan warga secara ilegal. Nasib gajah Sumatera semakin hari semakin memprihatinkan. Bahkan Forum Konservasi Gajah Indonesia (FKGI) memprediksi keberadaan gajah sumatera akan punah dalam 5 hingga 10 tahun mendatang.

(7)

Gambar 1.4

Kematian Gajah di Taman Nasional Teso Nillo, Pelalawan Riau. Sumber : (http://daerah.sindonems.com,29/11/2012.23:05)

Kelaparan hingga kontak fisik yang berujung perburuan dan pembunuhan terhadap gajah menjadikan alasan penulis terpanggil untuk mewujudkan rasa empatinya dalam sebuah karya seni yaitu seni patung. Karya yang memvisualisasikan gerak trilogi penderitaan gajah pada saat ini, dimulai dari fase dimana gajah mulai kelaparan, mengaung kesedihan, mengamuk meyerang, hingga akhirnya dia sekarat dan mati. Visualisasi gerak gajahnya dengan proses deformasi dari bentuk sebenarnya menjadi pipih berkesan kurus dengan menampilkan seperti balutan kertas sehingga diharapkan memberi kesan elastis tanpa menghilangkan karakter kulitnya yang kasar. Hal tersebut menjadi pemikiran penulis agar pesan yang disampaikan sekiranya dapat tercapai sesuai dengan keadaan gajah Sumatera saat ini.

(8)

terjaga. Oleh karena latar belakang tersebut, penulis membuat karya yang diharapkan menggugah masyarakat Indonesia khususnya untuk bersama-sama menjaga kelestarian gajah Sumatera dari kepunahan.

Seni patung dalam perwujudannya dapat dilihat dari berbagai sudut pandang atau lebih dikenal dengan karya tiga dimesi. Karya patung banyak dibuat dan diciptakan dengan berbagai bentuk, media, dan teknik yang bervariatif. Berdasarkan pemikiran tersebut, akhirnya penulis membuat skripsi penciptaan dengan judul “GAJAH SUMATERA SEBAGAI OBJEK BERKARYA SENI

PATUNG”.

B.Rumusan Masalah

Ketertarikan akan sesuatu dapat menghasilkan sebuah kreasi, ekspresi emosi, dan imajinasi yang divisualisasikan dalam sebuah Karya Seni. Berkaitan dengan penciptaan karya, penulis berempati untuk mengangkat hewan Gajah Sumatera sebagai tema dalam berkarya seni patung. Adapun rumusan masalah yang utama dalam skripsi penciptaan ini adalah agar proses penciptaan karya bisa lebih jelas dan terarah, penulis merumuskan masalah sebagai berikut :

1. Bagaimana mengolah semen sebagai bahan untuk membuat patung gajah? 2. Bagaimana mengabstraksikan gerak dan ekspresi Gajah Sumatera dalam wujud

(9)

C.Tujuan Penciptaan

Adapun tujuan penciptaan dalam pembuatan skripsi ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui cara mengolah semen sebagai bahan untuk membuat patung gajah.

2. Untuk mengetahui bentuk visual karakter patung gajah Sumatera yang dibuat oleh penulis.

D. Manfaat Penciptaan

Dalam membuat karya tugas akhir ini khususnya seni patung, seorang seniman harus memperhatikan fungsi, tujuan, dan nilai estetika sebagai pendukung keberhasilan sebuah karya patung. Adapun manfaat yang hendak dicapai dalam pembuatan skripsi ini adalah sebagai berikut:

1. Manfaat bagi penulis:

a. Meningkatkan kemampuan teknis dan pendalaman dalam berkarya seni patung. b. Sebagai media penyampaian ide dan gagasan untuk kepuasan batin dalam

berkarya seni patung.

c. Meningkatkan kemampuan berfikir kreatif dengan lingkungan sebagai pendukungnya.

2. Manfaat bagi Jurusan Pendidikan Seni Rupa adalah sebagi bahan kajian untuk mata kuliah seni patung.

(10)

4. Manfaat bagi masyarakat adalah sebagai media apresiasi seni rupa dalam memberikan sikap, anggapan, hasrat dan tujuan masyarakat

E. Metode Penciptaan

Dalam pembahasan metode penciptaan ini, sebelum melakukan proses berkarya, penulis melakukan beberapa persiapan tahapan penciptaan, adalah sebagai berikut :

1. Tahap persiapan

a. Studi literatur dengan mempelajari buku-buku literatur untuk menambah wawasan tentang cara pengolaha bahan semen dan mempelajari buku serta katalog berbagai pameran yang menampilkan karya tiga dimensi untuk memperluas pengetahuan dan wawasan tentang karya-karya tiga dimensi. b. Penulis melakukan pengamatan atau observasi secara langsung di lapangan

dengan mengamati karya patung yang terbuat dari bahan semen.

c. Melakukan studi gambar dan Membuat rancangan awal dalam bentuk sketsa dari bentuk yang sudah dipilih.

d. Melakukan berbagai percobaan untuk menguasai teknik yang mendukung dalam pengolahan semen

(11)

2. Realisasi

Dalam upaya untuk merealisasikan karya yang akan dibuat ini, penulis melakukan beberapa persiapan, diantaranya :

a. Mempersiapkan alat dan bahan

b. Memepersiapakan alat keselamatan kerja

c. Membuat pola dengan skala nyata pada media kawat ram sebagai rangka d. Memulai pelepaan media semen ke rangka serta menggunakan teknik lain yang

digunakan dalam merealisasikan bentuk sketsa yang telah ditentukan e. Proses penyelesaian (finishing),

3. Persentasi

Sementara dalam upaya mempersentasikan karya, penulis melakukan beberapabeberapa persiapan, diantaranya :

a. Melakukan pendisplayan karya

b. Memepertanggung jawabkan karya sebagai pertanggung jawaban akhir dari karya yang telah dibuat

F.Sistematika Penulisan

Adapun sistematika yang digunakan adalah sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN

(12)

BAB II LANDASAN PENCIPTAAN

Bab ini menjelaskan landasan yang mendasari proses penciptaan atau rancangan dengan mengkaji berbagai sumber pustaka dan meninjau data informasi lapangan. Bab ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kajian teoritik, tinjauan faktual, dan gagasan awal.

BAB III METODE DAN PROSES PENCIPTAAN

Bab ini meliputi proses uraian proses perancangan dimulai dari persiapan alat dan bahan, pembuatan sketsa, pembuatan model, pengerjaan karya dan pengemasan karya.

BAB IV VISUALISASI DAN ANALISIS KARYA

Bab ini menjelaskan, menggambarkan, dan menganalisis hasil karya yang dikaitkan dengan gagasan awal.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

(13)

BAB III

METODE PEMBUATAN PATUNG GAJAH

A. Bagan Proses Penciptaan

(14)

B. Metode Pembuatan Patung Gajah

1. Ide

Ide berkarya seni patung dilatar belakangi ketertarikan penulis akan karakteristik dan bentuknya. Gajah merupakan hewan yang paling disukai diantara hewan lainnya, polemik serta permasalahan yang menimpa kehidupan gajah di Indonesia menjadikan penulis merasa berempati untuk mewujudkannya dalam sebuah karya seni patung. Membuat patung merupakan keinginan penulis agar pesan yang ingin disampaikan bisa lebih terasa, dari segi bentuk, tekstur, dan warna yang dipilih.

2. Eksplorasi

Eksplorasi adalah pijakan awal penulis dari proses penciptaan karya seni patung gajah ini. Tahapannya termasuk berpikir, berimajinasi, merasakan dan merespon objek yang dijadikan sumber penciptaan. Berikut tahapannya:

a. Pengumpulan Data

Pengumpulan data penting dilakukan untuk menunjang keberhasilan serta mempermudah proses pencarian gagasan dalam pembuatan karya. Proses pengumpulan data ini dilakukan dengan berbagai cara, dan berikut adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis, yaitu:

1) Studi literatur

(15)

a) Buku: Buku-buku yang berkaitan dalam pembuatan karya yang akan penulis buat diantaranya: Buku skripsi Gerak Kuda Dalam Seni Patung (Umar arif, 2008), Filsafat Seni (Jakob Sumardjo), Diksi rupa, Sculpture With Simple Material (Gellner, Sherry), dan buku-buku yang lainnya

b) Majalah dan Koran: Majalah dan Koran yang berkaitan dengan karya penulis. c) Website terkait dengan pembuatan karya tugas akhir penulis adalah:

www.google.com, http://www.antaranews.com, http://wartaaceh.com,

www.danielfirman.com, http://daerah.sindonems.com, yang membantu

mengantar ke berbagai link internet dalam pembuatan karya patung. 2) Observasi

Teknik pengumpulan data yang bersifat observasi merupakan teknik yang diperlukan untuk pendekatan keilmuan yang mendukung keterkaitan dengan materi yang akan dicari. Keuntungan lain yang dapat diperoleh dari teknik ini adalah tidak adanya keterbatasan. Karena dapat diperoleh dari objek-objek alam yang lain. Proses Observasi Pertama yang penulis lakukan ialah melihat langsung karakter Patung gajah berbahan semen yang berada di Taman Lalu Lintas dan Patung Figur Gajah di Kampung Gajah, Bandung.

3) Dokumentasi

(16)

Gambar 3.1

Patung Gajah 1 di Taman Lalu Lintas, Bandung Sumber : Dokumentasi Pribadi

Gambar 3.2

Patung Gajah 2 di Taman Lalu Lintas, Bandung Sumber : Dokumentasi Pribadi

Gambar 3.3

(17)

3. Improvisasi

Setelah data terkumpul dari hasil eksplorasi yang dijelaskan tersebut, Penulis mulai membuat beberapa sketsa awal sebagai langkah improvisasi dari data hasil eksplorasi. Dalam hal ini, beberapa sketsa penulis dipengaruhi hasil dari data-data yang sudah diperoleh baik secara tertulis maupun tersirat.

Pada awal rencana, bambu merupakan material yang penulis pilih dengan perbandingan ukuran karya 1:1. Namun dengan beberapa pertimbangan dari diskusi baik dengan Dosen dan rekan-rekan Himasra, maka dipilihlah semen sebagai bahan utama dan ram kawat sebagai kerangka bentuk dalam mewujudkan patung gajah Sumatera tersebut. Semen dinilai cukup ekonomis dan mudah didapatkan.

Teknik lepa dengan tekstur yang dibuat kasar merupakan pengembangan yang sebelumnya direncanakan dibuat halus. Namun dikarenakan akan dilakukan finishing mempergunakan pewarnaan tembaga maka patung diberi tekstur kasar. Bentuk objek patung yang dibuat kurus dengan gerak dan ekspresi yang menggambarkan keadaan gajah Sumatra saat ini, seperti gerakan gajah yang sedang makan, gerakan gajah yang sedang memanggil kawanannya, gerakan gajah yang sedang marah, dan gerakan gajah yang sekarat.

4. Proses Pembentukan(Forming)

Tahapan-tahapan dalam proses penciptaan yang dilakukan penulis, adalah sebagai berikut :

(18)

a. Alat

Berikut beberapa alat yang dibutuhkan penulis dalam penciptaan karya patung Gajah Sumatra, yaitu :

1) Kertas gambar dan pensil, digunakan dalam pembuatan sketsa.

Gambar 3.4 Kertas Gambar dan Pensil Sumber : Dokumentasi Pribadi 2) Tang, digunakan untuk membentuk rangka.

(19)

3) Gunting Seng, digunakan untuk memotong ram kawat.

Gambar 3.6 Gunting Seng Sumber : Dokumentasi Pribadi

4) Kape berbagai ukuran, digunakan digunakan untuk melepakan adonan semen.

Gambar 3.7 Kape berbagai ukuran Sumber : Dokumentasi Pribadi

5) Kuas, digunakan untuk membuat tekstur dan membantu proses finishing pewarnaan.

Gambar 3.8 Kuas

(20)

6) Ember, digunakan untuk mengaduk adonan semen.

Gambar 3.9 Ember Sumber : Dokumentasi Pribadi 7) Palu, digunakan untuk membuat base.

Gambar 3.10 Palu Sumber : Dokumentasi Pribadi b. Bahan

Berikut beberapa bahan yang digunakan dalam proses penciptaan karya patung gajah Sumatra ini, yaitu sebagai berikut :

(21)

Gambar 3.11 Air dan Semen Sumber : Dokumentasi Pribadi 2) Air, digunakaan sebagai bahan pencampur semen. 3) Koran, digunakan untuk mengikat semen pada rangka.

Gambar 3.12 Koran Sumber : Dokumentasi Pribadi

4) Kawat galvanish 0.5mm, digunakan untuk membuat rangka patung

(22)

5) Ram Kawat (mesh), digunakan untuk membuat rangka patung

Gambar 3.14 Ram Kawat Sumber : Dokumentasi Pribadi 6) Cat tembok, digunakan dalam finishing karya.

Gambar 3.15 Cat Tembok Sumber : Dokumentasi Pribadi 2. Pembuatan Sketsa Proses Abstraksi

Dalam prosesnya dilakukan dengan studi gambar, improvisasi (penggalian atas data dan objek) dengan membuat sketsa, dan bimbingan sketsa-sketsa gambar yang akan dijadikan acuan dalam berkarya patung.

(23)
(24)
(25)
(26)
(27)

Hal pertama yang penulis lakukan setelah pembuatan sketsa adalah membuat model miniature berbahan steorofoam. Kemudian dilakukan dengan membuatnya dari ram kawat, dibentuk sesuai dengan sketsa dan model kecilnya yang telah dibuat dan disetujui dengan bantuan gunting seng dan tang. Setelah model dari ram kawat terbentuk, bahan lainnya yaitu koran dimasukkan ke dalam rangka dengan tujuan untuk mengikat semen yang akan dilepakan pada ram kawat.

Gambar 3.21 Pembuatan Model Sumber : Dokumentasi Pribadi 4. Pengolahan Semen

Tahapan selanjutnya adalah pengolahan semen. Bahan ini merupakan bahan utama yang dijadikan karya patung. Jenis semen yang digunakan adalah semen Ordinary Portland Cement Tipe I karena jenis ini merupakan semen yang dapat digunakan pada seluruh bagian bangunan.

(28)

pendukung dan media utama tersedia, semen dicampur dengan air pada wadah ember. Kemudian diaduk hingga semen tercampur rata dan menjadi adonan pasta.

Gambar 3.22

Pengolahan Semen dengan Pencampuran Air Sumber : Dokumentasi Pribadi

5. Pengerjaan Karya

(29)

Gambar 3.23 Pengadukan Adonan Sumber : Dokumentasi Pribadi

Langkah selanjutnya, adalah pelepaan pada model yang sudah jadi, menggunakan kape berbagai ukuran dan kuas.

Gambar 3.24 Pelepaan pada Model Sumber : Dokumentasi Pribadi

(30)

6. Pengemasan Karya

Dalam proses ini dilakukan dua tahapan yaitu finishing dengan warna dan membuat base. Finishing warna dikerjakan dua tahap. Tahapan pertama pengecatan dasar menggunakan cat tembok berwarna putih. Tahapan selanjutnya adalah pengecatan dengan cat kayu warna hitam dan warna tembaga. Dalam proses pengecatan cat dasar dengan cat tembok kekentalan cat sangat diperlukan serta arah yang mengikuti lajur tekstur yang telah dibuat tadi sebelumnya.

Gambar 3.25 Gambar 3.26

Pengecatan dengan Cat Tembok Pengecatan dengan Cat Kayu

Sumber : Dokumentasi Pribadi Sumber : Dokumentasi Pribadi 7. Pembuatan base

Base yang penulis buat diperuntukan untuk penempatan karya yang telah

(31)

Studi pustaka dan pengumpulan Gambar-gambar Gajah Sumatera. Langkah selanjutnya ialah studi gambar dengan membuat sketsa pengsbstraksian bentuk dari Gajah Sumatra dengan pertimbangan material dan ide gagasan awal.

(32)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Setelah melalui beberapa proses dalam penyelesaian skripsi penciptaan yang telah penulis lakukan, diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. Pengolahan semen sebagai bahan untuk membuat patung gajah

(33)

2. Mengabstraksikan gerak dan ekspresi gajah Sumatera

Visualisasi yang dilakukan oleh penulis memerlukan proses yang cukup lama. Akan tetapi, proses ini cukup menyenangkan dimana penulis dapat mencurahkan rasa empati menjadi sebuah bentuk. Penulis berharap agar karya yang dibuat dapat memberi pesan kepada masyarakat umumnya untuk bersama-sama melindungi alam sekitar kita.

Selain itu, Studi gambar yang dilakukan melalui proses abstraksi objek hewan gajah serta didalamnya penulis ikut merasakan apa yang diderita oleh hewan kesayangan. Akhirnya penulis mulai menemukan bentuk-bentuk yang menjurus kepada pola geometris. Hingga dipilihlah bentuk persegi, yang disini penulis mengambil bentuk pola kertas membalut membentuk gajah.

B.Saran

Pada dasarnya seni patung menuntut kita dapat memvisualisasikan tujuan atau pesan maupun bentuk dari pokok permasalahan yang dihasilkan dari pengalaman serta pengamatan terhadap linglungan sekitar. Selain itu perwujudannya tidak lepas dari peran pencipta atau senimannya sendiri untuk mengolah ide ke dalam sebuah karya seni.

(34)

baik dari segi konsep maupun media untuk merangsang kreativitas siswa-siswi dalam berkarya seni rupa.

(35)

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Barnet, Sylvan. (1985). A Short Guide to Writing about Art, Boston : Little Brown and Co.

Canaday, Jhon. (1980), What is Art? An introduction to painting, sculpture and architecture, New York : Alfred A. Knoft.

Charles R Knight. (1947). Animal Drawing. New York : Dover Publication. Conny R semiawan. Prof. Dr. (1999). Ensiklopedia Anak jilid 3. PT. Ichtiar Baru

Van Hoeve

Depdikbud.(1993). Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua. Jakarta : Balai Pustaka.

Dharma Prawira, Sulasmi. (1997). Warna sebagai salah satu Unsur Seni dan Desain, Jakarta : Depdikbud

E Fahmi. (1968). Ensiclopedia Britanica.

Dewson, Joan. (1966), Sculpture With Simple Material, Kalifornia : Menlo Park. Kartika S. Dharsono.( 2004). Seni Rupa Modern Bandung. Bandung : Rekayasa

Sains

Parlan Mulyono Ahmad. (1986). Pendidikan Seni Rupa SMTA, Surakarta : Widya Utama.

Read, H. (1959). The Meaning of Art diterjemahkan oleh Sudarso S.P, tahun

1973. Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia “ASRI”, Yogyakarta.

Susanto, Mikke.( 2001). Diksi Rupa, Yogyakarta : ISI.

(36)

Internet

http://www.antaranews.com,29/11/2012:23.05.

http://wartaaceh.com, 29/11/2012:23.05.Wwf-Indonesia.co.id Oktober, 2012

1.4 kematian gajah di Taman Nasional Teso Nillo, Pelalawan Riau.

sumber :http://daerah.sindonems.com,29/11/2012:23.05.

http://oediku.files.wordpress.com/2010/03:23.05

Dan Kitwood/Getty Images Europe):23.05

inhabitat.com Article by by Ana Lisa Alperovich, 08/23/12:23.05http :

Figur

gambar hewan terutama gajah yang menempel mulai dari baju , selimut, hingga
gambar hewan terutama gajah yang menempel mulai dari baju , selimut, hingga . View in document p.4
Gambar 1.2 Gajah Sumatra
Gambar 1 2 Gajah Sumatra . View in document p.5
Gambar 1.4 Kematian Gajah di Taman Nasional Teso Nillo, Pelalawan Riau.
Gambar 1 4 Kematian Gajah di Taman Nasional Teso Nillo Pelalawan Riau . View in document p.7
Gambar 3.1  Patung Gajah 1 di Taman Lalu Lintas, Bandung
Gambar 3 1 Patung Gajah 1 di Taman Lalu Lintas Bandung . View in document p.16
Gambar 3.4   Kertas Gambar dan Pensil
Gambar 3 4 Kertas Gambar dan Pensil . View in document p.18
Gambar 3.6 Gunting Seng Sumber : Dokumentasi Pribadi
Gambar 3 6 Gunting Seng Sumber Dokumentasi Pribadi . View in document p.19
Gambar 3.7 Kape berbagai ukuran Sumber : Dokumentasi Pribadi
Gambar 3 7 Kape berbagai ukuran Sumber Dokumentasi Pribadi . View in document p.19
Gambar 3.9 Ember Sumber : Dokumentasi Pribadi
Gambar 3 9 Ember Sumber Dokumentasi Pribadi . View in document p.20
Gambar 3.13 Kawat Galvanish 0.5mm                                       Sumber : Dokumentasi Pribadi
Gambar 3 13 Kawat Galvanish 0 5mm Sumber Dokumentasi Pribadi . View in document p.21
Gambar 3.14 Ram Kawat Sumber : Dokumentasi Pribadi
Gambar 3 14 Ram Kawat Sumber Dokumentasi Pribadi . View in document p.22
Gambar 3.15 Cat Tembok Sumber : Dokumentasi Pribadi
Gambar 3 15 Cat Tembok Sumber Dokumentasi Pribadi . View in document p.22
Gambar 3.16   Pembuatan Sketsa
Gambar 3 16 Pembuatan Sketsa . View in document p.22
Gambar 3.17  Proses Abstraksi Sketsa 1
Gambar 3 17 Proses Abstraksi Sketsa 1 . View in document p.23
Gambar 3.18   Proses Abstraksi Sketsa 2
Gambar 3 18 Proses Abstraksi Sketsa 2 . View in document p.24
Gambar 3.19  Proses Abstraksi Sketsa 3
Gambar 3 19 Proses Abstraksi Sketsa 3 . View in document p.25
Gambar 3.20  Proses Abstraksi Sketsa 4
Gambar 3 20 Proses Abstraksi Sketsa 4 . View in document p.26
Gambar 3.21 Pembuatan Model Sumber : Dokumentasi Pribadi
Gambar 3 21 Pembuatan Model Sumber Dokumentasi Pribadi . View in document p.27
Gambar 3.23 Pengadukan Adonan Sumber : Dokumentasi Pribadi
Gambar 3 23 Pengadukan Adonan Sumber Dokumentasi Pribadi . View in document p.29
Gambar 3.25  Pengecatan dengan Cat Tembok
Gambar 3 25 Pengecatan dengan Cat Tembok . View in document p.30

Referensi

Memperbarui...