PENGARUH PERPUTARAN AKTIVA TERHADAP PROFITABILITAS (Studi Kasus pada PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
Periode 2006-2011)
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menempuh Ujian Sidang Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Manajemen Bisnis
Oleh Rahmi Madyas
0901430
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MANAJEMEN BISNIS FAKULTAS PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS
Rahmi Madyas, 2013
PENGARUH DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA
KARYAWAN
(Survei Pada Karyawan Direktorat Surat dan Paket PT.
Pos Indonesia (Persero) Bandung)
Oleh Rahmi Madyas
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis
© Rahmi Madyas 2013 Universitas Pendidikan Indonesia
Agustus 2013
Hak Cipta dilindungi undang-undang
LEMBAR PENGESAHAN
PENGARUH PERPUTARAN AKTIVA TERHADAP PROFITABILITAS (Studi Kasus Pada PT.Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk
Periode 2006-2011)
Skripsi ini Disetujui dan Disahkan oleh: Pembimbing
Rini Andari, S.Pd., SE.Par., MM NIP. 198109162008122
Mengetahui,
Dekan Fakultas
Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia
Dr. H. Edi Suryadi, M.Si. NIP. 19600412 198603 1 002
Ketua Program Studi Pendidikan Manajemen Bisnis
Dr. Lili Adi Wibowo, S.Sos., S.Pd., M.M NIP. 19690404 199903 1 001
Rahmi Madyas, 2013
ABSTRAK
Rahmi Madyas (0901430), “Pengaruh Perputaran Aktiva Terhadap Profitabilitas” (Studi Kasus pada PT.Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Periode 2006-2011)”. Di bawah bimbingan Rini Andari S.Pd, SE.Par., MM.
Penelitian ini mengkaji fenomena menurunnya profitabilitas pada PT.Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi menurunnya profitabilitas, salah satunya adalah dalam mengelola segala jenis aset, baik aset tetap, aset lancar, dan nilai investasi yang tidak produktif yaitu perputaran aktiva PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui gambaran perputaran aktiva pada PT. Pembangunan Perumahan. 2) mengetahui gambaran profitabilitas pada PT. Pembangunan Perumahan. 3) mengetahui pengaruh perputaran aktiva terhadap profitabilitas PT. Pembangunan Perumahan. Objek dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT. Pembangunan Perumahan. periode 2006-2011. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan verifikatif, metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan penelitian time series design. Hasil penelitian yang menggunakan uji hipotesis menunjukkan bahwa besarnya thitung sebesar 4,632 ≥ 1,943 (ttabel) dengan
nilai (Sig) = 0,010, karena nilai Sig < 0,05, sehingga hipotesis terdapat pengaruh perputaran aktiva terhadap tingkat profitabilitas dapat diterima atau terdapat pengaruh perputaran aktiva terhadap profitabilitas, artinya apabila perputaran aktiva meningkat maka tingkat profitabilitas akan meningkat. Begitu pula sebaliknya apabila perputaran aktiva menurun maka profitabilitas akan menurun. Oleh karena itu penulis menyarankan agar perusahaan dapat mengoperasikan segala jenis aktifitas perusahaan dengan baik, terutama dalam mengelola rotasi perputaran aktiva secara produktif baik aset tetap, aset lancar, maupun nilai investasi sehingga perolehan laba yang diperoleh dapat meningkat dan berpengaruh baik bagi tingkat profitabilitas PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
Rahmi Madyas, 2013
ABSTRACT
Rahmi Madyas (0901430), “The Effect of Asset Turnover Againts Profitability”, (Case Study at PT. Pembangunan Perumahan Persero. Tbk Periods 2006-2011)” is supervised by Rini Andari S.Pd, SE.Par., MM.
This research reviews the phenomenon of the decrease of profitability on PT. Pembangunan Perumahan Persero Tbk. There are some factors which could influence the decrease of profitability, one of them is in manage all kinds of assets both fixed assets, current asset, and the value of investments that are not productive which it is the asset turnover of PT. Pembangunan Perumahan Persero Tbk.
This research purposes to 1) recognize the illustration of asset turnover at PT. Pembangunan Perumahan Persero Tbk. 2) recognize the illustration of level of profitability on PT. Pembangunan Perumahan Persero Tbk. 3) recognize the illustration magnitude of the assets turnover againts level of profitability on PT. Pembangunan Perumahan Persero Tbk. The focus on this research is the financial report of PT. Pembangunan Perumahan Persero Tbk periods 2006-2011. The kind of research used is descriptive and verifikatif, the method used is quantitative with the kind of research is time series design. Results of studies using the hypothesis test showed that the magnitude of thitung 4,509 ≥ 1,943 (ttabel) with value (Sig) = 0,010, because ogf the Sig value < 0,05, so that the hypothesis the effect of assets againts profitability can acceptable or there is a asset turnover effect on proftability, it means if the asset turnover increase the level of profitability will increase. Otherwise if the asset turnover decrease the level of profitability will decrease. Therefore, the authors suggest that companies can operate any kind of company activity well, especially in managing the rotation of assets turnover both fixed assets, current asset, and the value of investments productively so that company profit could be increased and therefore it could have good effect against profitability on PT. Pembangunan Perumahan Persero Tbk.
DAFTAR ISI
Rahmi Madyas, 2013
2.1.3 Pengaruh Perputaran Aktiva
terhadap Profitabilitas (ROA) ... 39
2.1.4 Orisinalitas Penelitian ... 39
2.2 Kerangka Pemikiran... 44
2.3 Hipotesis ... 49
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian ... 50
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Objek Penelitian ... 59
4.1.1 Sejarah PT.Pembangunan Perumahan ... 59
4.1.2 Visi-Misi PT.Pembangunan Perumahan ... 61
4.1.3 Nilai-nilai Perusahaan ... 61
4.1.4 Sasaran dan Strategi ... 62
4.1.5 Kegiatan Usaha PT.Pembangunan Perumahan ... 63
4.2 Gambaran Perputaran Aktiva PT.Pembangunan Perumahan ... 63
4.2 Gambaran Tingkat Profitabilitas PT.Pembangunan Perumahan 69 4.3 Pengaruh Perputaran Aktiva terhadap tingkat Profitabilitas PT.Pembangunan Perumahan ... 76
4.4 Temuan Hasil Penelitian ... 82
4.4.2 Temuan Hasil Penelitian Bersiat Empiris ... 84
4.5 Implikasi Hasil Penelitian Terhadap Pengembangan
Pendidikan Manajemen Bisnis ... 88
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ... 89
5.2 Saran ... 94
Rahmi Madyas, 2013
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Pertumbuhan harga properti dunia pada tahun 2012 mengalami penurunan,
akibat adanya kondisi krisis hutang Eropa, salah satunya merupakan kenaikan
harga rumah di dunia mengalami penurunan sebesar 0,9%. Hal tersebut
berdampak di wilayah Asia, diantaranya Asia Tenggara yaitu Indonesia. (sumber:
mediakontraktor.com, Holt, Jumat 8 Februari 2013 23:13 WIB)
Pertumbuhan properti Indonesia tahun 2012 mengalami peningkatan yang
cukup signifikan hingga mencapai 20%, yang diakibatkan permintaan masyarakat
dan pengusaha asing yang membutuhkan tempat tinggal kelas menengah hingga
kelas atas. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan properti Indonesia
adalah sektor Industri. (sumber: kompas.com, Teguh Satria, Jumat 8 Februari
2013 23:28 WIB)
Pertumbuhan Industri dalam pasar properti selama tahun 2012 meningkat
oleh investor yang bertahan dengan nilai yang tinggi, dan tingkat suku bunga yang
rendah. Pertumbuhan permintaan yang terjadi di semua sektor properti mengalami
kenaikan yang bervariasi, baik penjualan, sewa properti, dan lain-lain. (Sumber:
tempo.com, Lauchlan, Jumat, 8 Februari 2013 23:42 WIB)
Badan Pusat Statistika menyatakan laju dan sumber pertumbuhan yang
diukur berdasarkan kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada Semester
4
Sumber: Berita Resmi Statistik No. 54/08/Th. XV, 6 Agustus 2012
GAMBAR 1.1
LAJU DAN SUMBER PERTUMBUHAN PDB ATAS DASAR HARGA KONSTAN 2000 SEMESTER I – 2012
Gambar 1.1 menunjukkan bahwa laju pertumbuhan perdagangan mencapai
8,6% ini dikategorikan nilai tertinggi dibanding dengan sektor lainnya, diikuti
oleh konstruksi 7,2%, diikuti Listrik, Gas, dan Air 5,6%, industri 5,5%, perikanan
4,0% dan pertambangan 2,9%. Perhitungan atas dasar laju pertumbuhan urutan
tiga terbesarnya adalah sektor perdagangan, sektor konstruksi, dan sektor LGA.
Industri Konstruksi sebagai salah satu sektor yang mengalami
pertumbuhan cukup tinggi. Kondisi Industri Konstruksi Indonesia mengalami
peningkatan hingga mencapai 30%. Kenaikan tersebut ditinjau dari saham-saham
berkapitalisasi besar, laba bersih yang terus meningkat, investasi yang diberikan
kondusif, menaiknya permintaan property, dan memberikan minat investor yang
menarik dalam merealisasikan proyek-proyek konstruksi di Indonesia, diantaranya
PT.Adhi Karya, PT.Wijaya Karya, PT.Pembangunan Perumahan (PT.PP), dan
3
Sumber: Indonesia Stock Exchange tahun 2011
GAMBAR 1.2
LABA BERSIH INDUSTRI KONSTRUKSI INDONESIA
Gambar 1.2 menunjukkan bahwa berdasarkan laba bersih yang diperoleh
pada tahun 2011, PT. PP menempati posisi pertama, disusul oleh PT.Wijaya
Karya, diikuti oleh PT.Adhi Karya dan PT.Waskita Karya. Berdasarkan pada
Gambar 1.2 salah satu perusahaan besar di Indonesia yaitu PT.PP yang
merupakan Perseroan serta tetap melakukan strategi yang berfokus kepada
perolehan-perolehan Proyek Pemerintah dan BUMN (80%) dengan kategori
“Kelas Besar”. (Sumber: Annual Report PT.PP periode 2006-2011)
Kondisi PT.PP berada di urutan kedua, hal ini mengalami peningkatan
laba bersih kuartal III-2011 sebesar Rp.60,95 miliar atau meningkat hingga
30,58%. Hal ini dihasilkan dari peningkatan pendapatan serta program inovasi dan
efisiensi yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Perkembangan Industri
Konstruksi dari tahun ke tahun mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat,
hingga saat ini perusahaan konstruksi yang terdapat di Indonesia dan memiliki
PT.PP merupakan perusahaan konstruksi dan investasi terkemuka di
Indonesia, mengalami pertumbuhan 28,34% terhadap laba bersih tahun 2011,
hasil pencapaian laba bersih tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 20%
dibanding tahun sebelumnya. Rencana ini dibuat sejalan dengan strategi
pertumbuhan perusahaan yang dilihat dari 4 pilar bisnis, yaitu Konstruksi,
Property, EPC dan Investasi. (Sumber: antaranews.com, Adityawarman, Kamis, 5
Januari 2012 09:27 WIB)
Sumber: Laporan Tahunan PT.PP tahun 2006-2011 (data diolah)
GAMBAR 1.3 LABA BERSIH PT.PP
Gambar 1.3 menunjukkan bahwa laba bersih PT.PP mengalami kenaikan,
terlihat dari tahun 2008 menuju 2009 sebesar 3,1%. Kenaikan ini disebabkan
meningkatnya kemampuan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi serta
efisiensi dan inovasi yang terus menerus dilakukan. Sedangkan pada tahun 2009
menuju 2011 kenaikan laba bersih meningkat hingga 45.61% dibandingkan tahun
sebelumnya, hal ini disebabkan meningkatnya perolehan kontrak baru, dan
5
Rahmi Madyas, 2013
Perusahaan konstruksi PT.PP (Persero) Tbk, berhasil membukukan laba
bersih sebesar 44,99 miliar, tumbuh sebesar 78,4% dari tahun lalu sebesar
Rp25,22 miliar. Pertumbuhan laba bersih perseroan didukung oleh pendapatan
perusahaan yang naik 23,73% menjadi Rp1,67 triliun. Aset perseroan naik tipis
menjadi Rp5,64 triliun dari Rp5,44 triliun pada tahun buku 2010. (Sumber
vibiznews.com, Rabu, 03 Agustus 2011 11.21 WIB)
Pencapaian ini, merupakan bukti dari inovasi yang terus menerus dari para
pekerja PT. PP yang selalu berupaya mengerjakan proyek dengan kualitas tinggi
secara efektif dan efisien sehingga menguntungkan selama menjadi pelaksana dan
pemilik proyek. Kinerja perusahaan konstruksi ini dapat dilihat dan diukur
melalui laporan keuangan dengan cara menganalisis dan menghitung rasio dalam
kinerja keuangan. Analisis laporan keuangan merupakan alat yang sangat penting
untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan posisi keuangan perusahaan
serta hasil-hasil yang telah dicapai sehubungan dengan pemilihan strategi
perusahaan yang akan diterapkan.
Tujuan melakukan analisis laporan keuangan perusahaan untuk
mengetahui keadaan serta perkembangan financial perusahaan dengan hasil yang
telah dicapai diwaktu lampau dan diwaktu yang sedang berjalan. Menurut Sofyan
S Harahap (2008:304), “Salah satu kinerja yang diukur melalui laporan keuangan
adalah. profitabilitas. Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan
mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber ya ada seperti kegiatan
Profitabilitas dapat dijadikan suatu gambaran bagaimana kemampuan
perusahaan tersebut dalam menghasilkan keuntungan. Nilai profitabilitas yang
tinggi tentu menggambarkan semakin baik perusahaan tersebut dari segi
pengeloaan aset dan tingkat kesehatannyapun semakin baik. Sebaliknya, nilai
profitabilitas yang rendah mengindikasikan manajemen perusahaan tersebut
belum efektif dan efesien dalam mengelola aktiva untuk menghasilkan
keuntungan dan tingkat kesehatannyapun kurang baik.
Tingkat profitabilitas yang menunjukkan kaitannya dengan investasi, yaitu
dengan menggunakan Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE).
Dalam menggunakan profitabilitas ini perlu ditelaahh mengenai menyangkut
tingkat efektifitas manajemen dalam menjalankan laba atau rugi operasional
usahanya dengan menggunakan Return On Assets (ROA). Rasio ini akan
dibandingkan dengan angka rata-rata perusahaan konstruksi dan membantu untuk
mengidentifikasikan kelemahan serta kekuatan keuangan perusahaan dan dapat
menjelaskan perbandingan data keuangan perusahaan untuk meneliti arah
pergerakannya, atau perbandingan rasio perusahaan dengan perusahaan yang lain.
0 1 2 3 4 5
2006 2007 2008 2009 2010 2011
ROA PT. PP (Persero)
Sumber: Laporan Tahunan PT.PP tahun 2006-2011 (data diolah)
7
Rahmi Madyas, 2013
ROA PT.PP
Tahun 2006-2011 (diolah kembali)
Gambar 1.4 dapat dilihat dari tahun ke tahun PT.PP mengalami
peningkatan pada tahun 2006-2007, dan pada tahun 3 tahun terakhir dari periode
2008-2011 mengalami penurunan dari 4,29% sampai 3,75%. Penyebab dari
menurunnya ROA terdapat pada kegiatan operasi perusahaan yang kurangnya
mengontrol segala jenis aktifitas yang dilakukan perusahaan, pembelian
keseluruhan harta kekayaan yang tidak produktif. Harta kekayaan tersebut harus
dinyatakan secara jelas, diukur dalam satuan ruang dan diurutkan berdasarkan
lamanya waktu atau kecepatannya berubah kembali menjadi uang kas.
0
2006 2007 2008 2009 2010 2011
Sumber: Laporan Tahunan PT.PP tahun 2006-2011 (data diolah)
GAMBAR 1.5 TOTAL ASET PT.PP
Berdasarkam Gambar 1.5 pada tahun 2006 sampai 2011 total aset
mengalami peningkatan secara signifikan. Pada tahun 2008 sampai tahun 2009
mengalami peningkatan sebesar 72,61% atau 4,47 Triliun, sedangkan pada tahun
2009 sampai tahun 2011 nilai total aset mencapai 6,93 Triliun. Aset yang dibeli
oleh PT.Pembangunan Perumahan terdapat pada aset lancar, aset tidak lancar, dan
0
2006 2007 2008 2009 2010 2011
Aset Lancar
Aset Tidak Lancar
Nilai Investasi
Sumber: Laporan Tahunan PT.PP tahun 2009 (data diolah)
GAMBAR 1.6
ASET LANCAR, ASET TIDAK LANCAR, NILAI INVESTASI PT.PP (DALAM RIBUAN)
Gambar 1.6 terdapat nilai aset lancar dari tahun 2006 sampai tahun 2011
mengalami peningkatan yang cukup signifikan, sedangkan nilai aset tidak lancar
pada PT.Pembangunan Perumahan mengalami fluktuasi. Pada tahun 2006 sampai
tahun 2008 nilai aset tidak lancar mengalami penurunan mencapai 131,5 Miliar,
sedangkan pada tahun 2008 sampai tahun 2009 meningkat mencapai 190,6 Miliar,
dan pada tahun 2009 sampai tahun 2011 nilai aset tidak lancar menurun mencapai
182,5 Miliar. Kondisi nilai investasi pada tahun 2006 sampai 2011 mengalami
peningkatan yang mencapai sebesar 113,8 Miliar.
Berdasarkan analisis total aset, dapat diketahui hasil-hasil yang dianggap
cukup baik dan mengetahui potensi kegagalan suatu perusahaan di bidang
konstruksi. Dengan diketahuinya kemungkinan kesulitan keuangan yang akan
9
Rahmi Madyas, 2013
dengan mengambil langkah-langkah yang perlu dilakukan agar dapat
mengatasinya.
Setiap perusahaan mempunyai harta untuk mendukung kegiatan usahanya.
Dalam kegiatan usaha konstruksi, posisi keuangan perusahaaan akan terus
berubah sesuai dengan operasional perusahaan, begitu pula dengan aktiva yang
digunakan. Pada dasarnya jumlah dan nilainya selalu meningkat dari tahun ke
tahun. Hal ini dimaksudkan untuk dapat meningkatkan nilai kinerja perusahaan
secara keseluruhan, namun demikian tidak menutup kemungkinan jumlah dan
nilainya berkurang disebabkan oleh aktivitas perusahaan yang kurang baik, itu
semua merupakan total aktiva.
Perusahaan melakukan investasi dalam total aktiva baik aktiva lancar,
maupun aktiva tidak lancar dengan harapan akan mendapatkan pengembalian
yang lebih besar dibandingkan sebelum investasi. Investasi dalam total aktiva
dapat ditujukan untuk mengembangkan jasa perusahaan yang harus sesuai dengan
kebutuhan konsumen.
Menurut Sofyan Syafri Harahap (2008:304) bahwa, “Semakin cepat aktiva
berputar maka semakin cepat memperoleh laba”. Teori yang dikemukakan
menjelaskan semakin tinggi perputaran total aktiva menunjukkan semakin cepat
pula laba yang dihasilkan.
Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan, maka peneliti perlu untuk
1.2 Identifikasi Masalah
Perusahaan konstruksi merupakan perusahaan yang menjalankan proyek
yang didesain untuk mengefesienkan kegiatan yang akan dilakukan. Kegiatan
utama yang dilakukan pada perusahaan konstruksi yaitu meningkatkan
profitabilitas yang menunjukkan kaitannya dengan investasi.
Dilihat dari profitabilitas (ROA) PT.PP (Persero) mengalami peningkatan
pada tahun 2006-2007, dan pada tahun 3 tahun terakhir dari periode 2008-2011
mengalami penurunan dari 4,29% sampai 3,49%. Kondisi ini menyebabkan
profitabilitas pada PT.PP (Persero) tidak stabil yang disebabkan dengan adanya
pembelian harta yang besar tanpa mendatangkan profit, diantara terdapat aset
lancar, aset tidak lancar, dan investasi perusahaan. Nilai aset tidak lancar pada
PT.Pembangunan Perumahan pada tahun 2006 sampai tahun 2008 mencapai
131,5 Miliar, sedangkan pada tahun 2008 sampai tahun 2009 meningkat mencapai
190,6 Miliar, dan pada tahun 2009 sampai tahun 2011 nilai aset tidak lancar
menurun mencapai 182,5 Miliar. Kondisi nilai investasi pada tahun 2006 sampai
2011 mengalami peningkatan yang mencapai sebesar 113,8 Miliar. Itu semua
merupakan total aset PT.Pembangunan Perumahan.
Fenomena ini harus dapat diatasi, karena apabila profitabilitas ini
dibiarkan akan memiliki dampak yang kurang baik bagi perusahaan konstruksi.
Dengan demikian langkah untuk mengatasi masalah tersebut dengan mencari
penyebabnya. Salah satu alat ukur yang berhubungan dengan profitabilitas adalah
11
Rahmi Madyas, 2013
Berdasarkan latar belakang penelitian dan identifikasi masalah, maka yang
menjadi tema sentral masalah dalam penelitian ini adalah:
Semakin meningkatnya nilai total aktiva (aset) yang dimiliki akan menghasilkan profit yang tinggi. Pada tahun 2008 profitabilitas PT.Pembangunan Perumahan mengalami penurunan, hal ini bertolak belakang dengan tujuan yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan laba. Jika penurunan profitabilitas perusahaan dibiarkan terus menerus, akan berdampak buruk bagi nilai perusahaan.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah diuraikan di atas, maka
rumusan masalah penelitian ini adalah :
1. Bagaimana gambaran perputaran aktiva pada PT.PP tahun 2006-2011
2. Bagaimana gambaran profitabilitas pada PT.PP tahun 2006-2011
3. Bagaimana pengaruh perputaran aktiva terhadap tingkat profitabilitas pada
PT.PP tahun 2006-2011
1.4 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah penelitian diatas, maka penulis
merumuskan beberapa tujuan penelitian untuk memperoleh hasil temuan sebagai
berikut:
1. Untuk mengetahui gambaran perputaran aktiva pada PT.PP tahun
2006-2011
2. Untuk mengetahui gambaran profitabilitas pada PT.PP tahun 2006-2011
3. Untuk mengetahui pengaruh perputaran aktiva terhadap profitabilitas pada
1.5 Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan dapat memberikan
sumbangan baik secara teoritis dan praktik sebagai berikut
1. Kegunaan Teoritis
Hasil Penelitian ini diharapkan dapat manambah pengetahuan
sebagai masukan dan acuan maupun referensi dalam pengembangan ilmu
manajemen keuangan, khususnya mengenai manajemen aktivitas yaitu
perputaran aktiva dalam mengelola profitabilitas.
2. Kegunaan Praktis
1) Bagi PT.Pembangunan Perumahan
Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan bagi manajemen
PT.Pembangunan Perumahan dalam mengelola dan mengukur aktiva
agar dapat meningkatkan profitabilitas dengan baik serta dapat
bertahan untuk berkompetensi dengan perusahan konstruksi lain.
2) Bagi penulis
Penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam
Rahmi Madyas, 2013
Pengaruh Perputaran Aktiva Terhadap Profitabilitas (Studi Kasus pada PT.Pembangunan BAB III
OBJEK DAN METODE PENELITIAN
3.1 Objek Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan manajemen keuangan
mengenai perputaran aktiva terhadap profitabilitas. Menurut Sugiyono
(2012:38) bahwa, “Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu
yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga
diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya”.
Variabel bebas (independent variabel) adalah perputaran aktiva yang
diukur dengan cara membandingkan penjualan dengan total aktiva, sedangkan
variabel terikat (dependent variabel) adalah profitabilitas yang diukur dengan
ROA (return on asset) dari PT.Pembangunan Perumahan. Berdasarkan objek
penelitian di atas, maka akan dianalisis mengenai bagaimana pengaruh
perputaran aktiva terhadap profitabilitas dengan menggunakan indikator return
on assets (ROA) pada PT.Pembangunan Perumahan periode 2006-2011.
3.2 Metode Penelitian
3.2.1 Jenis Penelitian dan Metode yang digunakan 3.2.1.1Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
deskriptif dan verifikatif. Menurut Asep Hermawan (2009:18), “Penelitian
variabel dalam situasi”. Penelitian ini menggunakan deskriptif, hal ini sesuai
dengan tujuan penelitian yang dilakukan yaitu untuk mengetahui gambaran
atau deskripsi perputaran aktiva dan profitabilitas PT.Pembangunan
Perumahan.
Penelitian verifikatif menurut Iqbal Hasan (2008:11) bahwa, ”Penelitian
verifikatif yaitu menguji kebenaran sesuatu (pengetahuan) dalam bidang yang
telah ada dan digunakan untuk menguji hipotesis yang menggunakan
perhitungan statistik”. Dalam penelitian ini menggunakan jenis verifikatif,
dapat dianalisis mengenai bagaimana pengaruh perputaran aktiva terhadap
tingkat profitabilitas PT.Pembangunan Perumahan.
3.2.1.2 Metode Penelitan
Metode yang akan digunakan dalam penelitian sesuai dengan jenis
penelitian deskriptif dan verifikatif adalah metode explanatory research.
Menurut Masri Singarimbun dan Sofian Effendi (2006:5), “Explanatory
research merupakan penelitian yang menjelaskan hubungan kausal antara
variabel-variabel melalui pengujian hipotesis”. Metode Explanatory research
dapat dikatakan sebagai penelitian untuk menguji hipotesis antara variabel
yang satu dengan variabel yang lainnya.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif yaitu mengeani
perputaran aktiva dan pengaruhnya terhadap profitabilitas. Penelitian ini
52
Rahmi Madyas, 2013
Pengaruh Perputaran Aktiva Terhadap Profitabilitas (Studi Kasus pada PT.Pembangunan
dengan tahun 2011 maka jangka waktu penelitian ini adalah time series.
Menurut Sugiyono (2012:78), ”Time Series design yaitu desain penelitian yang
bermaksud untuk mengetahui kestabilan kejelasan suatu keadaan, yang tidak
menentu dan tidak konsisten”. Dengan demikian penilitian ini memfokuskan
pada perputaran aktiva yang mempengaruhi profitabilitas PT.Pembangunan
Perumahan periode 2006-2011.
3.2.2 Operasionalisasi Variabel
Penelitian ini terdapat dua variabel yang akan diteliti dan bersifat saling
mempengaruhi, diantaranya yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Menurut
Asep Hermawan (2009:54), yang dimaksud dengan variabel bebas dan variabel
terikat:
Variabel bebas (independen variable/predictor variable) merupakan variabel yang mempengaruhi variabel terikat secara positif maupun negatif. Variabel terikat (dependent variable/criterion variable) merupakan variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas.
Adapun penjelasan mengenai variabel bebas dan variabel terikat yang
diteliti sebagai berikut.
1. Variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah perputaran aktiva
2. Variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah profitabilitas.
Berdasarkan uraian diata untuk memahami penggunaan konsep kedua
variabel yang digunakan dalam penelitian ini, maka secara lengkap
TABEL 3.1
OPERASIONALISASI VARIABEL
Variabel Konsep Variabel Indikator Skala
Perputaran Aktiva (X)
Perputaran Aktiva merupakan Ratio yang mengukur aktivitas aktiva
dan kemampuan
perusahaan dalam
menghasilkan penjualan melalui pengunaan aktiva tersebut.
Dwi Prastowo (2011:94)
Perputaran Aktiva dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut: mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang dan sebagainya.
Sofyan Syafri Harahap (2008:130)
Profitabilitas dapat dihitung dengan meggunakan rumus sebagai berikut:
Rasio
3.2.3 Jenis dan Sumber Data
Penelitian memerlukan sumber data yang akurat dan diperlukan dalam
kegiatan penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan data sekunder,
data sekunder merupakan data yang telah dikumpulkan oleh pihak tertentu atau
oleh lembaga pengumpul data yang dipublikasikan kepada masyarakat
54
Rahmi Madyas, 2013
Pengaruh Perputaran Aktiva Terhadap Profitabilitas (Studi Kasus pada PT.Pembangunan
Berdasarkan pengertian data yang dijelaskan, maka penulis
mengumpulkan dan menyajikan dalam penelitian ini
TABEL 3.2
JENIS DAN SUMBER DATA
No. Data Jenis
Data
Sumber Data
1. Perkembangan Industri Indonesia Sekunder Website BPS 2. Perkembangan Konstruksi
Indonesia berdasarkan laba bersih
Sekunder Website Indonesia Stock Exchange
3. Profitabilitas PT.Pembangunan Perumahan
Sekunder Annual Report
PT.Pembangunan Perumahan 4. Neraca PT.Pembangunan
Perumahan
Sekunder Annual Report
PT.Pembangunan Perumahan
3.2.4 Populasi, Sampel, dan Teknik Penarikan Sampel 3.2.4.1 Populasi
Menurut Asep Hermawan (2009:145) bahwa, “Populasi berkaitan
dengan seluruh kelompok orang, peristiwa, atau benda yang menjadi pusat
perhatian peneliti untuk diteliti”. Sedangkan menurut Sugiyono (2012:80),
“Populasi adalah wilayah generalisasi terdiri atas subjek atau objek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.
Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek
yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh
diuraikan, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah laporan
keuangan PT.Pembangunan Perumaha periode 2006-2011.
3.2.4.2 Sampel dan Teknik Penarikan Sampel
Menurut Sugiyono (2012:81), “Sampel adalah bagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Menurut Iskandar Indranata
(2008:170), “Sampel adalah bagian (yang terkecil) dari populasi yang dianggap
dapat mewakili populasi”. Dalam penelitian ini penulis mengambil semua
populasi yaitu laporan keuangan PT.PP (Persero) periode 2006-2010 untuk
dijadikan sebagai sampel.
Asep Hermawan (2009:148) menjelaskan, “Penarikan sampel
merupakan suatu proses pemilihan sejumlah elemen dari populasi sehingga
dengan mempelajari sampel, suatu pemahaman subjek sampel akan
memungkinkan untuk menggeneralisasi karakteristik elemen populasi”.
Menurut Sugiyono (2012:81) menyatakan bahwa, “Teknik Sampling
adalah merupakan teknik pengambilan sampel”. Teknik sampling yang
digunakan dalam penelitian ini adalah sampling jenuh. Menurut Sugiyono
(2012:85) menjelaskan bahwa, “Sampling jenuh adalah teknik penentuan
sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Penelitian ini
menggunakan sampling jenuh, karena semua anggota populasi dijadikan
56
Rahmi Madyas, 2013
Pengaruh Perputaran Aktiva Terhadap Profitabilitas (Studi Kasus pada PT.Pembangunan 3.2.5 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data cara utama untuk mengumpulkan data yang
akan diperlukan dalam suatu penelitian, dengan data yang terkumpul untuk
menguji hipotesis yang telah dirumuskan.
Teknik pengumpulan data yang diuji dalam penelitian ini adalah
telaah dokumentasi. Telaah dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data
dengan cara menelaah dokumen-dokumen serta bahan-bahan yang diperoleh
dari perusahaan yang berkaitan dengan datan yang diperlukan dalam penelitian.
Menurut Suharsimi (2006:206) bahwa, “Metode dokumentasi yaitu
mencari data mengenai hal-hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip,
buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger, agenda dan
sebagainya”. Penulis mengumpulkan data dokumentasi berupa laporan
keuangan PT.Pembangunan Perumahan (Persero) dari tahun 2006-2011.
3.2.6 Teknik Analisis Data dan Rancana Uji Hipotesis 3.2.6.1 Teknik Analisis Data
Teknik analisis data tentunya dalam penelitian bertujuan untuk
mendapatkan data yang akurat, obyektif, valid, dan reliabel tentang suatu hal.
Jenis data dan analisinya dalam penelitian dapat dikelompokkan menjadi dua
hal utama yaitu data kualitatif dan kuantitatif.
Menurut Sugiyono (2012:7), “Data kuantitatif merupakan metode
meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan
instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan
untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Data yang digunakan ini
tujuannya untuk menyederhanakan atau mengubah ke dalam bentuk yang lebih
sederhana untuk lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan, dan teknik analisis
data merupakan suatu proses penyusunan dan pengolaan data yang berguna
untuk mengetahui, menafsir data yang telah diperoleh dari laporan.
Data yang akan diteliti berupa laporan keuangan tahunan dari
PT.Pembangunan Perumahan yang telah dikumpulkan, kemudian dihitung,
dan dianalisis kinerja keuagannya yang diukur dari beberapa rasio sebelum
diuji hipotesisnya. Perhitungan dari rasio-rasio sebagaimana telah dijelaskan
sebagai berikut:
1. Analisis Perputaran Aktiva (X)
Nilai perputaran aktiva merupakan perbandingan antara penjualan
dengantotal aktiva pada suatu perusahaan. Rasio perputaran aktiva
menunjukan bagaimana perusahaan menggunakan aktivanya, baik aktiva
tetap, aktiva lancar, maupun nilai investasi dalam menunjang penjualan
perusahaan. Menurut Dwi Prastowo (2011:94) bahwa, Ratio perputaran total
aktiva mengukur aktivitas aktiva dan kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan penjualan melalui pengunaan aktiva tersebut
Penjualan
58
Rahmi Madyas, 2013
Pengaruh Perputaran Aktiva Terhadap Profitabilitas (Studi Kasus pada PT.Pembangunan
Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa perputaran
aktiva lebih menunjukkan efisiensi dengan mana perusahaan menggunakan
aktiva untuk menghasilkan penjualan. Perputaran aktiva dapat dihitung
penjualan dibagi dengan total aktiva. Rasio perputaran aktiva digunakan oleh
manajemen perusahaan untuk mengukur efisiensi penggunaan aktiva, baik
aktiva lancar, aktiva tetap, maupun nilai investasi dalam menunjang kegiatan
penjualan perusahaan.
2. Analisis data Profitabilitas (Y)
Laba atau profit merupakan indikasi kesuksesan suatu badan usaha.
Oleh karena itu memperoleh laba adalah tujuan utama dari setiap badan usaha
dalam hal ini adalah perusahaan. menurut Needles, Powers, Crosson (2011:5)
menjelaskan bahwa, "Profitability is the ability to earn income to attract and
hold investment capital". Adapun rasio profitabilitas yang digunakan dalam
peneltian ini adalah Return On Assets (ROA).
Sofyan Syafri Harahap (2008:130), “Profitabilitas menggambarkan
kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan dan
sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan,
jumlah cabang dan sebagainya”. Dapat diperoleh dengan membagi laba dengan
aktiva, dan dapat dirumuskan sebagai berikut:
Laba Sebelum Pajak ROA =
(Sofyan Syafri Harahap 2008:130)
3.2.6.2Rancangan Uji Hipotesis
Untuk menguji apakah terdapat pengaruh atau tidak antara variabel
independent Perputaran Aktiva (X), sedangkan variabel dependent adalah
Profitabilitas (Y).
1. Uji Linieritas
Uji linearitas bertujuan untuk memastikan hubungan antara variabel X
dengan variabel Y bersifat linear, kuadratik atau dalam derajat yang lebih tinggi.
Maksudnya apakah garis X dan Y membentuk garis lurus atau tidak, jika tidak
linear maka analisis regresi tidak dapat dilanjutkan. Adapun rumus yang
digunakan dalam uji linearitas menurut Sugiyono (2012:265), adalah sebagai
60
Rahmi Madyas, 2013
Pengaruh Perputaran Aktiva Terhadap Profitabilitas (Studi Kasus pada PT.Pembangunan
Keterangan:
JK(T) = Jumlah Kuadrat Total
JK(a) = Jumlah Kuadrat koefisien a
JK(b|a) = Jumlah Kuadrat Regresi (b|a)
JK(S) = Jumlah Kuadrat Sisa
JK(TC) = Jumlah Kuadrat Tuna Cocok
JK(G) = Jumlah Kuadrat Galat
2.Analisis Regresi Sederhana
Analisis ini digunakan untuk mempelajari hubungan fungsional antara
variabel sehingga yang diperoleh dapat menaksir variabel yang satu (variabel
dependent) apabila yang lainnya diketahui, dengan rumus :
Y abX
(Sugiyono,2012:188)
Keterangan :
= subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan.
a = Harga Y ketika harga X=0 (harga konstan)
b = Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka
peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang
pada perubahan variabel independen. Bila (+) arah garis naik, dan
bila (-) maka arah garis turun.
X = Subyek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu.
Dengan ketentuan nilai a dan b dan rumus yang dikemukakan
sebagai berikut:
a=
n
b= n
n
(Sugiyono, 2012:188)
Keterangan :
Y = Profitabilitas
X = Perputaran Aktiva
a = Bilangan Konstan
b = Koefisien Arah Garis Regresi
n = Lamanya Periode
X dikatakan mempengaruhi Y, jika berubahnya nilai X akan menyebabkan
adanya perubahan nilai Y, artinya naik turunnya X akan membuat nilai Y juga
62
Rahmi Madyas, 2013
Pengaruh Perputaran Aktiva Terhadap Profitabilitas (Studi Kasus pada PT.Pembangunan
tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh X karena masih ada faktor lain yang
menyebabkannya
3. Pengujian Hipotesis dengan Uji F (Uji Keberartian)
Hipotesis yang akan dibuktikan dalam penelitian ini berkaitan dengan ada
tidaknya pengaruh antara variabel independent Perputaran Aktiva terhadap
variabel dependent Profitabilitas . Untuk menguji keberartian koefisien regresi
antar variabel X dan Y dilakukan dengan menggunakan F atau uji ANOVA
membandingkan Fhitung dan Ftabel, yaitu dengan uji keberartian dengan rumus :
(Sudjana, 2005:355)
Keterangan:
JK (Reg) = b1∑x1 y + b2∑x2 y + b3∑x3 y JK (S) = ∑y2 –
JK (Reg)
F hasil perhitungan ini dibandingkan dengan Ftabel yang diperoleh dengan
menggunakan tingkat resiko atau significance 0,05. Kriteria penerimaan dan
penolakan sebagai berikut :
Jika Fhitung≤ Ftabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak.
Hipotesis statistik :
Ho : = 0, artinya regresi tidak berarti
Ha : ≠ 0, artinya regresi berarti
4. Pengujian Hipotesis dengan Uji T (Uji signifikan/ Nyata)
Selain uji F perlu juga dilakukan uji t guna mengetahui signifikansi
koefisien regresi. Rumus yang digunakan untuk uji t ini adalah sebagai berikut:
(Sudjana, 2005:325)
Selanjutnya harus digunakan distribusi student t dengan dk = (n-2),
berdasarkan kriteria:
Kriteria uji t:
Jika thitung > ttabel, maka Ho ditolak
Jika thitung < ttabel, maka Ho diterima
Hipotesis statistik :
Ho : = 0, artinya tidak terdapat pengaruh perputaran aktiva terhadap
profitabilitas
Rahmi Madyas, 2013
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan pada
BAB IV mengenai perputaran aktiva terhadap tingkat profitabilitas pada
PT.Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, maka penulis dapat menyimpulkan
bahwa:
1. Gambaran perputaran aktiva pada PT.Pembangunan Perumahan (Persero)
Tbk, selama periode enam tahun terakhir tahun 2006 sampai 2011 dari
tahun ke tahun mengalami fluktuasi yang cenderung menurun. Perputaran
aktiva PT.Pembangunan Perumahan (Persero) yang mengalami rotasi
perputaran tertinggi terjadi pada tahun 2007 mencapai 1,54 kali, hal ini
terjadi karena Pada tahun 2007, aktiva lancar Perseroan meningkat sebesar
7% yang mencapai Rp 1.967,73 miliar, tagihan bruto kepada pihak ketiga
sebesar 40% mencapai Rp 173,89 miliar, dan pada aktiva lancar yaitu
piutang usaha menurun 25% yang mencapai Rp 221,40 miliar, aktiva tetap
menurun sebesar 2% dan mencapai Rp 131,85 miliar. Dengan demikian
jumlah aktiva PT PP (Persero) pada tahun 2007 mencapai Rp 2.099,58
miliar naik 6% dibandingkan tahun 2006. Sedangkan rotasi perputaran
aktiva terendah terjadi pada tahun 2010 mencapai 0,83 kali yang
disebabkan karena penjualan menurun yang tidak stabil dan menyebabkan
penurunan tersebut menyebabkan kerugian bagi perusahaan konstruksi,
dan hal ini tidak baik untuk keberlangsungan usaha konstruksi. Jika dilihat
dari kondisi perputaran aktiva PT.Pembangunan Perumahan selama tiga
tahun terakhir belum mampu menunjukkan kinerja yang baik terutama
dalam mengelola segala jenis aktifitas perusahaan.
2. Gambaran Tingkat Profitabilitas atau kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba yang menggunakan indikator ROA pada
PT.Pembangunan Perumahan (Persero), Tbk pada periode 2006 sampai
2011 dari tahun ke tahun mengalami fluktuatif yang cenderung menurun.
Tingkat ROA tertinggi pada PT.Pembangunan Perumahan terjadi pada
tahun 2007 mencapai 4,40%, hal ini terjadi dikarenakan pembelian aset
yang cukup tinggi selama tahun 2006. Keberhasilan PT.Pembangunan
Perumahan mengelola segala jenis aktivitas dengan baik sehingga
menyebabkan terjadinya peningkatan perolehan laba sebelum pajak.
Tingkat ROA PT.Pembangunan Perumahan terendah terjadi pada tahun
2011 yang mencapai 3,48% diakibatkan pada kegiatan operasi perusahaan
konstruksi yang kurangnya mengontrol segala jenis aktifitas yang
dilakukan perusahaan, pembelian aset yang tidak produktif, diantaranya
aset tetap, aset lancar, dan nilai investasi. Semua aset tersebut merupakan
altiva yang dimiliki oleh perusahaan konstruksi PT.Pembangunan
Perumahan. Hal ini terjadi bahwa PT.Pembangunan Perumahan belum
mampu mengelola aset dengan produktif yang menyebabkan turunnya
94
Rahmi Madyas, 2013
disimpulkan bahwa dari kondisi profitabilitas PT.Pembangunan
Perumahan (Persero) Tbk masih berada pada kondisi yang buruk dan tidak
stabil.
3. Pengaruh perputaran aktiva terhadap tingkat profitabilitas
PT.Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dengan persamaan regresi
linier sederhana menunjukkan bahwa adanya adanya pengaruh positif
antara perputaran aktiva terhadap tingkat profitabilitas. Artinya semakin
tinggi nilai perputaran aktiva yang diukur dengan volume penjualan maka
semakin baik, artinya kemampuan aktiva menciptakan penjualan tinggi,
begitupun sebaliknya. Semakin rendah nilai perputaran aktiva akan
mengakibatkan rendahnya tingkat profitabilitas. Dengan demikian,
hipotesis yang penulis ajukan diterima.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai perputaran
aktiva terhadap tingkat profitablitas (return on asset) pada PT.Pembangunan
Perumahan (Persero) Tbk, terdapat beberapa aran yang dapat penulis ajukan
antara lain sebagai berikut :
1. Bagi perusahaan, berdasarkan hasil penelitian yang berkaitan dengan
perolehan perputaran aktiva PT.Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk,
kepada manajemen perusahaan sebaiknya lebih berupaya untuk
meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan aktiva, salah satunya
lebih bisa menunjang operasi perusahaan dan menghasilkan penjualan
yang lebih besar lagi, sehingga nilai perputaran aktiva perusahaan bisa
meningkat.
2. Profitabilitas menunjukkan produktivitas perusahaan dalam menghasilkan
laba dari total aktiva yang dimiliki, kualitas PT.Pembangunan Perumahan
tetap dipertahankan bahkan sebaiknya terus ditingkatkan agar perusahaan
tetap dapat menghasilkan laba dan memiliki aktiva yang cukup untuk
mewujudkan kinerja perusahaan yang lebih baik.
3. Penelitian ini dilihat dari hasil persamaan regresi yang menyatakan ada
pengaruh positif perputaran aktiva terhadap tingkat profitabilitas, maka
disarankan agar PT.Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dapat
mengoperasikan segala jenis aktifitas perusahaan dengan baik, terutama
dalam mengelola rotasi perputaran aktiva tetap secara produktif dalam
menggunakan aset, baik aset lancar, aset tidak lancar, maupun nilai
investasi sehingga perolehan laba yang diperoleh dapat meningkat dan
berpengaruh baik bagi tingkat profitabilitas PT. Pembangunan Perumahan
Rahmi Madyas, 2013
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Baridwan Zaki. 2008. Intermediate Accounting, Cetakan kedua. Yogyakarta: BPFE.
Brigham et al. 2002. Financial Management. Thomson Learning.
C Florenz .Tugas,CISA,CPA. 2012. A Comparative Analysis of the FInancial
Ratios of Listed Firms Belonging to the Education Subsector in the Philippones for the Years 2009-2011. Jurnal Rasio Aktivitas Vol.2
No.21;November 2012.
C Van Horne James dan John M Wachowicz, JR. (2009). Fundamental of Financial. Management, Buku satu edisi ke dua belas. Jakarta: Salemba
Empat.
Dhanabhakyam M. S.Kavitha. 2012. A Study On Asset Management Of Selected
Automobile Companies In India. Jurnal Perputaran Aktiva Tetap, Vol.2
Issue 4,April 2012.
Fraser, Lyn M dan Aileen Ormiston. 2008. Memahami Laporan Keuangan. Jakarta: Indeks
H Stephen Penman. 2013. Applying Financial Statement Analysis and Security
Valuation. Newyork.
Harmono. 2009. Manajemen Keuangan Perusahaan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Hasan Iqbal. 2008. Analisis Data Penelitian dengan Statistik. Jakarta: Bumi.Aksara.
Hermawan Asep. 2009. Penelitian Bisnis. Jakarta: PT. Grasindo.
Indranita Iskandar. 2008. Pendekatan Kualitatif Untuk Pengendalian Kualitas. Jakarta: Salemba Empat.
Janaki Ramudu P. dan Parasuraman. 2011. Growth in sales compared with asset
Jong Joo, Seong dan Nixon, Don. 2011. Benchmarking with Data Envelopment
Analysis: a Return on Asset Perspective. Jurnal Profitabilitas (ROA),
Vol.18, No 4, 2011.
J John Wild and Friend, diterjemahkan oleh Yavini S. Bachtiar dkk. 2005.
Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.
J Lawrence Gritman. 2012. Principles Of Managerial Finance. USA: Pearson Education Limited.
Johnson. 2010. Applied Multivariate Statistical Analysis, Prentice Hall, United States of America.
Kasmir. 2010. Pengantar Manajemen Keuangan, Edisi Pertama. Jakarta: Kencana.
______. 2011. Manajemen Keuangan, Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.
Martono dan Agus Harjito. 2007. Manajemen Keuangan, edisi Pertama, Cetakan
Keenam. Yogyakarta: Ekonisia.
Munawir. 2010. Analisa Laporan Keuangan edisi ke empat. Yogyakarta: Liberty
Neddles, et al. 2011. Financial and managerial accounting. South-westr.cengeange learning.
Owolabi, S.A. Obiakor, R.T. Okwu A.T. 2011. Investigating Liquidity
Profitability Relationship in Business Organizations: A Study of Selected Quoted Companies in Nigeria. British Journal of Economics, Finance, and
Management Science Vol.1 (2).
Prastowo Dwi. 2011. Analisis Laporan Keuangan Edisi Ketiga. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Ramatnam M.S dan R.Jayara. 2010. Asian Journal Of Management Research,
A study on measuring the financial soundness of select firms with special reference to Indian steel industry – An empirical view with Z score. Jurnal
Profitabilitas.
Rodriguez Angel Lopez, 2011. The Impact of Financial Crisis on Profitability,
Asset Turnover and State aid in SMEs. Jurnal Perputaran Aset African
Journal of Business Management Vol. 5(33), pp. 12749-12753, 21 December, 2011
98
Rahmi Madyas, 2013
Sartono Agus. 2008. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi Edisi Empat. Yogyakarta: BPFE.
Sawir Agnes. 2005. Analisis Kinerja Kuangan dan Perencanaan Keuangan
Perusahaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Simamora Henry. 2006. Akuntansi Basis Pengambilan Keputusan Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.
Singarimbun Masri dan Sofian Effendi. 2006. Metode Penilitian Survai. Pusataka: LP3ES.
Soemarso. 2007. Pengantar Akuntansi, Cetakan Kesembilan, Jilid 1. Jakarta: PT.Rineka Cipta.
Sudjana, 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: CV.Alfabeta.
Sugiono Arif. 2009. Manajemen Keuangan untuk praktisi keuangan. Jakarta: Grasindo.
Sutrisno. 2009. Manajemen Keuangan Teori, Konsep, dan Aplikasi. Jakarta: Ekoinisia, Kampus Fakultas Ekonomi UII.
Syafri Sofyan Harahap. 2008. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
www.indonesiastockexchange.com