• Tidak ada hasil yang ditemukan

PJOK Kelas 7. Bab 4. Bela Diri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PJOK Kelas 7. Bab 4. Bela Diri"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

I. Relevansi Bab 4: Bela Diri dengan Tujuan Pendidikan dan Hasil Belajar

Bab 4: Bela Diri dalam buku PJOK Kelas 7 bertujuan untuk memperkenalkan siswa pada berbagai seni bela diri, khususnya pencak silat, judo, dan taekwondo. Lebih dari sekadar pembelajaran teknik, bab ini dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih luas, yaitu pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan fisik serta kognitif siswa. Materi ini relevan dengan Kurikulum Merdeka karena menekankan pada praktik, pemahaman nilai-nilai, dan pengembangan kemampuan berpikir kritis melalui analisis teknik dan strategi pertandingan. Keberhasilan pembelajaran diukur melalui kemampuan siswa dalam mempraktikkan teknik dasar, menunjukkan sikap sportif, dan memahami konsep dasar ketiga cabang bela diri tersebut.

1.1 Tujuan Pembelajaran dan Korelasinya dengan Kompetensi Dasar

Tujuan pembelajaran Bab 4 selaras dengan kompetensi dasar yang ingin dicapai. Ketiga tujuan yang dijabarkan—mempraktikkan teknik dasar pencak silat, judo, dan taekwondo; menumbuhkan keberanian, kejujuran, dan rasa hormat; serta memahami pengetahuan tentang ketiga bela diri tersebut—merupakan indikator pencapaian kompetensi. Tujuan pembelajaran ini secara eksplisit mengukur aspek psikomotor (praktik), afektif (sikap), dan kognitif (pengetahuan), memastikan pembelajaran holistik. Tujuan mempraktikkan teknik dasar misalnya, mengukur kemampuan psikomotor siswa, sementara tujuan memahami pengetahuan bela diri mengukur kemampuan kognitifnya. Dengan demikian, bab ini menjamin tercapainya tujuan pembelajaran yang komprehensif.

1.2 Analisis Materi dan Pendekatan Pedagogis

Bab ini menggunakan pendekatan pedagogis yang terintegrasi. Pembahasan dimulai dengan pengantar umum tentang bela diri, kemudian secara bertahap membahas masing-masing cabang bela diri (pencak silat, judo, dan taekwondo). Setiap cabang dibahas secara rinci, meliputi sejarah, prinsip, teknik dasar, dan aturan pertandingan. Penggunaan gambar dan diagram, seperti Gambar 4.21 (Arena Pertandingan Taekwondo) dan Gambar 4.22 (Daerah Perkenaan), sangat membantu pemahaman visual siswa. Pendekatan pembelajaran berbasis praktik dengan kegiatan kelompok dan ujian praktik menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam menguasai teknik bela diri.

1.3 Evaluasi Pembelajaran dan Pengukuran Capaian Hasil Belajar

Evaluasi pembelajaran dalam Bab 4 dilakukan secara komprehensif. Soal pilihan ganda dan uraian tertulis mengukur pemahaman kognitif siswa, sementara ujian praktik menilai kemampuan psikomotor. Refleksi diri dan perhitungan tingkat penguasaan kompetensi memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengevaluasi sendiri kemajuan belajar mereka. Penggunaan rumus perhitungan tingkat penguasaan kompetensi (Jumlah jawaban benar / Jumlah soal x 100%) memberikan gambaran kuantitatif atas pencapaian siswa, sehingga guru dapat memberikan tindak lanjut yang tepat. Evaluasi yang terintegrasi ini memastikan terukur dan terpantau semua aspek tujuan pembelajaran.

II. Kajian Mendalam Tiga Cabang Bela Diri

Bab ini menyajikan kajian mendalam tiga cabang bela diri: Pencak Silat, Judo, dan Taekwondo. Setiap cabang dibahas secara sistematis, mulai dari sejarah, prinsip dasar, teknik-teknik fundamental, hingga aturan pertandingan. Pembahasan ini memberikan pemahaman yang komprehensif kepada siswa tentang berbagai aspek bela diri, tidak hanya aspek teknis tetapi juga aspek filosofis dan budaya.

2.1 Pencak Silat: Seni, Bela Diri, dan Pendidikan

Pembahasan Pencak Silat menekankan pada tiga fungsi utamanya: seni, bela diri, dan pendidikan. Prinsip-prinsip bela diri, sifat-sifat pesilat, dan sikap menghadapi perselisihan dijelaskan secara rinci. Teknik dasar seperti pukulan (depan, sangkal, samping, melingkar), tendangan (lurus, sabit, T, belakang, jejag, gajul), tangkapan, jatuhan, dan bantingan dijelaskan dengan gambar yang memperjelas setiap gerakan. Penjelasan ini dilengkapi dengan uraian aturan pertandingan, penting untuk memahami konteks praktiknya dalam sebuah kompetisi.

2.2 Judo: Kelembutan dalam Kekuatan

Bagian Judo menjelaskan sejarah dan perkembangannya, serta pentingnya penghormatan (Rei) dalam budaya bela diri ini. Teknik dasar seperti sikap berdiri (Shizentai), sikap bertahan, pegangan (Kumikata), sikap langkah (Shintai), gerak memutar (Tai-sabaki), menghilangkan keseimbangan (Kuzushi), sikap melempar, dan teknik jatuh (Ukemi-waza) dijelaskan secara sistematis dengan ilustrasi gambar. Penjelasan ini memberikan wawasan tentang filosofi Judo yang menekankan pada pengendalian diri dan penggunaan teknik yang efektif dan efisien.

2.3 Taekwondo: Seni Menendang dan Memukul

Bab ini menjelaskan Taekwondo sebagai seni bela diri modern dari Korea, menjabarkan teknik pukulan (Jireugi) dan tendangan (Chagi) dengan detail. Gambar-gambar yang disertakan, seperti Gambar 4.24 (Teknik Tendangan Lurus ke Depan), sangat membantu pemahaman visual siswa. Selain itu, bab ini juga menjelaskan teknik elakan/tangkisan dan aturan pertandingan, termasuk ukuran lapangan dan daerah perkenaan, memberikan gambaran komprehensif tentang Taekwondo sebagai cabang olahraga bela diri. Penjelasan kategori pertandingan (senior, junior, prajunior) juga penting untuk memahami beragam level kompetisi.

Referensi Dokumen

  • Bela diri taekwondo ( www.beautyplace.files.wordpress.com )
  • Dokumen Penerbit

Gambar

Gambar 4.1 Beberapa cabang olahraga bela diri
Gambar 4.2 Pencak silat adalah salah satu
Gambar 4.3 Pukulan depan
Gambar 4.6 Pukulan samping
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sikap kedua tangan saat kaki dirapatkan dalam latihan mengangkat paha adalah ...a. diletakkan di

c. Lari di tempat, angkat kaki kiri sampai lurus paha. Telapak tangan mengepal. Ayunkan tangan kiri ke belakang dan tangan kanan lurus berada di depan dada. Lakukan berulang-ulang

1) Hitungan 1 – 2, Pindahkan berat badan ke kaki kiri bersamaan dengan kedua tangan diayunkan ke samping kiri melalui depan bawah badan lurus dan lemas. Rangkaian Gerakan Tangan

Manakah yang lebih baik antara latihan tembakan hukuman dua tangan di depan dada posisi kaki sejajar dan posisi kaki muka belakang terhadap hasil tembakan hukuman dalam permainan

- Kaki segera diayunkan ke belakang melewati kepala dengan dibantu oleh kedua tangan menolak kuat kedua kaki dilipat sampai ujung kaki dapat mendarat di atas matras ke sikap

Sikap tubuh berdiri, kaki membentuk kuda kuda dengan tubuh condong ke depan, satu tangan memegang bola dan tangan yang lain digunakan untuk memukul bola dengan jari-jari tangan dalam

Indikator Penilaian Skor 3 2 1 Sikap awal: • Posisi awal dilakukan dengan posisi jongkok • Kedua kaki dalam keadaan rapat dan tumit di angkat • Telapak Tangan berada di lantai

4 Tarik kedua lengan ke bawah dengan posisi ditekuk, lalu kedua kaki ke depan diikuti gerak menekuk kaki dan telapak tangan dirapatkan 5 Luruskan kedua lengan ke depan, lalu buka kedua