LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 dapat diselesaikan, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.
Penyusunan Laporan Kinerja berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Secara substantif merupakan sarana pelaporan kinerja dalam rangka mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang menginformasikan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan kebijakan, serta pencapaian sasaran dalam mewujudkan tujuan, misi dan visi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Selain itu, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 merupakan media pertanggungjawaban kinerja yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016–2021, hal ini
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016sebagai perwujudan penyelenggaraan pemerintahan yang transparan dan akuntabel serta menciptakan Good Governance dan Clean Government.
Hasil pencapaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Banyuwangi tidak terlepas dari kerjasama dan kerja keras semua pihak yakni masyarakat, swasta dan aparat pemerintah daerah, baik dalam perumusan kebijakan, implementasi maupun pengawasannya.
Akhir kata, semoga Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 ini, bermanfaat dan dapat dijadikan parameter terhadap pencapaian kinerja pelaksanaan pembangunan tahun 2016 dan dijadikan sebagai bahan masukan untuk penyempurnaan dan meningkatkan kinerja dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Banyuwangi, Maret 2017 BUPATI BANYUWANGI
H. ABDULLAH AZWAR ANAS, M.Si.
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016IKHTISAR EKSEKUTIF
Dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berupaya menyelenggarakan pemerintahan dengan berprinsip pada pemerintahan yang baik (Good Governance) dan berorientasi kepada hasil (Result Oriented Government) sesuai dengan kewenangannya. Oleh karena itu, manajemen pemerintahan yang diimplementasikan adalah akuntabilitas kinerja. Akuntabilitas kinerja memuat visi, misi, tujuan dan sasaran yang memiliki arah dan tolok ukur yang jelas atas rumusan perencanaan strategis organisasi, sehingga gambaran hasil yang ingin dicapai dalam bentuk sasaran tersebut dapat terukur, dapat diuji dan dapat diandalkan.
Tahun 2016 merupakan tahun transisi karena periode perencanaan 5 (lima) tahunan (RPJMD 2010-2015) telah berakhir seiring dengan berakhirnya masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati periode 2010-2015 per tanggal 20 Oktober 2015. Secara umum tujuan dan sasaran melalui indikator-indikator sasaran yang telah ditetapkan dalam RPJMD 2010-2015 dapat tercapai dengan baik, dari 20 sasaran yang mencakup 43 indikator sasaran rata-rata realisasi capaian kinerja mencapai 108,84 % atau bermakna Baik Sekali.
Selanjutnya dengan berpedoman pada Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 7 Tahun 2016 tentang Rencana
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016-2021, untuk mewujudkan Visi lima tahun kedepan, telah ditetapkan 5 Misi, 9 Tujuan, 22 Sasaran dan 44 Indikator Kinerja Sasaran. Adapun pencapaian kinerja untuk masing-masing indikator sasaran untuk tahun pertama (2016) periode perencanaan 2016-2021 adalah sebagai berikut :
Misi I terdapat 3 tujuan, 8 sasaran dan 14 indikator kinerja :
Capaian indikator sasaran, sebanyak 7 indikator sasaran atau 50 % kategori baik sekali (melampaui target) dan 7 indikator sasaran atau 50% kategori baik (mencapai target).
Misi II terdapat 1 tujuan, 5 sasaran dan 9 indikator kinerja :
Capaian indikator sasaran, sebanyak 5 indikator sasaran atau 55,56 % kategori baik sekali (melampaui target) dan 4 indikator sasaran atau 44,44 % kategori baik (mencapai target).
Misi III terdapat 3 tujuan, 3 sasaran dan 8 indikator kinerja :
Capaian indikator sasaran, sebanyak 6 indikator sasaran atau 75 % kategori baik sekali (melampaui target) dan 2 indikator sasaran atau 25 % kategori baik (mencapai target).
Misi IV terdapat 1 tujuan, 3 sasaran dan 5 indikator kinerja :
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 Capaian indikator sasaran, sebanyak 4 indikator sasaran atau 80 % kategori baik (mencapai target) dan 1 indikator sasaran atau 20 % kategori kurang (tidak mencapai target).
Misi V terdapat 1 tujuan, 3 sasaran dan 8 indikator kinerja :
Capaian indikator sasaran, sebanyak 2 indikator sasaran atau 25 % kategori baik sekali (melampaui target) dan 6 indikator sasaran atau 75 % kategori baik (mencapai target).
Berkenaan dengan ketercapaian indikator sasaran terhadap target yang telah ditetapkan sebagaimana di atas, Hasil analisis pencapaian indikator sasaran terhadap 22 (dua puluh dua) sasaran dengan 44 (empat puluh empat) indikator kinerja, diketahui bahwa 20 indikator sasaran atau 45,45 % Baik Sekali, 23 indikator sasaran atau 52,27 % Baik, dan 1 indikator sasaran atau 2,27 % kurang. Rata-rata realisasi capaian kinerja mencapai 113,53 % atau bermakna Baik Sekali. Jadi capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2016 Baik Sekali. Capaian kinerja tahun 2016 mencapai 113,53 %, mengalami peningkatan jika dibandingkan capaian kinerja tahun 2015 yang mencapai 108,84 %.
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
IKHTISAR EKSEKUTIF iii
DAFTAR ISI vii
DAFTAR TABEL ix
DAFTAR GAMBAR xiii
BAB 1 PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Gambaran Umum Kabupaten Banyuwangi ... 3
1.2.1 Kondisi Geografis ... 3
1.2.2 Kondisi Demografis ... 8
1.3 Pertumbuan Ekonomi ... 11
1.4 Kondisi Pemerintahan ... 13
1.5 Jumlah Pegawai Negeri Sipil ... 21
BAB 2 PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 23 2.1 Rencana Strategis Tahun 2016 - 2021 ... 23
2.1.1 Visi ... 24
2.1.2 Misi ... 27
2.1.3 Tujuan dan Sasaran ... 27
2.1.4 Strategi dan Arah Kebijakan ... 41
2.2 Indikator Kinerja Utama (IKU) ... 48
2.3 Rencana Kinerja Tahunan (RKT) ... 56
2.4 Perjanjian Kinerja ... 57
BAB 3 AKUNTABILITAS KINERJA 63 3.1 Capaian Kinerja Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 ... 63
3.2 Analisis Capaian Kinerja Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 ... 69
3.3 Akuntabilitas Keuangan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 ... 111
3.3.1 Pengelolaan Pendapatan Daearah ... 113
3.3.2 Pengelolaan Belanja Daerah ... 115
3.3.3 Kondisi Pembiayaan Daerah ... 117
BAB 4 PENUTUP 139
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016LAMPIRAN
1. Pernyataan telah direviu oleh Inspektorat Kabupaten Banyuwangi
2. Pengukuran Kinerja Pencapaian Sasaran RPJMD Kabupaten Bayuwangi Tahun 2016
3. Perjanjian Kinerja Tahun 2016
4. Rencana Kinerja Tahunan 2016 Pemerintah Kabupaten Banyuwangi
5. Matrik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 – 2021
6. SOP Penyusunan LKjIP Kabupaten Banyuwangi 7. Penghargaan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Jumlah Kecamatan, Desa dan Kelurahan Kabupaten
Banyuwangi Tahun 2016 ... 7 Tabel 1.2 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur Kabupaten
Banyuwangi Tahun 2016 ... 8 Tabel 1.3 Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian Kabupaten
Banyuwangi Tahun 2016 ... 9 Tabel 1.4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Kabupaten
Banyuwangi Tahun 2016 ... 10 Tabel 1.5 Urusan Pemerintahan Berdasarkan Undang – Undang Nomor
23 Tahun 2014 Yang Menjadi Kewenangan Daerah ... 20 Tabel 1.6 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Di Lingkungan Pemerintah
Kabupaten Banyuwangi Berdasarkan Data SIMPEG Tahun 2016 ... 22 Tabel 2.1 Matrik Hubungan Antara Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran
Pembangunan Kabupaten Banyuwangi ... 35 Tabel 2.2 Prioritas Pembangunan ... 48 Tabel 2.3 Indikator Kinerja Utama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi .. 49 Tabel 2.4 Perjanjian Kinerja Pemerintah ... 58 Tabel 3.1 Skala Pengukuran Ordinal ... 65
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016Tabel 3.2 Pencapaian Indikator Sasaran ... 66 Tabel 3.3 Persentase Kategori Pencapaian Indikator Sasaran ... 67 Tabel 3.4 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 1 Meningkatnya akses
pelayanan bidang pendidikan ... 69 Tabel 3.5 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 2 Meningkatnya kualitas
layanan pendidikan ... 70 Tabel 3.6 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 3 Meningkatnya akses
pelayanan bidang kesehatan ... 71 Tabel 3.7 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 4 Meningkatnya kualitas
kesehatan ... 74 Tabel 3.8 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 5 Tercukupinya
ketersediaan pangan ... 77 Tabel 3.9 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 6 Meningkatnya
ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan
masyarakat ... 78 Tabel 3.10 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 7 Meningkatnya
perlindungan sosial dan masyarakat ... 80 Tabel 3.11 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 8 Meningkatnya
kesadaran dan pemahaman masyarakat akan keragaman budaya ... 81
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016Tabel 3.12 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 9 Menurunnya
kesenjangan antar wilayah ... 82 Tabel 3.13 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 10 Menurunnya tingkat pengangguran ... 84 Tabel 3.14 Analisi Pencapaian Strategis 11 Meningkatkan Laju
pertumbuhan ekonomi sector unggulan ... 85 Tabel 3.15 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 12 Meningkatnya
investasi PMA dan PMDN ... 90 Tabel 3.16 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 13 Meningkatnya
Pemanfaatan Potensi Pariwisata dan Kebudayaan Bagi Masyarakat ... 92 Tabel 3.17 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 14 Meningkatkan
infrastruktur ekonomi yang berkualitas ... 94 Tabel 3.18 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 15 ... 98 Tabel 3.19 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 16 Meningkatkan
Kualitas Lingkungan ... 99 Tabel 3.20 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 17 Meningkatnya
Kapasitas Pemberdayaan Kelompok Masyarakat ... 100 Tabel 3.21 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 18 Terwujudnya
Pemberdayaan dan Pembangunan yang Pengarustamaan Gender ... 102
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016Tabel 3.22 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 19 Meningkatnya perlindungan terhadap perempuan dan anak ... 103 Tabel 3.23 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 20 Meningkatnya
akuntabilitas instansi pemerintah dan kualitas layanan publik ... 104 Tabel 3.24 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 21 Meningkatnya
Kinerja Laporan Keuangan dan Kinerja Birokrasi ... 107 Tabel 3.25 Analisis Pencapaian Sasaran Strategis 22 Meningkatnya
Penggunaan Sistem Informasi Daerah ... 109 Tabel 3.26 Realisasi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2016 Per 31
Desember 2016 ... 114 Tabel 3.27 Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2016 Per 31
Desember 2016 ... 116 Tabel 3.28 Realisasi Pembiayaan Daerah Tahun Anggaran 2016 Per 31
Desember 2016 ... 118
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Luas Kabupaten Banyuwangi Dibedakan Menurut
Penggunaannya ... 5
Gambar 1.2 Peta Administrasi Kabupaten Banyuwangi ... 6
Gambar 2.1 Strenght ... 43
Gambar 2.2 Weakness ... 44
Gambar 2.3 Opportunity ... 44
Gambar 2.4 Threat ... 45
Gambar 2.5 Strategi SWOT ... 46
Gambar 2.6 Strategi Pelaksanaan Arah Kebijakan ... 47
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pelaksanaan Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaran Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, telah diterbitkan Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, yang kemudian Instruksi Presiden diganti dengan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 pasal 3 dinyatakan bahwa Azas-azas Umum Penyelenggaraan Negara, meliputi : Azas Kepastian Hukum, Azas Tertib Penyelenggaraan Negara, Azas Kepentingan Umum, Azas Keterbukaan, Azas Proporsionalitas, Azas Profesionalitas, dan Azas Akuntabilitas. Azas akuntabilitas adalah setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggara negara harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, bahwa Bupati / Walikota menyusun Laporan Kinerja tahunan pemerintah kabupaten / kota dan menyampaikannya kepada Gubernur, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan Menteri Dalam Negeri paling lambat 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berakhir. Dengan demikian, Laporan Kinerja yang disusun secara periodik setiap akhir tahun anggaran tersebut menjadi media pertanggungjawaban dan sebagai perwujudan kewajiban instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan program dan kegiatan yang telah diamanatkan para pemangku kepentingan dalam rangka mencapai misi organisasi secara terukur dengan sasaran atau target kinerja yang telah ditetapkan. Selain itu juga berperan sebagai alat kendali, alat penilai kinerja dan alat pendorong terwujudnya Good Governance
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016atau dalam perspektif yang lebih luas berfungsi sebagai media pertanggungjawaban kepada publik.
1.2 Gambaran Umum Kabupaten Banyuwangi 1.2.1 Kondisi Geografis
Secara geografis, Kabupaten Banyuwangi terletak di ujung timur Pulau Jawa. Wilayah daratannya terdiri atas dataran tinggi berupa pegunungan yang merupakan daerah penghasil produk perkebunan dan dataran rendah dengan berbagai potensi produk hasil pertanian serta daerah sekitar garis pantai yang membujur dari arah utara ke selatan yang merupakan daerah penghasil berbagai biota laut. Topografi wilayah daratan Kabupaten Banyuwangi bagian barat dan utara pada umumnya merupakan pegunungan dan bagian selatan sebagian besar merupakan dataran rendah. Tingkat kemiringan rata - rata pada wilayah bagian barat dan utara 400, dengan rata - rata curah hujan lebih tinggi bila dibanding dengan bagian wilayah lainnya. Daratan yang datar sebagaian besar mempunyai tingkat kemiringan kurang dari 150, dengan rata - rata curah hujan cukup memadai untuk ketersediaan budidaya pertanian.
Kabupaten Banyuwangi merupakan kabupaten paling luas se- Jawa Timur, dengan luas wilayah 5.782,50 km2. Wilayah Kabupaten Banyuwangi sebagian besar masih merupakan daerah kawasan
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016hutan, karena besaran wilayah yang termasuk kawasan hutan lebih banyak kalau dibandingkan kawasan - kawasan lainnya. Area kawasan hutan mencapai 183.396,34 ha atau sekitar 31,72 persen;
daerah persawahan sekitar 65.457 ha atau 11,39 persen dan perkebunan dengan luas sekitar 82.143,63 ha atau 14,21 persen;
sedangkan yang dimanfaatkan sebagai daerah permukiman mencapai luas sekitar 127.454,22 ha atau 22,04 persen. Sisanya telah dipergunakan oleh penduduk Kabupaten Banyuwangi dengan berbagai manfaat yang ada, seperti jalan, ladang dan lain - lainnya.
Berdasarkan data statistik, potensi lahan pertanian di Kabupaten Banyuwangi berada dalam peringkat ketiga setelah Kabupaten Malang dan Kabupaten Jember. Tidaklah mengherankan kalau Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu lumbung pangan di Provinsi Jawa Timur. Disamping potensi dibidang pertanian, Kabupaten Banyuwangi merupakan daerah produksi tanaman perkebunan dan kehutanan, serta memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai daerah penghasil ternak yang merupakan sumber pertumbuhan baru perekonomian rakyat. Dengan bentangan pantai yang cukup panjang, dalam perspektif ke depan, pengembangan sumberdaya kelautan dapat dilakukan dengan
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016berbagai upaya intensifikasi dan diversifikasi pengelolaan kawasan pantai dan wilayah perairan laut.
Gambar 1.1 Luas Kabupaten Banyuwangi Dibedakan Menurut Penggunaannya
Sumber : Banyuwangi Dalam Angka 2016
Kabupaten Banyuwangi memiliki panjang garis pantai sekitar 175,8 km, serta jumlah pulau sebanyak 15 buah. Seluruh wilayah tersebut telah memberikan manfaat besar bagi kemajuan ekonomi penduduk Kabupaten Banyuwangi. Dataran rendah yang terbentang luas dari selatan hingga utara di mana di dalamnya terdapat banyak sungai yang selalu mengalir di sepanjang tahun. Di Kabupaten Banyuwangi tercatat 35 DAS, sehingga disamping dapat mengairi hamparan sawah yang sangat luas juga berpengaruh positif terhadap tingkat kesuburan tanah.
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016Berdasarkan garis batas koordinatnya, posisi Kabupaten Banyuwangi terletak antara 7 , 43 – 80 , 46 Lintang Selatan dan 113 ,53 - 114 , 38 Bujur Timur. Wilayah Kabupaten Banyuwangi mempunyai ketinggian antara 25 – 100 meter di atas permukaan air laut. Secara administratif Kabupaten Banyuwangi mempunyai batas daerah sebagai berikut :
a. Sebelah Utara : Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Bondowoso.
b. SebelahTimur : Selat Bali.
c. Sebelah Selatan : Samudera Indonesia.
d. Sebelah Barat : Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso.
Gambar 1.2 Peta Administrasi Kabupaten Banyuwangi
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016Wilayah Administrasi Pemerintahan Kabupaten Banyuwangi terbagi atas 24 Kecamatan, 189 Desa dan 28 Kelurahan, dengan rincian sebagai berikut :
Tabel 1.1 Jumlah Kecamatan, Desa dan Kelurahan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016
No. Kecamatan Jumlah
Desa Kelurahan
1. Banyuwangi - 18
2. Giri 2 4
3. Glagah 8 2
4. Kalipuro 5 4
5. Tegaldlimo 9 -
6. Muncar 10 -
7. Cluring 9 -
8. Gambiran 6 -
9. Tegalsari 6 -
10. Glenmore 7 -
11. Kalibaru 6 -
12. Genteng 5 -
13. Srono 10 -
14. Rogojampi 18 -
15. Pesanggaran 5 -
16. Kabat 16 -
17. Singojuruh 11 -
18. Sempu 7 -
19. Songgon 9 -
20. Purwoharjo 8 -
21. Licin 8 -
22. Siliragung 5 -
23. Bangorejo 7 -
24. Wongsorejo 12 -
JUMLAH 189 28
Sumber : Bagian Pemerintahan Desa Setda Kabupaten Banyuwangi
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 20161.2.2 Kondisi Demografis
Dalam pengambilan kebijakan pembangunan, kepadatan penduduk dalam suatu wilayah sangat penting diketahui dan salah satu bahan pertimbangan dalam merencanakan pembangunan wilayah tersebut. Semakin padat suatu wilayah maka semakin besar perhatian yang diperlukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan. Jika dihubungkan dengan masalah-masalah sosial dan lingkungan hidup, maka semakin padat suatu wilayah, semakin besar kemungkinan terjadinya kerawanan sosial dan dampaknya terhadap lingkungan sekitarnya. Jumlah penduduk Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2016 mencapai 1.684.985 jiwa. Tingkat kepadatan penduduk rata – rata 0,34 jiwa / km² dari luas wilayah sebesar 5.782,50 km².
Tabel 1.2 Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Umur Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016
No Kelompok Umur / Tahun Jumlah Prosentase
1 0 - 4 76.868 4.56
2 5 - 9 121.531 7.21
3 10 - 14 127.047 7.54
4 15 - 19 126.373 7.50
5 20 – 24 123.802 7.35
6 25 - 29 120.103 7.15
7 30 - 34 120.956 7.18
8 35 - 39 135.485 8.04
9 40 - 44 135.141 8.02
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 201610 45 - 49 139.090 8.25
11 50 - 54 120.197 7.13
12 55 - 59 101.145 6.00
13 60 - 64 76.482 4.54
14 65 - 69 60.960 3.62
15 70 - 74 41.869 2.48
16 > 75 57.856 3.43
JUMLAH 1.684.985 100,00
Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi
Penduduk Kabupaten Banyuwangi sebagian besar bermata pencaharian bidang Wiraswasta yang mendominasi keseluruhan jumlah penduduk yaitu mencapai 384.743 jiwa atau 22.83 % dari Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian Kabupaten Banyuwangi tahun 2016 sebesar 1.684.985 jiwa. Secara terperinci jumlah penduduk yang dikelompokkan berdasarkan mata pencaharian, diuraikan dalam tabel berikut :
Tabel 1.3 Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016
No Mata Pencaharian Jumlah Prosentase
1. Belum / Tidak Bekerja 473.970 28.13
2. Pelajar / Mahasiswa 249.236 14.79
3. Pertanian / Peternakan /
Perikanan 316.960 18.81
4. Perdagangan 38.376 2.28
5. Industri 2.472 0.15
6. Jasa Kemasyarakatan 3.749 0.22
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 20167. Konstruksi 2.265 0.13
8. Pemerintah 39.674 2.35
9. Swasta 172.554 10.24
10. Wiraswasta 384.743 22.83
11. Lainnya 986 0.06
JUMLAH 1.684.985 100,00
Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyuwangi
Sedangkan jumlah penduduk berdasarkan kelompok tingkat pendidikan masih didominasi oleh kelompok pendidikan tingkat SD / Sederajat yaitu sebesar 569.259 atau 33,79 % dari jumlah penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Kabupaten Banyuwangi tahun 2016 sebesar 1.684.985 jiwa, secara rinci dapat diuraikan dalam tabel sebagai berikut :
Tabel 1.4 Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016
No Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase
1. Belum / Tidak Sekolah 475.779 28.24
2. SD / Sederajat 569.259 33.79
3. SLTP / Sederajat 287.296 17.90
4. SLTA / Sederajat 293.058 17.39
5. Diploma 14.912 0.88
6. Strata I 41.882 2.49
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 20167. Strata II 1.945 0.12
8. Strata III 154 0.01
Jumlah 1.684.985 100,00
Sumber Diolah : Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi
1.3 Pertumbuan Ekonomi
Di tengah perlambatan ekonomi nasional, Kabupaten Banyuwangi tetap optimis dengan laju positif perekonomian daerah.
Pemerintah Kabupaten menargetkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2016 bisa mencapai 6,45 persen. Angka ini berada diatas target pertumbuhan nasional yang diproyeksi tumbuh 5,5 persen pada tahun depan. Hal ini dilatari oleh track record laju ekonomi Banyuwangi yang terus meningkat stabil pada tahun 2011 hingga 2014 yang berada diatas 6,5 persen. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan harga berlaku tahun 2016 diprediksi mencapai Rp. 49,6 triliun, meningkat dari tahun 2015 yang diperkirakan sebesar Rp. 44,5 triliun. Target pertumbuhan ekonomi Banyuwangi yang tinggi tahun 2016 dapat dicapai dengan prasyarat terjaganya kondisivitas wilayah seperti stabilitas sosial, politik, dan keamanan dalam pengembangan usaha. Selain itu juga tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas serta memadainya infrastruktur transportasi barang, jasa, kapital serta aksesibilitas komunikasi dan informasi.
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah daerah merumuskan tujuh kebijakan utama yang terdiri atas peningkatan belanja infrastruktur, meningkatkan efisiensi belanja daerah, memantapkan reformasi birokrasi untuk peningkatan pelayanan publik, pengurangan kesenjangan antar kelompok pendapatan dan antar wilayah melalui pemerataan pembangunan, mendukung efektifitas dan keberlanjutan program nasional Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan perbaikan pelayanan kesehatan. Penguatan pelaksanaan desentralisasi desa melalui pemenuhan alokasi dana desa dan penyediaan dukungan bagi pelaksanaan program antisipasi ketidakpastian perekonomian melalui upaya penurunan jumlah kemiskinan dan angka penggangguran melalui pemberdayaan masyarakat. Khusus Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2016 kami proyeksikan naik jadi Rp 151 miliar, naik 56 persen dibanding 2015.
Secara khusus Pemerintah Kabupaten juga mendorong sektor ekonomi dengan terus membangkitkan optimisme pelaku usaha melalui berbagai insentif, fasilitasi dan peningkatan peran serta usaha mikro, kecil dan menengah. Mendorong peran perbankan meningkatkan akses permodalan rakyat melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan jangkauan semakin luas dan kemudahan akses. Serta memberikan dorongan pada sektor primer seperti
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016pertanian untuk memberikan dampak signifikan bagi penanggulangan kemiskinan dan memperkecil disparitas wilayah.
Untuk meningkatkan pemerataan akses dan kualitas pendidikan, Pemerintah Kabupaten juga terus mendorong program afirmasi untuk memastikan seluruh rakyat Banyuwangi, baik yang tinggal di perkotaan maupun di pelosok desa mendapat kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Berdasarkan perkembangan pertumbuhan ekonomi yang cukup menjanjikan, maka diperkirakan stabilitas ekonomi di Kabupaten Banyuwangi dalam tahun 2016 tetap dijaga, dan diharapkan pertumbuhan ekonomi tersebut dapat menumbuhkan sektor modern seperti jasa dan manufaktur, namun tetap harus dipastikan pertumbuhan juga terjadi di sektor – sektor menengah ke bawah, sehingga ekonomi kerakyatan dapat terwujud.
1.4 Kondisi Pemerintahan
Berdasarkan Undang - Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, telah dilakukan penataan kembali Organisasi Perangkat Daerah berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 8 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Banyuwangi.
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016Susunan Perangkat Daerah berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 8 Tahun 2016 sebagai berikut :
a. Sekretariat Daerah merupakan Sekretariat Daerah Tipe A;
b. Sekretariat DPRD merupakan Sekretariat DPRD Tipe A;
c. Inspektorat merupakan Inspektorat Tipe A yang melaksanakan fungsi pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah;
d. Dinas Daerah, terdiri dari :
1. Dinas Pendidikan merupakan Dinas Tipe A yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang pendidikan;
2. Dinas Kesehatan merupakan Dinas Tipe A yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang kesehatan;
3. Dinas Pekerjaan Umum, Cipta Karya dan Penataan Ruang merupakan Dinas Tipe B yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang pekerjaan umum dan penataan ruang;
4. Dinas Pekerjaan Umum Pengairan merupakan Dinas Tipe B yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang pekerjaan umum dan penataan ruang;
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 20165. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman merupakan Dinas Tipe C yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang perumahan dan kawasan permukiman;
6. Dinas Sosial merupakan Dinas Tipe B yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang sosial;
7. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi merupakan Dinas Tipe B yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang tenaga kerja dan bidang transmigrasi;
8. Dinas Perhubungan merupakan Dinas Tipe A yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang perhubungan;
9. Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian merupakan Dinas Tipe B yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang komunikasi dan informatika, bidang statistik dan bidang persandian;
10. Dinas Kebudayan dan Pariwisata merupakan Dinas Tipe A yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang Kebudayaan dan bidang Pariwisata;
11. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro merupakan Dinas Tipe B melaksanakan urusan pemerintahan bidang koperasi dan usaha mikro;
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 201612. Dinas Pertanian merupakan Dinas Tipe A yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang pertanian;
13. Dinas Perikanan dan Pangan merupakan Dinas Tipe A yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang kelautan dan perikanan, dan bidang pangan;
14. Dinas Perindustrian dan Perdagangan merupakan Dinas Tipe A yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang perindustrian dan bidang perdagangan;
15. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa merupakan Dinas Tipe B yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang pemberdayaan masyarakat dan desa;
16. Dinas Lingkungan Hidup merupakan Dinas Tipe A yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang lingkungan hidup;
17. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu merupakan Dinas Tipe A yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang penanaman modal;
18. Dinas Pemuda dan Olahraga merupakan Dinas Tipe B yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang kepemudaan dan olahraga;
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 201619. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan merupakan Dinas Tipe B yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang perpustakaan dan bidang kearsipan;
20. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana merupakan Dinas Tipe A yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
21. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merupakan Dinas Tipe A yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang administrasi kependudukan dan pencatatan sipil;
22. Satuan Polisi Pamong Praja merupakan Dinas Tipe A yang melaksanakan urusan pemerintahan bidang ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, yang terdiri dari sub urusan ketentraman dan ketertiban umum, dan sub urusan kebakaran.
a. Badan Daerah, terdiri dari :
1. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah merupakan Badan Tipe A melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan bidang perencanaan, dan bidang penelitian dan pengembangan;
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 20162. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah merupakan Badan Tipe A melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan bidang keuangan;
3. Badan Pendapatan Daerah merupakan Badan Tipe A menyelenggarakan fungsi penunjang urusan pemerintahan bidang keuangan;
4. Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan merupakan Badan Tipe A melaksanakan fungsi penunjang urusan pemerintahan bidang kepegawaian, pendidikan dan pelatihan.
b. Kecamatan, terdiri dari :
1. Kecamatan Banyuwangi merupakan Kecamatan Tipe A;
2. Kecamatan Giri merupakan Kecamatan Tipe A;
3. Kecamatan Glagah merupakan Kecamatan Tipe A;
4. Kecamatan Wongsorejo merupakan Kecamatan Tipe A;
5. Kecamatan Kalipuro merupakan Kecamatan Tipe A;
6. Kecamatan Singojuruh merupakan Kecamatan Tipe A;
7. Kecamatan Kabat merupakan Kecamatan Tipe A;
8. Kecamatan Rogojampi merupakan Kecamatan Tipe A;
9. Kecamatan Songgon merupakan Kecamatan Tipe A;
10. Kecamatan Srono merupakan Kecamatan Tipe A;
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 201611. Kecamatan Muncar merupakan Kecamatan Tipe A;
12. Kecamatan Cluring merupakan Kecamatan Tipe A;
13. Kecamatan Purwoharjo merupakan Kecamatan Tipe A;
14. Kecamatan Tegaldlimo merupakan Kecamatan Tipe A;
15. Kecamatan Pesanggaran merupakan Kecamatan Tipe A;
16. Kecamatan Bangorejo merupakan Kecamatan Tipe A;
17. Kecamatan Gambiran merupakan Kecamatan Tipe A;
18. Kecamatan Genteng merupakan Kecamatan Tipe A;
19. Kecamatan Sempu merupakan Kecamatan Tipe A;
20. Kecamatan Glenmore merupakan Kecamatan Tipe A;
21. Kecamatan Kalibaru merupakan Kecamatan Tipe A;
22. Kecamatan Licin merupakan Kecamatan Tipe A;
23. Kecamatan Tegalsari merupakan Kecamatan Tipe A;
24. Kecamatan Siliragung merupakan Kecamatan Tipe A;
25. Kecamatan Blimbingsari merupakan Kecamatan Tipe A.
Selain Perangkat Daerah sebagaimana tersebut di atas, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik masih ditetapkan sebagai perangkat daerah yang melaksanakan urusan pemerintahan dibidang kesatuan bangsa dan politik, sambil menunggu peraturan perundang-undangan yang berlaku / mengatur Urusan Pemerintahan Umum. Begitu juga Perangkat Daerah yang melaksanakan Sub Urusan Pemerintahan
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016Bidang Bencana yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Banyuwangi Nomor 16 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banyuwangi, tetap melaksanakan tugasnya sampai dengan dibentuknya Perangkat Daerah baru yang melaksanakan Sub Urusan bencana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Tabel 1.5 Urusan Pemerintahan Berdasarkan Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 Yang Menjadi Kewenangan Daerah
NO. URUSAN WAJIB (PELAYANAN
DASAR) KETERANGAN
1 Pendidikan Pendidikan Dasar, PAUD
dan Non Formal
2 Kesehatan -
3 Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang;
-
4 Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
-
5 Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat
-
6 Sosial -
NO. URUSAN WAJIB
(NON PELAYANAN DASAR) KETERANGAN
1 Tenaga Kerja -
2 Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
-
3 Pangan -
4 Pertanahan -
5 Lingkungan Hidup -
6 Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil
-
7 Pemberdayaan Masyarakat dan Desa -
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 8 Pengendalian Penduduk dan KeluargaBerencana
-
9 Perhubungan -
10 Komunikasi dan Informatika -
11 Koperasi, usaha kecil, dan menengah Koperasi dan Usaha Mikro
12 Penanaman Modal -
13 Kepemudahaan dan Olah Raga -
14 Statistik -
15 Persandian -
16 Kebudayaan -
17 Perpustakaan -
18 Kearsipan -
NO. URUSAN PILIHAN KETERANGAN
1 Kelautan dan Perikanan Perikanan
2 Pariwisata -
3 Pertanian -
4 Perdagangan -
5 Kehutanan Pengelolaan TAHURA
Kabupaten
6 Energi dan Sumber Daya Meneral Penerbitan izin pemanfaatan langsung panas bumi dalam daerah Kabupaten
7 Perindustrian -
8 Transmigrasi -
Sumber : Data Diolah
1.5 Jumlah Pegawai Negeri Sipil
Salah satu instrumen penunjang pokok pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Perangkat Daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat adalah pegawai dengan kuantitas dan kualitas yang memadai. Jumlah pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berdasarkan data Simpeg Tahun 2016 sebanyak 11.421
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 6.431 orang dan perempuan sebanyak 4.990 orang.
Tabel 1.6 Jumlah Pegawai Negeri Sipil Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Berdasarkan Data SIMPEG Tahun 2016
NO TINGKAT PENDIDIKAN LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH
1. SD / Sederajat 106 6 112
2. SLTP / Sederajat 220 13 233
3. SLTP Kejuruan 2 4 6
4. SLTA / Sederajat 1.777 749 2.526
5. Diploma I 35 102 137
6. Diploma II 281 323 604
7. Diploma III 208 494 702
8. Diploma IV 34 15 49
9. Dokter Spesialis 17 11 28
10. Strata I 3.579 3.229 6.808
11. Strata II 168 44 212
12. Strata III 4 - 4
Jumlah 6.431 4.990 11.421
Sumber : Badan Kepegawaian Dan Diklat Kabupaten Banyuwangi
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016BAB 2
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
2.1 Rencana Strategis Tahun 2016 - 2021
Rencana Strategis atau yang disebut dengan RENSTRA merupakan suatu proses perencanaan yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu tertentu berisi visi, misi, tujuan, sasaran, dan strategi yang dilaksanakan melalui kebijakan dan program Kepala Daerah. Perencanaan strategis juga merupakan langkah awal yang harus dilakukan oleh instansi pemerintah agar mampu menjawab tuntutan lingkungan strategis, baik lokal, nasional maupun global dan tetap berada dalam tatanan Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan pendekatan perencanaan strategis yang jelas dan sinergis, instansi pemerintah lebih dapat menyelaraskan visi dan misinya dengan potensi, peluang, dan kendala yang dihadapi dalam upaya peningkatan akuntabilitas kinerjanya.
RPJMD Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 - 2021 merupakan Dokumen perencanaan strategis yang disusun dan dirumuskan setiap lima tahun (perencanaan jangka menengah) yang
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016menggambarkan visi, misi, tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan, program dan kegiatan pembangunan daerah. RPJMD secara sistematis mengedepankan isu – isu lokal, yang diterjemahkan ke dalam bentuk strategi kebijakan dan rencana pembangunan yang terarah, efektif dan berkesinambungan sehingga dapat diimplementasikan secara bertahap sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran pembiayaan.
2.1.1 Visi
Berdasarkan kondisi Kabupaten Banyuwangi dewasa ini, serta peluang, tantangan dan isu strategis yang akan dihadapi dalam 5 tahun mendatang, pasangan H. ABDULLAH AZWAR ANAS (Bupati) – YUSUF WIDYATMOKO (Wakil Bupati) membuat Visi Kabupaten Banyuwangi tahun 2016 - 2021 sebagai berikut :
“TERWUJUDNYA MASYARAKAT BANYUWANGI YANG SEMAKIN SEJAHTERA, MANDIRI, DAN BERAKHLAK MULIA MELALUI PENINGKATAN PEREKONOMIAN DAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA.”
Penjelasan dari Visi sebagai berikut:
1. Meningkatnya Kualitas SDM Banyuwangi
Peningkatan kapasitas dan kualitas suatu daerah melalui pembangunan SDM yang unggul merupakan tugas bersama
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016dalam menciptakan bangsa yang kuat dan negara yang makmur. Melalui SDM yang unggul, tangguh dan berkualitas baik secara fisik dan mental akan berdampak positif tidak hanya terhadap peningkatan daya saing dan kemandirian suatu daerah, namun juga dalam mendukung pembangunan nasional. Peningkatan kualitas SDM terutama diupayakan melalui : 1) pendidikan yang berkualitas, berkarakter, bermoral dan berakhlak mulia, 2) layanan kesehatan yang terjangkau, merata dan berkualitas.
2. Meningkatnya Perekonomian Daerah
Modal untuk melakukan pembangunan ekonomi adalah adanya pertumbuhan ekonomi, sehingga pembangunan ekonomi akan tercapai dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi. Partisipasi masyarakat memiliki peran yang penting dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan pendapatan perkapita, sehingga melalui tercapainya pembangunan ekonomi maka akan berdampak kepada peningkatan perekonomian Kabupaten Banyuwangi.
Basis ekonomi Banyuwangi diletakkan pada 3 komponen utama yaitu 1) pertanian dalam skala luas yang meliputi pertanian tanaman pangan, perikanan dan kelautan,
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016kehutanan, perkebunan, dan hortikultura, 2) pariwisata alam dan budaya dengan segala kekhasannya di Banyuwangi, 3) UMKM dan perdagangan tradisional yang menjadi mata pencaharian sebagian besar masyarakat.
3. Masyarakat Banyuwangi Yang Semakin Sejahtera Berlandaskan Semangat Gotong Royong
Semangat gotong royong yang melandasi pergerakan perekonomian dimana didalamnya terkandung nilai moral yaitu adanya rasa ikhlas untuk berpartisipasi, kebersamaan dan saling membantu antar sesama karena lebih mengutamakan kepentingan bersama yang akan berdampak meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.
4. Kemandirian Masyarakat dan Daerah
Mandiri dan majunya suatu daerah tentu bersumber dari kemandirian dan kemajuan rakyatnya dan oleh sebab itu kemandirian masyarakat adalah gerbang utama menuju kemajuan dan kesejahteraan. Kemadirian daerah akan memacu kemampuan produktif guna memenuhi kebutuhan dasar dan mekanisme untuk tetap dapat bertahan dalam situasi krisis.
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 20162.1.2 Misi
Untuk mewujudkan Visi pasangan H. ABDULLAH AZWAR ANAS (Bupati) dan YUSUF WIDYATMOKO (Wakil Bupati) ditetapkan 5 (lima) Misi sebagai berikut :
1. Mewujudkan aksesibilitas dan kualitas pelayanan bidang pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya;
2. Mewujudkan daya saing ekonomi daerah melalui pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan berbasis potensi sumberdaya alam dan kearifan lokal;
3. Meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur fisik, ekonomi, dan sosial
4. Optimalisasi sumberdaya daerah berbasis pemberdayaan masyarakat, pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan;
5. Mewujudkan tata pemerintahan yang baik dan bersih (Good and Clean Governance) serta layanan publik yang berkualitas berbasis Teknologi Informasi.
2.1.3 Tujuan dan Sasaran
Berdasarkan visi dan misi pembagunan daerah Kabupaten Banyuwangi ditetapkan 7 (tujuh) tujuan, yaitu sebagai berikut :
Tujuan 1 : Peningkatan layanan bidang pendidikan yang berkualitas,
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Sasaran :
1) Meningkatnya akses pelayanan bidang pendidikan
Indikator Kinerja :
Indeks Pendidikan
2) Meningkatnya Kualitas Layanan Pendidikan Indikator Kinerja :
Presentase PAUD formal berakreditasi A
Rasio Lembaga Pendidikan terakreditasi A Tujuan 2 : Peningkatan layanan bidang kesehatan yang
berkualitas, merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Sasaran :
1) Meningkatnya akses pelayanan bidang kesehatan
Indikator Kinerja :
Cakupan KB Aktif
Cakupan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Indeks Kesehatan Keluarga Banyuwangi
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 20162) Meningkatnya kualitas kesehatan Indikator Kinerja :
Angka Kematian Ibu per 100.000 Kelahiran Hidup
Persentase Fasilitas Kesehatan Terakreditasi
Tingkat Kesehatan Rumah Sakit
Tujuan 3 : Peningkatan pemenuhan kebutuhan dasar lainnya.
Sasaran :
1) Tercukupinya ketersediaan pangan Indikator Kinerja :
Persentase keamanan pangan
2) Meningkatnya ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat
Indikator Kinerja :
Indeks rasa aman
Persentase resiko bencana pada KRB 3) Meningkatnya perlindungan sosial dan
masyarakat
Indikator Kinerja :
Persentase angka PMKS
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 20164) Meningkatnya kesadaran dan pemahaman masyarakat akan keragaman budaya
Indikator Kinerja :
Indeks gotong royong
Tujuan 4 : Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan iklusif.
Sasaran :
1) Menurunnya kesenjangan antar wilayah Indikator Kinerja :
Indeks Gini
2) Menurunnya tingkat pengangguran Indikator Kinerja :
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 3) Meningkatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi
Sektor Unggulan Indikator Kinerja :
Persentase Pertumbuhan Sektor Industri Olahan Dalam PDRB
Persentase Usaha Kecil Menengah Terhadap UMKM
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 Persentase Pertumbuhan Sektor Pertanian Dalam PDRB
Persentase Pertumbuhan Sektor Perdagangan Dalam PDRB
Persentase Koperasi Berkualitas 4) Meningkatnya Investasi PMA dan PMDN
Indikator Kinerja :
Realisasi investasi PMA dan PMDN
5) Meningkatnya Pemanfaatan Potensi Pariwisata dan Kebudayaan Bagi Masyarakat
Indikator Kinerja :
Spending Of Money
Tujuan 5 : Meningkatkan Infrastruktur Ekonomi yang Berkualitas Sasaran :
1) Meningkatkan infrastruktur ekonomi yang berkualitas
Indikator Kinerja :
Persentase panjang jalan kondisi baik dengan kecepatan > 20 KM
Indeks angka kecelakaan lalu lintas
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 Persentase ketersediaan air pada musim hujan dan musim kemarau (degradasi DAS)
Proporsi jaringan irigasi dalam kondisi baik dan teknis
Peningkatan Jumlah bangunan pelayanan publik berfungsi baik
Tujuan 6 : Meningkatkan Infrastruktur Sosial yang Berkualitas Sasaran :
1) Meningkatnya Infrastruktur Sosial yang Berkualitas Indikator
Indikator Kinerja :
Jumlah keluarga miskin yang terlayani sanitasi dasar
Persentase Kecukupan Luasan RTH Publik
Tujuan 7 : Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup dalam Menjamin Pembangunan Berkelanjutan
Sasaran :
1) Meningkatnya Kualitas Lingkungan Indikator Kinerja :
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Tujuan 8 : Meningkatkan Sumber Daya Daerah Berbasis
Pemberdayaan Masyarakat Dan Pengarustamaan Gender
serta Perlindungan Anak Sasaran :
1) Meningkatnya kapasitas pemberdayaan kelompok masyarakat
Indikator Kinerja :
Indeks Desa Membangun (IDM)
Jumlah Atlit berprestasi tingkat Provinsi dan Nasional
Persentase pemuda mandiri 2) Terwujudnya pemberdayaan dan
pembangunan yang Pengarustamaan Gender
Indeks pemberdayaan gender (IDG)
3) Meningkatnya perlindungan terhadap perempuan dan anak
Persentase penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak serta trafficking Tujuan 9 : Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016dan Bersih serta Layanan Publik yang Berkualitas Berbasis Teknologi Informasi
Sasaran :
1) Meningkatnya akuntabilitas instansi pemerintah dan kualitas layanan publik
Indikator Kinerja :
Nilai / predikat AKIP
Indeks kepuasan masyarakat (IKM)
Persentase terpenuhinya aspek kualitas dalam dokumen perencanaan
Persentase kebijakan berdasarkan policy brief
2) Meningkatnya Kinerja Laporan Keuangan Dan Kinerja Birokrasi
Indikator Kinerja :
Opini WTP BPK terhadap LKPD
Indeks reformasi birokrasi
3) Meningkatnya Penggunaan Sistem Informasi Daerah
Indikator Kinerja :
Persentase Cakupan Jangkauan TIK
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 Persentase Perangkat Daerah dan Unit Kerja yang Mengimplementasikan IT Baik
Tabel 2.1 Matrik Hubungan Antara Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Pembangunan Kabupaten Banyuwangi
Visi : TERWUJUDNYA MASYARAKAT BANYUWANGI YANG SEMAKIN SEJAHTERA, MANDIRI, DAN BERAKHLAK MULIA MELALUI PENINGKATAN PEREKONOMIAN DAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA
Misi Tujuan Sasaran Strategis
Uraian Indikator
Kinerja Uraian Indikator
Kinerja
1 2 3 4 5
I Mewujudkan Aksesibilitas Dan Kualitas Pelayanan Bidang Pendidikan, Kesehatan Dan Kebutuhan Dasar Lainnya
1 Peningkatkan Layanan Bidang Pendidikan yang Berkualitas, Merata dan Terjangkau bagi Seluruh Masyarakat
Indeks Pendidikan
1 Meningkatn ya akses pelayanan bidang pendidikan
1 Indeks Pendidikan
2 Meningkatn ya kualitas layanan pendidikan
2 Presentase PAUD formal berakreditasi A
3 Rasio Lembaga Pendidikan terakreditasi A
2 Peningkatan Layanan Bidang Kesehatan yang Berkualitas, Merata dan
Cakupan Pelayanan Kesehatan Masyarakat
3 Meningkatn ya akses pelayanan bidang kesehatan
4 Cakupan KB Aktif
5 Cakupan Pelayanan
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016 Terjangkaubagi Seluruh Masyarakat
Kesehatan Masyarakat
6 Indeks Kesehatan Keluarga Banyuwangi
4 Meningkatn ya kualitas kesehatan
7 Angka Kematian Ibu per 100.000 Kelahiran Hidup 8 Persentase
Fasilitas Kesehatan Terakreditasi 9 Tingkat
Kesehatan Rumah Sakit 3 Peningkatan
Pemenuhan Kebutuhan Dasar Lainnya
Indeks rasa aman
Persentase angka PMKS
5 Tercukupiny a
ketersediaa n pangan
1 0
Persentase keamanan pangan
6 Meningkatn ya
ketenterama n, ketertiban umum dan perlindunga n
masyarakat
1 1
Indeks rasa aman 1
2
Persentase resiko bencana pada KRB
7 Meningkatn ya
perlindunga 1 3
Persentase angka PMKS
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016n sosial dan masyarakat 8 Meningkatn
ya
kesadaran dan
pemahaman masyarakat akan keragaman budaya
1 4
Indeks gotong royong
II Mewujudkan Daya Saing Ekonomi Daerah melalui Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas dan
Berkelanjutan Berbasis Potensi Sumberdaya Alam dan Kearifan Lokal
4 Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas dan Iklusif
Indeks Gini
Tingkat Penganggu ran Terbuka (TPT)
9 Menurunnya kesenjanga n antar wilayah
1 5
Indeks Gini
1
0
Menurunnya tingkat penganggur an
1 6
Tingkat Penganggura n Terbuka (TPT)
1
1
Meningkatk an Laju Pertumbuha n Ekonomi Sektor Unggulan
1 7
Persentase Pertumbuhan Sektor Industri Olahan Dalam PDRB
1
8
Persentase Usaha Kecil Menengah Terhadap UMKM
1
9
Persentase Pertumbuhan Sektor Pertanian dalam PDRB
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 20162
0
Persentase Pertumbuhan Sektor Perdagangan dalam PDRB
2 1
Persentase Koperasi Berkualitas
1 2
Meningkatn ya Investasi PMA dan PMDN
2 2
Realisasi investasi PMA dan PMDN 1
3
Meningkatn ya
Pemanfaata n Potensi Pariwisata dan Kebudayaa n Bagi Masyarakat
2 3
Spending Of Money
III Meningkatka n Kuantitas dan Kualitas Infrastruktur Fisik,
Ekonomi, dan Sosial
5 Meningkatkan Infrastruktur Ekonomi yang Berkualitas
% panjang jalan kondisi baik dengan kecepatan
>20 Km 1 4
Meningkatk an
infrastruktur ekonomi yang berkualitas
2 4
Persentase panjang jalan kondisi baik dengan kecepatan >
20 KM
2
5
Indeks angka kecelakaan lalu lintas
2
6
Persentase ketersediaan air pada musim hujan dan musim kemarau
LKjIP
Kabupaten Banyuwangi Tahun 2016(degradasi DAS)
2 7
Proporsi jaringan irigasi dalam kondisi baik dan teknis 2
8
Peningkatan Jumlah bangunan pelayanan publik berfungsi baik
6 Meningkatkan
Infrastruktur Sosial yang Berkualitas
Jumlah keluarga miskin yang terlayani sanitasi dasar
1 5
Meningkatn ya
Infrastruktur Sosial yang Berkualitas
2 9
Jumlah keluarga miskin yang terlayani sanitasi dasar
3
0
Persentase Kecukupan Luasan RTH Publik
7 Meningkatkan
Kualitas Lingkungan Hidup dalam Menjamin Pembanguna n
Berkelanjutan
Indeks kualitas lingkungan hidup
1 6
Meningkatn ya Kualitas Lingkungan
3 1
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
IV Optimalisasi Sumberdaya Daerah
8 Meningkatkan Sumber Daya Daerah
Indeks Desa
1 7
Meningkatn ya kapasitas pemberdaya
3 2
Indeks Desa Membangun (IDM)