• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Rentabilitas Pada PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk Periode

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Analisis Rentabilitas Pada PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk Periode"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Rentabilitas Pada PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk Periode 2008-2012

Misi Adiningsih1),Ida Zuniarti2)

1)Akademi Manajemen Keuangan BSI Jakarta Jl. Ciledug Raya No.168 Jakarta

Email : [email protected]

2)Akademi Sekretari dan Manajemen Bina Sarana Informatika Bandung JL. Sekolah Internasional No.1-6 Antapani Bandung

email : [email protected]

Abstrak – Penilaian kinerja keuangan bank merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan untuk mengetahui bagaimana efektifitas bank dalam melakukan pengelolaan kegiatan operasionalnya. Salah satu ukuran kinerja keuangan bank adalah mengukur kemampuan bank tersebut dalam menghasilkan laba (rentabilitas) dalam satu periode.

Penelitian ini, dimaksudkan untuk mengetahui nilai rasio rentabilitas bank khususnya pada PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk dengan mengunak an rasio Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE). Data penelitian merupakan data sekunder berupa laporan keuangan publikasi yang diakses dari web Bank Indonesia periode 2008 s.d 2 2012.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai ROA dan ROE pada PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk periode 2008 s.d 2012 melebihi standar yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Nilai ROA pada PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk tahun 2008 sebesar 3,59%, tahun 2009 sebesar 3,11%, tahun 2010 sebesar 3,69%, tahun 2011 sebesar 3,99%, dan tahun 2012 sebesar 4,33%. Nilai ROE pada PT Bank Rakyat Indonesia, TBK periode 2008 a.d 2012, tahun 2008 sebesar 26,65%, tahun 2009 sebesar 26,81%, tahun 2010 sebesar 31,52%, tahun 2011 sebesar 30,70%, dan tahun 2012 sebesar 28,79%

Kata Kunci : Rentabilitas Bank, Return on Asset, Return on Equity

I. PENDAHULUAN

Kegiatan usaha lembaga perbankan mempunyai peran yang sangat penting dalam perekonomian, karena dengan adanya lembaga perbankan maka kelompok masyarakat yang kekurangan dana untuk membiayai kegiatan usaha dapat dengan mudah memperoleh dana tersebut di lembaga perbankan.

Bank merupakan lembaga keuangan yang berfungsi menghimpun dana dari masyarakat yang kelebihan dana dalam bentuk simpanan untuk perantara menyalurkan dana tersebut kepada yang membutuhkan dana disalurkan dalam bentuk kredit, jadi bank adalah perantara penyalur dana dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat luas.

Berkaitan dengan hal tersebut masyarakat yang menghimpun maupun yang membutuhkan dana pada bank perlu mendapat rasa kepercayaan pada bank yang telah dipercaya untuk mengelola dana yang disimpan, karena banyak kasus bank- bank yang dilikuidasi akibat kecurangan- kecurangan maupun kesalahan pengelolaannya.

Masyarakat harus cermat dalam memilih bank untuk mengelola dananya, nama baik dari bank, belum cukup untuk dipercaya mengelola dengan baik tanpa kecurangan karena banyak kasus bank-

bank terkenalpun juga tersandung masalah sehingga dilikuidasi dan dapat merugikan nasabahnya.

Nasabah harus mengetahui tingkat kesehatan bank.

Tingkat kesehatan bank salah satunya dapat dilihat dari rasio rentabilitas yaitu merupakan kemampuan bank dalam menghasilkan keuntungan dibandingkan dengan modal yang digunakan yang dinyatakan dengan persen.

Penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan analisis terhadap kinerja keuangan bank khususnya kinerja dalam menghasilkan keuntungan atau sering disebut dengan rentabilitas pada PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk periode 2008 s.d 2012. Rasio rentabilitas dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan Return On Asset (ROA )dan Return On Equity (ROE). Data penelitian menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Bank Indonesia.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) merupakan salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau “Bank bantuan dan simpanan milik kaum priyayi Purwokerto”, suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi).

(2)

Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.

II. LANDASAN TEORI

Bank merupakan sebuah lembaga intermediasi keuangan, umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang.

Menurut Hasibuan (2009:2) bank umum adalah lembaga keuangan, pencipta uang, pengumpul dana dan penyalur kredit, pelaksana lalu lintas pembayaran, stabilisator moneter, serta dinamisator pertumbuhan perekonomian.

Menurut Kasmir (2013:32) ada beberapa jenis bank, yaitu

1. Bank berdasarkan fungsinya yaitu : a. Bank Sentral

Bank sentral yang dimaksud adalah Bank Indonesia. Bank Indonesia adalah lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan pemerintah dan atau pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang ini”.

b. Bank Umum

Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Jasa yang diberikan oleh bank umum bersifat umum, artinya dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Bank umum sering disebut bank komersial (commercial bank).

c. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan dengan kegiatan bank umum.

2. Bank berdasarkan kepemilikanya, ditinjau dari segi kepemilikannya, jenis bank terdiri atas bank milik pemerintah, bank milik swasta nasional, dan bank milik swasta asing berikut pengertianya menurut Kasmir (2013:33) yaitu:

a.

Bank Milik Pemerintah

Bank pemerintah adalah bank di mana baik akta pendirian maupun modalnya dimiliki oleh pemerintah, sehingga seluruh keuntungan bank dimiliki oleh pemerintah pula. Contohnya Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri. Selain itu ada juga bank milik pemerintah daerah yang terdapat di daerah tingkat I dan tingkat II masing-

masing provinsi. Contoh Bank DKI, Bank Jateng, dan sebagainya.

b.

Bank Milik Swasta Nasional

Bank swasta nasional adalah bank yang seluruh atau sebagian besar modalnya oleh swasta nasional serta akta pendiriannya pun didirikan oleh swasta, begitu pula pembagian keuntungannya juga dipertunjukkan untuk swasta pula.

Contohnya Bank Muamalat, Bank Danamon, Bank Central Asia, Bank Lippo, Bank Niaga, dan lain-lain.

c.

Bank Milik Asing

Bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang ada di luar negeri, baik milik swasta asing atau pemerintah asing.

Kepemilikannya dimiliki oleh pihak luar negeri. Contohnya ABN AMRO bank, City Bank, dan lain-lain.

3. Bank dari segi status, dilihat dari segi kemampuanya dalam melayani masyarakat.

Maka bank dapat dibagi ke dalam dua macam.

Menurut Kasmir (2013:36) Pembagian jenis tersebut berdasarkan status yaitu:

a. Bank devisa

Merupakan bank yang dapat melaksanakan transaksi ke luar negeri atau yang berhubungan dengan mata uang asing secara keseluruhan, misalnya transfer ke luar negeri,inkaso ke luar negeri, travellers cheque, pembukaan dan pembayaran letter of credit dan transaksi lainya. Persyaratan untuk menjadi bank devisa ini ditentukan oleh Bank Indonesia.

b. Bank non devisa

Merupakan bank yang belum mempunyai izin untuk melaksanakan transaksi sebagai bank devisa sehingga tidak dapat melaksanakan transaksi seperti halnya bank devisa. Jadi bank non devisa merupakan kebalikan bank devisa dimana, transaksi yang dilakukan masih dalam batas-batas negara.

4. Jenis bank dilihat dari segi penentuan harga menurut Kasmir (2013:36) yaitu:

a. Bank berdasarkan prinsip konvensional yaitu menetapkan bunga sebagai harga, baik untuk produk simpanan seperti giro, tabungan maupun deposito. Demikian pula harga untuk pinjaman (kredit) juga ditentukan berdasarkan tingkat suku bungatertentu. Penentuan harga ini dikenal dengan istilah spread based.

Apabila suku bunga simpanan lebih tinggi dari suku bunga pinjaman maka dikenal dengan nama negative spread, hal ini telah terjadi di akhir tahun1998 dan sepanjang tahun 1999. Untuk jasa-jasa bank lainnya pihak perbankan barat menggunakan atau menerapkan berbagai

(3)

biaya-biaya dalam nominal atau presentase tertentu. Sistem pengenaan biaya ini dikenal dengan istilah fee based.

b. Bank berdasarkan prinsip syariah bank ini belum lama berkembang di Indonesia, namun di luar negeri terutama di negara- negara timur tengah bank yang berdasarkan prinsip syariah sudah berkembang pesat sejak lama. Dalam menentukan harga atau mencari keuntungan bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah adalah sebagai berikut:

1) Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil( mudharabah).

2) Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah).

3) Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah) 4) Pembiayaan barang modal berdasarkan

sewa murni tanpa pilihan (ijarah)

5) Atau dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak lain oleh pihak lain (ijarah waiqtina)

Sedangkan penentuan biaya-biaya jasa bank lainya bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah juga menentukan biaya sesuai syariah islam.

Kegiatan bank umum menurut Kasmir (2013:38) secara lengkap meliputi kegiatan sebagai berikut :

1. Menghimpun Dana (Funding)

Kegiatan menghimpun dana merupakan kegiatan membeli dana dari masyarakat.

Kegiatan ini dikenal juga dengan kegiatan funding. Kegiatan membeli dana dapat dilakukan dengan cara menawarkan berbagai jenis simpanan. Simpanan sering disebut dengan nama rekening atau account.

Jenis-jenis simpanan yang ada dewasa ini adalah:

a. Simpanan Giro (Demand Deposit) b. Simpanan Tabungan (Saving Deposit) c. Simpanan Deposito (Time Deposit) 2. Menyalurkan Dana (Lending)

Sebelum kredit dikucurkan bank terlebih dulu menilai kelayakan kredit yang diajukan oleh nasabah. Kelayakan ini meliputi berbagai aspek penilaian. Penerima kredit akan dikenakan bunga kredit yang besarnya tergantung dari bank yang menyalurkannya. Besar kecilnya bunga kredit sangat mempengaruhi keuntungan bank, mengingat keuntungan utama bank adalah dari selisih bunga kredit dengan bunga simpanan. Secara umum jenis-jenis kredit yang ditawarkan meliputi :

a. Kredit Investasi b. Kredit Modal Kerja c. Kredit Perdagangan

d. Kredit Produktif e. Kredit Konsumtif f. Kredit Profesi

3. Memberikan jasa- jasa Bank Lainnya (Services) Jasa-jasa bank lainnya merupakan kegiatan penunjang untuk mendukung kelancaran kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana.

Sekalipun sebagai kegiatan penunjang, kegiatan ini sangat banyak memberikan keuntungan bagi bank dan nasabah, bahkan dewasa ini kegiatan ini memberikan kontribusi keuntungan yang tidak sedikit bagi keuntungan bank, apalagi keuntungan dari spread based semakin mengecil, bahkan cenderung negatif spread (bunga simpanan lebih besar dari bunga kredit).

Semakin lengkap jasa-jasa bank yang dapat dilayani oleh suatu bank maka akan semakin baik. Kelengkapan ini ditentukan dari permodalan bank serta kesiapan bank dalam menyediakan SDM yang handal. Disamping itu ,juga perlu didukung oleh kecanggihan teknologi yang dimilikinya. Dalam praktiknya jasa-jasa bank yang ditawarkan meliputi : a. Kiriman Uang (Transfer)

b. Kliring (Clearing) c. Inkaso (Collection) d. Safe Deposit Box e. Bank Card (Kartu kredit) f. Bank Notes

g. Bank Garansi h. Bank Draft

i. Letter of Credit (L/C)

j. Cek Wisata (Travellers Cheque) k. Menerima setoran-setoran.

l. Melayani pembayaran-pembayaran.

m. Bermain di dalam pasar modal.

2.2. Rasio Keuangan

Rasio keuangan menurut Horne dalam Kasmir (2012:104) merupakan indeks yang menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka dengan angka lainya.

Rasio keuangan digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan, dari hasil laporan keuangan ini akan terlihat kondisi kesehatan perusahaan yang bersangkutan. Hasil rasio keuangan ini digunakan untuk menilai kinerja manajemen dalam satu periode apakah mencapai target seperti yang telah ditetapkan.

Rasio keuangan bank menurut Kasmir (2012:216) bahwa rasio keuangan yang digunakan oleh bank sebenarnya tidak jauh beda, perbedaannya terutama terletak pada jenis rasio yang digunakan untuk menilai suatu rasio yang jumlahnya lebih banyak.

Sama seperti perusahaan bukan bank, untuk mengetahui kondisi keuangan suatu bank, dapat dilihat laporan keuangan yang disajikan suatu bank secara periodik. Laporan keuangan ini juga

(4)

sekaligus menggambarkan kinerja bank selama periode tersebut.

Menurut Kasmir (2012:217) ada tiga jenis rasio keuangan bank yang dianggap penting adalah sebagai berikut :

1. Rasio likuditas bank merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya pada saat ditagih. Rasio ini bertujuan untuk mengukur seberapa likuid suatu bank dalam melayani nasabahnya. Dalam rasio likuiditas terdiri dari beberapa jenis yaitu:

a. Quick ratio

b. Investing policy ratio c. Banking ratio d. Aset to loan ratio

e. Invesment portofolio ratio f. Cash ratio

g. Loan to deposit ratio h. Invesment risk ratio i. Liquidity risk ratio j. Credit risk ratio k. Deposit risk ratio

2. Rasio solvabilitas bank merupakan ukuran kemampuan bank dalam mencari sumberdana untuk membiayai kegiatanya. Rasio ini bisa dikatakan merupakan alat ukur kekayaan bank untuk melihat efisiensi bagi pihak manajemen bank. Dalam rasio solvabilitas ini terdiri dari beberapa jenis yaitu:

a. Primary ratio b. Risk assets ratio c. Secondary risk ratio d. Capital ratio e. Capital risk

f. Capital adequacy ratio g. Gross yield on total assets

h. Gross profit margin on total assets i. Net income on total assets

3. Rasio rentabilitas bank rasio ini juga sering disebut rasio profitabilitas usaha. Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisensi usaha dan profitabilitas yang dicapai oleh bank.

Dalam rasio rentabilitas ada beberapa jenis yaitu:

a. Gross profit margin b. Net profit margin c. Return on equity capital d. Return on total assets e. Rate return on loan

f. Interests margin on earning assets g. Interest margin on loan

h. Laverage multiplier i. Assets utilization j. Interest expense ratio k. Cost of found l. Cost of money m. Cost of loanable fund n. Cost of operrable fund o. Cost of effiency

2.3. Rentabilitas

Menurut Jumingan (2011:122), analisis rasio rentabilitas merupakan suatu rasio yang digunakan untuk mengukur efisiensi usaha untuk memperoleh laba semaksimal mungkin”.

Menurut Prastowo (2008:90), bahwa rentabilitas suatu perusahaan menunjukkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Dengan kata lain rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu, dan umumnya dirimuskan sebagai berikut

( L/M ) x 100%

Dimana :

L =Jumlah laba yang diperoleh selama periode tertentu

M =Modal atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut.

Dari sekian pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa rentabilitas dapat juga disebut dengan profitabilitas yang artinya, prestasi yang dicapai oleh perusahaan dan dinyatakan dalam persentase, setelah dibandingkan antara hasil yang dicapai dengan modal yang digunakan. Semakin besar presentasinya maka semakin tinggi persentase keuangan perusahaan tersebut, demikian sebaliknya.

Menurut Veithzal, dkk (2007:720), rentabilitas adalah hasil perolehan dari investasi ( penanaman modal) yang dikatakan dengan presentase dari besarnya investasi.

Menurut Veithzal, dkk (2007:720) faktor rentabilitas antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen berikut:

1. ROA (Return On Asset )

ROA (return on asset) adalah kemampuan perusahaan dalam menfaatkan aktivanya untuk memperoleh laba. Rasio ini mengukur tingkat kembalian investasi yang telah dilakukan oleh perusahaan dengan menggunakan seluruh dana (aktiva) yang dimilikinya. Rasio ini dapat di bandingkan dengan tingkat bunga bank yang berlaku. Rumus yang dipergunakan adalah:

ROA = (Laba sebelum pajak/total asset) x 100%

Semakin besar ROA, berarti semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai dari semakin baiknya posisi bank dari segi penggunaan assetnya.

2. ROE ( Return On Equity)

Merupakan indikator yang sangat penting bagi para pemegang saham dan calon investor untuk mengukur kemampuan bank dalam memperoleh

(5)

Tahun

Laba sebelum pajak (dalam jutaan

rupiah)

Total Assets

(dalam jutaan rupiah) ROA

2008 8.822.012 246.076.896 3,59%

2009 9.891.228 317.947.029 3,11%

2010 14.910.230 404.285.602 3,69%

2011 18.755.880 469.899.284 3,99%

2012 23.859.572 551.336.790 4,33%

laba bersih yang dikaitkan dengan pembayaran deviden. Rumus yang digunakan adalah

ROE = (Laba setelah pajak/modal sendiri) x 100%

Apabila terjadi kenaikan dalam rasio ini, berarti terjadi kenaikan laba bersih dari bank yang bersangkutan kenaikan ini menyebabkan naiknya harga saham bank, yang akan membuat para pemegang sahan bank dan para investor di pasar modal ingin membeli saham bank tersebut.

3. NIM (Net Interest Margin)

Rasio ini menunjukan kemampuan earning assets dalam menghasilkan pendapatan bunga.

Rumus yang digunakan adalah:

NIM = ( Pendapatan bunga bersih/Aktiva Produktif) x 100%

NIM harus cukup besar untuk meng-cover kerugian-kerugian pinjaman, kerugian-kerugian sekuritas dan pajak untuk dijadikan profit dan meningkatkan pendapatan.

4. BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional)

Rasio ini adalah perbandingan antara biaya operasional dengan pendapatan operasional dalam mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatan oprasionalnya. Rumus BOPO adalah sebagai berikut:

BOPO = (Biaya operasional/pendapatan operasional) x 100%

Semakin kecil rasio biaya (beban) operasionalnya akan lebih baik, karena bank yang bersangkutan dapat menutup biaya (biaya) operasional dengan pendapatan operasional.

III. METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus pada bank devisa nasional yaitu PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk. Metode penelitian menggunakan pendekatan expost facto karena variabel yang diteliti tidak dikenai suatu tindakan, perlakuan, atau manipulasi melainkan hanya meneliti dan mengungkapkan faktor-faktor yang diteliti berdasarkan keadaan yang sudah ada. Data penelitian menggunakan data sekunder yaitu data publikasi laporan keuangan PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk Periode 2008 s.d 2012 yang diakses dari web Bank Indonesia.

IV. PEMBAHASAN

Pengukuran rentabilitas PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan bank tersebut dalam meghasilkan keutungan dengan menggunakan rasio ROA dan ROE. Perhitungan ROA dan ROE pada PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk periode 2008 s.d 2012 sebagai berikut

4.1 ROA PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk Periode 2008 s.d 2012

Tabel 1

Nilai ROA PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk Periode 2008-2012

Sumber : Hasil Penelitian (2013)

Nilai ROA pada tabel 1 diperoleh dengan perhitungan sebagai berikut

a. Tahun 2008

8.822.012

ROA= x100%

246.076.896 ROA = 3,59%

ROA pada tahun 2008 adalah 3,59%

b. Tahun 2009

9.891.228

ROA= x100%

317.947.029 ROA = 3,11%

Jadi ROA pada tahun 2009 adalah 3,11%

c. Tahun 2010

14.910.230

ROA= x100%

404.285.602 ROA = 3,69%

Jadi ROA pada tahun 2010 adalah 3,69%

d. Tahun 2011

18.755.880

ROA= x100%

469.899.284

(6)

Tahun

Laba sesudah pajak (dalam jutaan rupiah)

Total Ekuitas (dalam jutaan rupiah)

ROE

2008 5.958.368 22.356.697 26,65%

2009 7.308.292 27.257.381 26,81%

2010 11.560.751 36.673.110 31,52%

2011 15.296.501 49.820.329 30,70%

2012 18.681.350 64.881.779 28,79%

ROA = 3,99%

Jadi ROA pada tahun 2011 adalah 3,99%

e. Tahun 2012

23.859.572

ROA= x100%

551.336.790 ROA = 4,33%

Jadi ROA pada tahun 2012 adalah 4,33%

Berdasarkan perhitungan rasio ROA selama lima tahun dari tahun 2008 sampai 2012, diperoleh nilai pada tahun 2008 ROA PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk adalah 3,59%, pada tahun 2009 ROA PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk mengalami penurunan menjadi 3,11%, pada tahun 2010 ROA PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk mengalami peningkatan menjadi 3,69%, pada tahun 2011 ROA PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk terus mengalami peningkatan menjadi 3,99% dan pada tahun 2012 ROA PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk meningkat 4,33%. Jadi sebagian besar ROA PT.

Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk meningkat dari tahun ke tahun hanya pada tahun 2009 saja ROA PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk mengalami penurunan.

4.2 ROE PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk Periode 2008 s.d 2012

Tabel 2 Nilai ROE PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk Tahun 2008-2009

Sumber : Hasil Penelitian (2013)

Nilai ROE pada tabel 2 diperoleh dengan perhitungan sebagai berikut

a. Tahun 2008

5.958.368

ROE= x100%

22.356.697

ROE = 26,65%

Jadi ROE pada tahun 2008 adalah 26,65%

b. Tahun 2009

7.308.292

ROE= x100%

27.257.381

ROE = 26,81%

Jadi ROE pada tahun 2009 adalah 26,81%

c. Tahun 2010

11.560.751

ROE= x100%

36.673.110

ROE = 31,52%

Jadi ROE pada tahun 2010 adalah 31,52%

d. Tahun 2011

15.296.501

ROE= x100%

49.820.329

ROE = 30,70%

Jadi ROE pada tahun 2011 adalah 30,70%

e. Tahun 2012

18.681.350

ROE= x100%

64.881.779

ROE = 28,79%

Jadi ROE pada tahun 2012 adalah 28,79%

Berdasarkan perhitungan ROE (Return on Equity) selama lima tahun dari tahun 2008 sampai 2012, penulis mendapatkan hasil yaitu pada tahun 2008 ROE PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk adalah 26,65%, pada tahun 2009 ROE PT.

Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk mengalami peningkatan menjadi 26,81%, pada tahun 2010 ROE PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk mengalami peningkatan menjadi 31,52%, pada tahun 2011 ROE PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk menurun menjadi 30,70%, pada tahun 2012 ROE PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk mengalami penurunan menjadi 28,79%. Jadi ROE PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk meningkat pada tahun 2008, tahun 2009 dan tahun 2010 namun mengalami penurunan pada tahun 2011 dan tahun 2012.

Nilai ROA dan ROE PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk periode 2008 s.d 2012 masih diatas standar minimal yang ditetapkan oleh bank Indonesia sebagai berikut

(7)

Rasio

Rentabilitas Tahun Hasil

Perhitungan Standar BI Ket

ROA

2008 3,59%

0,5%-1,5% Di atas Standar 2009 3.11%

2010 3,69%

2011 3,99%

2012 4,33%

ROE

2008 26,65%

5%-12,5% Di atas Standar 2009 26,81%

2010 31,52%

2011 30,70%

2012 28,79%

Tabel 3 Perbandingan ROA dan ROE PT. Bank Rakyat Indonesia, Tbk Tahun 2011-2012 dengan

standar minimal Bank Indonesia

Sumber : Hasil Penelitian (2013)

Rasio ROA dan ROE pada PT Bank Rakyat Indonesia, TBK selama tahun 2008 sampai dengan 2012 mengalami fluktuasi namun masih menunjukan hasil yang memuaskan karena melebihi standar dari Bank Indonesia. Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 9/24/DPBS tanggal 30 Oktober 2007 menunjukan minimal ROA adalah 0,5%- 1,5% dan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk mempunyai ROA rata-rata diatas 3%

jadi ROA Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk berada diperingkat pertama sebagai akibat naiknya pendapatan, terkendalinya beban dan biaya operasional yang pada akhirnya meningkatkan laba bersih dengan laju pertumbuhan lebih besar dari laju pertumbuhan aset. ROA sebesar itu berada diatas rata-rata industri perbankan Indonesia.

Sama dengan ROA pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk yang berada di atas standar Bank Indonesia ROE pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Hasil pengembalian terhadap ekuitas ROE yang merupakan cerminan dari imbal hasil kepada pemegang saham, juga dapat dipertahankan. ROE juga berada diperingkat pertama dari Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 9/24/DPBS tanggal 30 Oktober 2007 yang menunjukan bahwa ROE 5%- 12,5% dan ROE PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk rata-rata 28,90 % jadi hal ini menunjukan bahwa ROE PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk memang berada diatas standar, walaupun pernah mengalami penurunan ROA dan ROE ini tidak berdampak signifikan terhadap rentabilitas PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk. Jadi ROA dan ROE berada diperingkat pertama yaitu kemampuan rentabilitas yang sangat tinggi untuk mengantisipasi potensi kerugian dan meningkatkan modal. Penerapan prinsip akuntansi, pengakuan pendapatan, pengakuan biaya dan pembagian keuntungan (profit distribution) telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan nilai rasio ROA dan ROE yang melebihi standar yang di tetapkan Bank Indonesia kemampuan PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk dalam menghasilkan laba juga sangat baik terbukti dari pengembalian total assets dan total ekuitas yaitu dapat dilihat dari total laba yang diperoleh PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk yang selalu meningkat. Total laba pada tahun 2008 sebesar Rp.5.958.368.000.000, tahun 2009 sebesar Rp.7.308.292.000.000, pada tahun 2010 sebesar Rp. 11.560.751.000.000, pada tahun 2011 sebesar RP. 15.296.501.000.000, dan pada tahun 2012 sebesar Rp. 18.681.350.000.000, dapat dilihat dari tahun ketahun memang total laba PT. Bank Rakyat Indonesia selalu meningkat.

V. PENUTUP

Berdasarkan hasil pembahasan maka penulis menyimpulkan sebagai berikut

1. Nilai ROA dan ROE pada PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk menunjukan nilai diatas standar yang telah ditetapkan Bank Indonesia dengan demikian PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk merupakan bank yang kuat (sehat) dari segi rentabilitas.

2. ROA yang tertinggi adalah pada tahun 2012 yaitu 4,33% sedangkan tertinggi adalah pada tahun 2010 yaitu 31,52%.

3. Penurunan tingkat ROA dan ROE lebih dikarenkan tidak seimbangnya asset dan modal yang dikeluarkan dalam menghasilkan laba.

4. ROA dan ROE PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk berada diperingkat pertama menunjukan kemampuan rentabilitas sangat tinggi untuk mengantisipasi potensi kerugian dan meningkatkan modal.

5. Kemampuan atas pengembalian asset dan ekuitas PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk selalu meningkat.

REFERENSI

BI. (2013). http://www.bi.go.id/id/publikasi.

Dipetik Maret 20, 2013, dari www.bi.go.id:

http://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan- keuangan/bank/umum-

konvensional/Default.aspx

Hasibuan, S. M. (2006). Dasar-Dasar Perbankan.

Jakarta: Bumi Aksara.

Indonesia, B. (2007, 10 30).

http://www.bi.go.id/id/peraturan. Dipetik Desember 2012, 2012, dari http://www.bi.go.id:

http://www.bi.go.id/id/peraturan/perbanka n/Pages/se_092407.aspx

(8)

Jumingan. (2011). Analisis Laporan Keuangan.

Jakarta: PT Bumi Aksara.

Kasmir. (2012). Analisis Laporan Keuangan.

Jakarta: PT Raja Grafindo.

Kasmir. (2013). Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Prastowo, D. (2008). Analisis Laporan Keuangan.

Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan YKPN.

Veitzal Rivai, B. M. (2008). Bank and Financial Institution Management. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Gambar

Tabel 3 Perbandingan ROA dan ROE PT. Bank  Rakyat Indonesia, Tbk Tahun 2011-2012 dengan

Referensi

Dokumen terkait

Hasil analisa data menunjukan bahwa kelelawar pemakan buah yang tertangkap di kawasan Gua Thang Raya terdapat 2 jenis dengan jumlah individu 31 ekor dan individu

Santri tidak pernah sepi dan kaya dengan kreativitas, termasuk aktivitas ekpresi tulis. Melalui karya tulis pada majalah dinding dapat memberikan manfaat ganda,

(Berpikir kritis, kreatif, bekerjasama dan saling berkomunikasi dalam kelompok (4C), dengan rasa ingin tahu, tanggung jawab dan pantang menyerah (Karakter),literasi

Berdasarkan pada tabel diatas menunjukan bahwa data tersebut terbebas dari heterokedatisitas karena nilai probabilitas untuk stock selection dan market timing sebesar

Dengan membaca teks tentang “Pengalaman Belajar dari Negara-negara ASEAN” di buku paket tematik kelas 6 tema 5 subtema 1, siswa mampu memahami posisi dan peranan Indonesia

Dan tak lupa shalawat serta salam semoga dilimpahkan kepada junjunan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa iman dan islam kepada kita semua yang telah

ebanyakan klinisi sepakat akan tuuan terapeutik seperti berikut untuk pasien yang baru terdiagnosis nefritis lupus 7 (") untuk mencapai remisi renal segera, (&)