1
PANDUAN
KEGIATAN DISEMINASI
Diklat Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri Terintegrasi Kurikulum
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
2021
2
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia dan rahmat-Nya, sehingga kami dapat menyusun buku panduan pelaksanaan Diseminasi Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri dalam rangka Diklat Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri Terintegrasi Kurikulum tahun 2021. Kami menyadari bahwa pelaksanaan Diseminasi Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri untuk meningkatkan kompetensi PTK sangat diperlukan untuk MGMP Kimia Kabupaten Batu Bara Oleh karena itu, kami berusaha untuk menyusun buku panduan ini secermat mungkin agar memiliki manfaat yang optimal bagi pihak-pihak yang memerlukan.
Secara umum buku panduan ini berisi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan Diseminasi Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri dalam rangka Diklat Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri Terintegrasi Kurikulum yang telah dilaksanakan oleh PPPPTK IPA Bandung.
Sei Suka, September 2021
3 DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 2
DAFTAR ISI 3
BAB I PENDAHULUAN 4
A. Rasional 5
B. Dasar Hukum 7
C. Tujuan 7
D. Sasaran 7
E. Kompetensi 7
F. Manfaat 8
BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN 9
A. Waktu dan Tempat 9
B. Fasilitator, dan Peserta 9
C. Sarana dan prasarana D. Dana
9 9
C. Struktur Program 9
D. Jadwal Kegiatan 11
BAB III PENILAIAN DAN SERTIFIKAT 10
A. Penilaian Peserta 11
B. Sertifikat 12
BAB IV TATA TERTIB KEGIATAN 13
BAB V PENUTUP 14
4 BAB I PENDAHULUAN A. Rasional
Sains atau IPA merupakan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis untuk menguasai pengetahuan, fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip, proses penemuan, dan memiliki sikap ilmiah. Sains juga dapat diartikan sebagai mengamati apa yang terjadi, memahami apa yang diamati, mempergunakan pengetahuan baru untuk meramakan apa yang akan terjadi, dan menguji ramalan di bawah kondisi tertentu untuk melihat apakah ramalan tersebut benar. Dengan demikian sains merupakan suatu proses kegiatan untuk mempelajari alam melalui kerja ilmiah untuk menghasilkan pemahaman konsep, prinsip, hukum, serta sikap ilmiah sehingga bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.
Sains sebagai ilmu memiliki empat unsur, yaitu produk, proses, aplikasi, dan sikap. Sains sebagai produk merupakan sekumpulan hasil kegiatan empirik dan kegiatan analitik yang dilakukan ilmuwan, sedangkan sebagai proses mengandung pengertian cara berpikir dan bertindak untuk menghadapi atau merespon masalah-masalah yang ada di lingkungan.
Sains sebagai proses menyangkut cara kerja untuk memperoleh produk, yang dikenal dengan proses ilmiah. Proses ilmiah ini dikenal dengan inkuiri atau penyelidikan ilmiah.
Untuk melakukan inkuiri diperlukan atau digunakan keterampilan proses sains, baik keterampilan proses sains dasar maupun terintegrasi (basic skills dan integrated skills). Sains juga diyakini dapat melatih atau menanamkan sikap atau nilai-nilai positif, seperti jujur, kerja keras, teliti, tekun, toleran, skeptis, dan bekerja sama. Semua pemahaman dan keterampilan yang dipelajari dalam sains hendaknya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan keterampilan berpikir atau proses ilmiah yang telah dipelajari dapat digunakan untuk memecahkan masalah.
Dewasa ini, peserta didik dihadapkan pada tantangan abad 21. Sejalan dengan perubahan zaman, maka tuntutan karakteristik warga negara yang diperlukan pun berubah, pada abad 21 diperlukan warga negara yang mampu berpikir kritis, kreatif, inovatif, bekerja sama, mampu berkomunikasi, kolaborasi, dan memecahkan masalah untuk menopang produktivitas. (Rotherham, 2009: 2).
5
Pendidikan IPA, dengan karakteristiknya kaya dengan pembekalan pembelajaran pemikiran kritis dan kreatif, teknologi terapan, dan kerja kolaborasi dengan standar yang tinggi untuk komunikasi dan tanggung jawab pribadi, berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan keterampilan pada abad 21 di semua bidang disiplin (Windschitl, 2009: 23).
Dalam peta keterampilan abad 21 dijelaskan bahwa keterkaitan antara abad 21 dan keterampilan berakar dalam hal penyelidikan (inquiry), pengetahuan proses, disain eksperimen, dan elemen kebiasaan berpikir ilmiah, serta ekstrapolasi dari praktik penelitian ilmiah sebagaimana mereka berubah di Abad ke-21.
Kemampuan membelajarkan peserta didik berinkuiri terkait pada kompetensi pedagogik, sesuai permendiknas nomor 16 tahun 2007 tentang kompetensi guru. Kompetensi yang terkait adalah menerapkan erbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif. Sedangkan penerapan pembelajaran berbasis inkuiri ditekankan dalam permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang standar proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dari beberapa hasil penelitian, need assesment, dan pengalaman dalam memfasilitasi guru mengenai kurikulum 2013, terdapat indikasi kemampuan pedagogik inkuiri guru masih perlu ditingkatkan. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan guru untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Permenegpan dan Reformasi Birokrasi nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya menyatakan adanya sistem yang memfasilitasi guru untuk meningkatkan kompetensi, yaitu melalui Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Kegiatan Peningkatan Kompetensi yang tersedia selama ini umumnya singkat dan tanpa layanan paska diklat dalam bentuk pendampingan atau fasilitasi untuk implementasi di sekolah. Begitu pula diklat yang khusus mengenai inkuiri masih terbatas dan belum komprehensif.
B. Dasar Hukum
Kegiatan Diklat Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri Terintegrasi Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan beberapa peraturan sebagai berikut.
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
6
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4941) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6058);
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi akademik dan Kompetensi Guru;
5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah;
6. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 35 tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia nomor 37 tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
9. Keputusan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nomor 3028/B/GT/2020 Tentang Pedoman Pendidikan Guru Penggerak;
10. Rencana Strategis PPPPTK IPA 2020-2024;
11. Program Kerja Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan llmu Pengetahuan Alam Tahun 2021.
7 C. Tujuan
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai berikut.
1. Meningkatkan keterampilan guru inti dalam memfasilitasi rekan sejawatnya di MGMP tentang konsep inkuiri dan level-levelnya, Scientific Practices and Intelectual Skills dari setiap level inkuiri, penilaian dalam pembelajaran inkuiri, dan penerapan pembelajaran IPA berbasis inkuiri
2. Meningkatkan kompetensi guru anggota MGMP tentang konsep inkuiri dan level- levelnya, Scientific Practices and Intelectual Skills dari setiap level inkuiri, penilaian dalam pembelajaran inkuiri, dan penerapan pembelajaran IPA berbasis inkuiri.
D. Sasaran
Sasaran kegiatan Diseminasi Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri guru kimia di Kabupaten Batu Bara adalah 13 orang guru dan pengurus MGMP Kimia Kabupaten Batu Bara.
E. Kompetensi
Kompetensi yang diharapkan dicapai oleh guru anggota MGMP adalah:
1. Memahami konsep dasar Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan implementasinya di komunitas guru
2. Menguasai topik Kimia/fisika/biologi terpilih
3. Memahami hakikat IPA sebagai landasan Pembelajaran IPA berbasis Inkuiri 4. Memahami konsep dan level inkuiri dalam pembelajaran IPA
5. Memahami konsep scientific practices and intellectual skills dalam pembelajaran IPA berbasis inkuiri
6. Mengidentifikasi scientific practices and intellectual skills pada pembelajaran inkuiri dengan topik IPA tertentu
7. menyusun instrumen penilaian formatif dan sumatif dalam pembelajaran IPA berbasis inkuiri.
8. Memahami cara mengembangkan RPP IPA berbasis inkuiri 9. Melaksanakan pembelajaran fisika/kimia/biologi berbasis inkuiri 10. Memiliki sikap positif terhadap pembelajaran IPA berbasis inkuiri
8 F. Manfaat
Melalui kegiatan ini diharapkan:
1. terjalin komunikasi dan kerjasama yang baik antara PPPPTK IPA, dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah, umumnya dalam pembinaan karir guru, dan khususnya dalam peningkatan kompetensi guru, sesuai yang ditargetkan pemerintah,
2. terbangun budaya belajar di komunitas guru IPA,
3. tersedia guru inti yang mampu memfasilitasi inovasi pembelajaran IPA berbasis inkuiri.
9 BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Waktu dan Tempat
Kegiatan Diseminasi Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri ini diselenggarakan selama 4 hari mulai tanggal 15 sampai dengan 18 September 2021 dengan pola 34 jam pelatihan bertempat di Hotel Mariana Inn Kabupaten Batu Bara.
B. Fasilitator dan Peserta
Fasilitator kegiatan ini adalah Guru peserta In Service Training 1, sedangkan pendamping adalah Santi Setiani Hasanah (Widyaiswara) sebagai fasilitator pada kegiatan In Service Training 1 dan melakukan pendampingan pada saat On the Job Learning (OJL).
Peserta kegiatan adalah guru kimia dan pengurus MGMP Kimia kabupaten Batu Bara C. Struktur Program
No. Mata Diklat Alokasi Waktu (JP)
Teori Praktik UMUM
1. Kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov/Kota/Kab 2 - POKOK
2. Penguatan Materi Kimia Topik Terpilih 2 4
3. Penguatan materi pedagogik
a. Pendekatan/model pembelajaran berbasis inkuiri 1) Hakikat IPA
2) Konsep dan Level Inkuiri serta praktik-praktik ilmiah dan keterampilan intelektual
3) Keterampilan dan teknik bertanya
4) Penilaian dalam pembelajaran berbasis inkuiri b. Kajian RPP berbasis inkuiri
c. Simulasi /praktik mengajar
1 2 1 1 1 1
1 4 2 2 4 2 PENUNJANG
4. Tes Awal/Tes Akhir - 2
5. Rencana Tindak Lanjut - 2
Jumlah 11 22
Total 34
*catatan 1 JP = 45 menit
10 D. Jadwal Kegiatan
No Waktu Rabu
15 Sep’
2021
Kamis 16 Sep‘2021
Jum’at 17 Sept’2021
Sabtu 18 Sept’2021
1 08.00 - 08.45 2 teori 3 (2) prakt 3 b prakt
2 08.45 – 09.30 2 teori 3 (2) prakt 3 b prakt
3 09.30 – 10.15 2 prakt 3 (2) prakt 3 b prakt
Istirahat
4 10.30 – 11.15 2 prakt 3 (2) prakt 3 b prakt
5 11.15 – 12.00 2 prakt 3 (3) teori 3 c teori
6 12.00 – 12.45 2 prakt 3 (3)prakt 3 c prakt
Istirahat
7 14.00 – 14.45 Pembukaan 3(1) teori 3 (3) prakt 3 c prakt 8 14.45 – 15.30 Test Awal 3(1) prakt 3 (4) teori 3 c prakt 9 15.30 – 16.15 1 3 (2) teori 3 (4)prakt Test akhir
Istirahat
10 16.30 – 17.15 1 3 (2) teori 3 b teori Penutupan/RTL
11 BAB III
PENILAIAN DAN SERTIFIKAT
A.Penilaian Peserta
Penilaian terhadap peserta mencakup aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan. Penilaian terhadap aspek pengetahuan dilakukan melalui tes, sedangkan aspek sikap dan keterampilan melalui non tes dengan teknik observasi menggunakan instrument dan lembar observasi. Untuk aspek keterampilan juga penilaian produk.
NILAI AKHIR
Nilai Akhir (NA) peserta diklat Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri Terintegrasi Kurikulum:
NA = [(NS x 40%) + (NK x 60%) x 70%] + (TA x 30%) Keterangan:
NA = Nilai Akhir NS = Nilai Sikap
NK = Nilai Keterampilan TA = Test Akhir
Berikut adalah katergori predikat yang diterima peserta:
Kategori Predikat Diklat Pembelajaran IPA Berbasis Inkuiri Terintegrasi Kurikulum Angka Predikat
> 90 - 100 Amat Baik
>80 - 90 Baik
>- 80 Cukup
>60 - 70 Sedang
<60 Kurang
12 B. Sertifikat
Guru yang telah mengikuti kegiatan desiminasi pembelajaran IPA berbasis inkuiri terintegrasi kurikulum dan mendapatkan nilai >70 akan mendapatkan sertifikat. Sertifikat dicetak dan didistribusikan oleh PPPPTK IPA dan ditandatangani oleh Kepala PPPPTK IPA dengan ketentuan:
Peserta pelatihan yang memenuhi kriteria administrative dan akademik sebagi berikut:
1. Memperoleh predikat amat baik, baik dan cukup akan diberikan sertfikat
2. Tidak memenuhi kriteria administrative dan akademik akan diberikan surat keterangan
13 BAB IV
TATA TERTIB KEGIATAN A. Tata Tertib Administrasi
1. Kegiatan dilaksanakan pada masa pandemic Covid-19, peserta harus memastikan negatif dari pendemi Covid-19 dengan melakukan antigen dan menyerahkan fotocopi hasil antigen.
B. Tata Tertib Peserta
1. Mendaftarkan diri (check in) kepada petugas pendaftaran panitia) 2. Mengisi formulir pendaftaran
3. Menyerahkan surat tugas dari sekolah
4. Menyerahkan pas foto berwarna 3 x 4 cm sebanyak 1 lembar
5. Peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian kegiatan desiminasi dari pembukaan hingga penutupan
6. Mematuhi segala tata tertib serta memelihara ketertiban dan keamanan selam kegiatan ini berlangsung
7. Selama mengikuti kegiatan peserta harus memperhatikan dan melakukan protocol kesehatan, agar menghindari kerumunan, memakai masker dan sering mencuci tangan.
8. Selam megikuti kegiatan peserta diwajibkan:
a. Hadir di ruang kegiatan ± 15 menit sebelum kegiatan dimulai b. Mengisi daftar hadir
c. Tidak meninggalkan ruang kegiatan, kecuali dalam hal mendesak, setelah mendapat ijin dari fasilitator/panitia.
d. Memakai tanda pengenal e. Berpakaian rapid an sopan.
14 BAB V PENUTUP
Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini sangat ditentukan oleh berbagai unsur yang berkepentingan dalam melaksanakan kegiatan ini dengan tertib, disiplin dan tanggung jawab yang tinggi. Panduan ini diharapakan menjadi bahan informasi bagi semua. Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat mencapai hasil yang optimal.
Taka da gading yang tak retak, begitupun dengan panduan ini tentunya tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran sebagai bahan masukan bagi perbaikan pelaksanaan kegiatan selanjutnya.