i
2021
Laporan
Kinerja Interim Triwulan II
DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA DAN
STATISTIK KOTA
CIREBON
ii DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ……….
KATA PENGANTAR………...
I ii BAB
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB V
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ………..
1.2 Visi dan Misi ………
1.3 Tugas Pokok dan Fungsi, Struktur Organisasi ………
PENGUKURAN KINERJA
2.1 Formulir Pengukuran Kinerja Perangkat Daerah………..………
PERKEMBANGAN HASIL PELAKSNAAN TUGAS
3.1 Pembahasan Hasil Capaian Kinerja Perangkat Daerah………..
PERMASALAHAN DAN UPAYA PEMECAHAN MASALAH
4.1 Kendala Yang Dihadapi Triwulan II………..
4.2 Permasalahan………..
PENUTUP
5.1 Kesimpulan………..
1 2 3 5 5 13 13 30 30 30 32 32
iii KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa kami panjatkan Kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala atas rahmat, hidayah dan inayah-Nya yang telah memberikan kesehatan serta kesempatan kepada kami untuk mengabdi pada bangsa, negara maupun agama.
Alhamdulillah dengan ridho-Nya pula, Laporan Kinerja Interim Triwulan II Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon Tahun 2021 dapat diselesaikan sesuai rencana.
Laporan Kinerja Interim Triwulan II DKIS ini disusun sebagai salah satu bahan evaluasi program kegiatan bagi seluruh pegawai DKIS Kota Cirebon dalam mengimplementasikan tugas pokok dan fungsinya membantu Wali Kota melaksanakan urusan pemerintahan di bidang komunikasi, informasi, statistik dan persandian di Kota Cirebon. Laporan Kinerja Interim Triwulan II DKIS Tahun Anggaran 2021 ini juga dibutuhkan untuk bahan kebijakan pimpinan dalam menilai kinerja DKIS sebagai Perangkat Daerah (PD) Kota Cirebon sekaligus untuk menyerap berbagai masukan dan juga agar dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi Perangkat Daerah.
Kami menyadari bahwa Laporan Kinerja Interim Triwulan II DKIS ini belum sempurna dan tidak luput dari kekurangan atau kelemahan sehingga diharapkan berbagai masukan untuk penyempurnaan pada masa yang akan datang. Atas berbagai kekurangan yang ada pada laporan ini, kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.
Diharapkan Laporan Kinerja Interim Triwulan II Tahun 2021 dapat memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan kinerja semua pegawai DKIS Kota Cirebon.
Semoga Allah SWT. meridhoi niat kita semua. Aamiin Yaa Robbal “Alamiin.
Cirebon, Juni 2021 KEPALA DKIS KOTA CIREBON
MA’RUF NURYASA, AP NIP 19760330 199602 1 004
iv
1 BAB I
P E N D A H U L U A N
1.1 Latar Belakang
Laporan Kinerja Interim Perangkat Daerah disusun dalam rangka meningkatkan kinerja Perangkat Daerah dalam melaksanakan program dan kegiatan yang telah disepakati melalui Perjanjian Kinerja. Melalui laporan ini diharapkan Perangkat Daerah dapat mengontrol perkembangan dan kemajuan Perangkat Daerah dalam mengukur kinerja Perangkat Daerah.
Penyusunan laporan ini berdasarkan Peraturan Presiden No 29 Tahun 2014 tentang Sistem Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 54 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Revie Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah serta merupakan amanat Peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 15 Tahun 2016 tentang PedomanPelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan Pemerintah Kota Cirebon dan Peraturan Wali Kota Cirebon Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kerja Tahunan, Perjanjian Kerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah di Lingkungan Pemerintah Kota Cirebon.
Laporan ini menggambarkan perkembangan hasil pelaksanaan tugas baik yang bersifat rutin, pelaksanaan proyek atau pelaksanaan tugas/program khusus lainnya dalam menunjang Kinerja Instansi Pemerintah. Laporan ini akan menjadi dasar dalam penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) yang merupakan bagian dari Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang wajib dibuat oleh penyelenggara negara termasuk Perangkat Daerah.
Dasar Hukum penyelenggaraan SAKIP tertuang pada Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2014 meliputi Rencana Strategis, Perjanjian Kinerja, Pengukuran Kinerja, Pengelolaan Data Kinerja dan Pelaporan Kinerja serta Reviu dan Evaluasi Kinerja.
2 1.2 Visi dan Misi
Untuk mewujudkan Visi dan Misi Wali Kota Cirebon, adapun visi nya sebagai berikut “ SEHATI dalam wujudkan Kota Cirebon sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya dan Sejarah “.
Sedangkan Misi nya adalah sebagai berikut :
1. Mewujudkan kualitas sumber daya manusia kota Cirebon yang berdaya saing, berbudaya dan unggul dalam segala bidang;
2. Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, berwibawa dan inovatif;
3. Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana umum yang berwawasan lingkungan;
4. Mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum yang konduksif.
Misi yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Komuniasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon adalah misi ke 2, yaitu Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, berwibawa, dan inovatif dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, Meningkatkan Kualitas Kinerja, Kapasitas, dan Akuntabilitas Perangkat Daerah, serta Meningkatkan Inovasi dalam Manajemen Pemerintahan.
Adapun tujuan DKIS adalah sebagai berikut “TERWUJUDNYA PEMERINTAHAN BERBASIS ELEKTRONIK YANG PROFESIONAL, HANDAL DAN TERINTEGRASI DALAM MENUNJANG CIREBON SMARTCITY”
Untuk mencapai tujuan tersebut Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon merumuskan sasaran sebagai berikut :
a. Meningkatnya layanan pemerintahan berbasis TIK;
b. Meningkatnya kualitas layanan Infrastruktur TIK;
c. Meningkatnya kualitas layanan informasi pubik dan pengaduan;
d. Meningkatnya kualitas penyebarluasan informasi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan;
e. Meningkatnya kualitas dan kuantitas layanan data sektoral kepada stakeholder berbasis teknologi Informasi dan komunikasi;
f. Meningkatnya layanan persandian dan keamanan informasi;
g. Meningkatnya kinerja pelayanan public.
3 1.3 Tugas Pokok dan Fungsi, Struktur Organisasi
Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik mempunyai tugas pokok membantu Wali Kota melaksanakan Urusan Pemerintahan dan Tugas Pembantuan yang diberikan kepada Daerah di bidang komunikasi, informatika, statistik dan persandian.
Adapun Fungsi DKIS Kota Cirebon adalah :
a. perumusan kebijakan pelaksanaan Urusan Pemerintahan dan Tugas Pembantuan yang diberikan kepada Daerah bidang komunikasi, informatika, statistik dan persandian;
b. pelaksanaan Urusan Pemerintahan dan Tugas Pembantuan yang diberikan kepada Daerah bidang komunikasi, informatika, statistik dan persandian;
c. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan Urusan Pemerintahan dan Tugas Pembantuan yang diberikan kepada Daerah di bidang komunikasi, informatika, statistik dan persandian;
d. pelaksanaan administrasi dinas dalam pelaksanaan urusan pemerintahan bidang komunikasi, informatika, statistik dan persandian; dan
e. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Wali Kota terkait dengan tugas dan fungsinya.
Susunan organisasi Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik dengan mengacu pada Peraturan Wali Kota Nomor 59 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Stuktural Organisasi, Tugas dan Fungsi, Serta Tata Kerja Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Cirebon, adalah sebagai berikut :
4
STRUKTUR ORGANISASI
DINAS KOMUNIKASI INFORMATIKA DAN STATISTIK
PERATURAN WALI KOTA CIREBON NOMOR 59 TAHUN 2016
TANGGAL 27 DESEMBER 2016
KEPALA DINAS
BIDANG PENGELOLAAN INFORMASI PUBLIK
BIDANG PENGELOLAAN KOMUNIKASI PUBLIK
BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
BIDANG STATISTIK SEKTORAL DAN PERSANDIAN BIDANG LAYANAN
E-GOVENRMENT
SEKRETARIS
SUB BAGIAN UMUM DAN KEUANGAN
SUB BAGIAN PROGRAM DAN PELAPORAN
SUB BAGIAN KEUANGAN
SEKSI PENGELOLAAN OPINI PUBLIK SEKSI PENGELOLAAN INFORMASI
PUBLIK
SEKSI LAYANAN INFORMASI PUBLIK
SEKSI PENGELOLAAN MEDIA KOMUNIKASI PUBLIK
SEKSI HUBUNGAN MEDIA
SEKSI SUMBER DAYA KOMUNIKASI PUBLIK
SEKSI INFRASTRUKTUR DAN TEKNOLOGI
SEKSI PENGELOLAAN DATA DAN INTEGRASI SISTEM INFORMASI
SEKSI KEAMANAN INFORMASI E- GOVERNMENT
SEKSI PENGEMBANGAN APLIKASI
SEKSI PENGEMBANGAN EKOSISTEM E-GOVERNMENT
SEKSI TATA KELOLA E- GOVERNMENT
SEKSI PENDATAAN DAN PENGOLAHAN DATA STATISTIK
SEKTORAL
SEKSI ANALIS DAN KEMITRAAN STATISTIK SEKTORAL
SEKSI DUKUNGAN DAN LAYANAN OPERASIONAL PERSANDIAN
5 BAB II
PENGUKURAN KINERJA
2.1 Formulir Pengukuran Kinerja Perangkat Daerah
Rencana Kerja Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon adalah penjabaran dari Perencanaan Tahunan dan Rencana Strategis. Tercapai tidaknya pelaksanaan kegiatan-kegiatan atau program yang telah disusun dapat dilihat berdasarkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Akuntabilitas merupakan suatu bentuk perwujudan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam pencapaian tujuan-tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan melalui suatu media pertanggungjawaban yang dilaksanakan secara periodik. Terkait dengan hal tersebut Perjanjian Kinerja (PK) DKIS Kota Cirebon menyajikan dasar Pengukuran Kinerja Kegiatan dan Pengukuran Kinerja Sasaran dari hasil apa yang telah diraih atau dilaksanakan selama Triwulan II tahun 2021.
A. Pelaksanaan PK SKPD
Untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan PK SKPD antara target dan realisasi kinerja program dan kegiatan sampai dengan Triwulan II tahun berjalan 2021 dapat dilihat pada tabel berikut :
6
Sasaran
Strategis Indikator Kinerja Cara Pengukuran
Indikator Sasaran Targ
et Realisasi Ket Program/Ke
giatan Pagu Realisasi Pelaksana
I II III IV I II III IV
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Meningka tnya Kualitas Layanan Infrastrukt ur Pemerinta han Berbasis Tik
Persentase Pemanfaatan Tik Terhadap Layanan Pemerintahan Dari 70 % Menjadi 95 %
Jumlah layanan pemerintahan berbasis TIK yang sudah berjalan dengan baik bagi jumlah pelayanan yang sudah ada X 100
85% 0% 50% tercapai
Program Aplikasi Informatika
1.101.299.184
-
224.431.600
Bidang E Government
Prersentase Kualitas Layanan Infrastruktur TIK Dari 70 % Menjadi 95 %
Banyak perangkat Daerah yang terlayani di bagi jumlah perangkat daerah X 100
85% 100% 100% tercapai
Program Aplikasi Informatika
1.567.353.400 -
538.679.000
Bidang Teknologi Informasi Dan Komunikasi Meningka
tnya Kualitas Layanan Informasi Publik , Pengadua n Dan Penyebarl uasan Informasi Penyelen ggaraan Pemerinta han
Persentase Kualitas Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan Dan Pembangunan Dari 70 % Menjadi 95 %
Banyaknya tayangan dimedia cetak dan elektronik di bagi 75
tayangan 85% 118,6
7% 120% tercapai
Program Informasi Komunikasi Publik
2.137.588.650
-
755.991.471
Bidang Pengelolaan Informasi Publik Dan Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Presentase Kualitas Informasi
Publik Dan Pengaduan Yang Terselesaikan Dari 80 % Menjadi 92,5 %
Jumlah Aduan yang terselesaikan dibagi jumlah aduan yang masuk X 100 (aduan yang masuk pada APLIKASI LAPOR)
87,50
% 82 % 100% tercapai
Meningka tnya Kualitas Dan Kuantitas Layanan Data Sektoral Kepada Stakehold er
Jumlah Sistem Aplikasi Yang Diintegrasikan Dari 0 Aplikasi Menajdi 10 Aplikasi Yang Terintegrasi
Jumlah sistem aplikasi yang diintegrasikan pada aplikasi Cirebon Satu Data X 100
Aplik2 asi
0 Aplik
asi aplika0
si
Belum tercapai
Program Penyelengga raan Statistik Sektoral
267.223.836 - 81.801.000 Bidang
Statistik Dan Persandian Persentase Data Yang Terisi
Di Dalam Cirebon Satu Data Dari 70 % Menjadi 80,25 %
Jumlah data yang terisi dibagi jumlah data yang ada pada Apalikasi Cirebon Satu Data X 100
75,25
% 60 % 75,43
% tercapai
7
Berbasis Teknologi Informasi Dan Komunika si Meningka tnya Layanan Persandia n Dan Keamana n Informasi
Persentase Layanan Dan Sarana Prasarana Persandian Dan Keamanan Informasi Dari 50 % Menjadi 75 %
Jumlah layanan yang sudah diterapkan dibagi jumlah seluruh layanan persandian dan keamanan informasi
65% 60 %
60% tercapai
Program Penyelengga raan Persandian Untuk Pengamana n Informasi
321.807.000 - 161.802.000 Bidang
Statistik Dan Persandian
Tingkat Kepuasan Terhadap Kinerja Dkis
Dihitung Melalui Survey Ikm Dari 75 % Menjadi 80 %
Nilai IKM
78% 84,50
% 86,50
%
tercapai
Program Penunjang Urusan Pemerintah Daerah Pemerintah Kab/Kota
10.568.521.226 1.698.374.380 1.714.042.266 Sekretariat
Dkis
JUMLAH KESELURUHAN 15.963.793.296 1.698.374.380 4.045.709.049
8 B. Pelaksanaan IKU SKPD
Untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan IKU SKPD antara target dan realisasi kinerja program dan kegiatan sampai dengan Triwulan II tahun berjalan 2021 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tujuan
Indikator Tujuan Utama
Target 2021
Target
2021 Realisasi 2021
Capaian Kinerja
Target Akhir Tahun (2023)
Realisasi 2020
1 Perangkat daerah yang mengelola teknologi, informasi dan komunikasi dalam pengelolaan pemerintahan
Jumlah peangkat daerah yang mengelola system aplikasi
6 Perangkat
5 Perangkat
5
Perangkat 83% 9 perangkat
daerah
6 Perangkat
Tujuan/Sasaran pertama “Perangkat daerah yang mengelola teknologi, informasi dan komunikasi dalam pengelolaan pemerintahan” dengan indikator : Jumlah perangkat daerah yang mengelola system aplikasi menjadi bagian tolak ukur dalam dalam mewujudkan kinerja MISI II yaitu Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, berwibawa dan inovatif. Pada tahun 2021, pemerintah kota Cirebon telah mentargetkan Jumlah perangkat daerah yang mengelola system aplikasi sebanyak 6 Perangkat Daerah yang mengelola system aplikasi atau 83 % dengan rincian (terlampir). Sedangkan apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2020 yang sebesar 82,5% dengan penambahan 5 perangkat daerah di triwulan ke II pada tahun 2021 ini menunjukkan angka yang meningkat sebesar 2,5 poin. Adapun perangkat daerah yang mengelola system aplikasi sebesar 5 aplikasi perangkat daerah tersebut :
1. Aplikasi EIS, Eksekutif Information System : DKIS 2. Aplikasi Registrasi Vaksin : DKIS
3. Aplikasi SIPAKUM (Sistem Informasi Pendampingan Hukum) : Kejaksaan Negeri Kota Cirebon
4. SiapMantap : Dinas Pendidikan 5. Aplikasi layanan Kominfo : DKIS
9 Perlu diketahui DKIS telah menggunakan pemanfaatan TIK terhadap layanan pemerintah terutama dalam hal penggunaan aplikasi adalah sejumlah 35 aplikasi di tahun 2020 sedangkan ditahun 2021 ini total yang telah dibangun sebanyak 40 aplikasi dengan 19 Perangkat daerah pengelola system aplikasi.
Hasil realisasi kinerja berdasarkan indikator : Jumlah perangkat daerah yang mengelola system aplikasi didukung oleh program yaitu :
1. Program Ap Pengelolaan e-government Di Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
Hasil pelaksanaan program tersebut tidak lepas dari peran serta semua perangkat daerah di Kota Cirebon.
Total realisasi anggaran pada ketiga program yang mendukung pencapaian sasaran meningkatnya Perangkat daerah yang mengelola teknologi, informasi dan komunikasi dalam pengelolaan pemerintahan sebesar Rp 224.431.600,- atau sekitar 20,38 % dari anggaran yang ditargetkan sebesar Rp.1.101.299.184
,
-Realisasi Anggaran Perangkat daerah yang mengelola teknologi, informasi dan komunikasi dalam pengelolaan pemerintahan
Indikator Capaian kinerja Realisasi anggaran
Efisiensi penggunaan sumber daya (anggaran) Perangkat daerah
yang mengelola teknologi, informasi dan komunikasi dalam pengelolaan pemerintahan
5 perangkat daerah atau 83%
20,38% 2 %
Tabel diatas menunjukan bahwa efisiensi penggunaan sumber daya (anggaran) hanya ada pada indicator “Perangkat daerah yang mengelola teknologi, informasi dan komunikasi dalam pengelolaan pemerintahan dengan efisiensi penggunaan sumber daya anggaran sebesar 2 %. Tercapainya target realisasi anggaran dalam
10 pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi terhadap layanan pemerintah pada tahun 2021 didorong oleh adanya evaluasi pelaksanaan program Smart City tingkat Kota Cirebon yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik.
Pencapaian target indikator pada tahun 2021 khususnya terkait pandemi COVID-19 dibutuhkan kesadaran, kedisiplinan dan kesiapan dari seluruh pegawai terutama yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan di Bidang Layanan E-Government dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana komunikasi dan koordinasi.
Sedangkan ditingkat nasional Evaluasi Program Smart City dilakukan setiap tahun oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, dimana disampaikan capaian program, kendala dalam pelaksanaan dan rencana program pembangunan Smart City sesuai master plan yang telah disusun, hal ini sangat berdampak pada peningkatan pemanfaatan TIK terhadap layanan pemerintah yang merupakan salah satu elemen dalam Smart City yaitu Smart Governance.
Hal lain yang mendorong tingginya pencapaian persentase pemanfaatan TIK terhadap layanan pemerintah adalah Evaluasi Mandiri terhadap implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektornik pada tahun 2021, dimana Kota Cirebon dituntut untuk meningkatkan perolehan Indeks SPBE sebagai indikator pemanfaatan TIK khususnya terhadap layanan pemerintahan.
Partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan informasi pemerintah melalui teknologi, informasi, dan komunikasi.
Tujuan Indikator Tujuan Utama
Target 2021
Realisasi 2021
Capaian Kinerja
Capaian 2020 2 Partisipasi
masyarakat dalam pemanfaatan informasi
pemerintah melalui teknologi,
informasi, dan komunikasi
Jumlah
kelompok/komunit
as dalam
pemanfaatan informasi
1 komunitas
1 komunitas
1 komunitas
23 komunitas
11 Tujuan/Sasaran pertama “Perangkat daerah yang mengelola teknologi, informasi dan komunikasi dalam pengelolaan pemerintahan” dengan indikator : Jumlah peangkat daerah yang mengelola system aplikasi menjadi bagian tolak ukur dalam dalam mewujudkan kinerja MISI II yaitu Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, berwibawa dan inovatif. Sedangkan Pada Tahun 2021 Jumlah Justifikasi kelompok/komunitas dalam pemanfaatan informasi adalah sejumlah 24 komunitas pada triwulan II atau 88,88% dari 27 total komunitas yang ditargetkan.
Jumlah 24 komunitas pada tahun 2021 terdiri atas 24 komunitas Kelompok Informasi Masyarakat berjumlah 22 KIM yang telah dicapai pada tahun 2019 atau 81,48% dan 1 komunitas (olahraga tradisional jamparingan) yang dicapai pada tahun 2020 dan ditahun 2021 ditriwulan ke 1 komunitas mesti (majelis seni dan tradisi). Sedangkan apabila dibandingkan dengan realisasi tahun 2020 yang sebesar 85.18 % dengan penambahan 1 Komunitas majelis seni dan tradisi pada tahun 2021 ini menunjukkan angka yang meningkat sebesar 3,7 poin. Komunitas tersebut menggunakan media informasi yang dimiliki masing-masing komunitas untuk disebarluaskan kepada anggotanya dan masyarakat disekelilingnya. Dengan demikian partisipasi masyarakat terhadap informasi pemerintah untuk diteruskan kepada masyarakat disekelilingnya dapat terpenuhi.
Hal ini jika dihitung Jumlah kelompok/komunitas dalam pemanfaatan informasi dengan Total komunitas target di tahun 2023 dengan perhitungan sebagai berikut :
% = 𝐽𝑢𝑠𝑡𝑖𝑓𝑖𝑘𝑎𝑠𝑖 Jumlah kelompok/komunitas dalam pemanfaatan informasi
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 Jumlah kelompok/komunitas 𝑥 100%
% = 24
27𝑥 100% = 88.88 %
**) Data Terlampir
Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik Kota Cirebon melakukan upaya dalam pencapaian indikator tersebut melalui Program :
1. Program Informasi Dan Komunikasi Publik
Total Realisasi Anggaran triwulan II pada program tersebut sebesar 35,37 %, sementara realisasi indikator mencapai 100%, hal ini merupakan bentuk usaha maksimal pada indikator tersebut. Atau Total realisasi anggaran pada program yang mendukung pencapaian sasaran Partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan
12 informasi pemerintah melalui teknologi, informasi, dan komunikasi sebesar Rp, Rp755.991.471,- atau sekitar 35,37 % dari anggaran yang ditargetkan sebesar Rp.
2.137.588.650
Realisasi Anggaran Partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan informasi pemerintah melalui teknologi, informasi, dan komunikasi.
Indikator Capian
Kinerja
Realisasi Anggaran
Efisiensi Penggunaan Sumber Daya dan pengadaan baran;g/jasa(Anggaran) Jumlah
kelompok/komunitas dalam pemanfaatan informasi
100% 35,37 % 2,35%
Tabel diatas menunjukan bahwa efisiensi penggunaan sumber daya (anggaran) hanya ada pada indicator “Jumlah kelompok/komunitas dalam pemanfaatan informasi dengan efisiensi penggunaan sumber daya anggaran sebesar 1, 72%.
Walaupun pencapaian Indikator pada tahun 2020 telah mencapai target namun ada beberapa kendala yang terjadi pada pembinaan dan pengembangan komunitas sebagai berikut :
a) Admin Website KIM masih banyak yang belum paham terhadap teknis Website b) Koordinasi dengan komunitas belum berjalan
c) Media diseminasi informasi pada KIM dan komunitas belum maksimal
d) Adanya penambahan kegiatan hasil refokusing dalam rangka penanganan Covid-19
Terkait kendala tersebut Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik Kota Cirebon akan melakukan upaya sebagai berikut :
a) Masih perlu dilakukan sosialisasi dan pembinaan yang rutin kepada KIM dan komunitas
b) Berkoordinasi dengan komunitas
c) Melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Protokol Kesehatan.
d) Pemetaan dilakukan pada tahun berikutnya
e) Membuat konten protokol kesehatan tentang covid-19 untuk di sebarluaskan kepada anggota KIM dan Komunitas melalui media informasi yang ada
13 BAB III
PERKEMBANGAN HASIL PELAKSANAAN TUGAS
3.1 Pembahasan Hasil Capaian Kinerja Perangkat Daerah
Terkait dengan hal tersebut Hasil Capaian Kinerja Perangkat Daerah Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik ini menyajikan dasar pengukuran kinerja kegiatan dan Pengukuran Kinerja Sasaran dari hasil apa yang telah diraih atau dilaksanakan oleh DKIS sampai dengan Triwulan II Tahun Berjalan 2021 dan perkiraan target capaian diukur dengan :
A. Penetapan Indikator Kinerja
Penetapan indikator kinerja merupakan ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan yang telah ditetapkan.
Indikator kinerja Kegiatan meliputi indikator masukan (inputs), keluaran (outputs), hasil (outcomes), manfaat (benefits) dan dampak (impacts).
Indikator-indikator tersebut dapat berupa dana, sumber daya manusia, laporan, buku dan indikator lainnya. Penetapan indikator kinerja ini diikuti dengan penetapan besaran indikator kinerja untuk masing-masing jenis indikator yang telah ditetapkan.
B. Capaian Analisis Kinerja
Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja kegiatan. Pengukuran ini dilakukan dengan memanfaatkan data kinerja.
Untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan Renja SKPD antara target dan realisasi kinerja program dan kegiatan sampai dengan Triwulan II Tahun Berjalan 2021.
Program dan kegiatan adalah sebagai pelaksanaan pada setiap program dan kegiatan pembangunan dan sebagai acuan yang akan memberikan kemudahan bagi SKPD untuk menentukan arah dan sasaran kegiatan dan pengukuran tingkat keberhasilannya, maka program dan kegiatan yang disusun Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik tahun 2021 terdiri dari 5 ( lima ) Program, 14 Kegiatan dan 52 Sub Kegiatan.
14 Dari total anggaran Belanja Langsung (BL) dan Belanja tidak langsung (BTL) sebesar Rp 15.963.793.296 untuk periode Triwulan II 2021 belum ada realisasi anggaran untuk semua program kegiatan, hal ini diakibatkan dari penyesuaian system yang belum optimal yaitu Sistem Informasi Pemerintahan Daerah ( SIPD ), sehingga realisasi anggaran masih dalam posisi Rp 5.774.083.429,00 atau ( 36 % ) terdiri dari:
1. Program Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota dengan anggaran sebesar Rp 10.393.139.628,00 terealisasi sebesar Rp 2.283.003.973,00 ( 21,60 % ) yang terdiri dari 1 ( satu ) Kegiatan yaitu : 1. Kegiatan Perencanaan, Penganggaran dan Evaluasi Kinerja
Perangkat Daerah dan meliputi 7 Sub Kegiatan dengan anggaran sebesar Rp 113.695.750,00 terealisasi sebesar Rp 27.666.000,00 ( 24,33 % ) yaitu :
1) Penyusunan Dokumen Perencanaan Perangkat Daerah, dianggarkan sebesar Rp 31.055.000,00, direalisasikan sekitar 38,18% atau sebesar Rp11.857.500,00 digunakan untuk Dokumen Perubahan RENJA 2021, Dokumen Perubahan RENSTRA, Dokumen RENJA 2022.
2) Koordinasi dan Penyusunan Dokumen RKA-SKPD, dianggarkan sebesar Rp 7.187.000,00, telah direalisasikan sebesar Rp 0,00 atau sekitar 0%, yang digunakan untuk penyusunan Dokumen RKA 2022 tahun 2022;
3) Koordinasi dan Penyusunan Dokumen Perubahan RKA-SKPD, dianggarkan sebesar Rp 6.812.000,00, telah direalisasikan sebesar Rp 0,00 atau sekitar 0%, yang digunakan untuk penyusunan Dokumen RKA Perubahan 2021;
4) Koordinasi dan Penyusunan DPA-SKPD, dianggarkan sebesar Rp 7.187.000,00, telah direalisasikan sebesar Rp 0,00 atau sekitar 0%, yang digunakan untuk penyusunan Dokumen DPA 2022;
5) Koordinasi dan Penyusunan Perubahan DPA-SKPD, dianggarkan sebesar Rp 6.812.000,00, telah direalisasikan
15 sebesar Rp 0,00 atau sekitar 0%, yang digunakan untuk penyusunan Dokumen DPA Perubahan 2021;
6) Koordinasi Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD, dianggarkan sebesar Rp 30.415.000,00, telah direalisasikan sebesar Rp 7.025.000,00 atau sekitar 23,10%, yang digunakan untuk penyusunan Inventaris Barang, Laporan Pelaksanaan Realisasi Kinerja Triwulanan, Laporan Pelaksanaan Realisasi Realisasi Kinerja, Laporan Perjanjian Kinerja ;
7) Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah, dianggarkan sebesar Rp 24.227.750,00, telah direalisasikan sebesar Rp 8.783.500,00 atau sekitar 36,25%, yang digunakan untuk penyusunan Dokumen Dalev Triwulanan, Dokumen LKIP, Dokumen LPPD, Dokumen SOP Revisi.
2. Kegiatan Administrasi Keuangan Perangkat Daerah, dengan anggaran sebesar Rp 7.348.188.326,00 meliputi 3 ( tiga ) Sub Kegiatan yang telah direalisasikan sebesar Rp 3.412.416.646,00 atau sekitar 46,51%, yaitu :
1) Penyediaan Gaji dan Tunjangan ASN untuk 57 Pegawai dianggarkan sebesar Rp 7.337.214,.326,00, telah direalisasikan sebesar Rp 3.924.797.680,00 atau sekitar 53%, yang digunakan untuk gaji dan tunjangan 51 pegawai.
2) Koordinasi dan Penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun SKPD dianggarkan sebesar Rp 3.105.000,00, telah direalisasikan sebesar Rp 0,00 atau sekitar 0%, yang digunakan untuk penyusunan Laporan Keuangan Akhir Tahun (CLAK)
3) Koordinasi dan Penyusunan Laporan Keuangan Bulanan/Triwulanan/Semesteran SKPD, dianggarkan sebesar Rp 7.869.000,00, telah direalisasikan sebesar Rp 0,00 atau sekitar 0%, yang digunakan untuk penyusunan Laporan Keuangan bulanan dan semesteran.
16 3. Kegiatan Administrasi Barang Milik Daerah pada Perangkat Daerah, dengan anggaran sebesar Rp 20.020.800,00 meliputi satu Sub Kegiatan direalisasikan sebesar Rp 0,00 atau sekitar 0%, yaitu : 1) Pengamanan Barang Milik Daerah SKPD , dianggarkan sebesar
Rp 20.020.800,00, terealisasi sebesar Rp 0,00 atau 0%.
Digunakan untuk asuransi kendaraan dinas berupa kendaraan roda 4 sebanyak 3 unit dan kendaraan roda 2 sebanyak 18 unit, selama 12 bulan;.
4. Kegiatan Administrasi Kepegawaian Perangkat Daerah, dengan anggaran 69.758.000,00 meliputi satu Sub Kegiatan direalisasikan sebesar Rp 0,00 atau sekitar 0%,, yaitu :
1).Pengadaan Pakaian Dinas beserta atribut dan kelengkapannya sebanyak 60 stel, dianggarkan sebesar Rp 69.758.000,00, dan realiasasi sebesar Rp0,00 (0%);
5. Kegiatan Administrasi Umum Perangkat Daerah, dengan anggaran sebesar Rp 692.216.500,00, meliputi 6 Sub Kegiatan direalisasikan sebesar Rp 148.953.300,00 atau sekitar 21,52%, yaitu :
1) Penyediaan Peralatan dan perlengkapan kantor, dianggarkan sebesar Rp 59.106.500,00, sebanyak 13 jenis peralatan dan perlengkapan kantor, direalisasikan sebesar Rp58.270.000,00 (98,58 %) terdiri dari : Amplop coklat, Amplop Putih, Amplop Polos, Ballpoint, Box File, flasdisk, glue stik, hang map, kalkulator, kertas fax, kertas HVS F4, kertas HVS A4, materai 3000, materai 6000, dan tinta atau toner.
2) Penyediaan Bahan Logistik Kantor sebanyak 24 kali penyediaan, dianggarkan sebesar Rp 3.960.000,00, dan realiasasi sebesar Rp640.000,00 (16,16%); isi ulang LPG 24 kali, untuk 2 lokasi (sudarsono dan by pass)
3) Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan sebanyak 12 cetakan/jenis, dianggarkan sebesar Rp 138.136.000,00, direalisasikan sebesar Rp53.865.000,00 (38,99 %) terdiri dari : barang cetakan, penggandaan/fotocopy dan penjilidan.
4) Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-Undangan untuk 12 judul, dianggarkan sebesar Rp 21.000.000,00, terealisasi
17 sebesar Rp1.750.000,00 atau 8,33%. terealisasi. Digunakan untuk pengadaan bahan bacaan berupa 4 (empat) koran lokal , 1 (satu) koran regional dan 1 (satu) koran nasional serta langganan majalah IT selama 12 bulan;
5) Fasilitasi Kunjungan Tamu, dianggarkan sebesar Rp 30.000.000,00, terealisasi sebesar Rp0,00 atau 0 %. Digunakan untuk Laporan Penerimaan / Kunjungan Tamu selama12 bulan.
6) Penyelenggaraan Rapat Koordinasi dan Konsultasi SKPD, dianggarkan sebesar Rp 440.014.000,00,. terealisasi sebesar Rp34.428.300,00 atau 7,82 %. Digunakan untuk Laporan Kegiatan Olah Raga, laporan makan dan minum harian pegawai, laporan/notulen rapat internal/briefing, laporan peringatan hari-hari besar nasional dan keagamaan, laporan perjalanan dinas, selama12 bulan.
6. Kegiatan Pengadaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintah Daerah, dengan anggaran sebesar Rp 395.953.875,00 meliputi dua Sub Kegiatan terealisasi sebesar Rp0,00 atau 0 %yaitu : 1) Pengadaan Mebel sebanyak 2 ( dua ) jenis, dianggarkan sebesar
Rp 196.612.300,00, terealisasi sebesar Rp0,00 atau 0 %.
Digunakan pengadaan mebel lab computer dan pengadaan mebel press room.
2) Pengadaan Sarana dan prasarana Pendukung Gedung Kantor atau Bangunan Lainnya sebanyak 15 jenis, dianggarkan sebesar Rp 199.341.575,00, terealisasi sebesar Rp0,00 atau 0 %.
Digunakan Perlengkapan Gedung Kantor / Studio Multimedia.
7. Kegiatan Penyediaan Jasa Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah dengan anggaran sebesar Rp 784.121.500,00 terealisasi sebesar Rp315.108.012,00 atau 40,19 %meliputi 2 Sub Kegiatan yaitu : 1) Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik,
dianggarkan sebesar Rp 292.200.000,00, dengan realisasi sebesar Rp78.055.812,00 (26,17 %) untuk pembayaran rekening air, listrik dan telepon di 2 lokasi DKIS jalan Sudarsono No.40 dan DKIS Jalan By Pass n, yang terdiri dari 3 rekening listrik, 2 rekening air, 2 rekening telepon dan rekening TV satelit.
18 2) Penyediaan Jasa Pelayanan Umum Kantor untuk 2 gedung
dianggarkan sebesar Rp 491.921.500,00, dengan realisasi sebesar Rp273.052.200,00 (48,19 %) untuk pembayaran gedung tempat kerja yang dijaga 2 gedung, peralatan kebersihan dan bahan pembersih 15 jenis, petugas jasa angkut kebersihan 2 orang, petugas kebersihan 6 orang untuk lokasi by pass, dan jl.
Sudarsono no. 40, petugas jasa keamanan 8 orang, seragam petugas kebersihan 6 stell, dan seragam petugas keamanan 8 stell.
8. Kegiatan Pemeliharaan Barang Milik Daerah Penunjang Urusan Pemerintahan Daerah dengan anggaran sebesar Rp 1.179.211.475,00 terealisasi sebesar Rp77.234.400,00 atau 6,55 % meliputi 5 Sub Kegiatan yaitu :
1) Penyediaan Jasa Pemeliharaan, Biaya Pemeliharaan dan Pajak Kendaraan Perorangan Dinas atau Kendaraan Dinas Jabatan sebanyak 1 unit dianggarkan sebesar Rp 38.365.000,00, terealisasi sebesar Rp7.149.000,00 atau 18,63%. Digunakan untuk pemeliharaan kendaraan dinas berupa kendaraan roda 4 sebanyak 10 unit dan kendaraan roda 2 sebanyak 18 unit, bbm dan pelumas kendaraan, service kendaraan, dan suku cadang kendaraan selama 12 bulan;
2) Penyediaan Jasa Pemeliharaan, Biaya Pemeliharaan, Pajak, dan Perizinan Kendaraan Dinas Operasional atau Lapangan sebanyak 1 unit, dianggarkan sebesar Rp 315.793.500,00, terealisasi sebesar Rp67.239.400,00 atau 21,29%. Digunakan BBM Kendaraan Pick Up 1 Unit, BBM Kendaraan R2 18 Unit, BBM Kendaraan R4 9 Unit, Genset 1 Unit, KIR Pick Up 2 Kali, Pelumas Kendaraan Pick Up 1 Unit, Pelumas Kendaraan R2 18 Unit, Pelumas Kendaraan R4 9 Unit, Servis Kendaraan Pick Up 1 Unit, Servis Kendaraan R2 18 Unit, Servis Kendaraan R4 9 Unit, STNK Pick Up 1 Unit, STNK PKB R2 19 Unit, STNK PKB R4 10 Unit, Suku Cadang Kendaraan Pick Up 1 Unit, Suku Cadang Kendaraan R2 18 Unit, Suku Cadang Kendaraan R4 9 Unit
19 3) Pemeliharaan/Rehabilitasi Gedung Kantor dan Bangunan
Lainnya dianggarkan sebesar Rp 676.140.475, direalisasikan sebesar Rp0,00 atau 0%, digunakan untuk pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor sebanyak 2 gedung selama 12 bulan dan Rehabilitasi Sedang/Berat Rumah Gedung Kantor dalam 3 pekerjaan;
4) Pemeliharaan/Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Gedung Kantor atau Bangunan Lainnya sebanyak 5 jenis dianggarkan sebesar Rp 76.000.000, direalisasikan sebesar Rp2.200.000,00 atau 2,89%, digunakan pemeliharaan dorone, pemeliharaan kamera, pemeliharaan computer, pemeliharaan printer, dan pemeliharaan video tron selama 12 bulan.
5) Pemeliharaan/Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Pendukung Gedung Kantor atau Bangunan Lainnya dianggarkan sebesar Rp 72.912.500 direalisasikan sebesar Rp646.000,00 atau 0,89%, digunakan Jasa Servis Jasa Servis, Penggantian Suku Cadang Perlengkapan gedung kantor 2 jenis, Tersedianya Komponen Instalasi Listrik/Penerangan 12 jenis.
2. Program Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Pemerintah Daerah, dengan anggaran sebesar Rp 2.137.588.650,00 terdiri dari 1 Kegiatan yaitu:
1. Kegiatan Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dengan anggaran sebesar Rp 2.300.880.650,00 liputi 7 Sub Kegiatan yaitu :
Monitoring Opini dan Aspirasi Publik dianggarkan sebesar Rp 157.437.250,00, terealisasi sebesar Rp20.060.000,00 atau 12,74%, digunakan Analisa Berita/Isu, Data dan Informasi Publik , Hasil Rekam Pendapat Umum (Poling)
Pengelolaan Konten dan Perencanaan Media Komunikasi Publik dianggarkan untuk 2 edisi sebesar Rp 178.285.000,00, terealisasi sebesar Rp7.920.000,00 atau 4,44%, digunakan penyusunan buletin gerai info 4 edisi, penyusunan warta balaikota 4 edisi
20
.Pengelolaan Media Komunikasi Publik untuk 12 bulan dianggarkan sebesar Rp570.294.900,00, terealisasi sebesar Rp231.624.000,00 atau 40,61%, digunakan pengelolaan website dan media sosial pemerintah selama 12 bulan terlaksananya penyebar luasan informasi pembangunan dan pemerintahan Darah kepada masyarakat 12 bulan
Pelayanan Informasi Publik untuk dianggarkan sebesar Rp 525.153.000,00 , terealisasi sebesar Rp173.600.000,00 atau 33,06%, digunakan untuk laporan informasi public sebanayak 4 laporan, pengelolaan 112 12 laporan, peningkatan kapasitas SDM pengelolaan layanan informasi public sebanak 1 kali dan rakor/raker sebanyak 4 kali rapat serta sosialisasi dan rapat evaluasi sebnayak 5 laporan.
Layanan Hubungan Media untuk 12 bulan dianggarkan sebesar Rp 76.978.000,00, terealisasi sebesar Rp10.200.000,00 atau 13,25%, digunakan laporan sebanyak 12 bulan dan 1 dokumen
Penguatan Kapasitas Sumber Daya Komunikasi Publik dianggarkan sebesar Rp 153.807.000,00, terealisasi sebesar 7.688.000,00 atau 5,00%, digunakan capacity building, diskusi/
komunitas, festival komunitas, pelaksanaan layar tancep di 22 kelurahan, dan pembinaan dan pengambangan KIM serta sosialisasi KIM
Penguatan Tata Kelola Komisi Informasi di Daerah dianggarakan sebesar Rp 638.925.500,00, terealisasi sebesar Rp304.899.471,00 atau 47,72%, digunakan pelayanan mediasi dan ajukasi oleh komisi informasi
3. Program Pengelolaan Aplikasi Informatika, memiliki 2 kegiatan dengan anggaran sebesar Rp 2.668.652.584,00 yaitu :
1. Kegiatan Pengelolaan Nama Domain yang telah Ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan Sub Domain di Lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dengan anggaran sebesar Rp 1.567.353.400,00 terdiri dari 1 Sub Kegiatan terealisasi sebesar 538.679.000,00 atau 34,37%
yaitu :
21 1) Penyelenggaraan Sistem Jaringan Intra Pemerintah Daerah dengan
anggaran sebesar Rp 1.567.353.400,00, terealisasi sebesar Rp538.679.000,00 atau 34,37%, anggran ini digunakan untuk Pemeliharaan Jaringan 52 OPD 5 aporan, Pemeliharaan Tower 52 OPD 5 Laporan, Pengadaan Perangkat Keras/Hardware dan Jaringan Teknologi Informasi, Pengadaan Sewa Bandwidth Internet Koneksi dan Peralatan Pendukung 2 Layanan, Relokasi dan Rekonfigurasi Infrastruktur Jaringan Pemerintah Kota Cirebon, 2. Kegiatan Pengelolaan e-government Di Lingkup Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota, dengan anggaran sebesar Rp 1.101.299.184,00 meliputi 6 Sub Kegiatan terealisasi sebesar Rp224.431.600,00 atau 20,38%, yaitu :
1) Penatalaksanaan dan Pengawasan e-government dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota, dengan anggaran sebesar Rp 115.948.584,00, terealisasi sebesar Rp0,00 atau 0%, anggran ini digunakan untuk Pedoman mekanisme SPBE 1 peraturan.
2) Pengelolaan Pusat Data Pemerintahan Daerah dengan anggaran sebesar Rp 66.853.000,00, terealisasi sebesar Rp0,00 atau 0%, anggran ini digunakan untuk Dokumen Pemeliharaan Server 1 Dokumen, Terpeliharanya Kinerja Server 7 Server.
3) Pengembangan Aplikasi dan Proses Bisnis Pemerintahan Berbasis Elektronik, dengan target kinerja dalam bentuk 12 laporan setahun dengan anggaran sebesar Rp 304.410.200,00, terealisasi sebesar Rp127.036.200,00 atau 41,60%, anggran ini digunakan untuk Pemeliharaann Aplikasi12 laporan, Penerapan Sistem Informasi 2 aplikasi.
4) Penyelenggaraan Sistem Penghubung Layanan Pemerintah, sehubungan dengan adanya Refocusing untuk penanganan Covid- 19 dengan anggaran sebesar Rp 55.287.000,00 maka untuk kegiatan ini tidak dapat dilaksanakan. Terintegrasinya aplikasi 2 Aplikasi
5) Pengembangan dan Pengelolaan Ekosistem Kabuapten/Kota Cerdas dan Kota Cerdas, dengan anggaran sebesar Rp
22 492.975.400,00, terealisasi sebesar Rp97.395.400,00 atau 19,76%, anggran ini digunakan Kerjasama Pengelolaan dan Pemanfaatan TIK 1 dokumen kerja sama dengan Institusi Pendidikan, Swasta dan Masyarakat, Penyediaan layanan sarana dan prasarana 1 layanan pengendalian Smart City Penyediaan layanan sistem informasi Smart City 3 layanan.
6) Pengembangan dan Pengelolaan Sumber Daya Teknologi Informasi dan Komunikasi Pemerintah Daerah, dengan anggaran sebesar Rp 65.825.000,00, terealisasi sebesar Rp.0,00 atau 0%, anggran ini digunakan Bimtek Aparatur 3 kegiatan, Bimtek Masyarakat 100 orang Sertifikasi ASN 12 pegawai
4. Program Penyelenggaraan Statistik Sektoral, memiliki 1 ( satu ) kegiatan yaitu Penyelenggaraan Statistik Sektoral di Lingkup Daerah Kabupaten/Kota dengan anggaran sebesar Rp 267.223.836,00 terdiri dari 5 ( lima ) Sub Kegiatan, meliputi :
1) Koordinasi dan Sinkronisasi Pengumpulan, Pengolahan, Analisis dan Diseminasi DataStatistik Sektoral, dengan anggaran sebesar Rp 246,303.836,00, terealisasi sebesar Rp81.801.000,00 atau 33,21%, anggran ini digunakan Analisis Data Statistik 1 Dokumen, Indikator Makro Daerah 1 Dokumen, Laporan Pengendalian dan Evaluasi 4 Laporan, Profil Daerah Kota Cirebon 1 Dokumen.
2) Peningkatan Kapasitas SDM Pemerintah Daerah dalam Peningkatan Mutu Statistik Daerahyang Terintegrasi, dengan anggaran sebesarRp 61.995.750,00, terealisasi sebesar Rp0,00 atau 0%, anggran ini digunakan Bimbingan Teknis Pengelolaan Data 2 Kali.
3) Membangun Metadata Statistik Sektoral, dengan anggaran sebesarRp 19.987.500,00, terealisasi sebesar Rp0,00 atau 0%, anggran ini digunakan Penyusunan Metadata yang terstruktur 2 Laporan
4) Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Statistik Sektoral dengan anggaran sebesarRp 23.061.584,00, terealisasi sebesar Rp0,00 atau 0%, anggran ini digunakan Penyusunan SOP, Arsitektur Tata Kelola, dan 1 Dokumen Penyusunan Kebijakan
23 5) Penyelenggaraan Otorisasi Statistik Sektoral Daerah dengan anggaran sebesar Rp 23.705.000,00. Kegiatan ini tidak dapat dilaksanakan karena adanya Refocusing untuk penanganan Covid-19.
5. Program Penyelenggaraan Persandian Untuk Pengamanan Informasi memiliki 2 (dua ) kegiatan dengan anggaran sebesar Rp 321.807.000,00, terdiri : 1 ). Kegiatan Penyelenggaraan Persandian Untuk Pengamanan Informasi
Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dengan anggaran sebsar Rp 231.091.000,00, meliputi 2 ( dua ) Sub Kegiatan terealisasi sebesar Rp11.076.000,00 atau 4,79%, Yaitu :
Pelaksanaan Analisis Kebutuhan dan Pengelolaan SumberDaya Keamnan Informasi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dengan anggaran sebesar Rp 127.324.000,00, terealisasi sebesar Rp11.076.0,00 atau 8,70%, anggran ini digunakan Bimbingan Teknis Persandian dan Keamanan 2 Kali Informasi, Pengelolaan Security Operating Center 1 orang Peserta, Bimtek Persandian dan Keamanan Informasi 52 Orang, Sosialisasi Persandian dan Keamanan Informasi
Penyediaan Layanan Informasi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dengan anggaran sebesar Rp 103.767.000,00, terealisasi sebesar Rp00,00 atau 0%, anggran ini digunakan Audit Keamanan Informasi 12 Laporan
2 ). Kegiatan Penetapan Pola Hubungan Komunikasi Sandi Antar Perangkat Daerah Kabupaten/Kota dngan anggaran seesar Rp 176.029.000,00 memiliki 1 ( satu ) Sub Kegiatan terealisasi sebesar Rp150.726.000,00 atau 85,63%, yaitu :
Operasionalisasi Jaring Komunikasi Sandi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dengan anggaran sebesar Rp 176.029.000,00, terealisasi sebesar Rp150.726.000,00 atau 85,63%, anggran ini digunakan untuk Laporan Operasional 2 Laporan, Perangkat HT Digital 10 Perangkat, Perangkat VOIP
24 C. Pengukuran, Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja
1. Evaluasi Sasaran Kedua
Sasaran 1 : “Meningkatnya Kualitas Layanan Infrastruktur Pemerintahan Berbasis TIK”, Hasil evaluasi capaian kinerja sasaran meningkatnya kualitas layanan infrastruktur TIK dengan 2 indikator.
Pencapaian indikator sasaran tersebut dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 2
Capaian Indikator Sasaran 1
INDIKATOR KINERJA
REALISASI 2020
REALISASI TW 2 TAHUN
2021
TARGET 2021
TERCAPAI/
TIDAK
REALISASI TW II TAHUN 2021
TARGET AKHIR RENSTRA
Persentase pemanfaatan TIK terhadap layanan Pemerintahan
82,5% 50% 85% Tidak 20,38%, 95%
Prersentase Kualitas layanan Infrastruktur TIK
94,20 % 100% 85%
Tercapai 34,37%, 95%
. 2 Evaluasi Sasaran Dua
Sasaran 2 : “Meningkatnya Kualitas Layanan Informasi Publik , Pengaduan Dan Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan”
Pencapaian indikator sasaran dapat diperlihatkan pada tabel berikut :
Tabel 3
Capaian Indikator Sasaran 2
INDIKATOR KINERJA REALISASI 2020
REALISASI TW 2 TAHUN
2021
TARGET 2021
TERCAPAI/
TIDAK
REALISASI TW II TAHUN
2021
TARGET AKHIR RENSTRA
Presentase 85,71% TERCAPAI 32,86% 92,5%
25 kualitas informasi
publik dan
pengaduan yang terselesaikan
100% 87,50%
Persentase kualitas
penyebarluasan informasi
penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan
195% 120% 85% TERCAPAI 32,86% 85%
3. Evaluasi Sasaran Tiga
Sasaran 3 : “Meningkatnya kualitas dan kuantitas layanan data sektoral kepada stakeholderberbasis teknologi Informasi dan komunikasi
Tabel 4
Capaian Indikator Sasaran 3
INDIKATOR KINERJA
REALIS ASI 2020
REALISASI TW 22021
TARGET 2021
TERCAPAI/
TIDAK
REALISASI S/D 2021
TARGET AKHIR RENSTRA
Jumlah sistem aplikasi yang diintegrasikan
1
Aplikasi - 2
Aplikasi TIDAK - 10
Aplikasi
Persentase data yang terisi di dalam Cirebon Satu Data
73,40 % 75,43% 75,25% TERCAPAI 21,81% 80,25%
4. Evaluasi Sasaran Ke Empat
Sasaran 4 : “Meningkatnya layanan persandian dan keamanan informasi”
Pada indikator ini Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon menargetkan 60 % layanan keamanan informasi yang terlayani dari 15 layanan.
26 Kondisi layanan yang terealisasi kurang dari target hal ini disebabkan kegiatan yang belum dianggarkan tahun 2021 pada Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon.
Penilaian Persentase layanan keamanan informasi ditentukan dengan suatu kriteria teknis. Persentase sebesar 60 % dari cakupan layanan yang tersedia sebanyak 15 layanan atau sebanyak 9 layanan yang sudah dilaksanakan.
Pencapaian indikator sasaran tersebut dapat diperlihatkan pada tabel berikut :
Tabel 5
Capaian Indikator Sasaran 4
INDIKATOR KINERJA
REALISASI 2020
REALISASI 2021
TARGET 2021
TERCAPAI/
TIDAK
REALISASI S/D 2021
TARGET AKHIR RENSTRA
Persentase layanan dan sarana prasarana persandian dan keamanan informasi
60% 60% 65% TIDAK 50,28% 75%
5. Evaluasi Sasaran kelima
Sasaran 5 : “Tingkat kepuasan terhadap kinerja DKIS”
Tabel 6
Capaian Indikator Sasaran 5
INDIKATOR KINERJA
REALISASI 2020
REALISASI TW 2 TAHUN
2021
TARGET 2021
TERCAPAI/
TIDAK
REALISASI TW II 2021
TARGET AKHIR RENSTRA
Dihitung melalui survey IKM
86,32% 86,50% 76% TERCAPAI 21,60% 79%
27 D. Realisasi Anggaran DKIS
Berdasarkan jumlah anggaran keseluruhan yang sebesar Rp. 15.963.793.296,00 anggaran yang terkait langsung dengan kegiatan dengan realisasi sebesar Rp.
4.045.709.049,00 (35,98%). Dari total anggaran tersebut, capaian realisasi anggaran per sasaran tahun 2021 dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
NO SASARAN ANGGARAN REALISASI PRESENTASE
1
Meningkatnya Kualitas Layanan Infrastruktur Pemerintahan Berbasis TIK
2.668.652.584 736.110.600 28,60 %
2
Meningkatnya Kualitas Layanan Informasi Publik , Pengaduan
Dan Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan
2.137.588.650 755.991.471 35,37%
3
Meningkatnya kualitas dan kuantitas layanan data sektoral kepada stakeholder berbasis teknologi Informasi dan komunikasi
267.223.836 81.801.000 30,61%
4
Meningkatnya layanan persandian dan keamanan informasi
321.807.000 161.802.000 50,28%
5
Tingkat kepuasan terhadap
kinerja DKIS 10.568.521.226 2.283.003.978 21,60%
Total Keseluruhan 15.963.793.296 4.045.709.049 35,98%
Dari total anggaran tersebut, anggaran untuk mendukung pencapaian sasaran pertama “Meningkatnya Kualitas Layanan Infrastruktur Pemerintahan Berbasis TIK”
sebesar Rp. 2.599.372.584,00 dengan realisasi sebesar Rp 736.110.600,00 atau sebesar 28,60 % yang tersebar pada 1 program di bawah ini :
NO URAIAN ANGGARAN REALISASI %
28
NO URAIAN ANGGARAN REALISASI %
1. PROGRAM APLIKASI INFORMATIKA 2.599.372.584 736.110.600 28,60 %
Jumlah 2.599.372.584 736.110.600 28,60 %
Selanjutnya yang mendukung pencapaian sasaran kedua “Meningkatnya Kualitas Layanan Informasi Publik , Pengaduan Dan Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan” sebesar Rp2.137.588.650,00 dengan realisasi sebesar Rp2.137.588.650 atau 0% pada 1 program di bawah ini :
NO URAIAN ANGGARAN REALISASI %
1. PROGRAM INFORMASI DAN KOMUNIKASI
PUBLIK 2.137.588.650 755.991.471 35,37%
Jumlah 2.137.588.650 755.991.471 35,37%
Selanjutnya yang mendukung pencapaian sasaran ketiga “Meningkatnya kualitas dan kuantitas layanan data sektoral kepada stakeholder berbasis teknologi Informasi dan komunikasi ” sebesar Rp. 267.223.836dengan realisasi sebesar Rp81.801.000,00 atau 30,61%% pada 1 program di bawah ini :
NO URAIAN ANGGARAN REALISASI %
1. PROGRAM PENYELENGGARAAN STATISTIK
SEKTORAL 267.223.836 81.801.000 30,61%
Jumlah 267.223.836 81.801.000 30,61%
Selanjutnya yang mendukung pencapaian sasaran keempat “Meningkatnya layanan persandian dan keamanan informasi” sebesar Rp 321.807.000,00 dengan realisasi sebesar Rp161.802.000,00 atau 50,28% pada 1 program di bawah ini :
29
NO URAIAN ANGGARAN REALISASI %
1. PROGRAM MENINGKATNYA LAYANAN
PERSANDIAN DAN KEAMANAN INFORMASI 321.807.000 161.802.000 50,28%
Jumlah 321.807.000 161.802.000 50,28%
Sedangkan yang mendukung pencapaian sasaran kelima “meningkatnya kepuasan terhadap kinerja DKIS” sebesar Rp10.568.521.226,00 dengan realisasi sebesar Rp2.283.003.978,00 atau 21,60% yang tersebar pada 1 program di bawah ini :
NO URAIAN ANGGARAN REALISASI %
1. PROGRAM PENUNJANG URUSAN
PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/KOTA 10.568.521.226 2.283.003.978 21,60%
Jumlah 10.568.521.226 2.283.003.978 21,60%
30 BAB IV
PERMASALAHAN DAN UPAYA PEMECAHAN MASALAH
4.1. Kendala yang Dihadapi Triwulan II adalah :
Beberapa kegiatan tidak dapat dilaksanakan sebagaimana yang telah direncanakan, karena adanya pembatasan dalam pengajuan dan penyerapan anggaran sehingga kegiatan untuk menunjang tugas pokok dan fungsi kurang optimal, disamping adanya refocusing anggaran dialihkan untuk penanganan Covid-19.
4.2. Permasalahan
Permasalahan yang dihadapi oleh Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon antara lain :
1. SDM di setiap bidang masih sangat kurang dan terbatas;
2. Padatnya jadwal kegiatan yang melibatkan personil DKIS baik kegiatan di internal DKIS maupun dari Eksternal DKIS;
3. Keterbatasan dalam penyerapan anggaran mempengaruhi besaran realisasi anggaran dan tertundanya beberapa target yang telah direncanakan pada triwulan ini;
Adapun upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah sebagai berikut : 1. Memanfaatkan dan mengoptimalkan sumberdaya Manusia (SDM)
yang ada serta memanfaatkan waktu yang tersedia baik di luar jam kerja maupun di luar hari kerja.
2. Meninjau ulang kegiatan yang menjadi perioritas dalam kegiatan sehingga penyerapan anggaran bias se-efektif dan se-efisien mungkin serta membagi habis tugas pekerjaan kepada seluruh pegawai DKIS secara proporsional sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
3. Mengisi waktu kerja secara optimal dan meningkatkan kerjasama antar pegawai DKIS.
31 4. Memaksimalkan ketersediaan barang yang tersedia untuk perbaikan
jaringan internet dan intranet, dan mengusulkan diperubahan untuk penambahan anggaran.
32 BAB V
P E N U T U P
5.1. Kesimpulan
Evaluasi Terhadap Perjanjian Kinerja Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon Tahun 2021 sampai dengan Triwulan II masih jauh dari sempurna, karena ada beberapa kegiatan yang belum bisa terlaksana secara maksimal.
Total rata-rata capaian kinerja dan anggaran dari seluruh program Triwulan I yaitu :
Tingkat Capaian Kinerja belum optimal masih di bawah 21,60 %
Realisasi Anggaran pada Triwulan II tahun 2021, sebesar 35,98 %
Dapat dilihat bahwa capaian kinerja dan anggaran sampai dengan triwulan II Tahun 2021 masih dibawah target yang telah ditetapkan, tetapi ini bukan karena ada program yang tidak terlaksana tetapi karena program dan kegiatan tersebut ada yang memang dianggarkan untuk dilaksanakan pada triwulan berikutnya serta penyesuaian sistem SIPD yang belum berjalan secara optimal.
Dengan tersusunnya Evaluasi Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Cirebon Tahun 2021 sampai dengan Triwulan II ini, diharapkan dapat memberikan gambaran kinerja yang ingin dicapai tahun 2021 dan bermanfaat sebagai penjabaran pelaksanaan pemerintahan di tahun berikutnya.