• Tidak ada hasil yang ditemukan

ALAT UCAP DAN ORGAN BICARA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ALAT UCAP DAN ORGAN BICARA"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

‘ALAT UCAP DAN ORGAN BICARA’

Ø Robiah Adawiyah

Ø Anastasya Sulisdiyah Rahmah Ø Nenden Zakiyah Mandani

v Dosen Pengampu : Ahmad Rizki Nugrahawan,

M.Pd

(2)

A. PENGERTIAN ORGAN BICARA

Perangkat pengucapan, sebuah istilah mengacu pada organ manusia yang menjelaskan antara bibir paru-paru dan secara langsung berkontrbusi (menyumbang)pada pembentukan secara ucapan, dan perangkat pengucapan dan organ bicaranya ada kepala dan leher dan dada. Ahli bahasa telah menentukan bahwa itu terbatas antara 2 bibir kepala dan paru-paru di dada.

Dan perangkat bicara dan organ bicara telah ada pada pembahasan penting, pelajaran audio karna itu adalah keluar dari sumber bahasa linguistic, atau titik dimana bunyi bahasa terbentuk, pengucapan salah satu bunyi yang membutuhkan posisi tertentu dan spesifik di salah satu anggota artikulasi atau menggerakan anggota ini mengaktifkan dengan cara tertentu. Perbedaan cara organ bicara bergerak atau perbedaan posisinya menyebabkan perbedaan suara dan sifatnya, dan terdapat bermacam-macam suara bahasa dan bagian-bagiannya.

(3)

Kamal basyar telah menunjukkan (2000 M,132-133) beberapa poin yang dapat di andalkan dalam menemukan sifat dan kebenaran perangkat bicara dan organ-organnya dari tabiat dan hakikatnya, di antaranya:

1. Dinamakan “organ bicara”, yang disebut kiasan. Maka menghasilkan bunyi ucapan bukan satu-satunya fungsi organ artikulasi. Karena memiliki fungi penting lainnya, maka lidah misalnya fungsinya mencicipi, makanan dan memindahkannya dan gigi fungsinya menggigit dan mengunyah, hidung untuk mencium dan paru-paru untuk bernafas, seperti inilah yang menghasilkan suara-suara dan ini adalah salah satu fungsi dari fungsi-fungsi yang ada di organ bicara.

Sesungguhnya perangkat pengucapan diciptakan untuk membantunya dalam fungsi-fungsi yang banyak, maka in dinamakan sebagai contoh dari perluasan dan kiasan

(4)

2. “alat ucap” tersusun dari beberapa anggota akan tetapi saling melengkapi, ini adalah sistem mekanis dengan tingkat ketelitian dan disiplin yang tinggi dari akurasi dan ketetapan, maka menggambarkan suara tertentu dan menjadikan ‘BA’, misalnya bukan berarti bahwa bibir sajalah yang menjadi masalah untuk suara ini dengan karakteristik dan keheningannya yang berasa. Karena ketika udara yang di keluarkan dengan mengatupkan bibir kemudian keluar dengan cepat, pita suara bergetar dengan cara khusus dan beginilah bunyi yang terbentuk dan digambarkan sebagai berhenti mengeluarkan lisan keras.

(5)

3. Tidak semua organ bicara bergerak atau hanya satu saja yang menerima pergerakan, maka susunannya/sistemnya tetap dan tidak bergerak dan sedikit dari nya bergerak seperti lidah & bibir.

4. Alat ucap dengan anggotanya dan struktur dasarnya sama pada orang normal, tidak berbeda dari satu orang dengan orang lainnya dan tidak dari satu kaum kepada kaum lainnya kecuali dalam pemakaiannya dan cara-cara fungsinya menurut kebiasaan dan lingkungan bahasa.

(6)

Rongga hidung Hidung

ﺍﻟﺘﺠﻮﻳﻒ ﺍﻷﻨﻒ Langit-langit keras

Langit-Langit lunak Bibir atas

ﺭﺎﻐﻟﺍ / ﺐﻠﺼﻟﺍ ﻚﻨﺤﻟﺍ ﻖﺒﻄﻟﺍ / ﻦﺒﻠﻟﺍ ﻚﻨﺤﻟﺍ ﺎﻴﻠﻌﻟﺍ ﺔﻔﺸﻟﺍ Bibir bawah

Lidah

ﺍﻟﺴﻔﻠﻰ ﺍﻟﺸﻔﺔ ﺍﻟﻠﺴﺎﻥ Gigi bawah

Kerongongan Epiglottis

ﺍﻟﺴﻔﻠﻰ ﺍﻷﺴﻨﺎﻥ ﺍﻟﺤﻠﻖ ﺍﻟﻤﺰﻣﺎﺭ ﻟﺴﺎﻥ ﺍﻟﺤﻨﺠﺮﺓ Tenggorokan

Posisi tenggorokan dari depan

ﺓﺮﺠﻨﺤﻟﺍ ﻊﺿﻮﻣ Pita suara ﺍﻟﺼﻮﺗﻴﺎﻥ ﺍﻟﻮﺗﺮﺍﻥ / ﺍﻟﺼﻮﺗﻴﺔ ﺍﻷﺤﺒﺎﻝ

Pipa udara ﺍﻟﻬﻮﺍﺋﻴﺔ ﺍﻟﻘﺼﺒﺔ

ﺍﻟﻤﺮﻳﺀ Saluran paru-paru

(7)

B. PERANGKAP UCAPAN DAN ANGGOTANYA

Di bawah ini penjelasan yang terperinci dari anggota perangkat ucapan 1. Paru-paru

Mereka terdiri dari 2 bentuk gelembung, masing-masing dalam bentuk kerucut, didalamnya pergantian oksigen yang terdapat di udara yang dihirup dengan gas karbon dioksida, yang mengalirkan ke tubuh dan kedua paru-paru, bergerak dengan proses menekan kedua paru-paru oleh otot rangka tipis&tulang rusuk, dengan demikian proses pernafasan terjadi.

(8)

2. Pipa udara

Pipa udara merupakan tabung yang terbuat dari tulang rawan berbentuk cincin yang tidak lengkap dibagian belakang, dihubungkan satu sama lain oleh selaput lender, dan diamter trakeanya bervariasi antara 2 cm dan 2,5 cm dan yang paling Panjang sekitar 11 cm dan cabang yang paling bawah itu ada 2 masing-masing cabang memasuki satu-persatu paru-paru (kanan-kiri)

(9)

3. Pita suara

Pita suara adalah tulang rawan yang terletak dibagian atas trakea, yang dimana pita suara berada (pita suara, vocal cords) dan keduanya sebenernya adalah strip otot. Dan mereka di hubungkan dengan jaringan. Mereka memanjang secara horizontal dari belakang ke depan yang dimana mereka bertemu pada tonjolan yang disebut jakun dan mereka dapat digerakkan secara horizontal

(10)

Dan diantara kedua pita suara yang terdapat ruang atau celah yang disebut bukaan glotitis dan celah di glottis mlebar dan menyempit dalam proporsi yang berbeda dengan suara yang berbeda, dengan demikian rasio tegangan kedua senar dan kesiapannya untuk getar mengikuti, semakin besar tegangannya, semakin sering bergetar perdetikdan glottis memiliki penutup yang disebut epiglottis dan fungsi aslinya adalah bertindak sebagai katup yang melindungi jalur pernafasan selama proses menelan (annis, 1999M:19)

(11)
(12)

Pita suara bergetar melalui tekanan darah & kontraksi, ketika mereka terbuka mereka meninggalkan lubang atau lubang yang disebut pangkal tenggorokan, pelaksasi & kontraksi ke 2 jaringan (menempelkan otot ketulang) disebut getaran, satu tekanan darah pafa jantung diikuti oleh tekanan darah pada waktu jantung menguncup setara dengan satu getaran dan bilangan getarannya dinamanakan dengan frekuesi bunyi, jika dikatakan; bahwa suara itu memiliki 141 tingkatan maka itu berarti bahwa pita suara bergetar sebanyak 141 kali pada proses yang kedua saat pengucapan dengan suara (Muslih, 2011 M:33)

(13)

Dan untuk pita suara memiliki 4 posisi yang mengakibatkan terjadinya berbagai suara:

Dan organ bicara terbagi 4 macam yaitu :

Ø Kondisi terbuka lebar, dalam situasi ini pita suara benar-benar berbeda dan ketika udara lewat di antara mereka tidak ada suara yang terjadi, jarinagn tidak berada dalam posisi focus pernapasan tebal

(14)

Ø Kondisi terbuka agak lebar (sistem pernafasan berperan memproduksi suara terbuka), pita suara agak terpisah yang membuat udara datang dari paru-paru dia melewatinya tanpa halangan dan dalam hal ini terdengar suara bisikan (tidak bersuara), contoh : dalam bahasa arab ,ﻩ,ﺡ,ﻕ,ﺥ,ﻙ,ﺵ,ﺹ,ﺱ,ﺕ,ﻑ,ﺙ , dalam bahasa Indonesia c,s,t,f,p,k,h,sy. Inilah perbedaan posisi kendur dari posisi mundur, saat yang terakhir berbicara dengan suara sedangkan yang pertama tidak terjadi dengan suara yang dihembuskan.

(15)

Ø Kondisi terbuka sedikit/bergetar, (golongan kata tidak lengkap untuk tenggorokan). Kedua pita suara pada posisi ini saling mendekati tetapi keduanya tidak tertutup dan udara yang berasal dari paru-paru dapat dengan mudah membuka & menutup pangkal tenggorokan pada pita suara sehingga mengeluarkan suara yang keras seperti : dalam bahasa arab; ,ﻉ,ﻍ,ﺝ,ﺭ,ﻥ,ﻝ,ﺯ,ﺩ,ﺽ,ﻅ,ﺫ,ﻭ,ﻡ,ﺏ , atau dalam bahasa Indonesia; b,m,w,v,d,z,l,n,r,j,g

(16)

Ø Kondisi tertutup rapat (golongan sempurna untuk tenggorokan), kedua pita suara tertutup dan udara berasal dari paru-paru yang melewatinya dengan tekanan yang kuat dan ternyadinya tekanan yang kuat ini menjadi suara yang tinggi yaitu huruf hamzah dalam bahasa arab atau K dalam bahasa indonesia

(17)
(18)

4. Rongga di atas tenggorokan

Dan itu merupakan tempat getaran suara yang berfungsi untuk memperkuat suara setelah pembentukannya dalam tempat keluarnya dan rongga yang terletak di atas tenggorokan ada 3 yaitu :

• Rongga hidung

• Tongga mulut

• Rongga kerongkongan

(19)
(20)

5. Lidah

Lidah adalah organ yang paling penting dalam artikulasi suara manusia, ini adalah organ yang fleksibel &

dan banyak bergerak didalam mulut, lidah ini terdiri dari sejumlah besar otot yang memungkinkan nya bergerak, berkontraksi, menjulurkan dan memutar ke segala arah. Fleksibel dalam bentuk titik tumpu untuk mengekstrak Sebagian besar bunyi bahasa ketika bertemu dengan anggota alat bicara.

(21)

Lidah dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu :

1. Ujung lidah 2. Pinggir lidah 3. Tengah lidah 4. Pangkal lidah 5. Akar lidah

(22)

Catatan : ada suara yang lidahnya tidak berpartisipasi

secara langsung, ini adalah 2 bibir; ﺏ , ﻡ ,, dan suara mulut- gigi; ﻑ ,, dan 2 suara dari tenggorokan; ﻩ , ﺀ

(23)

6. Palate / langit-langit mulut

Ini adalah bagian yang berlawanan dengan lidah, yang terhubung dalam situasi tertentu untuk membuat suara tertentu, dan terbagi menjadi 4 macam, di antaranya :

Ø Langit-langit depan/gusi : disebut asal lipatan atas Ø Langit-langit keras : bagian padat dari langit-langit

Ø Langit-langit lunak : bagian lembut, lembek dari bagian keras langit-langit.

Ø Anak lidah : bagian akhir dsri bagian keras langit-langit yang mengikuti langit-langit lunak, itu bisa dipindahkan, ketika menempel di dinding tenggorokan, menghalangi rongga, hidung diarahkan kesemua udara yang dating dari paru-paru ke mulut dengan secara lisan, ketika tidak naik, memunhgkinkan udara lewat dari rongga

hidung&menghasilkan 2 suara hidung : ﻥ, ﻡ

(24)

Ke empat bagian langit-langit ini adalah bagian artikulasi yang tetap berpartisipasi secara pasif (dalam bekerjasama dengan anggota lain dari artikulasi) dalam

pembentukan suara, sereperti yang terlihat dari table berikut

(25)
(26)

7. Gigi

Gigi atas adalah organ artikulasi tetap. Gigi bawah adalah organ bicara yang dapat digerakkan dan setiap dari mereka mempunyai fungsi yang penting dalam pembentukkan bicara. Jika salah satu yang bergerak tidak akan mengeluarkan suara.sesungguhnya kedua organ bicara saling terlibat

(27)

Tabel berikut menunjukkan organ-organ yang berbagai gigi dan dan suara membentuknya:

(28)

8. Bibir atas &bawah

Bibir adalah salah satu bagian bicara yang bergerak, yang dapat bergerak kesegala arah dengan fleksibel, dibutuhkan posisi yang berbeda saat mengucapkan suara.

Begitu mereka pas, maka tidak ada udara yang bisa keluar, kemudian mereka dengan cepat berpisah dan udara mengalir keluar di antara mereka, membuat suara besar, seperti dalam kalimat pengucapan “ba”.

(29)

Dan melingkar seperti hal nya mengucap dhommah dan yang lain mengucapkan ucapan yang besar, seperti hal nya ketika mengucapkan fathah.

Dan bibir meungkin merupakan keluaran dari beberapa suara karena mereka terlibat langsung dalam pembentukannya, seperti pada huruf; ﻡ , ﺏ , ini mungkin mengambil bentuk atau situasi tertentu yang menyertai pembentukan beebrapa suara, seolah-olah melingkar ketika mengucapkan “wa, dhommah” dan terbuka saat mengucapkan fathah & kasrah .

(30)

Tabel berikut menunjukkan Gerakan bibir dan posisinya dan suara-suara yang menyertai dan terdiri dari:

(31)

Berdasarkan uraian diatas anggota-anggota alat bicara, anggota yang bergerak & anggota yang tetap, maka yang bergerak adalah ; bibir, lidah dengan bagian-bagiannya, langit-langit lunak, anak lidah, pita suara di tenggorokan dan yang tetap adalah ; gigi, gusi, langit-langit keras

(32)

Organ biacar juga dapat dibagi menurut posisinya :

1. Organ di atas tenggorokan, termasuk rongga tenggorokan, rongga mulut & rongga hidung, 2. Organ dalam tenggorokan, termasuk pita suara

3. Organ di bawah tenggorokan, ini termasuk paru-paru & organ pernapasan yang bentuknya seperti kotak udara.

Gambar

Tabel berikut menunjukkan organ-organ yang berbagai gigi dan dan suara membentuknya:
Tabel berikut menunjukkan Gerakan bibir dan posisinya dan suara-suara yang menyertai dan terdiri dari:

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian tersebut maka penulis ingin mengkaji atribut-atribut apa saja yang dinilai mempengaruhi preferensi mahasiswa terhadap pekerjaan dengan membandingkan

Kemampuan kalus membentuk embrio dalam jumlah terbanyak diperoleh pada perlakuan dosis 50 Gray, demikian pula jumlah bakal tunas terbanyak yang dihasilkan dari perkecambahan

Pada Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang masalah yang terjadi yaitu sulitnya para tenaga pengajar melihat rincian gaji karena

Dalam pembiayaan musyarakah kontribusi modal yang menjadi objek dalam menjalankan usaha tersebut diberikan oleh bank sepenuhnya, kemudian nasabah sebagai mitra

Prinsip kedua dalam melakukan alih kode dari bahasa Inggris mengatakan bahwa bahasa matriks menentukan ke bahasa Indonesia atau sebaliknya ketika kehadiran unsur-unsur

Secara spesifiknya penelitian saat ini akan berfokus pada mengidentifikasi dan menjelaskan bentuk serta proses dukungan sosial lembaga yang diberikan oleh pegawai

Penggunaan kuning telur pada bahan pengencer air kelapa diharapkan dapat mempertahankan dan melindungi intensitas selubung lipopotein dan sel spermatozoa dari keadaan penurunan

seniman jalanan yang walaupun mendedikasi dirinya pada keindahan dianggap tidak lebih dari preman atau geng motor yang menandai wilayah kekuasaannya. Dalam gerakan ini,