• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN LOGISTIK DI PT. NIKABASURYA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN LOGISTIK DI PT. NIKABASURYA."

Copied!
110
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Oleh :

BAGUS HARDHINATA 0732010024

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK INDUSTRI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAWA TIMUR

(2)

Alhamdulillah, dengan Mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah

SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-nya sehingga penelitian

mampu untuk dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik dan lancar sampai

tersusunnya laporan Skripsi ini dengan judul “ PERANCANGAN SISTEM

INFORMASI MANAJEMEN LOGISTIK DI PT. NIKABASURYA -

SURABAYA”.

Tugas akhir ini disusun untuk memenuhi persyaratan mendapatkan

gelar sarjana Teknik (S-1) Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri

Universitas Pembangunan Nasional “ Veteran “ Jawa Timur.

Dalam penulisan Skripsi ini tak lepas dari bantuan, bimbingan dan

dorongan dari pihak instansi baik secara langsung maupun secara tidak langsung

yang berhubungan dengan penulisan Skripsi ini. Oleh karena itu dalam

kesempatan ini peneliti menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang

sedalam- dalamnya kepada:

1. Bpk.Prof.Dr.Ir.Teguh Sodarto, MS, selaku Rektor Universitas

Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

2. Bpk.Ir. Sutiono, MT., selaku Dekan Fakultas Teknologi Industri

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” jawa Timur.

3. Bpk.Ir. M. Tutuk Safirin, MT Selaku Ketua Jurusan Fakultas Teknik

(3)

Timur.

5. Bapak dan Ibu serta staf pengajar Jurusan Teknik Industri yang telah

membekali penulis dengan ilmu pengetahuan yang berguna dan

bermanfaat bagi penulis selama mengikuti kegiatan perkuliahan.

6. Bpk.Ir.Anang F, MMT, dan Ibu Farida Pulansari, ST, MT Selaku Dosen

pembimbing yang telah banyak memberikan arahan, masukan serta

nasehat kepada saya untuk menyelesaikan Skripsi ini.

7. Bpk.Joseph beserta Staff yang berada di CV. SINAR BAJA ELECTRIC

yang Memberikan Ijin kepada saya untuk melakukan Penelitian.

8. Keluarga Besarku yang saya sayangi, terutama buat almarhum ibuku yang

selalu memberikan semangat dan doa serta perhatian sehingga saya dapat

menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan lancer.

9. MY C yang selalu setia dan sabar menemaniku, mengantarkan, dan

membantuku dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.

10.Sahabat- sahabatku : Ardian, denny, dewi and many more yang tak dapat

penulis sebutkan satu-persatu khususnya buat “PARALEL A

ANGKATAN 06” teriama kasih atas dorongan dan semangatnya terima

kasih juga atas kebersamaan kita selama ini.

11.Semua Temen-temen mahasiswa U.P.N khususnya jurusan Teknik Industri

angkatan 06 maupun angkatan atas dan bawah yang penulis kenal, dan

(4)

Semoga Kemampuan dan pengetahuan telah tercurahkan demi

kesempurnaan Skripsi ini, namun keterbatasan dan kekurangan tetaplah ada. Oleh

karena itu, penulis menyadari sepenuhnya bahwa di dalam penyusunan laporan ini

masih jauh dari sempurna. Untuk itu penulis dengan senang hati menerima segala

kritik dan saran yang bersifat membangun guna kesempurnaan guna

kesempurnaan Tugas Akhir (Skripsi) ini.

Akhir kata penulis berharap semoga Tugas Akhir ini dapat berguna

dan bermanfaat bagi semua pihak.

Surabaya, November 2009

(5)

Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena telah

berkenan memberikan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat

menyelesaikan tugas akhir ini dengan judul :

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN LOGISTIK   PT. NIKABASURYA 

Penyusunan tugas akhir ini guna memenuhi persyaratan dalam memperoleh

gelar Sarjana Teknik Jurusan Teknik Industri pada Fakultas Teknologi Industri

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

Penulis menyadari bahwa selama melakukan penelitian dan penyusunan

skripsi ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, penulis

sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca

sangat penulis harapkan demi kesempurnaan.

Akhir kata penulis berharap semoga hasil penelitian yang tertuang dalam

skripsi ini banyak bermanfaat bagi setiap pembaca pada umumnya.

Surabaya, 21 Juni 2011

Penulis,

(6)

KATAPENGANTAR... i

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vii

DAFTAR LAMPIRAN ... viii

ABSTRAKSI ... xiii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang…………...………...………... 1

1.2 Perumusan Masalah………... 3

1.3 Batasan Masalah………...…… 3

1.4 Asumsi-Asumsi ………...…... 4

1.5 Tujuan Penelitian………...……….. 4

1.6 Manfaat Penelitian………...………. 4

1.7 Sistematika Penulisan………...……… 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Dasar Sistem….………….………..……… 8

2.1.1 Karakteristik Sistem………... 10

2.1.2 Klasifikasi Sistem……….… 12

2.2 Konsep Dasar Informasi……...……… 13

(7)

2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi………..…………... 16

2.3.1 Komponen Sistem Informasi...………... 16

2.4 Sistem Informasi Manajemen………... 18

2.5 Organisasi dan Informasi...……….………... 21

2.6 Pengembangan Sistem……….. 22

2.6.1 Pendekatan Pengembangan Sistem………...…….... 26

2.6.2 Tahap-Tahap Pengembangan Sistem…………...………... 28

2.6.3 Siklus Hidup Pengembangan Sistem………...………. 29

2.6.3.1 Tahap Perencanaan Sistem... 30

2.6.3.2 Tahap Analisa Sistem... 31

2.6.4 Alat – Alat Pengembangan Sistem... 33

2.6.4.1 Bagan Alir Dokumen... 34

2.6.4.2 Data Flow Diagram (DFD)... 38

2.6.4.3 Diagram Arus Data (DAD)... 40

2.6.4.4 Diagram ER (Entity Relationship)... 42

2.6.4.5 HIPO... 44

2.7 Perancangan Sistem...…... 45

2.7.1 Perancangan Input... 45

2.7.2 Perancangan Output... 45

2.8 Data Base... 46

2.9 Manajemen Logistik………... 46

(8)

2.11 Microsoft MY SQL... 53

2.12 Penelitian Terdahulu... 56

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian………….………...………... 59

3.2 Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel………. 59

3.3 Metode Pengumpulan Data………..………. 60

3.4 Metode Pengolahan Data……….. 61

3.5 Langkah-Langkah Pemecahan Masalah……….. 61

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 4.1 Pengumpulan Data....….………….………..……… 68

4.1.1 Struktur Organisasi, Sistem dan Prosedur serta fungsi Masing-masing Bagian / Departemen...……... 68

4.2 Sistem dan Prosedur Yang Ada Saat Ini...……..……… 69

4.2.1 Analisa Sistem dan Identifikasi Prosedur ……….… 69

4.3 Identifikasi Masalah....……….………..……… 70

4.3.1 Analisa Kebutuhan Dokumen dan Informasi ...… 71

4.4 Perancangan Sistem Informasi Manajemen...……… 72

4.4.1 Bagan Alir Dokumen yang Dirancang...….…… 72

4.5 Diagram Arus Data...….……….……….……… 73

(9)

4.5.4 Diagram Arus Data Level 1... 76

4.5.4.1 Proses Transaksi Penjualan………. 76

4.5.4.2 Proses Transaksi Pembelian………. 77

4.5.4.3 Proses Transaksi Pengelolaan Stok Barang………78

4.6 ERD...….……….………..……… 78

4.6.1 Relasi-relasi Antar Entity...….…… 79

4.7 Perancangan Database...….………..……… 80

4.8 Desain Input...….………….………..……… 82

4.8.1 Tampilan Menu Login...….…… 82

4.8.2 Tampilan Menu Utama...….…… 82

4.8.3 Input Data Supplier...….…… 83

4.8.4 Input Data Konsumen...….…… 84

4.8.5 Input Data Merk...85

4.8.8 Input Data Stok Barang...….…… 85

4.8.7 Transaksi Penjualan………...……….……. 86

4.8.8 Transaksi Pembelian………...……….…...…. 87

4.9 Perancangan Program Komputer...…..……… 87

4.10 Validasi dan Verifikasi Sistem...………..……… 88

4.10.1 Validasi Perancangan SIM...….…… 88

4.10.2 Verifikasi Program Komputer... 88

(10)

5.2 Saran... 93

DAFTAR PUSTAKA

(11)

Tabel 4.1 Identifikasi Masalah...…...……….. 71

Tabel 4.2 Perencanaan Kebutuhan Informasi...……….. 71

Tabel 4.3 Tabel Login...…...……….. 80

Tabel 4.4 Tabel Supplier...…...……….. 80

Tabel 4.5 Tabel Satuan...…...………... 81

Tabel 4.6 Tabel Jenis...…...………... 81

Tabel 4.7 Tabel Gudang...……….. 81

Tabel 4.8 Tabel Transaksi...…...……….. 81

(12)

Gambar 2.1 Karakteristik Suatu Sistem...13

Gambar 2.2 Siklus Informasi...…...……….. 14

Gambar 2.3 Pilar Kualitas Informasi... 15

Gambar 2.4 Block Sistem Informasi Yang berinteraksi... 17

Gambar 2.5 Bagan Tingkat Manajemen... 21

Gambar 2.6 Hubungan data dan tujuan organisasi... 22

Gambar 2.7 Pengembangan Sistem... 24

Gambar 2.8 Siklus Hidup Pengembangan Sistem... 30

Gambar 2.9 simbol yang digunakan di bagan alir dokument... 37

Gambar 2.10 Bagan Alir dokument suatu prosedur penjualan... 37

Gambar 2.11 Notasi Proses di DAD... 39

Gambar 2.12 Simbol simpanan data di DAD... 40

Gambar 2.13 Context Diagram... 41

Gambar 2.14 DAD Level 0... 41

Gambar 2.15 Simbol Entity... 42

Gambar 2.16 Simbol Atribut... 42

Gambar 2.17 simbol Relationship... 43

Gambar 2.18 Simbol Garis... 43

Gambar 2.19 Diagram HIPO... 45

Gambar 3.1 Langkah-Langkah Pemecahan Masalah... 59

Gambar 4.4 Context Diagram SIM Penjualan, Pembelian dan Gudang... 74

Gambar 4.2 Diagram Berjenjang SIM Penjualan, Pembelian dan Gudang... 75

Gambar 4.3 DAD Level 0 SIM Penjualan, Pembelian dan Gudang... 76

Gambar 4.4 DAD Level 1 Proses Transaksi Penjualan... 77

Gambar 4.5 DAD Level 1 Proses Transaksi Pembelian... 77

Gambar 4.6 DAD Level 1 Proses Pengelolaan Stok Barang... 78

Gambar 4.7 Form Menu Login... 82

Gambar 4.8 Form Menu Utama... 83

Gambar 4.9 Form Input Data Supplier... 83

(13)

Gambar 4.13 Form Transaksi Penjualan...86

Gambar 4.14 Form Transaksi Pembelian... 87

Gambar 4.15 Print Out Daftar Supplier... 89

Gambar 4.16 Print Out Daftar Konsumen... 90

Gambar 4.17 Print Out Daftar Stok Barang... 90

Gambar 4.18 Print Out Transaksi Penjualan... 91

(14)

ABSTRAKSI

Pada era globalisasi sekarang ini, perusahaan harus mampu menghadapi persaingan bebas yang terjadi. Untuk itu semua sumber daya perusahaan harus dapat dikerahkan secara maksimal dan profesional untuk mendukung keberhasilan perusahaan, yang tergantung pada keberhasilan manajemen. Keberhasilan manajemen tersebut tergantung pada tersedianya informasi yang relevan dari pengolahan data yang tepat. Agar pekerjaan informasi dapat ditangani secara sistematis dan praktis, maka perlu adanya Sistem Informasi Manajemen.

PT. NIKABASURYA adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, namun Sistem Logistik pada perusahaan masih menggunakan sistem manual, jenis dan jumlah barang yang terus bertambah dan arus keluar masuk barang yang semakin meningkat. Hal tersebut menyebabkan kontrol terhadap Logistik semakin sulit di lakukan dan menyebabkan terlambatnya informasi penjualan, pembelian dan stok barang, di karenakan Proses Transaksi dan Pencatatan Stok Gudang masih dilakukan secara manual pada departemen masing-masing.

Metode SIM adalah suatu metode untuk memperbaiki sistem yang ada agar informasi yang diterima antara department lebih baik dari informasi yang diberikan sistem selama ini. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang Sistem Informasi Manajemen Logistik di PT. NIKABASURYA dengan menggunakan

software microsoft My SQL dan visual basic 6.0. Dengan demikian Perancangan

Sistem Informasi berbasis komputer ini diharapkan mampu menjawab permasalahan yang ada mengenai Sistem Informasi Manajemen Logistik selama ini.

Hasil Perancangan sistem ini dapat memperbaiki prosedur manajemen menjadi lebih efisien karena adanya penyederhanaan dari sistem manual menjadi sistem informasi manajemen terkomputerisasi sehingga akan mempermudah tugas operator dalam menghasilkan sistem informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan. Dengan demikian perbedaan tempat tidak menyulitkan dalam proses pengambilan keputusan.

Kata kunci : Sistem Informasi Manajemen Logistik dengan My SQL,Visual

(15)

In the era of globalization, companies must be able to face free competition what happening. For that all company resources must be deployed to maximum and professionals to support the success of the company, which depends on the success of the management. The success of management depends on the availability of relevant information from appropriate data processing. In order for information work can be handled in a systematic and practical, it is necessary to Management Information Systems.

PT. NIKABASURYA is a company engaged in manufacturing, but the

company's Logistics Systems still using manual system, the type and amount of item continues to grow and flow out incoming item is increasing. This caused the control of Logistics increasingly difficult to do and cause delays sales information, purchase and stock of items, that because Transaction Process and Recording of stock items at warehouse is still manually in their each departments.

SIM method is a method to improve the existing system so that information received between the department is better than the information provided by system for this time. The purpose of this research is to design the Logistics Management Information System in PT. NIKABASURYA using software microsoft My SQL and Visual Basic 6.0. Thus the design of computer-based Information System is expected to answer problems that exist regarding the Logistics Management Information System so far.

The results of design this system can improve the management procedures become more efficient because of the simplification of manual systems to computerized management information system that will facilitate the task of operators in generating accurately system, timely, and relevant. Thus the difference in a place not to complicate the decision making process.

Keywords: Logistics Management Information System with My SQL, Visual Basic,

(16)

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan industri yang sangat pesat diiringi oleh kemajuan

teknologi, menyebabkan perusahaan harus mengerahkan seluruh sumber daya

perusahaan secara maksimal dan professional untuk mendukung keberhasilan

perusahaan dalam menghadapi persaingan yang ketat di era globalisasi ini

perusahaan di tuntut untuk cepat, dan efisien, sehingga keberhasilan perusahaan

sangat tergantung pada keberhasilan manajemen dalam melaksanakan

pekerjaannya. Keberhasilan manajemen perusahaan tergantung pada tersedianya

informasi yang relevan dari pengolahan data yang tepat. Agar pekerjaan informasi

dapat ditangani secara sistematis dan praktis perlu adanya manajemen sistem

informasi.

Informasi sekarang peranannya tidak hanya sebagai pengumpul data dan

mengolahnya menjadi informasi berupa laporan-laporan keuangan saja, tetapi

mempunyai peranan yang lebih penting didalam menyediakan informasi bagi

manajemen untuk fungsi-fungsi perencanaan, alokasi-alokasi sumber daya,

pengukuran dan pengendalian. Laporan-laporan dari sistem informasi

memberikan informasi kepada manajemen mengenai permasalahan-permasalahan

yang terjadi didalam organisasi untuk menjadi suatu bukti yang berguna didalam

menentukan tindakan yang diambil.

PT.NIKABASURYA adalah suatu perusahaan Genset dengan menjual

(17)

Perkins, mits,dutz,Cummins,lovol dll. Perusahaan ini jenis usaha awal hanya

menjual genset untuk industri maupun rumah tangga, setelah itu perusahaan ini

berkembang dengan menjual spare part dan memproduksi rumah genset (silent

box) dan panel, hingga sekarang. Bentuk dan sistem perusahaan hingga saat ini

adalah perusahaan keluarga yang penanganannya masih manual dengan demikian

peranan pemilik perusahaan hingga sekarang masih sangat penting untuk intern

ataupun ekstern perusahaan, sehingga informasi menjadi kurang akurat dan

relevan baik dalam laporan persediaan barang maupun barang keluar, serta

laporan – laporan pada periode tertentu yang akan memperlambat arus informasi

yang diinginkan oleh pihak manajemen perusahaan dalam mengambil keputusan.

Hal ini tentunya akan mempengaruhi perkembangan perusahaan, dengan

kata lain tentunya sangat sulit mengembangkan perusahaan ini jika tingkat

ketergantungan perusahaan begitu besar, memang di akui existence perusahaan ini

begitu solid hal ini terbukti hingga saat ini perusahaan ini masih berdiri meski

banyaknya perusahaan pesaing yang mulai bertumbuhan

Berdasarkan permasalahan diatas, maka PT. NIKABASURYA mencari

sebuah jalan keluar untuk mengatasi masalah yang dihadapi agar dapat menata

manajemen dengan baik sekaligus menyederhanakan dan mempermudah

pengaturan. Komputerisasi sistem informasi merupakan solusi yang tepat bagi

PT.NIKABASURYA agar dapat meningkatkan arus informasi di perusahaan.

Suatu sistem yang terkomputerisasi dengan baik dan dapat menghubungkan antar

departemen yang membutuhkan informasi melalui jaringan komputer.

Oleh karena itu perlu adanya perancangan sistem informasi manajemen

(18)

pencatatan data permintaan barang konsumen dan stok barang masuk maupun

barang keluar digudang. Sehingga dapat mempermudah dalam proses

pengambilan keputusan secara tepat dengan tersedianya informasi-informasi yang

tepat waktu, akurat dan relevan.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah disebutkan diatas,

maka dapat dibuat perumusan masalah sebagai berikut : ”Bagaimana merancang

Sistem Informasi Manajemen Logistik secara terkomputerisasi di PT.

NIKABA SURYA ?”

1.3 Batasan Masalah

Agar penelitian ini lebih terarah pada pembahasan Sistem Informasi

Manajemen di perusahaan, maka permasalahan perlu dibatasi sebagai berikut :

1. Pembatasan hanya pada perancangan sistem informasi manajemen logistik

dan perancangan perangkat lunak sebagai pendukung sistem informasi

tersebut.

2. Penelitian hanya pada data pembelian barang dan Penggunaan barang.

3. Analisa perancangan sistem informasi tidak dilakukan dari segi kelayakan

ekonomi (analisa kuantitatif).

4. Tidak dilakukan analisis biaya dalam pengadaan perangkat keras.

(19)

1.4 Asumsi-Asumsi

Agar penelitian ini memberikan hasil pembahasan sistem informasi

manajemen yang baik, maka perlu diberikan suatu asumsi sebagai berikut :

1. Hasil wawancara dan data order perusahaan benar.

2. Tidak ada perubahan kebijaksanaan maupun restrukturisasi organisasi dari

pihak perusahaan.

3. Karyawan dianggap mampu dan cukup handal dalam mengoperasikan

program aplikasi komputer.

4. Database yang digunakan sesuai spesifikasinya dan perangkat untuk

pengembangan sistem sudah tersedia, baik perangkat lunak, perangkat

keras maupun operatornya.

5. Tersedianya dana untuk pengadaan perangkat keras.

6. Restrukturisasi dilakukan pada waktu hasil penelitian di aplikasikan

1.5 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah “Merancang Sistem Informasi

Manajemen Logistik di PT. NIKABASURYA dengan software microsoft

visual basic 6.0, sehingga informasi menjadi cepat, tepat, akurat dan

relevan”.

1.6 Manfaat Penelitian

Dengan Perancangan Sistem Informasi Manajemen ini diharapkan akan

diperoleh manfaat sebagai berikut :

(20)

- Dapat menyederhanakan sistem kerja manual yang sekarang dengan

sistem yang terkomputerisasi dan juga dapat meningkatkan tingkat

ketelitiannya.

- Membantu pengambilan keputusan dalam proses pemilihan alternatif

terbaik sebagai keputusan yang tepat.

- Membantu kelancaran operasi kerja.

- Dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan secara tepat, cepat,

akurat dan sederhana dalam waktu yang singkat sehingga dapat

menunjang proses pengambilan keputusan.

- Memiliki sistem pengarsipan yang lebih rapi, efektif dan efisien.

2. Bagi Penulis

- Sebagai bahan perbandingan teori dan praktek sehingga dapat

menambah wawasan yang sangat penting bagi penulis di masa

mendatang.

- Dapat mengembangkan pengetahuan yang selama ini hanya didapat

secara teoritis untuk diterapkan dalam praktek nyata.

3. Bagi Universitas

Sebagai bahan perbendaharaan perpustakaan dan studi banding bagi

mahasiswa di masa yang akan datang.

1.7 Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan memahami pembahasannya, maka laporan ini secara

sistematika adalah sebagai berikut :

(21)

Bab ini akan diuraikan tentang latar belakang masalah, perumusan

masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, asumsi–asumsi yang

digunakan, mananfaat penelitian serta sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini akan diuraikan teori-teori yang berhubungan dan berkenaan

dengan topik-topik yang dibahas antara lain kosep dasar sistem,

konsep dasar informasi, konsep dasar sistem informasi, konsep dasar

sistem informasi manajemen, pengembangan sistem, alat-alat

pengembangan sistem serta perancangan sistem yang digunakan

sebagai dasar dalam menganalisa dan menyelesaikan masalah.

BAB III METODE PENELITIAN

Bab ini akan diuraikan tentang cara mendapatkan data, data apa saja

yang digunakan dalam perancangan sistem informasi manajemen,

bagaimana cara mengolah data tersebut, hasil apa saja yang akan

didapat setelah data tersebut diolah serta flowchart pemecahan

masalah.

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN

Bab ini akan diuraikan mengenai analisa sistem, perancangan sistem,

perancangan dan pengembangan sistem informasi, perancangan

program komputer, implementasi program serta kelebihan penggunaan

sistem informasi manajemen yang dirancang.

(22)

Bab ini berisi tentang kesimpulan dari pembahasan dan saran untuk

perbaikan sistem informasi manajemen yang digunakan perusahaan

saat ini.

DAFTAR PUSTAKA

(23)

2.1 Konsep Dasar Sistem

Terdapat dua kelompok pendekatan didalam mendefinisikan sistem, yaitu

yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau

elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur

mendefinisikan sistem sebagai berikut: (HM. Jogiyanto, 2005 : 1)

Suatu sistem adalah suatu jaringan dari prosedur-prosedur yang saling

berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau

untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

Pendekatan sistem yang merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih

menekankan pada urut-urutan operasi didalam sistem. Prosedur (procedure)

didefinisikan oleh Richard F. Neusehel sebagai berikut: (HM. Jogiyanto, 2005: 1)

Suatu prosedur adalah suatu urut-urutan operasi klerikal (tulis-menulis),

biasanya melibatkan beberapa orang didalam satu atau lebih departemen, yang

diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi

bisnis yang terjadi.

Lebih lanjut Jerry FitzGerald, Ardra F. FitzGerald dan Warren D.

Stallings, Jr., mendefinisikan prosedur sebagai berikut : (HM. Jogiyanto,2005: 2)

Suatu prosedur adalah urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan

instruksi yang menerangkan apa (what) yang harus dikerjakan dan siapa (Who)

yang mengerjakannya, kapan (when) dikerjakan dan bagaimana (how)

(24)

Sedangkan pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau

komponenya, didefinisikan oleh Jerry FitzGerald (1981) sistem sebagai berikut

ini: (HM. Jogiyanto, 2005: 2)

Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk

mencapai tujuan tertentu.

Lebih lanjut Raymond Mecleod, Jr. mendefinisikan sistem sebagai

berikut:(Mecleod, 2001: 11)

Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang

sama untuk mencapai suatu tujuan.

Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan dari elemen-elemen atau

komponen-komponen atau subsistem-subsistem merupakan definisi yang lebih

luas karena pada kenyataannya suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem

atau elemen-elemen bagian. Komponen-komponen atau subsistem-subsistem yang

saling berinteraksi dan saling berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga

tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai. Untuk menganalisis dan

merencanakan suatu sistem, analisa dan perancangan suatu sistem harus mengerti

terlebih dahulu mengenai komponen-komponen atau elemen-elemen atau

subsistem-subsistem dari sistem tersebut.

Suatu sistem mempunyai maksud tertentu. Ada yang menyebutkan

maksud dari suatu sistem adalah untuk mencapai suatu tujuan (goal) dan ada yang

menyebutkan untuk mencapai suatu sasaran (objectives). Goal biasanya

dihubungkan dengan ruang lingkup yang lebih luas dan sasaran dalam ruang

ingkup yang lebih sempit. Bila merupakan suatu sistem utama, seperti misalnya

(25)

sistem-sistem yang lainnya yang merupakan bagian atau subsistem dari sistem

bisnis, maka istilah objectives yang lebih tepat. Jadi tergantung dari ruang lingkup

darimana memandang sistem tersebut. Seringkali tujuan (goal) dan sasaran

(objectives) digunakan bergantian dan tidak dibedakan.

2.1.1 Karakteristik Sistem

Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat yang tertentu, yaitu :

(HM. Jogiyanto,2005: 3)

1. Komponen sistem (Component)

Komponen sistem (Component) adalah suatu sistem yang terdiri dari sejumlah

komponen yang saling berinteraksi membentuk satu kesatuan.

Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa satuan

sub sistem atau bagian-bagian dari sistem

2. Batas sistem (Boundary)

Batas sistem (Boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu

sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.

3. Lingkungan luar sistem (Environment)

Lingkungan luar (Environment) dari suatu sistem adalah apapun diluar batas

dari suatu sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem

dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem

tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem

dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan

luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan

(26)

4. Penghubung sistem (Interface)

Penghubung (Interface) merupakan media penghubung antara satu subsistem

dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan

sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem yang lainnya. Keluaran

(output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem

yang lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu

subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu

kesatuan.

5. Masukan sistem (Input)

Masukan (Input) adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan

dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal

(signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya

sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses

untuk didapatkan keluaran.

6. Keluaran sistem (Output)

Keluaran (Output) adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasian

menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat

merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.

7. Pengolah sistem (Process)

Pengolah sistem adalah suatu sistem yang mempunyai bagian pengolah yang

akan merubah masukan jadi keluaran.

8. Sasaran sistem (Objectives)

Suatu sistem dapat mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Kalau

(27)

gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang

dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

2.1.2 Klasifikasi Sistem

Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan, diantaranya

adalah sebagai berikut: (HM. Jogiyanto, 2005 : 6)

1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem

fisik (Physical system).

Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak

tampak secara fisik. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik.

2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem

buatan manusia (human made system).

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat

manusia. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang manusia.

3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan

sistem tak tentu (probabilitas system).

Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi.

Interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga

keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem tak tentu adalah sistem yang

kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur

probabilitas.

4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem

(28)

Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak

terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem terbuka adalah sistem yang

berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.

Gambar 2.1 Karakteristik suatu sistem

(Sumber: Jogiyanto HM, Analisis & Desain Sistem Informasi: Pendekatan terstruktur teori dan praktek aplikasi bisnis, ANDI, Yogyakarta, 2005: hal 6)

2.2 Konsep dasar Informasi

Informasi sangat penting artinya bagi suatu sistem dimana informasi dapat

didefinisikan sebagai berikut : (HM. Jogiyanto, 2005: 8)

Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan

lebih berarti bagi yang menerimanya.

Sumber dari informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari

bentuk tunggal atau data-item. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu

Sub

Lingkungan luar

(29)

kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event) adalah sesuatu

yang terjadi pada saat tertentu. Kesatuan nyata (fact dan entity) adalah berupa

suatu obyek nyata seperti tempat, benda dan orang yang betul-betul ada dan

terjadi.

2.2.1 Siklus Informasi

Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita

banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk

dihasilkan informasi. Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi,

penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan

melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang

akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input.

Diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus.

Siklus ini oleh John Burch disebut dengan siklus informasi (information cycle).

Siklus ini disebut juga siklus pengolahan data (data processing cycles),

seperti terlihat pada gambar berikut ini :

Gambar 2.2 Siklus Informasi

(Sumber: Jogiyanto HM, Analisis & Desain Sistem Informasi: Pendekatan terstruktur teori dan praktek aplikasi bisnis, ANDI, Yogyakarta, 2005: hal 9)

(30)

2.2.2 Kualitas Informasi

Kualitas dari suatu informasi (quality of information) tergantung dari tiga

hal yaitu: (HM. Jogiyanto, 2005: 10)

1. Informasi harus akurat (accurate)

Berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau

menyesatkan dan harus jelas mencerminkan maksudnya.

2. Tepat pada waktunya (timeliness)

Berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Karena

informasi merupakan landasan didalam pengambilan keputusan. Bila

pengambilan keputusan terlambat maka dapat berakibat fatal untuk organisasi.

3. Relevan (relevance)

Berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakaiannya.

Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.

John Burch dan Gary Grudnitski menggambarkan kualitas dari informasi

dengan bentuk bangunan yang dtunjang oleh tiga buah pilar.

Gambar. 2.3 Pilar kualitas informasi

(Sumber: Jogiyanto HM, Analisis & Desain Sistem Informasi: Pendekatan terstruktur teori dan praktek aplikasi bisnis, ANDI, Yogyakarta, 2005: hal 10)

(31)

2.2.3 Nilai Informasi

Nilai informasi ditentukan dari dua hal yaitu manfaat dan biaya. Suatu

informasi dikatakan bernilai apabila manfaatnya lebih efektif dibandingkan

dengan biaya mendapatkannya. Sebagian besar informasi dinikmati oleh lebih dari

satu pihak sehingga sulit untuk menghubungkan suatu informasi dengan biaya

untuk memperolehnya dan sebagian besar informasi tidak dapat ditaksirkan

keuntungannya dengan satuan uang tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya..

2.3 Konsep Dasar Sistem Informasi

Informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen didalam

pengambilan keputusan. Informasi dapat diperoleh dari sistem informasi

(information Systems) atau disebut juga dengan processing systems atau

information-generating systems. Sistem informasi didefinisikan oleh Robert A.

Leitch dan K. Roscoe Davis sebagai berikut : (HM. Jogiyanto, 2005: 11)

Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang

mempertahankan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi,

bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan

pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

2.3.1 Komponen Sistem Informasi

John Burch dan Gary Grundnitski mengemukakan bahwa sistem informasi

terdiri dari komponen-komponen yang disebutnya dengan istilah blok bangunan

(32)

Gambar 2.4 Blok sistem informasi yang berinteraksi

(Sumber: Jogiyanto HM, Analisis & Desain Sistem Informasi: Pendekatan terstruktur teori dan praktek aplikasi bisnis, ANDI, Yogyakarta, 2005: hal 10)

a. Blok Masukan

Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini

termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan

dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

b. Blok Model

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika an model matematik yang

akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan

cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

c. Blok Keluaran

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupaan informasi yang

berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen

serta semua pemakai sistem.

d. Blok Teknologi

Teknologi merupakan “kotak alat” (tool-box) dalam sistem informasi.

Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan

dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu Input Model Output

Teknologi Dasar data Kendali

Pemakai Pemakai

Pemakai Pemakai

(33)

pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari 3 bagian

utama, yaitu teknisi (humanware atau brainware), perangkat lunak (software)

dan perangkat keras (hardware).

e. Blok Basis Data

Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saing berhubungan

satu dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan

digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan

didalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut.

f. Blok Kendali

Pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa

hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi

kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.

2.4 Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi Manajemen ( Manajement Informasi System atau sering

dikenal dengan MIS) merupakan penerapan sistem informasi di dalam organisasi

untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan

manajemen.

Definisi dari beberapa ahli mengenai SIM (sistem informasi manajemen)

sebagai berikut : (HM. Jogiyanto, 2005: 14)

Menurut George M.Scott

Suatu SIM adalah kumpulan dari interaksi sistem informasi yang

menyediakan informasi baik untuk kebutuhan manajeral maupun kebutuhan

(34)

Menurut Barry E. Cushing

Suatu SIM adalah kumpulan dari manusia dan sumber daya modal di

dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengelola

data untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan

manajeman di dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian.

Menurut Frederick H.Wu

Suatu SIM adalah merupakan kumpulan dari sistem yang menyediakan

informasi untuk mendukung manajemen.

Menurut Gordon B.Davis

Suatu SIM adalah manusia atau mesin yang menyediakan informasi untuk

mendukung operasi manajemen dan fungsi pengembalian keputusan dari suatu

organisasi.

Dari beberapa definisi SIM yang dijelaskan dari beberapa para ahli, dapat

disimpulkan bahwa, Sistem Informasi Manajemen adalah kumpulan dari

sistem-sistem informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen.

SIM merupakan suatu sistem yang melakukan fungsi-fungsi untuk

menyediakan semua informasi yang mempengaruhi semua operasi organisasi.

SIM merupakan kumpulan dari sistem-sistem informasi yang tergantung dari

besar kecilnya organisasi, yaitu antara lain terdiri dari sistem-sistem informasi

sebagai berikut: (HM. Jogiyanto, 2005: 15)

1. Sistem informasi akutansi (Accounting Information System), menyediakan

informasi dari transaksi keuangan.

2. Sistem informasi pemasaran (Marketing Information System), menyediakan

(35)

kegiatan-kegiatan penelitian pasar dan hal lain yang berhubungan dengan

permasalahan.

3. Sistem informasi manajemen persediaan (Inventory Management Information

System)

4. Sistem informasi Personalia (Personel Information System)

5. Sistem informasi distribusi (Distribution Information System)

6. Sistem informasi pembelian (Purchasing Information System)

7. Sistem informasi kekayaan (Treasure Information System)

8. Sistem informasi analisis kredit (Credit Information System)

9. Sistem informasi penelitian dan pengembangan (Research and Development

Information System)

10.Sistem informasi teknik (Engineering Information System)

Semua sistem-sistem informasi dimaksudkan untuk memberikan informasi

kepada semua tingkatan informasi manajemen, yaitu: (HM. Jogiyanto, 2005: 16)

1. Manajemen tingkat bawah (lower level management)

Manajemen tingkat bawah atau operating manajemen yaitu tempat

berlangsungnya operasi perusahaan.

2. Manajemen tingkat menengah (middle level manjement)

Manajemen tingkat menengah yang berarti bahwa tanggung jawab untuk

melaksanakan rencana dan memastikan tercapainya tujuan.

3. Menejemen tingkat atas (top level management)

Manajemen tingkat atas atau executive management yang berarti bahwa segala

keputusan yang diambil akan mempengaruhi pada seluruh organisasi yang

(36)

Gambar 2.5 Bagan Tingkat Manajemen

(Sumber : Jagianto, Analisa dan Desain Sistem Informasi, 1990, hal 16 )

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Sistem informasi manajemen

merupakan kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi yang menghasilkan

informasi yang berguna dalam semua tingkatan manajemen. Sistem informasi

dirancang bertujuan untuk: (HM. Jogiyanto, 2005: 24)

1. Menyediakan suatu basis informasi untuk dianalisa

2. Membantu dalam proses pengambilan keputusan secara manajerial

3. Membantu manajer dalam membuat keputusan yang terprogram

4. Digunakan untuk otomatisasi pekerjaan-pekerjaan rutin administrasi.

2.5 Organisasi dan Informasi

Organisasi adalah sistem yang saling mempengaruhi antara orang dalam

kelompok kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan organisasi secara

keseluruhan tidak mungkin dijalankan oleh satu orang saja. Organisasi dapat

diibaratkan sebagai satu kesatuan tubuh manusia yang bekerja sama sehingga

fungsi tubuh manusia dapat berjalan sesuai dengan rencana yang diharapkan. Manajemen

tingkat atas

Manajemen tingkat menengah

Manajemen tingkat bawah Direktur

Wakil Direktur Eksekutif lain

Kepala Divisi Kepala Cabang

(37)

Salah satu aspek pengorganisasian adalah menetapkan departemen –

departemen. Istilah departemen sebenarnya dimaksudkan untuk suatu area

terpisah atau bercabang dari suatu perusahaan sedang departemen didalam suatu

perusahaan menunjukkan hubungan dari suatu jenjang.

Untuk mencapai tujuan tiap organisasi memerlukan manajemen yang tepat

dan dapat dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Kegiatan manajemen

membutuhkan dukungan informasi. Dengan berkembangnya pesatnya alat

pengolah data komputer dan teknologi telekomunikasi, maka pekerjaan

manajemen dan pelayanan masyarakat yang memerlukan dukungan data dan

informasi juga mengalami perkembangan pesat. Pekerjaan manajemen juga

berkembang jauh menjadi sangat rumit seiring dengan kemajuan era globalisasi

dari berbagai kegiatan kenegaraan, termasuk perdagangan bebas regional dan

internasional. Tanpa dukungan informasi, manajemen suatu organisaitidak akan

dapat mencapai tujuan yang direncanakan. Terutama untuk mencapai sasaran

secara efektif dan efisien.

Gambar 2.6 Hubungan data dan tujuan organisasi

(Sumber : Jogianto, Analisis dan Desain Sistem Informasi, 1990, hal 22 )

2.6 Pengembangan Sistem

Pengembangan sistem (system development) dapat berarti menyusun suatu

sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau

memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau

(38)

diganti disebabkan karena beberapa hal, yaitu sebagai berikut: (HM. Jogiyanto,

2005: 35)

1. Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang

lama. Permasalahan yang timbul dapat berupa:

a. Ketidakberesan

Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama

tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan, misalnya

kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja yang juga dapat menyebabkan

kebenaran dari data kurang terjamin, serta tidak effisiennya operasi.

b. Pertumbuhan organisasi

Pertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus disusunnya sistem yang

baru, dikarenakan kebutuhan informasi yang semakin luas, volume

pengolahan data semakin meningkat.

2. Untuk meraih kesempatan-kesempatan (opportunities)

Untuk meraih kesempatan sehingga membutuhkan informasi yang lebih baik

supaya dapat bersaing dengan perusahaan lain dan kesempatan-kesempatan ini

dapat berupa peluang-peluang pasar, pelayanan yang meningkat kepada

langganan.

3. Adanya instruksi-instuksi (directives)

Penyusunan sistem yang baru karena adanya instruksi-intruksi dari pimpinan

ataupun dari luar (peraturan pemerintah).

Berikut ini dapat digunakan sebagai indikator adanya permasalahan dan

kesempatan yang dapat diraih, sehingga sistem yang lama harus

(39)

- Laporan yang tidak tepat waktunya

- Isi laporan yang sering salah

- Pengiriman barang yang sering tertunda

- Kegiatan yang tumpah tindih

- Kesalahan-kesalahan manual yang tinggi

- File-file yang kurang teratur

- Pemesanan kembali barang yang tidak effisien

- Bertumpuknya back-order tertundanya pengiriman karena kurangnya

persediaan barang)

Karena adanya permasalahan tersebut maka sistem yang lama memerlukan

perbaikan sehingga pengembangan sistem sangat diperlukan untuk memecahkan

permasalahan-permasalahan yang timbul, meraih kesempatan-kesempatan yang

ada memenuhi kesempatan yang diberikan.

Gambar 2.7 Pengembangan sistem

(Sumber: Jogiyanto HM, Analisis & Desain Sistem Informasi: Pendekatan terstruktur teori dan praktek aplikasi bisnis, ANDI, Yogyakarta, 2005: hal 37)

(40)

Pengembangan sistem yang baru, maka diharapkan akan terjadi

peningkatan-peningkatan di sistem yang baru. Peningkatan-peningkatan ini

berhubungan dengan PIECES yaitu sebagai berikut: (HM. Jogiyanto, 2005: 38)

1. Performance (kinerja)

Peformance adalah peningkatan terhadap kinerja (hasil kerja) sistem yang baru

sehingga menjadi lebih efektif. Kinerja dapat diukur dari throughput dan

response time. Throughput adalah jumah dari pekerjaan yang dapat dilakukan

suatu saat tertentu. Response time adalah rata-rata waktu yang tertunda

diantara dua transaksi atau pekerjaan ditambah dengan waktu response untuk

menanggapi pekerjaan tersebut.

2. Information (informasi)

Information adalah peningkatan terhadap kualitas informasi yang disajikan.

3. Economy (ekonomis)

Economy adalah peningkatan terhadap manfaat-manfaat atau

keuntungan-keuntungan atau penurunan-penurunan biaya yang terjadi.

4. Control (pengendalian)

Control adalah peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan

memperbaiki kesalahan-kesalahan serta kecurangan-kecurangan yang dan

akan terjadi.

5. Efficiency (efisiensi)

Efficiency adalah peningkatan terhadap efisiensi operasi. Efisiensi berbeda

dengan ekonomis. Bila ekonomis berhubungan dengan bagaimana sumber

(41)

sumber daya tersebut digunakan dengan pemborosan yang paling minimum.

Efisiensi dapat diukur dari outputnya dibagi dengan inputnya.

6. Services (pelayanan)

Services adalah peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sistem.

2.6.1 Pendekatan Pengembangan Sistem

Ada beberapa pendekatan umum yang digunakan dalam perancangan dan

pengembangan sistem. Pendekatan-pendekatan tersebut antara lain, yaitu:

(B.Davis. Gordon, 1988: 229)

1. Metode Bottom up (pendekatan dari bawah ke atas)

Metode bottom up merupakan pengembangan sistem informasi

manajemen yang melihat bahwa pengolahan transaksi dan peremajaan file

adalah merupakan unsur dasar sebagai pendukung suatu informasi. Jadi

pengembangan menyeluruh diawali dengan penganalisaan terhadap aktivitas

peremajaan naik ke level lebih atas dengan merumuskan kebutuhan informasi

berdasarkan transaksi yang ada. Langkah-langkah yang digunakan dalam

pendekatan ini, yaitu:

a. Rencana sistem terdiri atas aplikasi terpisah

b. Integrasi file

c. Model keputusan dan model perencanaan

d. Model yang diikuti suatu integrasi model kedalam suatu model base

e. Data perencanaan strategik dan model perencanaan strategik ditambahkan

(42)

2. Metode Top down (pendekatan dari atas ke bawah)

Metode ini memulai perancangan dengan mencoba menganalisis level

bagian atas organisasi kemudian turun ke bawah. Pendekatan ini dimulai

dengan mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi, kemudian

dilakukan analisis kebutuhan informasi. Setelah kebutuhan informasi

ditentukan maka proses turun ke pemrosesan transaksi, yaitu penentuan

output, input, basis data, prosedur operasi dan kontrol. Langkah-langkah yang

digunakan dalam pendekatan ini, yaitu:

a. Melakukan analisis tujuan

b. Identifikasi kegiatan (fungsi dan tujuan)

c. Identifikasi keputusan dan tindakan

d. Identifikasi fungsi informasi yang diperlukan untuk tiap keputusan

e. Kelompok keputusan dan syarat informasi yang diperlukan dalam

subsistem organisasi

f. Pengembangan database untuk memperoleh informasi

3. Metode Kombinasi

Walaupun sudah dikemukakan dua pendekatan sebagai alternatif

namun terbuka kemungkinan untuk memakai suatu kombinasi dari keduanya.

Metode Bottom Up dapat digunakan untuk mendefinisikan suatu struktur

menyeluruh, tetapi logika dari metode Top Down dapat dipakai dalam

penetapan prioritas dan pengembangan serta pelaksanaan sistem secara

perlahan. Metode ini biasanya digunakan untuk pengembangan sistem

informasi manajemen yang besar dan kompleks. Didalam prakteknya kedua

(43)

2.6.2 Tahap-tahap Pengembangan Sistem

Ada beberapa tahapan utama dalam pengembangan sistem informasi,

antara lain: (HM. Jogiyanto, 2005: 52)

1. Survei

Tahapan ini bertujuan untuk mengetahui ruang lingkup pekerjaan yang

akan dikerjakan serta melakukan studi pendahuluan mengenai tujuan dan

masalah organisasi kelayakan sumber daya dan kesempatan yang dimiliki,

kemampuan peralatan komputer yang ada serta usulan untuk studi sistem

informasi manajemen.

2. Analisis

Tahapan ini bertujuan untuk memahami sistem yang ada,

mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya. Identifikasi kebutuhan

informasi dan melakukan pengumpulan data sesuai dengan kebutuhan.

3. Desain

Tahapan ini bertujuan mendesain sistem baru yang dapat

menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh perusahaan. Mendesain keputusan,

sasaran dan merancang bangun sistem yang sesuai dengan kebutuhan pihak

manajemen.

4. Pembuatan

Pada tahap ini akan dibuat sistem baru baik hardware maupun

software, menginstall hardware dan software sistem, pembuatan program

membangun data test dan mengetest file/basis data, serta menulis dan

(44)

5. Aplikasi

Tahapan ini bertujuan untuk mengaplikasikan sistem yang baru,

melakukan pelatihan personel operasi, mempersiapkan tempat, menyeleksi

program dan peralatan serta melakukan evaluasi terhadap sistem yang sudah

diaplikasikan.

6. Pemeliharaan

Tahapan ini bertujuan untuk merawat agar sistem dapat berjalan secara

optimal. Melakukan perawatan dan perbaikan serta peningkatan terhadap

sistem.

2.6.3 Siklus Hidup Pengembangan Sistem

Siklus dari Pegembangan sistem merupakan suatu bentuk yang digunakan

untuk menggambarkan tahapan utama atau bertingkat dalam tahapan tersebut

dalam proses pengembangan. Tahapan utama pengembangan siklus hidup sistem

terdiri dari :

1.Mengidentifikasi masalah, peluang dan tujuan

2. Menetukan syarat – syarat informasi

3. Menganalisis kebutuhan sistem

4. Merancang sistem yang direkomendasikan

5. Mengembangkan dan mendokumentasikan perangkat lunak

6. Menguji dan mempertahankan sistem

(45)

7 Tahap Siklus Pengembangan Sistem dapat dilihat sebagai berikut :

Gambar 2.8 Siklus Hidup Pengembangan Sistem

(Sumber : Kendall, Analisis dan Perancangan Sistem, 1990, hal 11)

2.6.3.1 Tahap Perencanaan Sistem

Setelah manajemen puncak menetapkan kebijakan untuk mengembangkan

sistem informasi, sebelum sistem itu sendiri dikembangkan, maka perlu

direncanakan terlebih dahulu dengan cermat. Perencanaan sistem ini menyangkut

estimasi dari kebutuhan-kebutuhan fisik, tenaga kerja dan dana yang dibutuhkan

untuk mendukung pengembangan sistem ini serta untuk mendukung operasinya

setelah diterapkan.

Mengidentifikasi masalah, peluang dan tujuan

Menganalisis kebutuhan sistem Menetukan syarat – syarat informasi

Menguji dan mempertahankan sistem

Mengembangkan dan mendokumentasikan perangkat lunak

(46)

2.6.3.2Tahap Analisa Sistem

Analisa sistem (sistem analysis) dapat didefinisikan sebagai berikut:

(HM. Jogiyanto, 2005: 129)

Suatu penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh dalam

bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi

permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan

yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan untuk kemudian dapat

diusulkan perbaikannya.

Tahap analisa sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem (sistem

planning) dan sebelum tahap desain sistem (systems design). Tahap analisa sistem

merupakan tahap yang paling kritis dan sangat penting karena kesalahan di dalam

tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya.

Didalam tahap analisa sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus

dilakukan oleh analisa sistem, yaitu: (HM. Jogiyanto, 2005: 130)

a. Mengidentifikasi Masalah

Mengidentifikasi masalah merupakan langkah pertama yang dilakukan

dalam tahap analisa sistem. Masalah didefinisikan sebagai suatu pertanyaan

yang diinginkan untuk dipecahkan. Masalah inilah yang menyebabkan sasaran

dari sistem tidak dapat tercapai. Oleh karena itulah pada tahap analisa sistem,

langkah pertama yang harus dilakukan oleh analis sistem adalah untuk

mengidentifikasi terlebih dahulu masalah-masalah yang terjadi.

b. Mengidentifikasi Penyebab Masalah

Seringkali organisasi menyadari masalah yang terjadi setelah sesuatu

(47)

dan mestinya ada suatu penyebab yang menimbulkannya. Untuk itu perlu

dilakukan mengidentifikasi penyebab masalah terlebih dahulu yang akan

dilakukan oleh analis sistem. Analis sistem harus mempunyai pengetahuan

yang cukup tentang aplikasi yang sedang dianalisisnya. Tugas

mengidentifikasi masalah dapat dimulai dengan mengkaji ulang terlebih

dahulu subyek-subyek permasalahan yang akan diutarakan oleh manajemen

atau yang telah ditemukan oleh analis sistem di tahap perencanaan.

c. Mengidentifikasi Titik Keputusan

Setelah penyebab terjadinya masalah dapat diidentifikasi, selanjutnya

juga harus diidentifikasi titik keputusan penyebab masalah tersebut.sebagaai

dasar identifikasi titik keputusan ini dapat digunakan suatu sistem bagan alir

formulir, bila dokumen ini dimiliki oleh perusahaan.

d. Mengidentifikasi Personil-personil Kunci

Setelah titik-titik keputusan penyebab masalah dapat identifikasi beserta

lokasi terjadinya, maka selanjutnya perlu diidentifikasi personil-personil

kunci, baik yang langsung maupun tidak langsung dapat menyebabkan

terjadinya masalah tersebut. Identifikasi personil-personil kunci ini dapat

dilakukan dengan mengacu pada bagan alir dokumen yang ada di perusahaan

serta dokumen deskripsi jabatan.

e. Memahami Kerja Dari Sistem yang Ada

Langkah ini dapat dilakukan dengan mempelajari secara terinci

bagaimana sistem yang ada beroperasi. Untuk mempelajari operasi dari sistem

ini diperlukan data yang dapat diperoleh dengan cara melakukan penelitian

(48)

mempelajari apa dan bagaimana operasi dari sistem yang ada sebelum

mencoba menganalisis permasalahan-permasalahan, kelemahan-kelemahan

dan kebutuhan pemakai sistem untuk dapat memberikan rekomendasi

pemecahannya.

f. Menganalisa Hasil Penelitian

Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil

penelitian yang dilakukan. Menganalisa hasil penelitian dilakukan untuk dapat

menemukan jawaban apa penyebab sebenarnya dari masalah yang timbul

tersebut.

g. Membuat Laporan Hasil Analisa

Setelah proses analisa selesai dilakukan, langkah berikutnya adalah

membuat laporan hasil analisa. Laporan ini selanjutnya akan diteruskan ke

pihak manajemen dengan tujuan:

1. Meluruskan kesalah-pengertian apa yang telah ditemukan dan dianalisis

oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen.

2. Meminta pendapat dan saran dari pihak manajemen.

3. Meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan

selanjutnya.

2.6.4 Alat-alat Pengembangan Sistem

Untuk dapat melakukan langkah-langkah yang sesuai dan terstruktur maka

diperlukan alat atau teknik untuk melaksanakannya. Alat-alat yang digunakan

daam suatu pengembangan sistem berupa suatu gambar, grafik atau diagram.

Penggunaan gambar atau grafik ini dipandang lebih mengena.dan lebih mudah

(49)

pengembangan sistem terdapat beberapa alat berbentuk grafik yang sifatnya

umum yaitu berupa suatu bagan yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut ini :

(HM. Jogiyanto, 2005: 62)

1. Bagan untuk menggambarkan aktivitas (activity charting)

a. Bagan alir sistem (systems flowchart)

b. Bagan alir program (program flowchart)

- Bagan alir logika program (program logic flowchart)

- Bagan alir program komputer terinci (detailed computer program

flowchart)

c. Bagan alir kertas kerja (paperwork flowchart) atau disebut juga dengan

bagan alir formulir (form flowchart)

d. Bagan alir hubungan database (database relationship flowchart)

e. Bagan alir proses (process flowchart)

f. Gantt chart

2. Bagan untuk menggambarkan tata letak (layout charting)

3. Bagan untuk menggambarkan hubungan personil (personal relationship

charting)

a. Bagan distribusi kerja (Working distribution chart)

b. Bagan organisasi (organization chart)

2.6.4.1Bagan Alir Dokumen

Bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut juga bagan alir

formulir (form flowchart) atau paperwork flowchart merupakan bagan alir yang

(50)

Bagan alir dokumen digambar dengan menggunakan simbol-simbol

sebagai berikut: (HM. Jogiyanto, 2005: 796)

a. Simbol Dokumen

Menunjukkan dokumen input dan output baik untuk

proses manual, mekanik atau komputer

b. Simbol Kegiatan Manual

Menunjukkan pekerjaan manual

c. Simbol Simpanan Offline

Adalah file non-komputer yang diarsip urut nomor

(numerical)

Adalah file non-komputer yang diarsip urut huruf

(alfabetical)

Adalah file non-komputer yang diarsip urut tanggal

(cronological)

d. Simbol Proses

Menunjukkan kegiatan proses dari operasi program

komputer

e. Simbol Hard disk

Adalah simbol yang menunjukkan input atau output

menggunakan hard disk.

N

A

(51)

f. Simbol Diskette

Menunjukkan input atau output menggunakan diskette

g. Simbol Keyboard

Menunjukkan input yang menggunakan on-line keyboard

h. Simbol Penjelasan

Menunjukkan penjelasan dari suatu proses

i. Simbol Penghubung

Menunjukkan penghubung yang masih menjadi satu

halaman

Menunjukkan penghubung ke halaman lain

j. Simbol Keputusan

Menunjukkan adanya penyeleksian kondisi

k. Simbol Display

Menunjukkan output yang ditampilkan di monitor

l. Simbol Garis Alir

(52)

m. Simbol Titik Terminal

Menunjukkan awal dan akhir suatu proses

Gambar 2.9 Simbol yang digunakan di bagan alir dokumen

(Sumber: Jogiyanto HM, Analisis & Desain Sistem Informasi: Pendekatan terstruktur teori dan praktek aplikasi bisnis, ANDI, Yogyakarta, 2005: hal 10)

Model dari sistem informasi secara fisik digambarkan dalam bentuk Bagan

alir dokumen (document flowchart) yang melibatkan beberapa departemen,

misalnya bagan alir dokumen suatu prosedur penjualan: (HM. Jogiyanto, 2005:

277)

Langganan penjualan Order Kredit Billing Gudang Pengiriman

Gambar 2.10 Bagan alir dokumen suatu prosedur penjualan

(Sumber: Jogiyanto HM, Analisis & Desain Sistem Informasi: Pendekatan terstruktur teori dan praktek aplikasi bisnis, ANDI, Yogyakarta, 2005: hal 277)

Masuk OL: order langganan FA: faktur PO: penerima order OP: order penjualan MK:mengevaluasi kredit

(53)

2.6.4.2 Data Flow Diagram (DFD)

Data flow diagram atau DFD adalah diagram yang menggunakan

notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data. DFD sering digunakan untuk

menggambarkan suatu sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa

mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misalnya

lewat telpon, surat dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut

akan disimpan (misalnya file kartu, hard disk, diskette dan lain sebagainya). DFD

merupakan alat yang digunakan pada metodologi pengembangan sistem yang

terstruktur (structured analysis and design) yang menggambarkan arus data

didalam sistem dengan terstruktur dan jelas dan merupakan dokumentasi dari

sistem yang baik.

Beberapa simbol yang digunakan didalam DFD (Data Flow Diagram):

(HM. Jogiyanto, 2005: 700)

1. Kesatuan Luar (External Entity),

Kesatuan luar merupakan kesatuan lingkungan di luar sistem yang dapat

berupa barang, organisasi, atau sistem lainnya yang memberikan input atau

menerima output dari sistem.

Kesatuan luar dapat disimbolkan dengan notasi kotak dan dapat diberi

identifikasi dengan huruf kecil diujung kiri atas sebagai berikut :

2. Arus Data (Data Flow)

Arus data di DFD diberi simbol suatu anak panah. Arus data ini

mengalir diantara proses, simpanan data dan kesatuan luar. Arus data

(54)

hasil dari proses sistem. Arus data sebaiknya diberi nama yang jelas dan

mempunyai arti. Nama dari arus data dituliskan disamping garis panahnya.

3. Proses

Suatu proses adalah kegiatan kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau

komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk

dihasilkan arus data yang keluar dari proses.

Suatu proses dapat ditunjukkan dengan simbol empat persegi panjang dengan

sudut-sudut tumpul.

Gambar 2.11 Notasi proses di DAD

Setiap proses harus diberi penjelasan yang lengkap meliputi :

1. Identifikasi proses, umumnya berupa suatu angka yang menunjukkan nomor

acuan dari proses yang ditulis pada bagian atas di simbol proses.

2. Nama proses, menunjukkan apa yang dikerjakan proses tersebut. Nama proses

diletakkan dibawah identifikasi proses di simbol proses.

3. Pemroses, menunjukkan proses manual yaitu siapa atau dimana proses

dilakukan dan ditulis dibawah nama proses.

4. Simpanan Data (Data Store)

Disimbolkan dengan sepasang garis horisontal pararel yang tertutup di salah

satu ujungnya. Simpanan data hanya berhubungan dengan proses menunjukan

proses up-date terhadap data yang tersimpan di simpanan data, sedangkan arus

data yang berasal dari simpanan data menunjukkan bahwa proses

menggunakan data yang tersimpan di dalam simpanan data. Identifikasi

(55)

Gambar 2.12 Simbol simpanan data di DAD

2.6.4.3 Bentuk Diagram Arus Data (DAD)

Diagram arus data (DAD) atau data flow diagram terdapat dua bentuk

diagram arus data, yaitu : (HM. Jogiyanto, 2005: 712)

1. Diagram Arus Data Fisik (DADF)

Yaitu lebih menekankan pada bagaimana proses dari sistem diterapkan, dan

lebih tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang telah ada (sistem

lama). Dengan menggunakan DADF, bagaimana prose-proses dari sistem

yang ada alan lebih dapat digambarkan dan dikomunikasikan kepada pemakai

sistem, sehingga analisis akan dapat memperoleh gambaran yang jelas

bagaimana sistem tersebut bekerja.

2. Diagram Arus Data Logika (DADL)

Yaitu menekankan pada proses-proses yang terdapat didalam sistem dan lebih

tepat digunakan untuk menggambarkan sistem yang baru. DADL lebih tepat

digunakan untuk menggambarkan sistem yang akan diusulkan (sistem yang

baru). Karena sistem yang diusulkan belum tentu diterima oleh pemakai

sistem dan biasanya sistem yang diusulkan terdiri dari beberapa alternatif,

maka penggambaran sistem secara logika terlebih dahulu tanpa

berkepentingan dengan penerapannya secara fisik akan lebih mengena dan

menghemat waktu penggambarannya dibandingkan dengan DADF. Untuk

sistem komputerisasi, penggambaran DADL yang hanya menunjukkan

kebutuhan proses dari sistem yang diusulkan secara logika, biasanya

(56)

proses yang digambarkan hanya merupakan proses-proses secara komputer

saja.

Contoh diagram context adalah sebagai berikut :

Gambar 2.13 Context diagram

Contoh diagram arus data adalah sebagai berikut :

(57)

2.6.4.4 Diagram ER (Entity Relationship)

Entity Realtionship Diagram (Diagram ER) adalah peralatan pembuatan

model data yang paling fleksibel, dapat diadaptasikan untuk berbagai pendekatan

yang mungkin diukur dalam pendekatan sistem. Diagram ER digunakan untuk

mempresentasikan model data yang ada pada sistem dimana terdapat entity dan

relationship dan menggambarkan obyek-obyek data dan hubungan diantara

obyek-obyek data tersebut. Diagram ER ini memiliki notasi untuk

menggambarkan komponen-komponen utamanya adalah sebagai berikut :

(Mecleod,Jr, 2000: 393)

1. Berupa obyek banyak data (Entity)

Entity adalah sesuatu yang mudah diidentifikasikan. Sebuah entity bisa

berupa obyek, tempat, orang, konsep atau aktivitas. Entity digambarkan

dengan kotak dengan sudut yang tidak runcing.

Gambar 2.15 Simbol Entity

2. Atribut

Atribut adalah penjelasan-penjelasan dari entity yang membedakan dengan

entity yang lain. Sebuah attribute juga merupakan sifat-sifat dari sebuah

entity.

(58)

3. Relationship

Relationship adalah penghubung antara suatu entity dengan entity lain, dan

merupakan bagian yang sangat penting didalam mendesain database.

Relasi antar entiti digambarkan dengan menghubungkan dua diagram

entiti dengan satu garis.

Gambar 2.17 Simbol Relationship

4. Garis sebagai penghubung antara himpunan relasi dengan himpunan entity

dan himpunan entity dengan attributnya.

Gambar 2.18 Simbol Garis

5. Cardinality dan Relationship

Cardinality dari suatu relationship menjelaskan bagaimana hubungan atau

relasi dua entiti. Dimana macam-macam cardinality dari relasi dua entiti

adalah :

a. One-To-One (1:1) Realtionship

Hubungan ini menunjukkan bahwa setiap baris data pada tabel pertama

dapat dikoneksikan hanya ke satu baris data pada tabel kedua.

b. One-To-Many (1:M) Relationship

Hubungan ini merupakan hubungan yang paling umum dimana pada

hubungan ditunjukkan bahwa setiap baris data pada tabel pertama

dapat dikoneksikan ke satu atau lebih baris data pada tabel kedua.

Gambar

Gambar 2.4 Blok sistem informasi yang berinteraksi Pemakai
Gambar 2.5 Bagan Tingkat Manajemen
Gambar 2.7 Pengembangan sistem
Gambar 2.8 Siklus Hidup Pengembangan Sistem
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sanco Simanullang: Analisis dan perancangan sistem informasi manajemen..., 2005... Sanco Simanullang: Analisis dan perancangan sistem informasi

Aplikasi sistem informasi manajemen logistik PT Arindo Pratama cabang Solo ini dibuat karena di perusahaan tersebut sistem manajemen logistik masih memanfaatkan aplikasi

Dengan adanya sistem informasi rancangan tersebut, prosedur yang dilakukan perusahaan menjadi lebih singkat dan sistem pengelolaan data persediaan menjadi lebih cepat dan

Laporan ini menjelaskan tentang tugas sarjana penulis yaitu “ Perancangan Sistem Informasi Manajemen Persediaan Pakan Ternak Di PT.. Penulis menyadari bahwa laporan

Kesimpulan yang didapat dengan adanya web yang dihasilkan adalah tersedianya sistem informasi manajemen prosedur internal perusahaan yang dapat membantu meningkatkan

Pengembangan sistem ini dapat memperbaiki prosedur kegiatan update, insert maupun delete dari data karyawan serta data absensi menjadi lebih efektif karena tidak dilakukan

Dengan adanya sistem manajemen dapat membantu proses pengumpulandata ke karyawan dapat lebih cepat dan efesien.Tujuan dari perancangan sistem informasi ini adalah sistem informasi

Analisis dan perancangan sistem informasi manajemen aset pada PT KA Properti