DISTRIBUSI DISKRIT DISTRIBUSI DISKRIT
•
U N I F O R M ( S E R A G A M )•
B E R N O U L L I•
B I N O M I A L•
P O I S S O N•
B E B E R A P A D I S T R I B U S I L A I N N Y A :•
M U L T I N O M I A L , H I P E R G E O M E T R I K , G E O M E T R I K B I N O M I A L N E G A T I F G E O M E T R I K , B I N O M I A L N E G A T I FMA 2081 Statistika Dasar Utriweni Mukhaiyar Utriweni Mukhaiyar 7 Maret 2011
Distribusi uniform (seragam)
2
P b h k X di ik ti il i (
( g )
Peubah acak X diasumsikan setiap nilainya (x
1, x
2, …, x
k) memiliki peluang yang sama.
i ib i l
Distribusi peluang X :
( ) 1
P X ( x ) , x x x
1,
2,..., x
kP X x x x x x
k
Rataan :
1
1
ki i
k x
Variansi :
21
k x
i
2 k k
i
Contoh 1
3
Pelemparan sebuah dadu.
1
( ) 1 , 1, 2, 3, 4, 5, 6 P X x 6 x
0 18
1 2 3 4 5 6 6 3, 5
0,17 0,175 0,18
X=x)
6
2 2 2 2 2 2
2
1 2 3 4 5 6
2 3 5
0,160,165 0,17
P(X
6 3.5
15.17 12.25 2.92
,
1 2 3 4 5 6
x
Percobaan Bernoulli
4
Percobaan terdiri dari 1 usaha
Sukses
l k
Usaha
Gagal
Peluang sukses p Peluang gagal 1-p g g g p
Misalkan
1 jika terjadi sukses
1, jika terjadi sukses
0, jika terjadi tidak sukses (gagal) X
Distribusi Bernoulli
5
X berdistribusi Bernoulli,
(1 )1 , 0,1
( ) ( ; )
0
x x
p p x
P X x ber x p
l i
0 , x lainnya
Rataan : E[X] = µ
x= p V i i V (X)
2( )
Variansi : Var(X)=
x2= p(1-p)
Percobaan Binomial
6
n usaha yang berulang.
Tiap usaha memberi hasil yang dapat
dikelompokkan menjadi sukses atau gagal.
Peluang sukses tidak berubah dari usaha yang satu ke yang berikutnya. y g y
Tiap usaha saling bebas.
Distribusi Binomial
7
Distribusi binomial, parameter n dan p
Notasi X ~ B(n p) Notasi X B(n,p)
F.m.p:
n
K fi i bi i l
( ) ( ; , ) n x(1 )n x
P X x b x n p p p
x
!
!( )!
n n
untuk x = 0,1, … , n
Koefisien binomial :
n! = n.(n-1).(n-2) … 1o
Rataan : E[X] = µ
x= np
!( )!
x x n x
o
Variansi : var(X)=
X2= np(1-p)
Contoh 2
8
Suatu pabrik memproduksi suatu tipe dari chip komputer. Setelah periode yang
panjang, ditemukan bahwa chip yang
p j g, p y g
rusak sebesar 15 %. Berapa peluang
bahwa dari suatu sampel sejumlah 20
bahwa dari suatu sampel sejumlah 20
chip, 19 chip tidak rusak?
Jawab
9
Misalkan X menyatakan peubah acak banyaknya chip yang rusak.
Maka X~B(20, 0.15) ( , 5)
Yang ingin dicari adalah P(X = 1) bukan P(X = 19).
P(X = 1) = 20 0 15 0 85
190 137
P(X = 1) = 0.15 0.85 0.137
1
Cara perhitungan lainnya??
Percobaan Poisson
10
Memiliki 2 keluaran hasil : SUKSES dan GAGAL.
Terdefinisi pada : (yang membedakan dari percobaan Binomial)
Panjang selang waktu
Luas daerah/area Contoh :
-
Banyak mbil yang mengisi bensin di sebuah SPBU pada jam 10.00-11.00 p j
-
Banyak jenis batuan yang ditemukan dalam satuan daerah tertentu.
satuan daerah tertentu.
Proses Poisson
11
Selang waktu atau daerahnya saling bebas.
Peluang pada Proses Poisson tergantung pada selang waktu dan besarnya daerah. g y
Peluang untuk selang yang pendek atau daerah yang sempit dapat diabaikan.
yang sempit dapat diabaikan.
Distribusi Poisson
12
Peubah acak X berdistribusi Poisson X~P( t)
( ) , 0,1, 2,...
!
t x
e t
P X x x
x
F.m.p :
! x
e = tetapan Euler (2.71828…)
o
Rataan : E[X] =
X= t
o
Variansi : var(X)=
2= t
o
Variansi : var(X)=
X2= t
Contoh 3
13
3
Di suatu area perkebunan ditemukan rata-rata 3 ekor tikus tiap satu are. Analisis jenis distribusi dari kasus p j di atas kemudian hitung variansi banyaknya tikus yang ditemukan tiap satu are dan peluang pada satu are tertentu jika
are tertentu, jika
a.
tepat 5 tikus ditemukan
b
kurang dari 3 tikus ditemukan
b.
kurang dari 3 tikus ditemukan
c.
paling sedikit 2 tikus ditemukan
d
t 1 i 4 tik dit k
d.
antara 1 sampai 4 tikus ditemukan
Jawab
14
Analisis : Analisis kasus:
Distribusi Poisson =3 3
X : banyaknya tikus yang ditemukan setiap satu are y y y g p
X ~ P(3)
X ~ P(3) = 3 Var(X) = 3
...
15( ) , 0,1, 2,...
!
e x
P X x x
Ingat definisi:
xsehingga
a. P(X = 5) = 335
0.10081 e
( 5) 0.10081
5!
b. P(X < 3) = P(X = 0) + P(X = 1) + P(X = 2)
2 3 1
3 0
3
! 2
3
! 1
3
! 0
3
0 3 1 3 23
e e e
= 0.0498 + 0.1494 + 0.224
= 0.4232
...
16
c P(X 2) = 1 – P(X < 2) c. P(X 2) = 1 P(X < 2)
= 1 – [P(X = 0) + P(X = 1)]
3 0 3 1
3 3
e e
3 3
1 0! 1!
e e
= 1 – [0.0498 + 0.1494]
= 1 – 0.1992
= 0.8008
d. P(1<X<4) = P(X = 2) + P(X = 3)
3 3
0 2 2 4 e 3 0 .2 2 4
3 !
= 0.224 + 0.224 8
= 0.448
Hubungan distribusi
Bernoulli Binomial Poisson dan Normal
17
Misalkan p.a X
Bernoulli, Binomial, Poisson dan Normal
Distribusi Bernoulli X ~ Ber (1, p)
Misalkan p.a X
n
>1Distribusi Binomial X ~ Bin (n, p)
Distribusi Normal X ~ N(μ, σ2)
μ = np, σ2 = np(1- p)
n >>>
n >>>, p <<<
μ p, p( p)
μ = , σ2 =
Distribusi Poisson X ~ POI (t)
n >>>
DLP
edited 2011 by UM
= np = np(1- p)
Beberapa distribusi diskrit lainnya p y
18
Distribusi Multinomial
Distribusi Multinomial
Distribusi Hipergeometrik Di ib i Bi i l N if
Distribusi Binomial Negatif
Distribusi Geometri
Distribusi Multinomial
19
il h d h ilk k h il
Bila suatu usaha tertentu dapat menghasilkan k macam hasil E1, E2, …, Ek dengan peluang p1, p2, …, pk, maka distribusi peluang peubah acak X1, X2, …, Xk yang menyatakan banyak terjadinya E1, E2, …, Ek dalam n usaha bebas ialah,
1 2
( ) n x x xk
P X X X
1 2
1 1 2 2 1 2
1 2
( , ,..., ) p p p
, ,...,
xk
x x
k k k
k
P X x X x X x
x x x
dengan,
k k
Percobaan Binomial menjadi Percobaan Binomial menjadi Multinomial jika setiap
Multinomial jika setiap
percobaan memiliki lebih dari percobaan memiliki lebih dari
1 1
dan 1
i i
i i
x n p
percobaan memiliki lebih dari percobaan memiliki lebih dari dua kemungkinan hasil.dua kemungkinan hasil.
Contoh 44
20
Peluang seorang perwakilan datang ke suatu konferensi di suatu
Peluang seorang perwakilan datang ke suatu konferensi di suatu kota menggunakan pesawat, bus, mobil pribadi, dan kereta
berturut-turut adalah 0.4, 0.2, 0.3, dan 0.1. Hitung peluang dari g p g 9 perwakilan yang datang 3 orang datang menggunakan
pesawat, 3 orang dengan bus, 1 orang dengan mobil pribadi, dan 2 orang dengan kereta
2 orang dengan kereta.
Jawab:
Misalkan Xi : banyaknya perwakilan yang datang menggunakan Misalkan Xi : banyaknya perwakilan yang datang menggunakan transportasi i, i=1,2,3,4 berturut-turut mewakili
pesawat, bus, mobil pribadi, dan kereta.
9
3 3 1 2
1 2 3 4
5
( 3, 3, 1, 2) 9 0.4 0.2 0.3 0.1
3, 3,1, 2 9!
P X X X X
59! 0.064 0.08 0.3 0.01 2520 1.536 10 0, 038702
Distribusi Hipergeometrik p g
21
h( k)
X ~ h(N, n, k)
X : banyaknya sukses dalam sampel acak ukuran n yang diambil dari N benda yang mengandung k bernama
diambil dari N benda yang mengandung k bernama sukses dan N-k bernama gagal.
k N k
( ) ( ; , , ) , 0,1, 2,...,
k N k
x n x
P X x h x N n k x n
N
N n
i i
Rataan :
nk
Variansi :
2 N n k 1 k
n
N 1
1 n
N N N
Contoh 55
22
D i 50 d di b h k i d t i 12 d
Dari 50 gedung di sebuah kawasan industri, 12 gedung mempunyai kode pelanggaran. Jika 10 gedung dipilih
secara acak dalam suatu inspeksi, hitung peluang bahwa 3 secara acak dalam suatu inspeksi, hitung peluang bahwa 3 dari 10 gedung mempunyai kode pelanggaran!
Jawab :
Misalkan X : banyak gedung yang dipilih mempunyai kode pelanggaran.
X ~ h(50, 10, 12)
12 38
3 7
220 12620256
( 3) (3;50,10,12) 0.2703
50 10272278170
P X h
10
Kaitannya dengan distribusi Binomial y g
23
Percobaan binomial maupun hipergeometrik sama
Percobaan binomial maupun hipergeometrik sama- sama memiliki 2 kemungkinan, yaitu sukses dan gagal.
gagal.
Perbedaan mendasar adalah pada binomial percobaan dilakukan dengan pengembalian pe cobaa d a u a de ga pe ge ba a
sedangkan hipergeometrik, percobaan dilakukan tanpa pengembalian.
Untuk ukuran sampel acak (n) yang diambil semakin kecil terhadap N, maka distribusi hipergeometrik
d dih i i l h di ib i Bi i l d
dapat dihampiri oleh distribusi Binomial, dengan
peluang sukses k/N .
Distribusi Geometrik
24
X ~ g(p) atau X ~ Geom(p)
X : banyaknya usaha sampai saat terjadi sukses pertama
X : banyaknya usaha sampai saat terjadi sukses pertama dari usaha-usaha yang saling bebas dengan peluang
sukses p dan gagal (1-p). p g g ( p)
( ) ( ; ) (1 )
x 1, 1, 2,...
P X x g x p p p
x
Rataan :
Variansi :
1
p 2 1 2p
p
p p
Contoh 6
25
D l t t h il l l li ti
Dalam suatu tes hasil pengelasan logam, meliputi proses pengelasan sampai suatu patahan terjadi. Pada jenis
pengelasan tertentu, patahan terjadi 80% disebabkan oleh pengelasan tertentu, patahan terjadi 80% disebabkan oleh logam itu sendiri dan 20% oleh penyinaran pada
pengelasan. Beberapa hasil pengelasan dites. Misalkan X adalah banyak tes yang dilakukan sampai ditemukan
patahan pertama pada hasil pengelasan. Hitung peluang pada tes ketiga ditemukan patahan pertama!
pada tes ketiga ditemukan patahan pertama!
Jawab :
X G (0 2) X ~ Geom(0.2)
( 3) (3; 0.2) 0.2(0.8)
20.128
P X ( ) g g ( ; ) ( )
Distribusi Binomial Negatif g
26
X ~ b*(k p)
X b (k, p)
X : banyaknya usaha yang berakhir tepat pada sukses ke-k dari
usaha-usaha saling bebas dengan peluang sukses p dan gagal (1-p).
( ) * ( ; , ) 1 (1 ) , , 1, 2...
1
k x k
P X x b x k p x p p x k k k
k
Suatu peubah acak Binomial negatif adalah jumlah dari peubah acak-peubah acak Geometrik.
p
X = Y1 + Y2 + ... + Yk
dimana Y1, Y2, ..., Yk adalah peubah acak saling bebas, masing- masing berdistribusi Geom(p).
k 2 k(1 2 p)
Rataan :
Variansi :
p 2
p
Rataan :
Variansi :
Contoh 77
27
P h tik C t h 6
Perhatikan Contoh 6.
Misalkan X adalah banyak tes yang dilakukan
hi di k h i
sehingga ditemukan 3 patahan pertama. Hitung
peluang bahwa dilakukan 8 tes sehingga ditemukan
t h t !
3 patahan pertama!
Jawab :
3 5
( 8) * (8;3, 0.2) 7 (0.2) (0.8) 0.05505
P X b 2
2
Referensi
28