• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Tingkat Kemampuan Dasar Bermain Sepak Bola Putra Sdn 4 Maddukkelleng Kec.Tempe Kabupaten Wajo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Tingkat Kemampuan Dasar Bermain Sepak Bola Putra Sdn 4 Maddukkelleng Kec.Tempe Kabupaten Wajo"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1359

Analisis Tingkat Kemampuan Dasar Bermain Sepak Bola Putra Sdn 4 Maddukkelleng Kec.Tempe Kabupaten Wajo

Andi Rizal1, Ricardo V. Latuheru2, Akbar Sudirman3 Universitas Negeri Makassar

Email: [email protected]

Abstrak. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang bersifat kategorial tentang kemampuan dasar bermain sepakbola siswa putra SDN 4 Maddukkelleng Kecamatan. Tempe Kabupaten. Wajo yang diduga masih sebagian besar kurang baik. Penelitian ini . Tujuan penelitian untuk mengetahui seberapa baik tingkat kemampuan dasar bermain sepakbola siswa putra SDN 4 Maddukkelleng Kecamatan. Tempe Kabupaten. Wajo. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa putra SDN 4 Maddukkelleng Kecamatan Tempe Kabupaten. Wajo yang berjumlah 20 siswa sebagai sampel. Instrumen yang digunakan adalah tes keterampilan dasar bermain sepakbola usia 10-12 tahun dari Daral Fauzi. meliputi 6 (enam) butir tes. yaitu : Dribbing, Short pass, Throw in,Running with the ball, Heading dan Shooting at the ball. Adapun metode analisis data mengkonversi skor mentah masing-masing item tes ke dalam nilai baku kemudian dinalisis persentase untuk penentuan ketegori tingkat keterampilan dasar bermain sepakbola.Hasil analisis data menunjukkan bahwa tingkat kemampuan dasar siswa putra SDN 4 Maddukkelleng Kecamatan. Tempe Kabupaten. Wajo.

termasuk kalsifikasi “Sedang” dengan frekuensi dan persentase tertinggi yaitu 11 Siswa dengan persentase 55% dari 20 murid yang diteliti. Adapun sisanya tersebar dalam klasifikasi

“kurang” 8 murid persentase (40 %) dan kategori “kurang sekali” 1 murid (50%).

Kata Kunci: Tingkat, Kemampuan Dasar,Sepakbola

PENDAHULUAN

Melalui pembelajaran pendidikan jasmani, siswa dapat melakukan kegiatan berupa permainan dan olahraga yang disesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak . Misalnya sepak bola adalah salah satu olahraga permainan beregu yang popular di semua lapisan masyarakat baik anak-anak, remaja hingga orang tua yang tinggal di kota sampai pelosok desa. Permainan sepak bola ada berbagai teknik dasar yang harus dimiliki oleh setiap pemain, yaitu menendang bola (passing), menggiring bola (dribbling), mengontrol bola (controlling), menembak bola (shooting) dan menyundul bola (heading). Bermain sepak bola merupakan kegiatan fisik yang cukup kaya struktur pergerakan. Dipandang dari sudut taksonomi gerak umum, sepak bola dapat secara lengkap diwakili oleh gerakan-gerakan dasar yang membangun pola gerak yang lengkap, mulai pola gerak lokomotor, nonlokomotor,

(2)

1360

sekaligus manipulatif. Dari hakikat karakteristik dan struktur geraknya, sepak bola dianggap kegiatan fisik yang paling cocok untuk menjadi alat pendidikan jasmani, karena dianggap mampu memberikan sumbangan terhadap pengembangan kualitas motorik dan kualitas fisik anak secara sekaligus. Jika dilihat dari struktur pola gerak lokomotor, sepak bola bisa meningkatkan aspek k. Dihubungkan dengan pola gerak nonlokomotor, sepak bola mampu meningkatkan aspek kelentukan dan keseimbangan statis. Banyak siswa yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan manipulatif seperti menendang dan menembak, siswa juga dibangun kemampuan koordinasi serta potensi pengolahan rangsang pada pusat kesadarannya.

Dalam pembelajaran sepak bola di tingkat SDN 4 Maddukkelleng Kec. Tempe Kabupaten Wajo, guru penjas memberikan semua materi teknik dasar sepakbola, antara lain materi tentang shooting, passing, controling, dan dribbling, heading dan throw in. Mengingat keterbatasan waktu atau jam pelajaran penjas disekolah, tidak menutup kemungkinan bahwa penguasaan seluruh materi tidak dapat diserap semuanya sehingga berdampak pada tingkat keterampilan bermain sepakbola siswa itu sendiri. Pada saat yang sama pembelajaran berlangsung, guru menekankan pada pembelajaran teknik dasar, akan tetapi siswa lebih cenderung menginginkan bermain sepak bola secara langsung, tentu saja hal ini mengurangi kemampuan siswa untuk lebih menguasai keterampilan dasar sepakbola. Berbagai fakta yang ada pada siswa SD.... dalam menguasai teknik dasar bermain sepakbola antara lain: Siswa juga masih kurang menguasai sebagian teknik-teknik dasar sepak bola yang telah dipelajarinya, terlihat ketika sedang melakukan shooting, arah bola kurang tepat pada sasaran yang dituju, melakukan long pass atau short pass bola tidak tepat sampai kepada teman yang diberi bola, selain itu sebagian siswa juga ketika dribbling siswa masih melihat bola yang dibawa bukan melihat lawan atau arah yang akan dituju . Selanjutnya ketika siswa mengontrol bola tidak langsung berhenti tetapi bola masih bergerak liar.

Dalam melakukan heading perkenaan bola terkadang masih mengenai kepala bagian atas. Dengan demikian fakta-fakta tersebut menimbulkan tanda tanya bagaimana tingkat keterampilan bermain sepakbola siswa SDN 4 Maddukkelleng Kec. Tempe Kabupaten Wajo.

Tujuan penelitian untuk mengetahui seberapa baik tingkat kemampuan dasar bermain sepakbola siswa siswa negeri SDN 4 Maddukkelleng Kec. Tempe Kabupaten Wajo. Secara teoritis diharapakan mampu memberikan tambahan wawasan serta dapat menjadi referensi ilmiah bagi penelitian sejenis selanjutnya. Secara praktis diharapakan 1) Mampu memberikan wawasan kepada pembaca terkait pengetahuan tentang keterampilan dasar dalam permainan sepak bola. 2) Diharapkan pedoman bagi siswa untuk meningkatkan keterampilan dalam permainan sepak bola. 3) Menjadi acuan dalam membuat kebijakan sekolah dalam meningkatkan keterampilan dalam permainan sepak bola.

(3)

1361 Hakikat Keterampilan Dasar

Katerampilan seharusnya mendapat perhatian pada tingkat awal, dan mengajaran berlangsaung berkesinambungan. Istilah terampil dapat dinyatakan untuk menggabarkan tingkat keahlian seorang dalam melaksanakan tugas. Berikut beberapa pengertian keterampilan menurut para ahli:

Menurut Rusli Lutan (2000:96) Keterampilan itu dapat dipahami sebagai indikator dari tingkat kemahiran atau penguasaan suatu hal yang memerlukan gerak tubuh.

1. Menurut Singer dalam Amung Ma'mun dan Yudha M Saputra (2000:16) keterampilan merupakan derajat keberhasilan yang konsisten dalam mencapai suatu tujuan dengan efisien dan efektif. Suatu keterampilan ada keharusan untuk pelaksanaan tugas yang terlepas dari unsur kebetulan dan untung- untungan.

2. Menurut Amung Ma’mun dan Yudha M. Saputra, ( 2000: 57- 59). Pada intinya, suatu keterampilan baru dapat dikuasai atau diperoleh apabila dipelajari atau dilatih akan dengan persyaratan tertentu, salah satu di antaranya adalah kegiatan pembelajaran atau latihan keterampilan tersebut dilakukan secara terus menerus dalam jangk waktu yang memadai.Dengan demikian, mak keterampilan menunjukkan pada kualitas tertentu dari suatu tugas gerak.

3. Menurut Amung Ma’mun dan Yudha M. Saputra (2000: 20-21) keterampilan dasar secara umum terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu :

a. Keterampilan Lokomotor : Keterampilan lokomotor adalah keterampilan untuk menggerakkan badan dalam keadaan titik berat badan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, contohnya gerakan melangkah, lari, jalan, lompat dan loncat.

b. Keterampilan non Lokomotor : Keterampilan jenis non lokomotor adalah jenis keterampilan yang dilakukan dengan menggerakkan anggota badan yang melibatkan sendi dan otot dalam keadaan badan tetap, statis, kaki tetap menumpu pada bidang tumpu atau tangan berpegangan pada pegangan.Contohnya:

berdiri tegak dengan satu kaki diangkat, keterampilan dasar ini termasuk keterampilan keseimbangan (balance).

c. Keterampilan Manipulatif .Keterampilan manipulatif adalah keterampilan anggota badan, tangan atau kaki untuk mengontrol bola. Contohnya: menyepak bola dengan kaki. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa keterampilan diartikan sebagai kemampuan atau kompetisi yang diperagakan oleh seseorang dalam melaksanakan suatu tugas yang berkaitan dengan pencapaian suatu tujuan yang didapat melalui proses belajar. Keterampilan- keterampilan yang berfaedah yang menunjukan tingkat kemahiran dan derajat keberhasilan yang konsisten untuk mencapai tujuan dengan efektif dan efisien.

4. Menurut Sugiyanto, (2003: 8.3) Keterampilan gerak merupakan salah satu kategori gerakan yang di dalam melakukannya diperlukan koordinasi dan kontrol tubuh secara keseluruhan atau sebagian tubuh

(4)

1362

Hakikat Sepakbola untuk Anak SD Usia 10-12 Tahun

Begitu semaraknya kegiatan sepakbola usia dini, ada yang diorganisir sendiri oleh SSB (Sekolah Sepak Bola) dan kegiatan ekstrakurikuler yang bersangkutan, serta pihak lain yang peduli terhadap pemain usia dini, dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti latihan rutin, mitra tanding, festival sepakbola, coaching clinic, festival pelatihan sepakbola usia dini (grassroots football festival), seleksi pemain, workshop atau seminar dll. Di masa datang tampaknya semua kegiatan sepakbola usia dini harus dilakukan secara terintegrasi, terpadu, bertahap dan berkesinambungan tanpa terputus-putus disepanjang tahun, supaya berjalan lebih baik dan akan lebih meyakinkan kita akan datangnya kemajuan sepakbola di tanah air dalam waktu tidak lama lagi. Menurut Dwi Wahyu Utomo (2011: 8) pembinaan pemain usia dini merupakan fondasi pembinaan pemain di jenjang awal, yang perlu dilakukan sekarang bila ingin memperkokoh fondasi pembinaan sepakbola usia dini adalah bekerja dengan lebih sistematis, terarah, meningkatkan bobot latihan dan cara menangani pemain usia dini, dengan menggunakan atau memperhatikan berbagai panduan sebagai acuan, dasar dan metode untuk melakukan kegiatan pembinaan pemain, dari berbagai sumber yang berasal dari buku, media, intemet, seminar, workshop, pelatihan, coaching clinic, penyegaran dan kursus pelatih yang diadakan badan otoritas sepakbola. Pemain usia dini yang berbakat pada usia ini membutuhkan suatu perkumpulan sepakbola atau diklat untuk meningkatkan skill individunya dan memper kenalkan padanya suatu sepakbola yang kompetitif. Pada usia antara 6-12 tahun, skill sepakbola yang benar dipelajari sambil bermain ataua bertanding sepakbola dan dibarengi dengan program dan metode serta rencana pendidikan sepakbola yang bertanggung jawab. Jadi dibentuk latihan yang disederhanakan dan pertandingan dijalankan sebagai alat untuk mengembangkan skill teknik dan pengertian dasar teknik.

Bola harus jadi titik sentral dari aktivitas dengan banyak variasi dan kegembiraan. Sasarannya adalah untuk memperlihatkan kepada anakanak ini.

Banyaknya perubahan-perubahan situasi pertandingan yang terus menerus yang mereka harus mengerti dan menguasai dengan cara diberikan demonstrasi dan diberitahu mengapa mereka harus berbuat demikian. Guru penjas yang telah berpengalaman melatih harus mampu melatih anak anak secara metodik dan efektif tanpa menghilangkan antusiasme anakanak tersebut. Prioritas harus diberikan kepada usaha-usaha yang langsung mendidik anak-anak, merangsang skill dan keperibadian anakanak setiap hari

Teknik Dasar Sepakbola

Menurut Sucipto, dkk (2007:17), Pemain yang memiliki teknik dasar yang baik, cenderung dapat bermain sepakbola dengan baik dan benar. Teknik Dasar Sepakbola Teknik dasar bermain sepakbola adalah merupakan katerampilan untuk melakukan gerakan-gerakan atau mengerjakan sesuatu yang tidak terlepas sama sekali dari permaianan sepakbola. Adapun teknik dasar sepakbola di bagi menjadi 2 yaitu:

(5)

1363 1. Tanpa bola yaitu:

a. Lari: Teknik lari seseorang pemain ditandai dengan lari dalam memperoleh posisi serangan dan lari dalam bertahan. Dalam melakukan lari untuk memenuhi kebutuhan tadi, pemain harus dapat lari cepat berbelok atau merubah arah, berlari mundur dan mendadak start lagi. Salah satu hal untuk memperoleh kelincahan perlu diperhatikan oleh pemain. Menurut Suwarno K.R, (2001: 6), “dalam permainan, pemain tidak boleh lari dengan langkah yang panjang- panjang, berusaha agar berat badan selalu di atas badannya, langkah kakinya secepatnya menumpu di tanah, lengan menggantung agak rendah berkaitan dengan masalah keseimbangan dan kesiapan untuk merubah arah”.

b. Melompat atau Meloncat: Menurut Komarudin, (2011: 44) “cara melompat dalam sepak bola terutama bertujuan untuk menyundul bola”. Dalam perebutan bola tinggi, pemain perlu melompat untuk dapat lebih dahulu menyundul bola dari pada lawan, dan untuk lebih dahulu dapat menyundul bola itu, pemain perlu melompat lebih tinggi dari lawan dan juga dapat menentukan saat yang tepat dan yang pas dalam melakukan lompatan.

c. Gerak tipu tanpa bola atau gerak tipu badan : Gerakan tipu badan dibedakan menjadi beberapa macam. Gerak tipu dengan badan bagian atas dengan kaki, mungkin juga dengan bahu. Pemain dapat menipu lawan dengan jalan dan tiba- tiba berhenti berlari atau merubah arah yang dkiombinasikan dengan gerak tipu badan bagian atas.

2. Dengan Bola yaitu:

a. Menendang bola : Menurut Sucipto, dkk (2007:17), menendang bola merupakan salah satu karakteristik permainan sepakbola yang paling dominan dari sepakbola. Menendang bola paling banyak dilakukan dalam permainan sepakbola bila dibandingkan dengan teknik lain, maka wajar jika dalam latihan seorang pelatih banyak mengajarkan tentang teknik menendang bola

b. Mengoper bola : Menurut Robert Koger (2007:19), mengoper berarti memindahkan bola dari kaki pemain ke pemain lain, dengan cara menendangnya. Baik menendang dengan kaki bagian dalam, menendang dengan kaki bagian luar, menendang dengan punggung kaki, maupun menendang dengan punggung kaki bagian dalam.

c. Menghentikan / Menerima Bola (Stopping) : Menurut Sucipto, dkk (2007: 22-27),

“menghentikan bola merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan sepakbola yang penggunaannya bersamaan dengan teknik menendang bola”.

Dilihat dan perkenaan bagian badan dalam menghentikan bola, yaitu : Menghentikan bola dengan kaki bagian dalam, Menghentikan bola dengan kaki bagian luar, Menghentikan bola dengan punggung kaki, Menghentikan bola dengan telapak kaki, Menghentikan bola dengn paha, Menghentikan bola dengan dada.

d. Menyundul bola (heading). : Menurut Sucipto, dkk (2007: 32) bahwa menyundul adalah memainkan bola dengan kepala. Tujuan dari menyundul bola dalam

(6)

1364

permainan sepak bola adalah untuk mengumpan, mencetak gol, dan untuk mematahkan serangan lawan/membuang bola. Herwin, (2004: 41) menyundul bola bertujuan untuk mengoper ke teman, menghalau bola dari daerah gawang atau daerah berbahaya, meneruskan bola ke teman atau daerah yang kosong, dan untuk membuat gol ke gawang lawan.

e. Menggiring bola (dribbling): Menurut Sucipto, dkk(2007: 28) pada dasarnya menggiring bola adalah menendang terputus-putus atau pelan-pelan, oleh karena itu bagian kaki yang digunakan dalam menggiring bola sama dengan bagian kaki yang digunakan untuk menendang bola. Menurut Sucipto, dkk (2007: 7), Macam cara menggiring bola , yaitu : Menggiring bola dengan kaki bagian dalam, Menggiring bola dengan kaki bagian luar, Menggiring bola dengan punggung kaki.

f. Merampas/ merebut bola (tackling) : Menurut Sucipto, dkk (2007: 34), merampas bola adalah sala satu upaya untuk merebut bola dari penguasaan lawan. “yang dimaksud disini ialah merampas bola dari penguasaan lawan”. Menurut Sucipto, dkk (2007: 34), ada beberapa cara merampas bola dari lawan, diantaranya yaitu:

Merampas bola sambil berdiri Merampas bola sambil berdiri pada umumnya dilakukan jika bola masih dalam jangkauan kaki. Merampas bola sambil berdiri dapat dilakukan dari arah samping dan arah depan. Merampas bola sambil meluncur. Merampas bola sambil meluncur pada umumnya bila bola di luar jangkauan kaki. Merampas bola sambil meluncur dapat dilakukan dari arah samping dan depan.

g. Lemparan ke dalam (Throw in) : Menurut Sucipto, dkk (2007: 36), “Lemparan ke dalam merupakan satu-satunya teknik dalam permainan sepakbola yang dimainkan tangan dari bagian luar lapangan”. Cara melemparkan bola ke dalam lapangan perlu diajarkan karena dapat dimanfaatkan dalam permainan. Yang perlu diperhatikan dalam lemparan yaitu lemparan harus menggunakan kedua tangan, bola lepas di atas kepala, kedua kaki harus kontak dengan tanah saat melempar tidak boleh melakukan gerak tipu.

METODE

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan mengumpulkan data keterampilan dasar bermain sepakbola menggunakan metode survey untuk mengetahui tingkat kemampuan dasar bermain sepakbola murid putra SDN 4 Maddukkelleng Kec. Tempe Kabupaten. Wajo. Melibatkan variabel mandiri yaitu kemampuan dasar bermain sepakbola, diukur menggunakan baterai tes keterampilan dasar sepakbola usia 10-12 tahun dari Daral Fauzi R (Depdiknas 2009) meliputi 6 (enam) butir tes. yaitu : dribbing, short pass, throw in, running with the ball, heading dan shooting at the goal. Penelitian ini dilakukan pada populasi seluruh murid putra SDN 4 Maddukkelleng Kec. Tempe Kabupaten Wajo. Menggunakan sampel sebanyak 20 murid putera.Adapun metode analisis data mengkonversi skor mentah masing-

(7)

1365

masing item tes ke dalam nilai baku kemudian dinalisis peresentase untuk penentuan ketegori keterampilan dasar bermain sepakbola.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil analisis deskriptif data kemampuan dasar bermain sepakbola

Tabel 1. Hasil analisis deskripstif kemampuan dasar bermain sepakbola No Kemampuan dasar Mean Std

Dev.

1. Dribling 2. Short Passed 3. Throw In

4. Ranning With The- Ball 5. Heading The Ball 6. Shootin g at The Ball

16.04 14,01 7.44 5.58 7.88 29.20

2.27 1.18 1.48 1.61 1.65 8.95

Hasil analisis deskriptif data komponen kemampuan dasar bermain sepakbola diketahui nilai rata rata Dribling 16,4 detik,standar deviasi 2.27 detik, Short Passed 14,01 detik standar deviasi 1,18 detik , Throw In 7,44 meter Standar deviasi 1,48 meter, Ranning With The ball 5,58 detik stndar deviasi 1,61 detik, Heading The Ball rata-rata 7.88 meter standar deviasi 1,65 meter, dan Shootin g at the ball rata-rata 29,20 poin standar deviasi 8,95 poin.

Distribusi kategori komponen kemampuan dasar bermain sepakbola Tabel 2. Kategori komponen kemampuan dasar bermain sepakbola

No Komponen Kemampuan dasar Frek % Kategori 1.

2.

3.

4.

5.

6.

Dribling Short Passed Throw In Ranning With The Ball Heading The Ball

Shootin g at The Ball

10 9 15 7 9 10

5 0 4 5 7 5 3 5 4 5 5 0

Sedang Sedang Kurang Sedang Baik Sedang

(8)

1366

Berdasarkan hasil analisis Interpretasi norma penilaian kategori komponen kemampuan dasar bermain sepakbola hasilnya dapat dijelaskan bahwa siswa SDN 4 Maddukkelleng Kec. Tempe Kabupaten Wajo diketahui bahwa : Kemampuan dribling kategori “sedang” 10 (50 %), Short Passed kategori “sedang” terdapat 9 (45%), Throw In kategori “kurang”, terdapat 15 (75%), Ranning With The Ball kategori “Sedang”, 7 (35%), Heading The Ball kategori “baik” 9 (45%), dan Shootin g at the ball termasuk kategori “sedang” 10 (50%).

Kategori hasil konversi nilai kemampuan kemampuan dasar bermain sepakbola Tabel 2. Kategori data kemampuan dasar bermain sepakbola

No Kategori Frek % 1.

2.

3.

4.

5.

Baik Sekali Baik Sedang Kurang

Kurang Sekali 0 0 11 8 1

0 % 0 % 55 % 40 % 5 %

Berdasarkan hasil analisis Interpretasi norma penilaian kategori kemampuan dasar bermain sepakbola hasilnya dapat dijelaskan bahwa untuk kategori kemampuan dasar bermain sepakbola SDN 4 Maddukkelleng Kec. Tempe Kabupaten Wajo diketahui bahwa : Untuk kategori “Baik Sekali” 0 (0.0”, terdapat 0 (0%) kategori

“baik”, terdapat 11 (55%) kategori “Sedang”, 8 (40%) kategori kurang, dan 1 (5%) termasuk kategori Kurang sekali. Berikut grafik kemampuan dasar bermain sepakbola SDN 4 Maddukkelleng Kec. Tempe Kabupaten Wajo sebagai berikut:

Grafik 1. Frekuensi dan pesentase klasifikasi kemampuan bermain sepakbola

Secara keseluruhan variasi kategori kemampuan dasar bermain sepakbola SDN 4 Maddukkelleng Kec. Tempe Kabupaten Wajo, persentase kategori kemampuan tertinggi yaitu 11 (55%), hal tersebut mencerminkan bahwa tingkat

0 0 11 8

1

Kategori kemampuan dasar bermain sepakbola

Murid SDN 4 …

(9)

1367

kemampuan dasar bermain sepakbola yang dimiliki siswa SDN 4 Maddukkelleng Kec.

Tempe Kabupaten Wajo termasuk kategori “Sedang” Hal ini disebabkan karena kemampuan dribling masih sedang, Short Passed “sedang”, Kemampuan yang paling rendah adalah Throw In dimana kemampuannya “kurang”, Ranning With The Ball

“Sedang”, Hanya pada kemampuan heading the ball kemampuannya “baik”, dan Shooting at the ball termasuk kategori “sedang”.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa tingkat Kemampuan Dasar Bermain Sepak Bola Putra SDN 4 Maddukkelleng Kec. Tempe Kab. Wajo termasuk kalsifikasi “Sedang” dengan frekuensi dan persentase tertinggi yaitu 11 Siswa dengan persentase 55% dari 20 murid yang diteliti.

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji dan rasa syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena hanya dengan hidayah, rakhmat dan arrahimNYA sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan akhir penelitian PNBP Fakultas Ilmu Keolahragaani. Adapun kemungkinan ditemu kan kekurangan atau kekeliruan baik yang menyangkut isi maupun teknik penulisan yang mungkin diluar kemampuan penulis. Oleh karena itu dengan penuh harapan dan senang hati penulis mengharapkan kritik dan saran konstrukstif untuk penyempurnaan laporan ini.

Dalam melaksanakan dan menyusun laporan penelitian ini banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada :

1. Bapak Prof. Dr. H. Husain Syam, M. TP Selaku Rektor Universitas Negeri Makassar 2. Bapak Prof. Dr. Ir. Bakhrani A. Rauf, M.T., Selaku Ketua Lembaga Penelitian

Universitas Negeri Makassar.

3. Bapak Prof. Dr. Hj.Hasmiyati, M. Kes. selaku dekan FIK - UNM Makassar

4. Ibu Indo Bengnga, S.Pd.. Selaku Kepala Sekolah SDN 4 Maddukkelleng Kec.

Tempe Kab. Wajo. atas izin dan bantuannya sehingga penelitian ini dapat dilaksanakan dengan baik.

5. Ibu Hasnah, S.Pd. Selaku Guru Penjas SDN 4 Maddukkelleng Kec. Tempe Kab.

Wajo atas keterlibatannya dan memfasilitasi kegiatan penelitian ini sehingga dapat dilaksanakan dengan baik dan sukses.

6. Seluruh Siswa SDN 4 Maddukkelleng Kec. Tempe Kab. Wajo yang telah berpartisipasi sebagai sampel dalam penelitian ini.

Demikian pula penelitian ini terlaksana dengan bantuan dana hibah PNBP kontrak Nomor: SP DIPA-023.17.2.677523/ 2021, tanggal 23 Nopember 2020. Sesuai Surat Keputusan Rektor Universitas Negeri Makassar Nomor: 532/UN36/HK/2021 tanggal 30 April 2021.

(10)

1368 DAFTAR PUSTAKA

Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan.

Robert Koger. (2007). The New Coach’s Guide to Coaching Soccer. El Paso Texas:

Skyhorse Publishing.

Sugiyanto. (2003). Perkembangan dan belajar motorik. Jakarta: Universitas Terbuka.

Sucipto, dkk. (2007). Sepakbola. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Suwarno K.R. ( 2001).Sepak Bola: Gerak Dasar dan Teknik Dasar

Suharsimi Arikunto. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif dan kualitatif dan R &D. Bandung:

Alfabeta.

Subagyo Irianto (2010). Pedoman pelaksanaan pengembangan tes kecakapan “David Lee” untuk sekolah sepakbola.jurnal tesis Yogyakarta

Gambar

Tabel 1. Hasil analisis deskripstif kemampuan dasar bermain sepakbola  No   Kemampuan dasar        Mean    Std

Referensi

Dokumen terkait

[r]

BAB II Penerapan Pembelajaran Berbasis Praktikum Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Penguasaan Konsep Siswa Kelas X Pada Konsep Insecta A.. Kegiatan Praktikum

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul Penerapan Hasil Belajar “Membuat Hiasan Busana” pada Pembuatan Busana Pesta Anak ini dan seluruh isinya adalah

SEGMEN BERITA REPORTER A pelebaran kali beluik di jalan batikan. salah satu napi di

Dua digit atau satu digit tinggi tingkat pertumbuhan sering dikaitkan dengan negara-negara dalam proses industrialisasi, mereka yang meningkatkan produktivitas dan membuat lebih

Perencanaan pembelajaran dikembangkan berdasarkan hasil analisis dan refleksi pada tindakan siklus I. Rencana pembelajaran yang dibuat diupayakan agar dapat mengatasi

Sehubungan dengan telah selesainya koreksi aritmatik yang dilakukan oleh Pokja V Unit Layanan.. Pengadaan Barang/Jasa Kabupaten Musi Banyuasin

• Memiliki banyak ruang terbuka hijau dan tempat parkir yang dekat dengan bangunan. • Antara massa bangunan satu dengan bangunan lain terdapat ruang terbuka pemisah yang