• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kembangkan Science Techno Park IPB University Melalui Program Pinjaman Hibah Luar Negeri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kembangkan Science Techno Park IPB University Melalui Program Pinjaman Hibah Luar Negeri"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Volume 651 Tahun 2021

Erna Abidin, alumnus IPB University dari Fakultas Pertanian berhasil mengembangkan ubi jalar oranye sebagai bahan makanan untuk balita di Malawi (Afrika Timur), Burkina Faso dan Nigeria (Afrika Barat). Erna melakukan intervensi pada pola konsumsi balita di sana dengan memanfaatkan ubi jalar untuk mencegah stunting. "Ada hasil breeding/penyilangan yang dilakukan di Ghana dan Burkina Faso dimana proyek saya juga menyumbang dalam program diseminasi untuk stek-stek varietas baru baik di Ghana maupun di Burkina Faso," ungkap Erna.

Alumnus IPB University Ini Berhasil Kembangkan Ubi Jalar di Afrika untuk Cegah Stunting

Baca Selengkapnya >

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University Prof Rizaldi Boer mengatakan o r g a n i s a s i p a n g a n d a n p e r t a n i a n d u n i a ( F A O ) memperkirakan populasi global mencapai 9,1 miliar pada tahun 2050. “Implikasinya adalah semua negara harus meningkatkan produksi pangan sebesar 70 persen dari tingkat produksi saat ini. Untuk negara berkembang harus ditingkatkan dua kali lipat,” ujarnya. Menurutnya, Kementerian Pertanian (Kementan) RI sudah menargetkan bahwa Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045.

Prof Rizaldi Boer Kupas Tuntas Perubahan Iklim dan Tantangan Bagi Pertanian Masa Depan

Baca Selengkapnya >

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengembangkan Program Pinjaman Hibah Luar Negeri (PHLN). Program ini dimaksudkan untuk menjadikan Science Techno Park (STP) di empat perguruan tinggi. Yaitu STP IPB University, STP Universitas Indonesia, STP Universitas Gajahmada dan STP Institut Teknologi Bandung.Untuk itu, Lembaga Kawasan Sains dan Teknologi (LKST) IPB University m e n g g e l a r r a p a t k o o r d i n a s i y a n g m e m b a h a s pengembangan STP IPB University melalui program PHLN tahun 2022-2026.

Kembangkan Science

Techno Park IPB University Melalui Program Pinjaman Hibah Luar Negeri

(2)

Baca Selengkapnya >

Makanan adalah kebutuhan pokok manusia. Seiring pertumbuhan penduduk dunia, maka kekhawatiran terhadap ketidakmampuan alam untuk menyediakan kebutuhan pangan turut timbul. Hal tersebut disikapi dengan program pengendalian jumlah penduduk.

Namun datang ancaman baru. Yakni revolusi industri yang menyumbang laju pengurangan lahan pertanian.

Guru Besar Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian IPB University, Prof Dwi Andreas Santosa yakin bahwa dunia tidak akan mengalami kekurangan pangan. Ia menyebutkan bahwa saat ini, produktivitas pertanian sudah semakin meningkat dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Prof Dwi Andreas Santosa:

Produktivitas Pertanian Bukan Ditentukan Luas

Lahan Tapi Ilmu pengetahuan dan Teknologi

Prof Evy Damayanthi, Ketua Dewan Guru Besar (DGB) IPB University mengatakan bahwa pangan adalah isu yang sangat penting. Ini karena pangan merupakan kebutuhan utama manusia dalam memberikan zat-zat gizi yang sangat penting bagi kehidupan.Hal ini disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) Masa Depan Pangan Dan Pangan Masa Depan: Revolusi Pangan 50.0 yang diselenggarakan oleh DGB IPB University, (11/9). Prof Evy kembali menjelaskan bahwa k e b u t u h a n p a n g a n m e n i n g k a t s e i r i n g d e n g a n meningkatnya jumlah penduduk. Pada tahun 2020 perkiraan penduduk dunia sebanyak 7.79 milyar dan akan meningkat pada tahun 2050 sebanyak 9.79 milyar.

Dewan Guru Besar

IPB University Diskusi

"Masa Depan Pangan dan Pangan Masa Depan:

Revolusi Pangan 50.0"

(3)

Baca Selengkapnya >

Berbicara tentang pertanian, tentunya berbicara juga tentang kebutuhan pangan. Saat ini, rata-rata konsumsi energi orang Indonesia jauh melebihi rata-rata konsumsi energi dunia. Sehingga peningkatan kebutuhan pangan dapat menjadi tantangan di masa depan. Hal ini disampaikan oleh Prof Sobir dalam Focus Group Discussion (FGD) Dewan Guru Besar (DGB) IPB University, (11/9). FGD ini mengangkat tema Masa Depan Pangan dan Pangan Masa Depan: Revolusi Pangan 50.0.

Prof Sobir menyampaikan bahwa populasi yang semakin tinggi membuat Indonesia harus mencapai kedaulatan pangan melalui kemandirian pangan. Ada dua hal yang ditawarkan yaitu Sustainable Intensification dan Intensive Extensification.

Prof Sobir Usulkan Sustainable Intensification dan Intensive Extensification untuk

Lindungi Produktivitas Tanah

Dr Ernan Rustiadi, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB U n i v e r s i t y m e n y e b u t k a n b a h w a k o m p o s i s i masyarakat dunia akan didominasi dari negara berkembang pada tahun 2050. Seiring meningkatnya jumlah penduduk dan pendapatan masyarakatnya, k o n s u m s i p a n g a n p e r k a p i t a p u n i k u t meningkat.Menurut dosen IPB University dari Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan ini, n e g a r a b e r k e m b a n g a k a n m e n d o m i n a s i pertumbuhan konsumsi pangan jangka panjang.

Sayangnya, tren negara-negara berkembang terjebak sebagai net importir. Fakta saat ini menunjukkan keadaan demikian. Ia menambahkan bahwa dunia mempunyai PR (pekerjaan rumah) yaitu zero hunger 2050. Menurutnya, sumberdaya alam dan teknologi yang ada kelihatannya akan mampu menjawab kebutuhan pangan di 2050.

Dr Ernan Rustiadi Bahas Isu Produksi Pertanian

Indonesia Beserta Solusinya

(4)

Baca Selengkapnya >

Dalam Statuta, IPB University memiliki tugas untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dewan Guru Besar (DGB) IPB University mempunyai kewenangan untuk memberikan pencerahan dan menjaga nilai-nilai luhur IPB University. “Budaya akademik, etika akademik dan integritas moral civitas akademika adalah bagian dari nilai-nilai luhur tersebut,”

jelas Prof Evy Damayanthi, Ketua Dewan Guru Besar (DGB) IPB University dalam acara bedah buku "Dark Academia How Universities Die" karya Peter Fleming, (10/9). Dalam kegiatan yang digelar oleh Komisi A DGB IPB University, buku karya Fleming dibahas oleh beberapa pakar dari dalam maupun luar negeri.

Dewan Guru Besar

IPB University Bedah Buku Dark Academia How

Universities Die

Beberapa dosen Sekolah Vokasi IPB University ikuti Program Dosen Mengabdi, (5/9). Dalam program ini, Andri Hendriana, SPi, MSi, dosen Program Studi Teknologi Produksi dan Manajemen Perikanan Budidaya memberikan pelatihan pengolahan sampah kepada warga Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat.“Upaya pengolahan sampah organik dari rumah tangga dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot. Sayuran dan sisa makanan dicacah dan diberi bahan atraktan berupa tepung ikan yang berpeluang besar untuk maggot berkembang,” ujar Andri.Menurut Uding Sastrawan, SP, MSi, maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) mengandung protein yang cukup tinggi untuk bahan alternatif pakan ikan.

Dosen IPB University Gelar Pelatihan Pengolahan

Sampah untuk Budidaya Maggot sebagai Pakan Alternatif Ikan Lele

(5)

Baca Selengkapnya >

Sekolah Vokasi IPB University menjadi salah satu perguruan tinggi yang lolos seleksi program kompetitif penguatan ekosistem kewirausahaan di perguruan tinggi vokasi. Program ini diluncurkan oleh Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI.Dr Dahri Tanjung, Ketua Tim Pelaksana kegiatan di Sekolah Vokasi IPB University menjelaskan, program penguatan ekosistem kewirausahaan dilakukan dalam rangka mengatasi keterbatasan peluang kerja dan harus menciptakan usaha baru. Ia mengaku, penguatan ini dilaksanakan melalui kegiatan mahasiswa dengan peningkatan kewirausahaan yang terintegrasi.

MITRAS DUDI Dukung Sekolah Vokasi

IPB University dalam Penguatan Ekosistem Kewirausahaan

Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), IPB University gelar rapat koordinasi sebelum pelaksanaan Survei Rencana Teknis (Rentek) Kawasan Konservasi Raja Ampat, Papua. Rapat koordinasi ini untuk memberikan gambaran umum dan teknis terkait survei Rentek.

“Dalam rapat koordinasi ini, kami membutuhkan data Suaka Alam Perairan (SAP) Kepulauan Waigeo Sebelah Barat, SAP Raja Ampat hingga KKPD Selat Dampier,”

ujar Novit Rikardi selaku Ketua Tim Survei PKSPL IPB University.Menurutnya, kegiatan ini juga dilakukan untuk saling berbagi data sekunder yang telah dimiliki mitra dan informasi terbaru kondisi eksisting aktivitas perikanan tangkap.

PKSPL IPB University Bersiap Survei Rencana Teknis Kawasan

Konservasi Raja Ampat

(6)

Baca Selengkapnya >

Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Gagasan Futuristik (GF), IPB University mengembangkan Seabin Pump. Sebuah gagasan yang memberikan solusi agar Indonesia bebas sampah laut 2030. Gagasan Seabin Pump ini telah mendapat dana dari Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.Tim Mahasiswa IPB University yang mengembangkan gagasan ini adalah Salisa Rahma Nuzulia, Shinta Dwi Rahmawati dan Polrestan Pardededengan. Pengembangan gagasan Seabin Pump ini di bawah bimbingan Dr Roza Yusfiandayani, Dosen IPB University dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).

Seabin Pump, Solusi Indonesia Bebas

Sampah Laut 2030 Ala Mahasiswa IPB University

Fisheries Diving Club (FDC) IPB University melepas Tim Ekspedisi Zooxanthellae XVI, pekan lalu. Ekpedisi kali ini dilaksanakan di Pulau Sebesi, Lampung Barat, 7-13 September 2021.“Kami ingin memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat terutama dalam kajian ekologi perairan dan sosial ekonomi pada daerah tersebut. Data ekologi yang diambil meliputi data hard coral, soft coral, ikan terumbu, makrobentos, rugositas, coral disease, indeks kesesuaian wisata dan indeks kesesuaian budidaya. Sedangkan data sosial ekonomi akan membahas tentang pariwisata dan ekonomi perikanan di Pulau Sebesi,” ujar Pembina FDC-IPB University, Dr Fredinan Yulianda.“Dalam pelaksanaan ekspedisi, saya pesankan agar seluruh anggota mematuhi protokol kesehatan. Jagalah relasi yang baik dengan instansi-instansi yang terlibat dalam ekspedisi ini,” ujar Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University ini.

FDC IPB University Melepas Tim Ekspedisi Zooxanthellae, Lakukan Riset di Pulau Sebesi

(7)

Baca Selengkapnya >

Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University kembali gelar Webinar series #3 yang mengusung tema “Kupas Tuntas Pembuangan Air Limbah ke Laut” (11/9). Webinar ini menghadirkan Novy F a r h a n i , K e p a l a S u b D i r e k t o r a t P e n g e n d a l i a n Pencemaran dan Kerusakan Wilayah I, Kementeriah Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). “Webinar ini mengupas Persetujuan teknis (Pertek) dan surat k e l a y a k a n o p e r a s i o n a l ( S L O ) u n t u k k e g i a t a n pembuangan air limbah ke laut (PerMenLHK No 5/2021),”

ujar Prof Hefni Effendi, Kepala PPLH IPB University.Guru Besar Bidang Produktivitas dan Lingkungan Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), IPB University ini berujar bahwa webinar ini dilakukan mulai dari series #1 hingga #6.

PPLH IPB University Bahas Ketentuan Pembuangan Air Limbah ke Laut

Dr Megawati Simanjuntak, dosen IPB University dari D e p a r t e m e n I l m u K e l u a r g a d a n K o n s u m e n memberikan tips dalam mengatur waktu yang baik. Ia menyebut, time management atau pengaturan waktu yang baik adalah membuat daftar kegiatan yang akan dilakukan. “Banyak riset yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa time management salah satunya dengan membuat to do list. Ini dapat meningkatkan produktivitas bagi profesional maupun aktivitas domestik sehari-hari di rumah,”

ujarnya.Peraih dosen berprestasi peringkat nasional ini juga menyampaikan bahwa to do list dapat mengurangi stres. Hal ini karena kegiatan yang akan dilakukan lebih terencana sehingga dapat terhindar dari kebiasaan menunda pekerjaan. Tidak hanya itu, upaya ini juga dapat menghindarkan diri dari kegiatan yang spontan atau mendadak maupun tugas yang dikerjakan pada menit-manit akhir.

Dr Megawati Simanjuntak Berikan Tips Manajemen Waktu dengan To Do List

(8)

Baca Selengkapnya >

Lima mahasiswa IPB University sukses memberikan pelatihan budidaya tanaman hias dan edukasi bisnis bagi ibu rumah tangga di Desa Sipungguk, Kabupaten Kampar, Riau. Kegiatan pelatihan tersebut dilakukan melalui Program Kreativitas Mahasiswa di bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM). Program ini mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI.Tim PKM-PM IPB University ini terdiri dari mahasiswa Departemen Manajemen Hutan yaitu Nurafni Natasya, Muhammad Kanzun Nafis, Sopha Erna Ariyana; mahasiswa Departemen Silvikultur, Fajar Raihan dan mahasiswa Departemen Agronomi dan Hortikultura, Kamila Ulfah.

Mahasiswa IPB University Sukses Berikan Edukasi Budidaya Tanaman Hias pada Ibu Rumah Tangga di Desa Sipungguk

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KM IPB University kembali menggelar pagelaran budaya bertajuk

"Gebyar Nusantara (Genus)" secara daring. Perhelatan Genus tahun ini diikuti setidaknya 25 organisasi mahasiswa daerah (Omda) dari berbagai wilayah tanah air. Genus juga menjadi ajang bagi Omda untuk memperkenalkan budaya daerahnya masing-masing.

Rektor IPB University, Prof Arif Satria menyebut, Genus m e n j a d i a j a n g u n t u k m e n g a p r e s i a s i b u d a y a nusantara. Ia juga mengatakan bahwa, Genus merupakan langkah awal yang baik, mengingat Indonesia memiliki keanekaragaman hayati maupun sosial budaya yang luar biasa.“Keragaman Indonesia secara sosial budaya adalah kekayaan yang harus terus kita junjung dan kita kembangkan,” ujar Prof Arif Satria dalam pembukaan Genus IPB University, 11/11.

Gebyar Nusantara:

Wujud Cinta Budaya Ala Mahasiswa IPB University

(9)

Himpunan Mahasiswa Biologi dan Ikatan Mahasiswa Kimia IPB University menggelar webinar Peningkatan Softskill Living In Present (LIPS), 11/09. Webinar kali ini mengupas tuntas mengenai Hoax yang mencakup definisi disinformasi dan misinformasi, siapa yang menyebarkan hoax, mengapa dan bagaimana hoax bisa beredar di masyarakat, cara mengecek kebenaran suatu berita dan cara untuk menangani hoax.Webinar mengundang Fadhli Sofyan, Digital Strategist dari Kumparan. Dalam paparannya, Fadhli menjelaskan tentang jenis-jenis informasi yang tidak akurat (hoax) dan cara-cara yang dapat dilakukan agar tidak mudah termakan hoax.“Saat menganalisa suatu berita, seseorang harus memiliki sikap skeptis, keingintahuan dan berusaha memverifikasi informasi yang kita terima,” ujar Fadhli.

Mahasiswa IPB University Belajar Membedakan

Berita Hoax

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University kembali menggelar SPIRIT (Sport Competition and Art Festival in MIPA Faculty). SPIRIT merupakan kompetisi olahraga dan seni bagi mahasiswa FMIPA IPB University. Vahrio Rizal Tampany, selaku Ketua Pelaksana menjelaskan, pelaksanaan SPIRIT tahun ini masih dilakukan secara online. Namun demikian, meskipun dilaksanakan secara online, antusiasme mahasiswa IPB University untuk mengikuti SPIRIT tidak runtuh. “Mahasiswa sangat antusias meskipun dilaksanakan secara online. Mereka ada yang mendaftar sebagai kontingen lomba, tetapi tidak sedikit yang m e m b e r i k a n s u p p o r t u n t u k p e r w a k i l a n departemennya,” ujar Vahrio.

SPIRIT: Ajang Lomba Antar Mahasiswa FMIPA IPB University

Baca Selengkapnya >

(10)

Memakai masker Mencuci tangan pakai sabun

Menjaga jarak

Menjauhi kerumunan Mengurangi mobilitas

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita

#IngatPesanIbu #5M

Baca Selengkapnya >

Sebanyak tiga orang mahasiswa IPB University yang terdiri dari Reza Achmad Naufal dan Muhammad Fauzan Ramadhan dan Ziyadatul Hikmah, serta dosen muda IPB University, Arif Kurnia Wijayanto mengikuti Kelas ArcGIS System. Kelas ini diadakan oleh Esri Indonesia. Pelatihan yang diadakan secara online ini ditujukan kepada mahasiswa dan dosen dari universitas mitra Esri Indonesia seperti IPB University. IPB University sendiri telah menjalin kerjasama dengan Esri Indonesia sejak tahun 2016 untuk pengadaan lisensi perangkat lunak ArcGIS yang dikembangkan Esri.Melalui pelatihan ini, Esri Indonesia memperkenalkan beberapa platform dan fitur ArcGIS System. Diantaranya ArcGIS Desktop, ArcGIS Pro, ArcGIS Enterprise, ArcGIS Hub, ArcGIS Experience, Spatial Analyst, Business Analyst, dan ArcGIS StoryMaps.

Tiga Mahasiswa

IPB University Ikuti Kelas ArcGIS System Esri Indonesia

Referensi

Dokumen terkait

Dari urian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh peristiwa yang terjadi pada seseorang (locus of control), pengetahuan

Jumlah pendamping kp yang meningkat daya saingnya dalam rangka pemberdayaan masyarakat mendukung peningkatan produksi usaha perikanan

Kegiatan yang melibatkan kader dan tokoh masyarakat (Ketua RW) secara langsung adalah dalam kegiatan pelayanan posyandu pada hari buka posyandu setiap bulan atau

Sarana yang dibutuhkan untuk menunjang pelayanan kepada wisatawan antara lain seperti fasilitas umum (toilet), restaurant, ruang informasi, sarana transportasi di dalam

Peneliti memilih untuk melakukan penelitian mengenai efektivitas komunikasi eksternal dalam menerapkan manajemen data di EPTC ini adalah karena adanya fenomena atau permasalahan

Asam amino non esensial adalah asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh dan tubuh dapat mensintesa sendiri melalui reaksi aminasi reduktif asam keton atau melalui

Berdasarkan uraian di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa perlu adanya pengembangan media pembelajaran yang lebih baik dalam proses belajar mengajar pada sekolah yang

Simulasi ini bertujuan mengetahui jika sistem ini dapat digunakan dengan baik sebagai sumber STS, kerena profil tegangan pada kedua sumber yaitu 13,8 kV.Baik sumber-A maupun