TEKNIK PEMBUATAN PUTUSAN 1 Oleh : Drs. H. Wildan Suyuthi, SH, MH. 2
Adagium hukum menyatakan Res Yudicia Pro Veritate Habitur artinya apa yang diputuskan Hakim harus dianggap benar. Sesuai ketentuan ps 178 HIR,Ps. 189 RBG apabila pemeriksaan perkara selesai, majelis hakim karena jabatannya melakukan musyawarah untuk menganbil putusan yang akan dijatuhkan.
Putusan Hakim adalah suatu pernyataan pejabat Negara yang melakukan kekuasaan kehakiman yang berwenang, yang diucapkan dalam persidangan terbuka untuk umum. Tujuannya untuk mengakhiri dan menyelesaikan sengketa.
Sedangkan Hakim adalah sebagai aparat pendukung peradilan yang merupakan bagian dari pelaksanaan kekuasaan kehakiman yang mempunyai tugas pokok memeriksa, mengadili, memutus setiap perkara yang ditanganinya sesuai maksud Pasal 25 (3) Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 Tentang Kekuasaan Kehakiman.
Putusan Hakim sebagai produk Pengadilan dapat memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat pencari keadilan. Oleh karena itu, begitu sangat menentukan peran sebuah putusan Hakim. Berdasarkan pemikiran tersebut di atas.
bagi para Hakim perlu meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam membuat putusan yang baik dan berkualitas, yang pada gilirannya menjadi bahan pimpinan untuk dapat menilai kompetensinya melalui eksaminasi.
Sebuah putusan yang baik tentunya tidak sekedar formulasinya saja, akan tetapi harus didukung dan sesuai dengan proses persidangan. Seorang Hakim yang sarat dengan teon-teori keilmuan, utamanya bidang hukum formil maupun hukum matariil dapat diaplikasikan dalam pemeriksaan persidangan dengan tepat dan benar. Kemudian dapat dituangkan dalam bentuk putusan yang dapat memenuhi
1
Disampaikan sebagai bahan diskusi pembinaan hakim Tanggal 17 Mei 2013 di 6 Askor.
2