• Tidak ada hasil yang ditemukan

KALSIUM SIANAMIDA CALCIUM CYANAMIDE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KALSIUM SIANAMIDA CALCIUM CYANAMIDE"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

KALSIUM SIANAMIDA

CALCIUM CYANAMIDE

1. N a m a

Golongan

Sianamida

Sinonim / Nama Dagang

Cyanamide, Calcium salt (1:1); Calcium Carbimide; Alzodef; “Cyanamide”; Cyanamid; Nitrolime; Lime Nitrogen; Nitrolime; Nitrogen Lime; Calcium Cyanamide, not hydrated.

Nomor Identifikasi : Nomor CAS : 156-62-7 Nomor OHS : 03930 Nomor RTECS : GS6000000 Nomor EC (EINECS) : 205-861-8 Nomor EC Index : 615-017-00-4 UN : 1403 ICSC : 1639 STCC : 4945516

2. Sifat Fisika Kimia

Nama bahan

Calcium cyanamide

Deskripsi

Berbentuk kristal atau serbuk, tidak berwarna hingga abu-abu, tidak berbau; berat molekul 80,10; titik sublimasi 2372-2444 oF (1300-1340 oC); bereaksi bila dilarutkan dalam air; dengan pelarut akan terdekomposisi (terurai). Rumus kimia: CaCN2. (2,3)

Frasa Risiko, Frasa Keamanan dan Tingkat Bahaya

Peringkat NFPA (Skala 0-4):

(2)

Kebakaran 1 = Dapat terbakar Reaktivitas 2 = Reaktif Klasifikasi EC: T = Beracun Xn = Berbahaya Xi = Iritasi, sensitisasi

R21 = Berbahaya jika bersinggungan/kontak dengan kulit

R22 = Berbahaya jika tertelan

R25 = Beracun jika tertelan

R36/38 = Iritasi pada mata dan kulit

R37 = Menyebabkan iritasi pada sistem pernafasan

R41 = Risiko kerusakan serius pada mata

R43 = Dapat menyebabkan sensitisasi karena kontak/

bersinggungan dengan kulit

3. Penggunaan

Pupuk, herbisida, pestisida, zat perontokan daun (defoliant), pada proses pembuatan dan pemurnian besi, pada proses pembuatan kalsium sianida, melamin, dan disiandiamida.

4. Identifikasi Bahaya

Risiko utama dan sasaran organ

Bahaya utama terhadap kesehatan: Berbahaya jika kontak dengan kulit atau

tertelan, iritasi pada kulit dan mata.

Rute paparan

Paparan jangka pendek Terhirup

Iritasi. Mual, muntah, kehilangan suara, sulit bernafas, denyut jantung tidak teratur, sakit kepala, pusing.

Kontak dengan kulit

(3)

Kontak dengan mata

Iritasi (kemungkinan parah), kerusakan mata.

Tertelan

Sama dengan efek yang dilaporkan pada paparan jangka pendek secara inhalasi, gangguan pencernaan.

Paparan jangka panjang Terhirup

Tidak ada informasi tentang efek samping yang membahayakan.

Kontak dengan kulit

Tidak ada informasi tentang efek samping yang membahayakan.

Kontak dengan mata

Sama dengan yang dilaporkan pada paparan jangka pendek.

Tertelan

Tidak ada informasi tentang efek samping yang membahayakan.

5. Stabilitas dan reaktivitas

Reaktivitas : Bereaksi hebat bila dicampur dengan air, menghasilkan gas yang bersifat toksik dan/atau mudah terbakar. Dapat meledak bila berkontak dengan air.

Tancampurkan : Asam, bahan pengoksidasi, halogen, logam.

Kalsium sianamida dengan

Asam : Bereaksi hebat

Garam sianida: Asam, garam asam Melepaskan gas hidrogen sianida yang sangat toksik dan mudah meledak

Asam nitrat : Dapat menghasilkan reaksi ledakan

Fluorin : Reaksi hebat

Klorat : Dapat meledak bila dipanaskan

Magnesium : Dapat menghasilkan reaksi yang berpijar

(4)

Nitrit : Dapat meledak bila dipanaskan

Oksidator (kuat) : Bahaya kebakaran dan ledakan

Bahaya dekomposisi : Produk dekomposisi termal: senyawa sianida, oksida nitrogen.

Polimerisasi : Tidak terpolimerisasi.

6. Penyimpanan

 Simpan dan tangani sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan

standard yang berlaku.

 Simpan terpisah dari bahan tancampurkan.

 Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

 Jauhkan dari makanan, minuman, dan bahan makanan hewan.

7. Toksikologi

Toksisitas

Data pada manusia:

LDL0 oral – manusia 571 mg/kg. Data pada hewan:

LD50 oral – tikus (rat) 158 mg/kg; LC50 inhalasi tikus (rat) >150 mg/m3/4 jam; LD50

intravena – tikus (rat) 125 mg/kg; LD50 tidak dilaporkan – tikus (rat) 1 gm/kg; LD50

oral – tikus (mouse) 334 mg/kg; LD50 intraperitoneal – tikus (mouse) 100 mg/kg;

LD50 intravena – tikus (mouse) 282 mg/kg; LD50 oral – kelinci 1400 mg/kg; LD50

kulit – kelinci 590 mg/kg.

Karsinogenik

ACGIH: A4 – Tidak diklasifikasikan sebagai karsinogen pada manusia.

Tumorigenik

TDL0 oral – tikus (mouse) 170 gm/kg 2 tahun terus-menerus. Mutagenik

Mutasi pada mikroorganisme–Salmonella typhimurium 1mg//cawan (+S9); Mutasi pada mikroorganisme–Salmonella typhimurium 100 ug/cawan (-S9).

(5)

Data Tambahan

Alkohol dapat meningkatkan efek toksik bahan ini. Efek lokal: iritan terhadap mata dan kulit.

Tingkat toksisitas akut: absorpsi dermal, penelanan.

Informasi Ekologi

Bahan ini dapat berbahaya bagi lingkungan, perhatian khusus harus diberikan terutama pada organisme air. (7)

Toksisitas pada tumbuhan : 100000 ug/L selama 7 jam (mortalitas)

Duckweed (Lemna perpusilla)

8. Efek Klinis

Keracunan akut Terhirup

Kalsium sianamida: dapat menyebabkan iritasi, rinitis, faringitis, laringitis, trakeobronkitits. Dapat pula menyebabkan erisipelas-tipe reaksi vasomotor yang karakteristik yang muncul dengan eritema lokal yang intensif disertai perforasi septum nasalis dan bagian atas dari tubuh, dada bagian depan, dan lengan. Dapat disertai sakit kepala, kongesti mukosa, rasa meriang, mual, muntah, lelah, vertigo, sesak nafas, nafas cepat, takikardia, hipotensi, dan kolaps sirkulasi pada kasus yang lebih berat. Gejala ini dapat dipotensiasi oleh alkohol.

Kontak dengan kulit

Kalsium sianamida: letal dosis yang dilaporkan pada kelinci adalah 590 mg/kg. Dapat menyebabkan iritasi berat dan dermatitis eritematosa dengan rasa gatal yang berat, biasanya terlokalisir pada bagian tubuh yang terbuka seperti wajah dan kaki, namun juga bisa mengenai lipatan ketiak dan inguinal, dan pada skrotum. Pada kasus yang lebih berat, dapat timbul vesikel atau bula dengan karakteristik mirip dengan luka bakar derajat 2. dapat timbul sensitisasi.

Kontak dengan mata

Kalsium sianamida: dapat menyebabkan iritasi berat atau luka bakar, konjungtivitis dan keratitis, yang pada kasus berat dapat menyebabkan ulkus kornea.

(6)

Tertelan

Kalsium sianamida: dosis letal yang dilaporkan pada tikus (rat) adalah 158 mg/kg. Dapat menyebabkan gastritis. Dapat pula menyebabkan reaksi erisipelas-tipe vasomotor yang karakteristik seperti yang dirinci pada paparan inhalasi akut.

Keracunan kronik Terhirup

Kalsium sianamida: dapat menyebabkan rinitis kronik.

Kontak dengan kulit

Kalsium sianamida: paparan terus-menerus dapat menimbulkan ulserasi (ulkus atonik) yang ditutupi krusta tidak nyeri yang menyembuh secara perlahan, pada telapak tangan dan area diantara jemari.

Kontak dengan mata

Kalsium sianamida: paparan berulang atau lama dapat menyebabkan konjungtivitis.

Tertelan

Kalsium sianamida: pemberian bahan ini pada binatang percobaan menyebabkan tumor limfa, hati dan paru-paru.

9. Pertolongan Pertama

Terhirup

Bila aman memasuki area, segera pindahkan dari area pemaparan. Bila perlu, gunakan kantong masker berkatup atau pernafasan penyelamatan. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Kontak dengan kulit

Segera tanggalkan pakaian, perhiasan, dan sepatu yang terkontaminasi. Cuci dengan sabun atau detergen ringan dan air dalam jumlah yang banyak sampai dipastikan tidak ada bahan kimia yang tertinggal (selama 15-20 menit). Bila perlu segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Kontak dengan mata

Segera cuci mata dengan air yang banyak atau dengan larutan garam normal (NaCl 0,9%), selama 30 menit, atau sekurangnya satu liter untuk setiap mata dan

(7)

dengan sesekali membuka kelopak mata atas dan bawah sampai dipastikan tidak ada lagi bahan kimia yang tertinggal. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Tertelan

Segera hubungi Sentra Informasi Keracunan atau dokter setempat. Jangan sekali-kali merangsang muntah atau memberi minum bagi pasien yang tidak sadar/pingsan. Bila terjadi muntah, jaga agar kepala lebih rendah daripada panggul untuk mencegah aspirasi. Bila korban pingsan, miringkan kepala menghadap ke samping. Segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

10. Penatalaksanaan

Stabilisasi

a. Penatalaksanaan jalan nafas, yaitu membebaskan jalan nafas untuk menjamin pertukaran udara.

b. Penatalaksanaan fungsi pernafasan untuk memperbaiki fungsi ventilasi dengan cara memberikan pernafasan buatan untuk menjamin cukupnya kebutuhan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida.

c. Penatalaksanaan sirkulasi, bertujuan mengembalikan fungsi sirkulasi darah. d. Jika ada kejang, beri diazepam dengan dosis:

Dewasa: 10-20 mg IV dengan kecepatan 2,5 mg/30 detik atau 0,5 mL/30 menit, jika perlu dosis ini dapat diulang setelah 30-60 menit. Mungkin diperlukan infus kontinyu sampai maksimal 3 mg/kg BB/24 jam.

Anak-anak: 200-300 µg/kg BB

Dekontaminasi

a. Dekontaminasi mata

Dilakukan sebelum membersihkan kulit:

 Posisi pasien duduk atau berbaring dengan kepala tengadah dan miring ke sisi mata yang terkena atau terburuk kondisinya.

 Secara perlahan bukalah kelopak mata yang terkena dan cuci dengan sejumlah air bersih dingin atau larutan NaCl 0,9% diguyur perlahan selama 30 menit atau sekurangnya satu liter untuk setiap mata.

(8)

 Jika masih belum yakin bersih, cuci kembali selama 10 menit.

 Jangan biarkan pasien menggosok matanya.

 Tutuplah mata dengan kain kassa steril dan segera bawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat dan konsul ke dokter mata.

b. Dekontaminasi kulit (termasuk rambut dan kuku)  Bawa segera pasien ke air pancuran terdekat.

 Cuci segera bagian kulit yang terkena dengan air mengalir yang dingin atau hangat serta sabun minimal 10 menit.

 Jika tidak ada air, sekalah kulit dan rambut pasien dengan kain atau kertas secara lembut. Jangan digosok.

 Lepaskan pakaian, arloji, dan sepatu yang terkontaminasi atau muntahannya dan buanglah dalam wadah/plastik tertutup.

 Penolong perlu dilindungi dari percikan, misalnya dengan menggunakan sarung tangan, masker hidung, dan apron. Hati-hati untuk tidak menghirupnya.

 Keringkan dengan handuk yang kering dan lembut.

c. Dekontaminasi saluran cerna

Bila pasien sadar dapat diberikan arang aktif. Dapat dipertimbangkan kumbah lambung jika bahan tertelan dalam jumlah sedang sampai banyak. Namun, karena kemungkinan terjadi kejang atau perubahan status mental yang cepat, kumbah lambung sebaiknya hanya dilakukan setelah intubasi.

Antidotum

-

11. Batas Paparan dan Alat Pelindung Diri

(2) Batas paparan karbofuran:

Kalsium sianamida:

0,5 mg/m3 OSHA TWA (dikeluarkan oleh 58 FR 35338, 30 Juni 1993)

0,5 mg/m3 ACGIH TWA

0,5 mg/m3 NIOSH rekomendasi TWA 10 jam

1 mg/m3 DFG MAK 4 kali/shift (debu total)

Metode pengukuran: saringan partikel; Gravimetric; NIOSH III #0500, Nuisance dust (total).

(9)

Ventilasi: Sediakan sistem ventilasi penghisap udara setempat. Ventilasi harus

tahan ledakan jika terjadi konsentrasi bahan yang akan meledak. Pastikan dipatuhinya batas paparan yang sudah ditentukan.

Proteksi mata: Gunakan kaca mata pengaman tahan percikan. Sediakan kran

pencuci mata untuk keadaan darurat serta semprotan air deras dekat dengan area kerja.

Pakaian: Gunakan pakaian pelindung yang tahan bahan kimia.

Sarung tangan: Gunakan sarung tangan pelindung yang tahan bahan kimia. Respirator: Pada keadaan sering digunakan atau paparan berat, proteksi

pernafasan dapat digunakan. Proteksi pernafasan disusun peringkatnya mulai dari minimum hingga maksimum. Perhatikan tanda peringatan penggunaan (warning properties) sebelum digunakan.

Setiap respirator kartrid kimia yang memiliki uap organik kartrid dan penyaring debu dan kabut.

Setiap respirator kartrid kimia yang memiliki uap organik kartrid dan penyaring partikulat yang sangat tinggi.

Setiap respirator pemurni udara dengan masker wajah penuh, kanister uap organik dan penyaring debu, kabut, serta asap.

Setiap respirator pemurni udara dengan masker wajah penuh dan penyaring partikulat yang sangat tinggi.

Untuk konsentrasi yang tidak diketahui atau sangat berbahaya bagi kehidupan dan kesehatan:

Setiap respirator pemasok udara memiliki pelindung wajah penuh yang dioperasikan dalam suatu mode tekanan negatif atau positif lain digabungkan dengan pasokan pelepas terpisah.

Setiap alat pernafasan serba lengkap memiliki pelindung wajah penuh.

12. Manajemen Pemadam Kebakaran

Bahaya ledakan dan kebakaran: Bahaya kebakaran rendah. Media pemadaman: kimia kering biasa, pasir, basa, debu soda.

(10)

Kebakaran besar: jauhkan orang-orang yang tidak berkepentingan dari area

kebakaran, isolasi daerah bahaya dan berikan larangan masuk. Biarkan api padam.

13. Manajemen Tumpahan

Hindarkan dari panas, api terbuka, percikan api dan sumber kebakaran lain. Jangan menyentuh tumpahan bahan. Hentikan kebocoran jika mungkin tanpa risiko terhadap manusia. Jangan menyemprotkan air langsung kepada tumpahan.

Tumpahan yang sedikit: kumpulkan bahan ke dalam wadah yang sesuai, dan

memiliki tutup, untuk pembuangan. Pindahkan kontainer dari daerah tumpahan.

Tumpahan cairan sedikit: serap dengan pasir atau bahan lain yang tidak mudah

terbakar. Kumpulkan bahan tumpahan ke dalam wadah yang sesuai.

Tumpahan jumlah besar: bendunglah untuk kemudian dibuang.

Tumpahan serbuk: tutup dengan lembaran plastik dan lindungilah dari kontak

dengan air. Singkirkan orang yang tidak berkepentingan, isolasi dan dilarang masuk ke daerah bahaya.

14. Daftar Pustaka

 Budavari, S. The Merck Index, 13th

ed. An Encyclopedia of chemicals, Drugs and Biologicals. Merck & Co., Inc, NJ, 2001.

 Gosselin, R.E., et al. Clinical Toxicology of Commercial Products, 5th

ed. Williams & Wilkins, Baltimore, 1984.

 Micromedex (R) Healthcare Series. Micromedex Inc.

 OHS, MDL Information System, Inc., Donelson Pike, Nashville, 1997.  Olson K.R., Poisoning & Drug Overdose, 5th

Edition, McGraw Hill Companies, Inc., USA, 2004.

 Viccelio, P. Handbook of Medical Toxicology, 1st

Edition, Little, Brown and Company, Boston, Massachusetts, 1993.

 http://www.inchem.org/documents/icsc/icsc/eics1639.htm (diunduh Agustus 2010)

(11)

 http://www.pesticideinfo.org/Detail_Chemical.jsp?Rec_Id=PC33690 (diunduh Agustus 2010)

--- Disusun oleh:

Sentra Informasi Keracunan Nasional (SiKer Nas) Pusat Informasi Obat dan Makanan, Badan POM RI Tahun 2010

Referensi

Dokumen terkait

Segera cuci mata dengan air yang banyak, sekurangnya selama 15-20 menit dengan sesekali membuka kelopak mata bagian atas dan bawah sampai dipastikan tidak ada

Cuci dengan sabun atau detergen ringan dan air dalam jumlah yang banyak sampai dipastikan tidak ada bahan kimia yang tertinggal (selama 15-20 menit) Segera

Cuci dengan sabun atau detergen ringan dan air yang banyak sampai tidak ada bahan kimia yang tertinggal (sekurangnya selama 15-20 menit).. Segera bawa ke rumah sakit

Segera cuci mata dengan air yang banyak atau dengan larutan garam normal (NaCl 0,9%), selama 15-20 menit, atau sekurangnya satu liter untuk setiap mata dan dengan

Segera cuci mata dengan air yang banyak atau dengan larutan garam normal (NaCl 0,9%), selama 15-20 menit, atau sekurangnya satu liter untuk setiap mata dan dengan

Segera cuci mata dengan air yang banyak atau dengan larutan garam normal, dengan sesekali membuka kelopak mata atas dan bawah sampai dipastikan tidak ada lagi bahan kimia

Segera cuci mata dengan air yang banyak, sekurangnya selama 15-20 menit dengan sesekali membuka kelopak mata bagian atas dan bawah sampai dipastikan tidak ada

Cuci dengan sabun atau detergen ringan dan cuci dengan air yang banyak sampai tidak ada lagi bahan kimia yang tertinggal (sekurangnya 15–20 menit).. Oleskan emollient pada