20 cara menggambarkan objek penelitian pada saat keadaan sekarang berdasarkan fakta-fakta sebagaimana adanya (siregar 2012, hlm 8). Dengan teknik penelitian komparatif adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan menurut siregar (2012, hlm 7). Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan persamaan atau perbedaan dua atau lebih fakta-fakta dan sifat-sifat objek yang diteliti berdasarkan kerangka pemikiran tertentu. Pada penelitian ini variabelnya masih mandiri tetapi untuk sampel yang lebih dari satu atau dalam waktu yang berbeda.
Penelitian komparatif adalah sejenis penelitian deskriptif yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang sebab-akibat, dengan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya ataupun munculnya suatu fenomena tertentu dengan pendekatan secara kuantitatif karena data yang diperoleh berupa angka. Karena penliti ingin membandingkan tiga jenis shooting yang menggunakan shotloc, finger tape plaster, dan shooting biasa tanpa memberikan suatu perlakuan pada ketiganya maka penliti menggunakan penelitian deskriptif. Penelitian ini hanya memberikan suatu gambaran pada fenomena tersebut.
Gambar 3.1 Paradigma Sederhana Sumber : Nazar (2005:58) Keterangan :
X1: Shooting menggunakan Shotloc (Variabel Bebas)
X2 : Shooting menggunakan Finger Tape Plaster (Variabel Bebas) X3 : Shooting biasa (Variabel Bebas)
Y X1
X2
Y : HasilShooting (Variabel Terikat)
3.2Partisipan
Lokasi yang akan digunakan dalam penelitian yaitu Lapangan FPOK UPI Padasuka Cicaheum Bandung, dengan menjadikan Tim Basket Unit Bola Basket Bumi Siliwangi (UBBBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai partisipan.
3.3Populasi dan sampel penelitian
Pengertian Populasi menurut Sugiyono (2012, hlm. 80) adalah “wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang akan diteliti. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive samplingdengan pertimbangan sampel yang digunakan memiliki teknik dan skill yang terlatih dan benar-benar mahir melakukan shooting.Dalam penelitian ini penulis menetapkan populasi penelitian yaitu seluruh anggota UKM UBBBS Putra UPI. Sedangkan sampelnya hanya 12 orang yang dipilih dari populasi dengan menggunakan teknik purposive sampling, karena peneliti memiliki kriteria untuk sampel penelitianya yaitu memliki keterampilan tinggi dan pernah menjadi tim inti dari UKM UBBBS Putra UPI. Dipilihnya tim putra sebagai sampel karena standar skill shooting putra lebih baik dibandungkan atlet putri.
3.4Instrumen Penelitian
Hendra Gunawan, 2016
mahir melakukanya. Test tembakan ini menggunakan tes tembakan 3 point shooting dari Haris pojskic, Vlatko separovic, Edinuzicannin (dalam Agnesa 2013, hlm 30) dengan tingkat realibilitas 0,84 dan validitas 0,93 untuk shooting biasa, 0.808 untuk shooting menggunakan shotloc, 0.900 untuk shooting menggunakan finger tape plaster. Tes tembakan 3 angka ini dilakukan di garis tembakan 3 angka di lima spot yang sudah ditentukan dan pemain melakukan shooting selama 60 detik.Adapun tata cara pelaksanaan tes tersebut adalah sebagai berikut :
1) Tujuan : Membandingkan hasil shooting antara menggunakan shotloc, finger tape plaster, dan shooting biasa pada posisi freethrow dan three point.
2) Alat : Lapangan Bola Basket, Bola, Peluit, Table Tes Shooting, ATK, Shotloc, dan Finger Tape Plaster
a) Shotloc
Gambar 3.2Alat Shotloc sumber: peneliti b) Finger Tape Plaster
sumber : peneliti
c) Table test shooting dengan tiga model shoot tersebut
Digunakan untuk menghitung jumlah berapa kali siswa berhasil membuat point dalam 10x shooting dari tiga model shooting. Setiap point yang dihasilkan setiap model shooting akan di tulis jumlahnya padakolom sesuai dengan model shootingnya.
Tabel 3.1 Free Throw (sumber : penulis)
No Nama Shotloc Finger Tape
Plaster
Shooting
biasa
Tabel3.2 Three Point shoot (sumber : penulis)
No Nama Shotloc Finger Tape
Plaster
Shooting
biasa
Hendra Gunawan, 2016
Prosedur penelitian merupakan langkah-langkah yang terstruktur dalam melakukan penelitian. Langkah-langkah yang akan dilakukan oleh peneliti adalah : 1) Menentukan sampel dari populasi dari UKM UBBBS UPI.
2) Berdiri dibelakang garis tembakan hukaman, didalam daerah tembakan menghadap ke sasaran. Begitu pula dengan 3 point shoot pada saatmelakukanya posisi pada saat akan menembak harus berada dibelakang garis 3 point dan menghadap ke ring.
3) Pada saat melakukanfree throw atau 3 point shoot Tembakan dilakukan dengan tidak menginjak garis tembakan. Apabila free throw kaki tidak boleh menginjak garis hingga bola menyentuh ring namun apabila 3 pointshoot tidak apa-apa asal bola sudah lepas dari jari-jari tangan pada saat melakukanya.
4) Tidak ada perlakuan khusus untuk melakukan tembakan bebas (free throw) maupun 3 point shoot.
5) Apabila bola masuk dan pada saat melakukanya tidak menginjak garis maka diberi nilai 1 dan apabila bola masuk namun pada saat melakukanya menginjak garis batas maka diberi nilai 0 untuk free throw namun untuk 3 point shoot tetap dapat point 1.dan apabila bola tidak masuk akan diberi nilai0.
6) Sampel akan melakukan 10x shooting biasafree throw
7) Sampel akan melakukan 10x shooting menggunakan finger tape plaster. 8) Sampel akan melakukan 10x shooting menggunakan shotloc.
9) Sampel akan melakukan shooting 3 point shoot biasa pada 5 titik yang sudah disiapkan oleh peneliti selama 60 detik.
10)Sampel akan melakukan shooting menggunakan finger tape plaster pada 5 titik yang
11)sudah disiapkan oleh peneliti selama 60 detik..
12)Sampel akan melakukan shooting menggunakan shotloc pada 5 titik yang sudah disiapkan oleh peneliti selama 60 detik..
13)Kemudian hasil dari setiapshootingfreethrowdan three point shoot akan diolah menggunakan SPSS versi 21.
14)Menyimpulkan hasil analisis data.
Langkah-langkah persiapan yang penulis tempuh dalam melaksanakan peneliian ini adalah :
Menyiapkan perijinan dari Universitas Pendidikan Indonesia.
Meminta perijinan untuk melaksanakan penelitian kepada ketua Ubit Bola Basket Bumi Siliwangi (UBBBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.
Menyiapakan lapangan untuk melakukan tes.
Memilih sampel penelitian secara purposive sampling.
b) Alat-alat yang digunakan : Lapangan Bola Basket, Bola, Peluit, Tabel Tes Shooting, ATK, Shotloc dan Finger Tape Plaster
c) Pengecekan Lapangan :
Lapangan bola basket berstandar nasional
Jarak ring basket dengan garis tembakan sesuai ketentuan PERBASI.
Tinggi ring basket sesuai PERBASI.
Jarak ring basket sesuai PERBASI. d) Kualifikasi testor dan petugas lapangan :
Petugas lapangan mempunyai pengalaman di olahraga bola basket
Testor yang bertugas 1 dan petugas lapangan 1.
Hendra Gunawan, 2016
Gambar 3.4
Komponen dan proses penelitian kuantitatif
3.6Analisis Data
Operasional pengolahan data pada penelitian ini dibantu oleh perangkat lunakyakni SPSS versi 21, dengan menggunakan analisis data sebagai berikut: Sebelum melakukan uji hipotesis maka haruslah dilakukan uji asumsi uji prasyarat hipotesis terlebih dahulu agar mengetahui data yang di peroleh berdistribusi normal atau tidak normal.
Uji Normalitas dan Homogenitas
Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data berada pada taraf distribusi normal atau tidak. Uji normalitas yang digunakan penelitianyaitu menggunakan uji Shapiro-Wilkdengan taraf signifikansi sebesar 0.05 (α = 0.05).
Uji homogenitas dilakukan untuk menguji apakah data memilki varians yang sama atau tidak dengan kata lain homogen atau tidak. Uji homogenitas yangdigunakan yaitu menggunakan Levene test dengan taraf signifikansi 0.05 (α = 0.05). maka :
Uji normalitas, apabila :
1) α > 0.05 maka data tersebut berdistribusi normal 2) α < 0.05 maka data tersebut tidak berdistribusi normal Uji homogenitas, apabila :
1) α > 0.05 maka data tersebut homogeny 2) α < 0.05 maka data tersebut tidak homogeny
setelah mengetahui data yang berdistribusi normal atau tidak normal maka selanjutnya melakukan uji hipotesis, apabila data berdistribusi normal dan homogen maka uji hipotesis menggunakan uji parametrik yaitu dengan One way ANOVA. Dan apabila data tidak bertidstribusi normal dan tidak homogeny maka uji hopotesis menggunakan uji non parametric dengan mnggunakan Kruskall-Wallis Test.
One way ANOVA
berdistribusi normal maka uji statistic yang digunakan yaitu one way ANOVA dengan tingkat kepercayaan analisis data 95% sehingga α untuk penelitian ini adalah 0.05. maka apabila :