• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI. pptx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI. pptx"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

INTEGRASI KARAKTER DALAM PROSES PEMBELAJARAN

BERBASIS PENDIDIKAN HOLISTIK

Oleh:

Zainal Arifin Ahmad

Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan

Kalijaga

(2)

Latar Belakang

Ada kecenderungan semakin merapuhnya karakter pada

masyarakat, khususnya generasi muda.

Pentingnya pendidikan karakter memang telah menjadi

kesadaran banyak pihak, bahkan sejak awal negeri ini berdiri.

Kemendiknas juga telah menyusun Dokumen Desain Induk

Pendidikan Karakter dan Dokumen Panduan Pelaksanaan

Pendidikan Karakter. Bahkan Kemendiknas telah melakukan

pilot proyek implementasi pendidikan karakter di sejumlah

sekolah. Namun semua itu di samping belum memenuhi

harapan, juga masih terdapat sejumlah kelemahan.

(3)

Pengertian Karakter

Beberapa pengertian:

Karakter merupakan sifat seseorang berkaitan dengan kemampuan membuat

keputusan baik-buruk, keteladanan, memelihara apa yang baik dan mewujudkan

kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. (Kemendiknas,

2011)

Karakter merupakan tingkat kekuatan atau ketangguhan seseorang dalam

upaya mengatasi kondisi ruhaniyahnya

.

Ia merupakan proses yang dikehendaki

oleh seseorang untuk menyempurnakan kemanusiaannya.

Karakter merupakan disposisi batin yang dapat diandalkan untuk menanggapi

situasi dengan cara yang baik secara moral.

(4)

Sifat Karakter

Karakter merupakan kemampuan membuat keputusan baik atau buruk

berdasarkan nilai-nilai kebajikan. Karena itu karakter tidak dilahirkan (

born

),

tetapi dipelajari.

Pendidikan karakter membantu individu untuk belajar meningkatkan

kemampuan dalam mengambil keputusan yang tepat berdasarkan nilai-nilai

moral.

Semakin kuat dan tepat dalam memahami, merasakan dan

(5)

Karakter dan Kepribadian

Karakter berbeda dari Kepribadian

Karakter tidak dilahirkan. Karakter terbentuk oleh hasil belajar, baik secara

langsung atau tidak. Karakter lebih terkait dengan komitmen terhadap nilai-nilai.

Sedangkan kepribadian dibawa sejak lahir. Kepribadian mengacu pada

perbedaan individu dalam pola karakteristik pemikiran, perasaan dan

berperilaku. (American Psychological Association)

One can say that character is one’s soul, the real you, while personality is your

mask.

(6)

Tipe Kepribadian

1. Koleris : tipe ini bercirikan pribadi yang suka kemandirian, tegas, berapi-api, suka tantangan, bos atas dirinya sendiri.

2. Sanguinis : tipe ini bercirikan suka dengan hal praktis, happy dan ceria selalu, suka kejutan, suka sekali dengan kegiatan social dan bersenang-senang.

3. Phlegmatis :  tipe ini bercirikan suka bekerjasama, menghindari konflik, tidak suka perubahan mendadak, teman bicara yang enak, menyukai hal yang pasti.

4. Melankolis : tipe ini bercirikan suka dengan hal detil, menyimpan kemarahan, Perfection, suka instruksi yang jelas, kegiatan rutin sangat disukai.
(7)

Unsur Dasar Karakter

Karakter memiliki tiga unsur tak terpisahkan, yaitu

moral knowing

(pengetahuan moral),

moral feeling

(perasaan moral), dan

moral behavior

(perilaku

(8)

Karakter dan Nilai-Nilai Kebajikan

(

Virtue

)

Karakter sangat terkait dengan persoalan nilai-nilai

(sesuatu yang dianggap berharga).

Karakter pada dasarnya adalah kemampuan

mewujudkan nilai-nilai kebajikan.

Nilai-nilai kebajikan dapat dikelompokkan ke dalam:

a.

Kebajikan Fundamental (

Fundamental Virtue),

yakni integritas

b.

Kebajikan Fondasional (

Foundational Virtue), meliputi:

pengendalian diri, adil, dan tabah/ulet.

c.

Kebajikan Relasional (

Ralational Virtue

) meliputi: optimisme,

kerendahan hati, respek.

(9)

Pengertian Pendidikan Karakter

(10)

Pengertian Pendidikan Holistik

 Pendidikan holistik berpandangan bahwa pada dasarnya seorang individu

dapat menemukan identitas, makna dan tujuan hidup melalui

hubungannya dengan masyarakat, lingkungan alam, dan nilai-nilai

spiritual.

Pendidikan holistik berusaha membangkitkan rasa hormat dan gairah

belajar generasi muda terhadap kehidupan secara intrinsik.

Dari aspek strategi pembelajaran, pola pendidikan holistik tidak

menetapkan strategi tunggal, tetapi menggunakan berbagai strategi

yang dapat menunjang tujuan pendidikan holistik.

(11)

Prinsip-prinsip Pendidikan Holistik

FUNDAMENTA

L PRINCIPLES

CONNECTEDNESS

WHOLENESS

BEING

1. Key

Concepts

(Konsep

Kunci)

 

Interdependence (Saling

tergantung)

Interrelationship (Saling

berhubungan)

Participatory

(Partisipatori)

Non-linearity (Tidak

linear)

Whole systems

(Keutuhan Sistem)

Multiple

perspectives

(Ragam perspektif)

Independence

(Independen)

Multiple levels

(Multi level)

Fully human (Manusia

seutuhnya)

Creative expression

(Ekspresi kreatif)

Growth (Pertumbuhan)

Responsibility

(Tanggungjawab)

(12)

Prinsip-prinsip Pendidikan Holistik (

Lanjutan)

3. Social

Issues

(Issu-issu

Sosial)

 

Cultural identity

(Identitas kultural)

Globalisation

(Globalisasi)

Loneliness

(Keterasingan)

Inclusion

(Inklusi/penyertaan)

Ecosystems (Ekosistem)

Poverty (Kemiskinan)

Equity & equality

(Kesamaan &

kesetaraan)

Ethics (Etika)

Change (Perubahan)

4.

Curriculum

(Kurikulum)

 

Inter-disciplinary

(Interdisipliner)

Interaction (Interaksi)

Integrated (Integrasi)

 

Inquiry (Penyelidikan)

Identity

(Identitas/Kepribadian)

Choice (Pilihan)

5. Process

(Proses)

 

Dialogical (Dialogis)

Relationships

(Persaudaraan)

Collaborative

(Kolaboratif)

Co-creative (Kerjasama

kreatif)

Co-operative

(Koperatif)

Sharing (Berbagi)

Celebrative

(merayakan)

Whole person ( Pribadi utuh)

Whole community (Keutuhan

komunitas)

Whole of life (Keutuhan hidup)

Systems thinking (Berpikir

Sistem)

(13)

Prinsip-prinsip Pendidikan Holistik (

Lanjutan)

6. Perspectives

(Sudut

Pandang)

Critical constructivism

(Konstruktivisme kritis)

Contextual (Kontekstual)

 

Multi-faceted

(Multifaset)

Multiple

intelligences

(Kecerdasan

Jamak)

Cosmic (Kosmis)

Constructive

postmodernist

(Postmodernisme

konstruktif)

Evolutionary Epic

(Evolusi Epic)

Metaphoric

(Metaforis)

7. Outcomes

(Hasil)

Meaningful (Penuh makna)

Positive relationships

(Hubungan positif)

Friendly (Ramah)

Trusting (Percaya)

Belonging (Rasa ikut

memiliki)

Serving (Melayani)

Healthy (Sehat)

Whole (Menyeluruh)

Happy (Bahagia)

Caring (Perhatian)

Empathic (Empati)

Confident (Percaya

diri)

Independent

(Independen)

Expressive (Ekspresif)

Curious (Ingin tahu)

Preferred futures

(Mementingkan masa

depan)

Participation (Partisipasi)

Resilience (Kenyal/tahan

banting)

Competence (Kompeten)

Purposeful (Memiliki

tujuan jelas)

8. Needs

(Kebutuhan)

(14)

Prinsip-prinsip Pendidikan Holistik (

Lanjutan)

9. Teaching &

Learning

Strategies

(Strategi

pembelajaran)

Service learning

(belajar

melayani/pengabdian/K

KN)

IT&T integration

(Integrasi Teknologi

Informasi &

pembelajaran)

Paradox & enigma

(Paradoks dan

enigma/teka-teki)

Community based

learning (Belajar

berbasis masyarakat)

Play (Bermain)

Whole language

(Bahasa utuh)

Project based

learning

(Pembelajaran

berbasis projek)

Experiential

learning (Belajar

dari pengalaman)

Open learning

(Pembelajaran

terbuka)

Whole brain  

(Keseluruhan otak)

Integrated Studies

(Studi Integratif)

Meaning quests

(Mencari makna)

Vocational education

(Pendidikan

vokasional)

Enterprise learning

(Pembelajaran

wirasuasta)

Indigenous education

(Pendidikan yang

indigenous/asli)

Storying (Bercerita)

Visualization

(Visualisasi)

10. Contexts

(Konteks)

Ecosystem  (Ekosistem)

Community

(Masyarakat)

Whole space/time

(Tanpa batas ruang/

waktu)

Objective (Obyektif)

(15)
(16)
(17)

Prinsip-Prinsip Pembelajaran untuk Pendidikan

Karakter

Berbasis Pendidikan Holistik

1.

Tujuan Pembelajaran harus mengarah kepada pengembangan

potensi peserta didik yang multi dimensi agar dapat memberi

kontribusi bagi kepentingan level-level potensinya (Dari level

personal hingga kosmis).

2.

Materi Pendidikan Karakter berupa nilai-nilai kebajikan yang

dapat mendukung pengembangan potensi peserta didik yang

multi dimensi dan multi level.

3.

Strategi Pendidikan Karakter harus variatif dan relevan bagi

kebutuhan pengembangan potensi peserta didik yang multi

dimensi dan multi level.

(18)
(19)

Aplikasi dalam Pengembangan Tujuan Pembelajaran

No

Tujuan Pembelajaran

Alternatif

Dimensi

Potensi

Alternat

if Level

Potensi

Alternatif

Karakter

Terintegrasi

1 Siswa memahami konsep Thaharah dalam Islam

dan mampu mengembangkannya. Fisik, intelektual, emosional, aestetik

Personal Integritas, jujur, kendali diri,tabah.

2 Siswa dapat menggunakan kemampuan dan pemahaman terhadap konsep Thaharah dalam Islam untuk memenuhi kebutuhan diri dalam rangka pengembangan kualitas diri.

Fisik,

intelektual, emosional, aestetik, spiritual

Personal Integritas, jujur, kendali diri,tabah.

3 Siswa dapat menggunakan kemampuan dan pemahaman terhadap konsep Thaharah dalam Islam untuk dapat membahagiakan keluarga dan/atau berkontribusi bagi kelompoknya

Fisik,

intelektual, emosional, sosial, aestetik, spiritual

Community Integritas, jujur,

kendali diri,tabah, adil, cinta.

4 Siswa dapat menggunakan kemampuan dan pemahaman terhadap konsep Thaharah dalam Islam untuk berkontribusi terhadap kepentingan dan kebutuhan masyarakat luas

Fisik, Intelektual, emosional, Sosial, aestetik, spiritual

Sosial Integritas, jujur,

kendali diri,tabah, adil, rendah hati, respect, cinta.

5 Siswa dapat menggunakan kemampuan dan pemahaman terhadap konsep Thaharah dalam Islam untuk ikut aktif dalam menjaga dan

melestarikan lingkungan Fisik, Intelektual, emosional, Sosial, aestetik, spiritual

Lingkungan Integritas, jujur,

kendali diri,tabah, adil, respect, bijak.

6 Siswa dapat menggunakan kemampuan dan pemahaman terhadap konsep Thaharah dalam Islam untuk mewujudkan kebaktiannya kepada Tuhan Fisik, Intelektual, emosional, Sosial, aestetik, spiritual

Kosmis Integritas, jujur,

(20)

Aplikasi dalam Pengembangan Materi Pembelajaran

No

Alternatif Materi Pembelajaran

Alternatif

Dimensi

Potensi

Alternat

if Level

Potensi

Alternatif

Karakter

Terintegrasi

1 Konsep Islam tentang thaharah Fisik,

intelektual, emosional, aestetik

Personal Integritas, jujur, kendali diri,tabah.

2 Pandangan ilmu kesehatan terhadap thaharah Fisik,

intelektual, emosional, aestetik

Personal Integritas, jujur, kendali diri,tabah.

3 Kasus epidemi penyakit akibat tidak menjaga

kebersihan Fisik, intelektual, emosional, sosial, aestetik, spiritual

Community,

sosial Integritas, jujur, kendali diri,tabah, adil, cinta.

4 Industri-industri produsen alat-alat kebersihan Fisik,

Intelektual, emosional, Sosial, aestetik,

Sosial Integritas, jujur,

kendali diri,tabah, adil, rendah hati, respect, cinta.

5 Contoh pengalaman bakti sosial, menjadi relawan, kegiatan kerjabakti, dll.

Fisik, Intelektual, emosional, Sosial, aestetik, spiritual

Lingkungan Integritas, jujur,

kendali diri,tabah, adil, respect, bijak.

(21)

Aplikasi dalam Pengembangan Strategi Pembelajaran

No

Alternatif Strategi Pembelajaran

Alternatif

Dimensi

Potensi

Alternat

if Level

Potensi

Alternatif

Karakter

Terintegrasi

1 Ceramah dan diskusi “ground rule” tentang

thaharah Fisik, intelektual,

emosional, sosial, aestetik

Personal Integritas, jujur, kendali diri,tabah.

2 Demonstrasi dan praktik thaharah Fisik,

intelektual, emosional, aestetik, spiritual

Personal Integritas, jujur, kendali diri,tabah.

3 Anekdote, Game, bermain peran , lomba ceramah tentang thaharah

Fisik, intelektual, emosional, sosial, aestetik, spiritual Community, sosial Integritas, jujur,

kendali diri,tabah, adil, cinta.

4 Menonton film tentang wilayah epidemi, gerakan bakti sosial, dll)

Fisik, Intelektual, emosional, Sosial, aestetik, spiritual Community, sosial, lingkungan Integritas, jujur,

kendali diri,tabah, adil, rendah hati, respect, cinta.

5 Cooperative learning, CTL, Penugasan (Membuat gambar, karya tulis, field trip, bakti sosial,

kerjabakti, browsing internet, dll)

Fisik, Intelektual, emosional, Sosial, aestetik, spiritual Community, sosial, lingkungan, spiritual Integritas, jujur,

(22)

Aplikasi dalam Evaluasi Hasil Belajar

No

Alternatif Instrumen Evaluasi

Alternatif

Dimensi

Potensi

Alternat

if Level

Potensi

Alternatif

Karakter

Terintegrasi

1 Tes obyektif intelektual Personal Integritas, jujur, kendali diri,tabah.

2 Tes essay intelektual,

emosional, aestetik

Personal Integritas, jujur, kendali diri,tabah.

3 Portofolio Fisik,

intelektual, emosional, sosial, aestetik, spiritual

Community Integritas, jujur,

kendali diri,tabah, adil, cinta.

4 Pengamatan dan rubrik Fisik,

Intelektual, emosional, Sosial, aestetik, spiritual Emosional, Sosial, lingkungan Integritas, jujur,

kendali diri,tabah, adil, rendah hati, respect, cinta.

5 Kunjungan ke rumah Sosial,

aestetik, spiritual Emosional, Sosial, Lingkungan Integritas, jujur,

kendali diri,tabah, adil, respect, bijak.

(23)

Daftar Pustaka

(24)

Referensi

Dokumen terkait

Penguasaan karakteristik peserta didik adalah menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan

1) Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual. 2) Menguasasi teori belajar dan prinsip-prinsip

Dengan demikian, proses pendidikan Islam harus mampu menyentuh totalitas potensi yang dimiliki peserta didik yang meliputi pertumbuhan fisik, intelektual, emosional, sosial,

 Bermain adalah cerminan kemampuan fisik, intelektual, emosional dan sosial, yang merupakan media yang baik untuk belajar karena dengan bermain, anak akan berkata-kata,

- Menganalisis karakteristik dasar peserta didik baik dari aspek fisik, intelektual, mau- pun sosial-emosional yang dapat berpengaruh pada proses pembelajaran mata

Jenis Kompetensi Kompetensi Inti Guru 1 Pedagogik Menguasai karakterisitik siswa fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional dan intelektual Menguasai teori dan

Kompetensi pedagogik mempunyai indikator : 1menguasai karakteristik peserta didik yang berkaitan dengan aspek fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional dan intelektual; 2

Kontribusi Pendidikan Islam dalam Pengembangan Sosial Emosional Peserta Didik di MTs Salafiyah Syafiiyah Tebuireng Kontribusi pendidikan Islam dalam pengembangan sosial emosional